I AM SORRY AND I LOVE YOU
Disclaimer: by masashi kishimoto-sensei.
Pair: SasuHina.
Type: Family, Romance, Drama.
Rate: T/ M.
Story by: Me!
Summary: Dan cinta tidak pernah salah…..sambung,,,,walaupun kadang suka nyasar ^_^V.
Chapter 4 : Please...
Tak perlu waktu lama. setelah menaiki taksi kurang lebih 20 menit. Hinata telah tiba di Hyuuga Mansion perasaan kecewa masih menyelimuti hatinya. Ya, kecewa, wanita mana yang tidak kecewa jika di dua-kan terlebih lagi Kushina, orang yang telah ia anggap sebagai kakak juga sahabat terbaiknnya. Adalah istri pertama dari laki laki itu .
"Hinata-nee ! Kenapa kau sendiri? Dimana Minato-nii kenapa dia membiarkanmu kesini sendirian" tanya sang adik Hyuuga Hanabi heran.
"..." sunyi tak ada jawaban. Hinata lebih memilih terus berjalan menuju kamarnya, dengan tatapan kosong. Tanpa perlu mengeluarkan satu kata sekalipun.
"Nee-chan, aku ini bicara padamu. Kau kenapa nee-chan... ayo jawab" Hanabi terlihat khawatir dengan keadaan sang kakak yang bisa dibilang cukup memprihatinkan.
"KELUAR!" bentak Hinata pada Hanabi. Dan cukup untuk membuatnya menyadari bahwa telah terjadi sesuatu yang serius pada kakaknya.
'Blamm' Hinata menutup pintu kamarnya dengan penuh emosi.
"HINATA-NEE BUKA SEBENARNYA ADA APA DENGANMU" teriaknya sambil mengetuk pintu berwarna coklat kayu itu sekeras mungkin.
"Maaf nona Hanabi Mikoto-sama menunggu anda di bawah" ujar seorang pelayan padanya.
"Baiklah antar aku kesana"
"Baik"
~ Ruang tamu Hyuuga mansion~
"Mikoto-nee ada apa?" Tanyanya bingung melihat teman sang kakak yang tiba-tiba saja datang kemari.
"Apa Hinata sudah sampai di rumah? Apa dia baik-baik saja" raut wajah khawatir begitu terlihat jelas di wajah cantiknya.
"Sebenarnya ada apa dengan Nee-chan, Tadi dia tidak seperti biasanya" tanyanya dengan raut wajah khawatir.
"Sebenarnya, Minato..." wanita bersurai biru dongker panjang itu sengaja menggantungkan ucapannya. Ia menarik nafas panjang sejenak.
"Ada apa dengannya, Apa dia kecelakaan?" Gadis remaja itu Benar-benar merasa bahwa telah terjadi hal yang sangat buruk sekarang.
"Bukan. Ternyata adalah suami Kushina. Dan tadi mereka bertiga tak sengaja bertemu di pesta ulang tahun Itachi"
"APA?, Dasar brengsek aku akan menghajarnya sekarang juga" Hanabi baru saja akan berdiri dari sofa tapi Mikoto berhasil mencegahnya.
"Itu tidak akan menyelesaikan masalah Hanabi" ujar Mikoto berusaha agar suasana tidak semakin bertambah parah.
"Tapi..."
"Hanabi-sama. Nona Hinata..." ujar salah seorang pelayan panik.
"Ada apa? Bicaralah yang jelas! " bentaknya kesal pada pelayan itu.
"Kami tadi menemukkan nona Hinata tak sadarkan diri di kamarnya. Sepertinnya ia mencoba bunuh diri dengan cara meminum obat melebihi dosisnya" jelasnya khawatir.
"APA?" Tanpa tunggu lama. Hanabi dan Mikoto pun segera berlari menuju kamar Hinata.
"HINATA-NEE !" tangisnya pun pecah tatkala melihat kondisi kakaknya yang terlihat pucat dengan mulut penuh busa putih. Mikoto yang melihatnya langsung saja mengecek denyut nadi gadis indigo itu.
"DIA MASIH HIDUP. CEPAT PANGGIL AMBULAN" teriak Mikoto saat menyadari denyut nadi Hinata yang semakin melemah.
~ Konoha internasional Hospital~
"Aku tidak akan memaafkannya pria brengsek itu jika terjadi sesuatu pada Hinata-nee" geramnya pada Minato.
"Sabarlah Hanabi. Kau harus tenang"
"Dia telah melewati masa kritisnya. Untung saja kalian segera membawanya kesini. Tapi... Untuk sekarang ini keadaanya masih koma" ujar Tsunade selaku dokter yang menangani Hinata.
"Hinata-nee..."
"Hanabi sebaiknya kau menelfon ayahmu dulu " saran Mikoto.
"Baiklah..." jawabnya lesu seraya mengambil telphone genggamnya di dalam tasnya.
Jari lentiknya terlihat sedang menelusuri kontak nomor di handphonenya. Gerakannya terhenti tatkala mendapatkan nomor yang akan dihubunginnya.
"Halo, Hanabi ada apa?" tanya Hiashi heran karena tak biasanya Hanabi menelfonnya.
"Tou-san cepatlah datang Hinata nee-chan sedang koma" ujarnya to the point.
"APA! Baiklah aku akan segera kesana. Apa nama rumah sakitnya?"
"Konoha internasional Hospital " jawabnya singkat.
"Tuuttt..tuttt"
"Bagaimana?" Tanya Mikoto setelah ia mematikan telponnya.
"Tou-san akan segera kemari"
"Baiklah aku pulang dulu nanti aku akan kembali lagi kemari" pamit Mikoto.
"Arigatou gozaimasu, Mikoto-nee " ujar gadis remaja itu sopan sambil ber ojigi sebentar.
"Dou itashimashite" balasnya disertai seulas senyum anggun khasnya.
**1 bulan kemudian**
"Nee-chan ayo bangun. Kenapa kau tak bangun-bangun. Aku rindu padamu"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Thanks and See you...
Madiun, 2 Mei 2016
^.^v
TeloANDROID(Nall)
