"Had and Have You"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Fi's Request : please baca baperan fi di bawah. Siapa tau kalian punya jwaban buat kegalauan ga penting fi.
.
.
.
Happy Reading^^
.
.
.
.
"Nenekku tak punya rumah lagi. Itulah kenapa ia berada di sini." Kibum dan Kyuhyun sore ini sedang berada di atap rumah sakit. Sedangkan nenek dari Kyuhyun dan ibunya Kibum sudah ada yang menjaganya. Bukan keluarga mereka, melainkan dua bodyguard yang Kyuhyun suruh berjaga di depan pintu kamar pasien itu.
"Aku saja baru tahu sejam yang lalu. Kibum-ssi, aku ini cucu yang buruk ya." Kibum menggeleng. Ia menaruh tangannya di pundak Kyuhyun, menenangkannya.
"Wajar saja nenek tak mengenaliku."
"Aku sangat berterimakasih kepada siapa saja yang menolongnya. Kau tahu kenapa? Nenekku di tipu. Ia kenal dengan seseorang yang katanya menyukainya. Karena kakekku sudah meninggal, ia pikir ia masih membutuhkan suami yang akan bersamanya dan menjaganya. Nenek dengan bodohnya malah memberikan segala sertifikat tanah dan kepemilikan rumah kepada orang yang menyukainya. Lalu orang itu kabur membawa segalanya. Mengusir nenek dari rumahnya sendiri. Menelantarkan orang tua yang sudah renta di jalanan. Jika waktu itu aku di sisinya mungkin hal ini tak akan terjadi. Kedua orang tuaku juga seperti tak memedulikan nenek lagi. Tapi meski begitu mereka adalah orang tua yang membesarkanku."
"Katakan padaku Kibum-ssi. Apa kau akan marah padaku karena aku yang tak tahu apa-apa ini? Aku terlalu fokus terhadap pekerjaan dan sekolahku. Hingga aku tak peduli terhadap orang-orang yang menyayangiku." Kibum mengusap pundak dan punggung Kyuhyun, sesekali meremasnya, memberi kekuatan padanya.
"Orang tuaku meninggal saat terjadi musibah tanah longsor di kotaku lahir. Saat itu aku berumur enam tahun dan sedang bersekolah. Pulang dari sekolah kau tahu apa yang terjadi? Semuanya hancur. Rumahku, Orang tuaku yang tertimbun puing-puing bangunan dan meninggal karena tak bisa di selamatkan. Anak kecil sepertiku yang belum bisa menerima semuanya hanya bisa menangis dan menangis karena tak punya siapa-siapa lagi. Tetanggaku yang baik hati mengantarkanku ke sebuah panti asuhan. Di sanalah aku di adopsi oleh keluarga Cho yang sederhana. Mereka hidup sederhana dan tak memiliki anak. Maka dari itu, mereka membawaku. Hidup di Seoul dan membesarkanku. Betapa aku sangat keras belajar dan sepulangnya dari sekolah, aku bekerja, membantu Eomma yang mendirikan kedai makanan. Hingga sampai saat ini, aku memiliki banyak uang dan hidup berkecukupan dengan pencapaianku. Tetapi aku sedikit menaruh kecewa pada orang tuaku. Setelah mereka kaya raya, mereka tak pernah di rumah. Bahkan mereka sampai melupakan Nenek. Sedikit kecewa. Karena berkat mereka jugalah, kedua orang yang membesarkanku hingga aku mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam hal apa pun. Aku.. hiks. Maaf. Aku terlalu banyak bicara." Kibum membawa Kyuhyun ke dalam pelukannya, saat Kyuhyun merosot ke bawah kalah dengan kelemahannya sendiri.
"Uang bukanlah segalanya untukku. Buat apa aku memiliki banyak uang tetapi kedua orang tuaku malah jauh dariku. Aku membebaskan mereka berlibur kemanapun. Aku membebaskan mereka dari kemiskinan masa lalu. Kupikir dengan begitu mereka akan tetap di sisiku. Kenyataannya mereka malah betah tinggal di negeri orang. Sedangkan aku, tak pernah memiliki waktu untuk liburku sendiri. Mereka egois bukan. Meninggalkan aku seorang diri dan terus berjuang untuk mereka. Tapi aku sangat menyayangi mereka. Aku marah, kesal, merasa di buang. Sialnya aku tak pernah bisa mengutarakannya kepada mereka. Semuanya berkumpul di dalam sini. Sakit. Sesak." Kyuhyun memukul dadanya di mana letak sakitnya berada.
"Apa kau kasihan padaku dan akan meninggalkanku sama seperti mereka Kibum-ssi?" Kyuhyun mendongak menatap dalam mata Kibum. Derai air matanya masih di sana.
"Jika uang bisa membuat orang-orang akan tetap bersamaku, aku akan memberikannya sebanyak apapun. Aku tak ingin semuanya pergi. Cukuplah kedua orang tua kandungku yang egois tak mengajak anaknya sekalian pergi ke surga. Cukuplah kedua orang tua angkatku yang entah berada di belahan dunia mana meninggalkan anaknya di sini."
"Kyuhyun-ssi, kau bilang uang bukanlah segalanya. Tetapi kau meminta orang-orang untuk bersamamu karena uang. Orang-orang hanya akan berada di sisimu jika kau punya uang saja. Jika tidak, mereka akan tetap meninggalkanmu."
"Kau benar. Selain uang aku tak punya apa-apa. Menyedihkan tidak?"
"Ya. Kau menyedihkan." Kyuhyun melepaskan diri dari pelukan Kibum secara tiba-tiba saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Kibum.
"Apa maksudmu?!" Tanya Kyuhyun tak terima dengan mengusap kasar air matanya menggunakan lengan jasnya.
"Jika kau hanya memiliki satu, maka pertahankan. Bukan malah membiarkannya pergi dan kau kesepian. Menyalahkan diri sendiri dan mengandai-andai seharusnya aku, seandainya aku tidak seperti ini. Itu percuma." Kyuhyun menunduk, kemudian ia berdiri, berjalan ke arah pagar pembatas dan bersender padanya. Merasakan semilir angin sore musim gugur yang terasa dingin di kulitnya.
"Iya. Kau benar. Aku bodoh. CHO KYUHYUN KAU SANGAT BODOOOH!" Kibum tertawa mendengar teriakan Kyuhyun untuk dirinya sendiri.
"Kau akan mengganggu seluruh penghuni rumah sakit dengan teriakanmu itu Tuan Cho." Kyuhyun menoleh mendengar tawa Kibum yang berat. Suara tawanya sangat menenangkan hati Kyuhyun.
"KIM KIBUM. AKU MENYUKAIMU! JADILAH PASANGAN HIDUPKU!" Kali ini tawa Kibum berhenti mendadak. Bahkan Kibum sampai terbatuk, tersedak oleh ludahnya sendiri mendengar teriakan Kyuhyun barusan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
.
.
.
Sebenernya chapter ini blm selesai. Maaf mengecewakan.
.
.
Fi punya tmn dket, dia tmen kakaotalknya org2 korea terutama namja. Bhs koreanya lumayan bagus ga kyk fi yg bisanya gomawo sama mianhe doank. Nah di slh satu ceritanya yg di share ke fi, dia nanya sama salah satu tmn koreanya gini. (M=tmn fi. K=tmn korea dia, namja)
M : Memangnya kamu msh virgin?
K : anak korea jaman sekarang klo yg cowok2nya masih virgin mah malah di jelek2in. Di ejek.
Udh pokoknya intinya itu. Nah yg jd beban pikiran Fi gimana sama idol2 disana? Fi bapeeeeer.. pikirannya udh kemana2. Gimana mnurut kalian?
