"Had and Have You"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading^^
.
.
.
.
Sudah sebulan berlalu sejak kejadian pengungkapan absurd Kyuhyun mengenai Ia yang menyukai Kibum dan memintanya untuk menjadi pasangan hidupnya. Menurut Kibum itu sangat konyol, tak masuk akal dan sangat tiba-tiba. Tetapi syukurlah Kyuhyun menerima alasannya dan Kibum meminta untuk berpikir baik-baik mengenai hal itu. Lagipula melamar secara tiba-tiba orang yang baru dikenal adalah gila.
Tetapi selama sebulan itu mereka tak jua bertemu. Ibunya Kibum setelah pulih dari sakitnya segera di boyong kerumah, tak ingin lama-lama mendekam di kamar rumah sakit dan tak melakukan apa-apa. Nenek dari Kyuhyun sebenarnya Kyuhyun suruh untuk di rawat di kamar pasien berkelas vip tetapi nenek tak mau. Katanya tak ada teman untuk di ajak mengobrol. Jadi lah nenek tetap berada di kamar rawat biasa dengan fasilitas mewah dan semua pasien di kamar itu juga dapat menikmati. Nenek masih sering sakit-sakit pada pinggang dan lututnya, walau tak seberapa Kyuhyun takut nenek mengeluh apa-apa di rumah sedangkan di rumah tak ada siapa-siapa dan tak ada yang menjaga seperti di rumah sakit. Kamar pasiennya juga masih di jaga bodyguard. Kali ini Kyuhyun memilih bodyguard yang tampan-tampan. Itu request dari sang nenek karena pengaruh dari pergaulannya bersama ibu-ibu yang juga pasien satu kamarnya. Selain betah berlama-lama di rumah sakit, setiap hari juga bisa cuci mata. Ada-ada saja para orang tua jaman sekarang.
Kyuhyun semakin sibuk dengan pekerjaanya sebagai pengusaha muda, ia sedang dalam progress membeli sebuah perusahaan. Katanya itu pekerjaan yang rahasia. Selain melakukan dua pekerjaan sekaligus, mengingat sebelumnya Kyuhyun juga memiliki pekerjaan di bidang lain, pengusaha kaya raya itu jadi semakin memaksakan diri. Sering tak pulang ke rumah, istirahatnya dan makan pun harus di ingatkan, jika tidak ia hanya akan menjadi bangkai duduk di ruang kantornya.
Kibum suatu hari di promosikan menjadi manajer. Kibum shock. Belum juga menjadi pekerja tetap, ia sudah naik jabatan saja. Teman-temannya banyak yang senang dan mendukung. Mereka pikir dengan adanya Kibum sebagai manajer baru, pekerjaan mereka akan lebih nyaman. Selain tampan, Kibum juga sosok yang peduli, tidak seperti para manajer lain, bisanya hanya menyuruh-nyuruh dan marah-marah, tidak mau membantu karyawan yang kesusahan. Kalau Kibum yang menjadi manajer malah sebaliknya, ia di kenal sebagai manajer, tetapi kerjanya tetap seperti karyawan pada umumnya. Jika ada bawahannya yang kesulitan ia akan membantu, jika malas bekerja, mereka akan di beri pengarahan dan motivasi. Bawahannya di perlakukan tidak seperti budak dan pulang-pulang membawa emosi pekerjaan sehingga melampiaskannya di rumah. Mereka bekerja sangat nyaman di bawah perintah Kibum. Seandainya jika ada polling manajer terfavorit, Kibum adalah kandidat utama.
.
.
.
.
"Apa kau bertemu Kyuhyun-ssi hari ini?" Sepulang dari kerja, ibunya sudah heboh menanyakan tentang Kyuhyun. Kibum yang tidak tahu apa-apa mengenai hal itu dengan jujur berkata tidak.
"Kyuhyun-ssi tadi berkunjung kemari, eh kau sedang bekerja. Dia bilang dia merindukanmu haaaa...Eomma jadi gugup sendiri anak Eomma satu-satunya di rindukan seseorang. Sayangnya Kyuhyun-ssi semakin kurus. Kasihan sekali dia. Pekerjaannya pasti membuatnya seperti itu. Lalu Eomma menyuruhnya untuk berkunjung kesini kapan saja, Eomma akan memasakkan masakan paling enak untuk calon menantu Eomma." Kibum memijat pundak ibunya sambil mendengarkan cerita antusiasnya mengenai Kyuhyun. Wajah ibunya yang tersenyum berseri-seri itu menghangatkan hati dan melunturkan kelelahan Kibum.
"Apa eomma akan bahagia jika aku memilih Kyuhyun dan menjadikannya istriku?"
"Tentu saja. Bagaimana sih kau ini Kibumie. Orang tua mana yang tidak ingin Kyuhyun menjadi menantunya. Dia memiliki segala kelebihan dari sisi manapun. Jika kau menyukainya, maka kau cari kekurangannya dan menjaganya. Seperti Appamu dulu mendapatkan Eommamu ini."
"Aku mengerti Eomma, tapi dia namja, sama sepertiku. Kurasa akan berat untuk di pertimbangkan."
"Kibum. Karena ia namja, maka akan lebih mudah. Perasaan sesama namja lebih bisa kau pahami. Ah, Eomma sih tak masalah dengan siapa kau akan menikah nanti. Semuanya terserah padamu. Tapi Eomma masih berharap kau bersama Kyuhyun-ssi saja." Kibum memeluk ibunya dari belakang, sesekali bermanja pada ibunya ia pikir tak apa. Kibum terdiam cukup lama. Ia membiarkan dirinya merasa nyaman.
"Eomma. Aku menyayangimu."
"Eomma tahu. Sudahlah. Kau mandi saja sana." Kibum beranjak. Ia sedikit mengalami pening saat tiba-tiba berdiri tegak.
"Eomma. Buatkan aku sup apa saja." Teriak Kibum dari arah kamarnya.
"Hhhh...Anak itu, apa Kyuhyun-ssi bisa memasak ya? Kalau tidak, akan ku ajarkan agar dia bisa menjadi pendamping yang baik untuk Kibum." Ny. Kim terkikik sendiri dengan pikirannya.
Di dalam kamar mandi, Kibum kembali memikirkan perkataan ibunya. Ia pikir benarlah jika memiliki pasangan lelaki lebih mudah memahami perasaannya di banding perasaan lawan jenis. Tetapi dari sisi yang berbeda ia masih ragu. Meski Kibum meminta Kyuhyun untuk berpikir masak-masak, sejak saat itu juga Kibum tak berhenti memikirkan tentang Kyuhyun.
.
.
.
.
.
.
"Dengar-dengar pemilik baru perusahaan ini akan berkunjung kemari. Kira-kira seperti apa ya dia.."
"Tampan tidak?"
"Jika pemiliknya ahjussi-ahjussi bisa gawat."
"Benar-benar. Kita tidak bisa cuci mata."
"Iya. Pemilik sebelumnya saja tampan. Tetapi sayang, suami orang."
"Kalian yang di pikirkan hanya tampang. Coba pikirkan kenaikan gaji kita."
"Kalau naik gaji tetapi suasana kerja tidak nyaman tetap saja."
"Kalau aku lebih memilih kenaikan gaji. Kan para pengunjung banyak yang tampan. Di tambah lagi ada Hankyung dan Manajer Kim. Ah, rasanya baru kemarin kita memanggilnya Kibum. Sekarang dia sudah menjadi manajer saja."
"Sebaiknya kita tanyakan saja pada Manajer Kim tentang si pemilik baru."
"Kau benar." Rumpian wanita-wanita pekerja yang berkumpul saat jam makan siang ini sangat heboh membahas tentang pergantian boss besar mereka.
Kibum sudah jarang makan siang bersama para bawahannya sejak ia menjadi manajer. Bukannya ia tak mau. Hanya saja dirinya selalu di ajak makan siang bersama kumpulan para manajer. Tetapi siang ini Kibum memilih makan siang bersama Hankyung dan teman-teman seperjuangannya. Mereka banyak bercerita ini dan itu seolah mereka baru saja bertemu setelah bertahun-tahun. Tentu saja jika soal pekerjaan mereka sangat professional. Waktu bekerja ya bekerja. Maka dari itu mereka telihat seperti baru bertemu setelah sekian lama. Sampai rombongan wanita bergabung dan merecoki makan siang mereka. Ada yang sampai memeluk Kibum dan diikuti yang lain sehingga seperti pelukan teletubies. Memberondong Kibum dengan berbagai pertanyaan terutama seputar pergantian kepemilikan perusahaan.
Kibum hanya menjawab seadanya. Tidak terlalu memberi harapan palsu terhadap teman-temannya. Lagipula ia tidak tahu seperti apa Cho Kyuhyun saat bekerja. Yeah. Kyuhyun berhasil memiliki tempat dimana Kibum bekerja. Entah apa tujuannya. Sebenarnya Kibum merasa aneh juga tiba-tiba ia menjadi manajer.
"Dia tampan tidak?" Kibum tersenyum dalam kunyahannya yang masih memakan bekalnya.
"Tampan."
"Jongmalyo?" Kibum mengangguk membenarkan. Kyuhyun memang tampan.
"Dia sudah menikah apa belum Manajer Kim?" Kibum menggeleng.
"Waah... itu bagus! Kita punya kesempatan." Wanita-wanita itu tertawa bersama. Mengabaikan Kibum yang tiba-tiba berhenti mengunyah makanannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas reviewnya kemarin. Sekarang Fi udh move on. Sebenernya byk yg salah paham ya krna Fi nyebut "virgin"? Virgin dlm artian gay, homoseksual gitu. Ah udhlah Fi gamau bahas lagi.
Sorry for typos.
Fi byk tugas so segini aja hehe^^
