Naruto © Masashi Kishimoto
Story © MaelaFarRon
.
Pair : Sasusaku
Genre : Drama/Romance
Rated : T
.
Warning : Abal,GAJE,Typo,terlalu banyak dialog,OOC.
.
Change Chapter 4
.
Keep Enjoy~
.
.
"Ini benar-benar gawat.."
Untuk sejenak, Sakura mulai tersadar apa yang terjadi. Dia langsung menarik-narik ujung kaos Sasuke dengan gusar, "Ne, ne, Lalu kita harus bagaimana Sasuke-kun? Kita tidak boleh berurusan dengan mereka semua.." Ujar Sakura melas. Sedangkan Sasuke, apa yang harus dia lakukan? Bagaimanapun juga, ini sangat beresiko bagi mereka berdua.
Ini beresiko bagi Sakura, jika salah satu siswi sekolahnya tahu dia sedang jalan dengan pemuda lain, maka dia akan kena marah oleh Gaara, bahkan jika menyangkut tentang Sasuke.
Sedangkan Sasuke, sudah jelaskan, penyamarannya tidak boleh terbongkar. Itachi akan memanggangnya hidup-hidup.
"Sakura, sebaiknya kita segera pergi dari sini.." Usul Sasuke tegas, lalu dengan sengaja menarik tangan Sakura dan menyelip-nyelip di antara para manusia yang menyaksikan festival.
Namu disaat mereka akan segera keluar dari sana, salah satu gadis yang mendaftarkan mereka melihatnya. "Heiii..kalian ingin kemana? Festival Couplenya akan dimulai sebentar lagi..ayo kita kesana, jangan sampai terlambat.." Ajak gadis itu menarik tangan kiri Sakura. Namun Sasuke masih tetap menarik tangan kanan Sakura. Alhasil mereka tarik-tarikan dengan kedua tangan Sakura.
Sedangkan Sakura merasa kesakitan dan segera menghentikannya, "Stoopp…!" Teriak Sakura.
Dan akhirnya mereka berhenti tarik-tarikan. "Sasuke-kun, kita tidak bisa menolak, kemenangan kita adalah kemenangan mereka juga.." Ujar Sakura seperti seorang Atlet.
Sasuke memutar onyxnya kesal, kenapa juga Sakura bicara seperti itu? "Terserah, kau ingin tetap disini, baik, kau akan disini.."
"…tapi aku akan pulang!" Balas Sasuke emosi. Dia tidak ingin penyamarannya terbongkar hanya karena festival bodoh seperti itu.
"Sasuke-kun! Kenapa kau bicara seperti itu?!" Balas Sakura Emosi.
Gadis yang melihat itu merasa cemas, pasalnya pasangan yang dipilih mereka sekarang sedang bertengkar. Gadis itu keringat dingin, " K-kalau kalian tidak mau juga tidak apa-apa, kami akan cari couple baru..haha..i-iya.." Ujar gadis itu tertawa hambar.
"Bagus!" Timpal Sasuke bersedekap mendengar ucapannya.
Sakura merasa kasihan kepada mereka semua. Sejenak dia mengambil nafas, lalu menatap Sasuke sedih.
"Sasuke-kun, aku mohon..kali ini saja, bantu mereka, ne?" Mohon Sakura lembut menarik ujung kaos Sasuke sambil menunduk sedih.
Sasuke yang melihat itu tentu saja terbawa suasana, tapi dia tetap mempertahankan pendiriannya.
Dengan segera Sakura menghadap Sasuke dan menatapnya dengan mata berbinar-binar melas seperti anak kucing kelaparan. Sasuke berusaha menghindar dengan cara memaling-malingkan wajahnya. Namun Sakura menangkup kedua pipi Sasuke agar menatapnya. Sasuke terkejut.
Sedangkan gadis tadi blushing melihat kelakuan mereka. Mereka bakalan menang sepertinya.
"Aku mohon Sasuke-kun.." Cicit Sakura.
Sasuke meringis, "Ugh..Ck.." Sasuke menghela nafas, "Hn" Gumam Sasuke kesal.
Sakura menatap Sasuke kesal, "Ck, 'Hn' itu iya atau tidak?" Tanya Sakura.
"Iyaa..puas!" Jawab Sasuke frustasi, ingin sekali Sasuke mencium, ehm maksudnya menyentil atau mencubit jidat lebarnya dan pipinya itu.
"YEEYY!" Sakura dan Gadis itu berteriak kegirangan. "Ayo cepat, acaranya sudah dimulai.." Ujar gadis itu.
Grep!
"Ayo Sasuke-kun" Ajak Sakura menggandeng tangan Sasuke.
"H-hei.." Protes Sasuke.
.
.
.
DHUARR..DHUARR!
Kembang api festival telah diluncurkan.
"Tes, tes…"
Dhuk dhuk dhuk
"Halooo…selamat malam semua pengunjung festival..!" Teriak Mc itu girang. Dan di sambut dengan teriakan meriah para pengunjung.
"Akhirnya acara yang telah kita tunggu-tunggu akan segera dimulai!Bagaimana..APA KALIAN SIAPP?!" Tanya Mc itu.
"KAMI SIAPP!" Jawab para pengunjung tak kalah meriahnya. Rata-rata yang melihat acara ini adalah sepasang kekasih, karena mereka juga tidak ingin tertinggal momen-momen romancenya.
"Baiklah, acara pertama akan kita buka…bagi para couple yang ingin berpatisipasi harap naik keatas panggung.."
Dan setelah itu, berbagai acara couple telah di pelihatkan, mulai dari duet menyanyi, berphantonim, atau sekedar menggombal belaka. Dan masih banyak lagi.
Tapi acara sebenarnya yang ditunggu-tunggu akan dimulai sebentar lagi, acara penobata couple tahun ini yang paling serasi dan sempurna.
Sedangkan Sasuke di belakang panggung deg-degan, jantungnya tidak mau berhenti memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Sasuke dan Sakura telah menunggu sedari tadi di belakang panggung dengan para couple lainnya.
"Okeee….acara yang sebenarnya akan kita buka sekarang! Bagi para peserta couple, di harapkan naik keatas panggung! Kita akan menghitung hasil suara yang berada di dalam kotak couple ini..!" Ujar Mc itu memperlihatkan kotak besar, yang diketahui sebagai kotak couple.
Semua couple yang telah menunggu di belakang akhirnya naik keatas panggung, begitu juga dengan Sasuke dan Sakura. Mereka berdua masih memakai topi yang mereka beli tadi.
Sorak-sorai bahkan siul-siulan pun menggema di sekitar panggung itu. Sedangkan Sakura jangan di tanya, bahkan wajahnya sudah seperti kepiting rebus yang siap di makan, tangan kirinya masih setia menggandeng tangan kanan Sasuke. Jari-jemari mereka menyatu dengan erat.
"Saya akan bacakan couple tahun ini, yang telah beruntung naik keatas panggung ini.."
Sasuke mendengus, 'Beruntung apanya, rasanya aku ingin cepat-cepat pulang dari festival ini' Batin Sasuke mengumpat. Hei Sasuke, bukankah kau sendiri yang mengajak Sakura kencan di tempat seperti ini.
"Pasangan pertama ada Yoshi dan Ana.."
"Yang kedua ada Matsuoka dan Hanare.."
"Ketiga ada Juto dan Yui.."
"lalu yang keempat ada Ken dan Kina.."
"Dan yang kelima.." Belum selesai, para pengunjung sudah bersorak sorai dan meneriaki nama SasuSaki. "Ohh..ya ampuun…sepertinya couple yang satu ini di gemari banyak pengunjung, hahaha.." Ujar Mc itu.
"Dan yang kalian ketahui, couple kelima ada Sasu dan Saki..!" Teriak Mc itu meledak-ledak. Begitu juga dengan para penonton.
"Kita akan mulai sesi penghitungan suara.."
Dan penghitungan suarapun berjalan dengan sedikit a lot,
Yoshi dan Ana = 98%
Matsuoka dan Hanare = 95%
Juto dan Yui = 92%
Ken dan Kina = 95%
Sasu dan Saki = 98%
Ternyata hasil suara Yoshina dan Sasuki Seri.
Sasuke hanya terdiam menatap lautan manusia yang menontong mereka, dirasakannya genggaman tangan Sakura yang menguat di jari-jarinya. Sasuke menoleh, dan ternyata Sakura sedang menutup kedua matanya, Berdo'a, agar mereka menang. Begitu juga dengan Madam dan para Antek-anteknya. Seakan ikut berdo'a, Sasuke juga balas menggenggam erat jari Sakura.
Dan akhirnya perolehan anggka berubah, Yoshina 99% dan Sasuki 100%. Dan itu berarti..
"Pemenangnya ADALAAHHH…."
Deg
Deg
Deg
"SASUSAKIIII…!" Teriak Mc itu keras. Semua penonton bersorak kegirangan seperti menonton acara bola dan mencetak goal.
Sakura membuak kedua matanya lalu menatap Sasuke tak percaya. Sedangkan Sasuke hanya tersenyum tipis dan mengangguk singkat.
"YOSSSHHAAAAA!" Madam dan antek-anteknya langsung menyerbu Sasuke dan Sakura lalu memeluknya.
Mc itu menyerahkan hadiah kepada Madam sambil mengucapkan selamat, " Selamat!pilihan kalian menang.."Ujar Mc itu.
Hadiah itu berupa tiket liburan ke swiss selama seminggu. Mereka semua kegirangan, dan tak lupa pemberian mahkota kepada Sasuke dan Sakura, serta hadiah.
Sakura sangat senang, dia seperti berada di atas panggung dunia, blizt-blizt kamera menyorotnya. Sampai mereka lupa, akan penyamarannya. Apakah semua akan baik-baik saja?
.
.
"Arigatou sudah bersedia membantu kami.." Ucap madam itu menggenggam tangan Sakura.
"Iie, kami senang bisa membantu.." Balas Sakura.
Lalu tiba-tiba sepasang couple lainnya mendatangi Sasuke dan Sakura sambil membawa sebuket besar bunga. "Selamat atas kemenangan kalian, aku mengakui bahwa kalian berdua pasangan yang sangat serasi.." Kata sang gadis sambil memberi bunga itu.
"Arigatou.." Balas Sakura tersenyum. Lalu pasangan itu pergi.
"Oh..kami ada hadiah juga untuk kalian.." Madam itu memberikan kotak kecil berlapis kaca dan berbentuk hati.
"Apa ini..?" Tanya Sakura lalu membukanya, tak bisa di hindari, Sakura sungguh terkejut sedangkan Sasuke hanya memandang datar. Sebuah couple Ring, Simple namun terlihat elegan, cincing bewarna silver gold, dengan ukiran yang bertulis Couple dengan gambar hati.
"Cantik sekali, Arigatou ne..Hontouni Arigatou…" Ujar Sakura tersenyum.
"Kami juga berterimakasih.." Balas mereka semua sambil berojigi.
Sakura juga berojigi. Sasuke yang melihat itu hanya tersenyum senyumannya itu luntur seketika.
Sasuke mencengkram dadanya. Bisakan, bisakah dia berharap, bahwa mereka berdua benar-benar sepasang kekasih? 'Apa mungkin ini cinta?'
.
Di dalam mobil..
Akhirnya mereka pulang, waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Ternyata mereka cukup lama juga di festival.
Sedangkan Sakura tak henti-hentinya tersenyum di dalam mobil. Sasuke yang melihat itu menghela nafas. "Kenapa kau senyum-senyum sedari tadi? Kau seperti orang gila.." Ejek Sasuke.
Sakura yang mendengar itu langsung cemberut kesal, "Ugh..tentu saja, karena aku sedang senang.." Balas Sakura sambil menatap cincin couple di jari manis kanan sakura, karena jari manis kiri telah terisi oleh cincin tunangannya.
"Kenapa?" Tanya Sasuke.
"Ini adalah kencan paling seru dalam hidupku.." Lalu Sakura menatap Sasuke, "Arigatou, Sasuke-kun.." Lanjut Sakura dengan senyum manisnya.
"Hn.."
Sakura kesal, "Hn itu bahasa apa sih..?"
"Hn"
"Ugh..Sasuke-kun.."
"Hn"
Dan mobil itu di isi dengan kekehan Sasuke dan omelan Sakura.
.
.
Setelah turun dari mobil Sasuke, Sakura segera membuka gerbang dan masuk kedalam rumah. Tak lupa senyuman manis yang masih terukir di wajah cantiknya.
Cklek..
"Tadaima.." Ujarnya, lalu mengganti sendal rumah.
Bahkan sangking senangnya, dia tidak sadar bahwa ada yang sedang memperhatikannya sambil bersandar pada dinding.
"Kau darimana, Sakura"
Sakura tiba-tiba mematung dan terkejut mendengar suara itu. Dia menoleh kearah sumber suara dan mendapati seorang pemuda yang sedang bersedekap.
"Aku bertanya padamu, Sakura.." Pemuda yang ternyata adalah Gaara itu berusaha untuk menahan emosinya. Namun Sakura masih tetap diam dan menatap sinis Gaara.
"Sakuraa.." Geram Gaara.
Sakura memalingkan wajahnya, "Bukan urusanmu.." Ujar Sakura ketus lalu beranjak dari tempatnya.
Grep!
Tak!
"Apa ini?!" Tanya Gaara frustasi. Digenggamnya erat pergelangan tangan kana Sakura dan memperlihatkan cincin di cari manis kanannya.
Seet!
"Lepaskan! Jaga kelakuanmu..!" Sentak Sakura juga emosi.
Tak lama dari kejauhan kedua orang tua Sakura datang dan melerai pertengkaran itu.
"Apa yang terjadi?! Sakura, jaga ucapanmu, dia itu tunanganmu! Mengertilah Sayang.." Ujar Mebuki, ibu Sakura.
"Kaa-saan, jangan paksa aku! Aku benci dirinya!" Emosi Sakura.
Awalnya Mebuki menatap Sakura dengan sedih, namun setelah itu pandangannya berubah menjadi tegas, "Walaupun kau benci atau tidak, dia tetap tunanganmu, yang sebentar lagi akan menjadi suamimu" Ujar Mebuki tegas.
Sakura yang mendengar itu merasa sakit hati, kedua orangtuanya tidak memperdulikan perasaannya. Sakura menggeleng pelan dan emeraldnya berkaca-kaca, setelah itu dia segera pergi ke kamarnya.
Mebuki memanggil nama Sakura berkali-kali, tapi di hentikan oleh Kizashi, ayah Sakura. Tak bisa di hindari, raut wajah Mebuki menjadi cemas dan khawatir. Takut Sakura, anak gadis kesayangannya nekat melakukan hal yang macam-macam di dalam kamarnya.
Dan mereka tidak tahu bahwa Sakura telah menangis di dalam kamarnya.
.
.
Sementara itu di kamar bernuansa serba biru, Sasuke sedang memandangi cincin yang di beri Sakura tadi, tepatnya cincin pemberian Madam untuk mereka berdua.
Dia mengambil sebuah rantai kecil di dalam laci meja belajarnya, lalu memasukkan rantai itu ke dalam lubang cincin, dan kemudian jadilah sebuah kalung dengan cincin sebagai bandulnya. Dia menatap sejenak kalung itu dengan senyum tipis, lalu mulai memakainya di leher.
Menghela nafas sebentar, lalu mulai mengambil posisi tidur yang nyaman, dan akhirnya Sasuke tertidur.
.
.
Mobil mewah itu berhenti tak jauh dari sekolahnya, Sasuke tersenyum di dalam mobil ketika onyx nya mendapati seorang gadis yang di kenalnya sedang berdiri tak jauh dari mobilnya. Yang sebenarnya gadis itu telah terbiasa menunggu Sasuke.
Kakashi yang melihat itu tersenyum di balik maskernya, "Semoga harimu menyenangkan, Tuan Sasuke.." Ujar Kakashi memberi semangat.
Sasuke hanya bergumam dan segera menghampiri Sakura. Sakura yang melihat Sasuke sudah datang langsung memberi senyuman paginya, "Ohayou, Sasuke-kun.."
"Hn, Ohayou" Sasuke juga balas tersenyum tipis, namun senyuman itu lagi-lagi luntur, pasalnya dia mendapati wajah sakura yang bengap hari ini dengan suara yang serak. Mungkinkah?
"Sakura, Kau sakit?" Tanya Sasuke menatap Sakura intens.
"Hm? Tidak, aku tidak sakit..tenang saja, Sasuke-kun.." Balas Sakura tetap tersenyum.
"Kau yakin?" Tanya lagi Sasuke memastikan.
Sakura mengangguk mantap, "Yakin.." Jawab Sakura, lalu di akhiri dengan tawa Sakura.
Sasuke yang melihat itu menjadi bingung sendiri, "Apa yang lucu?" Tanya Sasuke.
"Hahaha..karena sudah terbiasa melihat wajah tampanmu, melihat kau yang seperti ini membuatku ingin tertawa.." Ujar Sakura di barengin dengan kekehannya.
Sasuke mendengus kesal mendengar ucapan Sakura, "Jangan tertawa, kau tidak tahu betapa tersiksanya aku.." Ketus Sasuke.
"Hmm..Hai, hai..Gomenne, Sasuke-kun.."Kata Sakura meminta maaf.
Sasuke yang tadinya ingin menyusul Sakura di depan, kini langkahnya terhenti. Didepannya tak sengaja seorang gadis berambut pirang panjang dengan mata purplenya masuk melewati gerbang memakai pakaian sekolah.
Gadis itu cantik dan anggun, sepertinya dia sama seperti Sakura. Bahkan seluruh siswa-siswi memperhatikan gadis itu dengan intens,. Hampir semua berdecak kagum. Apalagi beberapa siswa seperti bergumam,
"Sakura-chan paling cantik,.."
"Aku hanya memuja Sakura-chan.."
"Tunjukkan kami jalan yang benar tuhan, jangan biarkan mata ini berpaling dari Sakura-Hime.."
Sakura yang tidak sengaja mendengar itu hanya menggeleng pelan dan terkekeh.
.
.
"Sakura, hari ini ada murid baru lohhh.." Teriak Ino menyindir.
Sakura membalas dengan helaan nafas dan biasa-biasa-saja, "Hm, memangnya kenapa ino…apa murid baru itu datang ingin membunuhku? Tidak bukaan.." Balas Sakura malas.
Ino bersedekap, "Bukan begitu, aku dengar murid barunya perempuan, aku takut saja kalau posisimu sebagai primadona di sekolah ini tergeser.." Jelas Ino.
Sekali lagi Sakura menghela nafas, "Tidak masalah, selama itu tidak merepotkanku.."
"…toh kalau mereka benar-benar ingin berteman denganku, aku fine-fine saja.." Lanjut Sakura.
Ino cemberut, "Gaya bicaramu semakin lama seperti Shikamaru saja.." Celetuk Ino.
Dan tak lama Sensei merekapun datang dengan membawa murid baru tadi. Ternyata dia berada di kelas Sakura.
Sontak seluruh siswa berbisik-bisik recok, sementara para siswi membuang muka.
"Perhatian!"
"Hari ini kita kedatangan murid baru, Sensei harap kalian semua bisa berteman baik dengannya.."
"Baiklah, silakan perkenalkan dirimu.." ujar Sensei itu.
Gadis cantik itu mulai tersenyum, "Konnichiwa, aku Shion, Yoroshiku.."
Sakura menatap senyuman itu. Senyuman itu seperti mengandung arti tersendiri. Tapi mungkin saja Sakura Salah.
Lalu bagaimana dengan Sasuke, apa dia terpana melihat Shion? Baca kelanjutan di chap 5..
.
.
Tobicontinue^^
.
.
Yeee…chap 4 selesai, Bersambungnya gantung..! Halaaahh…yang penting bukan Authornya yang gantung, Ntar siapa yg terusin ne fic? Wkwkwk
Udalah, gk banyak omong, lg males ngetik, jngan lupa Repyu ya sodara-sodara..fic ini bertahan karena ada kalian semua…Sekali lagi terimakasih banyak..Muach!, muach!,*tabur2 kiss* muak aja sekalian…
Repyuuu lo…Jangan lupa! Kalo gk, gw bacok.. #Ngancem# Bercanda…^^
Thanks To : Uchiha Javaraz, Shaulaamalfoy, echaNM, Harika-chan ELF, nkaalya, Rizka Scorpiogirl, Nurulita as lita-san, williewilydoo, Kaame Yuu, Kucing genduttidur, zarachan, hanazono yuri, 69CoolAndCold69, Shofie Kim, dina haruno, Lynn, Dinamrdliana, Mustika447, DaunllalangKuning, Haruka Ryokusuke, Light-B, Berry.
Maap ya gk sempat balas Repyu..^^ lg di warnet soalnya, wkwkwkwk….
Jangan lupa Repyu ya..
INGAT! Jangan lupa Repyu!
