Tittle

Dearest

cast

Cho KyuhCho Kyuhyun X Kim Kibum dan cast akan bertambah sesuai dengan kebutuhan cerita.

Genre

AU, Drama, Romance, Fantasy

Warning

GS, typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya, bahasa tidak sesuai EYD, cerita abal.

Don't like Don't read, that SIMPLE.

Okay

.

.

.

Happy reading

.

.

.

[~Lizz_L_L~]

" InGaTan YaNg teRkuNci "

Aku berjalan dalam kekosongan tanpa ujung mencari dan mulai mengais setiap kepingan memori dalam pecahan sebuah mimpi yang terlihat samar.

Tangan meraba bagai si buta yang tak pernah tau dan tak pernah mengenal yang namanya cahaya dan kehangatan.

~Aku tersesat~

semakin jauh terasa semakin menakutkan.

Hanya kehampaan dan rasa kosong yang kurasakan.

Aku berlari dan terus berlari menghindar dari kenyataan namun hanya jalan buntu yang ku temui.

Bagai berteriak dalam kekosongan yang mengemakan kesedihan tanpa tepi.

aku kehilangan sesuatu...

~ aku...~

rasanya ada yang hilang dari diriku, dari hidupku.

Entah kenapa aku merasakan ada sesuatu yang salah dengan hidupku, aku terus mencari potongan sebuah puzzle yang hilang, mengais dan meraba-raba bagai si buta yang menyedihkan hingga aku tersadar jika aku sudah...

~ " MATI "~

[~Kyuhyun~]

.

.

.

.

[~Lizz_L_L~]

" Brengsek, menjauh dariku atau kau mati, cadel" teriak seorang gadis dengan segala kepanikan yang menyerangnya kala melihat seorang pemuda pucat berkacamata yang terlihat lumayan tampan berlari mengejar di belakangnya dengan begitu serius. Wajah pemuda itu tampak merah padam dengan nafas yang terdengar mulai tak beraturan, sepertinya sudah seharian pemuda pucat itu mengejar gadis mungil yang terus-terusan berteriak garang dengan nada mengusir.

" yak...Cho Kyuhyun berhentilah, aku hanya ingin menitipkan padamu, ini tidak sulit kumohon hanya menempel, oke...tidak lebih" teriak pemuda pucat dengan surai dark brownnya itu masih berusaha mengejar si mungil dengan kepayahan, bahkan si pemuda pucat berkacamata~oh sehun~menyangsikan stamina yang akan menurun dari gadis bersurai coklat yang terlihat berlari semakin cepat menjauhinya, seolah tuan oh cadel yang terhormat itu bagaikan sebuah virus ganas yang mematikan untuknya.

" menempel pantatmu, Pokoknya aku tidak mau dan tak ingin tau lagi dengan bualan tidak masuk akalmu itu oh cadel, sekarang menjauhlah sebelum aku benar-benar membunuhmu dengan tendanganku, tuan mesum" teriak Kyuhyun nyaring tanpa sadar dengan langkahnya dia menabrak seseorang yang berjalan di depannya karena matanya terlalu fokus ke arah belakang, tepatnya pada sehun dengan segala teriakan bernada penolakan miliknya.

Bruk

Kyuhyun terkesiap dengan tabrakan maut dengan pemuda jangkung bersurai kelamnya yang menatapnya dengan tatapan meneliti. Dahinya terlihat berkerut tajam seolah ingin mengingat sesuatu tapi seakan pikiran payahnya sedang terkunci rapat.

" ah~maafkan aku, ini salahku..." ucap Kyuhyun penuh penyesalan dan tersadar setelah beberapa saat seolah tengelam dalam netra coklat pemuda kelewat tinggi di depannya yang terasa sangat familiar di matanya. bahkan jantungnyapun seolah mengiyakan pikiran nyaman Kyuhyun dengan detakan yang mengema bagai mengedor rongga dadanya, sensasi menyesakkan melesak kuat mendorong di hatinya namun tercipta dengan rangsangan yang menakjubkan yang entah kenapa seolah menariknya dari bumi tempatnya berpijak, dengan sikap penuh sesal baekhyun tersadar dengan posisinya yang berubah menjadi tidak nyaman berdekatan dengan pemuda bersurai kelam itu. Karena tanpa sadar saat mereka bertabrakan keduanya bahkan refleks saling melilitkan lengan masing-masing saling menopang satu sama lainnya untuk menjaga keseimbangan agar tidak berakhir dengan pantat menyapa tanah dan alasan yang tak di ketahui mereka berdua.

" Ms. Evil, aku lelah kita akhiri semua ini dengan singkat oke" ucap sehun menyerah dan pada akhirnya berhasil menyusul Kyuhyun dengan tangan yang menopang di lututnya seraya mengusap keringat di dagunya dengan kaos v-neck berwarna hitam polosnya.

" aish...sial...stop~oh mesum pucat cadel, jika kau mendekat satu langkah lagi ku pastikan adik kecilmu tak akan pernah melihat masa depan lagi, mengerti" ancam Kyuhyun segera berbalik dan menunjuk sehun tepat di tengah selangkangannya dan spontan saja sehun merapatkan kakinya dengan ekspresi ngeri menatap Baekhyun. Sehun bahkan sudah membayangkan jika kaki jenjang baekhyun akan menendang kejantannya dengan sadis sehun bergidik ngeri lagi. bisa di pastikan jika sehun nekad mendekat maka hal itu akan menjadi kenyataan, tapi sehun tidak punya pilihan lain, ini sangat mendesak dan ini juga menyangkut masa depan kehidupan cintanya kelak. Sehun tidak mau hidup sendiri dan menjomblo selamanya dan mati sebagai perjaka tua yang tak laku-laku, demi kerang ajaib itu adalah mimpi terburuknya.

" kau keterlaluan, berhenti bersikap apatis Cho Kyuhyun, hanya sentuhan kecil tidak lebih, ayolah bantu aku, aku janji hanya menyentuh dan tidak akan melumat oke" rayu sehun masih memohon kali ini dengan tatapan anak anjingnya yang terlihat sangat imut dengan kedua tangan yang di tangkap di depan wajahnya, namun rayuan itu bahkan tidak akan mempan untuk seorang Cho Kyuhyun yang masih memasang ekspresi garang tak tertembusnya.

" kau gila...aku tidak mau, mana mungkin aku menerima titipan darimu yang tidak masuk akal sehun, sepertinya otakmu sudah turun jauh ke selangkangan, hah..." sungut Kyuhyun tak terima masih mempertahankan jaraknya dengan sehun. Bahkan tanpa sadar bersembunyi di balik tubuh tinggi si pria bersurai sekelam malam itu dan menjadikan pria itu sebagai tamengnya saat ini, Kyuhyun terpaksa mengikut sertakan pria bersurai kelam itu dalam urusannya dengan sehun, karena di rasa keberadaan sehun semakin mengancam posisinya, lagipula pria bersurai kelam itu tidak protes sama sekali karena di libatkan secara sepihak oleh Kyuhyun.

" hanya satu ciuman oke, ya Tuhan...kau ini membuatku frustasi saja" ucap sehun bersikukuh. Bahkan Kyuhyun tak bisa mengerti dengan isi kepala sehun yang mengsugestikan jika dirinya harus menitipkan ciuman pertamanya pada teman masa kecilnya~Kyuhyun~agar jalan asmaranya yang terbilang cukup memprihatinkan~itu persepsi yang salah, oke sangat salah, bukan memprihatinkan tapi sangat memprihatinkan dan entah mendapat pikiran darimana~sehun berkata jika dirinya mendapatkan sebuah mimpi di datangi seorang Kakek yang mengatakan jika dia harus menitipkan ciuman pertamanya pada seorang gadis teman masa kecilnya agar jalan cintanya menjadi mulus~ dan langsung percaya serta di hari itu pula dia mengejar Kyuhyun seperti orang gila, memaksanya untuk menciumnya saat itu juga.

" cih...harusnya aku yang mengatakan hal itu, kau pikir aku tidak lebih frustasi darimu, gara-gara otak bodohmu itu aku tidak bisa tenang selama seminggu ini, idiot" Kyuhyun berdiri dengan tatapan yang semakin garang mengingat privasinya selama seminggu telah di jajah sedemikian rupa oleh sehun, bahkan untuk buang air secara nyamanpun Kyuhyun tidak bisa. karena dia selalu di buntuti oleh sehun dengan segala bujuk rayunya yang terdengar sangat menyebalkan di telinganya.

" ayolah...satu kali saja, setelah itu aku berjanji akan melakukan apapun yang kau minta, apapun" ucap sehun lagi dan berusaha meraih Kyuhyun, sedetik baekhyun sempat tergiur dengan kata "apapun" namun otak warasnya menyadarkannya dan reflek mengangkat kakinya ke arah selangkangan sehun tanpa aba-aba saat di rasa keberadaan sehun terlalu dekat dengannya dan.

JDUAK...

" uhg...sialan, kau menghancurkan senjata masa depanku, evil..." runtuk sehun dengan muka memerah seraya mengerang sakit memegangi adik kecilnya yang mendapat tendangan sayang dari Kyuhyun. Sehun mundur beberapa langkah dan jatuh terduduk di tanah kemudian, kesakitan. Kyuhyun menatap sehun dengan ekspresi kaget dengan tindakan spontannya dan sedikit perasaan bersalah namun egonya menyuruhnya untuk tidak lemah.

" s~sudah ku peringatkan, jadi jangan salahkan aku jika aku melakukan itu oh~mesum" ucap Kyuhyun dan langsung berlari menjauh meninggalkan sehun yang masih terduduk kesakitan di tanah dengan perasaan was-was.

" semoga saja telurnya tidak pecah, aduh...Kyuhyun bodoh kenapa kau menendangnya dengan keras tadi, bagaimana jika benar-benar pecah" inner Kyuhyun berkata dengan cemas.

" biarkan saja, sehun juga bersalah padaku, biar dia kapok" putus Kyuhyun pada akhirnya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya dan menepuk pipinya pelan dengan tatapan tajam penuh tekad jika dirinya tidaklah bersalah dalam hal ini.

Sementara itu si pria bersurai kelam menatap kejadian di depannya itu dengan tatapan bingung bercampur geli.

" kau tidak apa-apa?! Tanyanya seraya berjongkok mensejajarkan kepalanya dengan kepala sehun.

" ah...sepertinya tidak baik-baik saja, aku mengerti" ucapnya lagi setelah mendapat pelototan garang bernada tak terima dari sehun.

" apa itu sakit sekali?! perlu ku antar ke rumah sakit?!" tanya pria bersurai kelam itu meringis melihat wajah sehun yang masih memerah.

" tidak apa-apa, aku baik-baik saja, dasar gadis itu memang menyebalkan, apa salahnya si membantu teman, awas saja nanti" runtuk sehun yang merasakan nyeri di selangkangannya yang sedikit meredah.

" hehehe...memang seperti itulah dia" kekeh pria bersurai kelam itu dengan binar bahagia yang terpancar di kedua netra coklatnya. Seolah menjadi orang yang sangat tau tentang seorang Evil seperti Kyuhyun.

" kau mengenalnya?!" tanya sehun dengan alis berkerut bingung mendapati jawaban aneh pria bersurai kelam itu.

" apa?! Oh...tidak, aku baru bertemu denganmu atau dengannya baru kali ini" jawabnya seraya menyengir aneh " ah...maaf sepertinya aku harus pergi sekarang juga" pamit pria bersurai kelam itu bangkit berdiri dengan terburu setelah menatap jam tangannya.

Sehun hanya menatap pria itu aneh kemudian mengerang lagi. Tanpa mereka sadari ada tiga pasang mata yang mengawasi interaksi mereka sejak tadi.

" mereka terlihat sangat menyedihkan, mengenal tapi tidak mengenal, bukankah itu ironis sekali?!" tanya pemuda berkulit tan menatap sendu pada bayangan pria bersurai kelam yang sudah menghilang dari pandangannya sejak tadi.

" melihat keadaan mereka sekarang, kurasa hukuman itu terlalu kejam, bisakah mereka aman melewati ini semua sebelum waktunya?!" tanya si jangkung tampan bersurai abu-abu menatap kosong ke arah depan seraya memasukan kedua tangannya ke dalam saku celanya, kemudian menoleh ke arah si gadis mungil bersurai permen karet yang sejak tadi terus-terusan menghela nafas berat di antara kedua pria tinggi yang terlihat mempesona itu.

" aku tak tau jangan tanya aku, ini benar-benar memuakan, jangan pernah libatkan aku dengan semua ini, sungguh aku tidak mau tau dan tak ingin tau lagi dengan masalah mereka, biarkan saja mereka hancur atau mati sekalipun aku tidak perduli" ucap si gadis bersurai permen karet itu dengan nada keras, seolah menahan kesakitan yang amat dalam.

" Lu..." bisik si Tan menatap sendu pada si gadis~xi luhan~ yang sudah membalikan tubuhnya pergi tanpa berpamitan pada kedua pemuda tampan itu.

" hah...sepertinya dia akan menyalahkan dirinya lagi" ucap pemuda tinggi bersurai abu-abu itu menatap kepergian luhan.

" aku tau, aku pergi Yeol, tetap awasi mereka oke" ucap pemuda tan~kai~seraya menepuk pundak kekar Chanyeol.

" pergilah..." ucapnya dan kai segera mengepakan sayap kelelawar berwarna hitam kemerahan dan terbang jauh melesat meninggalkan Chanyeol di atas tanah dengan desahan beratnya.

" takdir seperti apakah yang kau berikan pada makhluk seperti kami Tuhan, hanya satu kesalahan yang dia perbuat dan kau menjatuhkan kutukan yang begitu pedih untuknya, hingga kami yang menjadi saksi atas hukuman saudara kami dan membuat kami begitu tersiksa dalam keabadian tanpa ujung" bisik Chanyeol seraya memejamkan matanya menatap langit mendung dengan di sertai hembusan angin dingin yang menerpa kulit pucatnya.

[~Lizz_L_L~]

Aku kesakitan tanpanya

Aku gila tanpanya

Aku mati tanpanya

Bisakah aku memeluknya sekali saja sebelum kau renggut semua kebahagiaan yang kami miliki?

Takdir menyakitkan ini membuatku semakin gila.

Hukuman yang aku terima terasa begitu menyiksa dan membakarku pelan-pelan.

~Bunuh aku~

dan sisakan sedikit kebahagian untuknya.

~Aku mencintainya...~

~sangat~

[~Fan~]

Terlihat seorang gadis mungil bersurai coklat tampak meringkuk menyedihkan di pojokan kamarnya dengan tubuh mengigil penuh ketakutan.

Terdengar sesekali isak tangisnya yang seolah menguatkan rasa keputusasaannya.

" apa yang salah?! Katakan padaku apa yang salah dengan diriku?! Apa yang salah? Sakit...ini sangat sakit, aku mohon tolong aku...hiks...hiks..." monolog Kyuhyun merintih meremas dadanya dan secara berulang kali serta memukuli dan menjambak surai coklatnya dengan kepala yang terasa berdenyut nyeri sangat menyakitkan seolah siap akan meledak kapanpun. entah kenapa ada sesuatu hal yang seakan ingin menerobos ingatannya yang telah terkunci rapat dalam otaknya, ingatan tentang seseorang yang tak seharusnya dia lupakan, seseorang yang sangat penting. Tapi siapa?! Baekhyun bahkan tak bisa mengingatnya.

Kyuhyun kesakitan...

" astaga Kyu? Kau kenapa? Jangan lagi, Tenanglah...tenangkan dirimu Kyu" ucap seorang gadis bermata manis yang langsung berlari terkejut melihat saudara sepupunya yang terlihat mulai rapuh lagi dan memeluknya erat serta membisikan kata-kata menenangkan agar Kyuhyun bisa tenang.

" Hyukie...tolong aku, bantu aku mengingat? Ada yang hilang...bantu aku menemukannya, aku mohon, ada yang hilang, apapun itu bantu aku menemukannya...ggyyyaaaaa...?!" teriak Kyuhyun nyaring seraya semakin kuat menjambak surainya dengan tatapan keputusasaan dalam kedua bola matanya.

" Kyuhyunnie, aku mohon hentikan, aku mohon jangan seperti ini lagi, kau harus sembuh Kyu, jangan seperti ini" ucap Lee Eunhyuk mencekali kedua tangan Kyuhyun yang memukul kembali kepalanya dengan bringas dan masih meneriakan pertanyaan yang sama berulang-ulang bagaikan sebuah kaset rusak yang terdengar sangat menganggu di tengah kegaduhan yang terjadi di dalam kamar Kyuhyun.

Cepat Eunhyuk mengambil ponselnya dan mendial nomor sebuah nomor yang di hapalnya di luar kepala.

" sehun...aku mohon cepatlah kesini, Kyu...kembali kacau, aku mohon hiks..." setelah mendengar kesanggupan sehun, Eunhyuk melempar asal ponselnya dan kembali menenangkan Kyuhyun. Mencegah gadis itu untuk tidak semakin melukai tubuhnya.

Tak berapa lama sehun telah sampai dengan tergesah dia memasuki apartemen yang telah dia ketahui nomor paswordnya di luar kepala. Sehun memasuki kamar Kyuhyun yang terlihat berantakan, meletakan tasnya mengambil sebuah suntikan dan menyuntikan cairan penenang untuk Kyuhyun. Tak berapa lama tubuh Kyuhyun melemas dan jatuh terkulai di sisinya dengan cekatan sehun menangkap tubuh Kyuhyun dan membanringkannya di atas tempat tidur.

" hiks...hiks...ya Tuhan, sampai kapan dia akan seperti ini, tidak bisakah kau menyembuhkannya sehun, kau adalah calon dokter jenius, tak bisakah kau menyembuhkan lukanya, aku tidak suka melihatnya seperti ini, ini menyakitiku" isak Eunhyuk yang terduduk di sebelah ranjang Kyuhyun yang kini tengah tertidur pulas.

Sementara sehun hanya terpekur menatap sahabatnya dengan perasaan yang berkecamuk, teringat kembali kejadian mengerikan yang di alami sahabatnya dulu. Sehun menemukan Kyuhyun yang menangis penuh ketakutan dengan binar kewaspadaan dan matanya yang menjelajah liar di sebuah hotel dengan keadaan yang jauh dari kata baik, bahkan Kyuhyun sempat berteriak histeris dan tidak mengenalinya, dia terlihat sungguh kacau. Tampaknya Kyuhyun di perkosa dan di tinggalkan begitu saja entah oleh siapa, beruntung sehun dapat menemukannya setelah mendapat sebuah panggilan dari nomor yang tak di kenal dan mengabarkan tentang keberadaan Kyuhyun dan menyuruh untuk menjemputnya.

" aku tak tau Hyukie, aku tak tau bagaimana harus menyembuhkan Kyuhyun" ucap sehun seraya mengusap wajahnya dengan putus asa.

Terkadang Kyuhyun terlihat sangat normal tapi terkadang dia juga biaa terlihat sangat kacau dan tidak normal, berulang kali sehun dan Eunhyuk menyarankan pada Kyuhyun untuk memeriksakan dirinya ke psykiater atau paling tidak ke rumah sakit, namun Kyuhyun selalu menolak dengan alasan tidak membutuhkan hal itu.

Tanpa mereka berdua sadari seorang gadis bersurai permen karet terlihat merangsek maju dan duduk di samping ranjang baekhyun dengan tatapan penuh luka. Jemari lentiknya mengelus surai lembut Kyuhyun. Tanpa sadar setitik air mata jatuh membasahi pipi seputih porselen miliknya.

" berhentilah memikirkannya, aku mohon menyerahlah Kyuhyunnie, jangan siksa dirimu dengan berusaha mengingatnya lebih keras, bodoh...kalian berdua adalah idiot bodoh yang memuakan, kenapa kalian masih berusaha memikirkan satu sama lainnya jika itu semakin menyakiti kalian, biarkan dirimu bahagia dan lupakan keberadaannya, pangeran...dia akan terlepas dari kutukan itu jika kau melupakannya Kyu, jadi berbahagialah dan lupakan pangeran, takdir kalian sudah terputus sejak saat itu, jangan menyiksa pangeran dan dirimu lagi, relakan pangeran dengan begitu kau dan pangeran akan terselamatkan, kenapa kalian terus bersikap memuakkan kalian sangat menyakiti kami, aku mohon jangan seperti ini Kyu" isak Luhan memeluk leher Kyuhyun sayang dan menangis sesenggukan di pundak gadis yang tengah tertidur pulas itu, namun siapa sangkah jika bisikan luhan mampu membuat sebutir air mata lolos dari dua buah kelopak mata yang terpejam itu.

" Lu...lihat, kau membuat Kyuhyun menangis, dia masih mengenali suaramu Lu" suara berat lainnya menyapa gendang telinga Luhan, membuat Luhan sedikit tersentak dan mendongakan kepalanya menatap pemuda tan yang menatapnya dengan ekspresi yang tak terbaca dan mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun seraya mengusap air mata yang menetes itu dengan berjuta perasaan terluka.

" ini salahku...harusnya aku bisa menghentikannya, ini semua salahku" rintih Luhan. Kai menarik luhan dan memeluknya erat, membuat gadis bersurai permen karet itu semakin terisak keras.

"...~fan" gumaman pelan itu lolos dari bibir Baekhyun untuk yang pertama kalinya, membuat Kai, Luhan, Sehun dan Eunhyuk terkejut dan sontak menatap Kyuhyun dengan ekspresi yang sulit di artikan pasalnya baru kali ini setelah Kyuhyun terlihat kacau dia mengumamkan nama seseorang meski tidak jelas.

" ~aku...merindukanmu...~" kembali Kyuhyun bergumam lirih. Kai dan Luhan saling menatap dengan ekspresi terkejut, apakah ini adalah sebuah petunjuk untuk mereka agar bisa menyelamatkan jiwa pangeran mereka yang hampir musnah dan cinta seorang Cho Kyuhyun.

" sebaiknya kita pergi dan segera memberitahu Suho dan chanyeol tentang hal ini" ucap Kai dengan raut wajah serius, Luhan mengangguk pasti dan kedua makhluk itu langsung melesat dan menghilang dalam sekejap mata.

[~Lizz_L_L~]

Chanyeol duduk di sebuah halte bis menyamar menjadi seorang manusia agar bisa sedikit mengobrol dengan pangeran negerinya yang terlihat tak berdaya dalam tubuh manusianya.

" kau sendirian?!" tanya Chanyeol memulai sebuah obrolan sederhana untuk memulai percakapan dengan pangerannya. Pria bersurai kelam itu menoleh dan menampilkan senyum cerahnya menatap Chanyeol.

" tidak...aku sedang bersamamu saat ini" jawabnya membuat remasan menyakitkan di dada Chanyeol semakin terasa, meski pangerannya telah melupakan segalanya bahkan tanpa sadar dia telah mengucapkan kata-kata yang sama seperti dulu. Entah dia sadar atau tidak, tubuhnya seakan mengenali keberadaanya di sekitarnya.

" kau tidak naik, busnya akan segera berangkat kalau kau tidak ingin tertinggal tentunya" ucap Chanyeol lagi. Pria bersurai kelam itu mengeleng dan tersenyum kecil menunjukan kesedihan yang mendalam membuat Chanyeol menatapnya sendu.

" kau sedang menunggu seseorang?!" tanya Chanyeol lagi.

" iya" jawabnya singkat seraya menunjukan cengiran yang sangat di kenalnya.

" siapa?!" bahkan Chanyeol tau siapa yang sedang di tunggu oleh pangerannya, Chanyeol hanya coba memastikan sekali lagi.

" entahlah...aku juga tak tau" jawabnya seraya tertawa cangung seolah mentertawai dirinya sendiri dengan jawaban bodohnya. " tapi aku yakin dia pasti akan datang, dia telah menjanjikan hal itu padaku" lanjutnya dengan senyum kecil dan tanpa sadar kepalanya tertunduk menatap tanah. Sekali lagi jantung Chanyeol serasa di remas.

" kau pasti mengangapku gila kan?!" tanyanya kemudian menatap Chanyeol dengan senyum sendu.

" tidak...aku mengerti, sangat mengerti, baiklah sepertinya aku harus pergi, aku berdoa untukmu agar dia yang telah kau tunggu segera datang padamu" ucap Chanyeol tersenyum tulus menepuk pundak si pria bersurai kelam dan beranjak pergi meninggalkan sang pangeran yang lupa akan jati dirinya dan hidupnya dulu.

Cepat Chanyeol berbalik berusaha menyembunyikan isakan menyakitkan yang terasa sangat menyesakan. sungguh melihat teman sekaligus saudaranya yang seperti itu seakan menjatuhkan dan meruntuhkan pertahanan dirimu, siapapun pasti akan menangis saat tau kisah sedih pangeran dan gadisnya.

" Kyuhyunnie, aku mohon jika kau ingin melupakan pangeran, lupakanlah dia dengan segera dan jika kau ingin kembali mengingatnya maka buka pikiranmu dan ingatlah dia yang selalu setia menunggu kedatanganmu" doa seorang park Chanyeol dalam hatinya sebelum dia menghilang bersama angin basah yang bercampur dengan gemericik rintik hujan yang mulai turun membasahi bumi.

TBC

Hahahaha maaf jika lizz ngambek dan ngancem bakal Hiatus. Lizz gak jadi ngambeknya dan gak jadi Hiatus dan mohon reviewannya ya, anyeong...