Kyungsoo berdiri di pintu masuk dorm mereka yang baru. Mereka? Tentu saja. Dia ingat dia menjadi Seungsoo saat ini dan berarti dia akan tinggal bersama dengan 5 anggota lainnya.

Setelah mematikan telepon dari Seungsoo, Kyungsoo berdiam diri sejenak sambil menaruh kopernya di sisi pintu. Mereka tidak pulang bersama. Lebih tepatnya, 5 anggota meninggalkannya lebih dulu tanpa alasan yang jelas. Ini semua lebih berat dari perkiraannya. Dia tidak berpikir akan disambut dengan kebencian, karena dia tau kakaknya adalah orang yang mudah dicintai. Kyungsoo akan lebih baik terus bersama dengan Ryeowook, manajernya saat ini daripada dia harus ditemani dengan 5 anggota yang melemparkan dia tatapan benci. Ini salah, tidak seharusnya dia merasa putus asa hanya karena sambutan tidak menyenangkan.

Dia disini demi Seungsoo, kan?

Oleh karena itu Kyungsoo menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya. Matanya melirik pada intercom disamping pintu dan menekan belnya.

'Teng nong'

'Teng nong'

"Nuguseyo?" dari dalam, pria dengan wajah kecil yang Kyungsoo kenal sebagai pemimpin, bersuara dari balik intercom. Namanya Luhan, kelahiran 1990 dan dia mewantiwanti dirinya sendiri agar tidak kelepasan memanggil 'hyung' nya dengan sebutan 'oppa'.

" aku" suara Kyungsoo dibuat seberat mungkin.

"ah? Seungsoo. Sebentar ya" Luhan membukakan pintu dan pertama kali anggota yang tersenyum saat menyambut kepulangannya. Dia yang pertama.

"masuklah" Luhan membantu Kyungsoo membawa kopernya kedalam.

Saat Kyungsoo masuk, dia menemukan banyak sepatu berceceran di depan ruangan sebelum ruang tamu, kemudian ada beberapa pasang sandal yang tidak tersusun pasangannya.

Saat dia menginjakan kakinya diruang tengah, pemandangan lebih kacau lagi. Dimana dia menemukan banyak remah remah makanan, baju baju diatas sofa santai, computer yang tidak dimatikan, dan beberapa anggota seperti Sehun – yang termuda – dan Baekhyun – yang dia anggap paling berisik – dengan tidak terganggunya mereka tetap mengganti ganti saluran tv tanpa terusik dengan keadaan sekitarnya.

Benar benar culture shock!.

" oy! Seungsoo " dari belakang, lay mengejutkannya dengan merangkulkan tangannya di bahu mungil Kyungsoo. Di belakangnya ada Luhan yang baru saja menyeret Jongin keluar.

"semuanya, mohon perhatiannya" ujar Luhan, suaranya tegas dan mendominasi ruangan sehingga semua perhatian tertuju padanya.

Jongin melirik Kyungsoo sebal, dan Kyungsoo yang mengetahui itu menundukan dirinya tanpa berani menatap jongin.

" ya ya jongin-ahh, berhenti menakuti cutieku!" itu lay, yang menggoda Kyungsoo dengan panggilan cutie dari awal dia memperkenalkan diri saat pertemuan pertama mereka. Sementara Jongin mendengus.

Luhan berdiri diantara mereka dan memastikan semua orang mendengarkan. "karena sekarang ada Seungsoo, aku memutuskan bahwa dia akan menjadi bagian dari kita. Bukan hanya menjadi bagian dari grup secara terlihat. Tapi benar benar anggota".

Baekhyun tertawa menimpali "bukannya memang dia anggota kita?" ledeknya, tapi matanya melirik pada Jongin. Jadi Jongin mengacuhkannya.

"kita akan bekerja sama sebagai tim. Tidak meninggalkan anggota satu sama lain dan harus saling membantu" sindirnya secara tidak langsung, pada Jongin lagi.

"dimana dia akan tidur?" celetuk Lay polos, tidak menyadari aura mematikan Jongin yang disebabkan oleh ucapan anggota anggotanya.

"di kamar Jongin" Luhan berucap final. Dan Jongin bersiap protes. "Kenapa harus aku!?" dumelnya kesal. Tangannya menunjuk nunjuk Kyungsoo tidak suka "aku tidak sudi sekamar dengan dia! Hyung, kamu tau kan betapa aku sangat membenci dia?".

Luhan menggeleng tegas, "Jongin, kamu pikir dimana dia akan tidur? Kita semua sudah punya roommate, hanya kamu yang sendirian".

"dan lagi, kasurmu paling besar,cukup untuk berdua" timpal lay membela Luhan.

"tambahan, ibumu benar benar membelikan kasur yang nyaman untuk ditiduri dua orang! Aku iri" baekhyun memprovokasi sambil terus menelan snack kentangnya. Terkikik saat melihat Jongin benar benar skakmat dihadapan Luhan.

Luhan tersenyum menang, dan dia membantu Kyungsoo membawa barangbarangnya ke kamar Jongin. Baekhyun bangun dari duduknya dan menghampiri jongin, menepuk bahunya, memberikan tatapan prihatin yang dibuat buat dan dia menepuk bahu Kyungsoo memberi semangat.

" selamat bersenang senang dengan uri jonginnie, Seungsoo" dia mencubit pipi Kyungsoo dan menarik tangan lay untuk masuk kedalam kamar mereka.

Luhan, yang baru keluar dari kamar Jongin – yang juga ditempati kyungsoo nantinya – melihat tatapan Jongin yang terbakar segera menimpali. "Jongin, ada peraturan yang harus kamu taati. Sebenci apapun kamu pada Seungsoo, aku harap kamu akan tetap mematuhi peraturan yang dibuat agensi" ujarnya. Tangannya menepuk nepuk bahu Kyungsoo memberi semangat.

"Selamat datang di EXO".

Dan Luhan selalu jadi yang pertama dalam membuat perasaan Kyungsoo menjadi lebih baik.

"Gomawo,luhan-ssi" ujarnya tulus.

"Hyung. Mulai sekarang panggil aku hyung" senyumnya pada Kyungsoo.

Tidak buruk juga.


He's my girl.

Pair : Kaisoo.

Luhan.

Baekhyun.

Lay.

Sehun.

Chanyeol.

and other SM Family.

Note : Sesuai janji, gw update ASAP bagi yang nunggu aja wkwkwk. maaf kalo hasilnya ga memuaskan

-#-

Kyungsoo memutuskan membereskan kekacauan terlebih dahulu setelah memastikan semua orang masuk kedalam kamarnya masing masing. Ini sudah terlalu larut untuk tidur , tapi Kyungsoo adalah orang yang tidak bisa membiarkan sesuatu dalam keadaan berantakan. Jadi yang pertama kali terjamah adalah ruang tengah, dimana terdapat banyak bekas cemilan baekhyun dan lay. Dorm mereka tidak terlalu besar tapi juga bukan hal yang mudah membersihkan semuanya saat tubuhnya sendiri benar benar lelah entah kenapa. Kyungsoo merasa sepertinya tanggal datang bulannya sudah hampir dekat.

Ketika dia selesai dengan ruang tengah, dia mulai membersihkan dapur. Mulai mencuci piring piring yang berserakan di bak cucian. Dia tersenyum mengerjakannya, karena hal ini mengingatkannya pada Seungsoo.

Dulu, saat mereka masih di Busan, Seungsoo benar benar malas sekali mencuci. Jadi ketika Kyungsoo menyuruhnya mencuci, apapun. Entah piring atau pakaian, maka dia akan mengatakan 'iya, sebentar lagi' nyatanya pekerjaan itu tidak pernah tersentuh tangannya sekalipun. Ia terkekeh membayangkan kesalnya muka oppanya itu saat Kyungsoo mengomel dan mengancam tidak memberikan jatah makan malam pada Seungsoo.

Selesai dengan acara mencucinya, Kyungsoo mulai membersihkan kamar mandi yang dia lihat sangat sangat berantakan. Banyak sekali baju baju kotor bergantungan di tirai untuk mandi mereka – yang seharusnya digunakan untuk menutupi mereka saat mandi. Kemudian sikat gigi yang diletahan asal tidak pada tempatnya. Benar benar khas namja.

Saat dia sedang asyik membersihkan dan menyikat lumut lumut di dinding di kamar mandi, seseorang menepuk bahunya dari belakang.

"BOO".

"AAA" teriaknya yang teredam oleh bekapan tangan Baekhyun. Baekhyun yang wajahnya dipenuhi olesan masker benar benar membuat Kyungsoo kaget setengah mati.

"SSST" baekhyun menggunakan jari telunjuknya dan meletakan didepan bibirnya. "Kau bisa membangunkan semua orang Soo" ujar baekhyun gemas sambil mencubit pipi Seungsoo.

Baekhyun meninggalkan Kyungsoo yang masih dalam mode terkejut dan memutuskan untuk menutup pintu kamar mandi dan menguncinya. Dia mulai melepaskan piyama yang dia pakai satu persatu, reflex kyungsoo berdiri. "m-mau apa kau" ujarnya ketakutan.

"heh?" Baekhyun menatap Kyungsoo bingung. Tangannya dengan cekatan menanggalkan seluruh pakaiannya hingga menyisakan boxer dalaman yang dia pakai. "mandilah soo, memangnya kamu tidak gerah? Oh ya kamu tidak tau sih. AC dikamar aku dan Luhan hyung itu dibagi dua. Jadi tembok pembatasnya diberi skat buat naro AC. Terus AC nya sekarang rusak dan aku gerah kalau tidak mandi" Baekhyun curhat, sambil mulai membilas wajahnya di wastafel. Kyungsoo megap megap melihat tubuh topeles baekhyun yang ternyata benar benar macho padahal wajahnya sama girly nya dengan luhan.

"kamu kenapa?" Baekhyun menatap Kyungsoo bingung yang benar benar tidak berkutik bahkan saat tangannya melewati wajah Kyungsoo untuk mengambil handuk kecil guna membersihkan wajahnya.

"Hey?" baekhyun menegur Kyungsoo sekali lagi.

"O- ooh" Sahut Kyungsoo, "aku sebaiknya keluar ya" ujar Kyungsoo terburu buru. Tapi si jahil Baekhyun menahan tangannya.

"Ya Seungsoo!" Baekhyun menghalangi jalan keluar Kyungsoo dan dia menatap Kyungsoo dengan tatapan menyelidiki. Mata sipitnya menakutkan!.

"kamu belum pernah mencoba rasanya mandi bareng dengan pria ya?" Tanya baekhyun. Dia melangkah maju sedikit demi sedikit guna memojokan Kyungsoo ke dinding. Hingga posisinya terhimpit dan merasa terancam, Kyungsoo menundukan kepalanya, tidak berani menatap kemanapun. Dan sialnya, tatapan Kyungsoo justru jatuh kepada tubuh topeless baekhyun sehingga rona merah mulai menghiasi kedua pipinya.

"Yaa… kau benar benar aneh eoh" selidik baekhyun. "kamu benar benar bertingkah seperti wanita yang kepergok mengintip tubuh telanjang pria" kekehnya.

"Sedang apa kalian?".

Itu suara Luhan yang mengagetkan mereka berdua, Kyungsoo menghela nafas lega. Sedangkan Baekhyun mulai menjauh dan menatap Luhan tidak peduli. "aku mau mandi dan Seungsoo berniat untuk ikut. Benar kan Soo?" baekhyun menjawab dengan nada menggoda dan senyuman nakal. Jangan lupakan matanya berkedip kedip genit seperti biasa. Kyungsoo merasa jantungnya mau copot.

" Baek, sudah malam. Cepat mandi dan biarkan Seungsoo beristirahat" Luhan menegur dan Kyungsoo buru buru keluar.

Aishh! Bodoh. Bisa bisanya Kyungsoo memperlihatkan tatapan seperti itu pada Baekhyun. Kyungsoo merutuki dirinya dan memukul mukul kepalanya gemas.

"kau kenapa?" Itu suara Luhan yang baru saja mengagetkannya lagi. Luhan berdiri dihadapan Kyungsoo, dengan tubuh topeless dan celana pendek. Setidaknya penampilan ini lebih baik dari baekhyun, tapi tetap saja Kyungsoo merasa malu.

"T-tidak apa apa" ujarnya.

"kenapa belum tidur? Apa jongin menendangmu keluar dari kamar?" Luhan bertanya.

"tidak hyung. Aku hanya… bersih bersih?" ujarnya ragu ragu sambil memperlihatkan senyumnya guna meringankan suasana.

Luhan terkekeh pelan, "mana ada bersih bersih tengah malam begini" Luhan mencubit pipi Kyungsoo gemas. "kemari, ada sesuatu yang akan kuberikan padamu".

Luhan menarik Kyungsoo menuju kamar Luhan. Kamar Luhan ternyata tidak terlalu besar seperti kamarnya dan Jongin. Dan Benar kata baekhyun, hawanya panas sekali. Pengap. Untung saja Luhan membuka jendela kamarnya jadi ada angin yang masuk. Diliriknya Sehun yang sudah tertidur pulas dengan posisi damai. Posisi yang benar benar sehun sekali, tegak lurus dengan headphone dan penutup mata. Sehun sangat suka sekali mendengarkan musik saat tidur – itu yang Kyungsoo ingat dari sesi perkenalan diri mereka, dan baekhyun yang menceritakannya.

Luhan mengeluarkan sebuah bed cover dari bawah kasurnya. "ini" dia kemudian meyerahkannya kepada Kyungsoo.

Kyungsoo memeluk bed cover besarnya yang entah kenapa terasa berat. "untukku?".

"tentu saja. Aku tidak yakin Jongin mengizinkanmu tidur di kasurnya. Untuk antisipasi saja" luhan menjelaskan.

"ahhh" Kyungsoo mengangguk. "Terimakasih banyak hyung".

"sama sama Soo, dan oh iya. Kalau kamu butuh sesuatu, katakan oke?" ujar Luhan lagi.

Kyungsoo mengangguk. Kemudian dia tersenyum seraya meninggalkan kamar luhan.

Dia benar benar pria yang baik.

-#-

Kyungsoo masuk ke kamar dia dan Jongin. Kamar yang dia simpulkan adalah kamar yang paling besar diantara ketiga kamar di dorm. Ukurannya sama seperti kamar Luhan dan Baekhyun yang dibagi dua. Kyungsoo punya satu lagi PR. Dia harus membereskan kamarnya dengan Jongin.

Melirik jongin yang benar benar tertidur pulas dan benar benar berantakan saat tidur, Kyungsoo terkikik geli. Bantal yang jongin pakai sudah jatuh kelantai. Selimutnya terjuntai, gulingnya dibuat bantalan, kakinya menggantung di tepian kasur. Mungkin inilah alasan kenapa Luhan memberikan dia bed cover. Karena Jongin benar benar tidak terprediksi.

Kyungsoo mulai membereskan kamar jongin. Dia membuang sampah sampah menggambar – siapa yang tau bahwa ternyata jongin suka menggambar graffiti di kertas gambarnya – yang sudah sobek sobek. Memunguti baju kotor Jongin, membereskan meja belajarnya – dia tau dari Baekhyun lagi, bahwa Jongin baru saja lulus. Jadi wajar saja dia masih bisa menemukan buku buku bekas sekolah Jongin pada meja belajarnya.

Selesai membersihkan, Kyungsoo membetulkan posisi tidur Jongin hati hati. Dan Jongin sama sekali tidak terusik. Dia tertidur benar benar lelap. Dan benar benar menggemaskan untuk seorang yang benar benar menyebalkan seperti dirinya. Kyungsoo mulai menggelar bed covernya dan memutuskan untuk tidur.

Hari ini tidak seburuh perkiraannya.

-#-

Pagi pagi sekali, Jongin terusik dengan bau yang dia asumsikan sebagai roti panggang dan itu benar benar lezat sampai jongin langsung bangun tanpa alarm. Padahal biasanya alarm tidak akan bisa mengusik tidurnya.

Saat dia keluar, dia menemukan Baekhyun yang sedang khusyuk menikmati sarapannya, tanpa terganggu dengan tatapan kelaparan lay – sepertinya dia menunggu roti gilirannya matang- kemudian sehun, seperti biasa. Dia selalu dengan gadgetnya. Luhan yang sepertinya berada di kamar mandi.

Jadi jongin memutuskan untuk melihat kekacauan – yang dia sebut sebagai keajaiban- dipagi hari. Dia menemukan pria pendek yang selama ini dia benci ada dibalik semua ini.

"Oy jongin!" Baekhyun menyapa. "ayo duduk bersama, ini benar benar lezat" Baekhyun memberi tau dengan mulut penuh potongan roti. Disampingnya ada lay yang mendengus "kutebak. Pasti dia tidak akan mau".

" dia akan" Luhan keluar dari kamar mandi dengan setelan pakaian rumah dan mendudukan jongin di kursi yang dia tarik. "duduk jongin, dan makan dengan tenang, oke" luhan mengusak usak rambut Jongin gemas.

Jongin – yang diam diam melirik baekhyun dengan tatapan kelaparan – menatap Kyungsoo dengan tatapan tidak suka – padahal dia dalam hati menunggu jatah gilirannya. Benar benar munafik.

Di sisi lain, Luhan sibuk dengan apa yang harus dia lakukan untuk membantu Kyungsoo sebisanya. Dan Kyungsoo akan tersenyum sambil mengatakan "aku bisa melakukannya sendiri" sambil tersenyum. Sehingga dalam hati, luhan tersipu dan merasa perutnya tergelitik.

Kyungsoo selesai dengan makananya dan menghidangkan 2 orang kelaparan didepannya. Luhan ikut duduk disebelah Kyungsoo sambil menatap baekhyun takjub yang benar benar tidak merasa kenyang padahal ini sudah porsi ketiganya.

"ya… apa kau selapar itu?" sehun yang memang dasarnya jarang bicara, tiba tiba mengeluarkan suaranya.

"Tentu saja!" Baekhyun menyahut. "kapan terakhir kali kita menikmati sarapan? Coba kau ingat ingat".

"ckckck" Sehun berdecak, tapi mulutnya ikut mengunyah. Potongan daging dan irisan keju didalam roti yang dia kunyah membuat pikirannya sedikit berubah dan agak menyesal melihat baekhyun sudah menghabiskan porsi ketiganya.

" Jongin" Luhan beralih menegur Jongin. "kau tidak mau makan?".

Jongin, yang hanya diam saja dengan sarapan yang tersaji dihadapannya, membuka suara "sebenarnya aku enggan makan masakan dari orang yang menggeser posisi temanku hanya karena katanya dia berbakat. Nyatanya? " dia membawa masalah chanyeol ke meja makan dan membuat semua orang diam, "tapi kamu sudah cukup bekerja keras. Hanya saja, jangan berharap terlalu tinggi" peringatan dari Jongin memukul telak Kyungsoo.

Luhan melotot tapi juga tidak bisa membela karena tanpa sadar, tatapan baekhyun juga meredup pada Kyungsoo.

Lay yang saat ini diam diam memperhatikan perubahan suasana buru buru berujar " yahh ayo cepat habiskan sarapan kalian. Sebentar lagi Ryeowook hyung kesini".

Kyungsoo berat hati menelan sarapannya. Jongin benar. Secara kasar, dia benar benar sebetulnya tidak pantas berada disini. Meskipun untuk Seungsoo, tapi dia mengorbankan orang lain. Sejujurnya Kyungsoo tidak paham dengan situasi semacam ini. Dia tidak akan bertanya dan juga tidak akan mencari tau. Dia akan membiarkan dirinya terbiasa dengan suasana semacam ini.

Dia tidak berharap Jongin menerimanya.

Hanya saja, dia tidak mau jongin membencinya.

-#-

Hari ini latihan pradebut mereka resmi dimulai. Semua anggota sudah berkumpul bersama dengan HyukJae hyung untuk berlatih koreografi baru.

Sebagai orang baru, dia merasa gugup. Kyungsoo benar benar tidak pandai menari. Katakanlah dia bisa, karena beberapa kali dia sempat mengikuti Seungsoo berlatih dirumahnya dan menari sebagai pasangan – karena seungsoo harus berlatih tarian berpasangan – tapi untuk level seperti Seungsoo, Kyungsoo masih jauh dari yang dibayangkan.

Semua orang sudah berdiri, dan satu persatu, mereka mulai berlatih. Meliukan tubuhnya. Kyungsoo diam diam mengikuti. Dan itu benar benar terasa aneh buatnya sendiri.

Luhan diam diam memperhatikan kecanggungan Kyungsoo, dan dia menyemangati dengan terus menepuk bahu kyungsoo dan mengatakan "semangat" sambil berbisik.

Banyak koreografi yang menyulitkan. Dan di mata semuanya, dia mulai dipandang dengan tatapan heran.

Baekhyun, yang saat break sedang duduk disebelah Kyungsoo, mulai berkomentar "apa kamu benar benar dilatih di amerika,soo?" dia memandang Kyungsoo heran. Tatapannya berubah seperti 'apaansih? Kok gini banget' . Sehun juga ikutan menimpali "kamu tidak mengesankan".

Jongin yang memang pada dasarnya sudah menahan ini sedari tadi – karena pelatih mereka sedang keluar dia baru berani menatap Kyungsoo benci terang terangan – "kamu benar benar menyedihkan. Apa kamu menjual diri disana untuk mendapatkan posisi seperti ini? Apa kamu penjilat?"

Kyungsoo tersentak. Luhan juga kaget dengan pernyataan Jongin barusan. Sisanya melihat Jongin dengan tatapan tidak percaya tapi diam diam setuju.

"Serius Soo, banyak sekali trainee berbakat disini melebihi kamu. Dan karena hanya untuk kamu? Mereka menyianyiakan banyak orang" Jongin menatap Kyungsoo benci.

"kamu mungkin tidak tau kerasnya latihan. Tapi demi kamu, perusahaan membuang banyak orang. Hanya untuk kemampuan seperti kamu? Dan hanya untuk grup katanya?" Jongin bangun dari duduknya sambil berdiri dihadapan Kyungsoo yang duduk dibawahnya. "lebih baik kamu tidak ada sama sekali! Pergilah. Ini akan sia sia".

"Jongin!"

"Jongin! Kamu sudah keterlaluan" itu suara Hyukjae, dan dibelakangnya ada Ryeowook yang menutup mulutnya tidak percaya.

Hyukjae menatap Jongin dengan tatapan geram. Dia menarik kaus baju anak itu dan kemudian berbicara didepan wajahnya. "Dengar, tidak ada yang pergi dan tidak ada yang disalahkan. Jika ada yang harus disalahkan maka itu kau! Bocah sialan!".

Dibelakangnya, Ryeowook menarik narik baju Hyukjae meminta menghentikan. "Hyukjjae! Hentikan" tapi hanya dianggap angin lalu bagi Hyukjae.

" Dengar! Siapapun kau! Kau tidak pantas mengatakan hal hal tidak berguna semacam ini, Jongin!" Hyukjae melepaskan cengkramannya. Dan jongin menatapnya kaget sekaligus takut.

" latian kali ini! Aku akan membiarkan Seungsoo dan Jongin berdua. Mereka akan didebutkan lebih dahulu teasernya. Jadi kalian sisanya, akan ikut ke ruang vocal. Membiarkan mereka berdua disini. Dan kamu Jongin!" Hyukjae menekankan kata katanya. "mulai dari training saat ini dan seterusnya, kamu akan terus berlatih tarian berpasangan bersama Seungsoo. Jangan coba coba berpikir untuk lari!".

Jongin menatap Hyukjae tidak percaya , tapi juga tidak membantah. Matanya berkilat takut. Sementara Kyungsoo menunduk sambil menyembunyikan air matanya.

Dia tidak tau, kenapa jalannya harus sekeras ini.

.

.

.

.

-#-

Di hari selanjutnya semenjak peristiwa latihan pertama, semuanya berubah. Jongin menjadi lebih pendiam. Apapun yang dilakukan Kyungsoo di dorm, dia tidak pernah protes. Tidak juga menimpali. Dia hanya diam. Dan dia akan berbicara seperlunya kepada anggota lainnya, tapi tidak dengan Kyungsoo.

Perasaan Kyungsoo sedikit terbebani. Ini sudah latihan ketiga mereka. Dan besok adalah latihan pertamanya berdua dengan Jongin – tanpa hyukjae karena 3 hari ini Hyukjae yang mengajarkan Jongin pokok pokok koreografi mereka sementara Kyungsoo benar benar clueless dan tidak tahu apa apa.

Hari sudah larut, saat Kyungsoo selesai membersihkan dorm, dia memutuskan untuk pergi keluar, dan pergi ke atap apartemen di dorm mereka. Kyungsoo membawa kaleng soda dan merapatkan jaketnya. Perasaannya benar benar tidak menentu saat ini. Dia harus melepaskan segalanya. Udara segar mungkin bisa membantu. Selama ini dia benar benar terkurung dengan latihan pradebut mereka dan Kyyungsoo benar benar sesak karenanya.

Sesampainya diatap, Kyungsoo mendesah lega. Karena langit malam ini benar benar cerah.

Tapi diluar dugaannya, dia justru menemukan Luhan diatap.

"oh?" Kyungsoo kaget. "Luhan hyung!?" .

Luhan yang ternyata sedang bersama anjingnya, menatap Kyungsoo kaget. "oi! Seungsoo-yaa!" Luhan bangun dari kursinya – dia baru tau ternyata di atap apartemen mereka ada kursi, air mancur dan ada taman kecil, ini benar benar kejutan. Kemudian dia, bersama anjingnya yang ditalikan, berjalan menuju Kyungsoo. "Sedang apa disini?".

"Minum?" seru Kyungsoo tak yakin. Dia menggoyang goyangan kaleng birnya.

"ckckck" Luhan berdecak seraya tersenyum, kemudia dia berjongkok untuk mengenalkan anjingnya pada Kyungsoo. "Seungsoo! Kenalkan ini Jhony" dia menggendong anjing jenis mini maltasenya kehadapan Kyungsoo.

Kyungsoo memekik kaget karena saat Luhan menggendong jhony kedepannya, anjing yang ukurannya sama seperti puppy itu langsung menjilat jilat wajahnya. Dan Kyungssoo langsung menjatuhkan kaleng birnya seraya menggendong Jhony. "Ya ya ya Jhony-ya… geli… hahahahahaha" Kyungsoo tertawa dan meletakan Jhony dibawah kemudian berlari. Dan ketika berlari, Jhony justru mengejarnya.

Luhan menatap kaget.

Dia benar benar tidak percaya. Ini benar benar pertama kalinya Jhony suka dengan seorang pria.

Jhony adalah anjing luhan jenis mini maltase, dimana anjingnya tidak akan pernah besar seperti anjing pada umumnya, dan jenisnya kecil seperti puppy. Jhony adalah anjingnya dari sejak dia belum menjadi trainee. Dia sangat tau, Jhony adalah anjing yang tidak pernah akan menyukai seorang pria. Bahkan ketika dia melihat Baekhyun – yang pada saat itu baru saja menghadiri pentas crossdessing edisi hallowen di sekolahnya dulu – Jhony akan terus menggonggong dan mengusir Baekhyun pergi. Inilah alasan kenapa Luhan meninggalkan anjingnya di Dog Day Care (tempat penitipan binatang) sementara waktu.

Dan Seungsoo benar benar memberinya kejutan.

Dan harapan mungkin?.

Apapun itu, Luhan akan mencari tau soal ini. Dan semoga perkiraannya tidak salah.

.

.

.

Bahwa Seungsoo – adalah seorang wanita.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Note : Halooo sudah fast update nih. Ditambah ff hunsoo dan baeksoo yang semalem aku posting. Kalian udah baca belum? Jangan lupa review ya semakin banyak kalian review semakin semangat aku lanjutin ff ini plus update ff crackpair terbaru hehehe.

Next fic aku bakal banyakin momen Hansoo. Kaisoo dan chanyeol akan jadi kejutan di chapter berikutnya hahaha. Tenang. FF ini tetep Kaisoo. Tapi akan jadi 10 chapter mungkin?.

Dan terimakasih kepada yang tidak saya sebutkan namanya – karena saya lupa unnem anda wkwk. Untuk mengingatkan bahwa Vancouver bukan amerika aigoo. Maafkan keterbatasan otak ini wkwkwk.

Dan terakhir, terimakasih pada semua reader yang udah Review di chapter sebelumnya. TERIMAKASIH BANYAK.

FF Sebelumnya :

Edelweis – ONESHOOT – Baeksoo.

Sick – Hunsoo.

Complete. Tinggal baca aja ya