He's My girl.
Cast : Do Kyungsoo. Kim Jongin.
Other cast : EXO MEMBER.
Author note: maaf untuk kesalahan typo. Semoga anda semua nikmat membacanya. HAPPY READING.
Beberapa hari telah berlalu. Itu tidak membuat kebencian Jongin dengan Kyungsoo berkurang. Tidak juga bertambah. Hanya saja seiring dengan intensitas bertemunya mereka yang semakin bertambah, setidaknya kecanggungan itu hilang. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka bisa dibilang dekat tapi bukan dalam artian teman. Hanya dua orang saling kenal mungkin?.
Jongin sebisa mungkin mengajari Kyungsoo. Mengingat mereka yang akan lebih dulu dipersiapkan teasernya, dan mungkin ada beberapa tambahan koreo nantinya. Sebagai antisipasi, Jongin mengajari kyungsoo beberapa gerakan freestyle, dengan level termudah. Meskipun ini tidak akan dijadikan bahan debutnya, setidaknya ini bisa mengurangi kekakuan Kyungsoo dalam menari.
Menghabiskan beberapa hari dengan Seungsoo (Kyungsoo), Jongin menyadari sesuatu. Seungsoo bukan hanya buruk dalam menari, tapi sangat buruk. Untuk seorang awam yang tidak mengerti tarian, mungkin dia hanya dalam kategori 'bisa' tapi bukan sesuatu yang WAH sekali. Jelas jelas ini SM, ini loh agensi yang semua orang ingin berada didalamnya. Tapi bukan untuk orang seperti Seungsoo.
Seperti hari ini, mereka menghadiri pertemuan mereka yang ke 16 kalinya, dengan Eunhyuk sang pelatih. Mereka akan menambahkan sentuhan akhir pada koreo teaser debut mereka.
"Jongin, bisa kamu sedikit lebih mengangat pinggangmu keatas?" Eunhyuk menginstruksikan. Dia menghampiri Jongin, tubuh mereka menghadap cermin. Yang terrsisa, Kyungsoo hanya menunggu di pojokan sambil menghafal. Walaupun tidak semahir jongin, Setidaknya dia bisa menghafal jadi lebih memudahkannya.
"Seperti ini?" Jongin mengikuti Eunhyuk didepannya. Musik berdentum. Jongin sedikit sedikit menyamai gerakan Eunhyuk.
" Ya bagus" Eunhyuk manggut manggut. Dia menghitung irama irama supaya sesuai dengan hentakan music dan gerakan yang dilakukan Jongin.
"cukup" Eunhyuk berseru. Dia memanggil Kyungsoo dengan isyarat mata. Dan Kyungsoo mau tidak mau mengikuti dari belakang.
Ketika Kyungsoo mulai bergerak, sedikit demi sedikit Jongin membenahi, mau tidak mau membuat Eunhyuk tersenyum. Usul yang bagus membuat mereka dekat dengan cara seperti ini. Setidaknya sementara.
Jongin hanya membenahi beberapa, karena sejujurnya Kyungsoo sedikit banyak kemajuan semenjak latihan berdua mereka. Jadi dia tidak terlalu kesal, mengesampingkan bahwa dia terus bertanya Tanya kenapa bisa orang biasa – menurut jongin – seperti Kyungsoo bisa menjadi seorang trainee yang diistimewakan.
"Seungsoo.. sampai disini dulu oke" Jongin memberi instruksi. "gerakanmu sudah bagus. Kamu hanya perlu menjiwai musiknya" Jongin berkata serius. Wajahnya datar tanpa ekspresi.
Kyungsoo meenghela nafas.
Sebenarnya agak sulit.. Ini gerakan dimana kamu harus melakukan gerakan gemulai, enerjik, tapi tidak menghilangkan kharismamu sebagai seorang pria. Seperti jongin yang memang dilahirkan untuk menari.
Eunhyuk meninggalkan ruangan ketika teleponnya berbunyi. Menyisakan Kyungsoo dan Jongin didalam ruangan.
"Jongin-ahh" Kyungsoo ikut menduduki dirinya agak jauh dari jongin, Dia melirirk jongin yang tiduran di lantai dengan badan penuh keringat mengatur nafasnya yang terengah engah kelelahan.
"wae?" Tanya jongin. Masih menatap langit langit.
Kyungsoo diam sejenak.
"Terimakasih".
Jongin bangun, menatap Kyungsoo kemudian, "untuk?".
"Semuanya" ujar Kyungsoo. "Terimakasih sudah bersabar mengajarriku. Tidak bertanya yang macam macam tentangku, tidak menekanku, terimakasih sudah menjadi seorrang yang baik meskipun aku tau kamu masih tidak menyukaiku. Terimakasih.. Jongin".
Jongin terkekeh, tidak juga marah, ataupun kesal. "boleh jujur?".
Kyungsoo mengangguk.
"aku benci padamu Seungsoo. Aku tidak akan memberitahu kenapa tapi kamu tau alasannya" Jongin menatap langit langit ruang latihan mereka yang sunyi. Kembali berbaring.
"lalu?" Kyungsoo ikut ikutan berbaring, kali ini agak dekat dengan Jongin.
"aku hanya…" Jongin menggantung kalimatnya. "merasa aku menempatkan benci pada orang yang salah" Jongin kemudian berguling ke samping. Menghadap Kyungsoo. Menatap wajahnya dalam keterdiaman.
Jongin sendiri bertanya Tanya. Atas alasan apa dia membenci Kyungsoo. Kenapa ketika bersama Kyungsoo perlahan rasanya luntur. Dia tidak benci, tidak juga suka. Biasa saja tapi kehangatan menjalari hatinya jika Kyungsoo peduli padanya. Dia berpikir lagi semuanya. Kenyataan tidak seburuk itu, Akhir akhir ini semenjak ada Kyungsoo, dormnya bersih, sarapan selalu ada. Mereka tidak pernah kekurangan makanan didalam kulkas, tidak juga dengan hidangan makanan yang siap disantap seperti masakan rumahan orangtua mereka. Kyungsoo bersih bersih di kamarnya. Mencuci bajunya, merapikan buku bukunya, tidak protes saat tidur di lantai dan Jongin di kasur. Tidak membantah saat makanan yang dia masak habis, tapi dirinya sama sekali belum makan. Tidak juga dengan marah kepada orang orang di dorm. Kyungsoo tipikal orang penyabar, pendiam, ramah, baik hanya saja Jongin tidak mengerti kenapa dia memikirkan semua ini tiba tiba. Harusnya dia kan benci?.
"Jongin?".
Suara Kyungsoo menyadarkan Jongin dari lamunan panjangnya.
"Aku.." Kyungsoo menggantung kalimatnya. "aku hanya tidak bisa menceritakan semuanya jongin" Kyungsoo berkata dengan nada misterius.
"maksudnya?" Jongin balik bertanya.
"aku hanya tidak bisa menjelaskan kenapa aku bisa dalam kondisi seperti ini. Aku minta maaf. Aku mohon bersabar sedikit sampai saatnya tiba jongin" Kyungsoo berkata sedih. Dan jongin tersenyum menyemangati "tidak masalah. Asal kau tidak jadi penghambat".
Lantas jongin bangkit berdiri. Mengambil botol minumnya di sudut ruangan. Kyungsoo diam menatap langit langit sampai sebuah uluran tangan terjulur padanya.
Kyungsoo menatapnya kaget.
"ayo bangun" Jongin berdecak. "kita harus kembali ke dorm. Luhan hyung bisa marah kalau kita telat pulang".
Kyungsoo tersenyum kemudian menyambut uluran tangan Jongin.
.
.
.
"Nee!" .
.
.
"wahhh" .
Baekhyun berdecak kagum. Dia sedang berasyik masyuk nonton acara favoritnya, 'Unpretty Rapstar', duduk di sofa beralaskan bantal kecil sebagai penopang dagunya. Di layar televisi, dia menampilkan seorang pia berperawakan tinggi dengan rambut merah bernama Park Chanyeol.
"ckckck" Lay yang tiduran di kaki sofa dibawah baekhyun berdecak malas. Sambil mengunyah ubi manis yang dia temukan di kamar Jongin dia berkata "Chanyeol kan memang ngerapnya begitu. Biasa saja ah".
"Tapi keren menurutku tau. Chanyeol memang terlahir buat menjadi rapper ya" Baekhyun melongo. Manggut manggut, senyum senyum tidak jelas, menyisakan luhan yang baru saja keluar dari kamarnya menggeleng geleng malas. "baekhyun kau norak".
Disetujui Sehun yang berasyik masyuk di sudut ruangan dengan game Pokemon Go nya, "Baekhyun kamu kalau ngefans Chanyeol, bilang sama dia dong dari dulu" Sindirnya.
"aku sih tidak ngefans dulu. Kan sudah tau dia bakal satu grup sama kita, tidak tahunya malah Seungsoo kan yang menggantikan Chanyeol" .
"Ssst sst orangnya datang" Sehun mengingatkan.
Pintu terbuka, ditutup oleh Jongin dan masuklah Kyungsoo setelah merapikan sepatunya.
"selamat malam" sapa Kyungsoo ramah.
"ohoy Seungsoo!" sahut lay, tapi matanya sibuk mencari cari sesuatu di lantai "handphoneku mana ya?" kemudian dia beranjak masuk kedalam kamar.
"dasar pelupa ckck" cibir baekhyun. "OHO GO CHANYEOL GO CHANYEOL!" kemudian berseru lagi dengan kegiatannya.
Sehun geleng geleng. "hai Hyung, sudah selesai latihannya?" . Kyungsoo mengangguk. Dia menggantung mantel musim dinginnya di sudut ruangan. "Diluar dingin sekali.. brrr" kai berseru dan mengikuti Kyungsoo menggantungkan mantelnya.
Luhan tersenyum melihat kedekatan keduanya. "semuanya berjalan lancar kan?" Tanya Luhan.
Kyungsoo mengangguk. Mengambil posisi duduk disebelah Kyungsoo. "hyung? Jhonny mana? Aku merindukan Jhonny" ujar Kyungsoo.
Jongin yang lagi membuka kulkas di dapur mendengarkan. "memangnya kamu tidak takut digigit Jhonny ya soo?".
Baekhyun mengangguk menyetujui. "terakhir aku lihat dia, dia seperti anjing yang tidak makan daging setahun. Lalu dia melihatku sebagai bacon terlezat sepanjang masa jadi dia menggonggong terus. Seram hii" baekhyun bergidik menggosok gosok tangannya. Acaranya iklan, kemudian dia bangun dan beranjak melongok jendela "diluar anginnya kencang sekali. Aku mau beli soda jadi malas".
"dingin dingin minum soda, nanti tegang lagi" Sehun nyerocos mesum.
"dasar maknae mesum. Kamu tegang kali tuh gara gara lihat video tante tante jepang yang dilihat luhan hyung kemarin" .
Sehun melotot kaget. "HYUNG JANGAN BOCOR SIH!" .
Baekhyun terkekeh. "aneh sekali Jhonny tidak takut sama kamu soo, seperti perempuan saja" cerocos baekhyun asal. "sodaaaaa~~~" Baekhyun beranjak melalui Kyungsoo, melongok ke kamar lay. "Sudah ketemu belum handphoe- ASTAGA LAY HYUNG BERANTAKAN SEKALI SIH KAMAR KITA" suara baekhyun menghilang bersamaan dengan tertutupnya pintu kamar mereka. Menyisakan Luhan yang tersentak atas perkataan baekhyun, dan Jongin yang diam membisu.
Benar juga.
"jhonny tidak takut dengan soo?" Jongin tertarik dalam topik yang dibahas Baekhyun. "serius?".
Kyungsoo menatap Jongin bingung. "Jhonny kan lucu, kenapa kalian semua membicarakan Jhonny seolah dia itu menyeramkan?".
"kamu tidak tau ya?" Sehun menyela. Tangannya masih sibuk pada pokemon go di ponselnya, tapi tidak kehilangan focus bicara. "Jhonny tidak bisa dekat dengan laki laki manapun. Dia seperti takut laki laki akan memperkosa dia makanya setiap dia melihat kita, dia akan menggonggong. Jangan jangan kamu wanita soo hahahahahaha" Sehun terus nyerocos. "YAAK SIAL!" kemudian focus lagi dengan Pokemon go nya.
Jongin melirik Luhan yang diam di sudut ruangan.
"apaan sih, ngawur" Luhan menimpali. "sudah sudah cepat masuk kamar. Besok kita ada rekaman terakhir sebelum rehearsal".
Sehun masih focus menatap ponselnya dan berjalan ke kamar, menyisakan Luhan, jongin kemudian Kyungsoo yang bangun untuk menghindari topic.
"aku cuci muka dulu ya, permisi" melewati Luhan dan Jongin.
Jongin menatap Luhan yang diam. Sadar ditatap Jongin, luhan berseru "wae".
Jongin bersedekap dada. "kau menyembunyikan sesuatu?".
"maksudnya?".
Jongin bersandar pada dinding di dekatnya, luhan merasa otaknya lamban untuk bekerja sekarang. Face to face dengan orang semacam Jongin membuat logikanya mati. Jongin adalah teman trainee seperjuangan Luhan, mustahil bagi Luhan untuk bisa berbohong pada Jongin. Oh ya tentu, jhonny takut pada pria dan benci dan akan menggonggong dan segala galanya dia tau. Bahkan dia tau makanan kesukaan ibu Luhan dan mustahil mencari alasan bagi Luhan untuk berbohong.
"Hyung.." Nada jongin dingin, mengintimidasi.
"Tidurlah Jongin, aku lelah" Luhan melengos pergi tapi perkataan Jongin menahan langkahnya pergi.
.
.
.
"Sekarang aku tau kenapa kau peduli sekali kepadanya".
.
.
.
Kyungsoo tidak bodoh. Kyungsoo tau dalam itunganhari, beberapa orang pasti akan curiga mengenai dirinya. Dan dia bersandar pada dinding kamar mandi mereka. Dorm EXO tidaklah besar. Ruangannya hanya berdinding triplek dan segala sesuatunya terasa jelas terdengar. Dia tidak tuli. Perkataan Jongin dan Luhan benar benar membuat dirinya siap runtuh kapan saja.
Dan apa ini. Kenapa disaat yang tidak tepat. Kenapa harus sekarang?.
Kyungsoo menatap celana dalamnya yang berwarna kemerahan. Datang bulan. Dia begitu ceroboh sampai tidak memprediksi kapan tamu bulanannya datang. Bagaimanapun juga dia wanita. Dia pasti mengalami datang bulan, tapi ini terlalu cepat, disaat yang tidak tepat. Oh bagus. Matilah kau Kyungsoo.
Tidak mungkin kan dia keluar dan bilang 'hai tolong belikan aku pembalut. Aku menstruasi' bagus. TAMAT. GAMEOVER.
Suara ketukan dari luar kamar mandi menyadarkan Kyungsoo dari lamunannya.
"Seungsoo… kau didalam? Cepatlah.. aku tidak tahan mau pipis" itu suara Baekhyun yang meringis.
Kyungsoo menatap celana dalamnya, berpikir apakah dia harus mengenakannya lagi atau tidak, kemudian celana trainingnya yang berwarna biru. Yang tercetak jelas bekas kemerahan namun tidak terlalu kentara. Tapi tetap saja kan dia harus menutupinya.
Luhan dan Jongin masih berselisih tatap. Menghiraukan baekhyun yang berdesis menahan kandung kemihnya. "SEUNGSOO CEPAT.. aaah. Aaaah" Baekhyun makin tidak tahan.
Akhirnya pintu terbuka, baekhyun langsung menerobos masuk dan menutup pintunya. Menyisakan Kyungsoo yang ditatap canggung oleh dua orang yang sangat ingin dihindarinya.
Luhan melengos pergi, kesempatan menghindar, selagi Jongin sibuk memandangi Kyungsoo. Dan menyadari ada yang salah dengan pria itu.
Bunyi pintu kamar luhan yang tertutup dan Baekhyun yang ngibrit kembali lagi ke kamarnya membuat Kyungsoo sadar dari keterdiamannya. "J-jongin? Belum tidur?" Kyungsoo menggaruk tengkuknya gugup. Dia menutupi dirinya dengan bathrobe yang panjangnya sampai ke lutut kakinya.
"kenapa kau pakai bathrobe?". Tanya Jongin.
"mm.. habis mandi?" jawab Kyungsoo dengan nada tidak yakin. "tapi rambutmu tidak basah" Jongin menjawab.
"memang aku tidak boleh memakainya?" Kyungsoo menjawab canggung, kemudian melengos masuk ke kamar diikuti jongin di belakangnya.
"aneh sekali" Jongin mencibir setelah menutup pintu kamarnya. Tapi kemudian dia sadar, ada noda darah di bathrobe yang Kyungsoo kenakan. Di bagian pantatnya.
Kyungsoo mematikan lampu kamarnya. Berharap Jongin tidak melihatnya. Tapi jongin tau ada yang salah dengan Kyungsoo, tapi lidahnya kelu untuk bertanya. Otaknya sedang berpikir. Tapi menemukan jawaban jawaban yang aneh dan tidak masuk akal.
Kyungsoo bergerak gelisah. Dia sudah menggelar kasur lantainya dibawah tempat tidur Jongin. Dia melirik Jongin yang sudah berbaring di kasur dan memunggunginya. Kyungsoo tidak tau kenapa dia tidak mempersiapkan diri. Pembalut. Astaga betapa dia ingin berlari keluar dan segera menyelesaikan urusannya tapi dia tidak bisa, tidak jika itu adalah Game over buatnya.
"Seungsoo… kamu bisa ke minimarket sekarang? Aku butuh soda. Tapi aku alergi angin musim dingin" suara ketukan di pintu menyadari lamunan Jongin. Suara Baekhyun dari luar kamarnya.
"Oke" Kyungsoo cepat cepat keluar. Buru buru keluar dan menghilang dari pandangan Jongin.
Menyisakan Jongin dalam tanda Tanya besar.
.
.
.
.
Pagi ini, Kyungsoo sudah merasa enakan setelah semalam panjang dia menderita. Hanya saja perutnya sedikit sakit. Hari ini tamu bulanan pertamanya. Dan hari ini juga hari pre recording debutnya.
Dia tidak ingin mengacaukan semuanya. Dia harus bertahan. Meringis sedikit saat merasa pinggangnya nyeri, Kyungsoo mengambil duduk di pojok belakang, mereka sedang ada didalam Van menuju gedung KBS. Baekyun duduk disebelahnya dengan ipad yang sibuk menampilkan hasil voting Chanyeol yang terus meninggkat dari waktu ke waktu. Luhan ada di posisi paling depan disebelah manager yang menjadi drivernya. Mata Luhan menatap Kyungsoo lama dari balik spion. Di depan Kyungsoo ada Jongin Sehun,Lay dan jongdae yang absen dari dorm beberapa hari karena jadwal mengisi OST dan cameo dalam sebuah drama.
Sedikit sedikit Kyungsoo meringis. Tapi tersamarkan oleh celotehan tidak jelas Baekhyun dan jongdae yang terus menerus menertawakan lelucon tidak penting dari Sehun. Luhan yang perhatian mengirimi Kyungsoo pesan lewat akun Kakaotalknya.
From : Luhan Hyung.
Kau baik baik saja?
.
.
Yang tidak diduga, pesan berikutnya datang dari Jongin.
From : Jongin.
Aku tidak tau apa itu berguna, tapi minumlah.
PS : Periksa tasmu!.
.
.
Kyungsoo buru buru mengambi tas kecilnya di bawah kaki, kemudian dia menemukan botol minuman ginseng merah yang dia kenal sebagai pereda nyeri. Kyungsoo tersenyum. Dan mengetikan balasan kepada keduanya.
.
.
.
Aku baik baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkan.
.
.
.
Rombongan EXO keluar dari van disambut meriah oleh public. Beberapa media menyorot satu persatu anggota seolah mereka sedang keluar untuk melakukan red carpet. Beberapa fans meyerukan betapa gantengnya Kai alias Kimjongin, betapa kecilnya wajah Chen alias jongdae, betapa imutnya Luhan, cantiknya baekhyun dan mungilnya Kyungsoo. Sehun adalah yang paling mencolok. Dengan tinggi dan model rambutnya yang dibuat pirang, gadis gadis remaja dibuat terpesona hanya dengan senyumannya.
"padahal visualnya kan aku" celetuk Jongin bête setibanya di ruang backstage.
"kamu kan hitam" balas Sehun sengit.
"berantem aja" Jongdae mencubit kedua hidung maknaenya usil. "Aku makeup duluan ya".
Sibuk dengan kegiatan lain, Kyungsoo memilih duduk di pojok ruangan, mengalasi dirinya dengan bantal kecil dan meringis sakit.
" kau baik baik saja?" Manajer Ryeowook berkata, mengusap kepala Kyungsoo lembut. "wajahmu pucat sekali. Kamu sakit?".
"datang bulan" bisik Kyungsoo pelan. "maafkan aku ya oppa tidak bisa maksimal nanti" Murungnya.
Ryeowook geleng geleng "tidak apa apa. Asal kau bisa bertahan sampai nanti selesai acara ya? Aku akan mengizinkanmu pulang lebih dulu".
Kyungsoo mengangguk. Luhan menghampiri Ryeowook "ada apa?". Pecakapan serius yang dilakukan Ryeowook dan Kyungsoo mau tidak mau mengundang tatapan ingin tahu Luhan.
"tidak apa apa" balas Ryeowook lembut.
Luhan duduk disebelah kyungsoo dan membelai rambutnya hati hati. "Seungsoo.. hati hati". Bisiknya mengingatkan.
Kyungsoo menatap Luhan diam. Luhan seperti memberi kode kalau dia tau, tapi Kyungsoo takut salah tanggap.
"jangan terlalu banyak bergerak, tidak usah terlalu diforsil. Aku takut kamu lelah… dan ini.. " dia menyentuh rambut halus Kyungsoo. "jangan sampai lepas. Jangan menghancurkan semuanya".
Mata kyungsoo membola, luhan tau?.
.
"Iya" seolah dapat menjawab ketegangan Kyungsoo, luhan tersenyum. "aku tau".
"n-nee?".
"tau apa! Hayo?" lay mengaggeti dari belakang, merangkul bahu luhan dan Kyungsoo.
"tau kalau baekhyun itu ngefans chanyeol" celetuk Jongin dari belakang, "Seungsoo, giliranmu makeup".
Kyungsoo beranjak dari luhan, dia menatap Luhan memohon dan Luhan menenangkan. "khaa~" ucapnya.
Jongin menggeret kyungsoo untuk duduk di kursi yang disediakan stylish noonanya, "makeup !" serunya.
Tangan jongin meremas lembut lengan Kyungsoo. Memastikan. Dan dia berharap dugaannya benar.
Jongin sendirir tidak yakin akan spekulasinya. Tapi dia harus bertanya pada manajer Rryeowook yang paling tahu. Dan Luhan…. Jongin ragu. Sepertinya Luhan sudah tahu lebih dulu?.
Siapa lagi yang tahu?.
Ini tidak bisa dibiarkan.
.
.
.
.
******.
"Semalam aku lihat dia berdarah tapi aku pura pura bodoh" ucapan Jongin mengusik ketenangannya. " dan aku tau itu darah apa. Jadi sekarang aku minta penjelasanmu. Seungsoo ini roomateku hyung".
Setelah selesai pre recording, Jongin memutuskan untuk menemui manajer Ryeowook empat mata. Mereka berbicara di café yang ada didalam gedung siaran, jadi tidak begitu menarik perhatian orang luar.
Ryeowook menyesap kopinya pelan, dia tidak tau akan secepat ini. "Begitukah?".
Jongin menopang dagu dan menatap Ryeowook serius. "hyung.. aku tau kamu menyembunyikan sesuatu soal Seungsoo. Kamu memberikan dia bahaya hyung".
Ryeowook tertawa pahit. Benar dugaannya. Jongin sudah mengetahuinya.
"jongiin.. aku tidak menyangka kamu akan tau secepat ini".
Jongin tertawa sinis. "jadi. Kamu menutupinya dari awal. Tega sekali hyung membiarkan orang yang secara teknis memang mirip Seungsoo" Jongin menjeda kalimatnya. Memastikan tidak ada orang yang mendengar. " tapi gila! Dia seorang wanita hyung!".
Ryeowook mengacak rambutnya frustasi. "aku tau jongin. Aku tau!".
"dan dia menanggung semua kebencian dari awal" Jongin mencetus. Dia mengeluarkan ipad – yang dia pinjam dari salah seorang staff – kemudian memberikannya pada Ryeowook.
"ada banyak rumor yang terjadi diluar" Jongin menunjukan layar web searchnya yang menampilkan akun fancafe tidak resmi milik grup mereka. "aku tidak tau darimana mereka mendapatkan gossip seperti ini".
.
EXO FANCAFE.
" wah daebak… kudengar gara gara Seungsoo, Chanyeol oppa tersingkir. Padahal rappnya bagus sekali".
"kalau dipikir pikir Seungsoo sangat tidak match dengan EXO. Lebih suka chanyeol".
" jadi ini si brengsek yang merebut posisi chanyeol".
"dance tidak lebih baik dari Kai, rapp tidak bisa, enyahlah".
"aku punya teman yang bekerja disana, kudengar, dia menggunakan cara licik untuk bertahan disana".
"tubuhnya tidak pria sekali, seperti gay saja, enyahlah".
Komentar komentar seperti itu memenuhi kolom webnya dan ryeowook melongo dengan cepatnya gossip yang beredar.
"itu baru fancafe. Tapi secara garis besar, semuanya fakta" Jongin menimpali serius. "hyung, ini berbahaya buat seugsoo".'
Ryeowook menghela nafas panjang. "mau dengar sesuatu dariku?".
Jongin mengangguk.
.
.
.
#Flashback.
Ryeowook memperhatikan hasil ronsen Seungsoo dengan serius. Dia saat ini sedang duduk disamping sang empunya ronsen dan si pemilik hanya focus pada tv sambil sesekali menyuap kripik kentang yang dia dapat dari perawat.
"ini buruk Seungsoo" Ryeowook menggumam. "dokter mengharuskan kau vakum dari dunia menari. Kakimu.. butuh waktu lama untuk sembuh".
Seungsoo tersenyum pahit. Dia mematikan televise dan meletakan toples kosongnya diatas nakas. Dia berbaring dan menjawab "aku tau".
Ryeowook mendongakan kepalanya gusar. "kamu tau.. Presdir sudah menginvestasikan banyak dana. Dia tidak mengenal kata rugi Seungsoo. Kamu tau itu. Kamu sakit dan cedera bukan alasan. Seandainya kamu tidak bisa menari dan kamu dikeluarkan juga bukan masalah. Masalahnya… kamu tau presdir seperti apa Seungsoo. Kamu tidak akan lepas begitu saja".
Seungsoo diam membisu, benar. Presdir mereka kejam. Kalaupun dia tidak bisa menarri lagi bukan masalah. Tapi dia tidak akan lepas begitu saja. Cedera yang dialami ini. Ini kendala. Semuanya sudah ia rencanakan dari jauh jauh hari. Dia telah melepaskan banyak hal untuk bisa menjadi seorang bintang. Selangkah lagi menuju debutnya. Ia malah terbaring disini. Tidak bisa berbuat banyak.
Seungsoo tidak yakin bisa menyarankan ini. "berapa lama aku harus pulih?".
"6 bulan. Kalau perkembanganmu lambat, satu tahun" Ryeowook menjelaskan seperti apa yang dokter katakan padanya.
"Kyungsoo, hyung!" sahut Seungsoo. "biarkan Kyungsoo menggantikanku sementara".
"a-apa?" Ryeowook melongo tidak percaya.
"adikku. Biarkan dia mengisi posisiku sementara sampai aku sembuh. Ini memang gila. Tapi setidaknya aku tidak merugikan banyak orang" Seungsoo menatap manajer Ryeowook penuh harap.
Benar. Dia tidak akan dipecat. Seungsoo tidak akan kehilangan mimpinya. Dia hanya perlu pemain pengganti dan kebetulan Kyungsoo dan Seungsoo kembar.
Ryeowook tersenyum senang meskipun dia tau akan ada banyak kendala didepannya.
.
.
#Flashbackend.
"jadi… sampai seungsoo sembuh?" Jongin tertegun.
Ryeowook mengangguk. "aku minta pada kyungsoo untuk bertahan setidaknya sampai kalian selesai promosi dan sebelum tur keliling dunia".
"ini gila hyung" protes Jongin. Fakta ini mengejutkan Jongin. Bahwa sebenarnya Kyungsoo yang menggantikan Seungsoo benar benar tidak berbekal apapun.
Sekarang terjawab sudah kenapa Kyungsoo sangat sangat bodoh dalam menari.
Sekarang Jongin tau alasannya.
Dan sekarang dia tau, sudah saatnya dia berhenti menabuh gendering perang kepada orang yang salah.
.
.
TBC.
GIMANAAAAAA kurang panjang ya? Kkkk.
Chapter depan ada chanyeol. Maaf ya aku jadiin dia antagonis. Dan soal inspirasi.. ya ini kaya remake semacem he's beautiful tapi jalan ceritanya beda, gak sama. Maaf banget udah nelantarin ff ini karena kesibukan kerja dan kuliahku.
Oh ya readers kalau ada saran mau adegan apa. Kaya gimana. Boleh kok review sekalian siapa tau aku bisa masukin adegan adegan imajinasi kalian di chapter2 selanjutnya.
Terimakasih sudah membaca. maaf untuk segala typo ya namanya juga manusia kkk.
