Chapter 2: Who Are You?

Ga ada chap baru cuman ada perubahan typos disini kkk~~

Yappp chapter 2 udah muncul '-')/

Maaf ya kalo ga jelas ceritanya~~~ '-')

Oh iya maaf juga banyak typo :v

-xx-

Chapter 2

This is genderswitch fanfiction: Luhan as girl and Sehun as boy.

RATE: M

Yang belom cukup umur di larang keras buat baca ff ini dan dosa ditanggung masing-masing pembaca.

Romance, Hurt/Comfort, semi-blood/? (Lumayan banyak ada adegan berdarahnya nanti), School-life, action, Genderswitch, AU

Chaptered, NC-17

Cast: HunHan and slight Kaisoo and chanbaek.

Other cast: SuLay, Yoona SNSD, Vernon SEVENTEEN and another OC.

All plot story is mine and please don't copy or be plagiarism without permission.

Happy Reading, and enjoy it ^-^

-xx-

.

.

.

.

.

.

-xx-

Who Are You?

-xx-

Senin.

Hari terkutuk menurut sebagian malah hampir seluruh murid di dunia Ini. Dimana hari itu merupakan hari akhir kebahagian para pelajar yang masih ingin bergelut, bermanja-manja dengan sang 'kekasih'. Ok, itu berlebihan tapi kenyatan yang berkata seperti itu.

Begitu juga dengan gadis yang satu ini. Sibuk mencari posisi nyaman dengan 'kekasihnya' itu. Luhan masih bergelut manja dan suara nyaring sialan (menurut Luhan) harus membuatnya terlonjak kaget hingga ia terduduk dengan keadaan setengah sadar.

"Ckck!" Geramnya dan mematikan alarm berbentuk bebek kuning itu. Luhan melihat jam wekernya. 6:00. Sudah waktunya dia mempersiapkan diri untuk sekolah.

Luhan mendicih sebal dan menaruh asal jam weker bebek kuningnya. "Arrrggghhhh... aku ingin tidur~~" teriaknya sambil mengacak-ngacak rambutnya. Sungguh! Dia masih mengantuk! Dia baru tidur 3 jam yang lalu. Luhan sungguh lelah. Dia melihat lagi jam weker bebek kuning nya, jam terus berjalan dan Luhan menghembuskan nafasnya dengan kasar, memulai menyeret kakinya ke kamar mandi dan bersiap ke sekolah. Tidak ada gunanya mengeluh terus bukan?

-xox-

Luhan berjalan perlahan, ah tidak mungkin sangat pelan. Terbukti dia hanya menyeret kakinya dari rumah hingga di sekolah. Bahkan dia berjalan sangat lambat melebihi seorang nenek lansia yang berjalan dengan tongkat, terbukti dengan dia sempat terkena sedikit omelan karena sangat lambat berjalan di sepanjang jalan, seperti lansia tapi tubuhnya masih muda.

Luhan terus menundukkan kepalanya yang terasa berat sekali. Sesekali ia menguap dan mengucek matanya. Jangan lupa dengan penampilannya saat ini, rambut hitamnya ia ikat asal-asal, muka tidur juga masih melekat di wajahnya dan seragam yang di pakai juga kurang rapih seperti biasa. Luhan terus berjalan dan juga sesekali membalas sapaan dari teman-temannya dengan malas. Rasanya ingin cepat ke kelas dan tidur di meja kesayangannya.

Bukk!

Luhan terkejut, dia menabrak seseorang di depannya menyebabkan seseorang di depannya itu menjatuhkan buku-buku yang dia pegang. Luhan terkejut, reflek membantu orang yang sudah dia tabrak tadi dan terus menggumam maaf.

"Maafkan aku... aku tidak sengaja" ucapnya menyerahkan buku terakhir yang jatuh tadi dan setelah itu dia membungkuk berungkali dan terus mengucap kata maaf.

"Hei.. tak apa. Aku baik baik saja." Ucap orang itu ternyata seorang laki-laki.

"Sungguh? Syukurlah. Kalau begitu aku pergi dulu ya.. emm..."

"Hansol"

"Huh?"

"Namaku Hansol. Choi Hansol" ucap pria bernama Hansol dengan senyum yang ramah.

Seketika Luhan terpaku, diam melihat laki-laki yang ada didepannya saat tersenyum. Seperti ada sesuatu yang... ah apaan kau Luhan!

"Ah.. ehh ya aku Luhan. Kim Luhan. Senang bisa berkenalan denganmu" ucap Luhan tak kalah ramah dan membalas senyum manis andalannya.

Hansol, laki-laki itu terus tersenyum lembut dan melihat sekitar. Sudah mulai sepi, sekolah sebentar mau lagi masuk. "Apa kau murid baru?" Tanya Luhan yang melihat gerak-gerik lelaki itu seperti kebingungan.

"Ah... iya aku murid baru, bisa kau tunjukkan dimana kelas XI B?" Tanya Hansol sedikit ada nada khawatir karena kelas akan dimulai sedikit lagi.

Luhan terkejut dan sekaligus senang. Dikelasnya terdapat murid baru! Apa lagi dia tampan! Ke ke ke ke ke~~~ mood nya lansung naik drastis saat ini. "Kau kelas XI B? kalau begitu kita sekelas! Ayo aku antar!" Ucap Luhan dengan penuh semangat dan tanpa sadar sudah menarik tangan Hansol. Tapi, Hansol menahannya. Katanya dia harus ke ruangan kepala sekolah untuk mengurus ke pindahannya sebentar dan meminta Luhan mengantarnya. Tentu dengan senang hati Luhan mengantar Hansol ke ruangan Kepala Sekolah, orang nomer 1 disekolah ini.

Mereka berjalan beriringan, sesekali mereka menanyakan satu sama lain dan sedikit tawa diobrolan mereka.

Perlu diketahui, Choi Hansol pria tinggi ini bukan asli korea. Dia berasal dari luar negeri, lebih tepatnya berasal dari New York, USA. Kemudian, beberapa bulan yang lalu dia pindah ke korea dan di sekolah kan disini oleh orang tuanya yang merupakan pengusaha sukses disektor perikanan asia dan amerika.

Dan kalau dilihat, logat koreanya cukup lancar dan sangat fasih ketika ia berbicara. Lagi yang membuat Luhan tertarik adalah matanya yang beriris biru bening. Benar-benar indah dan sangat tampan di wajahnya.

Ah iya, pasti kalian bertanya bukan mengapa namanya Choi Hansol, sedangkan dia bukan asli korea? Luhan bertanya seperti itu dan Hansol menjawabnya dengan ramah. Dia memang bukan asli korea tapi ayahnya merupakan keturunan dari kakeknya yang orang asli korea. Dulu saat dilahirkan kakeknya ingin sekali menamai cucu pertamanya dengan nama korea maka dari itu kakek dan kedua orangtuanya menamainya Choi Hansol seperti saran kakenya.

Kembali ke Luhan dan murid baru bule ini. Keduanya tampak tenang berjalan tidak ada rentetan pertanyaan dari Luhan seperti sebelumnya. Mereka menikmati perjalanan ke ruang Kepala Sekolah yang memang letaknya cukup jauh dari gerbang utama dan letaknya cukup di sudut sekolah.

Kalau dipikir-pikir lagi, nama lelaki ini sama dengan nama sekolahnya bukan? Hansol High School - Choi Hansol? Apa dia pemilik sekolah ini? Tapi kenapa repot-repot begini kalau mau masuk sekolah ini kalau dia pemiliknya?

"Emm Hansol-ah apa kau pemilik sekolah ini?" Tanya Luhan akhirnya.

Hansol menengok, dia menaikkan alisnya "ohh... tentu bukan, mungkin kebetulan saja. Hey.. jangan berpikir kalau namaku dan nama sekolah ini sama berarti aku pemilik sekolah ini bukan?"

"Ah.. iya kau benar juga.." Luhan berhenti disuatu ruangan dan bertuliskan ' Sekolah', mereka sudah sampai. "Baiklah ini ruangannya silahkan kau urus dulu urusan mu. Ah.. apa mau kutunggu sekalian bareng ke kelasnya?" Tawar Luhan yang tak pernah lepas dari senyum manisnya.

"Kurasa tidak, kau duluan saja. Dari pada telat bukan?" Tolak Hansol dengan halus. Ada sedikit rasa kecewa di dalam diri Luhan tapi segera dia lupakan itu, "Baiklah kalau begitu aku duluan ya Hansol-ah, annyeong~" ucap Luhan melambai sedikit ke arah Hansol dan pergi ke kelas nya dengan langkah ceria. Hansol membalasnya dengan senyum simpul dan sedikit lambaian tangan, tak lama setelah Luhan pergi jauh dari pandangannya senyum itu berubah menjadi seringai meremehkan. Ck! Dasar polos! Ucapnya dalam hati dan memasuki ruangan itu tanpa ketuk atau salam dulu.

-xox-

Before this,

6:00 a.m

Seorang laki-laki berbadan tegap dan kulit putih mulus keluar dari kamar mandi apartemen nya. Handuk kecil mengelantung di lehernya dan handuk lebih besar lagi melilit di pinggangnya dan mengekspos bagian atas tubuhnya yang benar-benar terbentuk, jangan lupa buliran-buliran air bekas dia mandi berjatuhan dari rambut ke leher dan tubuhnya menambah kesan sexy yang ada pada lelaki ini.

Dia mengusap rambutnya yang basah dan berjalan ke arah lemari pakaiaannya. Saat membuka lemari dia menyerit heran. Ada sepasang seragam yang dibalut plastik tergantung di lemarinya. Dia mengambil seragam itu dan melihatnya. Oh.. ternyata seragam SMA. Ah.. dia ingat seragamnya sudah sampai dan ini yang dia pakai untuk sekarang dan seterusnya -entah, Sehun juga tidak tahu- mungkin sampai dapat benda itu.

Sehun menghela nafas. Sudah resikonya bukan seperti ini? Menjadi anggota inteligent yang menyamar sana-sini demi mendapatkan sesuatu untuk mentuntaskan khusus kejahatan di negeri ini?

Dia melihat saragam itu dan menemukan nametag yang terpasang di seragam itu. Oh Jaehun. Itu yang tertulis di nametagnya. Dan tiba-tiba saja ponselnya berbunyi di nakas dekat tempat tidur.

Sehun berjalan sambil membawa seragam itu dan mengecek ponselnya. Ada satu email masuk. Dia membaca email tersebut.

From: rye. wook5 (att) falls co

To: oohse. hun (att) falls co

Tittle: keterangan identitas

hari ini kau akan menyamar sebagai anak SMA di kelas 11 dengan identitas:

Nama: Oh Jaehun

Kelas: XI B

Sekolah: Hansol High School

Tempat, tanggal lahir: Daegu, 12 April 1991

.

.

Dan seterusnya hingga Sehun mematikan ponselnya lagi dan segera memakai seragam yang sudah disediakan. Ia berusaha mengingat cukup baik tentang keterangan identitas yang dikirim melalui email khusus dan hanya yang punya dan tahu email itu pihak kepolisian tertentu. Seperti Sehun ini.

Drrtt... Drrtt..

Ponselnya berbunyi, ada telpon masuk. Sehun mengangkat telpon itu sambil memakai pakaiannya.

"Hei Sehun!" Sapa di sebrang sana.

"Huh? Tumben kau menyapaku Kai?"

"Kkkk~ kudengar kau mendapat kelonggaran sedikit tentang kasusmu itu," ucap orang disebrang sana sembari terkikik geli.

"Ah~~ kau mentertawakanku eoh? Sombong sekali kau!" Sembur Sehun yang kesal masalah ketidak sengajaan di halte itu.

"Hey, dude.. relax ok. Nah sekarang kau lagi apa?"

Sehun mengancing bajunya, "Merapihkan diri, aku ingin berangkat. Ok aku tu.."

"ow ow ow... jangan ditutup dulu bagaimana kalau bareng huh? Kau ingin kujemput adik manis?" Goda Kai.

"Shit! Berhentilah memanggilku dengan nada seperti itu. Menggelikan!"

"Hahahaha baiklah baiklah, aku akan kesana. Tunggu ya adik manis ke ke ke ke~"

"Yak! Menjijikan! Tut... tut... tut.." Sambungan teputus oleh sebelah pihak, dimana Kai yang menutup sambungan itu dengan tertawa cekikikan disebrang sana. Sedangkan Sehun hanya bisa mendapat mendecak kesal dengan kelakuan sahabatnya itu.

Sedikit informasi, Kai yang yang barusan menelpon adalah sahabat karib Sehun sejak pertama kali pelatihan menjadi anggota inteligent Korea. Mereka bertambah dekat sejak di tempatkan di sektor yang sama oleh para petinggi inteligent. Hubungan mereka seperti adik-kakak tapi juga seperti kucing-tikus yang selalu mendebatkan hal kecil bahkan masalah warna boxer apa yang paling bagus untuk tidur. Ok yang terkahir lupakan itu privasi mereka.

Sehun sedikit merapikan rambutnya dan memakai kacamatanya. Seragamnya sudah rapih, perlengkapan juga sudah lengkap, baiklah sekarang berangkat. Semoga saja mendapatkan barang bukti itu, juga gadis itu. Sehun senyum sendiri memikirkannya.

-xox-

07:00 a.m

Satu kelas tengah ramai membincangkan kedua orang di depan kelas mereka. Berbisik-bisik tentang kedua makhluk tampan didepan mereka. Kecuali si tukang tidur, Luhan -begitulah julukan teman-temannya di kelas. Gadis itu sejak pertama masuk dengan keadaan 'mengenaskan', senyum-senyum sendiri dan langsung menelungkupkan wajahnya di meja dan terkiki sendiri seperti orang gila. Dan itu cukup membuat orang di depannya (Kyungsoo) memandang 'ada apa dengan bocah ini?' Ke Luhan. Luhan hanya tersenyum melihat reaksi Kyungsoi dan kemudian tidur nyenyak sampai sekarang.

Balik lagi si dua makhluk tampan ini, guru Song maju sedikit menenangkan murid-muridnya mulai berisik.. "Baiklah, harap tenang!" seketika semua murid langsung terdiam. "Kita punya teman baru, dari yang kiri, namanya Choi Hansol dan disebelahnya Oh Jaehun. Kuharap kalian dapat bereteman baik." ucap tegas dan datar dari guru itu. "Ada pertanyaan?" ucap guru itu. Sesorang gadis mengangkat tangan, "Berasal dari mana kalian?"

"Silahkan jawab, Hansol-ssi dan Jaehun-ssi" ucap guru Song mempersilahkan.

Hansol menjawab terlebih dahulu "Hai! Aku berasal dari New York. Baru pindah ke korea beberapa bulan yang lalu, mohon bantuannya" ucap Hansol, sedikit membungkukkan badannya dan tersenyum ramah.

Melihat senyumannya itu, membuat seluruh gadis yang berada di kelas itu memekik heboh. Memuja betapa tampannya orang itu, katampanannya menjadi berlipat ganda, sopannya anak laki-laki itu dan seterusnya. Lelaki yang disebelahnya hanya menatap datar, sudah bosan seperti ini. Seseorang yang seperti Hansol ini sering ia temui, selalu tebar pesona. Kira-kira begitulah tanggapan Sehun tentang Hansol yang ternyata satu kelas dengannya.

Berikutnya Sehun, "Aku berasal dari Daegu. Mohon bantuannya, terimakasih." Ucap Sehun sedikit membungkukkan badan malah terkesan hanya menundukkan badan, tersenyum. Sangat tipis.

Guru Song berdehem sebentar " Baiklah kalian boleh duduk. Hansol-ssi duduk dengan Daehyun, Daehyun angkat tangan mu" setelah itu murid benama Daehyun mengangkat tangan duduk di barisan 3 nomer 2 dari belakang. "Dan untuk Jaehun kau duduk bersama Luhan, Luhan angkat tanganmu" ucap guru Song dan kelas menjadi hening. Tidak ada jawaban, tidak ada pergerakkan. Semua mata menatap meja yang ditempati Luhan. Bocah itu masih tertidur. Kyungsoo melihat situasi itu berinisiatif membangunkan sahabatnya.

"Psst! Luhan bangun!" Kyungsoo terus berusaha membangunkan Luhan dengan sedikit menggoncang-goncangkan tubuh Luhan. Luhan menepisnya dan menggumam tidak jelas. Kyungsoo melihat Baekhyun yang disebelahn meja nya menatap gusar. 'Bagaimana membangunkan bocah ini?'

Baekhyun hanya menatap dengan tatapan 'aku tidak tahu' dengan muka yang sangat pasrah. Pasrah karena membangunkan Luhan sama saja mengerjakan soal fisika dari guru Yoon yang susahnya bukan main. Bahkan lebih susah. Konyol memang.

Kyungsoo yang mendesah pasrah, dia melihat kedepan gurunya itu sudah melihat tajam ke arah Luhan. Bahkan Kyungsoo yang bukan target sasaran mata itu bergidik ngeri dan langsung saja mengganti posisi semula. Berdehem sebentar sambil menggumamkan maaf beberapa kali.

Guru Song mulai mendekat dan di ikuti Jaehun alias Sehun dari belakang. Saat sampai di meja Luhan. Luhan terbangun sedikit demi sedikit matanya terbuka, "ada apa Kyungsoo-ya?" Ucapnya lirih suara khas orang baru bangun tidur. Kyungsoo tidak menjawab hanya menunjuk ke samping Luhan.

Luhan menyadari itu langsung menengok ke samping. Luhan mendongak dan melihat wali kelas sekaligus gurunya -guru Song- menatapnya dengan pandangan khasnya, tajam.

"Kenapa kau tidak telat lagi Luhan?" Ucap guru Song melipat tangannya.

"Maafkan aku, aku tidak telat lagi. Aku bangun lebih pagi" ucap Luhan tanpa merasa bersalah.

Seketika itu juga kepalanya dihantam oleh gurunya. Menimbulkan bunyi ringisan kesakitan dari Luhan. "Bagus kau tidak telat tapi saya tidak suka ada murid yang tidur di kelas! Kuharap kau tidak seperti ini lagi Luhan-ssi!" Ucap guru Song penuh tekanan berlalu pergi setelah mempersilahkan Sehun duduk. Sehun mengangguk dan duduk tenang disebelah gadis aneh yang masih mengaduh kesakitan.

Guru dengan badan adu hai tapi garangnya minta ampun langsung menulis sesuatu di papan tulis dan melanjutkan pelajaran yang sempat tertunda. Luhan menghentikan aktifitas mengaduh-nya dan melihat sosok pria tinggi disebelahnya. Murid baru? Tapi dimana Hansol? Bukannya dia murid baru? Ah sudahlah kepalanya masih sakit akibat pukulan tangan kosong dari gurunya itu.

-xox-

3:00 p.m

Bel berbunyi tanda pulang sekolah menggema diseluruh bangunan sekolah. Setelah mengucap salam kepada guru dan membungkuk murid-murrid menengah ini menghela nafas lega. Akhirnya selesai juga. Beberapa ada yang terburu-buru ingin cepat ke asrama atau ke rumah segera mengistirahatkan tubuh mereka. Ada juga yang berbincang-bincang sedikit mengenai ingin nongkrong dimana setelah ini dan ada juga yang cuman merenggangkan badan dan dengan santai kelewat santai -malas- membereskan buku dan berjalan keluar kelas.

Luhan berjalan dengan perlahan melewati koridor tiap kelas. Dirinya benar-benar lelah. Ingin segera dia tidur di kamarnya yang nyaman. Saat melewati koridor, terlihat sebuah mading dan meja kecil berisi lilin-lilin yang menyala, karangan bunga mengelilingi foto seorang gadis. Luhan melihat foto gadis itu dengan tatapan sedih. Kemudian dia mengambil lilin kecil berada di dalam tasnya dan menyalakan lili tersebut dengan api di lilin lainnya, menaruhnya di depan foto gadis itu.

Luhan memejamkan matanya berdoa untuk kebaikan sahabatnya sejak kecil itu. Matanya terbuka dan mulai berkaca-kaca. Dia ingat dengan segala kenangan indah bersama sahabatnya itu. Bangku yang diduduki murid baru itu adalah tempat duduk sahabatnya. Sedih sekali rasanya melihat sahabatmu telah tiada. Rasanya baru kemarin berkenalan tapi sudah di tinggal duluan.

Luhan menyeka air matanya yang hampir jatuh. Dan berdehem serta tersenyum bahagia di hadapan foto gadis itu. Luhan mengambil secarik kertas dan menulis sesuatu,menempelkannya di samping pesan lainnya dia atas foto gadis itu. Sekali lagi Luhan tersenyum dan pergi dengan perasaan yang... sebenarnya tidak menentu.

'Ku harap kau bahagia disana, aku selalu mendoakanmu. Aku janji akan bahagia begitu juga kau akan ku buat tenang disana. Aku berjanji Sohee.

- Sahabatmu, Luhan'

Di samping foto gadis dengan rambut di ikat berukuran sedang menatap manis bertuliskan hangul kuno,

Hyun Sohee, 17 tahun. 23 Maret 2008, 6:15 a.m meninggal dunia.

Dan dipojok sudut mading, terdapat secarik potongan berita koran menampilakan gambar kejadian tempat suatu pembunuhan.

DITEMUKAN MAYAT SEORANG GADIS SMA

Seoul (23/3), pembunuhan sadis kembali terjadi di sebuah gang kecil dengan korban seorang gadis SMA bernama, Hyun Sohee (17 tahun) bersekolah di Hansol High School saat pulang dari rumah temannya. Warga di daerah kejadian pembunuhan terkejut saat pagi-pagi seorang warga menemukan mayat seorang gadis SMA habis ditusuk seluruh tubuhnya dan anehnya organ ginjal dan hati korban tidak ditemukan sebagian. Korban sendiri ditemukan di belakang rumah salah satu warga dan masih menggunakan seragam sekolahnya. Polisi segera bertindak untuk mengungkap pembunuh ini dan memperketat keamanan dan patroli disekitar wilayah tersebut dan pihak sekolah segera bertindak untuk mengkoordinasi pada murid untuk tidak pulang malam lebih dari jam 10 malam.

-xox-

Malam mulai terlihat, segala aktifitas mulai berhenti diganti dengan mengistirahatkan tubuh mereka. Para bintang dan sang bulan mulai muncul menghias langit malam. Hembusan angin lembut menerpa pepohonan dan lampu-lampu penerang jalan mulai di nyalakan satu persatu. Jalanan mulai merenggang dan keramaian canda tawa di dalam rumah mulai terdengar.

Jauh dari keadaan di atas, berbeda dengan tempat di pinggir kota Seoul. Para manusia yang haus akan kenikmatan dunia terus menari dan mencari tanpa henti. Seakan kurang mereka terus mendatangi dan singgah di tempat itu sampai pagi menjelang. Bau alkhol begitu terasa sangat peka di indra penciuman pertama kali memasuki tempat itu. Alkohol, rokok, senjata, ganja, obat terlarang lainnya sudah biasa di tempat ini. Bahkan disini bebas melakukan transaksi benda haram dan senjata secara ilegal dan hebatnya terjamin keamanannya.

Di pojok bangku berwarna merah maroon, ada sekumpulan orang. Lebih tepatnya seorang pria yang sudah kelihatan garis kerutan di dahinya dan beberapa wanita pekerja di barnya mengerubunginya. Tak lupa beberapa orang koleganya juga menikmati para wanita pekerja itu membelai dan merayu mereka para penguasa dunia gelap.

Seseorang tiba-tiba muncul didepan si tua dan memberikan begitu saja dua amplop coklat. Si tua langsung menghentikan aktifitas bersama wanita-wanita nya dan melihat siapa yang melakukan perbuatan itu. Ah ternyata anak buah kesayangannya.

"Ah.. Vee kau sudah menyelesaikan tugas mu ternyata" ucapnya sambil terkekeh dan melihat isi kedua amplop itu. Satu berukuran panjang berisi uang jutaan won dan satu lagi berisi kertas-kertas transaksi, tanda bukti dan sebgainnya dan tentunya terlihat seperti asli tapi palsu.

"Tuan Chong Su sudah membayar lunas, barangnya juga sudah sampai." Jelas orang bernama Vee.

"Ah baiklah kau boleh istirahat, ah jangan lupa bawa gadis itu secepatnya." Ucap pria itu menyeringai dan kembali ke wanita-wanita nya.

"Baik boss" ucap Vee dan meninggalkan bossnya tiba-tiba boss nya memanggilnya kembali. "Vee!" Seru si boss. Kemudian dia mengeluarkan beberapa foto "Tangkap mereka, aku ingin bermain" sedetik kemudian boss nya itu terkikik geli dan kembali bermain dengan wanita-wanita nya.

Vee mengambil foto-foto itu, dia melihat satu persatu foto itu. Seketika amarahnya mulai tersulut. Dia tahu siapa kedua orang ini. Dia memperhatikan boss nya yang sedang senang di landa mabuk berat, berengsek! Umpatnya dalam hati dan segera berlalu meremas kuat foto-foto itu.

Sial! Berengsek! Umpatnya makin menjadi. Dia terus berjalan keluar dan tidak memperdulikan orang-orang yang ada didepannya mengumpat kesal mengganggu kegiatan mereka. Masa bodolah! Dia lebih kesal sekarang. Matanya terus menatap tajam siapapun yang berada di depannya dan dia pergi keluar dari club malamnya. Segera dia berjalan mengikuti trotoar dan tak lama kemudian dia sudah sampai di sebuah taman kecil.

Vee mendudukkan tubuhnya di bangku taman. Menarik nafas dan mengeluarkan sepuntung rokok menyalakannya dan menghisapnya perlahan. Pikirannya sedang kacau, mata birunya menulusuri langit, indahnya. Vee menyenderkan tubuhnya, seandainya hidupnya bisa seindah dan setenang bintang-bintang mungkin menyenangkan. Malah sangat, pikirnya. Vee menghembuskan nafas dan terlihat kepulan asap rokok yang di hisapnya. Dia melihat kembali foto itu dan membalik foto itu.

Vee terdiam dan kembali menghisap rokoknya dengan lebih tenang lagi. Dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya bisa dia lakukan menuruti si pria tua bangka gila itu. Vee memejamkan matanya sebentar dan melihat foto bahagia dua orang dengan senyum bahagia.

Hyun Jae bom

Hyun Shin ah

-xox-

TBC

-xox-

Yappp chapter 2 is up :'v

ah iya soal bagian alamat email yang diterima sehun itu sebenarnya aku tulis komplit, eh pas dipublish aku ga tau kalo itu malah ga bisa akhirnya malah kaya ga ada tulisan gitu yg muncul cuman angka 5 :3 nah untuk memperjelas aku mau sedikit jelasin ya

rye. wook5 (att) falls co

oohse. hun (att) falls co

Setiap ada kata (att) itu artinya lambang 'at' yang ada di alamat email biasanya. Karena di ffn ga bs a dibaca makanya aku kasih tanda itu.

Dan untuk setiap spasi itu berarti titik.

Itu aja si wkwkwkkwk :'v

Wkwkkwkwk makin kesini makin ga jelas ya ceritanya :v

Hmm... ada karakter baru nih tau kan Hansol? Choi Hansol? Tau kan?

Kalo tau yapp itu lah dia yang akan mendampingi cerita ini sampai habis #mungkin

Terus Vee siapa?

Vee masih rahasia :v wkwwkwkwk #abaikanoranggilaini

Oh iya maap kalo ada typo dan ga jelas pembagian kejadian demi kejadiannya, sebenarnya aku udah di garisin setiap per kejadiannya eh pas udah di pos sini malah ga ada :3 maaf kalo ga nyaman dan susah paham baca nih ff :3

Oh iya maaf buat yg chap 1 masih banyak typo :v sampe ngetik pen name aja typo :v

Ok seperti biasa kritik dan saran sangat diperlukan *^O^*

And before, i want to say very big thanks for all to all my readers, sidders, fav and follow my story. Thanks for everything so much and i love you all o∩_∩o

Reply Time~~

Guest : yapp ini udah :)

Arifahohse : ok sipp udah :)

Seravin509 : yooppp done :)

misslah : really? Thankss _

deerhanhuniie : done deer :)

Light-B : udaaaaaahh wkwk :v :D

LisnaOhLu120 : neee done deer :)

Selenia Oh : yapp Sehun jadi agen rahasia yang jelas bukan agen minyak apa lagi telor #loh #abaikan hayo siapa? Wkwkwkwkwk :v sipp chap 2 up deer ∩_∩

laabaikands : emmm... antara dua itu ._. #loh? Hahahha nanti pasti ketemu jawabannya di chapter berikutnya kok. Iya kasiha banget lulu yang manis imut harus di sakit in padahal ga tau apa-apa hikss #timpukauthor #maafkan author :v ok sipp Fightingg! ヽ(^0^)ノ

luharawr : aaaaaaaaa makasihhhh o(^^o) (o^^)o ne!

Juna Oh : huhuhu iya :v tapi tenang kok sesudah apapun pasti Sehun akan berada disampingnya #eaaakk :v ok sipp chap 2 is up thankksss :D

Rury0418 : annyeongg~~~ whoaa jeongmal? Kalau gitu makasih ya ≧﹏≦ ne done deer, XOXO :D

Once again thanks for all,

Want to review?

XOXO,

Hunhan1204