"wah benarkah itu Ino? Anakmu laki-laki?"
Sakura tersenyum berbicara lewat sambungan telepon
"ya baik aku akan mengunjungi kalian bersama suamiku nanti...
Iya baik Ino salamkan salamku pada Sai juga ya..
Jaa"
Sambungan teleponpun terputus, sahabatnya yang baru menikah setahun lalu sudah dikaruniai seorang anak. Sedangkan dia?. Oh betapa Sakura iri kepada Ino, Sakura mengambil sesuatu dari laci kamarnya. Sepatu berwarna biru terang yang Sakura beli untuk calon anaknya dulu. Sebenarnya Naruto sudah melarang Sakura untuk menyimpan barang itu. Tapi Sakura menolak untuk membuangnya. Malam hari saat suaminya sudah datang dan mereka telah selesai makan malam. Naruto dan Sakura pergi ke RS untuk mejenguk sahabatnya yang baru saja melahirkan. Naruto bisa melihat pancaran mata yang meredup dari istrinya. Ikut bahagia atau sedih mengingat mereka tidak bisa mempunyai bayi? Entahlah.. kami-sama pasti sudah mengatur segalanya dengan adil.
Naruto memarkirkan mobilnya dibasement kemudian dengan penuh perhatin Naruto membukakan pintu mobil Sakura dan menggenggam tanganya.
"kau tidak apa-apa sayang?"
"ya.."
Naruto dan Sakurapun memasuki lift menuju lantai atas RS dan mencari ruangan tempat Ino dirawat.
"wah Naruto.. Sakura lama tidak bertemu"
Sapa Tenten yang didampingi Neji, teman-temanya semua berkumpul dengan pasangan masing-masing. Hinata dengan Sasuke, Temari dengan Shikamaru, semua nampak begitu bahagia. Tak terkecuali Ino yang sedang menggendong anaknya ditemani dengan Sai.
"bolehkah aku menggendongnya?"
"tentu saja.. nih hati-hati forehead"
Sakura begitu takjub dengan bayi mungil yang tengah digendongnya. Rambutnya mewarisi ibunya, sedangkan kulitnya pucat mirip dengan Sai. Naruto tersenyum dan mengelus kepala bayi Ino.
"siapa namanya?"
"Yamanaka Inojin"
"Inojin.."
Sakura mencium pipi Inojin, dan matanya berkaca-kaca melihat bayi yang sedang tidur dengan pulasnya.
"sayang.."
Naruto merengkuh pundak Sakura, ada sesuatu yang menyayat hatinya. Terlihat jelas dari pancaran emerald Sakura, dan hanya Naruto saja yang bisa mengartikan arti dari tatapan Sakura kepada Inojin. Tatapan tulus seorang ibu kepada anaknya, Inojin menangis, Sakura sedikit kebingungan
"sini forehead sepertinya dia lapar"
"eh.."
Sakura hanya terdiam ketika Ino mengambil kembali anaknya, teman-teman yang lain sudah pulang. Tinggalah mereka berempat diruang perawatan Ino.
"Ino ini aku ada sesuatu untukmu"
Ino yang duduk dikasur perawatan membuka hadiah dari Sakura. Sepatu kecil biru terang yang seharusnya untuk anak Sakura kelak.
"wah ini lucu sekali forehead"
Sakura hanya tersenyum sumringah
"terima kasih Naruto.. Sakura"
Jawab Sai tulus.
Naruto memegang pundak Sakura, tidak ingin terlihat Sakura menjadi rapuh.
"kita pulang sayang.."
Sakura menuruti apa kata suaminya, mereka pamit kepada Ino dan Sai kemudian pergi menuju lift. Ketika berjalan emerald Sakura terpaku pada satu ruangan yang begitu menariknya
"sayang?"
Sakura tidak mendengarkan panggilan Naruto dia berbelok, kemudian melihat jelas apa yang ada diruangan itu. Ruang perawatan bayi, jemari lentik Sakura mengusap menempel pada dinding kaca yang membatasi ruangan. Terlihat bayi-bayi yang baru lahir tampak tertidur dengan damai didalam inkubator. Naruto mendekat, sudah dia duga pasti istrinya tertarik melihat isi ruangan ini. Sakura begitu mendamba kehadiran seorang bayi, lalu emeraldnya menangkap satu sosok bayi yang terbangun dan menangis
"sssttt sayang jangan menangis"
Naruto tertegun, betapa tidak melihat keadaan istrinya yang seperti ini.
"Sakura-chan ayo kita pulang"
"tapi Naru.. bayi itu menangis"
Kemudian datang seorang suster keruang perawatan bayi dan menenangkanya
"lihat sudah ada yang mengurusnya, kita pulang yah?"
Sakura mengangguk, lalu digenggamnya tangan Sakura oleh Naruto untuk memastikan Sakura tidak terpisah denganya, setidaknya kejadian diruang bayi itu tidak terulang lagi.
"nee Naruto.."
"hmmm.."
"apa aku.. bisa hamil kembali?"
Mendengar pertanyaan dari istrinya Naruto terdiam. Jelas sebenarnya dia tau kecil kemungkinan untuk Sakura dapat hamil kembali, apa lagi rahim Sakura lemah.
"kita berdoa saja ya sayang"
Mereka sampai dimobil, Naruto membukakan pintu untuk Sakura. Lalu dia menjalankan mesin dan segera pergi dari RS. Sakura kelelahan, dia tertidur didalam mobil. Dan ketika sampai dirumah Naruto menggendong Sakura dan merebahkanya diranjang mereka. Naruto memandangi wajah Sakura, wajah istrinya yang cantik dan juga letih. Dikecupnya bibir istrinya kemudian mematikan lampu dan bergegas untuk tidur.
Paginya, seperti biasa Sakura menyiapkan sarapan untuk Naruto. Roti panggang dan pancake serta kopi hitam kental untuk Naruto, sedangkan dirinya menyeduh teh hijau. Seperti biasa sebelum Naruto berangkat dia selalu mencium istrinya, dan saat Naruto pergi kekosonganlah yang menemani Sakura disaat menunggu suaminya pulang. Sakura menonton tv, dan salah satu stasiun tv menayangkangkan seorang ibu menggendong anaknya. Tatapan Sakura menjadi kosong kemudian dia mematikan tv dan memutuskan untuk membaca majalah. Dan apa yang dia lihat sama saja, tiap kali melihat bayi keinginan untuk memilikinya muncul. Ino sudah memiliki anak, tetapi Sakura belum. Sebenarnya ibu mertuanya sangat ingin mempunyai cucu dan berharap besar pada Sakura, Sakura ingat saat dia dengan Naruto berkunjung kerumah mertuanya Kushina terkadang menanyakan apakah sudah ada tanda-tanda bahwa Sakura hamil?, Mebukipun memberi Sakura beberapa obat penyubur agar Sakura dapat segera hamil, namun impian itu semua belum terwujud. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi sia-sia karena dia keguguran. Tiap kali Sakura mengingat saat dimana dia kehilangan janinnya, saat itu pulalah Sakura merasa depresi.
"tadaima, Sakura-chan"
"okaeri.."
Sakura menyambut kedatangan suaminya yang baru saja pulang dari kantor. Naruto menuju kamarnya untuk mengganti pakaian, sementara Sakura menyiapkan makan malam.
Dimeja makan sesekali Sakura menatap ragu kearah suaminya, makanan dipiringnya hanya tersisa setengah. Sementara Naruto sudah melahap habis makananya, Narutopun beranjak pergi meninggalkan Sakura dimeja makan tetapi Sakura memegang jemari Naruto, Naruto menoleh dan meliat wajah Sakura yang tertunduk dengan raut muka yang tampak ragu.
"Naruto.. ada yang ingin aku bicarakan"
Naruto duduk didepan Sakura
"ya sayang bicaralah"
Sakura menghela nafas yang terasa berat
"aku ingin kau memiliki keturunan"
"tentu, kita pasti akan berusaha untuk memiliki keturunan"
"tapi.. tidak denganku. Maksudku kau boleh menikahi wanita lain"
"aku tidak suka kau berbicara seperti itu Sakura"
Naruto hendak bangkit, tapi Sakura menahanya
"apa yang akan kau harapkan dariku? Seorang wanita tidaklah akan menjadi sempurna, tidak akan menjadi wanita seutuhnya kalau dia tidak bisa mengandung dan melahirkan anak"
Naruto menatap emerald istrinya
"tujuanku menikahimu bukan semata-mata karena aku ingin mendapatkan keturunan Sakura, meskipun aku-akui aku ingin memiliki seorang anak. Tapi karena aku mencintaimu, aku tulus mencintaimu Sakura.. dan bagaimanapun keadaanya aku menerima dirimu apa adanya. Kau istriku, belahan jiwaku"
Mata Sakura berkaca-kaca mendengar jawaban dari Naruto
"tapi.. ayah ibumu sangat menginginkan keturunan darimu, mereka menginginkan penerus dikeluarga kita Naruto. Sedangkan aku.. aku gagal, aku telah mengecewakanmu dan juga keluargamu"
"lalu maksudmu kau ingin aku menikah lagi hanya semata-mata untuk mendapatkan keturunan begitu?"
Naruto menahan emosinya
"aku hanya ingin kau bahagia"
"Sakura kalau kau membicarakan ini lagi lebih baik kau diam.."
Naruto bangkit dari tempat duduknya
"kau tau.."
"..."
"memilikimu saja adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidupku. Bagiku hanya dengan ada kau saja sudah cukup untuku.. oyasumi Sakura"
Naruto memasuki kamar dan sedikit membanting pintu kamarnya, membuat Sakura tertegun dengan apa yang telah dia bicarakan dengan suaminya.
.
.
Naruto menatap enggan kearah setumpuk berkas yang adaa dimejanya, sesekali dia membaca dan mempelajarinya namun kemudian berkas itu kembali ditutupnya. Naruto bangkit dari tempat duduknya, fikiranya kacau karena perkataan Sakura. Narutopun ingin mempunyai keturunan, sungguh dia sangat ingin ada pewaris kelak dikeluarganya. Tapi tentu saja yang Naruto inginkan adalah anak dari rahim Sakura istrinya, bukan dari wanita lain. Fikiran yang sangat bodoh bila Naruto mau saja menuruti perkataan Sakura yang tentu saja tidak difikirkan dengan matang. Tentu ada cara untuk mereka bisa memiliki keturunan bukan?. Zaman sudah begitu maju, Naruto bisa saja mengambil tindakan seperti vertilasi buatan misalnya. Dan Naruto sedang melakukan itu, mensurvei dan mencari informasi agar dia dan Sakura bisa segera memiliki keturunan. Naruto sedikit ragu, baa-chanya belum pulang ke jepang karena kunjunganya ke negara Amerika. Naruto telah membaca beberapa dokument yang berkaitan dengan program untuk melakukan vertilasi buatan. Dia telah membaca dan mempelajarinya tapi entah kenapa Naruto merasa tidak yakin dengan informasi yang telah dia peroleh. Belum lagi bila selama program itu terdapat resiko yang bisa membahayakan, dan sejumlah obat-obatan penyubur. Pastinya itu tidak akan berhasil karena Sakura sudah mencobanya namun gagal. Obat-obatan tidak dapat membantu banyak menurutnya, saat ini Naruto menunggu kabar dari baa-channya yang berada diluar negeri itu. Dan entah kapan baa-chanya itu akan pulang
.
.
.
TBC
.
.
Okteri Aditya S : sankyu udah RnR dan juga ikut nyesek bacanya
rohimbae88 : ini sudah lanjut ko
Uchiha Cullen738 : iya dan nantikan jawabanya di chap depan hehe..
ara dipa : artinya sama ko sayang kalau gak salah
Death Devil Life : oke ini sudah lanjut ko
papa Azazel : sankyu atas saranya
Narusaku27 : yosh arigatou gozaimats!
Arum junnie : iya semoga saja Sakura bisa bangkit
SR not AUTHOR : Sankyu, ia kalau gak kena WB sih pasti cpt up he...
balay67 : sankyu, ini sudah lanjut ko
.29 : oke siap
ony : syukurlah, semoga sepupu kecilnya bisa sehat selalu yah
wina : iya mereka cuman susah punya anak saja tapi bukan berarti mandul yah
guest : terima kasih udah reviews dan berbagi ilmunya
Glarez : arigatou gozaimats udah reviews, semangatin dan mendukung Shionn. kalau gak kena wb pasti akan cepet up ko ;)
yosh, sankyu semuanya udah RnR arigatou gozaimats juga buat yang baru baca (itupun kalau ada xD). semoga gak terlalu kecewa dengan chap2 dan terus ikutin fic Mybeloved Son's ini.. sampai jumpa di chap selanjutnya...
