Chapter 3 : my song

Genre : friendship

Disclaimer : Boboiboy bukan punya aku,aku cuma minjem karakternya aja

Warning : typo(mungkin),cerita abal-abal,fem! Taufan

.

.

.

.

.

ENJOY THIS FICTION

Setelah semiggu misi Boboiboy berlalu orang-orang dipasukan kembali seperti biasa seolah-olah tak terjadi apa-apa,tetapi tidak dengan Taufan yang sedikit menjauhi Boboiboy. mungkin ia masih marah dengan Boboiboy.

Hari ini Boboiboy memutuskan untuk berbicara dengan Taufan jadi ia pun mencarinya. Setelah beberapa menit mencari akhirnya Boboiboy menemukan Taufan yang berada di atap sekolah tempat mereka pertama kali bertemu.

"Taufan aku ingin ber…."

"Aku sudah tau kau ingin apa,aku tidak marah Boboiboy aku hanya sedikit takut" ucap Taufan memotong kata-kata Boboiboy sambil tersenyum tipis

"Tapi Taufan"

"Tidak ada Tapi-tapian sekarang kita ke markas yuk…" ajak Taufan

"Untuk apa"

"Aku ingin memberti tau yang lain tentang suatu misi"

"Misi apa?" Tanya Boboiboy

"Sudah nanti aku beri tau di markas"

"Sebenarnya kau menyembunyikan apa Taufan" gumam Boboiboy

Taufan pun pergi dari atap dan diikuti Boboiboy mereka pun berjalan beriringan. Boboiboy masih diam dan Taufan tak membuka percakapan jadi mereka berjalan hanya dengan keheningan. Setelah berjalan dengan keheningan yang menggangu mereka pun sampai dan masuk ke dalam ruangan kepala sekolah yang mereka sebut dengan markas. Setelah mereka masuk,ruangan yang tadinya riuh dan berisik menjadi sepi dan senyap.

"Kenapa kalian diam" heran Taufan

"Um tidak ada apa-apa kok…" jawab Gempa enteng dan setelah Gempa menjawab ruangan kembali berisik

Taufan pun duduk di tempat ia biasa duduk manakala Boboiboy duduk di sofa. Taufan pun membuka pembicaraan mengenai misinya

"Teman-teman besok kita lakukan misi penyusupan markas tenshi" ucap Taufan bersemangat

"AAPPAA…" teriak semua anggota pasukan kecuali Boboiboy

"Hah kau serius waktu itu saja kita gagal" ucap Gopal yag langsung merasa takut

"Sekarang tidak akan gagal kan kita sudah punya Gempa. Waktu itu kan Gempa belum masuk pasukan ini jadi kita gagal" ucap Taufan enteng

"Tapi Taufan"

"Sudah tidak ada tapi-tapian" ucap Taufan keras kepala

"ya…sudalah" Gopal hanya pasrah dengan sifat keras kepala Taufan

Boboiboy yang mendengar keluh kesah teman-temannya dan reaksi pertama teman-temanya saat Taufan mengatakan nama misinya jadi ia pun langsung berpikiran yang negative.

'Apakah akan terjadi perang senjat api lagi' batin Boboiboy

"Jadi seperti ini rencananya..."

"yang akan menyusup adalah aku,Fang,Blaze,Boboiboy,dan tentunya Gempa,lalu seperti biasa tim pengalih aku ingin kalian menyanyikan lagu yang baru di tulis oleh Hanna,dan terakhir tim penjaga kalian harus berhati-hati aku tidak ingin ada kecerobohan lagi" jelas Taufan dengan penekanan di akhir kalimat.

"Taufan apa tidak apa-apa kalau Boboiboy bertindak menjadi penyusup" ucap Ochobot kepada Taufan

"Tidak apa-apa kok" ucap Taufan

"Percayalah ia tidak sebodoh yang kau pikirkan" lanjut Taufan

"Hm yasudah deh terserah Taufan saja" ucap ochobot dengan helaan nafas di akhir kalimat

Boboiboy yang jadi bahan pembicaraan tidak sadar bahwa ia sedang dibicarakan karna ia masih sibuk dengan pikirannya yang negative.

.

.

.

Saat ini Boboiboy sedang berjalan-jalan di koridor sekolah karna ia sangat pusing saat memikirkan misinya nanti. Boboiboy terus berjalan-jalan di koridor sekolah sampai ia berada di depan ruangan musik tempat latihan teman-teman band nya,lalu ia berhenti dan menengok kedalam ruangan tersebut dan melihat teman-temannya sedang berlatih dengan keras untuk nanti malam.

Saat ia asik-asiknya mendengar musik yang di bawakan oleh Hanna pintu terbuka dan Hanna langsung menegur Boboiboy

"Hai Boboiboy kau disini sedang apa" panggil Hanna lembut

"Oh…hai Hanna aku sedang jalan-jalan saja terus aku melihat kamu sedang latihan dan yah…kau tau selanjutnya" jelas Boboiboy

"Oh seperti itu"

"Hanna suara mu itu merdu sekali apa saat kau masih hidup juga seperti itu" ucap Boboiboy yang langsung membuat Hanna kaget bukan main

"Ya seperti itulah" ucap Hanna singkat tapi raut mukanya langsung berubah sedih

"Eh kau kenapa"

"Tidak apa-apa kok"

"Ah tapi raut mukamu mengatakan sebaliknya"

"Huft…kau memang teliti kalau kau boleh lah aku beri tahu" ucap Hanna lalu tersenyum kecut

"Hah boleh tahu apa" ucap Boboiboy yang sepertinya belum connect

"Haduh kau ini,aku ingin memberi tahu masa laluku saat aku masih hidup" ucap Hanna sambil tertawa renyah

"Oh"

"Dulu saat aku masih hidup musik adalah satu-satunya tujuan hidupku" lanjut Hanna

Flashback

Hanna POV

Keluarga yang hangat hahah…aku tak pernah peduli tentang itu bagiku setiap detik hanya diisi dengan tagisan,bentakan,dan jeritan kesakitan. Bagiku keluarga yang harmonis tak akan pernah ada.

Hari ini seperti biasa aku melihat kedua orang tuaku bertengkar. Aku hanya anak tunggal di keluarga ini tapi kedua orang tuaku sepertinya tak akan pernah memberiku kasih sayang jadi saat-saat seperti ini aku hanya bisa menutup telingaku dan menagis sendirian di pojok ruangan. Bagiku setiap harinya hanya ada pertengkaran.

Perlahan-lahan kedua orang tuaku mulai menggunakan kekerasan dalam peretengkaran mereka. Apakah akan ada orang yang menyayagiku di dunia ini. Mengapa aku dilahirkan di keluarga seperti ini. Kehidupan memang tak akan pernah adil ya…

Aku mulai larut dalam kesedihan,aku menjadi orang yang sangat dingin,aku jadi susah untuk besosialisai sampai suatu hari aku meliahat sebuah poster dari sebuah grup band yang terkenal saat itu lalu disitu tercantum sebuah cerita sangat pendek tentang kehidupan sang vokalis yang sedikit menyedihkan.

Aku mulai tertarik degan grup band itu jadi aku pergi ke sebuah toko yang khusus untuk benda-benda atau barang yang berkaitan dengan musik. Tak perlu waktu lama aku langsung menemukan tempat tentang grup band tersebut. Di sana aku melihat sebuah buku yang menceritakan tentang sang vokalis. Aku pun membacanya lalu saat ku baca ada satu kalimat yang menyita perhatiannku 'Bila kau seperti aku,kau hanya perlu membuat musik menjadi temanmu'.

Selain buku di sana juga terdapat banyak kaset dan album lagu mereka. Aku pun melihat satu per satu musik mereka dan coba mendengarkannya sampai ada satu lagu yang benar-benar kusukai. Setelah puas berada di dalam toko itu aku pun berniat untuk pulang dan malangnya ternyata di luar sedang hujan untung hari itu aku membawa payung. Aku pun pulang dengan bahagia

'tak pernah aku merasa sebahagia ini dalam hidupku' batinku senang

Dalam perjalan pulang aku menemukan sebuah gitar,gitar tersebut sudah usang tapi masih bisa dipakai malah masih bersuara merdu saat senarnya di petik jadi aku pun membawa gitar tersebut.

Aku pun mulai menyanyi di jalan-jalan yang ramai walau hanya seperti ini tetapi aku sangat bahagia sampai ada seorang menawari ku untuk ikut kontes menyanyi. Dari situ aku mulai percaya bahwa musik adalah tujuan hidupku sampai bencana itu terjadi. Bencana yang mengapus mimpiku untuk selamanya.

Waktu itu aku terpukul oleh sebuah botol kaca oleh ayahku. Ayahku tak sengaja memukulku karna ia sangat kesal dengan ibuku. Setelah kejadian itu mereka berhenti bertengkar tapi semuannya terlambat karna aku sudah tak akan pernah membuka mata ku lagi untuk selamanya. Aku meninggal saat aku diperjalanan untuk mendapatkan pertolongan.

End Flashback

"Kenyataan yang pahit bukan" Hanna berkata dengan tenangnya

"Oh jadi seperti itu ya…" ucap Boboiboy dengan nada yang prihatin

"Ya seperti itulah" ucap Hanna yang terlihat sedih dan sedikit mengeluarkan air matanya saat ia mengingat masa lalunya.

"Penyesalanku hanya satu yaitu ada sebuah lagu yang sangat ingin aku tunjukkan kepada orang banyak tapi belum pernah terlasanakan" ucap Hanna sambil menghapus jejak air matanya

"Oh…lagu apa itu"

"Ada deh…yasudah aku mau meneruskan latihan ku" ucap Hanna sambil tersenyum manis

.

.

.

Di sinilah Boboiboy sekarang di tempat yang ia kira menyeramkan dan ia langsung kesal saat ia memasuki ruangan ini karna ini adalah ruangan...

"INI HANYA KAMAR SEORANG GADIS BIASA" triak Boboiboy frustasi karna ternyata dugaan ia salah besar.

"Shtt...jangan berisik nanti kau ketahuan" ucap Gempa mengingatkan.

"INI TIDAK SOPAN TAHU" ucap Boboiboy mulai geram dan ia mulai mempertanyakan kewarasan teman-temannya.

"Shtt...jangan berisik Boboiboy ku mohon" ucap Taufan dengan muka memelasnya.

"TAPI INI KAMAR SEORANG GADIS TAUFAN" teriak Boboiboy frustasi #lagi

"Blaze eksekusi" ucap Taufan karna ia mulai kesal

"Siap" ucap Blaze lalu menatap Boboiboy dengan sengit

Lalu detik berikutnya mulut Boboiboy di tutup oleh Blaze sedangkan Fang hanya senyam-senyum sendiri kaya jomblo yang baru mau taken #eh saat ngeliat temannya ralat rivalnya di bekap oleh Blaze.

"Gempa giliran kamu" ucap Taufan sambil menunjuk komputer yang ada di pojokan ruangan tanpa memperdulikan Boboiboy yang sedang meronta-ronta meminta pertolongan

"Ok" ucap Gempa singkat

Lalu Gempa pun mulai menyalakan komputernya dan ia mulai berfikir keras untuk membuka password yang tertera di layar komputer. Setelah beberapa menit Gempa berpikir ia pun menulis beberapa huruf dan angka di kolom password dan ternyata tebakannya benar.

"Taufan ini sudah terbuka" ucap Gempa sambil menyingkir sedikit dari layar komputer

"Mana"

Taufan melihat komputer tersebut lalu ia mengambil alih komputer tersebut dari Gempa. Taufan membuka sebuah software lalu mengecek satu persatu skill tenshi yang terdapat pada software tersebut. Taufan pun megotak-atiknya sampai ia melihat satu skill yang tak pernah ia lihat sebelumnya yaitu 'Harmonics'

"Skill apa ini dan apa ia merancang software ini sendiri" gumamnya sambil megklik tulisan tersebut

Setelah terbuka Taufan sangat kaget dengan skill tersebut tapi ia tidak memperdulikannya karna ada yang lebih penting baginya yaitu temannya.

'Apakah ia benar-benar tenshi' batin Taufan

"Aku sudah selesai" Taufan berkata sambil mengisyaratkan Blaze untuk melepaskan Boboiboy

"Ok" ucap yang lainnya

"Huh Taufan kau benar-benar gila ya" kesal Boboiboy

"Hehehe maaf-maaf terpaksa" ucap Taufan sambil menahan tawanya

"Huh"

"Cepat kita harus ke tempat Hanna dan timnya karna tugas mereka paling bebahaya dan kemungkinan besar mereka mendapatkan masalah" ucap Taufan dengan nada yang kawatir

DI TEMPAT HANNA DAN TIM PENGALIH

"Teman-teman kali ini kita akan mengadakan acara yang akan lebih menarik perhatian,jadi waspadalah karna kemungkinan besar tenshi akan datang" ucap Hanna memperingatkan teman-temannya

"Tapi Hanna apa kali ini kita akan mendapatkan penonton lebih banyak dari biasanya" ucap Suzy tak yakin

"Pasti lah..." ucap Hanna penuh keyakinan sambil melirik seseorang disampingnya

"Eh tunggu...Hanna itu siapa? " ucap Amy yang penasaran

"Oh ini namanya Ying" ucap Hanna sambil menunjuk orang yang sendari tadi berada di sampingnya

"Hai...namaku Ying aku penggemar nomor satu kalian loh…" ucap Ying dengan semangat yang mengebu-gebu

"Eh hai juga Ying" ucap personil band yang lain dengan raut muka yang bingung

"Ying ini orang yang sering membantu kita,tapi kita nya saja yang tidak tau" ucap Hanna saat melihat raut kebingungan dari teman-temannya

"Lalu apa sangkut paut nya dia dengan penonton" ucap Suzy sambil menunjuk Ying

"Jadi sangkut pauntanya adalah Ying telah menyebarkan poster untuk konser kita kali ini" jelas Hanna

"Bagaimana bisa ia menyebarkannya dan siapa yang membuat postermya" ucap Suzy masih kebingungan

"Ya Ying lah…ya kan Ying" ucap Hanna

"Um benar aku yang menyebarkannya tapi aku di bantu seseorang" ucap Ying

"Siapa?" Tanya Hanna

"Ada deh…" jawab Ying dengan muka yang sedikit merona karna mengingat kejadian tadi siang

FLASHBACK ON

"na…na…la…la…la…"

Suara seorang gadis yang tengah bersenandung sambil menempel poster-poster pengumuan. Lalu saat asik-asiknya menempel ia bertemu seorang yang sangat ia kagumi yaitu Hanna vokalis band yang ia suka

"Eh Hanna sedang apa kau disini" ucap gadis tersebut

"Eh siapa kau" ucap Hanna kebingungan karna tiba-tiba ia ditahan gadis yang tidak dikenalnya

"Perkenalkan nama ku Ying aku penggemar berat band mu…" ucap nya dengan mata yang berbinar-binar

"Oh begitu lalu kau sedang apa" ucap Hanna saat ia melihat banyak poster tentang band nya

"Aku sedang menempel poster tentang penampilan kalian untuk nanti malam karna yang aku tahu penampilan kali ini kalian perlu banyak penonton untuk menarik perhatian tenshi"

"Eh bagaimana kau tau" curiga Hanna

"Sudah jangan curigaan,aku diberi tau oleh Taufan aku juga anggota pasukan Cuma bukan anggota pasukan inti jadi aku hanya mebantu sebisa ku saja" ucap Ying menjelaskan karna tadi Hanna sempat curiga pada nya

"Oh seperti itu yasudah lah aku mau latihan dulu" ucap Hanna sambil melambaikan tangannya

Hanna pun pergi meninggalkan Ying. Setelah kepergian Hanna Ying pun bergegas pergi untuk menempelkan posternya di tempat yang lain,tapi malang saat di belokan koridor ia menabrak seorang pemuda karena mungkin ia sangat senang saat bertemu Hanna jadi ia sedikit tak fokus saat berjalan.

"Eh…maaf" sesal Ying karena kecerobohannya tadi

"Eh…tidak apa-apa kok sini aku bantu" ucap Pemuda tersebut sambil mengulurkan tanggannya untuk membantu Ying

"Trima kasih" ucap YIng sambil menerima uluran tangan pemuda tersebut

"Sama-sama,namaku Boboiboy lalu namamu siapa?" ucap plus tanya Boboiboy

"Namaku Ying" ucap Ying

"Kau sedang apa Ying" Tanya Boboiboy sambil membantu Ying mengambil poster yang berserakan di lantai

"Eh…tak usah dibantu aku bisa membereskannya sendiri" cegah Ying

"Sudah tidak apa-apa kok dan sepertinya kau belum menjawab pertanyaan ku" canda Boboiboy yang malah dibalas dengan tatapan jengkel dari Ying

"Kau tidak melihat aku sedang apa…ya jelas-jelas aku sedang menempel poster" marah Ying karna Boboiboy belum sadar ia sedang melakukan apa

"Hehehe maaf-maaf mari sini aku bantu menempelnya"

"Eh tidak us…"

"Aku tidak menerima penolakan" ucap Boboiboy memotong perkataan Ying

Akhirnya Ying menerima tawaran Boboiboy dan mereka pun menempel poster bersama-sama.

'Entah mengapa aku tersentuh dengannya. Apa aku menyukainya' Batin Ying

'Eh tunggu aku tak boleh merasa nyaman ataupun menyukai seseorang nanti aku bisa dilenyapkan, batin Ying #lagi sambil menepuk pipinya agar ia sadar

"Ying kau kenapa" tanya Boboiboy kawatir karna Ying menepuk pipinya dengan keras

"Oh a…a…ku ti…dak apa-apa kok" ucap Ying sedikit terbata-bata

"Huh aku kira kenapa"

'Sadar Ying…sadar' batin Ying menyemangati dirinya sendiri

FLASBACK OFF

"Kalau seperti itu terima kasih banyak Ying" ucap Suzy mewakili teman-temannya

"Eh iya sama-sama" ucap Ying yang kembali sadar saat Suzy mengatakan terima kasih

"Ayo kita jalankan tugas kita" ucap Hanna menyemangati teman-temannya

"AYO" ucap mereka serempak

Mereka pun menaiki panggung dan langsung mendapatkan tempuk tangan yang riuh dari para penonton lalu Hanna mulai menyanyi dengan alunan musik menemaninya. Ochobot mengawasi penampilan Hanna dari lantai atas untuk memberi tahu Taufan bila terjadi sesuatu.

Tepat di tengah nyanyian para anggota OSIS datang tetapi aneh tenshi yang diperkirakan akan datang ternyata ia tak datang. Hanna sempat merasa panik tetapi ia tetap rileks dan terus menyanyi.

"Hey apa-apan in kenapa kalian ada di sini" ucap seorang anggota OSIS yang bertubuh besar sambil menerobos kerumunan siswa dan mencoba menaiki panggung.

"Eh kenapa kau mendorong kami,kami hanya ingin mendengar mereka tampil" ucap seorang siswa

"Sudah diam" ucap anggota OSIS tadi lalu tejadilah adu mulut di antara mereka

Karna keributan tadi Hanna pun berhenti menyanyi lalu beberapa anggota OSIS lain menaiki panggung. Anggota OSIS yang menaiki panggung langsung menagkap Hanna dan teman-temannya. Ochobot yang melihat kejadian tadi langsung menghubungi Taufan.

"Eh apa-apan ini" ucap Hanna

"Kalian itu selalu membuat keributan" ucap anggota OSIS

"LEPASKAN KAMI" ucap Hanna kesal

Hanna dan Suzy mencoba melepaskan diri mereka dari anggota OSIS dan ajaibnya mereka dapat melepaskan diri mereka. Suzy yang sudah melepaskan dirinya berlari menaiki tangga untuk menyalakan speaker karna ia punya firasat mereka tidak akan dapat lolos dari sini tanpa bantuan Taufan. Sedangkan Hanna mengambil gitanya untuk menyanyikan suatu yang sangat ingin ia nyanyikan dari dahulu ,lalu Hanna mulai menyanyi bahkan nyanyiannya terdengar sampai ke gedung sekolah karna Suzy menyalakan speaker gedung sekolah.

Iradachi o doko ni butsukeru ka sagashiteru aida ni owaru hi

Sora wa haiiro o shite sono saki wa nani mo mienai

Joushiki butteru yatsu ga waratteru tsugi wa donna uso o iu?

Sore de erareta mono daiji ni kazatte okeru no?

Demo asu e to susumanakya naranai

Dakara kou utau yo

Naiteru kimi koso kodoku na kimi koso

Tadashii yo ningen rashii yo

Otoshita namida ga kou iu yo

Konna ni mo utsukushii uso ja nai hontou no bokura o arigatou

"Apa aku akan dilenyapka? Tetapi aku sangat senang dan merasa tenang" batin Hanna lalu ia menagis sambil tersenyum dan terus menyanyi

Kanaetai yume ya todokanai yume ga aru koto

Sore jitai ga yume ni nari kibou ni nari hito wa ikite ikerun daro

Tobira wa aru soko de matte iru

Dakara te o nobasu yo

Kujiketa kimi ni wa mou ichido tatakaeru tsuyosa to jishin to kono uta o

Otoshita namida ga kou iu yo

Konna ni mo yogorete minikui sekai de deaeta kiseki ni arigatou

"Aku menyayangi kalian teman-teman" Hanna berkata sambil tersenyum dan detik selanjutnya ia menghilang tepat setelah Taufan berada di tempat kejadian.

"Hanna" gumam Taufan sambil merutuki kesalahannya.

"Taufan kau ti…"

Sebelum Boboiboy menyelesaikan kata-katanya Taufan langsung pergi meninggalkannya. Boboiboy langsung mengejar Taufan karna ia tahu Taufan itu seperti apa.

"Taufan tunggu" panggil Boboiboy,tetapi tidak direspon oleh Taufan

Boboiboy terus mengejarnya sampai ia berada di atas atap lalu menghampiri Taufan yang sedang duduk merenung.

"Taufan" panggil Boboiboy

"Pergi"

"Hah...kau itu kenapa sih" ucap Boboiboy sambil menghela nafas

"Aku tidak apa-apa"

"Sudahlah ceritakan saja kepada ku" Boboiboy terus menekan Taufan agar ia bercerita yang sebenarnya

"…"

"Ayo lah Taufan kau bisa percaya kepada aku" Boboiboy berkata sambil tersenyum tulus

"Kau itu ya…"

"hmm…apa Taufan ceritakan lah" Boboiboy tak menyerah dan terus menekan Taufan agar ia bercerita

"Ok aku menyerah,aku akan menceritakannya" ucap Taufan sambil menghela nafasnya

"Ok silahkan bercerita ketua"

"Sebenarnya…"

.

.

.

.

.

TBC

A/N : hai semuanya maaf ya chapter ini kesannya berbelit-belit banget ini akibat aku nulisnya pas lagi flu jadinya gini deh maaf banget kalo kurang memuaskan ya…

Hehehe disini aku udah munculin sedikit romance nya tapi kayaknya nga kerasa ya…maaf-maaf karna aku hanya seorang author yang masih banyak kesalahan #plak

Lagi-lagi lagunya aku ambil dari anime aslinya yaitu angel beat soalnya yang review sedikit dan nga ada yang ngusulin lagu apa #nagis kejer. bagiku review kalian sangatlah berharga.

Sudah kita balas review dulu

Cutmuslimah and alf

Hehehe maaf-maaf emang sih di cartoonnya yang punya tombak itu Hali tapi disini aku jadiin Blaze soalnya Hali aku pengen bikin dia jadi tokoh utama yang munculnya di pertengahan cerita

Khairul487

Makasih ya udah bilang cerita ini makin bagus #terharu. ini udah di next kok…

Hanileestary

Kamu penasaran tunggu chapter selanjutnya #plak. hehehe...becanda sebenernya Yaya udah muncul tapi-spoiler-bakal jadi spoiler dong jadi tunggu chapter kelanjutanya ya...

Sekian dari saya dan oh iya dibawah ada bonus dikit

.

.

.

Tanpa Boboiboy dan Taufan sadari ada sepasang mata yang melihat mereka dengan tatapan sedih. Ia sepertinya merasa sedih karna seseorang yang membuat hatinya merasa nyaman bersama orang lain.

"Melihat mereka dekat dan melihat mereka begitu akrab membuatku sedih" gumam seseoorang tersebut sambil menahan isak tangisnya.

FOR THE LAST REVIEW PLEASE