Flower, Harmony, and Nunbucheo

Chapter 1

KIM MINGYU X JEON WONWOO (MEANIE)

SEVENTEEN PLEDIS

WARNING! Genderswitch!Uke

Happy Reading ^^

.

.

.

.

.

.

Terlihat namja tinggi memasuki sebuah mobil sport berwarna merah yang terparkir didepan sebuah toko bunga, didalam mobil tersebut terdapat seorang namja dengan rambut blonde kuning duduk di samping kursi kemudi. Namja tinggi yang diketahui bernama Mingyu itu lagi-lagi mengacak rambutnya kasar.

"HAISH AKU KESAL SEKALI SOONYOUNG-AH." Teriak Mingyu menyenderkan kepalanya ke senderan kursi.

"Kenapa lagi eoh?" tanya namja blonde yang dipanggil Soonyoung itu.

"Florist di toko bunga itu cerewet sekali kau tau?! Aku sudah kesal karena ahjussi tua sialan itu dan yeoja itu memperburuk moodku." Mingyu bercerita pada Soonyoung dengan penuh emosi.

"Yah, bukan salah yeoja itu Mingyu-ya. Dia kan memang seharusnya menanyakan apa yang ingin kau beli. Dan jangan panggil appamu sialan, bodoh." Soonyoung menanggapi celotehan Mingyu dengan santai.

"Dia memang sialan Soonyoung-ah. Bisanya dia memaksaku menjadikan anak rekan kerjanya kekasihku, jinjja! kurang cukupkah dia memaksaku mengurus perusahaan tolol nya itu. Aigoo aku bisa gila!" Mingyu memaki-maki.

"Sudahlah tenang Kim. Kau sudah dewasa, dan cukup tadi saja kau mempermalukan dirimu di restauran appaku dengan memecahkan gelas dan berteriak seperti orang gila. Ckck, benar-benar bodoh." Ejek Soonyoung melipat kedua lengannya didepan dada.

"Yak Kwon Soonyoung berhenti mengataiku bodoh saat kau tidak lebih pintar dariku." gerutu Mingyu lalu mulai mengendarai mobilnya dengan kecepatan biasa. Suasana hening menguasai dalam mobil itu, Mingyu yang fokus menyetir dan Soonyoung yang sibuk memainkan smartphonenya.

"Jadi, kita akan ketempat eommamu?" Suara Soonyoung memecah keheningan.

"Ne." ucap Mingyu singkat.

-Flower, Harmony, and Nunbucheo-

Kota Seoul mulai menggelap dan mulai terlihat kelap-kelip lampu dari berbagai tempat mengisi malam di kota besar itu. Di Green Florist, salah satu toko bunga di Seoul yang terlihat terang dengan lampu warna warni kecil disekitar pintu toko tersebut. Di dalamnya, Wonwoo sedang merapihkan barang-barang miliknya bersiap untuk pulang. Setelah berpamitan dengan ahjumma untuk pergi pulang, langkah kecil Wonwoo menyusuri jalanan menuju flat tempatnya dan sang eomma tinggal. Wonwoo berjalan dengan headset terpasang di kedua telinganya, sesekali bibirnya ikut menyenandungkan lagu yang ia dengar.

Tak terasa, sampailah yeoja manis itu di flatnya, flatnya memang terletak di pinggir jalan jadi sangat mudah untuk menemukannya. Tangannya memutar knop setelah membuka kunci pintu tersebut. Wonwoo mengganti sneakers nya dengan sandal rumah dan bergerak menuju kedalam flat.

"Wonnie?" Terdengar sebuah suara memanggil nama Wonwoo dari arah dapur. Wonwoo yang mendengar suara eommanya hanya tersenyum dan beranjak menuju kearah dapur. Yeoja itu memeluk sang eomma yang sedang memasak dan menaruh kepalanya di bahu yeoja paruh baya yang sekarang lebih pendek darinya itu.

"Kau lelah? Duduklah, eomma sedang membuat sup hangat untukmu." Perintah eomma Wonwoo pada anak semata wayangnya.

Wonwoo mulai melepaskan pelukannya dan duduk disalah satu kursi meja makan. Walaupun flat Wonwoo tidak terlalu besar tapi ruangannya terbagi dengan baik, terdapat dua kamar berukuran sedang, sebuah kamar mandi, dapur, dan ruang tamu kecil namun cukup untuk menampung tamu yang sedang berkunjung. Yah, flat itu bisa dikatakan merupakan hasil kerja keras Wonwoo dan eommanya bekerja.

"Cha, makanannya sudah siap chagiya, kajja kita makan."

Wonwoo dan eommanya hanya diam karena mereka terbiasa menjaga adab untuk tidak berbicara saat makan. Namun ketenangan tersebut hanya bertahan sampai terdengar gebrakan dari pintu flat Wonwoo.

BRAK!

"YA! KALIAN KELUARLAH!" teriak seorang ahjussi dengan badan kekar serta muka sangar bak preman. Kakinya menendang semua barang barang yang ada di ruang tamu, ia tidak datang sendiri tentu saja. Ia membawa tiga anak buahnya yang sama mengerikannya seperti ahjussi preman itu.

Eomma Wonwoo segera berlari mendatangi ahjussi preman tersebut dan menahan vas bunga yang hampir saja dilempar kelantai. Ahjussi itu menggeram marah dan menarik eomma Wonwoo keluar flat mereka –ke pinggir jalan lebih tepatnya dan menghempasnya. Wonwoo yang melihat eommanya ditarik refleks berteriak dan memeluk sang eomma untuk melindunginya.

-Mingyu Side-

Di sebuah tempat pemakaman, terlihat dua namja rupawan sedang berdiri didepan salah satu nisan bertuliskan Hwang Jiae. Namja tinggi yang diketahui bernama Mingyu itu sedang mengunjungi makam mendiang eommanya bersama sang sepupu, Soonyoung. Hari ini adalah tanggal dimana eomma Mingyu meninggal, Mingyu selalu mengunjungi makam eommanya setiap bulan, dan kebetulan hari ini Soonyoung sedang free dan menemani Mingyu ke makam sang eomma tercinta.

Soonyoung terlihat berdiri dibelakang Mingyu yang sedang menaruh sebuket bunga di atas makam tersebut, lalu terdengar isak tangis pilu namja didepannya. Mingyu menangis didepan nisan sang eomma yang telah lama meninggalkannya. Soonyoung yang mendengar tangis pilu Mingyu menghampiri namja tinggi tersebut dan mengusap punggungnya untuk menenangkan sepupunya itu.

"Ssst, gwaenchana Mingyu-ya. Uljima ne, apa kau ingin Jiae imo sedih melihatmu menangisinya?" Tanya Soonyoung tanpa menghentikan usapan tangannya pada punggung Mingyu.

"Soon-soonyoung-ah, ak-aku hiks.." Mingyu tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena senggukan tangisnya.

Soonyoung hampir meneteskan air matanya melihat betapa menyedihkannya keadaan sang sepupu yang terkenal dingin dan keras terhadap semua orang itu. Mingyu memang seringkali membentaknya dan memarahinya, tapi Soonyoung tau itu hanya sikap Mingyu untuk menutupi betapa rapuhnya namja dengan kaki jenjang itu.

Sejak kecil, Soonyoung lah anggota keluarga terdekat Mingyu, karena itulah dia yang paling tau apa dan bagaimana perasaan Mingyu. Dan ia sudah berjanji pada eomma Mingyu bahwa ia akan selalu ada saat Mingyu membutuhkan sandarannya sebagai seorang saudara karena mengingat Mingyu adalah anak tunggal imonya.

Saat tangis Mingyu sudah mulai mereda, mereka berdua memutuskan untuk berdiri dan beranjak pulang karena hari sudah hampir malam. Sebelum pulang, mereka memanjatkan doa untuk sang eomma dan imo. Mingyu juga menyempatkan dirinya untuk memeluk nisan sang eomma dan mencoba untuk merasakan pelukan hangat eommanya walaupun yang ia rasakan sekarang hanya dinginnya batu nisan sang eomma.

'Eomma, aku akan selalu mencintaimu dan tidak ada yang bisa menggantikan dirimu dan pelukan hangatmu.'

"Kajja Mingyu-ya." Ajak Soonyoung pada Mingyu. Mereka pun masuk ke dalam mobil sport milik Mingyu dan kali ini Soonyoung yang menyetir mengingat Mingyu sedang dalam mood yang tidak baik dan lagipula jalan dari tempat pemakaman eomma Mingyu dan mansion milik keluarga Kim terbilang cukup jauh. Suasana di mobil itu cukup hening ditemani dengan alunan lagu klasik dengan suara yang tidak nyaring. Namun, suasana tersebut buyar saat tiba-tiba seorang wanita berumur jatuh tidak jauh dari depan mobil Mingyu diikuti dengan yeoja muda yang memeluk wanita itu.

CKIIIIT!

Kedua wanita berbeda umur tersebut hampir saja tertabrak mobil sport merah milik Mingyu. Jika saja Soonyoung tidak memiliki refleks yang bagus, bisa dipastikan kedua yeoja itu sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit. Mingyu yang terkejut karena mobil yang berhenti tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke Soonyoung.

"Soonyoung-ah?" panggil Mingyu yang tidak disahuti oleh Soonyoung, pemuda blonde itu masih mencerna apa yang terjadi dihadapannya.

"INI SUDAH 3 BULAN KALIAN BELUM MEMBAYAR HUTANG KALIAN! BAHKAN BUNGANYA SAJA KALIAN TIDAK MEMBAYARNYA." Bentakan seorang ahjusshi tua terdengar diluar mobil, ahjusshi preman itu mengabaikan bahwa kedua wanita yang berada ditengah jalan itu hampir ditabrak.

Soonyoung akhirnya keluar setelah menenangkan dirinya yang hampir menabrak orang dan mendatangi kedua yeoja tersebut. Beruntung jalanan saat itu sedang sunyi karena malam sudah larut jadi insiden tersebut tidak menyebabkan kekacauan yang sangat besar.

"Ahjumma, agasshi.. gwaenchanayo?" Tanya Soonyoung khawatir. Dibalas dengan decihan ahjusshi preman yang berdiri dibelakangnya.

"Hey bocah! Kau hampir saja menabraknya. Kau seharusnya mengganti rugi kau tau?! Ya yeoja tua! Kau bisa memakai uang bocah itu untuk membayarku." Ujar ahjusshi preman.

Soonyoung yang tidak terima dipanggil bocah mengalihkan pandangannya ke ahjusshi preman dan seketika pukulannya melayang ke rahang preman itu. Sang preman yang mendapat bogem mentah tiba-tiba dari Soonyoung langsung terjatuh dan memegang rahang nya yang dipukul.

"Brengsek kau ahjusshi kurang ajar! Bagaimana bisa kau mendorong seorang wanita ke jalanan eoh?!" teriak Soonyoung dengan tangan yang terkepal dan muka memerah menahan amarah. Mingyu yang terkaget melihat Soonyoung memukul seorang namja tua segera keluar dari mobilnya. Raut mukanya terlihat terkejut saat melihat yeoja yang sedang memeluk yeoja yang sepertinya adalah eommanya, namun ia segera mengalihkan pandangannya ke teman blondenya dan ahjusshi preman yang terduduk di tanah.

"Soonyoung-ah, wae? Apa yang terjadi?" tanyanya.

"Mingyu-ya, ahjusshi tua ini kurang ajar kau tau?! Aku ingin membunuhnya saja. Bagaimana bisa ia memperlakukan wanita sekasar itu." Ujar Soonyoung menunjuk namja yang terjatuh akibat pukulannya itu. Memang sikapnya tidak sopan, tapi ia benar-benar tidak bisa melihat seorang namja yang berlaku kasar pada yeoja. Ia adalah namja yang menjunjung sikap lembut pada yeoja.

"Ahjusshi tua, apa masalahmu eoh? Kau ingin kulaporkan ke polisi?" Tanya Mingyu malas. Preman tadi segera bangkit dan menarik kerah kemeja Mingyu

"Berani nya kau! Ya! Aku berlaku kasar bukan tanpa alasan! Dia tidak membayar hutangnya selama 3 bulan! Dan aku tidak bisa mentolerirnya lagi." Mingyu menghentakkan tangan preman itu dengan kasar dan mengeluarkan dompetnya lalu mengeluarkan cek bertuliskan 10 juta won dan melemparnya pada ahjusshi preman itu.

"Jauhkan tangan menjijikkanmu itu dasar ahjusshi tua! Kau ambil cek 10 juta won itu, sekarang pergi dan jangan pernah ganggu mereka lagi." Ucap Mingyu dengan nada dingin.

Sang preman itu hanya menggeram kesal lalu mengambil cek berisi 10 juta won itu dan menyuruh anak buahnya untuk pergi dari tempat itu. Soonyoung yang melihat yeoja berambut hitam dan sang eomma masih berpelukan menangis segera mendatangi mereka dan membantu keduanya untuk masuk kedalam rumah. Namun, yeoja berambut hitam itu menolak lalu mengucapkan terima kasih pada Soonyoung dan memintanya untuk membawa eommanya saja dengan alasan ingin berterima kasih kepada namja tinggi yang membantunya. Saat Soonyoung membantu eomma dari yeoja itu masuk ke dalam rumah, yeoja itu mendatangi Mingyu sedang membenarkan kemejanya yang ditarik ahjusshi preman tadi.

"Em, chogiyo.. aku ingin berterima kasih padamu karena telah menolongku dan eommaku." Mingyu yang mendengar suara yeoja dibelakangnya segera berbalik badan. Yeoja itu membelalakkan matanya kaget melihat wajah Mingyu yang baru dilihatnya tadi siang.

"Tidak perlu berterima kasih, anggap saja itu permintaan maaf sepupuku yang hampir menabrak kalian." Jawab Mingyu datar.

"Tidak Mingyu-ssi, aku harus mengganti uangmu. Itu uang yang sangat banyak, dan eommaku pasti tidak akan membiarkan kebaikanmu tanpa membalasnya." Jelas yeoja itu.

"Sudahlah, kau tidak perlu menggantinya. Uang segitu tidak ada artinya untukku." Ujar Mingyu yang terdengar seperti menyombong.

"Aku mengerti Kim Mingyu-ssi. Setidaknya biarkan kami membalas kebaikanmu, aku tau kami tidak punya uang sebanyak itu tapi aku bisa menyicilnya dengan gajiku." Yeoja tersebut terlihat mengeluarkan secarik kertas dan pulpen lalu menuliskan sesuatu dan menyodorkannya pada Mingyu. Mingyu hanya terdiam dan melihat kertas yang disodorkan yeoja dihadapannya, lalu menampik tangan yeoja itu.

"Dengan gaji sebagai seorang florist? Aku tidak yakin agasshi pecinta bunga yang keras kepala. Dwaesso, aku tidak butuh apapun darimu." Ejek Mingyu dingin dan berbalik menuju ke mobilnya.

Yeoja yang diejek oleh Mingyu terlihat menahan amarahnya, jika saja namja dihadapannya itu tidak membantunya maka ia sudah menendang pantat namja kurang ajar yang tidak punya hati itu sedari tadi. Namun, ia tidak menyerah dan berlari kearah Mingyu lalu menarik tangan namja itu. Yeoja manis itu membuka telapak tangan Mingyu lalu memberinya kertas yang berisi nama dan nomor teleponnya.

"Baiklah 'tuan es balok bermuka triplek', tapi jika kau butuh sesuatu kau bisa menghubungiku." Ucap yeoja tinggi itu juga dengan sindirannya untuk Mingyu. Lalu yeoja itu terkekeh melihat Mingyu yang terlihat bingung, ia langsung berlari kedalam rumahnya saat mendengar teriakan namja didepannya takut diamuki oleh namja yang baru disindirnya tadi.

"YAK! APA KAU BILANG?!" Teriakan Mingyu menggelegar yang membuat sepupunya berlari keluar rumah dan hampir menabrak yeoja bersurai hitam itu. Mingyu yang sedang badmood hanya masuk ke mobilnya dan membanting pintu mobil sport mahal miliknya.

"Mingyu-ya kau kena- Oh! Hampir saja." Soonyoung memegang dadanya karena terkaget. Sepertinya hari ini jantungnya bekerja dengan keras karena banyak terkejut.

"Hehe, mianhae tuan, aku tidak melihatmu." Yeoja itu membungkukkan badannya pada Soonyoung.

"Gwaenchanayo, aku juga tidak melihatmu, dan panggil saja aku Soonyoung." Ujar Soonyoung diiringi dengan senyum yang membuat matanya yang sipit bertambah sipit.

"Ne, Soonyoung-ssi. Namaku Wonwoo, Jeon Wonwoo." Balas Wonwoo juga dengan senyumnya.

"Geurae Wonwoo-ya, anggap saja aku temanmu.. jangan pakai embel-embel 'ssi' ne? kalau begitu aku pulang dulu, eommamu sudah aku seduhkan air hangat. Jaga eommamu ya?"

"Ne, jeongmal kamsahabnida Soonyoung-ah. Aku berhutang banyak padamu, sampaikan terima kasihku juga pada Mingyu-ssi." Wonwoo membungkukkan badannya berkali-kali.

"Aigoo, itu bukan apa-apa Wonwoo-ya. Kalau begitu berhati-hatilah dirumah, aku pergi dulu." Pamit Soonyoung.

"Hati-hati Soonyoung-ah."

Soonyoung masuk kedalam mobil dan mulai menyalakan mesin mobilnya kembali, matanya melihat kearah Mingyu yang sedang bersender dengan lengannya menutupi sebagian wajah bak modelnya.

"Gwaenchana Mingyu-ya?" Tanya Soonyoung yang dibalas dengan gumaman Mingyu.

"Ah ya, kau mendapat ucapan terima kasih dari Wonwoo."

"Wonwoo?"

"Yeoja manis tadi, yang berbicara denganmu." Jelas Soonyoung

"Manis apanya? Dua kali bertemu denganku dan dia hanya membuat emosiku naik dengan sikap keras kepalanya itu huh." Gerutu Mingyu, Soonyoung mengernyitkan dahinya.

"Dua kali? Kau pernah bertemu dengannya?" Tanya Soonyoung penasaran.

"Ne, pertama saat di toko bunga, dia florist cerewet yang kuceritakan tadi siang. Dan kedua, saat kau hampir menabraknya. Yah dan dia tetap menyebalkan dan keras kepala." Cerita Mingyu pada Soonyoung.

"Dua kali dalam sehari ya.. seandainya kau bertemu lagi dengannya sekali kau benar-benar berjodoh dengannya Kim, hahaha." Soonyoung menggoda Mingyu yang dibalas tatapan tajam namja dengan taring tajam itu.

"Shut your fvcking mouth Kwon." Desis Mingyu tajam. Mendengar desisan Mingyu, Soonyoung bergidik ngeri.

"Peace man, by the way.. Wonwoo itu manis juga ya, aku akan menimbang-nimbang untuk mendekatinya hihi." Soonyoung tertawa geli dengan perkataannya sendiri.

"Berbicara lagi dan kupastikan kakimu tidak bisa dance lagi besok Kwon." Ancam Mingyu sedikit kesal dengan rencana Soonyoung. But wait, kenapa dia kesal? Karena ia tidak ingin dekat dengan Wonwoo jika yeoja itu jadi pacar Soonyoung, atau karena ia tidak rela Wonwoo didekati Soonyoung? Entahlah, Mingyu hanya membuang pemikiran yang dianggapnya tidak berguna itu dan memutuskan untuk memejamkan matanya.

Dan soal perkataan Soonyoung tadi, jika sekali lagi ia bertemu dengan Wonwoo mungkin saja yeoja itu adalah jodohnya. Tapi ia baru bertemu dengan Wonwoo sebanyak dua kali jadi tidak mungkin kan yeoja itu jodohnya, hal itu konyol sekali pikir Mingyu.

Seketika ia teringat dengan kertas pemberian Wonwoo tadi. Dirogohnya saku kemejanya dan ia membuka lipatan kertas itu, tertulis nama Jeon Wonwoo dan sebuah nomor telepon milik yeoja itu. Mingyu tersenyum sangat tipis lalu menaruh kertas itu didompetnya.

'Dasar yeoja keras kepala' batin Mingyu lalu memejamkan matanya mencoba untuk tidur.

Tanpa Mingyu sadari, insiden hampir tertabraknya Wonwoo malam itu merupakan pertemuan ketiga mereka.

-To Be Continue-

HUAAA MAAFKEUN GUYS BARU UPDATE!

Jadi kertas catatan alur ceritaku hilaang jadi harus buat ulang. BTW adegan soswitnya di chap depan yah hihihi, ohya pertemuan pertama mereka itu sebenernya di restoran pas Wonwoo merhatiin Mingyu yang lagi kelahi sama appanya. Wonwoo mah gitu, cowo ganteng macem Mingyu aja yang diperhatiin *ditabok Wonu*

Ohya Review jangan lupa yaa readers ku tersayang~ Manhi saranghaejuseyoooooo~