Kekkaishi : Simimura Naruto

Disclaimer : I don't own anything from naruto manga. But this fic is mine

Rate : K

Pair : Naruto x Sakura

Warning : Typo, alur berantakan, OC, OOC.

Summary : Kekkaishi bertugas menjaga tanah yang memiliki kekuatan spirutual yang tinggi yang dapat meningkatakan kekuatan para ayakashi. Kini Naruto salah satu dari Kekkaishi bertugas menjaganya, apakah Naruto dapat melakukannya?

Kembali kepertarungan antara Kouya dan Kyubi, mereka masih mempertahankan posisi mereka yang saling menancapkan ekor mereka pada lawan mereka. Kemudian Kouya mencabut ekornya dan Kyubi juga melakukan hal yang sama, setelah ekor Kouya terlepas kyubi langsung terjatuh dengan darah yang terus keluar dari dadanya. Kouya juga terjatuh dalam posisi duduk dan dia juga memegang dadanya.

"Kyubi" teriak Naruto. "heh...aku mengerti, ternyata kau belajar cara menyerang yang cukup licik juga, tapi sayang aku tedak mempan dengan itu" ucap Kouya yang masih berusaha berdiri. "Disini akulah yang jadi pemenangnya" ucapnya sambil mengangkat cakarnya.

DEG

Tiba tiba Kouya merasa tubuhnya lemas, dan dia kembali terjatuh lagi. "Membutuhkan waktu yang cukup lama agar itu bisa berpengaruh padamu" ucap Kyubi tersenyum. "Apa maksudmu" tanya Kouya. "Itu adalah racun, khusus kau aku membutuhkan dosis yang cukup tinggi untuk membuatmu tumbang, dan pasti kau tidak menyadarinya, aku memasukan racun dengan serangan jarum perakku" ucap Kyubi mencuba mengangkat kepalanya. "Waktu itu" Kouya mengingat saat dia diserang dengan jarum-jarum dari kyubi.

Kemudia terlihat jarum menancap dipundak kanan Kouya, jarum tersebut mengeluarkan sinar hijau tua. Kouya hanya menyentil jarum tersebut menggunakan tangan kirinya. "Aku adalah ayakashi tipe racun yang dapat membunuh dengan racunku" ucap Kyubi yang masih tertidur dengan luka ditubuhnya. "Apa kau pikir selama empat ratus tahun ini aku tidak belajar apa-apa" ucap Kyubi lagi. "Kenapa kau.." ucap Kouya berusah berdiri. "Silahkan lakukan aku sesukamu, bagaimanapun juga aku tidak akan selamat begitu juga kau, ini lah akhir dari kita" ucap Kyubi yang pasrah. "A-aku..ti-dak akan mati" ucap Kouya mencoba menyerang Kyubi. Tapi tubuh Kouya terjatuh dan ,merasakan sakit didadanya dan langsung terjatuh. "Aku sudah merencanakan ini" ucap Kyubi memandang bulan dilangit kesadaranya mulai menghilang dan matanya mulai sedikit demi sedilit mulai tertutup.

Tapi tiba-tiba terjadi ledakan energi yang membuat Kyubi kembali membuka matanya dan menatap ke arah Kouya. "Aku tidak akan mati," ucap Kouya yang suaranya memakin berat dan mengerikan. Aura hitam gelap keluar dari tubuhnya, bulu-bulunya berdiri semua. "Jangan terjadi, apakah kekuatan karasumori membantunya" Batin Kyubi. "Aku tidak akan mati...aku tidak akan mati begitu saja" ucap Kouya kembali berdiri. "tapi aku sudah berakhir" ucap Kyubi kehabis tenaganya.

Naruto berjalan mendekati Kyubi dan berdiri di depan wajah Kyubi. Kyubi memandangi Naruto yang melipat tangannya didepan dadanya. "Jadi kau berniat bunuh diri" tanya Naruto memandangi Kyubi. "Diamlah" sahut Kyubi. "Kau berjanji akan mendengarkan aku" Ucap Naruto. Kyubi tersenyum "aku sudah bilang kalau aku akan mempertimbangnya" ucap Kyubi. "Kau tidak mati untukku dan melupakan tuanmu yang dulu" tanya Naruto. "Aku sudah punya tuan baru yang sangat bodoh, dulu sudah berlalu" Jawab Kyubi. "Cepat keluar dari sini ini bukan urusanmu" ucap Kyubi tersenyum. Naruto hanya tersenyum "Ya memang, tapi kau membuat onar diwilayahku, tak kan kubiarkan kau seenaknya saja dihalamanku dan mati tanpa seizinku, tak peduli apa pun itu" ucap Naruto. "Anak ini, dia tidak setingkat dengan tuan Tokimori, tapi terkadang dia membuatku merinding"batin Kyubi, dia mencoba mengangkat cakarnya. "Catata omonganmu itu, aku pikir sia-sia jika aku meninggalkan bocah sepertimu" ucap Kyubi yang berdiri dengan gagahnya sambil memandang Naruto. "Sepertinya tuanku ini bocah tolol dan sangat egois" ucap Kyubi tersenyum pada Naruto dan Naruto memabalas dengan senyuman juga. Kyubi memgalihkan perhatianya ke arah Kouya "Maaf Kouya sepertinya aku tidak boleh mati dulu" batin Kyubi.

"Aku-" ucap Kouya yang meremat cakarnya dengan aura yang masih keluar dari dalam tubuhnya. Dia berusaha berdiri, setelah berdiri dia mengingat masa lalunya bersama Kyubi.

FLASH BACK

Dimalam yang cerah di dalam hutan didepan sebuah gua terdapat dua ekor anjing dengan warna bulu yang berbeda, yang berwarna hitam sedang duduk dan yang putih sedang tidur. "Ginro, aku ingin kembali kegunyng kita, dan aku ingin kita bisa makan daging rusa lagi" ucap Kouya. "Dan bulu indahmu akan kembali seperti yang dulu sebagimana mestinya" ucap Kouya yang menata ke bulan purnama. "Aku rasa juga begitu" ucap Kyubi yang membuka matanya dan menatap kearah Kouya dan ditutup lagi. Kouya yang memandang Kyubi merasa kasian, dia tau kalau urusan fisik atau bertahan dalam krisis makan Kyubi sangatlah lemah.

Kemudian Kouya berjalan meningalkan Kyubi, "Mau kemana kau" ucap Kyubi yang masih menutup matanya. "Aku hanya mau jalan-jalan sebentar" jawab Kouya menoleh kebelakang. Tapi ternyata Kouya berjalan ke sebuah tempat dimana para prajurit sedang mendirikan tenda. Dia bersembunyi disemak-semak, dia menatap sekeliling dan dia melihat daging ayam pangang yang sedang dibawa seorang prajurit, Kouya langsung berlari dan mengnyambar ayam itu. Dia berlari sekencang mungking, dan dibelakangnya ada beberapa prajurit yang sambil melemparinya batu.

Setelah beberapa lama dia kembali dengan membawa ayam itu, dia menaruhnya didepan Kyubi. "Makanlah aku sudah makan tadi" ucap Kouya tersenyum. Kyubi membuka matanya dan menoleh kearah Kouya, "Aaa...Masalah luka-luka kau tidak perlu khawatir" ucap Kouya. "cepat maka-" "jangan memaksakan diri, aku tidak apa-apa kau saja yang makan, aku sudah-" ucapan Kyubi terhenti. "sebaiknya kau cepat makanlah dan kita bisa berburu bersama-sama lagi, bagaimana" ucap Kouya. "Woi...jangan bercanda" Kouya menghampiri Kyubi "Woi..Ginro..Ginro" ucap Kouya mengoyang-goyangkan tubuh Kyubi. "GINRO...AAAUUUUU" Kouya melolong dan dia berlari kehutan. "ini semua salah mereka, jika mereka tidak datang mungkin kita masih bisa berburu bersama-sama, kau juga tidak harus mati menyedihkan seperti ini" ucap Kouya berlari tanpa tujuan.

Tapi saat diperjalana dia melihat seorang prajurit yang sedang buang air kecii. Kouya berlari kearahnya dan dia langsung mengigit lengan kirinya. Prajurit itu panik dan dia menarik pedang yang ada di pingangnya dengan tangan kanannya. Prajurit itu langsung menebas kepala Kouya dan saat itu lah Kouya mati.

FLASH BACK END

"Aku tidak akan mati, sebelum aku bisa menghabisi semua manusia" ucap Kouya. Aura kegelapan terus keluar dan semakin gelap dari tubuhnya. "Aku mulai terpukau dengan auranya, Kyubi seranganku tidak mungkin bisa mengalahkannya, aku akan menyerangnya dan membuat celah, dan bagianmu adalah mengakhirinya" ucap Naaruto yang mengalihkan pandangannya ke Kyubi. Aura kegelapan mulai menghilang dari tubuh Kouya dan luka-lukanya telah pulih.

"Naruto, aku akan mengumpulkan sisa tenagaku sementara dia masih seperti itu" ucap Kyubi. "Baiklah aku akan berdiri didepanmu , aku juga akan membuat celah bagimu" ucap Naruto berjalan kedepan Kyubi. "Dia akan menyerang secara langsungkan dan aku akan menahannya sebisaku" Naruto memposisikan tangannya siap membuat kekkai. "Jika kau lengah kau akan mat-" , "Aku tidak berencan untuk mati disini, jika seranganmu payah aku tidak akan memaafkanmu" ucap Naruto menoleh kebelakang. "Heh...betapa tololnya dirimu, baiklah akanku pastikan semua ini selesai dengan racun terkuatku" ucap Kyubi mengibaskan ekornya dan mengeluarkan aura berwarna hijau tua, Naruto yang melihat itu hanya menatap kagum.

Kemudian mereka mengalihkan perhatian mereka kearah Kouya, "Apa?kau...aku menjadi monster karena kebencianku pada manusia, dan kau malah menjadi bawahannya" ucap Kouya marah. "Kouya.. apa kau lupa aturan hidup kita, kita serahkan semua kepada yang lebih kuat" ucap Kyubi. "Aku akan meningkatkan kekuatanku disini, dan aku akan merebut gunung kita yang direbut oleh Tokimori sialan itu" Kouya mengacungkan cakarnya, "GINRO" teriak Kouya mencoba menusuk Naruto dan Kyubi. "Ini dia" Naruto langsung mengayunkan tangan kanannya keatas.

Langsung didepang Naruto tercipta tiga kekkai yang berukuran sama besarnya, dengan tinggi tiga meter dan lebar dua meter, satu kekkai dengan kekkai lainnya berjarak sekitar satu meter. Kekkai Naruto berdiri kokoh menghalangi lajunya serangan ekor dari Kouya. Pada saat ekor Kouya sudah sangat dekat dengan kekkai Naruto yang paling depan Naruto mencoba untuk mempertahankan Kekkainya agar tidak hancur. tapi ekor Kouya langsung melubangi kekkai Naruto, melihat itu Naruto hanya tersenyum "satu" batin Naruto saat ekor Kouya menembus kekkainya yang pertama. "Dua, baguslah kecepatannya mulai melambat" Naruto tersenyum. "Sekarang, Kyubi" teriak Naruto memberi perintah pada Kyubi, saat ekor Kouya sudah menembus kekkai Naruto yang terakhir dan ekor itu berhenti tepat didepan wajah Naruto. Kyubi langsung merespon, setelah teriakan Naruto tiba-tiba ada ekor putih yang menembus ekor dada Kouya.

"Arggh" teriak Kouya kesakitan dan Kouya langsung jatuh terduduk. Setelah itu aura berwarna hijau tua menyeruag dari ekor Kyubi yang masih menancap didada Kouya, dan aura itu menyebar keseluruh tubuh Kouya. "Bagaimana tuanku tidak seperti yang kau kirakan" ucap Kyubi santai. "Melayani manusia tidak seperti yang kau kira juga" sambungnya dan melepas ekornya dari dada Kouya dan langsung dia jatuh tanpa daya untuk bangkit lagi.

"Huh..." Naruto bernafal lega, kekkainya juga mulai menghilang, ekor Kouya yang masih tertancap tadi langsung terkulai lemas tanpa bergerak sedikitpun. Perlahan tapi pasti Kyubi mulai berjalan mendekati Kouya. "Kouya" ucapnya setelah didepan Kouya. Kouya yang dipangil namanya membuka matanya dan menatap Kyubi. "Dasar bodoh, racunmu tidak berpengaruh padaku, jangan setengah-setengah mengincar dan membunuhku" ucap Kouya meremehkan. "Kouy-" , "Hentikan" teriakan seorang bocah yang tiba-tiba datang. Naruto menoleh pada bocah itu, ternyata dia adalah bocah ayakashi yang datang dengan ayakashi monyet dan burung. "Jika kau mau membunih bosku kau harus melakukan pada kami bulu" ucap bocah itu dan angukan kedua temannya. "heeh...jadi kera tidak mati, aku beri penghargaan pada kalian kerena setia padaku" ucap Kouya.

"Bos" ucap bocah tadi dengan wajah sedih. "Aku muak berkeliling dengan sampah seperti kalian, pergilah" ucap Kouya. Bocah sedih hingga hampir menangis, dia menundukan kepalanya dan berbalik "Goro, Taro ayo kita pergi" ajaknya pada kedua temannya. "Apa kalian yakin" tanya Naruto pada bocah itu. "Tidak apa-apa, ini yang bos inginkan dan peritah bos harus dipatuhi, itu lah tugas kami sebagai bawahannya" bocah itu mulai menangis dan mengelap air matanya dengan tangan kanannya. "Kenapa kau begitu setia pada-" , "Diamlah, bos sangat mengagumkan" ucapan Naruto dipotung bocah itu. "Bos sangat kuat dan keren bagi kami dia adalah penyelamat kami" ucapnya dengan bahu yang bergetar menandakan dia sedang menangis. Setelah menggelap air matanya dia berbalika "Bos...Kau yang terkuat dan terbaik yang pernah kami kenal, teriam kasih untuk semuanya" ucapnya langsung berlari dari area karasumori dan disusul kedua temannya.

"Ginro, lakukan sekarang" ucap Kouyaa. "Kouya, sudahku gunakan semua kekuatanku untuk serangan terakhirku tadi, hanya itu yang bisa kulakukan, Naruto kau harus menghabisi dia aku mohon" ucap Kyubi. "Tapi-" , "Tunggu omong kosong apa ini, aku menolak jika dilakukan oleh manusia, Ginro lakukanlah sendiri" ucap Kouya berusaha bangkit.

Tiba-tiba tubuh Kyubi diselimuti oleh aura berwarna hijau yang membuat Kyubi terkejut. "Oh tidak! Apa dia mencoba memulihkan diri, tunggu bukan apa yang sebenarnya terjadi" tanya Naruto entah pada siapa. "Apakah kekuatan Karasumori memberikan kekuatan untuk membunuh Kouya" Batin Kyubi. "Kouya, baiklah akan aku lakukan" ucap Kyubi langsung mengacungkan ekornya dan menusukannya ke dada Kouya. "Ginro kau menang" Ucap Kouya. "Maaf Kouya" Kyubi melepaskan ekornya dari dada Kouya. "Aku menyuntikan obat bius padamu, kau akan kehilangan kesadaranmu" sambung Kyubi. "Obat bius! Kau masih lembut seprti dulu" Ucap Kyubi. "Di saat-saat terakhir kau masi mengejekku seperti biasa" ucap Kyubi tersenyum.

Tubuh Kouya perlahan mulai memudar menjadi debu yang melayang tertiup angin, Kyubi hanya temannya yang perlahan-lahan menghilang.

"Naruto" ucap Sakura tiba-tiba datang entah dari mana. Naruto yang dipangil namanya menoleh kebelakang dimana sakura berjalan mendekatinya dan Hakubi disamping sakura. "perasaan apa ini?" tanya sakura. "Entahlah... seolah-olah kematiannya mendadak" jawab Naruto. "Ketika dia tidak ingin mati, Karasumori memberikan kekuatannya, ketika dia ingin mati Ditangan Kyubi Karasumori juga memberikannya kekuatannya, Apakah Karasumori bereaksi pada keinginan Kouya" Tanya Naruto. "Mungkin itu salah satu kekuatannya" Jawab Sakura.

"Selamat tinggal Kouya" ucap Kyubi yang berbicara pada gundukan Bulu sisa dari tubuh Kouya.