Kekkaishi : Shimimura Naruto
Disclaimer :I don't own anything from naruto manga. But this fic is mine
Rate : K
Pair : Naruto x Sakura
Warning : Typo, alur berantakan, OC, OOC.
Sumarry : Kekkaishi bertugas menjaga tanah yang memiliki kekuatan spirutual yang tinggi yang dapat meningkatakan kekuatan para ayakashi. Kini Naruto salah satu dari Kekkaishi bertugas menjaganya, apakah Naruto dapat melakukannya?
Yo...haha, dengan saya lagi sosok astral ini, ok saya hadir dengan chepter 8. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan pada kalian para pembaca.
1. menurut kalian bagus pakai nama Klan yang sebenarnya dari karakternya atau yang seperti ini?
2. Untuk Pair lebih bagus sesuai dengan cerita atau tidak?
dah itu aja agak usah banyak banyak.
Baiklah langsung aja,,,SELAMAT MEMBACA
Setelah kejadian kemarin, Naruto dapat hukuma karena telah melepas segel dari Kyubi dan dihari libur ini Dia harus membersihkan seluruh rumahnya, sedangkan Jiraiya, Minato, dan Boruto sedang bersantai sambil nonton Tv. Dan Naruto harus merangkak kesan kesini untuk mengepel lantai, "Sial kakek peot, tua bangka, ubanan, sudah tau ini hari libur saat saat aku bisa santai malah harus mengerjakan ini semua" umpat Naruto dengan suara yang pelan agar tidak menanbah masalah baru baginya takut kalau Jiraiya menambah hukumannya.
Setelah beberapa jam akhirnya pekerjaannya selesai. Naruto kini tengah beristirahat di teras belakang. "Naruto kau pasti lelah setelah menyelesaikan ini semua, ini ayah buatkan minuman" Ucap Minato datang sambil menyudorkan segelas minuman untuk Naruto. "Terima kasih ayah" tanpa pikir panjang Naruto langsung menyambar gelas tersebut dan langsung meminumnya sampai habis. "Huuuwwa...segarnya" sambung Naruto sambil mengelap keringat di dahinya. "Naruto apa kau lapar?" tanya Minato. "Iya ayah, aku sangat lapar, ternyata membersihkan rumah bisa melelahkan seperti ini, aku sangat kagum pada ayah yang setiap hari melakukan hal mebosan seperti ini" ucap Naruto yang menoleh menatap ayahnya, Minato hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya. "Baiklah ayah akan masuk dan akan memasak untukmu" Minato berdiri dan Naruto hanya mengangguk sambil terenyum pada Minato.
Setelah melihat ayahnya masuk kedalam rumah dia kembali melihat halaman belakang rumahnya. Matanya tertuju pada tanah yang berbentuk lingkaran yang pernah ia gunakan untuk latihan. "Sudahku putuskan" guman Naruto sambil berjalan mendekati bola tanah itu.
Hoi
Jyouso
Ketsu
Naruto membuat sebuah kekkai yang ia gunakan untuk mengangkat bola tanah tersebut. Tapi karena Naruto belum cukup kuat kekkai tersebut lenyap dan hanya bisa mengangkatnya sedikit ke atas. "Cih..." Naruto tidak senang dengan kegagalannya.
Ketsu
Berhasil kekkai tersebut berhasil mengangkat bola tersebut, tapi karena bola itu terlalu berat kekkai Naruto seperti sebuah karet yang membawa beban yang berat. Naruto benar benar fokus pada kekkainya yang mulai bergoyang. Bahkan tangan Naruto sedikit bergetar untuk mempertahankan kekkainya. "Bahkan dengan kekkai ini aku kesulitan untuk mengangkatnya, apa lagi kalau kugunakan kekkai kecil untuk menahannya" batin Naruto yang mengingat kakaknya berhasil mengangkat bola berat itu dengan kekkai kecil.
KAI
Setelah beberapa menit Naruto melepas kekkainya dan bola itu terjatuh sedikit menimbulkan getran ditanah. Naruto langsung jatuh terduduk dan bertumpu pada lututnya "Haah...haah..haah aku terlalu lelah untuk berlati~" belum selesai bicara Naruto langsung ambruk pingsan. Tapi Minato melihat Naruto, dia baru saja keluar dari rumah dengan membawa makanan untuk Naruto, tapi kini Naruto tengah tergeletak di halaman dekat bola tanah yang digunakan untuk latihan. Minato langsung melempar makanannya dan berlari mendekati Naruto.
"Naruto" teriak Minato berlali dan melempar makanan yang ia bawa. "kau tidak apa apa?" teriak Minato panik dan langsung memangku kepala Naruto. "Ada apa Minato?" tanya Jiraiya yang baru saja datang bersama Boruto. "Entahlah tapi tiba tiba aku melihat Naruto pingsan disini" Jawab Minato. Jiraiya melihat kondisi saat ini yang pingsan dekat bola tanah, "Kau tak usah khawatir Minato, dia hanya kelelahan" ucap Jiraiya sedikit santai. "Dia memaksakan tubuhnya untuk berlatih" sambung Jiraiya.
Akhirnya Naruto digendong Minato masuk kedalam rumah, dia ditidurkan dalam kamarnya. "Sudahlah...tinggalkan dia biarkan dia istirahat" Jiraiya mengelus pungung Minato menenangkannya, Dan dibalas anggukan oleh Minato.
SKIP
petang telah tiba, dan saat ini Naruto susah sadar, dia menoleh pada jam yang terletak diatas meja dekat tempat tidurnya. dan itu menunjukkan jam setengah tujuh, "Jadi kau sudah sadar?" Jiraiya yang duduk ditengah ruangan beralaskan sebuah bantal yang biasa untuk duduk. "Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu" sambung Jiraiya. "Siapa itu ka~"
TOK...TOK...TOK
Belum sempat Naruto menyelesaikan ucapannya tiba tiba pintu ada yang mengetuk "Boleh saya masuk" seseorang berucap, dan suara orang yang terdengar familiar bagi Naruto. "Masuklah" setelah Jiraiya memberi izin pintu pun terbuka dan nampak seorang pemuda yang Naruto kenal. "Teme apa yang kau lakukan disini?" tanya Naruto pada temannya Sasuke. "Aku diperintahkan oleh kakakmu untuk membantumu" ucap Sasuke. "Aku tidak butuh bantuan darimu, aku bisa lakukan sendiri, dan dari mana saja kau baru nongol beberapa hari ini kau tidak ada?" Naruto bertanya pada Sasuke yang beberapa hari ini tidak masuk sekolah dan tidak ikut membasmi Ayakashi.
"Aku ditugaskan untuk mengawal kakakmu untuk rapat Organisasi rahasianya" jawab Sasuke singkat. "Aku tidak menyangka kalau kau masih lemah bahkan sampai melepas segel dari Kyubi hanya untuk membantumu" sambung Sasuke. "Diam kau, baru datang sudah ngajak ribut" ucap Naruto sedikit kesal, Sasuke hanya tersenyum. "Setidaknya aku tidak sebodoh dirimu, pffff..." Sasuke sampai mengembungkan pipinya hanya untuk menahan tawa, Naruto langsung berdiri dari tempat tidurnya "Diam kau tutup mulutmu, atau kuhabisi kau manusia jadi jadian" teriak Naruto sambil menunjuk nunjuk Sasuke. "Siapa yang kau maksud manusia jadi jadian heee" Sasuke mulai geram dengan ucapan Naruto. "Tentu saja kau baka, Teme baka" ucap Naruto yang juga mulai geram pada Sasuke. "Dobe kemari kau akanku hajar kau" Sasuke mendekat dan siap memukul Naruto, Naruto tidak tinggal diam dia juga memasang kuda kuda.
BUK
BBUUAAK
DDUUAAK
"Apa kalian masih mau lagi?" Jiraiya lah yang ternyata yang memukul mereka berdua. "Ampuni saya Jiraiya-sama/kakek" ucap mereka bersama sambil sujud pada Jiraiya. "Dengarkan aku, kalian harus saling membantu dan tolong menolong"
"Tidak jika dengan dia" Ucap Naruto dan Sasuke bersamaan saling melihat satu sama lain. "INI PERINTAH JIKA ADA YANG MENOLAK MAKA DIA AKAN BERURUSAN DENGANKU" Jiraiya berteriak dengan sangat keras, bahkan Minato dan Boruto yang ada diruang keluarga harus menutup telinga mereka. Sedangkan Naruto dan Sasuke berkeringat dingin mendengar ucapan Jiraiya
SKIP
"Sial jika bukan karen kakek ogah aku kalo harus dibantu olehnya" batin Naruto sambil melirik Sasuke yang berdiri disebelahnya. Kini mereka telah berada di sekolahan Karasumori melakukan tugas mereka membasmi Ayakashi. Tidak beberapa lama, munculah Ayakashi yang disadari mereka, mereka berlari mencari ayakashi tersebut. Hingga akhirnya mereka menemukkannya. Ayakashi kali ini adalah ayakashi perempuan yang wajahnya sangat besar, dan wajah itu menyatu dengan sebuah lingkaran berwarna merah yang setiap sisinya memiliki gerigi yang runcing(Seperti surigen yang ditengahnya memiliki wajah gitu aja biar gampang dipahami)
"Tidakku sangka akan bertemu dengan para penjaga tempat ini kukukuku" ayakashi itu tertawa meremehkan Naruto dan Sasuke. Sasuke tanpa pikir panjang lagi, dia merubah tangannya menjadi cakar, dia langsung berlari maju untuk menghabisi ayakashi shurigen itu, "Jadi kau ingin bermain denganku" ayakashi mengubah posisi bagian sampingnya kearah Sasuke, kemudian ayakashi itu berputar bagaikan roda, Sasuke kaget dengan hal itu, dia langsung berhenti dan melompat kebelakang kembali ketempat berdirinya Naruto.
Ayakashi itu langsung melaju dengan putaran yang gila mengarah ke Naruto dan Sasuke, Naruto dan Sasuke langsung melompat kesisi yang berbeda agar mereka tidak terpotong oleh gigi tajam dari Ayakashi itu. "Cih...ini pasti akan merepotkan" Naruto kesal dengan kedatangan ayakashi ini. "KETSU" Naruto mengacungkan tangannya keatas membuat kekkai didepan Ayakashi tersebut, tapi itu tidak menghentikan ayakshi tersebut malahan kekkai Naruto terbelah menjadi dua. "Hahahaha...kekkai lemah seperti itu bagaimana bisa menghentikanku"ejek Ayakashi tersebut sambil berhenti berputar.
"Naruto" teriak Sakura yang baru saja datang bersama Hakubi. "Maaf aku telat, ehh ada Sasuke dari mana saja kamu? dan bagaiman kabarmu?" tanya Sakura, tapi Sasuke tidak mengubrisnya dan masih tetap menatap kearah Ayakashi Shurigen. "Apa kau tidak lihat kalau situasinya tidak memungkinkan untuk menanyaknmenanyakan kabar?" Naruto sedikit kesal pada Sakura karena sudah telat datang dan sekarang mengajak ngobrol Sasuke saat melakukan tugasnya menjaga tanah Karasumori. "Ahh..maaf" Sakura langsung memasang kuda kudanya siap untuk menyerang.
"Wahh...mainan ku bertambah satu dan dia cantik" Ayakashi itu tersenyum. "Sudah cukum main mainnya" Sasuke mulai geram dia langsung berlari kearah Ayakashi itu. "KETSU" Naruto juga mencoba menyerang, tapi tetap sama saja kekkainya dapat dibelah oleh Ayakashi itu.
Pertarungan masih berlanjut hingga berpindah pindah tempat, sekarang mereka tengah bertarung didalam gedumg sekolahan. Sasuke terus mencoba mencari celah untuk menyerang, tapi dia selalu diserang lebih dulu. beberapa ruangan hancur akibat pertarungan antara tiga penjaga muda ini dengan ayakashi. "Mungkin itu bisa" batin Sasuke yang telah menemukan cara untuk mengalahnkan ayakashi tersebut, dia mendekatmenanyakan kearah Naruto dan membisikkan sesuatu pada Naruto, Naruto hanya mangguk mangguk setelah dibisiki Sasuke. Ayakashi kembali berputar tapi Sasuke malah menerjang maju, "Dasar bodoh apa yang kau lakukan?..." teriak Naruto yang bingung dengan apa yang dilakukan Sasuke. "Diam lah, fokus saja pada ayakashi" jawab Sasuke.
Sasuke menangkap sisi yang tumpul dari ayakashi tersebut di mencengkram dengang kuat berusaha menghentikan putaran dari ayakashi tersebut, tapi ayakashi tersebut tau apa yang ingin dilakukan Sasuke dia menanbah kecepatannya dan membuat Sasuke hampir ikut berputar kalau tidak melepaskannya cengkramannya. "Jadi kau ingin menghentikanku bocah" tanya Ayakashi. Ayakashi kembali berputar mengelinding kearah Sasuke. "KETSU" Naruto langsung membut kekkai yang menyerang titik tengah dari ayakashi tersebut, ayakashi tersebut terdorong hingga keluar gedung. "Sialan kau bocah, berani sekali kau menyerang tepat diwajahku" teriak ayakashi tersebut mulai marah. Ayakashi mengubah posisinya tertidur dan dia juga memulai berputar kembali, Ayakashi tersebut milai terbang seperti helikopter, "Sekarang coba serang aku hhaha" ejek Ayakashi. "KETSU...KETSU..KETSU" Naruto mencoba mengurung sang Ayakashi tapi nihil kekkainya tidak ada yang bisa menangkapnya.
"Biar aku yang mendekat, kau dau Sakura buat kekkai untuk tempat berpijakku" perintah Sasuke,dan di balas anggukan Naruto dan Sakura. Sasuke bersiap siap dengan memposisikan tubuhnya seperti atlit yang akan lomba lari. Tiba tiba kedua kaki Sasuke berubah menjadi kaki srigala dari paha sampai kakinya berubah.
WUSSS...
Satu kali hentakan Sasuke sudah melesat dengan cepat, dia mencoba mencari celah kembali di atas sambil melompat kesana kesini mengelilingi Ayakashi. Naruto dan Sakura juga membantu memcari celah untuk menyerang, tapi kerjasama mereka membuahkan hasil, Sasuke kembali memegang titik tumpul dibagian sisi lingkaran, dia mencoba menghentikan putaran tapi karena dia ada diatas udara tanpa ada yang menjadi pijakan. "Sekarang Naruto" Teriak Sasuke yang saat ini ikut berputar karena ia memegang Ayakashi tersebut. "KETSU" teriak Naruto, dia membuat sebuah kekkai yang mengurung wajah atau titik tengah dari lingkaran itu. Putaran dari Ayakashi tersebut berhenti karena titik kelemahannya telah diketahui, kelemahannya ada ditengah tepat diwajah, karena Ayakashi itu kuat karena putarannya yang sangat cepat hingga bisa memotong apa saja.
"Apa bagaimana mungkin, lepaskan sialan" rengek Ayakashi itu mulai ketakutan. "Dalam mimpimu kami akan melapaskanmu" teriak Naruto dari bawah. Sasuke melumpat turun dan mendarat tepat didepan Naruto dan Sakura.
DUUAAKK
"Sial...apa yang kau lakukan?" Teriak Sasuke yang mendapat jitakan dari Naruto. "Dasar bodoh, tadi kau bilang akan menggalihkan perhatiannya, tapi apa?...kau malah asal menerjang maju, apa kau berniat bunuh diri" ucap Naruto.
DUUAAK
Sasuke membalas jitakan dari Naruto hingga muncul benjulon yang sama di kepalannya. "Kau sendiri yang bodoh, setidaknya aku tau cara menghentikannya, tidak seperti kau yang hanya bisa membuat sebuah kubus biru transparan lemah" balas Sasuke yang berteriak membela diri. "Kalau tau begitu, lebih baik tadi ku biarkan kau jadi serigala cincang"
"Apa katamu?...apa kaupikir aku akan mati semudah itu haahh"
"Tentu begitulahkau, teme yang bodoh"
"Kemari kau akanku tunjukan bagai mana rasanya dicabik-cabik"
"Aku tidak takut dengan tangn hias cantikmu itu"
Sakura hanya menepuk jidatnya karena ulah teman-temannya. Ya pada akhitnya Sakuralah yang memisahkan mereka. Ayakashi yang tertunda utuk dibasmi hinga akhirnya dibasmi oleh Sakura dengan cara mebuat kekkai yang mengurung seluruh tubuh ayakashi dan kekkai Naruto, dan "METSU" sang ayakashi lenyam menyisakan sebuah kepulan asap. tidak lupa Sakura juga yang menggunakan TEKETSU untuk mengiri sisa dari ayakashi tersebut ke alamnya.
TBC
