SECRET ADMIRER
.
.
.
.
Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), Kim Jongin (little bit KaiHun), and other cast
Genre : Romance, School life, yaoi
Rated : M
.
.
.
Chapter 2 (One Day Before the Second Clue)
.
.
.
"Sehun!"
Baekhyun memanggil Sehun saat Sehun sampai di kelasnya.
"Ada apa lagi Baek? Ada surat misterius lagi?" Tanya Sehun.
"Kali ini tidak ada, haha. Pinjam bukumu Sehun, aku belum menyalin catatan kimia kemarin"
"Kau ini, ambil saja di tas ku"
Baekhyun mengambil buku milik Sehun di dalam tasnya, setelah itu ia langsung menyalinnya.
"Jongdae mana? Kau berangkat sendiri?"
"Iya, habis dia lama sekali, ku tinggal saja"
Bel masuk pun berbunyi, namun Jongdae belum masuk juga.
"Hei, Jongdae tidak masuk atau dia telat? Kau tak menghubungi nya tadi?"
"Mana ku tahu, sepertinya dia telat, aku sudah menghubunginya tadi pagi dan dia bilang dia masuk"
"Hah, sialan sekali guru botak itu, pagi-pagi sudah dibuat basah seragamku"
"Jongdae!" Panggil Sehun dan Baekhyun bersamaan.
"Kau telat?" Tanya Sehun.
"Tidak telat juga sih, aku datang pas sekali saat bel masuk berbunyi, mungkin lagi sial saja. Chanyeol sunbae yang datang nya bersamaan denganku saja tidak terkena hukuman, mungkin karena si botak itu tidak melihatnya dan hanya melihatku. Lalu aku disuruh berlari mengelilingi lapangan sebanyak 10 putaran" Jelas Jongdae.
Tunggu. Chanyeol? Jongdae menyebutkan nama Chanyeol? Mungkin berbeda dengan Chanyeol yang menolongnya kemarin malam. Entahlah Sehun sendiri tak mau ambil pusing.
"Ya jelas lah, siapa juga yang ingin menghukum anak pemilik sekolah! Lagipula sudah kubilang jangan tidur larut malam, pasti kau selalu bangun kesiangan!" Omel Baekhyun.
"Sudah, jangan memarahinya terus Baek, lebih baik kau teruskan saja salinanmu, Jung seonsaengnim sebentar lagi akan tiba" lerai Sehun.
"Oh tidak, matilah aku!"
Baekhyun langsung melanjutkan kembali kegiatannya menyalin buku kimia milik Sehun.
"Jongdae, sebelahmu kosong? Kai kemana?" Tanya Sehun yang menghadap ke belakang karena Jongdae duduk di belakangnya.
"Uh Sehun tumbenan sekali mencari Kai, merindukannya, eh?" Goda Jongdae.
"Shut up Jong! Urusi saja bebek karetmu itu!"
"Yak! Sehun, jangan keras-keras, nanti yang lain mendengar. Kau tidak tahu? Kai izin tidak masuk, dia sakit"
'Pantas saja tidak terlihat' batin Sehun.
"Oh"
"Jongdae" panggil Sehun lagi.
"Apa lagi Sehun-ku sayang?"
"Jijik sekali Jong, eerrr " sahut Baekhyun yang sedang menghadap depan dan masih berkutat dengan catatannya.
"Iri saja kau Baek" sahut Jongdae.
"Sstt, sudah lah. Jongdae kau kenal orang yang bernama Chanyeol?" Tanya Sehun.
"Kau tidak tahu Sehun? Kau ini sekolah dimana? Masa begitu saja tak tahu"
"Hei, aku kan sibuk kerja, mana ada waktu aku mengurusi gosip-gosip sekolah" Sehun memutar bola matanya malas.
"Huh, kau benar-benar tak tahu? Chanyeol sunbae , murid kelas 12-3 itu, dia itu adalah anak pemilik sekolah ini. Ibunya pemilik yayasan sekolah kita. Dia sangat populer di sekolah ini, banyak wanita yang tergila-gila dengannya. Tapi ya begitu, dia dingin sekali orangnya. Dia juga cuek kepada orang yang tak dikenalnya, sombong, suka berbuat seenaknya"
Sehun terdiam. Chanyeol sunbae ? Kenapa ia benar-benar tak tahu sama sekali?
"Sehun? Kenapa terdiam? Kau benar-benar tidak tahu ya? Wajahnya pun tak tahu?"
Sehun menggeleng menyahuti Jongdae.
"Astaga.. makanya kalau ku ajak ke kantin itu kau ikut, bukannya tidur di kelas"
"Yak! Aku kan mengantuk karena kurang tidur"
"Kali ini kau harus ikut aku dan Baekhyun ke kantin nanti, ku tunjukkan kau yang mana Chanyeol sunbae , biasanya dia selalu ada duduk-duduk di kantin dengan geng nya"
Sehun mengangguk menyahuti Jongdae. Semoga saja Chanyeol yang menolongnya kemarin berbeda dengan Chanyeol kakak kelasnya.
.
.
.
Pelajaran Jung seonsaengnim sudah selesai 10 menit yang lalu sebelum bel istirahat berbunyi. Jung seonsaengnim memang baik, selalu menyisakan 10 menit terakhir sebelum istirahat, jadi murid-murid punya waktu tambahan 10 menit untuk istirahat. Untung saja Baekhyun bisa tepat menyelesaikan catatannya tepat sebelum Jung seonsaengnim , kalau tidak bisa saja ia tidak bisa istirahat karena walaupun beliau itu baik, ia tak segan-segan menghukum berat muridnya yang tak menyelesaikan tugasnya.
"Baek, Baek, Baek" panggil Sehun sambil merapikan bukunya.
"Ada apa Sehun?" Sahut Baekhyun.
"Kau tahu tidak? Semalam saat aku pulang kerja, aku mendapatkan pesan aneh di ponselku dari orang misterius"
"Serius? Coba lihat ponselmu"
Sehun memberikan ponselnya pada Baekhyun.
"Kau sudah mencoba untuk menelpon nomor ini?"
"Tidak, malas untuk meladeninya. Lagipula dia memakai privat number , percuma saja"
"Aku penasaran sekali, aku ingin menangkap siapa pelakunya" gereget Baekhyun.
"Sudahlah biarkan saja, nanti dia juga lelah sendiri menerorku"
"Kau simpan surat kemarin kan?"
"Masih kusimpan, kenapa memangnya?"
"Bagus, jangan dibuang. Simpan dulu, mungkin masih ada clue lain. Pesan di ponselmu juga jangan di hapus dulu, oke?"
"Baiklah. Oiya, Baek, aku merasakan hal ganjil lagi"
"Apa itu Sehun?"
"Kau masih ingat kalimat yang tertulis di surat misterius diatas kotak pepero itu kan?"
"Iya, memangnya kenapa?"
"Kemarin, saat Kai mengantarku ke tempat kerja dan dia akan pamit pulang, dia mengatakan kalimat yang persis sekali dengan di surat itu"
"Benarkah?"
"Iya, kalimat nya seperti ini 'jangan terlalu lelah ya, nanti kau bisa sakit, aku tak mau kau jatuh sakit, kalau sakit aku yang repot'. Memang tidak persis sekali sih, tapi tetap saja sama kan?"
"Jangan-jangan..."
"Hei Sehun, Baekhyun, kalian sedang apa sih?! cepat ke kantin! Perutku sudah lapar" panggil Jongdae.
"Berisik sekali sih. Ayo Sehun, kita ke kantin, kita lanjutkan nanti saja, siapa tau kau bisa melihat Chanyeol sunbae " ajak Baekhyun.
"Baiklah, aku ikut"
.
.
Sehun, Baekhyun, dan Jongdae sampai di kantin. Keadaan kantin sangat penuh dan sesak sekali, ini juga salah satu alasan mengapa Sehun malas sekali pergi ke kantin.
Mereka bertiga mengambil tempat di sudut kantin, pilihan Sehun sih karena Sehun tak terlalu suka keramaian.
"Mau makan apa? Biar aku yang pesankan" sahut Jongdae.
"Just a bottle of banana milk, please" ucap Sehun.
"Tteokbeokki pedas satu ya" pinta Baekhyun.
"Oke tunggu disini"
"Baek" panggil Sehun.
"Apa Hun?" Sahut Baekhyun.
"Orang yang bernama Chanyeol, eum maksudku Chanyeol sunbae yang mana?"
"Ada dua kemungkinan sih, pertama dia belum datang ke kantin, atau kedua dia memang sudah pergi duluan. Kau tunggu saja"
"Baiklah"
"Sehun, Sehun, Sehun!" Panggil Jongdae sambil membawa pesanan Sehun dan Baekhyun ke meja kantin yang mereka duduki.
"Ada apa Jong?" Sahut Sehun.
"Itu, Chanyeol sunbae !" Tunjuk Jongdae ke arah segerombolan geng yang baru masuk ke kantin.
Semua pasang mata yang ada di kantin sontak melihat ke arah geng tersebut. Mereka menyebut geng itu dengan sebutan "the exclusive man" . Geng yang terdiri dari anak kelas 12-3 yang notabene anak konglomerat semua itu yakni Suho, Kris, Lay, dan Chanyeol sebagai ketua geng nya.
"Oh god, the exclusive man " ucap Baekhyun yang melihat geng itu lewat tanpa berkedip.
Sehun yang penasaran langsung melihat kearah yang sama dengan penglihatan semua pasang mata yang ada disini.
.
Deg.
.
Dia..
'Aku tak salah lihat kan? Dia Chanyeol yang kemarin menolongku? Dia... kakak kelasku?'
Sehun terdiam. Sehun tidak dapat berkata apapun selain hanya bisa melihat dengan matanya sendiri. Tiba-tiba tak sengaja mata milik Sehun dan milik Chanyeol bertubrukan.
"Sehun?" Gumam Chanyeol.
"Hah? Kau bilang apa Chan?" Tanya Kris yang ada disampingnya.
"Tidak ada"
Sehun segera mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Baekhyun, Jongdae, aku pergi duluan ya, ingin ke toilet" Sehun pamit duluan pada Baekhyun dan Jongdae.
"Eh kenapa? Kau sakit perut?" Tanya Baekhyun.
"Tidak, hanya ingin buang kecil" jawab Sehun yang langsung berlalu keluar kantin.
"Sehun aneh" ucap Jongdae.
"Aneh kenapa, huh?" Tanya Baekhyun.
"Aneh saja, tingkahnya gelagapan seperti itu" sahut Jongdae sambil menyeruput kuah ramen dari mangkuknya.
.
.
Sehun berbohong. Tentu saja ia tidak sungguhan pergi ke toilet. Sekarang ia ada di taman belakang.
"Dia sungguhan Chanyeol yang menolongku semalam? Kenapa beda sekali? Ku kira dia orang biasa, ternyata... ah sudahlah aku lelah memikirkannya"
Sehun memejamkan matanya dibawah pohon rindang yang ada di taman belakang, menikmati semilir angin yang berhembus meniup anak-anak rambutnya. Hingga tak tersadar Sehun tertidur pulas.
.
.
.
.
.
"Hei bangun, mau sampai kapan kau tertidur disini?"
Sehun bangun dari tidurnya. Membuka perlahan kedua matanya, lalu mengedip-ngedipkan matanya sebentar untuk menormalkan cahaya yang masuk kedalam matanya.
Sehun langsung membolakan kedua matanya lebar-lebat saat melihat orang yang di depannya.
"K-kau... Chanyeol-ssi ? Ah maaf, maksudku Chanyeol sunbae... Annyeong" sapa Sehun gugup.
"Tak ku sangka bisa satu sekolah denganmu, dunia memang sempit ya?" Chanyeol terkekeh.
"Astaga, aku harus masuk ke kelas sekarang, setelah ini pelajaran Kim seonsaengnim !" Sehun panik dan langsung bangun dari duduknya.
"Hei mau kemana? Semua kelas sudah berakhir jam pelajarannya sejak 10 menit yang lalu"
"Apa?! Oh tidak, aku membolos, tamatlah riwayatku" Sehun menjambak kasar rambutnya.
"Sudah pulang sana"
"Aku harus bekerja"
"Ah, aku lupa. Kalau begitu, selamat bekerja. Aku duluan ya, masih ada les tambahan"
Chanyeol pergi meninggalkan Sehun yang masih mematung. Kata orang-orang Chanyeol dingin, cuek, dan sombong, tapi kenapa dia tidak bersikap seperti itu didepannya? Entahlah, lagi-lagi Sehun lelah memikirkannya.
Sehun bergegas lari menuju kelasnya, mengambil tasnya, lalu ke loker untuk mengambil sepatu kerjanya.
"Sehun!" Panggil Baekhyun.
Baekhyun berlari menghampiri Sehun.
"Kau kemana saja sampai membolos pelajaran terakhir?" Tanya Baekhyun.
"Aku ketiduran di taman belakang. Sudah lah aku mau mengambil tasku di kelas"
"Hei, kelas sudah dikunci, untung saja aku tak lupa menyelamatkan tasmu. Astaga kelelahan sekali ya sampai tertidur di taman belakang? Kan sudah ku bilang cari pekerjaan yang tidak menuntutmu pulang larut malam, Hun"
Sehun mengambil tasnya dari Baekhyun.
"Terimakasih Baekhyun. Maaf tapi aku tak bisa, cuma itu satu-satunya pekerjaan yang bisa aku dapatkan, lagipula aku kan masih sekolah dan belum mendapat ijasah, bagaimana bisa aku melamar pekerjaan ke tempat yang lebih enak? Aku butuh uang untuk menghidupi kebutuhanku dan untuk membiayai sekolahku, Baek" jelas Sehun.
"Susah juga ya hidup mandiri sepertimu, aku prihatin—" Baekhyun menepuk-nepuk pundak Sehun. "—tapi jangan sampai membuat badanmu drop dan juga berpengaruh pada nilaimu ya"
"Oh ya, omong-omong kenapa kau pergi begitu saja dari kantin? Kau sungguhan pergi ke toilet? Gelagatmu sangat aneh tadi, seperti sedang menghindari sesuatu" cecar Baekhyun.
"U-uh itu.. ahahaha masa iya sih, tidak kok, aku benar-benar ke kamar mandi karena ingin buang air kecil, setelah itu aku pergi ke taman belakang" Sehun menjawab pertanyaan Baekhyun dengan kikuk sambil menggaruk-garuk tengkuk nya yang sama sekali tidak gatal.
"Sehun, mau ikut tidak? Aku dan Jongdae ingin menjenguk Kai di rumahnya sebentar. Barangkali kau bisa meluangkan waktumu sedikit untuk menjenguknya" ajak Baekhyun.
"Ah iya hampir lupa, kalau begitu aku ikut menjenguk bersama kalian"
Asik berbincang, Sehun dan Baekhyun sampai ke tempat loker. Sehun mengambil kunci loker lalu membuka loker itu.
.
.
"Astaga Baekhyun, lihatlah!" Pekik Sehun.
.
.
.
Astaga kenapa itu? Wkwk
Masih kependekan ya? Gpp lah yang penting rajin apdet kan/yha
Udah ada yang bisa nebak siapa secret admirer nya? Yang udah bisa keren deh, wkwk
.
.
.
.
So, don't forget to review gais!
