SECRET ADMIRER

.

.

.

Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), Kim Jongin (little bit KaiHun), and other cast.

Rated : M

Genre : Romance, School life, yaoi

.

.

.

Chapter 4 (Third Clue : Radio)

.

.

.

"Oh god, apa lagi ini?"

Sehun mengambil sebuah kardus yang tadi menubruk di depan kakinya.

"Ada apa Sehun?" Tanya Kai.

"Entahlah, Kai"

Sehun membuka kardusnya, lalu melihat isinya.

"Radio? Siapa yang mengirimnya Sehun?" Tanya Kai kebingungan.

"Aku tak tahu"

Sehun melihat isi kardus itu lagi. Di radio itu tertempel sticky note. Sehun mengambil sticky note itu lalu membacanya.

.

Oh Sehun, apakah kau ingat benda ini? Radio tua yang dulu kau gunakan untuk menghiburku. Aku harap kau mengingat siapa aku.

-pengagum rahasiamu-

.

"Sehun?" Panggil Kai.

Kai merampas sticky note yang ada di tangan Sehun. Sehun hanya terdiam sambil mengingat sesuatu.

"Sehun? Hei, kenapa diam? Sialan, sejak kapan kau mendapatkan hal seperti ini? Ini bukan pertama kalinya kan?!" Ucap Kai setelah membaca sticky note itu.

"Entahlah, aku sedang memikirkan siapa pengirim benda ini, sepertinya ia mengenalku"

"Jangan terlalu dipikirkan, aku akan mencari siapa yang menerormu seperti ini. Sudah, masuk dan istirahatlah"

Kai mendorong Sehun masuk ke dalam apartemennya.

"Kalau begitu aku pulang ya Sehun, istirahatlah"

"Baiklah, terimakasih Kai"

Kai pergi meninggalkan apartemen Sehun.

.

Setelah mandi, Sehun segera naik ke ranjang tidurnya, mengambil ponsel nya di atas nakas, lalu merebahkan dirinya. Sehun perlu memberitahu semua ini pada Baekhyun. Ditekannya dial untuk menelpon Baekhyun.

"Halo?" Sapa suara di seberang sana.

"Baekhyun!"

"Ya Sehun, ada apa kau menelpon ku malam-malam?"

"Aku ingin memberitahukanmu sesuatu hal"

"Apa itu Sehun?" Tanya Baekhyun.

"Saat aku pulang kerja bersama Kai tadi, dia mengiriku barang aneh lagi di depan pintu apartemenku"

"Dia? Maksudmu penggemar rahasiamu itu?"

"Ya. Dan kau tahu apa yang ia berikan kali ini? Sebuah kardus berisi radio tua"

"Hah? Radio tua? Yang benar saja"

"Iya, lalu di radio itu seperti biasa ia menempelkan sticky note. Dia bilang dulu aku sering menghiburnya dengan radio tua ini. Tapi aku tak bisa mengingat apa-apa"

"Jangan dipaksakan Sehun, tak usah dipikirkan, besok saat sekolah tunjukkan radio beserta sticky note itu ya. Hah, kalau sampai aku tahu siapa dia, akan ku hajar dia sampai tak bisa bangun"

Sehun tertawa.

"Sudah dulu ya Baek, aku lelah ingin istirahat"

"Ah iya, istirahatlah, kau pasti lelah. Bye , Sehun"

Sehun memutuskan sambungan teleponnya.

.

.

.

"Darimana saja kau Chanyeol?!"

Ibu Chanyeol berada di apartemen Chanyeol. Ia menyusulnya ke apartemennya karena Chanyeol tak kunjung pulang ke rumahnya.

"Aku habis main, bu. Aku lelah terus-terusan belajar!"

"Sudah tak pernah pulang kerumah, ke apartemenmu sendiri saja jarang. Tidur dimana kau?!"

"Menginap di rumah teman, bu. Sekali-kali memangnya tak boleh? Berhentilah mengekangku, bu!"

"Baiklah, dengan satu perjanjian"

"Perjanjian apalagi, bu?" Desis Chanyeol.

"Ibu tak akan mengekangmu sampai kelulusan sekolah menengahmu nanti, tapi setelah itu kau harus tinggal dengan grandma dan berkuliah disana! Tidak ada penolakan atau kau segera ku nikahkan dengan anak kolega ibu! Mengerti?"

Chanyeol terdiam sebentar.

"Baiklah bu.."

.

.

.

Sehun tiba di sekolah pukul 6 lewat 45 menit. Masih ada setengah jam lagi sebelum bel masuk berbunyi. Sehun melihat ke samping mejanya. Tumben sekali Baekhyun belum datang, padahal biasanya dia selalu datang lebih awal daripada dirinya.

Sehun menaruh tas nya diatas meja, mendudukkan dirinya lalu meletakkan kepala nya diatas tas yang ada diatas meja. Memejamkan matanya sebentar, ia rasa jadwal tidurnya menjadi sangat sedikit sejak ia bekerja.

.

"Sehun!"

"Astaga Baekhyun, kau mengagetkanku!"

"Siapa suruh pagi-pagi sudah tertidur saja"

Baekhyun duduk di sebelah Sehun.

"Kau baru datang?"

"Ya, ini semua gara-gara Jongdae. Hari inu dia membawa motor dan sialnya mogok di tengah jalan. Itulah yang membuatku datang agak terlambat"

"Jongdae dimana sekarang?"

"Entahlah, sepertinya ke kantin"

"Hoi Baekhyun, kenapa kau meninggalkanku?"

"Kau lambat sekali"

Jongdae mengambil tempat duduk seperti biasa, dibelakang Sehun.

"Hoi, bro ! Sudah sembuh?" Panggil Jongdae saat melihat Kai masuk.

"Hanya kaki terkilir saja, tak apa" sahut Kai, lalu duduk di sebelah Jongdae.

"Sehun!" Panggil Baekhyun.

"Ya, Baek?"

"Coba perlihatkan padaku yang semalam kau ceritakan"

Sehun mengambil benda itu dari dalam tasnya. Lalu menyerahkannya pada Baekhyun. Baekhyun mengambil nya dan membaca sticky note yang tertempel di radio tua itu.

"Hah aku semakin gemas sekali ingin menangkap pelakunya" ucap Baekhyun greget.

"Baek, ini bukan pertama kalinya Sehun mendapatkan hal aneh seperti ini kan?" Tanya Kai.

"Iya, sudah 3 kali sehun mendapatkan semua hal aneh ini, Pepero, bunga Azalea, dan Radio tua ini" jelas Baekhyun.

"Jadi pepero dan bunga itu pemberian orang aneh itu juga? Sialan, akan kuhajar kalau ketangkap"

"Sudahlah, biarkan saja" sahut Sehun.

"Ini tidak bisa dibiarkan Sehun, kau diteror" ucap Jongdae.

"Iya Sehun, kau tenang saja, kami semua akan membantumu menangkap pelakunya" ucap Kai.

"Daripada kalian pusing-pusing mencari orang gila yang menerorku itu, lebih baik kalian belajar. Ujian semester tinggal seminggu lagi"

"Ya, kau benar. Aarrgghh itu membuatku frustasi" Baekhyun mengacak-acak rambutnya.

.

.

.

Disinilah Sehun sekarang. Berada di ruang perpustakaan yang sepi dan sunyi. Ia beruntung sekali mendapatkan jam kosong selama 3 jam karena Lee seonsaengnim absen untuk mengajar. Jadilah Sehun disini untuk belajar menyiapkan ujian semesternya yang tinggal seminggu lagi.

"Sehun" panggil seseorang dengan suara berbisik.

Sehun menolehkan kepalanya ke sumber suara.

"Chanyeol hyung ? Sedang apa disini?"

"Belajar—" Chanyeol mengambil kursi di sebelah Sehun "—kau tahu kan jam murid kelas 12 sudah kosong dan hanya digunakan untuk belajar, untuk mengejar ujian akhir sekolah. Kau sendiri, kenapa tak masuk kelas dan belajar disini?"

"Kelasku mendapatkan jam kosong, hyung "

"Baguslah kalau begitu"

"Bagus apanya?"

"Kau bisa membantuku belajar" ucap Chanyeol dengan cengiran lebarnya.

"Baiklah hyung , sini ku bantu. Kau tak mengerti pelajaran apa?"

"Ekonomi. Ajari aku pelajaran ekonomi"

"Baiklah. Coba sekarang hyung kerjakan dulu soal ekonomi ini, biar aku tahu materi mana yang tak hyung mengerti"

Senyum menyodorkan soal ekonomi pada Chanyeol.

"Baiklah Sehun, aku kerjakan"

20 menit berlalu. Sehun yang sedang sibuk membaca bukunya dan Chanyeol yang masih berkutat dengan soalnya.

"Hyung " panggil Sehun.

"Hm?"

"Setelah lulus, kau ingin kuliah dimana dan di jurusan apa?"

"Entahlah, tapi ibuku menyuruhku mengambil jurusan bisnis. Makanya aku menekuni materi membosankan ini"

"Oh begitu. Aku akan membantumu untuk bisa masuk jurusan yang ibumu inginkan, hyung "

"Terimakasih, Hun. Sudahlah lanjutkan belajarmu, nanti kalau sudah selesai ku panggil"

Sehun kembali membaca buku biologi nya, yang baru saja sampai pada bab 2.

.

"Sehun, aku sudah selesai"

1 jam berlalu dan kini Chanyeol sudah selesai mengerjakan soalnya. Karena Sehun tak kunjung menyahuti panggilannya, Chanyeol menengok ke arah Sehun untuk memanggilnya lagi.

"Se—"

Chanyeol langsung menutup mulutnya. Sehun tertidur, dengan posisi kepala diatas buku. Chanyeol tersenyum, memandangi wajah Sehun yang tertidur.

"Kau pasti lelah ya"

Chanyeol mengelus surai lembut milik Sehun, kepalanya ia letakkan di atas meja sambil menghadap wajah Sehun.

Tiba-tiba Sehun membuka matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah wajah Chanyeol. Chanyeol menarik tangannya yang berada di kepala Sehun. Sehun kembali mendapatkan kesadarannya, lalu mengangkat kepalanya dari atas buku.

"Astaga, aku ketiduran lagi!" Rutuk Sehun.

"E-eh hyung, sudah selesai? Maaf aku ketiduran" Tanya Sehun.

"Tak apa Sehun. Aku sudah selesai"

"Sini biar ku periksa dulu"

Sehun memeriksa hasil pekerjaan Chanyeol. Tidak terlalu buruk, menurutnya Chanyeol cukup pintar. Hanya beberapa soal saja yang salah.

"Hasilmu lumayan bagus hyung. Tapi sepertinya kau lemah dalam beberapa materi. Baiklah aku akan mengajarkanmu materi accounting, hyung"

"Bisakah kau mengajarkanku nanti sore saja?" Tanya Chanyeol.

"Aku tidak bisa hyung , kau tahu kan sepulang sekolah aku harus bekerja"

"Bolos saja, akan kubayar waktu kerjamu hari ini"

"Tidak hyung , aku tidak bisa"

"Tolonglah, kali ini saja"

"Baiklah hyung , aku akan menelpon temanku dulu untuk menggantikanku"

"Terimakasih, Sehun" ucap Chanyeol sambil tersenyum.

Sehun mengambil ponsel dari saku celana nya, lalu menelpon seseorang.

"Halo? Jieun-ah, bisa aku minta tolong?"

"..."

"Iya, aku minta maaf sebelumnya, hari ini aku tidak bisa menggantikanmu menjaga kasir"

"..."

"Jadi, bisakah kau carikan penggantiku untuk menjaga kasir nanti sore? Hanya hari ini. Coba kau minta tolong pada Sungmin hyung untuk menggantikanku"

"..."

"Terimakasih banyak Jieun, besok aku akan mentraktirmu minum"

Sehun menutup sambungan teleponnya.

"Aku sudah ijin pada temanku untuk menggantikanku, jadi aku bisa mengajarimu nanti" ucap Sehun pada Chanyeol.

"Terimakasih banyak, Sehun. Mau di apartemen ku atau di apartemenmu? Di tempatmu saja ya"

"Baiklah, tapi mampir dulu ke minimarket ya, kulkas ku kosong"

"Iya Sehun"

.

.

.

"Sehun!" Panggil Baekhyun.

"Oh, Baek. Sudah mau pulang?"

"Iya, Jongdae menyuruh cepat-cepat pulang" dengus Baekhyun.

"Oh begitu"

"Kau sendiri tidak pulang? Kau ingin berangkat kerja kan?"

"Aku..."

Belum sempat Sehun menyelesaikan kalimatnya seseorang sudah memanggilnya.

"Sehun!" Panggil Chanyeol di depan pintu kelas Sehun.

"Ah iya hyung , tunggu sebentar"

"Sehun? Sejak kapan..." Baekhyun terbengong.

"Nanti aku jelaskan. Aku pergi dulu ya, Baek"

Sehun meninggalkan Baekhyun yang masih terbengong lalu keluar kelas menyusul Chanyeol.

.

"Kau tidak membawa kendaraan, Sehun?" Tanya Chanyeol.

"Tidak. Aku berangkat dan pulang biasa menaiki bus"

"Kalau begitu naik mobilku saja kali ini"

"Apakah tidak merepotkan?"

"Hey, di bagian mana kau merepotkanku? Yang ada aku yang merepotkanmu, memintamu untuk mengajariku. Aku hanya memberimu tumpangan, lagipula kan kita belajar di rumahmu"

Chanyeol membukakan pintu mobilnya untuk Sehun.

"Nah, masuklah"

Sehun masuk ke dalam mobil, ia duduk di depan di sebelah Chanyeol. Chanyeol menyalakan mobilnya lalu menancapkan gasnya.

"Wooaahh, bukankah itu Chanyeol sunbae? Bersama siapa dia"

"Aaaaa aku iri pada orang yang bisa duduk disebelahnya"

"Dia anak kelas 10 bukan? Aaaa siapa dia"

Dan masih banyak lagi suara-suara ribut murid-murid di sekolah nya khusunya suara wanita-wanita saat mobil Chanyeol melewati halaman sekolah dan keluar gerbang.

"Apa mereka selalu seperti itu setiap hari?" Tanya Sehun.

"Ya begitulah. Kau baru tahu?"

"Ya, aku baru tahu. Aku terlalu sibuk sampai tak mengurusi hal-hal seperti itu"

Sehun memalingkan wajahnya ke arah jendela. Melihat bangunan-bangunan yang dilewatinya. Sementar Chanyeol sesekaki mencuri waktu untuk memandangi wajah Sehun.

"Berhenti disitu, hyung . Aku ingin mampir ke minimarket itu"

Sehun menunjukkan telunjuknya ke salah satu minimarket yang ada di sisi kiri jalan.

"Baiklah, Sehun"

Chanyeol menepikan mobilnya di depan minimarket.

"Hyung mau tunggu disini atau ikut aku kedalam?"

"Aku ikut denganmu"

Sehun dan Chanyeol turun dari mobil lalu masuk kedalam minimarket. Sehun mengambil keranjang belanjaan lalu membaca list belanjaannya.

"Sehun, sini biar kubawakan keranjangnya"

"Eh, tidak usah hyung "

"Sudah, biar aku yang bawa"

Chanyeol meraih keranjang dari tangan Sehun.

Sehun mulai berjalan mengelilingi minimarket.

"Wortel, sawi putih, lobak, buncis"

Sehun mengambil satu persatu sayuran yang disebutkannya tadi lalu menaruhnya di keranjang Chanyeol.

"Telur, sosis.."

"Roti tawar, selai cokelat, lalu susu. Ah, susu yang merk 1 atau yang merk 2 ya?"

"Ambil dua duanya saja" sahut Chanyeol.

"Mana bisa hyung , aku harus mengambil salah satu."

"Kalau begitu pilih yang merk 1"

"Baiklah, aku pilih yang merk 1"

Sehun menaruh roti, selai, dan susu di keranjang yang Chanyeol bawa.

"Ah hampir lupa, snack "

Sehun menuju rak-rak snack.

"Ku rasa sudah cukup. Ayo kita ke kasir"

Sehun dan Chanyeol menuju ke kasir.

"Total semuanya 30000 won"

"Ah tunggu sebentar"

Sehun mengambil dompetnya dan mengambil uangnya.

"Pakai ini saja"

Chanyeol memberikan cardnya pada penjaga kasir itu.

"Hyung !"

"Sudahlah tak apa Sehun"

"Tapi kan aku tak minta di bayari" gerutu Sehun.

"Sekali-kali tak apa kan kalau ku bayari"

"Terserahlah"

Sehun mengambil belanjaannya lalu berjalan keluar meninggalkan Chanyeol.

"Eh, Sehun, mau kemana!" Panggil Chanyeol.

Chanyeol menarik tangan Sehun.

"Tunggu aku!"

Sehun diam saja, dan terus berjalan. Sementara Chanyeol menggegam tangannya.

"Kau marah padaku?" Tanya Chanyeol saat sudah di dalam mobil.

"Aku bilang kan aku tak mau merepotkanmu lagi hyung, kenapa kau melakukan itu? Aku masih punya cukup uang untuk membayar semua itu"

"Ini bukan tentang siapa merepotkan siapa, aku murni hanya ingin membantumu, seperti kau membantuku"

"Kalau begitu besok aku akan mentraktir hyung , dan kau tak boleh menolak"

"Baiklah Sehun" Chanyeol tersenyum, mengusap kepala Sehun sebentar, lalu kembali melajukan mobilnya.

.

.

.

"Hyung duduk dulu, aku akan membuatkan minuman. Oh ya, kau tak mengganti seragammu dulu?"

"Tidak usah Sehun, aku tak membawa baju ganti"

"Mau pakai bajuku dulu? Sepertinya aku memiliki baju dengan ukuran yang pas di tubuhmu"

"Bolehkah?" Tanya Chanyeol.

"Ya, tunggu sebentar ku ambilkan bajunya"

Sehun masuk ke dalam kamarnya dan kembali dengan satu stel kaus hitam untuk Chanyeol.

"Ini hyung, pakailah"

Sehun menyerahkan bajunya pada Chanyeol.

"Kalau begitu ku tinggal membuat minuman dulu ya"

"Terimakasih Sehun"

.

Sehun kembali dengan dua cangkir di atas nampan. Seragamnya sudah ia ganti dengan kaus putih polos.

"Ini hyung , diminum dulu. Aku akan mengambil bukunya dulu"

"Terimakasih lagi Sehun"

.

.

.

"Di dalam accounting kau harus bisa membuat laporan keuangan. Ada beberapa elemen dalam membuat laporan keuangan, yaitu harta, utang, modal, penjualan dan pembelian. Dasarnya adalah dari tabel persamaan akuntasi. Di dalam tabel tersebut berisi tanggal, aktiva , passiva , dan keterangan. Nah di kolom aktiva dan passiva kau sesuaikan dengan transaksi yang ada. Seperti pada soal no. 3 ini, Tn. Anderson menyetorkan modal awal sebesar 2.000.000 pada tanggal 3 April. Kau tulis pada kolom tanggal itu 3 April, lalu di kolom aktiva masukkan ke dalam kolom kas sebesar 2.000.000, lalu di kolom passiva masukkan ke dalam kolom modal sebesar 2.000.000 , lalu di kolom keterangan kau tulis modal awal. Sudah mengerti?"

"Ya, aku mengerti"

"Kalau begitu coba kau selesaikan tabel persamaan akuntansi soal no.3 ini"

Sehun mengajar Chanyeol dengan telaten dan sabar. Terhitung sudah 2 jam Sehun dan Chanyeol berkutat dengan buku. Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, yang artinya waktu makan malam sudah tiba.

"Hyung , kau selesaikan dulu ya, aku ingin membuat makan malam"

"Baiklah Sehun"

Sehun pergi ke dapur untuk membuat makanan. Ia ingat masih mempunyai beberapa bungkus Ramyun di lemari penyimpanannya, jadi ia berniat membuat Ramyun untuk makan malam.

.

.

20 menit berlalu dan Sehun kembali menemui Chanyeol dengan 2 mangkuk Ramyun dan 2 orange juice di atas nampan.

"Sudah selesai, hyung "

"Sudah, baru saja selesai"

"Kalau begitu kita makan malam dulu, nanti setelah makan ku periksa pekerjaanmu"

Sehun menyerahkan semangkuk Ramyun dan segelas orange juice untuk Chanyeol.

"Terimakasih Sehun" ucap Chanyeol sambil menerima Ramyunnya.

"Sama-sama hyung , maaf aku hanya bisa membuat Ramyun"

"Tidak apa-apa Sehun. Aku makan ya"

"Ya, silakan dimakan hyung "

.

.

"Wah, hebat hyung ! Pekerjaanmu benar semua! Kau cepat sekali belajarnya, sudah langsung bisa"

"Benarkah?"

"Ya, tinggal sedikit lagi dan kau akan mahir materi ini hyung "

"Kalau begitu ayo kita selesaikan materi ini, Sehun"

"Eh? Kau tidak lelah hyung ?"

"Tidak, aku semangat jika diajari olehmu"

"Haha ada-ada saja kau, hyung " Sehun tertawa renyah.

Setelah acara makan malam tadi yang sudah berakhir 10 menit yang lalu Sehun dan Chanyeol melanjutkan acara belajar mereka.

"Setelah tadi kau membuat tabel persamaan akuntasi , sekarang kau harus membuat laporan keuangannya. Pertama kau harus membuat laporan laba rugi dari tabel persamaan. Yang dipakai adalah akun pendapatan dan beban-beban. Lalu selisihkan antara akun pendapatan dan beban-beban. Yang kedua kau harus membuat laporan perubahan modal dari tabel persamaan. Yang dipakai adalah semua akun modal perusahaan secarang langsung yang meliputi prive , investasi, dan lainnya. Kau juga harus memakai saldo laba dan rugi yang kau dapatkan dari laporan laba rugi yang kau buat. Modal awal ditambah laba yang sebelumnya dikurangi prive dahulu, barulah kau mendapatkan modal akhirnya. Terakhir kau harus membuat neraca keuangan. Kau hanya harus mengutip semua jumlah total masing-masing akun dalam tabel persamaan. Dan laporan keuanganmu sudah selesai. Sampai disini apa kau mengerti, hyung ?"

"Ya, aku mengerti"

"Kalau begitu, kerjakan soal no.10 ini, kalau kau benar semua artinya kau sudah paham benar tentang materi ini. Kalau kau benar semua kau boleh meminta apa saja padaku"

"Apa saja?" Chanyeol menyeringai.

"Ya, apa saja. Sudah kerjakan sana"

"Baiklah"

Chanyeol mulai mengerjakan soalnya. Sementara Sehun dengan setia menunggu Chanyeol disampingnya. Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Sehun menunggu Chanyeol menyelesaikan soalnya sambil terkantuk-kantuk.

"Hyung , aku tinggal ke dapur sebentar ya"

"Oke, Hun"

.

Sehun kembali dengan 2 gelas susu cokelat hangat di tangannya.

"Sudah selesai, hyung ?"

"Sedikit lagi"

"Diminum dulu susunya, hyung "

Sehun memberikan segelas susu pada Chanyeol.

"Wah, kebetulan sekali aku haus"

Chanyeol langsung menyambar susu itu dan meminumnya sampai habis. Kemudian Chanyeol melanjutkan tugasnya yang sedikit lagi selesai. Sementara Sehun masih menunggu Chanyeol sambil meminum susunya perlahan-lahan.

"Sudah selesai!"

"Coba sini ku periksa"

Chanyeol menyerahkan hasil pekerjaannya pada Sehun. Sehun lalu memeriksanya.

"Woaahh, bagaimana bisa hyung ? Kau benar semua, kau hebat!"

"Ini semua kan berkat kau yang mengajariku. Terimakasih ya, Sehun"

"Ya, sama-sama hyung . Aku senang bisa membantumu belajar"

Sehun kembali meneguk susunya yang tinggal seperempat gelas sampai habis. Tetesan susu membasahi bibirnya. Terlihat sangat menggoda di mata Chanyeol.

.

'Dia sungguh menggoda, tahan aku Tuhan'

.

"Hyung ? Kau kenapa?" Tanya Sehun yang melihat Chanyeol terdiam sambil melihatnya.

.

'Persetan dengan semuanya, Tuhan maafkan aku yang sudah tidak bisa menahan diri'

.

"E-eh h-hyung ? K-kau mau a-apa?" Tanya Sehun melihat Chanyeol mendekatkan wajahnya padanya.

"Kau bilang aku boleh minta apa saja kan? Ini yang ku mau"

Tanpa babibu lagi Chanyeol langsung meraup bibir Sehun, menyesap rasa manis dari bibir Sehun. Sehun terkejut, tapi ia hanya bisa diam. Chanyeol melumat habis bibir Sehun. Tangannya memegang pipi dan tengkuk Sehun.

Chanyeol menjilat bibir Sehun, lalu melumat nya lagi seakan tak ada hari esok. Semenit berlalu tapi Chanyeol belum berniat melepaskan ciumannya. Sehun yang dari tadi diam tak bergeming akhirnya memberanikan diri membalas ciuman Chanyeol. Chanyeol bersorak dalam hatinya saat Sehun melumat pelan bibirnya, dia tidak menolak ciumannya.

Chanyeol menggigit pelan bibir Sehun, meminta akses lidahnya untuk masuk kedalamnya. Sehun membuka mulutnya dan lidah Chanyeol langsung menyambutnya. Menyapu seluruh yang ada didalam mulut Sehun, lalu mengajak lidah Sehun untuk beradu, saling berbagi saliva satu sama lain.

"Eungh"

Satu lenguhan berhasil keluar dari mulut Sehun. Air liur yang entah milik siapa menetes dari mulutnya. Membuat Chanyeol semakin bergairah. Dilumat nya lagi bibir Sehun sampai membuat bibirnya membengkak. Terhitung sudah hampir 3 menit lamanya Chanyeol mencium Sehun.

Chanyeol melepaskan ciumannya, lalu menidurkan Sehun di sofa panjang miliknya. Chanyeol kembali menciumnya. Tangannya tidak diam saja, ia mengelus-elus tengkuk dan pipi Sehun.

Ciumannya kini turun pada leher putih nan mulu milik Sehun. Di ciumnya leher putih itu, lalu menjilat dan menyecap leher itu sampai meninggalkan bekas.

"Eungh, hyung " erang Sehun.

Chanyeol kembali mencium bibir Sehun kembali. Melumatnya sebentar lalu melepasnya.

"Bolehkah?" Tanya Chanyeol hati-hati.

Sehun memalingkan wajahnya ke samping. Lalu samar-samar ia mengangguk pelan.

"Aku janji, aku takkan menyakitimu"

Chanyeol memegang wajah Sehun untuk menghadapnya kembali lalu menciumnya lagi. Sehun membalas ciuman Chanyeol, ia melumat bibir tebal milik Chanyeol. Sehun melingkarkan tangannya pada leher Chanyeol.

Tangan Chanyeol mulai menyusup dibalik kaus Sehun. Memegang puting milik Sehun lalu memainkannya. Mencubitnya pelan lalu mengelusnya kembali.

"Sshh hyung " Sehun mengacak-acak rambut Sehun.

Chanyeol berniat akan membuka kaus milik Sehun dan juga kaus miliknya, namun ditahan oleh Sehun.

"Tidak hyung, jangan" ucap Sehun yang sayu dan wajahnya ia palingkan ke samping lagi.

"Baiklah, aku mengerti Sehun" Chanyeol tersenyum lalu mencium bibir Sehun lagi.

Tangan Chanyeol meraba bagian bawah Sehun. Mengusap milik Sehun dibawah sana yang masih terbungkus dengan celananya.

"Hyunghh " mata Sehun sudah sayu.

Chanyeol membuka celana milik Sehun dan miliknya, hingga tidak ada penghalang diantara mereka, kecuali kaus yang masih melekat di tubuh mereka. Sehun yang melihat pemandangan Chanyeol seperti ini pertama kali langsung mengalihkan wajahnya.

"Look, i want to suck this "

Chanyeol memegang penis Sehun, lalu mengulumnya di dalam mulutnya. Menggelitik ujung penis Sehun dengan lidahnya.

"Sshh nngghhh hyungghh " desah Sehun.

Chanyeol memaju-mundurkan mulutnya, menghisapnya kuat-kuat. Mengeluarkan penis Sehun dari dalam mulut lalu meremas nya pelan. Lalu remasan itu semakin lama semakin kencang.

"Hhh aku tidak kuat, hyungg "

"Keluarkan saja, Sehun"

Akhirnya Sehun mengeluarkan cum nya di tangan Chanyeol. Chanyeol langsung menjilatnya sampai habis.

"Bolehkah aku?"

"Lakukan saja, hyung " lirih Sehun.

Chanyeol mengarahkan miliknya ke dalam lubang Sehun. Perlahan tapi pasti Chanyeol berusaha untuk masuk ke dalamnya. Chanyeol terus mencoba memasukkan miliknya ke dalam sampai akhirnya miliknya masuk kedalam lunang Sehun dengan satu hentakan.

"Aahh hyung " rintih Sehun.

"Apa aku menyakitimu? Apakah sakit sekali?"

Sehun tidak menjawab Chanyeol, ia tetap terus meringis. Chanyeol yang tidak tega langsung mencium bibir Sehun untuk meredakan sakitnya, mendiamkan miliknya di dalam lubang Sehun sampai Sehun terbiasa.

Chanyeol melumat bibir Sehun dengan lembut, berharap bisa mengurangi rasa sakit Sehun.

"Hyung , aku tak apa" bisik Sehun.

"Bolehkah?"

Sehun mengangguk.

Chanyeol mulai menggerakkan penis nya di dalam Sehun. Ia memaju-mundurkan miliknya perlahan didalam Sehun. Sementara lubang Sehun terus menjepit penisnya, menciptakan sensasi nikmat untuk Chanyeol.

Lama-kelamaan Chanyeol mulai mempercepat gerakannya. Ia menggenjot milik Sehun cepat namun lembut. Tangannya tidak diam, ia meremas penis milik Sehun dengan lembut.

"Nngghh hyuungghhh "

"Sebut namaku, Sehun"

"Chanyeol hyuungg nngghh"

Chanyeol mempercepat gerakannya seiring klimaksnya yang hampir sampai.

"Hyungg aku mau.."

"Bersama Sehunhh"

Chanyeol makin mempercepat genjotannya.

"Aahh Sehunn"

"Chanyeol hyungghh "

Cairan sperma milik Chanyeol tumpah di dalam lubang Sehun, sementara cairan milik Sehun luber di tangan Chanyeol.

Chanyeol beranjak mengambil tisu di atas meja lalu membersihkan cairan yang ada di tangannya.

"Ayo, tidur dikamarmu"

Chanyeol menggendong Sehun ala bridal style menuju kamar Sehun. Chanyeol membaringkan tubuh Sehun perlahan, lalu menidurkan dirinya disamping Sehun.

"Apa aku menyakitimu tadi?"

Sehun menggeleng.

"Terimakasih banyak, Sehun. Tidurlah, kau pasti lelah"

Chanyeol memeluk erat Sehun dalam pelukannya, membuat Sehun nyaman berada dipelukannya. Sehun memejamkan matanya, terlalu lelah hingga dirinya tak bisa terjaga lagi, tertidur di pelukan Chanyeol yang hangat.

.

.

"Aku mencintaimu, Sehun"

.

.

.

.

.

Uuuu panas panas panas wkwk:"v

Kurang hot? Miyanek gulugulu masih amatiran kakak:"v

Dan kayak nya chapter ini yang paling panjang ya? Wkwk:"v

Ditunggu yaw review nyaa~

Salam gulugulu^ω^