Welcome back to Mea fiction my Readers this is Mea here.

TAI! PEMBUKANYA PAIR IEMITSU LAGI! ASDFGHJKL ASDFGHJKL ADFGHJKL QWERTYUIOP!

Betewe gue ranking 8. Gue turun 5 ranking dari UTS sementara yang ranking 2 tetap, yang tadinya ranking 1 jadi ranking 3. Apa-apaan nih gue jeblok? -_- dan yang paling bagus itu B Ing, paling jelek Basa Sunda -_-

Gue mau cerita. Tanggal 17 Desember 2014 kemaren, gue kejar-kejaran bareng dia sama At (temen cowok gue yang lain). Pas gue udah nangkep si Seme, At itu ngelempar batu trus kena cup es teh gue trus cup nya jatoh. Tae -_- nah, gue tarik tarik tas si Seme di kantin sementara At nyolekin es batu ke pipinya Seme. Haha~ lumayan seru sih, ujung ujungnya si Seme marah juga sama gue. HAHAHA!

Oke bales review

Dissa-CHAlovers : Iye dia udah sembuh sekarang. Sama kek trombosit aku dulu. Tadinya 61 terus besoknya dites darah jadi 121. KEREN KAAAN?
MasaYukiRyuuShira(?) bakal ke Indonesia pas liburan dan.. ceritanya Mea mau bikin 'sesuatu' disana. Apa ya? Hehehe tunggu chapter-chapter depan yaa dan thanks reviewnyaa

Guztianyzich : Wah, anda libur dari tanggal 15.. ._. Iya, ke Indonesia tercinta karena saya males cari tempat liburan di Jepang dan negara-negara lain. Selain itu gue gak pernah ke luar negri. Hebat kan? XDD *ditampol* OOO, Guztianyzich-san tinggal di Bali ya?! Enak dong.. aku ke Bali kelas 2 SD dan itupun udah lupa Bali kek gimana XD tempat favoritku itu di Tanah Lot ama Bedugul~ aku jadi inget waktu ke Sangeh. Aku ditabrakin monyet-monyet disitu dan aku langsung nangis -_- tunggu aja ya tempatnya~ and thanks reviewnyaa

Sofianyputri : Oh.. kelas 8 ya. Rata-rata temen-temen mayaku juga kelas 8 XD cuma sedikit yang masih kelas 7.. pftt :'v iya, justru di chapter ini tadinya mau ditonjolin DateSana, eh kita sehati! XD
Makasih! Okay thanks reviewnyaa

Intro yang sangat-sangat panjang. Yowes, enjoy!


"Piyama-piyama Mitsuki sudah dimasukkan ke tas?" tanya Ieyasu yang sedang minum kopi susu favoritnya.

"Sudah, Ieyasu-sama," jawab Mitsunari sambil membereskan selimut Mitsuki dan Ieyasu.

"Oh, baguslah. Kalau begitu kita bisa langsung mengurus administrasinya."

Mitsunari mengangguk. "Finally…"

Ieyasu keluar kamar

"Okaa-saaan!" panggil Mitsuki manja.

"Iya sayang. Ciyee yang infusannya sudah dibuka," goda Mitsunari sambil mencubit pipi Mitsuki gemas. "Udah enakan 'kan, badannya?"

Mitsuki nyengir. "Udah, dong!" pamernya.

"Gitu dong. Ini baru anak okaa-san yang pintar!" seru Mitsunari sambil memeluk Mitsuki. Mitsuki membalasnya.

"Berarti sebentar lagi aku boleh pulang kan?" tanya Mitsuki.

Mitsunari mengangguk senang. "Iya, sayang."


Motonari masih memikirkan perkataan Yukimura kemarin. Sampai sekarang, ia belum bertegur sapa sama sekali dengan Motochika, karena Motochika tidak pulang tadi malam. Inilah kebiasaan buruk Motochika ketika mereka sedang bertengkar. Motonari hanya bisa terdiam pasrah menunggu kepulangan suaminya.

"Okaa-san, aku dan Shinju-chan boleh main ke rumah Hanakura nggak?" tanya Raito sambil menarik-narik baju Motonari pelan.

"A—Ah? Boleh, boleh. Jangan lama-lama ya. Soalnya nanti malam kalian sudah harus belajar, lusa kalian Ujian Akhir Semester." Motonari mengizinkan sekaligus memperingatkan mereka.

"Yeey! Makasih, okaa-san!" seru Raito senang sambil menghampiri Shinju yang sedang berdiri di bibir pintu. "Shinju-chan, yuk!"

Shinju tersenyum lebar. "Yuk!"

Kedua anak Motonari ini pun segera memakai sandal mereka masing-masing dan langsung pergi ke rumah Hanakura—tidak lupa menutup pintu dan gerbang rumah kembali.

"Haah." Motonari menghela napas panjang. Ia terpikir sebuah ide cemerlang. "Bikin kue, ah! Sekalian sebagai penyambut kepulangan anak-anak dan Chousokabe-sama nanti!"

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Motonari segera beranjak menuju dapur dan mempersiapkan bahan-bahannya. "Tepung terigu, gula, mentega, telur…"


Masamune yang sedang senang ini semakin bersemangat untuk bekerja—menghabiskan semua dokumen-dokumen yang belum ia ketik. Ia menelepon Yukimura kembali. Entah kenapa ia selalu merasa rindu terhadap istrinya yang cantik dan lucu serta konyol itu.

Tuut… tuut…

"Halo, Masamune-sama?"

"Yuki-chan! Sepertinya hari ini aku bisa pulang lebih awal, sekitar jam 2 siang. Sekalian aku ingin mengatur jadwal kita untuk berlibur ke Indonesia," seru Masamune senang dengan senyuman yang tak pernah luntur.

"Jadwal, jadwal, memangnya jadwal kencan? Huh!" terdengar suara dengusan Yukimura yang terdengar lucu bagi Masamune. Masamune yang mendengar ini langsung tertawa terbahak bahak. "Masamune-sama? Apa yang lucu?"

"Dengusanmu itu, lho," jawabnya geli. "Jadi, boleh kan aku pulang lebih awal?"

"Ya boleh, lah. Ada gitu istri yang kesal suaminya pulang cepat?"

Masamune kembali tertawa. "Ya ada lah, Yuki."

"Tapi aku kurang setuju kalau Masamune-sama mengatur jadwalnya sekarang. Kalau anak-anak kepikiran, bagaimana? Mereka sebentar lagi UAS…"

Masamune terdiam sebentar. "Iya juga sih. Gimana baiknya saja, lah."

"Ya sudah, aku tutup telponnya ya—"

Dengan cepat, Masamune segera memotong perkataan Yukimura. "Tunggu, Yuki!"

"Kenapa?"

"Jangan lupa bilang anak-anak kalau mereka sudah harus mulai belajar nanti."

Yukimura tertawa kecil. "Iya. Sudah, ya. Jaa ne."

"Jaa ne." Masamune menutup teleponnya dan melanjutkan pekerjaannya kembali. "Haah… Yuki… kau memang istriku yang paling wah!"


Masamune-sama ada-ada saja, pikir Yukimura begitu menutup telepon sambil senyum-senyum sendiri. Ia menengok ke arah jam. "Oh, sudah jam dua belas siang. Waktunya anak-anak makan siang."

Yukimura pun segera beranjak menuju dapur dan membuka kulkas. Sayangnya, kulkas kosong dan dia belum sempat belanja bulanan karena Masamune belum gajian. Gajinya delay, katanya. Ah, seperti pengiriman barang saja ada delaynya.

Ibu dari dua anak ini pun membuka rak makanan, dan senyumnya mengembang ketika ia melihat 5 bungkus ramen tersusun rapi di rak paling atas. Ia pun mengambil 3 bungkus ramen dan segera merebus air untuk memasaknya.

"Uhuk!" tiba-tiba saja Yukimura terbatuk, namun hal itu tak membuat dirinya merasa terganggu. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya—yakni memasak.

"Uhuk! Uhuk!" Yukimura kembali terbatuk. Refleks ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya—seperti orang-orang yang batuk pada umumnya. Terkejutlah ia begitu melepaskan tangannya itu.

"Darah…?" gumamnya panik. Aku batuk darah?! Apa maksudnya ini—, batinnya cemas.

Aku tidak boleh memberitahukan hal ini kepada Masamune-sama, batinnya. Ia kembali memasak ramen untuk dirinya dan anak-anaknya makan siang.


"Tadaima," ucap Masamune begitu masuk ke dalam rumah.

Shirayuki dan Masaryuu yang mendengar itu langsung keluar kamar. "Otou-san sudah pulang?!"

"Iya, anak-anak otou-san yang cantik dan ganteng!" jawab Masamune sambil tersenyum lebar seperti pada iklan Pepsodent. "Okaa-san mana?"

"Okaa-san lagi tidur!" jawab Masaryuu.

Masamune mengernyitkan alisnya. "Lho, tidur? Tumben sekali okaa-sanmu tidur di siang-siang begini… biasanya dia seperti cacing kepanasan alias nggak pernah tidur siang."

"Hahaha! Cacing kepanasan!" tawa Shirayuki.

"Ya sudah, otou-san ke kamar dulu ya," pamit Masamune sambil berlalu menuju kamarnya.

"Oke!" seru Masaryuu dan Shirayuki serempak.


Masamune membuka dasi yang melilit lehernya. Dilihatnya Yukimura yang sedang berbaring dengan selimut biru yang menutupi tubuh istrinya. Ia mengamati istrinya yang sedang tertidur lelap dengan banyak tisu di sebelah bantalnya. Tisu itu bersih, anyway. Masamune pun naik ke atas kasur dan mengamati wajah Yukimura dengan seksama. Perasaanya tidak enak.

Wajah Yuki pucat, pikirnya begitu melihat bibir Yukimura yang memutih.

Bibir seksi yang selalu membuat Masamune tergoda untuk menciumnya. Lelaki ber-eye patch itu pun mengelus pipi istrinya dengan tangan kanannya. "Yuki-chan.."

Merasa terganggu, Yukimura pun terbangun akibat elusan dari Masamune. Ia menjerit karena kaget akan tatapan Masamune yang begitu dekat seraya menjauhkan kepalanya dan segera menutupi wajahnya dengan bantal. Ia tampak syok, dan hal itu membuat Masamune semakin gemas terhadap istrinya.

"Masamune-sama tidak sopan, hih!" seru Yukimura kesal dibalik bantal merah kesayangannya itu.

Masamune nyengir. "Habisnya mukamu pucat." Ia mengecup bibir Yukimura lama, hal itu membuat Yukimura menjadi lemah dan lemas bahkan untuk mengangkat tangannya sendiri.

"Tolong jangan sekarang," bisiknya lemah begitu Masamune melepaskan ciumannya. Yukimura berkata begitu karena dirinya sangat mudah terangsang. Ia memaksakan tangan kanannya untuk mendarat di pundak kiri Masamune yang lebar.

"Okay." Masamune menuruti permintaan Yukimura. Ia mengambil sejumlah tisu yang ada di sebelah bantal Yukimura tadi. "Ini untuk apa?" tanyanya curiga.

Yukimura terkejut. "I—Ini untuk hi—dungku," jawabnya terbata-bata.

Masamune mengernyitkan alisnya. "Tapi suaramu tidak menandakan bahwa kamu sedang flu."

Yukimura terdiam sebentar. "Sudah sembuh."

"Aku tidak percaya itu, Sanada."

"Percayalah, sayang," ucap Yukimura pelan sambil memeluk Masamune lemah. Sebenarnya dia tidak kuat untuk mengangkat badannya karena ia sangat lemas, namun ia paksakan agar Masamune tidak curiga.

Masamune tersenyum. "Baiklah. Kamu kalau masih ngantuk, tidur saja lagi. Aku main dulu sama anak-anak." Ia melepaskan pelukan Yukimura.

"Terima kasih—Masamune-sama," ucap Yukimura yang kemudian langsung merebahkan tubuhnya lagi.


Lagi pengen bikin pendek. Dan gue gak nyangka GUE BIKIN ADEGAN KISSU DATESAMA. Soalnya abis baca fic L'Amore, La Morte E Il Guidizio dan langsung senyum-senyum sendiri dapet ide buat ngetik. Maap promosi ya, kak Kichikuri! XD

Yukimura : "MEA-DONOOOO! APA APAAN ITU 'Bibir seksi yang selalu membuat Masamune tergoda untuk menciumnya'?! Emangnya bibir gue seksi, apa?! Mana Masamune-dono pake nyium beneran lagi!"

XDDD wkwkw abaikan aja lah gue lagi kecanduan baca yaoi sampe-sampe Rabu kemaren di sekolah gambar hardcore yaoi ampe gue pamerin ke anak-anak laki termasuk Rafi Galsa finalis dari Indonesia's Got Talent. Readers ada yang tau dia ato ada yang ngefans ama dia? Sini sini Mea titipin salam XD *EHH

ShingenxKenshin muncul di chapter 7 ya, Insya Allah. Untuk KojuSasu dan Keiji belom tau nih munculnya kapan, soalnya mau nonjolin 3 pair kesukaan Mea dulu.

Thank you all for reading. if you wanna join the series, you can move on to the next chapter, or you can click follow me or stand by in my profile to wait for reading my future fiction. Good bye!