SECRET ADMIRER
.
.
.
Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), Kim Jongin (little bit Kaihun), and other cast
Rated : M
Genre : Romance, School life, yaoi
.
.
Chapter 5 (Hide From the Sun)
.
.
Matahari telah memunculkan wujudnya di ufuk timur langit. Menandakan hari baru telah tiba, dimana semua manusia kembali melakukan aktivitasnya sehari-hari, bekerja, bersekolah, bersosialisasi, dan lainnya. Cahayanya menembus celah-celah jendela. Namun kedua anak manusia ini masih tetap tertidur lelap, seakan cahaya matahari yang masuk tak mengganggunya.
.
Kriinggg
.
Sebuah ponsel milik seseorang berdering keras. Membangunkan salah satu dari mereka yang masih meringkuk di bawah selimut. Ingin membuka mata, tapi rasanya sangat berat sekali. Ia menjulurkan tangan kanannya, meraba-raba nakasnya berharap menemukan ponselnya tanpa harus membuat tubuhnya bangun.
Sehun—orang yang terbangun karena bunyi ponselnya—mengangkat telepon dari seseorang dengan kedua matanya yang masih tertutup.
"Halo?"
"Yak Sehun! Kau kemana huh! 5 menit lagi bel masuk sekolah berbunyi, kenapa belum datang?!" Teriak seseorang dari seberang sana.
Sehun membelalakkan matanya dan dengan refleks bangun tiba-tiba.
"Hah?! Benarkah? Astagaa, aku kesiangan, Baek!"
"Sehun, ada apa?" Tanya seseorang di sebelah nya yang baru saja bangun.
"Eh? Sudah bangun? Tidak ada hyung "
"Sehun? Suara siapa itu? Yak! Sehuunn!" Teriak Baekhyun dari seberang sana.
"Siapa Sehun? Temanmu? Ah iya, sekolah. Bolos saja" ucap Chanyeol yang daritadi menguping pembicaraan Sehun.
"Astaga Baek, jangan berteriak. Aku izin tidak masuk, bilang saja aku sakit, nanti suratnya menyusul. Oke? Terimakasih banyak Baekhyun-ah "
"Yak! Apa-apaan kau Sehun! Sehun! Aish sudahlah bel masuk sudah berbunyi, sudah dulu ya"
Baekhyun menutup sambungan teleponnya lebih dulu.
"Aish, kenapa bisa kesiangan?" Desah Sehun.
"Kau tak apa, Sehun?" Tanya Chanyeol.
"Ah.. tak apa hyung , maaf yaa karenaku kau jadi terganggu tidurnya"
"Tak apa-apa, lagipula sudah siang kan? Mau mandi?"
"Ah iya.. kalau begitu aku akan mandi dulu ya, hyung "
Sehun akan turun dari tempat tidur, tapi teringat sesuatu.
"Astaga, aku tak memakai celana, bagaimana aku bisa turun?" Bisik Sehun.
"Ada apa Sehun? Ada yang bisa ku bantu?" Tanya Chanyeol yang mendengar suara Sehun.
"Uumm.. itu.. hyung , bisa kau ambilkan celana ku?" Ucap Sehun malu-malu.
"Astaga, ku kira ada apa, haha sebentar ya"
Chanyeol dengan mudahnya berjalan menuju sofa di ruang tamu untuk mengambil celananya dan juga celana Sehun, tanpa menggunakan apapun. Sehun langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Astaga, hyung !" Pekik Sehun.
Chanyeol kembali dengan celana miliknya dan milik Sehun.
"Hei Sehun, kenapa wajahmu ditutup seperti itu?"
"Itu hyung..."
Chanyeol yang menyadari nya langsung terkekeh.
"Oh, kau malu ya.. padahal sudah melihatnya semalam, haha"
"Hyung !"
"Haha, iya iya, akan ku pakai dulu"
Chanyeol memakai celananya.
"Sudahlah, kau boleh buka matamu. Ini celanamu"
Chanyeol memberikan celana milik Sehun. Sehun membuka matanya lalu mengambil celananya dari Chanyeol. Lalu segera memakai celananya dengan ditutupi selimut.
"Sudah bersihkan tubuhmu sana" ucap Chanyeol.
Sehun bangun dari duduknya, namun ia merintih kesakitan hingga akhirnya duduk kembali.
"Aaww" rintih Sehun.
"Eh, ada apa lagi Sehun? Kau tak apa? Apa itu sakit?" Tanya Chanyeol khawatir.
"Aku tak apa hyung , hanya sakit sedikit. Kalau begitu, kau saja duluan yang mandi, hyung "
"Maaf ya aku menyakitimu" ucap Chanyeol khawatir sambil mengelus-elus kepala Sehun.
"Eh? Tak apa hyung.."
"Kau mau mandi kan? Biar ku gendong sampai kamar mandi ya"
"Tak perlu hyung , aku bisa sendiri, sebaiknya kau mandi duluan saja"
"Ah, sudah ayo"
Chanyeol langsung membopong Sehun ke kamar mandi
"Ih hyung , turunkan aku!" Sehun meronta-ronta di gendongan chanyeol.
Chanyeol menurunkan Sehun di depan kamar mandi.
"Sudah mandi sana, apa mau mandi bersamaku, eh?"
"Tidak tidak tidak! Sana pergi!"
Sehun langsung menutup pintu kamar mandi, sementara Chanyeol tertawa geli melihat tingkah Sehun.
"Menggemaskan sekali sih, uh" kekeh Chanyeol.
.
"Hyuuunggg !"
"Hyuungg tolong ambilkan handuk ku di lemari"
"Hyuunggg !"
Sehun berteriak dari dalam kamar mandi memanggil Chanyeol untuk mengambil handuk yang tertinggal. Sial, kenapa bisa tertinggal sih?
Chanyeol yang sedang tidur-tiduran langsung terbangun mendengar suara Sehun memanggilnya.
"Apa Hun? Aku tidak dengar" sahut Chanyeol, padahal ia mendengarnya namun sengaja tidak mendengarnya untuk mengerjai Sehun.
"Ish, hyung , tolong ambilkan handuk ku di lemari! Aku lupa membawa handuk" teriak Sehun.
"Ambil saja sendiri Hun"
"Ih hyuungg tolong akuu"
"Tidak mau ah, ambil saja sendiri"
Chanyeol terkikik, padahal ia tidak sungguh-sungguh mengatakan itu, buktinya ia sedang mengambil handuk di lemari Sehun.
"Yasudah tidak jadi, biar saja aku mati kedinginan di kamar mandi"
"Merajuk eh? Haha, ini handukmu, buka pintu dan ambillah"
Sehun membuka pintunya sedikit, lalu menjulurkan tangan kanannya untuk mengambil handuk dari tangan Chanyeol sedangkan ia bersembunyi di balik pintu.
Saat Sehun akan mengambil handuknya, tiba-tiba Chanyeol menjauhkan handuknya lagi dari jangkauan Sehun.
"Hyung , cepatlah jangan main-main, aku kedingingan! Cepat berikan handuknya!"
"Aku tidak main-main Sehun, ini ambillah handukmu" Chanyeol terkekeh.
Chanyeol menyodorkan lagi handuknya, tapi saat Sehun ingin meraih handuknya lagi Chanyeol menjauhi handuknya lagi.
"Hyung ! Sudahlah terserah kau saja!"
.
Blam!
.
"Sehun? Marah beneran, eh? Haha, maafkan au, aku hanya bercanda. Handuknya ku letakkan di kenop pintu kamar mandi ya"
Chanyeol lalu meletakkan handuknya di kenop pintu kamar mandi, sedangkan Sehun masih merajuk di dalam kamar mandi.
.
Chanyeol sedang menonton tv ketika Sehun keluar dari kamarnya dengan keadaan sudah rapi dan wangi.
"Wah, Sehunku sayang sudah rapi hm" ucap Chanyeol saat melihat Sehun menghampirinya.
"Terserah kau saja hyung"
"Masih merajuk, eh?"
"Tidak. Kau belum mandi? Astaga ku kira sudah mandi. Mandi sana, kau bau!"
"Ya! Aku kan menunggumu selesai mandi sayang!"
"Sudah cepat sana mandi! Atau tidak ada sarapan pagi untukmu"
"Iya iya sayang, aku mandi dulu ya"
"BERHENTILAH MEMANGGILKU DENGAN KATA SAYANG DAN SEGERALAH MANDI!" teriak Sehun kesal saat Chanyeol berlari ke kamar mandi.
'Sialan sekali, pagi-pagi sudah dibuat kesal, apa maksudnya dia memanggilku seperti itu? Menyebalkan sekali '
.
.
"Sehun!"
Sehun hampir menjatuhkan wajan dan spatulanya saat Chanyeol memanggilnya.
"Hyuungg ! Bisa tidak sih kau tidak mengagetkanku! Hampir saja kita tidak jadi sarapan!" Dumel Sehun.
"Haha, maafkan aku. Kau masak apa, hm?"
Grep.
'Sial, apa maksudnya ini?! Tuhan tolong aku '
"Lepaskan! Kau membuatku sulit bergerak!"
"Tidak mau!"
"Hyung !"
"Kau belum menjawab pertanyaanku!"
Sehun memutar bola matanya malas.
"Tanpa ku jawab kau bisa lihat kan? Sudahlah, hyung . Lepaskan pelukanmu dan duduklah disana" ucap Sehun sambil menunjuk meja makan.
"Tidak mau" Chanyeol mencium leher Sehun.
"Hyung !"
"Baiklah iya iya"
Dengan tidak rela Chanyeol melepaskan pelukannya, mencium pipi Sehun dengan singkat lalu segera duduk di meja makan. Sehun menoleh dan memberikan tatapan tajam pada Chanyeol tetapi ia hanya memberikan cengiran idiotnya.
Sehun membawa 2 piring nasi goreng hasil masakannya dan juga 2 gelas susu ke meja makan, lalu memberikannya satu pada Chanyeol.
"Wah sudah jadi, selamat makan!" Chanyeol langsung menyambar nasi gorengnya tanpa menunggu Sehun, sedangkan Sehun hanya terkekeh melihat tingkah Chanyeol.
.
.
Chanyeol kembali menonton tv setelah menyelesaikan acara sarapannya dengan Sehun 10 menit yang lalu. Sementara Sehun sedang membersihkan bekas makan mereka berdua.
.
"Kau tidak pulang?" Tanya Sehun menghampiri Chanyeol sambil membawa sekotak pepero dan memakannya.
"Kau mengusirku, eh?"
"Aku kan hanya bertanya"
Sehun duduk di samping Chanyeol.
"Bagi peperomu, Sehun!" Ucap Chanyeol saat melihat Sehun sedang memakan pepero.
"Tidak boleh, ini makanan kesukaanku!"
"Ya! Itu juga makanan kesukaanku, Sehun!"
"Jangan mengikutiku, hyung !"
"Aku tidak mengikuti, itu memang makanan kesukaanku juga! Bagi aku satu sajaa"
"Tidak mau!"
"Kau pelit, yasudah"
Chanyeol kembali menonton tv nya lagi, berusaha mengacuhkan Sehun.
"Haha, kenapa sekarang kau yang merajuk? Lucu sekali"
"..."
"Hyung !"
"..."
"Ya! Hyung , kau marah?"
"..."
"Ish jangan mengacuhkanku!"
"..."
"Terserah kau sajalah"
.
Hening.
.
Chanyeol kaget saat tiba-tiba sebatang pepero tepat berada di depan wajahnya saat ia sedang melamun di depan tv.
"Ini, kubagi satu. Jangan mengacuhkan ku lagi" ucap Sehun tanpa melihat kearah Chanyeol.
.
Hening.
.
"Bhahahahahaa pfftt"
Sehun kaget saat Chanyeol tiba-tiba tertawa keras sekali. 'Dia gila?'
"Kenapa tertawa?"
"Kau lucu Sehun, hahaha" tawa Chanyeol semakin keras.
"Apa sih?"
"Astaga, aku hanya bercanda Sehun, tidak marah sungguhan. Haha, lucu sekali ekspresimu, astaga aku tak bisa berhenti tertawa pft"
"Jadi kau mengerjaiku?"
Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya sambil tertawa.
Sial.
Sehun bangun dari duduknya berniat meninggalkan Chanyeol, namun Chanyeol lebih dulu menarik tangannya sehingga Sehun terduduk lagi. Chanyeol lalu memeluk Sehun erat.
"Maafkan aku ya, jangan marah lagi"
"Kau menyebalkan hyung, aku benci kau"
"Tapi aku mencintaimu, bagaimana ini?"
"Jangan bercanda, lepaskan hyung , pelukanmu erat sekali membuatku sesak"
"Biar saja" Chanyeol malah makin erat memeluknya.
"Kau menyebalkan!"
"Terimakasih, aku juga menyayangimu, jangan marah lagi ya"
"Terserah kau saja" dengus Sehun.
Chanyeol terkekeh.
"Pepero punyaku mana?"
"Tinggal satu, dan ini untukku!"
"Tidak bisa, kau tadi memberikannya untukku, sekarang berikan padaku"
"Tidak mau, aku tidak jadi memberimu, kau menyebalkan"
Sehun langsung memakan peperonya yang tinggal satu itu.
"Menyebalkan, kenapa dimakan, Sehun?!"
Sehun tidak menggubris Chanyeol dan tetap mengunyah peperonya.
"Baiklah kalau kau tidak mau membaginya" Chanyeol menyeringai.
Chanyeol lalu memakan pepero milik Sehun di ujung yang satu. Sehun terkejut. Chanyeol dengan cepat memakan dan menghabiskan pepero milik Sehun, hingga bibir keduanya tak sengaja bertemu.
'Kena kau, pepero kiss lumayan hm. Makanya jangan pelit padaku' —Chanyeol
'Sial, kenapa jadi begini?! Mati aku' —Sehun
Chanyeol memanfaatkan keadaan ini. Ia mengecup bibir Sehun, lalu melumatnya dengan lembut. Manis sekali, ugh —batin Chanyeol.
Chanyeol melepaskan ciumannya, lalu melihat wajah Sehun dengan cengiran bodohnya.
"Kau menyebalkan!" Sehun mencubit lengan Chanyeol.
"Aw, sakit Sehun. Habisnya kau pelit sekali, sih" Chanyeol terkekeh sambil kembali memeluk Sehun lagi.
"Lepaskan aku!"
"Diam, atau kucium lagi sampai bibirmu membengkak"
"Sialan kau, hyung . Dasar mesum!" Sehun segera menutup bibirnya rapat dengan kedua tangannya, sementara Chanyeol tertawa geli melihat tingkah Sehun.
.
"Pulang sana!"
"Jadi sekarang kau mengusirku?"
"Iya gara-garamu aku membolos, hyung !"
"Tapi kau suka kan membolos dan menghabiskan waktu denganku?" Tanya Chanyeol sambil menaik turunkan kedua alisnya, menggoda Sehun.
"Tidak. Pulang sana, nanti sore aku harus bekerja"
"Tidak, kau tidak boleh bekerja!"
"Kenapa melarangku? Memangnya kau punya hak apa?"
"Sekarang aku tanya, kau masih sakit kan?" Tanya Chanyeol sambil melihat ke arah bawah.
"Eh itu.. ya"
"Yasudah, kau tidak boleh bekerja hari ini! Kan sudah ku bilang ku bayar harimu, sudah bolos kerja saja lagi"
"Enak saja, kemarin sudah tidak masuk masa sekarang mau tidak masuk lagi, aku tidak enak pada temanku, pokoknya aku harus masuk kerja hari ini!"
"Keras kepala kau. Baiklah, kau boleh masuk kerja tapi kau ku antar dan ku jemput. Tidak ada penolakan, Sehun"
"Baiklah, terserah kau saja, hyung "
"Jam berapa kau masuk kerja?"
"Jam 4 sore"
"Sekarang masih jam 9 pagi, ayo temani aku pulang ke apartemen. Aku ingin menaruh tas dan seragamku. Sekalian hari ini belajar di rumahku, nanti jam 4 sore ku antar kau ke minimarket"
"Baiklah"
"Kau sudah bisa berjalan kan? Apa masih sakit sekali? Apa perlu ke gendong lagi?"
"Tidak usah hyung , aku sudah bisa jalan sendiri"
"Benarkah?"
"Iya, sudah jangan khawatirkan aku"
.
.
.
Chanyeol dan Sehun sampai di apartemen milik Chanyeol. Chanyeol memasukkan kode pintu apartemennya dan membuka pintunya.
"Silakan duduk, Sehun. Anggap saja ini rumahmu. Ku tinggal sebentar ya"
"Ya, hyung "
Chanyeol masuk kedalam kamar untuk meletakkan tas sekolah dan seragamnya.
Mata Sehun berkeliling memandangi isi apartemen Chanyeol. Ruang tamunya tertata rapi dan simpel sekali. Tiba-tiba Sehun melihat sesuatu di atas meja yang terletak di dekat jendela.
.
'Itu bunga Azalea seperti milikku kan? Kenapa Chanyeol hyung mempunyai nya juga? Ini aneh, apa Chanyeol hyung juga menyukai bunga Azalea itu? Tadi ia bilang menyukai pepero, sekarang bunga Azalea juga ia miliki di apartemennya. Ini aneh, sungguh aneh.'
.
.
.
.
Hai hai hai, ugh udah chapter 5 aja, wks
Maaf ya agak pendek dan update nya agak ngaret, maklum lagi kena sindrom males ngetik wkwk/apaini
Oke, ditunggu reviewnya yaa~
Salam gulugulu^ω^
