SECRET ADMIRER

.

.

.

Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), Kim Jongin (little bit KaiHun), and other cast

Rated : M

Genre : Romance, School life, yaoi

.

.

.

Chapter 6 ( Fourth Clue : Icheongmabi )

.

.

.

"Sehun, sedang melihat apa?"

Chanyeol kembali menghampiri Sehun dengan 2 gelas orange juice di tangannya.

"Eum.. itu.. hyung bolehkah aku bertanya?"

"Tanya apa?" Chanyeol duduk di sebelah Sehun.

"Sejak kapan kau mempunyai bunga itu?"

Chanyeol mengikuti kemana arah pandang Sehun.

"Oh, bunga Azalea merah muda itu maksudmu? Aku menyukai bunga itu dan memang sudah lama memilikinya, mungkin kau saja yang baru melihatnya, haha. Makanya aku bertanya padamu kemarin kenapa kau mempunyai bunga yang sama di apartemenmu"

"Oh begitu"

Singkirkan dugaan burukmu, Oh Sehun.

"Sehun? Hei, kenapa melamun?" Tanya Chanyeol sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Sehun.

"Ah ani... tidak apa-apa hyung"

"Ya sudah kalau begitu kita mulai saja belajarnya, sebentar ku ambil buku ku dulu"

.

.

.

"Hyung , sudah lelah belum?"

"Belum, tunggu sebentar aku sedang menyelesaikan soal ini"

"Lanjut besok saja hyung , setengah jam lagi aku masuk kerja"

Chanyeol melirik jam dinding.

"Astaga aku lupa, yasudah ayo ku antar kau"

Chanyeol merapikan buku-bukunya dan memasukkannya lagi ke dalam rak buku.

.

.

.

"Sehun, sudah sampai"

"..."

"Sehun?"

'Astaga, dia tertidur'

"Aku jadi tidak tega membangunkannya"

"Sehun, bangun, ini sudah sampai ke tempat kerjamu"

Chanyeol menggoyangkan badan Sehun.

"Eung.. apa hyung ?" Sehun menggeliat sambil mengucek kedua matanya.

"Sudah sampai, kau mau sampai kapan tertidur disini? Lebih baik tidak usah kerja saja lagi, temani aku, haha"

"Hah? Aku tertidur? Astaga.. tidak aku tidak mau membolos lagi, sudah ya hyung aku masuk kerja dulu, terimakasih sudah mengantarkanku"

"Sama-sama, sini berikan ponselmu"

"Untuk apa?"

"Berikan saja cepat"

Sehun memberikan ponselnya pada Chanyeol. Chanyeol mengetikkan sesuatu di ponsel milik Sehun dan ponselnya.

"Nah sudah, sana masuk kerja"

Chanyeol mengembalikan ponsel Sehun.

"Apa yang kau lakukan pada ponselku? Mau mengirimkan penguntit untukku, eh?"

"Tidak, jangan berpikiran macam-macam. Sudah masuk sana atau ku culik kau ke kamarku" Chanyeol mengelus-elus rambut Sehun.

"Dasar mesum!" Sehun memukul lengan Chanyeol lalu keluar dari mobil Chanyeol.

"Jangan lupa ku jemput nanti malam!" Teriak Chanyeol dari dalam mobil, tapi Sehun menghiraukannya dan masuk ke dalam minimarket.

.

"Annyeong Jieun-ah " sapa Sehun saat melihat Jieun di meja kasir.

"Sehun! Akhirnyaa kau masuk jugaa. Jangan lupa, traktiranku yaa"

"Haha, kau masih mengingatnya ya. Ayo ke kafe coffee latte di sebelah, titipkan dulu pada Sungmin hyung untuk menjaga kasirnya"

"Wah ku kira kau bercanda soal traktiran itu, Sehun haha. Baiklah, baiklah"

"Sungmin hyung ! Kami titip kasir ya, tolong dijaga, aku dan Jieun keluar sebentar, nanti ku bawakan sesuatu untukmu"

"Siap Sehun!" Sahut Sungmin.

.

.

"Cepat pesan minumanmu, maaf yaa aku hanya bisa mentraktir ini"

"Tidak apa-apa Sehun, aku sangat berterimakasih sekali"

Sehun dan Jieun duduk di pojok kafe, mereka sudah memesan pesanan mereka.

"Kenapa kau tidak masuk kemarin, Sehun?"

"Ah itu, kakak kelas ku mendadak minta belajar bersama dirumahku, aku tidak bisa menolaknya, jadi ku putuskan untuk bolos kerja, haha"

"Wah, enak ya jadi dirimu, pintar haha"

"Haha, tidak biasa saja"

.

.

"Sehun terimakasih yaa traktirannya!"

"Ya sama-sama, kau mau langsung pulang Jieun?"

"Ya, lagipula sudah sore, sudah ya aku pulang dulu, selamat bekerja" Jieun melambaikan tangannya pada Sehun.

"Ya, hati-hati di jalan" Sehun juga melambaikan tangannya pada Jieun.

Mereka berdua berpisah di depan minimarket. Sehun langsung masuk ke dalam minimarket.

"Hyung maaf membuatmu menunggu lama, ini kubawakan americano coffee kesukaanmu"

"Haha, bukan masalah Hun, terimakasih ya"

Sehun menyodorkan coffee nya lalu Sungmin mengambilnya.

"Kau tidak pulang, hyung ?"

"Sebentar lagi, Hun. Ada beberapa barang yang masih berantakan. Kalau begitu aku kembali bekerja, ya"

"Oke, selamat bekerja hyung "

Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam minimarket dengan tergesa-gesa.

"Sehun!"

"Astaga, Kai? Kau mengagetkanku! Kau baru pulang sekolah?"

"Ya aku baru pulang sekolah dan langsung menemuimu di apartemenmu saat ku dengar kau sakit, tapi apartemenmu kosong dan ternyata kau bekerja, kau ini sakit apa sih?!" Tanya Kai sambil mengatur napasnya.

"Kau ke apartemenku? Ah maafkan aku Kai, sebenarnya aku tidak sungguhan sakit, aku kesiangan, itu hanya alasan saja"

"Dasar Oh Sehun bodoh"

"Apa kau bilang?! Mengataiku bodoh lagi huh?! Pergi sana, kenapa kemari, kau menghalangi antrian pelangganku!"

Kai bergeser sedikit.

"Ayo silakan nyonya" ucap Sehun sambil mengambil keranjang belanjaan pelangganya.

"Ya! Aku kesini untuk memastikan keadaanmu, bodoh"

"Mengkhawatirkanku, eh? Haha. Sudah sana, kau sudah lihat kan, aku baik-baik saja, lebih baik kau pulang sana, kau mengganggu pekerjaanku" ucap Sehun sambil menghitung belanjaan pelanggannya.

"Aku kemari sekalian membeli minum, aku haus" Kai lalu berjalan ke mesin pendingin untuk mengambil minuman.

.

"Terimakasih telah berbelanja disini, semoga Anda menikmati pelayanan kami"

Pelanggan itu mengambil kantung belanjaannya lalu pergi.

"Berapa ini?"

"Kau masih disini? Ku kira sudah pulang" dengus Sehun.

"Kan sudah ku bilang aku ingin membeli minum, makanya aku mengantri disini. Tidak mau ku bayar, eh? Yasudah aku pulang"

"Heh sini! Enak saja, bayar!"

"Tadi disuruh pulang" Kai memutar bola matanya malas.

"3000 won, sini berikan uangmu"

Kai memberikan uangnya kepada Sehun.

"Sudah sana pulang, tampangmu urakan sekali dengan seragam yang sangat berantakan itu"

"Tanpa disuruh aku juga akan pulang, malas sekali berlama-lama disini denganmu"

"Yasudah sana"

"Oh iya, besok pagi ku jemput kau"

"Tidak usah, aku bisa berangkat sendiri"

"Aku hanya memastikanmu tidak kesiangan lagi, ini suruhan Baekhyun. Kalau tidak disuruh aku juga malas berangkat sekolah denganmu"

"Sialan. Yasudah sana pergi"

"Kalau begitu aku pulang dulu, sampai jumpa Sehunku bodoh" Kai pun pergi meninggalkan Sehun.

"Enyahlah kau" desis Sehun.

.

.

.

.

Ddrrttt

.

Sehun mengambil ponsel nya yang ada di saku celananya, lalu melihat layar ponselnya.

.

Kesayangan Sehun is calling...

.

"Kesayanganku? Siapa?" Sehun mengernyitkan keningnya.

Sehun mengangkat teleponnya.

"Halo?"

"Sehun!"

"Chanyeol hyung , eh? Ku kira siapa" Sehun memutar bola matanya malas.

"Haha kau pasti terkejut kan melihat nama kontakku di ponselmu" Chanyeol terkekeh.

"Ada apa hyung ?"

"Ada apa? Hei, ini sudah malam, mau sampai kapan kau bekerja terus?"

Sehun melihat ke arah jam dinding.

"Astaga, jam 11. Sebentar hyung aku harus menutup minimarket nya dulu"

"Cepat, ku tunggu di mobil"

Sehun menutup sambungan teleponnya, lalu segera bergegas menutup minimarketnya.

.

.

"Maaf ya hyung membuatmu menunggu lama"

Sehun membuka pintu mobil Chanyeol, lalu duduk di sebelah Chanyeol dan menutup pintunya kembali.

"Tidak apa demi kesayanganku"

.

Eerr, apa maksudnya ini?—Sehun

.

"Eh hyung , kau tak apa menjemputku malam-malam begini?"

"Apa sih yang tidak untukmu, Sehunku sayang"

.

Dia sedang mabuk atau sedang mencoba merayuku, sih?—Sehun

.

.

.

"Sudah sampai, Sehun"

"Eh, iya? Sudah sampai ya? Terimakasih banyak ya, hyung . Mau menginap di rumahku lagi?"

"Tidak, lebih baik aku pulang ke apartemenku"

"Yasudah kalau begitu aku masuk dulu ya hyung "

Sehun akan membuka pintu mobil, tapi lengan Chanyeol menahannya.

"Sehun"

"Ya, ada apa lagi Chanyeol hyung ?"

.

Chup.

.

"Aku mencintaimu, Oh Sehun"

Sehun terdiam saat Chanyeol mencium sekilas bibirnya dan mengatakan hal itu tadi.

"Sehun?"

"Sehun, kau mendengarku?"

"A-ah iya, iya ugh apa hyung ?" Sahut Sehun setengah sadar.

"Aku mencintaimu. Jadilah milikku"

Lagi-lagi Sehun terdiam.

"Sehun? Jangan diam terus, bicaralah. Aku tak memaksamu menjawabnya sekarang. Aku lega bisa mengungkapkan perasaanku padamu"

"Hyung... maaf hyung aku belum bisa menjawabnya sekarang"

Sehun langsung membuka pintu mobil Chanyeol lalu keluar dan berlarian masuk ke dalam apartemennya.

.

.

.

.

Sehun terbangun dari tidurnya saat ponsel nya berdering. Dengan malasnya Sehun mengambil pondelnya di atas nakas.

"Halo?"

"Sehun, ku jemput di rumahmu jam 06.30"

"Ya! Kai!"

Kai lebih dulu mematikan sambungan teleponnya.

Sial.

Sehun melihat jam dinding di kamarnya, lalu membulatkan kedua matanya.

"ASTAGA JAM 6 PAGI?!"

Setelah terbirit-birit mandi dan sarapan seadanya, akhirnya Sehun sudah siap dan rapi dengan seragamnya dan tasnya.

Ddrrtt.

.

Kaitem

Cepat keluar aku sudah ada di depan apartemenmu.

.

Sehun mendengus membaca pesan dari Kai. Ia langsung keluar dari apartemennya, tak lupa mengunci pintunya.

.

"Lama sekali sih" gerutu Kai.

"Sudah diam, tak usah mengomel, cepat jalan"

"Kalau bukan disuruh Baekhyun sudah ku tinggal, bodoh" Kai memperlihatkan senyum malasnya.

.

.

.

"Yak! Sehun! Kenapa kemarin tidak masuk?! Untung saja ku suruh Kai berangkat bersama denganmu, kalau tidak ku yakin pasti kau telat lagi!"

"Sstt Baek, aku baru sampai, setidak nya kau biarkan dulu aku duduk" Sehun memutar bola matanya malas.

"Ah maafkan aku, duduklah Sehun duduk"

Baekhyun menepuk-nepukkan kursi di sebelahnya untuk Sehun duduki. Sehun duduk disebelah Baekhyun, lalu menarik napasnya sebentar.

"Sudah bisa cerita? Kau berhutang cerita padaku kemarin"

"Baiklah akan aku ceritakan. Dimulai darimana?"

"Bagaimana kau bisa berkenalan dan dekat dengan Chanyeol sunbae yang tenar itu?"

"Apa?! Sehun dekat dengan Chanyeol sunbae ?" Tanya Jongdae dengan nadanya yang naik setengah oktaf.

"Sstt diamlah Jong, pelankan suaramu" desis Sehun.

"Diam dulu bebek, ini aku sedang bertanya!" Timpal Baekhyun.

"Ya ya maafkan aku, lanjutkan Sehun" ucap Jongdae.

"Awalnya aku tak sengaja bertemu dengannya di minimarket tempat aku bekerja, dia sering sekali belanja disana. Dia juga pernah menolongku dari preman-preman saat aku pulang malam. Dan aku terkejut karena rupanya aku satu sekolah dengannya, dan jadilah seperti ini, aku dekat dengannya"

"Oh begitu.. lantas kenapa bisa tidak masuk kemarin?" Tanya Baekhyun lagi.

"Itu karena Chanyeol hyung memintaku mengajarinya untuk ujian kelulusan nanti, aku belajar dengannya sampai larut malam dan kami ketiduran hingga kesiangan"

"What?! Sehun, yang benar saja?! Chanyeol sunbae menginap dirumahmu? Kalian tertidur bersama? Astagaaa" ucap Baekhyun dengan nada ala fangirl.

"Iya, sstt jangan berisik Baek"

"Oh iya iya, maafkan aku"

"Bahkan dia memanggil Chanyeol sunbae dengan panggilan hyung , eh? Sedekat apa sih kalian? Aku curiga kalian ada apa-apanya" cecar Jongdae sambil menggoda Sehun.

"Wah iya, benar juga kau Jong, pasti ada apa-apanya kan, ayolah mengaku Sehun" goda Baekhyun.

"Kalian ini apa-apaan sih, tidak ada apa-apa kok, kami hanya dekat" sergah Sehun.

Dekat sekali sampai-sampai aku sudah ditiduri olehnya—Sehun

"Benarkah hm?" Goda Jongdae dan Baekhyun lagi.

"Sstt diamlah, lebih baik kalian selesaikan pr matematika Kim seonsaengnim , jam ke 5 ada pelajarannya"

"Astaga, mati aku! Sehun lihat punyamu!" Baekhyun panik.

"Iya Sehun, aku juga lihat punyamu! Baek, mengerjakannya berdua saja, sini kau duduk disebelahku dulu, mumpung Kai masih dikantin, biar dia duduk dengan Sehun dulu nanti"

Sehun hanya memutar kedua bola matanya malas, lalu memberikan buku pr matematika nya pada Baekhyun dan Jongdae.

"Ya! Baekhyun, pindah! Itu tempatku!" Teriak Kai saat ia memasuki kelas.

"Urgent Kai, kau duduk di sebelah Sehun dulu ya, tolonglah aku" sahut Baekhyun.

Kai memutar bola matanya malas lalu duduk di sebelah Sehun.

"Hei, Sehunku bodoh" sapa Kai.

"Terserah apa katamu saja"

"Jutek sekali, sih"

"Biar saja"

"Sehunku yang manis" goda Kai.

"Berisik Kai, tutup saja mulutmu"

"Yah, padahal kan aku mau menggoda Sehunku yang imut manis ini"

"Sial, aku tidak imut dan manis ya! Dan maaf, aku takkan tergoda dengan godaan terkutukmu itu. Sudah lah lebih baik kau ikut dengan Baekhyun dan Jongdae saja mengerjakan pr, ku yakin kau juga belum mengerjakannya" desis Sehun.

"Kalau aku sudah mengerjakannya, aku dapat apa darimu?"

"Dapat bogem mentah dariku" sahut Sehun datar.

"Coba tonjok aku, kau mana punya tenaga" Kai terkekeh.

"Lihat saja kau!"

Sehun hendak meninjukan tangannya ke wajah Kai, tapi suara Baekhyun tiba-tiba menginterupsi Sehun.

"Sehuunn! Lihat apa yang ku temukan!"

Sehun menurunkan tangannya dan segera menengok kearah Baekhyun.

"Ada apa Baek?"

"Lihat! Aku menemukan sebuah surat di buku pr matematika mu!"

Baekhyun memberikan surat itu pada Sehun, lalu Sehun mengambil dan membaca surat itu.

.

Ingat tidak saat 'Icheongmabi' * 10 tahun lalu? Itu saat kita bertemu untuk ketiga kalinya. Kau menemuiku dan menghiburku dengan ikan mas kecil yang kau bawa. Beruntung sekali ya kita bisa bertemu di musim yang indah itu?

-pengagum rahasiamu-

.

Icheongmabi? 10 tahun lalu? Saat itu aku dimana? Di rumah paman dan bibi Oh di Busan kan?—Sehun

"Sehun! Kenapa melamun? Apa isinya?" Tanya Baekhyun menyadarkan lamunan Sehun.

Kai yang tak sabaran langsung merebut surat yang ada di tangan Sehun.

"Yak!" Teriak Sehun pada Kai.

"Apa isinya Kai?" Tanya Jongdae.

"Demi apapun dia yang mengirimi seperti ini pengecut sekali" ucap Kai setelah membaca surat milik Sehun.

"Sehun! Jangan melamun lagi! Kau sedang memikirkan sesuatu ya?" Tanya Baekhyun membuyarkan lamunannya.

"Rasa-rasanya aku mengingat sesuatu, tapi kapan dan dimana?" Bisik Sehun.

"Sudah, jangan dipikirkan lagi, Hun" ucap Baekhyun sambil menepuk-nepuk pundak Sehun.

.

.

.

Beruntunglah jam pelajaran ke 8 sampai pulang sekolah kosong karena guru-guru sedang rapat untuk mempersiapkan ujian semester dan ujian kelulusan bagi murid-muridnya. Jam kosong ini Sehun manfaatkan untuk belajar mempersiapkan ujian semester senin depan, karena ia takkan sempat jika belajar dirumah setelah pulang kerja. Dia harus mempertahankan nilai dan prestasinya.

.

Ddrrtt.

.

Getaran ponsel di saku celana Sehun membuat konsentrasinya buyar. Sehun mengambil ponselnya lalu melihat layar ponselnya.

.

Kesayangan Sehun

Sehun, kau dimana? Aku mencarimu di kelasmu tapi tidak ada

.

'Chanyeol hyung? Kenapa dia mencariku?' Batin Sehun.

.

Kesayangan Chanyeol

Aku di perpustakaan hyung, sedang belajar

.

Chanyeol langsung menuju perpustakaan begitu melihat pesan dari Sehun.

.

"Sehun!" Panggil Chanyeol pelan mengingat ia sedang di dalam perpustakaan.

"Ya hyung ? Ada apa?"

"Tidak ada apa-apa"

"Kenapa mencariku?"

"Merindukanmu, eh? Haha, aku hanya ingin menemanimu belajar saja"

"Kau sendiri, tidak belajar hyung ?"

"Nanti saja, aku lelah"

"Kapan ujian kelulusanmu hyung ?"

"Mungkin 2 minggu setelah ujian semester"

"Kalau begitu kau harus belajar, hyung !"

"Aku lelah, nanti saja"

"Jangan nanti-nanti hyung !"

"Baiklah, tapi ajari aku lagi ya"

"Jangan macam-macam tapi" Sehun memutar bola matanya malas.

"Memangnya aku pernah macam-macam?"

"Iya, kemarin" dengus Sehun.

"Hehe, itu kan bonus ku kemarin" Chanyeol menyengirkan bibirnya.

"Terserah kau saja, hyung "

.

.

.

Tak terasa sudah 3 jam Chanyeol dan Sehun menghabiskan waktunya di perpustakaan untuk belajar. Bel pulang sekolah pun tak terasa sudah berbunyi.

"Sudah bel, hyung "

"Benarkah? Ayo pulang"

"Aku harus kerja dulu, hyung "

"Ku antar ya"

"Baiklah"

.

"Sehun!" Panggil Baekhyun saat Sehun masuk ke kelas nya bersama Chanyeol. Semua mata tertuju pada Chanyeol, sebagian dari mereka terutama fans-fans Chanyeol pada berbisik-bisik.

"Astaga Chanyeol sunbae ke kelasku"

"Aku iri dengan Sehun yang bisa dekat dengan Chanyeol sunbae"

"Iihh Sehun dekatkan aku juga dengan Chanyeol sunbae!"

Sehun hanya mendengus sebal dan memutar bola matanya malas mendengar teman-teman perempuan sekelasnya berbisik-bisik dengannya.

"Ada apa Baek?" Sehun menyahuti panggilan Baekhyun.

"Mau langsung berangkat kerja, eh?"

"Iya, Baek, satu jam lagi aku masuk kerja"

"Biar ku tebak, diantar Chanyeol sunbae , eh?" Goda Jongdae.

"Wah, benarkah Sehun?!" Teriak Baekhyun dengan nada ala fangirl nya.

"Ssstt diam Baek, Jong. Kau mau aku habis di tangan mereka-mereka?" Mata Sehun menunjuk kearah fans-fans Chanyeol di kelasnya.

"Ups, maafkan aku Sehun" bisik Baekhyun.

"Sehun, sudah belum?" Panggil Chanyeol yang sedang berdiri di depan pintu kelas.

"Iya hyung " Sehun menyahuti Chanyeol.

"Kalau begitu aku pulang duluan ya, Baekhyun, Jongdae" pamit Sehun.

"Baiklah. Chanyeol sunbae jaga Sehun kami, ya!" Teriak Jongdae pada Chanyeol.

"Jangan apa-apakan Sehunku ya, Chanyeol sunbae !" Baekhyun juga ikut berteriak pada Chanyeol.

"Kalian ini, apa-apaan sih!" Desis Sehun sambil menatap tajam kedua sahabatnya itu.

"Tenang saja, Sehun kalian aman bersamaku" Chanyeol terkekeh.

.

.

.

"Sudah sampai, Sehun"

"Terimakasih sudah mengantarkan ku, hyung "

"Sehun"

"Ya, hyung ?"

"Besok kau ada waktu tidak? Kebetulan besok Sabtu dan ku dengar sekolah kita pulang lebih awal"

"Ya, ada hyung , memangnya kenapa?"

"Aku ingin mengajakmu pergi ke suatu tempat, besok. Bisa kan?"

"Baiklah, hyung . Kalau begitu aku masuk dulu ya"

"Tunggu Sehun, kau melupakan sesuatu!"

"Apa lagi, hyung ?"

.

Chup.

.

"Nah, sekarang kau boleh pergi" ucap Chanyeol dengan cengiran bodohnya setelah mencium sekilas bibir Sehun.

Sehun menatap tajam pada Chanyeol. Ia segera membuka pintu mobil Chanyeol dan keluar lalu masuk ke dalam minimarket tempatnya bekerja.

.

Lumayan, satu kecupan manis ugh—Chanyeol.

Kalau kau bukan siapa-siapaku sudah kuhajar kau, eh tapi memang dia siapaku?—Sehun.

.

.

.

*Icheongmabi : musim gugur

.

.

.

Fix, ini pendek bgt wkwk:"v otakku udah buntu bgt udah gabisa mikirin alurnya lagi, wkwk:"v

Makasih banyak ya buat kalian yang masih mau review ff receh aku ini:"v

Mangga, di tunggu review nya~

Salam gulugulu^ω^