SECRET ADMIRER
.
.
.
Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), Kim Jongin (little bit KaiHun), and other cast.
Rated : M
Genre : Romance, School life, yaoi
.
.
.
Chapter 8 ( It's Time to Say Goodbye )
.
.
.
"Wah Baek, pantas saja ku temui di rumahmu kau tak ada, rupanya berangkat bersama Sehun" ucap Jongdae saat melihat Baekhyun datang bersama Sehun.
"Ah iya, maaf Jong aku lupa memberitahumu, semalam aku menginap di apartemen Sehun, iya kan?" Ucap Baekhyun sambil melirik Sehun.
"Iya Jong, semalam aku menyuruh Baekhyun menginap"
"Kalian tidak berbuat macam-macam kan?" Tanya Jongdae menyelidik.
"Ya! Enyahkan pikiran kotormu itu!" Teriak Baekhyun sedangkan Sehun hanya memutar bola matanya malas.
"Hi brotha, wassup! " sapa Jongdae saat melihat Kai baru saja datang.
"Fine, thanks " jawab Kai lalu menyambar tempat duduk disebelah Jongdae.
"Kau kenapa? Lesu sekali" tanya Baekhyun.
"Hanya kurang tidur saja"
"Hei, hei! Ku dengar hari ini pulang lebih awal, karena kelas akan di sterilisasi untuk ujian semester senin nanti. Pulang sekolah nanti kita jalan, bagaimana?" Tanya Jongdae antusias.
"Aku setuju!" Sahut Baekhyun.
"Aku ikut kalian saja" ucap Kai.
"Eh? Aku.. aku tidak bisa, aku sudah ada janji" ucap Sehun.
"Sehun, kau benar-benar tidak bisa? Ayolah, jarang-jarang kan kita berempat berkumpul bersama menghabiskan waktu diluar" ucap Jongdae dengan memelasnya.
"Iya Sehun, memangnya kau ada janji dengan siapa? Ayolah mumpung kau juga dapat libur kerja. Ini juga kumpul-kumpul kita sebelum ujian semester nanti" Baekhyun juga ikut-ikutan memelas.
"Paling juga dia ada kencan dengan sunbae itu" cibir Kai.
"Apa?!" Ucap Baekhyun dan Jongdae bersamaan.
"Serius? Maksudku kau ada janji dengan Chanyeol sunbae , Sehun?" Tanya Baekhyun.
"Itu.. ya, aku ada janji dengannya"
"Oh ayolah, pergi bersama kami dulu sepulang sekolah, kau kan bisa pergi dengannya nanti malam, lagipula kita pergi juga tak sampai malam" ucap Jongdae.
"Baiklah, aku ikut" sahut Sehun pasrah.
"Yaaayyyy!" Sorak Baekhyun dan Jongdae sambil ber-high five ria, sementara Kai hanya memutar bola matanya malas.
.
.
Kesayangan Chanyeol
Chanyeol hyung, bisakah kita tunda perginya?
.
Chanyeol mengernyit melihat isi pesan dari Sehun.
.
Kesayangan Sehun
Ada apa memangnya?
.
Sehun langsung membalas isi pesan dari Chanyeol.
.
Kesayangan Chanyeol
Sahabatku mengajakku pergi bersama setelah pulang sekolah nanti. Bisakah kita pergi nanti malam saja setelah aku pergi bersama mereka?
.
Kesayangan Sehun
Ya sudah tak apa, pergilah dengan sahabatmu dulu, kita pergi nanti malam saja
.
Kesayangan Chanyeol
Benarkah hyung? Terimakasih banyak, Chanyeol hyung
.
Chanyeol senyum-senyum saat membaca pesan dari Sehun. Padahal isinya hanya mengucapkan terimakasih saja. Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya. Dasar aneh.
.
.
.
"Ayo cepat cepat! Aahh sudah tak sabar rasanyaa" Baekhyun berteriak saat bel pulang sekolah berbunyi lebih cepat.
"Mau langsung pergi atau kita ganti baju dulu?" Tanya Jongdae.
"Langsuungg!" Sahut Baekhyun antusias.
"Aku ikut kalian saja" sahut Kai.
"Kau paling antusias, Baek" ucap Sehun.
"Tentu saja! Kapan lagi kita hang out berempat seperti ini!"
.
.
.
Mereka berempat berkeliling ke pusat kota, menjajahi festival makanan, menonton film di bioskop bersama, pastinya mereka menghabiskan waktu mereka dengan penuh suka cita.
.
.
.
"Kita berempat seperti berandalan yang kabur dari sekolah ya, lihatlah seragam kita semua berantakan" Sehun tertawa.
"Iya, harusnya tadi kita ganti baju dulu, aku malu" sahut Baekhyun.
"Tapi menyenangkan kan?" Tanya Jongdae.
"Sudahlah biarkan saja" sahut Kai.
"Lihatlah siapa yang paling rakus saat di festival tadi! Padahal saat awal-awal berangkat tampangnya biasa-biasa saja" cibir Baekhyun.
"Mana ku tahu kalau kalian akan mengajakku pergi kesana! Asal kalian tahu ya, kalau soal makanan aku menomor satukan, haha" Kai terkekeh.
"Aku tertawa terpingkal-pingkal saat melihat ekspresi Sehun tadi di festival" suara tertawa Jongdae memenuhi kafe coffee yang mereka kunjungi sekarang.
"Ya! Habisnya badut berkostum sushi itu mengagetkanku!" Gerutu Sehun, lalu menyesap cappucinno miliknya.
"Lihatlah wajah Baekhyun yang menangis saat menonton film di bioskop tadi! Sungguh, itu lucu sekali!" Tawa Jongdae belum berakhir.
"Padahal film nya tidak sedih, tetapi kenapa ia menangis sendiri, dasar cengeng " kali ini Kai mencibir Baekhyun.
"Padahal adegannya hanya seorang wanita yang dikerjai habis-habisan dengan orang-orang terdekatnya pada saat ulang tahun, apanya yang sedih" timpal Sehun.
"Yak! Kalian ini bisanya hanya mengejekku! Aku terharu dengan adegan itu, makanya aku menangis, memang tidak sedih, tapi aku membayangkan coba saja kejadian itu terjadi di hidupku, haha" ucap Baekhyun sambil terkekeh.
"Kau terlalu berlebihan, Baek" sahut mereka bertiga kompak sambil memutar bola matanya malas.
Ya, beginilah mereka. Setelah selesai menghabiskan waktu bersama menjelajahi pusat kota, mereka akan duduk bersama di sebuah kafe favorit mereka berempat lalau menyeruput kopi kesukaan mereka masing-masing. Menceritakan kembali kejadian-kejadian yang mereka anggap unik saat menghabiskan waktu bersama tadi.
.
Ddrrtt.
Ponsel Sehun berbunyi. Sehun mengambil ponselnya dari saku celana, lalu melihat nama orang yang menelponnya tertera di layarnya.
"Aku lupa, matilah aku!" Bisik Sehun.
"Ada apa Hun?" Tanya Baekhyun.
"Chanyeol hyung menelponku, sebentar ya"
Sehun mengangkat teleponnya.
.
"Halo, hyung "
"Sehun, kau dimana?"
"Aku ada di kafe Roullette Coffee, hyung "
"Baiklah, aku akan kesana"
Chanyeol langsung memutuskan sambungan teleponnya.
.
"Kenapa, Hun?" Tanya Jongdae.
"Chanyeol hyung mau kemari"
"Mau apa dia kemari?" Tanya Kai, agak sinis nadanya.
"Entah"
"Sepertinya aku mencium bau-bau pasangan baru, uuugghhh romantisnyaa" Baekhyun berteriak ala-ala fangirl.
"Baek" Sehun melemparkan death glare nya pada Baekhyun.
"Halo, semuanya" sapa seseorang.
"Halo juga, Chanyeol sunbae " sahut Jongdae.
"Waahh, Chanyeol sunbae sungguhan kemari" timpal Baekhyun.
"Bolehkah aku pinjam dulu Sehun punya kalian?" Tanya Chanyeol sambil melirik Sehun dengan senyumnya.
"Oh, silakan sunbae bawa saja Sehunnya" ucap Baekhyun.
"Iya, lagipula kami juga sudah selesai jalan-jalannya" tambah Jongdae.
"Sudah pergi sana" ucap Kai agak sedikit tak suka.
"Yasudah, kalo begitu kami pamit pergi dulu ya, semuanya. Ayo Sehun" pamit Chanyeol pada semuanya lalu menarik Sehun pergi.
"Hei kalian, aku duluan ya" ucap Sehun lalu pergi mengikuti Chanyeol.
.
.
.
"Kita mau kemana, hyung ?"
"Ke suatu tempat, tapi sepertinya aku harus mengantarmu pulang dulu, aku seperti om-om yang mengajak kencan anak sekolahan, haha" Chanyeol meledek Sehun sedangkan Sehun hanya mengerucutkan bibirnya.
.
.
"Turunlah, dan ganti dulu seragammu, aku tunggu di mobil saja"
"Baiklah, tunggu sebentar"
Sehun turun dari mobil Chanyeol lalu bergegas masuk ke apartemennya untuk mengganti seragam sekolahnya dengan baju yang lebih layak ia pakai untuk pergi dengan Chanyeol.
.
.
"Sudah hyung , ayo jalan" ucap Sehun saat memasuki mobil Chanyeol dan duduk di sebelahnya.
"Nah, begini kan kau kelihatan lebih manis" Chanyeol mengusak surai milik Sehun.
"Aku tampan hyung , bukan manis" dengus Sehun.
"Iya iya, kau tampan tapi manis, haha" Chanyeol tertawa.
.
.
.
"Sungai Han? Mau apa kita kemari, hyung ?" Tanya Sehun sambil mengernyitkan keningnya.
"Entahlah, tapi kata orang-orang sungai Han jadi jauh lebih indah saat musim gugur begini, saat daun-daun berwarna merah kuning kemerahan berguguran memenuhi jalan setapak disini"
Chanyeol menggenggam tangan Sehun lalu melangkahkan kakinya menyusuri jalan setapak di pinggir sungai Han. Sehun hanya diam saja sambil mengikuti langkah Chanyeol.
Chanyeol menarik Sehun untuk duduk di sebuah bangku yang terletak di bawah pohon maple dan tepat di depan pinggir sungai Han. Menikmati suasana matahari tenggelam yang menghiasi air di sungai Han yang berkilau-kilau menjadi berwarna jingga kemerahan.
Sehun dan Chanyeol duduk bersebelahan, saling diam menikmati keindahan disini. Tak peduli dinginnya angin musim gugur yang bertiup. Keduanya belum berniat membuka suara.
"Sehun" suara berat Chanyeol menginterupsi lamunan Sehun.
Sehun merubah posisi duduknya menjadi berhadapan dengan Chanyeol ketika melihat Chanyeol duduk dihadapannya.
"Ya?"
Chanyeol mengambil sesuatu dari belakang tubuhnya, entah sejak kapan ia membawanya, lalu melilitkannya di leher Sehun.
Sebuah scarf berwarna biru langit.
Chanyeol melilitkan scarf itu dileher Sehun, menutupinya hingga sampai ke mulutnya.
"Udaranya sangat dingin, aku tak ingin kau kedinginan, dan juga aku tak ingin kau jatuh sakit"
"Hyung..." lirih Sehun.
Chanyeol menurunkan sedikit scarf dari mulutnya, lalu segera meraup bibir Sehun. Mencium lembut bibir Sehun, penuh kasih sayang, dan sungguh tak ada nafsu terselip disana. Melumat lembut bibirnya yang seperti permen kapas berwarna merah muda. Sehun juga dengan keberaniannya mulai membalas lumatan di bibir Chanyeol. Chanyeol tersenyum saat Sehun membalas ciumannya. Tangan Chanyeol terangkat mengusap kedua pipi Sehun yang terasa dingin.
"Aku mencintaimu" ucap Chanyeol saat melepaskan ciumannya, lalu menatap mata hazel milik Sehun dengan lekat.
Sehun hanya diam.
"Jet t'aime, Oh Sehun"
Sehun lagi-lagi hanya bisa diam, tak tahu harus berkata apa. Rasanya lidahnya kelu untuk sekedar digerakkan.
"Mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu" ucap Chanyeol sendu.
Sehun tegang. Kenapa?
"K-ke-kenapa, hyung ?" Ucap Sehun tergagap.
"Aku tidak bisa memberi tahu alasannya padamu"
"Kenapa? Kenapa tidak bisa?"
"Karena aku dilarang memberi tahu siapapun, ini rencana ibuku"
Sehun terdiam. Ia menundukkan kepalanya, ia ingin sekali mengetahui apa yang sedang disembunyikan Chanyeol darinya. Apa ibunya melarang Chanyeol untuk bergaul dengannya? Atau ia akan pergi meninggalkan Sehun selamanya? Kenapa?
.
"Sehun? Hei, kenapa melamun?" Tanya Chanyeol menyadarkan lamunan Sehun.
"T-tidak, hyung "
"Yasudah kalau begitu kita pulang ke apartemenmu, sepertinya kau sudah kedinginan ya" Chanyeol tersenyum sambil mengelus lembut surai kecoklatan milik Sehun.
Chanyeol merangkul bahu Sehun lalu mengajaknya masuk ke mobil nya.
.
.
.
.
Sehun dan Chanyeol sampai di apartemen milik Sehun. Sehun mempersilakan Chanyeol duduk.
"Kau mau minum apa, hyung ?"
"Apa saja yang ada di kulkasmu" Chanyeol terkekeh.
.
Sehun kembali dengan membawa 2 gelas berisi milk shake. Lalu Chanyeol segera meminumnya.
"Mau makan apa, hyung ?" Tanya Sehun.
"Bolehkah aku saja yang memasak?"
"Memangnya kau bisa memasak?"
"Kau harus merasakan dulu rasa masakanku"
"Baiklah. Ku bantu ya"
"Tidak boleh. Sebaiknya tuan duduk manis saja disini, biar saya saja yang memasak" ucap Chanyeol dengan gaya pelayan sambil terkekeh, sementara Sehun hanya mendengus sebal mendengarnya.
.
Chanyeol segera mengambil bahan masakannya dari dalam kulkas milik Sehun lalu mulai meracik bahan masakannya.
"Hyungg biarkan aku membantumu memasak, aku bosan menunggu" rengek Sehun.
"Tidak boleh, kau tidak boleh ikut campur dalam masakanku, Oh Sehun" kata Chanyeol sambil merebus air kaldu.
"Kau menyebalkan hyung " Sehun mendengus sebal lalu duduk di meja makan.
.
.
20 menit kemudian Chanyeol selesai dengan pekerjaannya.
"Ini dia semangkuk sup ayam hangat untuk tuan muda Oh Sehun yang sedang kedinginan"
Chanyeol menyajikan semangkuk sup ayam di depan Sehun.
"Kau tidak cocok sama sekali menjadi pelayan, hyung " dengus Sehun.
"Sudahlah, cicipi saja dulu"
"Kau tidak berniat untuk meracuniku kan?" Tanya Sehun selidik.
"Ya, aku berniat untuk meracunimu. Dengan cintaku" Chanyeol terkekeh.
"Picisan sekali kau. Ingat ya, aku belum menerimamu, hyung "
"Dan aku akan membuatmu menerimaku" Chanyeol lagi-lagi terkekeh.
Sehun hanya menatap tajam pada Chanyeol lalu mulai menyendokkan kuah sup ayamnya ke mulutnya.
"Bagaimana bisa? Ini enak" bisik Sehun pelan, lalu memakannya dengan lahap.
"Bagaimana? Enak kan?" Tanya Chanyeol dengan nada menggoda.
Sehun hampir saja tersedak.
"Tidak, biasa saja" jawab Sehun datar.
"Kau yakin? Kenapa lahap sekali?" Chanyeol terkekeh.
"I-itu karena aku lapar, ya aku lapar" jawab Sehun mencari alasan.
"Kau lapar atau kau menyukainya, hm?" Goda Chanyeol.
"Berhenti menggodaku, kau membuatku kehilangan selera makan" Sehun bangkit dari duduknya namun Chanyeol menahan pundaknya sehingga Sehun terduduk kembali.
"Haha, tidak Sehun. Nah, lanjutkan makanmu" Chanyeol mengelus pipi Sehun.
Dasar kau, makhluk menyebalkan—Sehun
Menggemaskan sekali kalau merajuk, ugh—Chanyeol
.
.
.
"Sudah malam, kenapa belum pulang?" Tanya Sehun sambil menghampiri Chanyeol yang sedang duduk di sofa sambil menonton tv.
"Ingin menemani Oh Sehun sampai tidur terlelap, apa tidak boleh?"
"Tidak! Jangan macam-macam, hyung !"
"Memangnya aku pernah macam-macam?"
"Hyung !"
"Haha, iya Sehun aku ingat, aku tidak akan menidurimu lagi, aku tahan hasratku malam ini hanya untuk menemanimu tidur" kekeh Chanyeol yang mendapat hadiah pukulan bantal sofa dari Sehun.
"Yak! Aaww Sehun, sakiitt! Hentikan!" Chanyeol berusaha menghentikan pukulan bantal Sehun.
"Dasar mesum!"
Sehun menyudahi pukulannya.
"Haha, maafkan aku Sehunku sayang" Chanyeol memeluk Sehun sambil mengelus-elus rambutnya.
"S-sudah sana, buatkan aku susu! Aku tidak bisa tidur sebelum minum susu" perintah Sehun.
"Baiklah, tunggu sebentar"
.
Chanyeol keluar dari dapur dan membawa segelas susu cokelat untuk Sehun. Lalu memberikannya pada Sehun.
"Kau tidak membuatnya untukmu?"
"Tidak usah, aku tidak sepertimu"
Sehun mendengus sebal, lalu meminum susunya dan menghabiskannya.
"Sudahlah, aku mau tidur"
Sehun bangun dari duduknya lalu berjalan masuk ke kamar nya, diikuti oleh Chanyeol dibelakangnya.
"Kenapa mengikutiku?" Tanya Sehun sambil menatap tajam pada Chanyeol.
"Aku juga ingin tidur"
"Kamarku ada dua kasur, kau tidur di kasur yang satunya"
"Tidak mau, aku mau seranjang denganmu"
"Tidak boleh!"
"Ayolah Sehun, boleh ya"
"Tidak"
"Aku ingin memelukmu"
"Tidak boleh"
"Ayolah Sehunku, boleh yaa boleehhh" rengek Chanyeol.
Sehun memutar bola matanya malas.
"Baiklah, jangan macam-macam. Awas kau"
"Aahh Sehunku memang yang terbaik" girang Chanyeol sambil memeluk tubuh Sehun.
"Lepaskan aku, aku ingin merebahkan tubuhku ke kasur"
Chanyeol menuruti keinginan Sehun, lalu ikut merebahkan dirinya di sebelah Sehun.
"Kau ikutan tidur disini kasurku jadi sempit, tahu tidak" ucap Sehun sambil tidur membelakangi Chanyeol.
"Biar saja" Chanyeol memeluk tubuh Sehun erat.
.
Hening.
.
"Sehun?"
"..."
"Seehuunn"
"..."
"Sehunku sayaangg"
"..."
"Kau benar-benar sudah tidur, eh?"
"Berisik hyung , aku mengantuk"
"Ya! Jangan tidur dulu, temani aku"
"Lalu aku harus apa?"
"Temani aku mengobrol"
Sehun membalikkan tubuhnya jadi menghadap Chanyeol, sementara tangan Chanyeol masih memeluk tubuhnya. Chanyeol menatap wajah Sehun.
"Apa?"
"Hhmm... setelah lulus nanti, kau mau jadi apa?" Tanya Chanyeol.
"Aku ingin jadi dokter"
"Sungguhan?"
"Menurutmu?"
"Kenapa ingin menjadi dokter?"
"Karena dokter adalah pekerjaan mulia, pekerjaan yang menuntut kepekaan sosial. Aku ingin menyelamatkan nyawa-nyawa pasienku nanti, akan sangat bahagia sekali diriku jika aku bisa menyelamatkan mereka"
"Enaknya menjadi dirimu, bisa mengikuti apa yang kau cita-citakan"
"Memangnya kau mau jadi apa?"
"Kalau saja aku tidak dipaksa mengambil jurusan bisnis aku sudah mengambil jurusan kesenian"
"Kesenian? Memang kau punya passion di bidang itu?"
"Tentu saja! Kau tak tahu aku juga anak band bersama geng-gengku? Aku bisa memainkan alat musik dan bernyanyi"
Sehun hanya menggelengkan kepala, sedangkan Chanyeol hanya mencebikkan mulutnya.
"Mau mendengar aku bernyanyi?"
"Boleh, coba saja"
"Ini lagu kesukaanku, kau harus dengar baik-baik ya"
Nan ganghaeboyeodo usgo isseodo honjail ttaega manha
Neul geokjeonghana eopseo boyeodo hal mari manha
Cheom bon sungan neomuna kkeullyeoseo
Igeosjeogeot jaeji moshago malhaesseo
The answer is you
My answer is you
Nae modeungeol da boyeojwo bwasseo
You are my everything neomu hwaksinhaeseo
.
"Sehun? Bagaimana? Bagus kan?"
"..."
"Hun? Sehun?"
Chanyeol sedikit menunduk untuk melihat wajah Sehun.
"Ternyata benar-benar sudah tertidur, eh?" Chanyeol terkekeh.
Chanyeol mengambil selimut lalu menyelimuti Sehun dan dirinya sampai pundak. Memeluk tubuhnya dengan erat sekali. Mencium kening Sehun dengan lembut, lalu mengusap-usap pipinya.
"Sleep tight, sweetheart "
.
.
.
Sinar matahari masuk melalui celah celah jendela, mengganggu tidurnya. Sehun terbangun dari tidurnya. Hari ini hari minggu, mungkin hari ini ia akan bekerja mengingat ia sudah mendapatkan jatah libur sabtu kemarin.
Sehun duduk masih diatas kasurnya, belum berniat menurunkan kakinya kebawah. Melihat selimut yang berada di tubuhnya. Pasti Chanyeol yang menyelimutinya semalam, pikirnya. Tapi kemana ia sekarang? Kenapa sudah tidak ada disampingnya? Apa ia sudah bangun duluan?
Sehun menurunkan kakinya, berniat untuk berdiri. Namun matanya menangkap sepucuk surat dan segelas susu di atas nakas. Sehun mengambil surat itu lalu membacanya.
.
Sehun, maafkan aku, aku harus pergi disaat kau belum terbangun. Aku membuatkanmu susu, semoga saja susunya masih hangat saat kau bangun nanti, haha.
Terimakasih telah menghabiskan waktu denganku kemarin, terimakasih telah mengizinkanku menghabiskan malam dengan tidur bersamamu, terimakasih juga telah hadir di kehidupanku. Aku sangat senang bisa mengenalmu. Maafkan aku kalau aku kadang membuatmu kesal dan marah. Maaf juga karena kita takkan bisa bertemu lagi.
Satu hal yang perlu kau tahu, aku akan selalu mencintaimu Sehun.
Saranghae, Oh Sehun.
.
"Hyung..."
.
.
.
TBC ah, baper akutu ngetiknya huhu
Bentar lagi end kayaknya, doain aja endingnya ada hot hotnya gitu yak wkwk
Thanks for review
Salam gulugulu^ω^
