SECRET ADMIRER
.
.
.
.
Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun (ChanHun), Kim Jongin (little bit KaiHun), and other cast.
Rated : M
Genre : Romance, School life, yaoi
.
.
.
Chapter 9 ( Last Letter )
.
.
.
Hari ini adalah hari dimana murid-murid kelas 10 dan kelas 11 melaksanakan ujian semester mereka. Semua murid sudah siap berperang dengan kertas ujian yang akan menentukan nilai mereka di semester ini.
Sehun sendiri pun sudah menyiapkan materinya dari jauh-jauh hari. Ia sudah belajar mati-matian agar nilainya tak turun meski sibuk bekerja juga.
.
.
.
Hari pertama ujian pun telah berakhir. Sehun yakin ia menjawab soalnya dengan benar semua. Sehun hendak keluar kelas, ingin menemui Baekhyun yang berada di kelas sebelah karena mereka tak seruangan, namun sebelum sampai ke kelasnya Baekhyun sudah lebih dulu berada di depan kelasnya.
"Sehun!" Panggil Baekhyun.
"Hai Baek! Bagaimana ujianmu?"
"Huh memusingkan, kepalaku hampir meledak, padahal ini baru hari pertama!"
Sehun hanya tertawa mendengar perkataan Baekhyun.
"Jongdae dan Kai kemana?"
"Entahlah, paling juga mereka ke kantin"
"Kalau begitu temani aku ke loker sebentar ya, aku ingin mengambil buku fisika ku disana"
.
.
Sehun membuka lokernya, mengambil buku fisika dari dalam loker. Namun daat ia menarik keluar buku fisika nya, sebuah kertas ikut keluar dan jatuh tepat di bawah kaki Sehun.
"Sehun, ada yang jatuh!" Ucap Baekhyun.
Sehun menunduk lalu mengambil kertas itu dibawah.
"Kertas ini bukan milikku. Apa ini surat lagi? Kau saja yang baca, aku lelah" desah Sehun sambil memberikan surat itu pada Baekhyun.
Baekhyun mengambilnya, lalu membaca surat itu sambil disuarakan, agar Sehun juga dapat mendengarnya.
.
Hai Sehun, mungkin ini terakhir kalinya aku mengirimi surat untukmu. Maafkan aku karena telah mengganggu kenyamananmu dengan surat-suratku ini. Aku harap kau menemukan sesuatu dari semua clue-clue yang aku berikan padamu.
Kalau kau ingin mengetahui siapa aku sebenarnya, datang ke sebuah tempat yang ada aliran sungai, pohon maple yang berguguran, dan sebuah bangku dibawahnya pada saat senja.
Aku tunggu kau disana setelah ujian kelulusan kelas 12 selesai.
-pengagum rahasiamu-
.
Tiba-tiba Sehun teringat Chanyeol. Kenapa Chanyeol dan pengagum rahasianya pergi menghilang bersamaan? Sebenarnya apa yang sedang disembunyikan Chanyeol?
.
"Sehun! Mendengarkanku tidak sih?" Suara Baekhyun membuyarkan lamunan Sehun.
"Apa Baek? Maafkan aku, aku sedang memikirkan seseorang tadi"
"Seseorang? Siapa?"
"Itu.. aku tidak bisa bercerita disini"
"Lebih baik kita pulang saja, aku akan menginap lagi di apartemenmu, kau bisa menceritakan semuanya padaku. Sekalian kita belajar bersama untuk besok ya, kau ambil cuti kerja seminggu kan?"
Sehun menganggukkan kepalanya.
"Yasudah, ayo"
Baekhyun merangkul pundak Sehun dan berjalan keluar menuju gerbang sekolah.
"Hei, kalian mau kemana!" Panggil Jongdae saat melihat Baekhyun dan Sehun berjalan ke gerbang sekolah.
"Pulang ke apartemen Sehun" sahut Baekhyun.
"Menginap lagi? Aku ikut!" Jongdae langsung menghampiri Baekhyun dan Sehun.
"Aku juga!" Kai mengikuti Jongdae.
.
.
.
"Kalian mau minum apa?" Tanya Sehun begitu mereka berempat sampai di apartemennya.
"Apa saja Sehun" sahut Jongdae.
"Baiklah tunggu sebentar"
Sehun keluar dari dapur dengan membawa nampan berisi 4 gelas orange juice.
"Diminum dulu" kata Sehun mempersilakan.
Kai dan Jongdae langsung menyambarnya dengan cepat.
"Sehun, aku mau ganti baju dulu ya" ucap Baekhyun.
"Yasudah, oh iya kalian juga ganti baju dulu saja, pakai bajuku saja kalau kalian tidak bawa baju ganti" ucap Sehun.
"Gampang, itu nanti saja" ucap Kai.
.
.
.
"Kalian sedang apa?" Tanya Baekhyun saat selesai ganti baju di kamar Sehun.
"Kau tak bisa lihat?" Ucap Kai.
Baekhyun hanya mendengus.
"Kalian tidak ganti baju? Jorok sekali" cibir Baekhyun.
"Nanti saja, lagi seru ini" ucap Jongdae sambil menekan-nekan stick ps nya, sedangkan matanya fokus pada layar tv.
"Sehun, seharusnya kau tidak membiarkan mereka bermain ps seperti ini, bukannya belajar untuk ujian malas bermain ps!" omel Baekhyun.
"Biar saja Baek" Sehun terkekeh.
"Kai, jangan terus menabrakku!" Teriak Jongdae.
"Biar saja, ini kan pertempuran, bung !" Sahut Kai tak mau kalah.
Baekhyun menghampiri Sehun yang sedang duduk di sofa sambil memperhatikan Kai dan Jongdae bermain.
"Sehun" panggil Baekhyun.
"Ya, Baek?"
"Sudah bisa cerita?"
"Tentang apa?"
"Yang tadi. Kau sedang memikirkan siapa?"
"Oh lihatlah ibu-ibu rumpi sedang bergosip dibelakang" cibir Kai, matanya tidak lepas dari layar tv.
"Tutup mulutmu dan main saja sana!" Desis Baekhyun sambil melemparkan bantal sofa ke ke kepala Kai.
"Aww Baek, sakit! Kalau aku gegar otak, bagaimana?!" Teriak Kai.
"Biar saja" sahut Baekhyun datar.
"Ayo Sehun, lanjutkan" ucap Baekhyun pada Sehun.
"Aku sedang memikirkan Chanyeol sunbae " bisik Sehun.
"Hah? Memangnya dia kenapa?" Tanya Baekhyun sambil mengernyitkan dahinya.
"Wah, sedang menggosipkan Chanyeol sunbae , eh?" Jongdae tiba-tiba menimbrung obrolan Baekhyun dan Sehun. Stick ps nya sudah ia letakkan begitu saja.
"Jongdae! Diam dulu, bisa tidak?" Desis Baekhyun.
"Jongdae ikutan, aku juga akan ikutan" Kai lalu meletakkan stick ps nya lalu menghadap kearah Baekhyun dan Sehun.
Baekhyun hanya memutarkan bola matanya malas.
"Chanyeol hyung... dia bilang dia akan pergi, dia bilang kemarin itu adalah terakhir kalinya kita bertemu" lirih Sehun.
"Wah, pantas saja tadi Chanyeol sunbae tidak masuk saat aku mencarinya untuk kumpul band" ucap Jongdae.
"Bahkan dia benar-benar tidak masuk sekolah?" Tanya Sehun.
"Mungkin dia bosan melihatmu terus" Kai terkekeh.
"Tutup mulutmu, Kai" desis Baekhyun.
"Lalu Sehun? Bagaimana dengan pengagum rahasiamu? Apa kau akan menemuinya nanti?" Tanya Baekhyun lagi pada Sehun.
"Apa? Orang pengecut itu meminta Sehun untuk menemuinya?" Tanya Kai.
"Wah, yang benar saja" timpal Jongdae.
"Sepertinya aku akan datang menemuinya, aku harus tahu siapa dia, aku akan menyelesaikan semua ini"
"Apa kau tahu tempatnya?" Tanya Baekhyun.
Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kalau kau ingin menemuinya, kau harus bilang padaku. Kau tidak boleh pergi sendirian" ucap Kai.
"Iya Sehun, aku takut ada apa-apa denganmu" sahut Baekhyun.
"Niat jahat seseorang mana ada yang tahu, kan?" Timpal Jongdae.
.
.
.
Ini sudah hari terakhir murid-murid kelas 10 dan kelas 11 menjalani masa ujian semesternya. Mereka mendapatkan libur karena setelah ujian semester, ujian kelulusan untuk kelas 12 akan diadakan. Jadi mereka tinggal menunggu hasil ujian mereka.
Sudah seminggu pula Sehun tidak bertemu Chanyeol. Apa anak itu benar-benar pergi meninggalkannya? Sudah seminggu ini pun Sehun selalu memikirkannya.
Padahal aku belum menerimanya, tapi dia sudah pergi saja, apa dia sudah lelah menungguku?—Sehun.
Sehun jadi tidak berniat melakukan apapun. Perasaannya selalu memikirkan Chanyeol. Sehun sangat ingin bertemu dengannya. Andai saja ia bisa sekali lagi bertemu dengannya, ada banyak hal yang ingin ia katakan.
Karena ujian semester telah usai, hari ini Sehun harus masuk kerja. Sudah lama ia tak bertemu dengan Jieun dan Sungmin hyung .
.
.
.
"Sehun!" Panggil Jieun dengan nada terkejutnya saat melihat Sehun masuk ke minimarket.
"Hai Jieun, apa kabar?"
"Aku sangat merindukanmu, bagaimana ujianmu?"
"Ujiannya berjalan lancar, terimakasih ya sudah menggantikanku selama ini"
"Tidak masalah, Sehun"
"Sungmin hyung kemana?"
"Sedang merapikan sayuran di konter sayuran"
"Baiklah kalau begitu aku ke Sungmin hyung sebentar ya"
Sehun menghampiri Sungmindi konter sayuran.
"Hyung !" Panggil Sehun pada Sungmin.
"Halo Sehun, sudah mulai bekerja? Bagaimana kabarmu? Lancar kan ujiannya?"
"Iya, kabarku baik dan ujianku lancar. Terimakasih ya hyung sudah menggantikanku selama ini"
"Sama-sama Sehun"
"Kalau begitu aku mulai bekerja dulu ya, hyung "
"Ya, selamat bekerja, Sehun"
Sehun menghampiri Jieun di meja kasir.
"Sudah pulang sana, aku mau bekerja" kekeh Sehun.
"Iya iya, ini juga aku ingin pulang. Kalau begitu selamat bekerja Sehun, sampai jumpa" ucap Jieun sambil menepuk-nepuk pundak Sehun.
"Ya, hati-hati dijalan"
.
.
.
"How much is it? "
Suara ini...
Sehun sadar dari lamunannya.
"Ya, Chanyeol hyung ?"
"Maaf? Kau bilang apa?" Tanya pelanggan itu.
"Oh tidak-tidak, maaf tuan, aku salah menyebut nama, maafkan aku"
"Oh, kalau begitu berapa harga ini semua?"
Sehun mengambil belanjaan milik pelanggannya dan menghitungnya.
Astaga suara beratnya mirip sekali dengan Chanyeol hyung, ku kira tadi dia—Sehun.
"Semuanya 3000 won, tuan"
"Baiklah, ini" lelaki itu memberikan uang kepada Sehun.
Sehun mengambil uang dari lelaki itu.
"Terimakasih tuan telah berbelanja disini, maaf atas ketidaknyamanan pelayanan kami"
"Haha, ya tidak apa, lain kali jangan melamun lagi ya"
"Aku minta maaf" kata Sehun sambil menundukkan kepalanya.
Lelaki itu hanya tersenyum lalu pergi.
"Sehun, kau kenapa?" Tanya Sungmin yang menghampiri Sehun di meja kasir.
"Tidak apa-apa hyung "
"Ku perhatikan hari ini kau banyak sekali melamun, padahal ini hari pertama kau kembali masuk kerja, apa kau ada masalah di sekolahmu?"
"Tidak hyung , aku tidak ada masalah apapun"
"Baiklah, kau harus lebih fokus lagi ya bekerja nya, ku tinggal lagi ya"
"Baiklah, maafkan aku hyung aku tidak akan mengulanginya lagi"
.
.
.
.
2 minggu kemudian
.
.
Ujian kelulusan murid kelas 12 telah selesai, dan murid kelas 10 dan kelas 11 masuk kembali seperti biasa setelah menerima hasil ujian mereka. Beruntunglah Sehun bisa mempertahankan nilainya di semester ini.
"Aaaa Sehun" teriak Baekhyun saat Sehun tiba di kelasnya, lalu memeluknya.
"Hai Baek, bagaimana kabarmu?" Tanya Sehun sambil membalas pelukan Baekhyun.
"Aku sangat merindukanmu, Hun. Aku baik, kau melakukan apa saja selama liburan?"
"Aku juga merindukanmu, Baek. Ya, tanpa ku jawab juga kau tahu jawabannya, Baek" Sehun terkekeh.
"Ya, pasti bekerja—" ucap Baekhyun datar "—harusnya kau ikut denganku selama liburan, aku bosan jalan dengan Jongdae terus"
"Wah, kalian jalan berdua saja? Jangan-jangan ada sesuatu diantara kalian" selidik Sehun.
"Tidak! Jangan berpikiran macam-macam ya, aku tidak ada apa-apa dengannya!" Bantah Baekhyun.
Sehun hanya tertawa.
"Heyyo wassup Hun!" Panggil Jongdae sambil menepuk bahu Sehun.
"Gaya bahasamu sudah seperti anak gaulsaja, Jong" sahut Sehun datar.
"Biar saja"
"Kai mana?" Tanya Sehun.
"Di kantin, sedang menyambar takoyaki hangat nya Song ahjumma " jawab Jongdae.
"Anak itu benar-benar tak tahu situasi, pagi-pagi sudah menyambar kantin" cibir Baekhyun.
.
.
.
Sehun sedang menunggu bus di halte. Ia akan langsung menuju tempat kerjanya. Sehun termenung sambil menunggu bus.
"Mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu"
Sehun masih memikirkan perkataan Chanyeol 3 minggu lalu. Chanyeol pasti benar-benar meninggalkannya sekarang.
"Oh astaga!"
Sehun tiba-tiba teringat sesuatu.
"Kemarin kan ujian kelulusan kelas 12 sudah selesai, berarti sekarang saatnya aku menemui penguntit itu"
Sehun diam.
Dimana ia harus menemuinya?
"Aliran sungai, pohon maple yang berguguran, sebuah bangku yang terletak dibawah pohon itu, pada saat senja. Mungkinkah..."
Ya, Sehun tahu kemana ia harusnya pergi.
Sehun langsung menyetop bus dan langsung memasukinya. Ia langsung mengirimi pesan pada Jieun bahwa ia bolos kerja dulu hari ini. Ia harus menyelesaikan ini semua.
.
.
.
Sehun berlari menyusuri jalan setapak di pinggir sungai itu. Ya, entah kenapa Sehun kepikiran untuk datang ke tempat ini. Tempat yang ia datangi terakhir kali bersamanya.
Sehun terus berlari sampai menemukan bangku yang terletak dibawah pohon maple yang berguguran. Udara yang dingin tak membuatnya lemah berlari menemukan yang dicari.
Lari Sehun terhenti ketika melihat sosok yang sangat ia rindukan duduk tepat di tempat yang ia cari.
Seluruh tubuh Sehun menegang.
.
.
.
"Kau..."
.
.
.
TBC
No comment, silakan tebak sendiri, pasti udah ketauan bgt kan:"v
Sengaja emang pendek kok chap ini, ceritanya emang udah mau kelar, anggep aja di chap ini kejadiannya udah 3 minggu lamanya si Sehun gak ketemu Chanyeol:"v
Tenang, happy ending kok:"v
Don't forget to review
Salam gulugulu^ω^
