[ Daddy and His Beloved Triplets [ Special Chapter II - part 1 ]

[ series ; bahasa ; b x b ; bts ; namjoon ft. jimin, taehyung, jungkook ; taekook/vkook ; pg / k+ ]

"Aku tidak tahu sejak kapan, tapi yang jelas...

aku mencintainya lebih dari seorang adik."

.

.

.

.

.

.

.

#

Uraian singkat:

Cerita ini dimulai ketika Jimin, Taehyung, dan Jungkook sudah menduduki bangku kelas 2 SMA. Ketika Yoongi (sudah) memutuskan untuk bertunangan dengan Jimin dengan alasan agar Jimin sudah sah jadi miliknya dan tidak diganggu gugat oleh pihak lain (padahal cuman gara-gara Yoongi-nya aja yang ga sabaran mentang-mentang udah mapan). Ketika Namjoon dan Seokjin kabar-kabarnya ingin mengadopsi anak lagi tapi tidak jadi karena 'bayi-bayi' mereka belum apa-apa sudah cemburu (kecuali Taehyung yang tetep stay chill, nothing matters beside kebelet vivish.)

Selamat membaca.

.

.

.

.

.

.

.

Taehyung membuka baju basketnya, menyisakan singlet putih yang penuh oleh peluh. Matahari saat ini sepertinya bersikap tidak ramah di waktu yang sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Setelah meminum beberapa teguk air, dia berpamitan pada teman-temannya, yang terhormat geng Hamba Allah dan bergegas pulang.

Dan mengirimkan pesan di media sosialnya, yang tak lain dan tak bukan adalah LINE yang juga sponsor fanfic ini (boong) kepada seseorang.

'Aku sudah sampai.'

Sent to 'Kookie'.

Setelahnya menarik gas motornya. Yang bensinnya hamdalah sudah diisi.

.

.

.

.

.

.

.

#

"Tumben lama." Adik kecilnya menunjukkan wajah sebalnya, kebiasaannya jika sesuatu tidak berjalan seperti keinginannya. Kakaknya terlambat menjemput. Betul, dia memang anak manja. Bawaan anak bungsu pada umumnya. Gitu.

Taehyung nyengir seperti biasa.

"Maaf, tadi main basket dulu."

Jungkook balas manyun seperti biasa. "Yaudah, yuk pulang."

"Yuk. Naik."

"Iya."

.

.

.

.

.

.

.

(Di tengah jalan)

"Tae."

"Hm?"

"Abis pulang kamu harus mandi sebelum masuk kamar."

"Siap, Bos."

"Pake Reksona."

"Siap, Bos."

.

.

.

.

.

.

.

Adenya bilang gitu karena si Taehyung mengeluarkan hawa-hawa asing-bau matahari. Emang si bungsu tu agak-agak cautious sama hal-hal yang begitu-begitu. Maklum, princess.

.

.

.

.

.

.

.

# Taehyung's Diary

Not the typical 'Dear diary' bla bla sik.

.

.

.

.

.

.

.

(Hari Minggu) (Taehyung ceritanya lagi jaga rumah, nonton tipi) (papa mamanya lagi ada kerjaan di luar, kakak adenya lagi jalan)

"MAKANAN?"

"IYA!"

"JAGORAWI?"

"BUKAN!"

"BOGOR!"

"EE... DEKETAN DIKIT! DIKIT LAGI!"

"DUH... DEPOK, DEH, DEPOK!"

"Nah, IYA! IYA!"

"MARGONDA?"

"IYA! IYA! IYA!"

"MI AYAM PAJAR!"

"YEAAAAAA!"

Iyo, si Taehyung lagi nonton Eat Bulaga. Ga ada kerjaan. Ga ada PR. Udah nyapu. Ngepel. Nyuci piring. Aer udah penuh. Atep bolong udah dibenerin. AC bocor udah dibenerin.

Iyo, si Taehyung di rumahnya semacem OB merangkap teknisi. A.k.a tukang bersi-bersi plus reparasi. Sukarela. Sebenernya si bokap nyokapnya sih udah bilangin mo nyari pembantu ama tukang benerin rumah aja, karena ya gak tega lah ya masa anaknya begitu gitu, gitu. Cuman ya maunya si Taehyung bae jadi gitu. Karena banyakan 'gitu'-nya, mending ganti 'gini' deh. Gini si bocoran singkat skenarionya.

.

.

.

#

.

.

.

(Waktu Taehyung nyemen lantai depan rumah) (Papah Joon dan Mamah Jin menghampiri dengan wajah muram durja)

Papah Joon setengah berjongkok, menepuk pelan pundak kanan anaknya.

"Sayangku Taehyung yang tampan dan baik hati," ujar sang Papah.

Mamah Jin juga ikut setengah berjongkok, menepuk pelan pundak kiri anaknya.

"Sayangku Taehyung yang tampan dan baik hati," ujar sang Mamah.

(Yoi, Jin dan Joon.)

Sang anak-Taehyung-menjawab, "Ya Papah. Ya Mamah."

.

Lima menit berlalu.

.

Papah Joon dengan matanya yang mulai berkaca-kaca kemudian berkata, "Mengapa kamu menjadi seperti ini, Nak...?"

Mamah Jin dengan mata yang juga mulai ikut berkaca-kaca ikut berkata, "Mengapa kamu menjadi seperti ini, Nak...?"

(Si mamah mah ngikutin aja si papahnya ngomong apa dan ngapain.)

Taehyung perlahan menyeka keringatnya, meletakkan adukan semen, dan menatap kedua orangtuanya dengan tatapan yang mencoba meyakinkan.

.

Lima menit berlalu.

"Pah."

Taehyung meletakkan telapak tangan kanannya di lutut sang Papah.

"Mah."

Kemudian meletakkan telapak tangan kirinya di lutut sang Mamah.

"Kemarin. Saat Taehyung berkelana mengelilingi kota kita."

"Banyak sekali Taehyung temukan gambaran peristiwa yang menyedihkan yang Taehyung temukan di kota, yang seringkali luput dari mata kita."

"Yang seringkali luput dari mata kita seperti kehidupan gelandangan yang rumahnya sebatas bawah kolong jembatan."

"Gerombolan pengemis kecil yang meminta haknya dengan pengguna lalu lintas."

"Serta kejadian yang menimpa pengendara Go-Jek."

"Dan masih banyak lagi, yang tak bisa Taehyung sebut satu persatu, peristiwa yang menyedihkan di kota kita yang Taehyung temukan, yang seringkali luput dari mata kita."

(Ngomongnya ngulang-ngulang gitu sih, demen.)

.

.

Lima menit berlalu.

.

.

Sang Papah dan Mamah tak kuasa menahan air mata yang terjatuh di pipi. Menutupi sesenggukan dengan telapak tangan.

"Dan akhirnya, Pah."

Taehyung menggenggam tangan kanan Papahnya.

"Mah."

Kemudian menggenggam tangan kiri Mamahnya.

"Sejak saat itu."

"Taehyung akhirnya menyadari."

"Bahwa..."

.

.

Sepuluh menit berlalu.

.

.

Papah dan Mamah hanya sanggup berkata dengan genangan air mata yang membasahi. Menatap wajah anaknya yang sayu. Begitu sedih.

"Bahwa, Nak...?"

Taehyung menundukkan wajahnya sebentar. Merenungkan sekali lagi segala yang telah terjadi dalam hidupnya. Berterimakasih dan bersyukur atas segalanya. Apapun yang telah terjadi. Yang telah membuatnya hingga menjadi sosok seperti ini. Begitu banyak memori. Kenangan. Pilihan. Keputusan. Yang telah terjadi. Yang telah dijalani.

Dan inilah keputusan pentingnya yang terakhir.

Mengangkat wajahnya perlahan. Dengan tatapan mata yang meyakinkan. Kepada kedua orangtuanya tercinta.

Dengan hati yang sudah memantapkan keinginannya.

"Semoga Papah dan Mamah bisa mengerti."

"Bahwa Taehyung ingin menjadi Mang Aspal merangkap teknisi di masa depan."

.

.

.

.

.

.

.

Guntur menghantam. Disusul petir. Kilat. Banjir. Tanah longsor. Kabut asap. Gempa bumi.

Bunyi sirene ambulan. Alarm mobil polisi. Bus DPR DPD depan rumah. Tentara Nasional Indonesia yang menjalankan barikade di sekeliling kediaman. Tentara U.S. Army ikut mengawal. Suasana riuh. Papah Namjoon dan Mamah Seokjin dibawa ke tandu. Dimasukkan ke dalam mobil ambulan. Segala jenis media massa; TV, internet, radio, koran dsb. sibuk menyiarkan kejadian tersebut dalam sekejap di seluruh dunia.

Taehyung menatap ke arah perawat yang menggotong kedua orangtuanya ke dalam mobil ambulan.

Kemudian melanjutkan kegiatannya mengaduk semen. Dengan khusyu'.

.

.

.

#

.

.

.

Syuting 'Keluarga Cemara The Movie' selesai.

Pesan Moral: Tidak ada yang salah dengan menjadi Mang Aspal ataupun teknisi ataupun merangkap keduanya atau apapun, selama pekerjaan itu halal. Hanya saja manusia terkadang (agak) kurang mampu menerima kenyataan.

.

.

.

#

.

.

.

Gitu deh ceritanya. Inspiratif sekali ya.

Trus sekarang nonton tipi aja si bocah. Garuk-garuk pantat. Kerjaannya.

.

.

.

.

.

.

.

Bosen ga si.

Bosen banget. Kebayang aja kalo misalnya ga ada orang di rumah. Yang lain pada sibuk. Orang komplek lagi pada bobo. Orang warkop lagi mudik. Poskamling istirahat. Hari Sabtu, Minggu gitu. Wik-en.

Palagi pas akhir bulan. Kantong kering, paket internet kering, cucian basah gegara ujan. Stok Indomi, Popmi abis. Gas abis. Tapi sidang Jessica sianida ga abis-abis.

Bosen parah lah. Tingkat mampus.

Trus Taehyung karna udah kepalang bosen, niatan nelpon temen-temennya aja. Geng Hamba Allah.

Free Call, gitu.

.

.

.

.

.

.

.

Lah, pas di Free Call temen-temennya lagi pada nge-DWP. Iyo, gewl. Ngga si, sebenernya temen-temennya lagi pada remed UTS Kimia gitu. Hari Minggu remednya biar nampol. Cuman si Taehyung doang yang (mayan) pinter gitu di gengnya, efek les ama pacar kakanya, si guru les ganteng. Makanya libur. Tinggal buat status aja di BBM ama LINE:

"Dear Hamba Allah-ers yang dirahmati Allah swt. selalu,

salam buat Mami Hani tercinta."

Potonya meme kodok ijo lagi senyum yang suka mangkir di Twitter akir-akir ini.

Tinggal temen-temennya aja nyuri-nyuri kesempatan ngambil henpon komenin status doi:

"Tay uga U."

"Untung ganteng."

"Anak Yth. Big Boss Namjun."

Gitu-gitu. Si Taehyung nyengir bae.

Tapi gegara libur ini jadinya bosen parah.

Ya cuman garuk-garuk pantat ae lah si Taehyung.

Kubur gua jadi tai dah, idup begini.

.

.

.

.

.

.

Trus akhirnya si Taehyung pas udah matiin tipi.

Masuk kamar.

Gulingan atas kasur.

Denger lagu di hape pake earphone.

Liatin langit-langit.

Bengong.

Ngelamun lah dia.

.

.

.

.

.

.

.

Taehyung kadang-kadang suka mikir.

Kadang kalo lagi sendirian ga ada kerjaan begitu, dia sukanya mikir.

Mikir apa aja. Entah penting ga penting.

Tentang dia abis ngapain aja gitu, misalnya. Yang kemaren dia jemput adenya sambil bau ketek. Yang kemaren salah satu anggota Geng Hamba Allahnya si Sungjae hormat bendera 3 jam ma Pa Kepsek gegara lupa nyirem taneman depan kelas. Yang kemaren kupingnya gatel dengerin kakaknya telponan manis manja ma pacarnya.

Dan banyak lagi.

Trus perutnya tiba-tiba bunyi.

Trus doi kepikiran buat delivery KFC. Pake Go-Jek mumpung masih tarif per 25 km 10 ribu.

Hm. 2 pieces ayam original paha atas sabi uga. Plus sup ayam goceng. Plus perkedel 2. Plus nasi. Plus Mocha Float.

Udah ngiler aja bawaan.

Tapi sebelom itu,

telpon Big Boss Papi Namjun dulu. Minta transfer duit. Ofkors.

Sibuk lah jari tangannya tat tit tut nge-LINE bapaknya.

.

.

.

.

.

.

.

(Taehyung nge-LINE bapaknya) (yang ditebelin omongannya Taehyung, yang dimiringin omongannya Namjoon)

"Pa, Tae minta 100 mo delivery gojek"

(2 menit kemudian)

"Oke sayang."

"Laper ya."

"Yoi udah konser lambung."

"Wah konser Bon Jovi ya"

"Update uga si kaka"

"Udah selese kali Pah"

"Ooh udah ya"

"Bentar lagi Papa balik nih. Tar Papa beliin aja yah kalo ga."

"Tapi jemput mama dulu."

"Jemput Mama lama ga Pa"

"Nggak lah, ini Mama katanya bentar lagi selesai kok."

"Tunggu ya sayang."

"Bisa di pause bentar ga tu konser d'Lambungznya?"

"Ga bisa Pa, uda setenga jalan"

"Oo.. baik Mas, ini yang mau pesen KFC ayam paha atas 2 plus sup ayam yang kek di catetan itu ya?" (si Bapak emang udah khatam juz Pesenan Delivery ayat KFC anaknya)

"Iya Pak anter ke kompleks pesona cemara pondok indah no. 7 y, yang deket sop duren"

"Ok Mas. Ga pesen sop durennya sekalian?"

"Gak Pak, usus saya ntar ikutan konser metal abis makan duren"

"Hehe OK lah kalo begitu Mas. Ditunggu ya ordernya. Saya otewe :)"

"Ok Pak gepe-el ya otewenya"

"Yoi Mas Ganteng. Terimakasih atas pesanannya, ditunggu order berikutnya :)"

"Samasama Pak gojek yang lebi ganteng"

"Ditunggu banget pesanannya"

.

.

.

.

.

.

.

Begitulah kisah Ayah dan Anak dalam perjuangannya order delivery KFC. Semangat yang patut ditiru.

.

.

.

.

.

.

Balik lagi ke lamunan.

Taehyung liat langit-langit lagi.

Mikirin sesuatu lagi.

Ampe ngantuk.

.

.

.

.

.

.

.

Oh.

Taehyung baru inget.

Ada nih. Ada.

Yang sekarang lagi dia pikirin banget.

Kek dari banyak pikiran yang udah dia pikirin selama ini.

Ada satu hal yang bener-bener ganggu pikiran dia akhir-akhir ini.

Tentang adik kecilnya.

Adik bungsunya.

Yang lagi jalan ama kakaknya. Di PIM. Lagi maen taruhan.

.

.

.

.

.

.

.

(Jimin lagi jalan bedua bareng Jungkook, lagi tumbenan akrab - Naskah Drama Ver.)

Tumben lah ini pokoknya lagi akrab jalan bedua. Pake gandengan lagi. Baju samaan, beda warna aja. Jimin biru, Jungkook merah. Warna paporit. Tulisan 'We Are So Cool.' Dari tadi senyam senyum. Maklum, duit jajannya lagi dilebihin, gegara si Jimin menang lomba modern dance di Kemang. Si Jungkook juga, gegara dapet nilai gede pelajaran Bahasa Inggris sama Pak Amir. Seneng.

Dan sekarang lagi keliling-keliling aja ngiterin mall andalan, PIM. Sambil senyam-senyum. Ketawa ketiwi.

Jimin: "Kookie!"

Jungkook: "Uy!"

Jimin: "Yuk maen DDR!"

Jungkook: "Yuk!"

Jimin: "Yang kalah traktir Chatime yah?"

Jungkook: "Oke, sapa takoot?"

Jimin: "Dua kali yah?"

Jungkook: "OH nantang ni?! Legoh!"

Jimin: "Buat seminggu yah?"

Jungkook: "Ih enak aja! Eh tapi mayan si kalo aku menang ditraktir Chatime seminggu."

Jungkook: "Eh tapi 'tar kalo aku kalah... ih gamau ah. Sehari ini aja maunya."

Jungkook: "Eh tapi boleh deh. Mayan sih. Eh tapi, eh tapi~" (geleng-geleng ngeselin) (abis itu ketawa seneng)

Jimin: "(mencibir) iya gitu aja terus mpe mabok."

Jungkook: "Mpe aku diajak nge-date ama Tony Stark?"

Jimin: "Ampe aku nikah ma Yoongi."

Jungkook: "Cih."

Jimin cengengesan bae. Si alay.

.

.

.

.

.

.

.

(Taehyung, masi edisi jaga rumah)

Taehyung ceritanya masi ngelamun. Iya, ngelamun ampe ngantuk.

Sekarang lagi bayangin dia ngerjain kakaknya. Yang dia ngabisin setenga bekalnya. Yang dia nge-hack LINEnya ampe bikin pacarnya salah paham. Dan tak terhitung sudah kejahilan-kejahilan lainnya.

Iya, dia diem-diem jahil orangnya. Jahil parah. Apalagi sama kakaknya.

Disitu dia ketawa sendiri. Ngomong sendiri juga demen sik.

Kek kata orang 'kan orang-orang pendiem tu biasanya emang ada aja yang disimpen. Nyimpen yang aneh-aneh gitu lah. Ya sebenernya setiap orang tu punya sisi aneh masing-masing si, ya nggak. Tanpa terkecuali. Kek yang sepecah Channing Tatum, gitu-gitu. Mana tau doi masi bobok bareng maminya. Gak ada yang tau kan.

Biasa emang kalo si Taehyung ketawa tu kalo ga sendirian ya depan temen-temen gengnya aja. Ato pas ngerjain kakaknya, si Jimin. Ato pas komik yang dia tunggu-tunggu akhirnya update juga. Doi emang hemat senyum si. Kalo orang bilangin dia sok cool gitu-gitu ya bukannya disengaja juga. Dari lahir aja melongo diem, ngga oek-oek. C00l.

Oh iya, inget-inget komik, cek update-annya dulu ah.

.

.

.

.

.

.

"Woh! Komatsu... punya Gourmet Cell?"

"Mampus Capture Level Eight Beast 6000an."

"Ya Allah 'PAIR' anunya si Bambina..." (cekikikan)

"Ya Allah si Zonge kembaran pacarnya Bambina."

"HAHAH Bambina tai."

Taehyung sekarang lagi baca komik di free manga reading website. baca Toriko. Komik tentang makanan tapi ala ala Songoku gitu lah.

Tapi abis baca udah. Ngelamun lagi.

.

.

.

Oh iya. Tadi keknya udah bilang ya.

Dia lagi kepikiran adek bungsunya.

Yoi, si Jungkook.

Si Jungkook yang lagi pecah akir-akir ini. Pecah banget. Pecah yang lagi kemana-mana pecah.

Karena...

.

.

.

.

.

.

.

# Taehyung's Diary - to be continued

.

.

.

.

.

.

.

#

(Jimin-Jungkook's Date) (dengan taruhan yang berakhir dengan kekalahan Jungkook)

Puas ditraktir Chatime sama adeknya yang ngga puas a.k.a manyun-tapi ga manyun lagi pas abis dibeliin action figure Iron Man-Jimin ngajak duduk bentar. Lelah abis keringetan nge-DDR.

Jimin: "Makasi yaa buat Chatime seminggunya~"

Jungkook: "Makasi ugaa buat Iron Man-nyaa~"

Abis itu dua-duanya senyum-senyum lagi kek kesambet. Sama-sama seneng.

Trus abis itu Jimin ngeluarin henpon. Inget belom balesin LINE sang patjar.

Diem-diem Jungkook kepo. Nyongolin kepala pelan-pelan dari balik bahu kakaknya.

Ampe lubang idungnya kebuka lebar. Mulutnya mewek kebawah. Ngepoin chat ABG gemesh sama om-om ganteng menggelitik bulu hidung.

.

.

.

.

.

.

.

(Chat LINE Yoongi & Jimin) (yang ditebelin omongannya Jimin, yang dimiringin omongannya Yoongi)

"Lagi apa?"

"Lagi jalan aja nii sama dede Kookie hehe"

"Kamu?"

"Oo asik ya jalan"

"Aku lagi nyiapin bahan buat ngajar aja"

"Hehe"

"Ooo"

"Buat kuliah ya?"

"Iya sayang"

(Seoltang sent Chim2x a photo.)

"Ooo"

"Widiih seru tu keknya"

"Mau aku bantuin?"

"Hehe"

"Ea bantu apa nih"

"Bantu doa dong hihi"

"Hahaha tks, doain ya sayang"

":3"

"Tapi ada imbalannya~"

"Eeh ada imbalannya ya"

"Iya dong, ga gratiss"

"Aduu apa dong bayarannya"

"Cinta dan kasih sayang?"

"Ih alayy"

"Hahaha"

"Alay ya"

"Maaf deh"

"Yaudah kalo gitu seneng2 aja sama Kookie ya"

"Ehh nanti duluu"

"Kan masi kangen hiks"

"Hehe kangen ya"

"(emoji hug)"

"Nanti malem aku telpon, sayang"

"Hmm oke deeh"

"Kamu mangat yaa belajarnyaa (?"

"Eehh apa tadii"

"Nyiapin bahan buat kulia yaaa"

"(emoji forget)"

"(emoji fighting)"

"Hehe"

"Iya sayang"

"(emoji thanks)"

"(emoji kiss)"

"Hihi"

"Byee lovee"

"(emoji love you)"

"See youuu tonite"

"(emoji kiss)"

"Bye, sweetie"

"Love you so much too"

"See ya"

"(emoji kiss)"

.

.

.

.

.

.

.

Pas awal nge-chat ampe selesai, Jimin nyengir udah kek apa aja.

Yoi. Saat-saat kek begitu, yang dimana Jimin nyengir segede kapal selem, disitu Jungkook manyun selebar landasan pesawat.

Iri ceritanya. Iri dengki. Dendam kesumat.

Ga deng, ga segitunya.

Ya iri sih, iri. Ya siapa sih yang ga iri sama orang pacaran? Sama cowo ganteng nan mapan lagi. Mesra lagi.

"Yaelah Dede… sekolah dulu aja yang bener, baru mikirin pacar-pacaran." - (kata jomblowan/wati butthurt sejenis) (suara hati sih, tepatnya)

.

.

.

Kebetulan Jungkook ada satu pertanyaan buat kakaknya si pakar kecinta-cintaan itu.

Bagaimanakah rasanya berpacaran, kakanda?

Jadilah ditanyain ama dia.

Udah, terus dijawab sepanjang jalan Anyer-Panarukan gimana indahnya lika-liku asmara abege tanggung dengan orang dewasa; pake premis 1 dan 2 dimana Yoongi tu cowok idaman sedunia dan Jimin cinta Yoongi dulu sekarang dan selamanya, kesimpulan yang bisa ditarik cuman satu kalimat doang:

"Pacaran boleh, ena-ena jangan."

Udahlah ga nyambung, ga mendidik lagi.

Jungkook yang sebel jadinya cuman masang prinsip:

Premis 1: JIMIN BISA PACARAN.

Premis 2: ORANG LAIN JUGA BISA PACARAN.

Premis 3: KENAPA KIM-TITISAN FIRDAUS-JUNGKOOK INI NGGAK?!

Kesimpulan: KOOKIE MAU CARI PACAR!

Catet baik-baik tuh ya.

.

.

.

.

.

.

.

# Taehyung's Diary II

Yak, izinkan kami memperkenalkan Geng Kebesaran tokoh utama kita Kim Taehyung di chapter kali ini, Geng Hamba Allah, yang sudah beroperasi 2 taun di SMA Pelita Harapan. Anggota resmi 7 orang. Sebut saja Kim Taehyung. Yook Sungjae-yang paling karib dengan doi. Lalu si kembar Jo Youngmin-Jo Kwangmin, Choi Jonghyun a.k.a Changjo, Moon Jongup, dan yang terakhir sama pecahnya fisiknya dengan Taehyung, anak gewl yang baru masuk pas kelas pertengahan kelas 2, Oh Sehun. GGS lah. Ganteng Ganteng Sengklek.

Sekilas info, Taehyung punya panggilan kesayangan di gengnya. "Mpi'." Dicetuskan pertama kali oleh Sungjae, pada tahun 2013, karena ada satu anggota boyband hiphop BTS namanya V mirip banget mukanya ama doi, gitu. Dan nama tersebut banyak mengalami masa perplesetan yang panjang dari "Kunyuk", "Duncul", "Pi", hingga akirnya jadi "Mpi'."

Dan kali ini, Geng Hamba Allah yang terhormat bakal banyak muncul di cerita untuk menghibur hari-hari anda. Selamat menikmati, Opera van Hamba Allah.

.

.

.

.

.

.

.

Sekarang Taehyung lagi bareng gengnya di kantin, abis selesai pelajaran Pak Ridwan.

Lagi pada makan tu semua.

Taehyung juga lagi makan.

Tapi pikirannya ga ke makanan doang. Ke yang laen juga.

Ke adek bungsunya, gitu. Iya, masih. Masih banget. Makin parah malah.

Sebenernya ada sih, alasan Taehyung jadi kepikiran adeknya banget.

Gara-garanya...

.

.

.

.

.

.

.

(Geng Hamba Allah, di kantin)

Ada banyak sisi di satu meja isi 7 orang.

Di satu sisi:

Kwangmin: "Ka, pentol baso lu berapa?" (ngintip)

Youngmin: "Tujuh."

Kwangmin: "Okfine si abang cuman ngasi gua enem." (langsung gerak jalan balik ke abang bakso) (minta tambah pentol dua)

Sisi lain:

Jongup: "Woo, pentol baso gua tujuh."

Sehun: "Gua tujuh juga ea."

Jongup: "Ea. (high-5 dengan Sehun) Ntap, bro."

Sisi lain:

Sungjae: "Anjrit baso gua pentolnya cuman lima."

Sungjae: "Kaga ada yang isi kejunya lagi."

Sungjae: "Lu berapa cuk... (langsung ngintip punyanya Taehyung) OYY kok lu bisa tujuh?!"

Taehyung: (khusyuk nyeruput kuah) "Ape."

Sungjae: "Ah gabisa gini lah lu, curang! Gabisa, gabisa." (ngunyah) (nyoba nusuk satu pentol basonya si Tehyung pake garpu) (tapi gagal) (udah keangkat duluan piringnya ma Taehyung)

Taehyung: "Norak lu. Minta sono ma abangnya elah."

Begitulah. Banyak sisi yang tercipta yang membuat hidupmu lebih berwarna.

Okfix tagline ganyambung.

.

.

.

.

.

.

.

Kwangmin: "Si Amir pecah banget tadi ditegor Hani."

Changjo: "Kenapa doi?"

Kwangmin: "Gara-garanya doi ngambil gorengan lima yang dibayar tiga."

Kwangmin: "Taunya emang abang gorengannya utang duit rokok sebatang gitu ama si Amir."

Youngmin: "BAHAH goblok."

Sungjae: "Parah tu, mak lu emang. Curigaan aja."

Sehun: "Mak lu kali."

Jongup: "Oh iye. (ngunyah) Gua (ngunyah) lupa ngasi tau (ngunyah) peer Amir (ngunyah)..."

Changjo: "Ujan lokal cuy, ujan lokal."

Jongup: "HAHAH (nutup mulut) sori sori."

Taehyung: (makan dengan khusyuk)

.

.

.

.

.

.

.

Tiba-tiba dari kejauhan...

"TAEEEE."

Hampir seisi kantin noleh. Ngga termasuk yang punya nama. Orang lagi konsen makan bakso.

"TAEEEE."

Ini semacem manggil tai kering ya. 'Taeee…', gitu.

Sehun: (konsen makan bakmi juga, ga noleh) "Sape noh, Pik, manggil."

Yang punya nama tetep khusyuk dengan baksonya. Nanggung, suapan terakir.

"TAEHYOOOOONGGGG. Dih si budek."

Akirnya pas selesai nyeruput tetes terakir kuah baksonya dan mengucap alhamdulillah, si Taehyung baru noleh, nyipitin mata.

Oh. Ternyata adenya yang unch unch.

Jarak pandang 10 meter. Arah jam 12. Lagi kacak pinggang. Jalan ke tempat dia.

Abis itu Taehyung nyeka mulut, diri dari kursi, jalan dikit ngampirin si dedek.

Taehyung: "Kenapa?"

Jungkook: (nyodorin tangan dengan gaya sassy) "Mana iPod Kookie."

Taehyung: "Oh..." (ngerogoh saku)

Taehyung: "Nih."

Abis itu si dedek langsung balik badan, trus pergi. Jalan bareng temen-temen gengnya.

Si Taehyung juga balik lagi konsenin baksonya. Piring kedua, maksudnya.

.

.

.

.

.

.

.

Sungjae: "Sape?"

Taehyung: "Ade gua."

Sungjae: "Ooh.

.

.

.

.

.

.

.

Sungjae: "Hah?! Ade lu? Si Jungkook?" (telat kaget)

Taehyung: "Iye. (ngunyah) (tanpa noleh) Nape?"

Sungjae: "Buseet. Baru mo wa omelin lu kaga ngemeng-ngemeng punya gebetan baru. Taunye si Kookie..."

Sungjae: "Kirain siapa... gitu."

Sungjae: "Makin cakep Pik, dede lu. Dede ntet."

Youngmin: "W juga ngirain siapa tadi."

Youngmin: "Ade lo dah gede bae."

Changjo: "Bening bro." (baru liat bentuk asli si Jungkook)

Kwangmin: "Leh uga Pik. Ea."

Taehyung: (tampang 'who you')

Sehun: "Sapa tu namanya?" (suka inget muka orang, tapi ga inget namanya)

Sungjae: "Jungkook, Jungkook."

Taehyung: "Rahasia perusahaan woi."

Sehun: "Oh... si Jungkook Jungkook itu... yang ditaksir si Myungsoo. Adenya si Mpi' rupanya."

Taehyung: (langsung stop ngunyah) (noleh) "HAH? Siapa naksir ade gua?"

Sungjae: "Yee langsung sadar lu dari bakso."

Youngmin: "Myungsoo, Myungsoo."

Sungjae: "Si pecah kelas 3, anak band. Vokalis. Gatau gua nama band-nya apa, lupak."

Sehun: "Yoi, doi kabar-kabarnya naksir ma si Jungkook, Pik."

Youngmin: "Tiati ae lu, pacarnya anak jendral. Posesip. Urusan ade lo kalo doi ampe ketauan selingkuh, haha."

Jongup: "Yeaaa uda punya pacar..."

Sungjae: "Yoi, si Krystal. Daddy's little princess."

Youngmin: "Yeaaa mampos."

Taehyung: "Oh. Doi langkahin mayat gua, sabi."

.

.

.

.

.

.

.

Disitu Taehyung kepikiran.

Iya, itu salah satu alasan doi kepikiran adeknya.

Firasat dia udah mulai ga enak.

.

.

.

.

.

.

.

Soalnya.

Taehyung, ya... selain sebagai kakak yang walaupun dari luarnya cuek, tapi dalemnya perhatian luar biasa dan penuh cinta kasih. Dia cemas dengan semakin pecahnya si adek, yang mengakibatkan munculnya bibit-bibit yang tidak menyenangkan (Taehyung yakin dengan si Myungsoo yang sepecah itu bisa naksir ma adenya, di luar sana juga pasti banyak yang nancepin mata ke dia) (bukan GR si).

Dia cemas banget karena.

Dia juga...

Ehm, gimana ya. Agak personal sih sifatnya ini.

Hm.

.

.

.

.

.

.

.

Taehyung juga ngerasa... ya...

Bisa dibilang... ngerasanya agak beda gitu sama adeknya.

Hayo. Bedanya maksudnya apa ni.

Beda... yaaa, beda aja gitu rasanya.

Udah lama sih, sebenernya.

Ihik. 'Udah lama'. 'Sih, sebenernya'.

Dan Taehyung ga tau sejak kapan dia bisa begitu.

Dia sayang, sayang banget sama adeknya. Cinta, ya jelas, cinta. Iya lah. Namanya juga kakak.

Tapi... ini tuh beda.

Ya ngomong 'beda' aja terus mpe Depok ujan duit. Aamiin.

.

.

.

.

.

.

.

Taehyung tidak tahu sejak kapan, tapi yang jelas...

dia mencintai adiknya lebih dari sekadar seorang 'adik'.

.

.

.

.

.

.

.

Wah parah si yang barusan.

Parah.

Disitu Taehyung istigfar.

.

.

.

.

.

.

.

Bentar deh.

Sepecah apa sih si Jungkook. Sampe berasanya pecahnya kek kemana-mana lebay gitu.

Mpe kek tiba-tiba udah banyak aja yang naksir doi. Ya ga banyak juga si, wong (yang ketauan) baru satu.

Ya sebenernya ga ada yang salah si, dengan orang-orang naksir adenya. Atau dengan temen-temennya naksir adenya. Atau siapapun naksir adenya.

Toh Taehyung juga ga nyalahin. Emang adenya cakep (bukan maksut sombong) (tapi emang nyombong).

Tapi... emang sih.

Taehyung juga jadi sering merhatiin adenya. Gegara temennya ngomong gitu. Nggak, sebenernya sebelum temennya ngomong gitu pun, dia emang udah ngerasa ada perubahan gitu sih ngeliat Jungkook yang sekarang. Sengaja ga sengaja aja gitu. Pas adenya lagi ngapa-ngapain, iseng-iseng lah dia perhatiin.

Perhatiin... dari atas ke bawah.

Emang sih.

Si Kookie kek. Makin gede makin jadi. Dibandingin dia yang dulu. Yang bayi banget. Yang mesh emesh. Chu luchu. Pengen dicubit.

Dia udah makin cakep sekarang.

Kulitnya makin bersih. Makin tinggi juga. Badannya makin berisi.

Uhuy.

Dan, ya pastinya,

Mukanya makin bening. Makin...

Uhuy.

Gitu deh.

Apalagi pas dia senyum.

Pas dia bobo.

Pas dia manyun.

Pas dia ngeles.

Walopun pas dia diem aja tuh udah kayak...

Nah, disitu Taehyung elus dada istigfar 33 kali.

.

.

.

.

.

.

.

Dan disitu juga dia nanya dalem hati pas subuh subuh nonton Mamah Dedeh di Indosiar:

Mah,

boleh ga sih sama adek kandung sendiri begini?

.

.

.

.

.

.

.

# Taehyung's Diary - to be continued

Udah selese nih ngomongin Taehyung.

Sekarang giliran dari point of view-nya Jungkook. Jungkook's Diary gitu.

Jungkook yang udah berubah.

Dari bayi Kookie jadi Jungkook yang kebelet pengen punya pacar. Ya namanya juga abege. Masa-masa pubertas. Pencarian jati diri.

Sekarang dalem masa-masa pencariannya yang begitu betewe, si Jungkook punya hobi baru.

Demen ngaca.

Iyo, jadi makin peduli penampilan. Peralatan lenong udah kek kakaknya, si Jimin. Macem ibu pejabat. Lipbalm ini. Lipbalm itu. Foundation ini. Foundation itu. (iya, Foundation.) Krim kaki ini. Krim kaki itu.

Mandi biasa berasa bertapa. 40 menit. Pas wik-en plus luluran. Spa. Ngangetin kaki.

Dan, tidak lupa juga workout. Biar kek woco woco seksi-seksi tjantik, gitu. Keren kan idupnya.

Parah si. Buat apa semua itu? Jelas semua itu dilakukan demi Jungkook-titisan Firdaus-ini menjadi semakin tjadeest. Tjakepnya tsadeest.

Dan juga tentu saja keinginan terselubung; menarik perhatian... siapapun agar tertarik padanya.

Gatel kan.

Walaupun kalo boleh jujur sebenernya ga usah rempong kek gitu pun dia udah cakep. Sayang si orang cakep tu suka ga nyadar kalo dia cakep. Jadi kalo dicakepin ya makin cakep. Mo marah kan. Ngeselin emang obrolan soal cakep-cakepan ini.

Makanya kakanya si Taehyung yang begitu aja khilap.

.

.

.

.

.

.

.

Kita coba balik ke Taehyung lagi deh bentar, kupas dikit soal D'Ganteng Taehyung. Kalo Jungkook D'Cakep. Ya beti-beti lah maknanya, intinya sehat buat mata, adem buat hati. Sabi banget. Iya, Sebenernya sabi banget si tu bedua kalo mau dipasangin. Cuma ya itu.

Yaudah, sok fokus Taehyung dulu.

Taehyung ya. Dia tu sebenernya kalo boleh jujur... susah banget menaruh perasaan suka sama orang. Banget. Gitu kan, suka liat di akun-akun Goldar yang betebaran di timeline LINE, kalo Goldar AB tu kebanyakan sifatnya unik. Karena apa? Ya kek ada campuran A sama B gitu yang bertolak belakang, kek orang goldar A gimana, yang goldar B gimana. Jadi begitulah.

Trus kenapa jadi ngomongin golongan darah si. Centil deh.

Tapi... Taehyung kalo udah sekalinya suka... wah. Dunia bukan digandain Dimas Kanjeng lagi. Kebelah pake pedang Musa.

Artinya... ga bakal lepas ampe ke ujung dunia lah tu sosok yang beruntung. Uhuy.

Kalo belum ada pengganti yang baru buat ditaksirin, gabakal tobat. Gabakal move-on. Mo dikasih Dian Sastro apa Raline Shah juga.

Ya sebenernya dia tu belum pernah juga maen maenan naksir-naksiran, baru sekali ini aja gitu. Kalo yang naksir doi mah banyak, tapi kek dianya bodo aja. Cuek.

Dan naas bin hamdalahnya, sekalinya dia menaruh perasaan... yah. Gini, deh.

Ama dedenya sendiri :")

Luar biasa.

Sejauh ini belum ada yang tau si. Selain diri Taehyung sendiri.

Masih rada ngeri gitu dia kalo rahasianya yang satu ini kebongkar.

Makanya.

Si Taehyung bawaannya berasa makin tua aja. Makin setres.

Yoi, Taehyung yang se-laidback itu bisa setres juga kok. Namanya juga manusia.

Dan bakalan makin setres... dengan apa yang bakal menyambut dia setelah ini.

Problem's on the way.

.

.

.

.

.

.

.

#

(Kata mutiara)

"Jangan terlalu larut dalam kesedihan.

Jangan terlalu dalam meratapi masalah,

Ingatlah! Tuhan menciptakan mu lewat 2 manusia yang bersenang-senang."

(courtesy of dagelan(et)instagram)

.

.

.

.

.

.

.

#

(Jungkook, lagi di sekolah, bareng sama geng-geng tjantiquenya di kantin)

Yein: "Si Joy kemana?"

Hayoung: "Ke wese tadi, bareng Tia."

Yein: "Ooh."

Halla: "Dih... gua laper banget. (elus perut) Belom makan tadi pagi." (ambil dompet)

Hayoung: "Yaudah sono makan."

Halla: "Iya, ini mo mesen. Titip yak."

Hayoung: "Iya."

Sujeong: "Btw guys, gua ada hot gossip."

Yein: "Apa, apa."

Hayoung: "Apa, apa."

Sujeong: "Bentar, bentar, tunggu si Halla balik dulu."

Yein: "Ih apasih, sekarang ngga."

Sujeong: "Ntar dulu. Lo semua harus tau."

Sujeong: "Ini bikin gua gedek banget."

.

.

.

.

.

.

.

(Halla udah balik bawa pesenan makanan) (langsung pada siapin kuping dengerin gosipnya Sujeong)

Sujeong: "Oke."

Sujeong: "Tadi si kucrut bilang gini coba pas gue masuk kelas, 'Jir lu kok ga ngajak gue nonton Bon Jovi sih? Gue udah nunggu-nungguin dari kapan tau pengen ngajak lu nonton. Parah ih.'" (Si kucrut: bahan gosipan mereka masa kini, cowo nyebelin gitu yang naksir Sujeong, yang sksd parah sama dia)

Jungkook: "Hah demi apa doi ngomong gitu?"

Hayoung: "Demi apa, demi apa."

Halla: "Anjir, anjir."

Sujeong: "Demi, demi. Trus gua nanya kan, 'ih kok lu tau gua nonton?' gitu. Trus dia bilang, 'Iya kan kemaren lu pergi ma temen-temen lu. Kan lu demen ama Bonjovi.'"

Hayoung: "Njir. Terus, terus?"

Sujeong: "Trus gua udah kek yang '...shit man' gitu kan, trus gua bilang, 'tau darimana lu gua demen ma Bonjovi?' Trus dia bilang apa cobak."

Yein: (cekikikan) "Apa, apa."

Sujeong: "Dia bilang 'iya kan gue kepoin IG ma blog lu kemaren.'" (dengan tatapan meyakinkan) (diem bentar)

Sujeong: "Anjir ga."

Trus langsung pada heboh se-meja.

Yein: "Gila si fix udah doi ama si Sujeong mah."

Sujeong: "Ih mit amit njir. Lu aja."

Jungkook: "(ketawa pelan) Cie Sujeong."

Halla: "HAHAHA cie Sujeong."

Sujeong: "Diem lu pada."

Hayoung: (ketawa) (abis itu ngeliat ke arah Jungkook) (abis itu terus aja ngeliatin Jungkook)

.

.

.

.

.

.

.

Hayoung: "Bentar deh."

Hayoung: "Semua liatin Jungkook coba, semua liatin Jungkook."

(Trus pada liat Jungkook semua).

Jungkook: (bengong) "Heh? Apasih? Kenapa?"

Hayoung: (mangku dagu) "Ini gua doang yang ngerasa apa emang lu makin cakep, Kook?" (nyipitin mata)

Jungkook: (makin bengong) "Ha?"

Hayoung: (mata nyipit) "Nyet lu cakepan deh. Seriusan."

Halla: "Iyak. (manggut manggut) Dari kemaren-kemaren tauk. (balik makan)Shiny banget."

Jungkook: "Ih apaan?"

Sujeong: "Iya, iya. Kek... apasih. Bersinar aja gitu. Cieh."

Sujeong: (jentik jari) "Totok wajah."

Jungkook: "Apaan si, ngga ah. Aku ga kenapa-kenapa juga."

Yein: "Iya ih. Makin gadis aja lu."

Jungkook: (ketawa) (nabok pelan bahunya Yein) "Apa si..."

Sujeong: "HAHAHA Jungkook menggadis."

Halla: "'Menggadis'."

Sujeong: "Tapi iya sih. Lu cakepan, serius."

Hayoung: "Gua bilang kan."

Halla: "Cie malu."

Yein: "Cie."

Yein: "Tu gayanya aja udah menggadis tu liat, duduknya... posenya…" (muka jail)

Jungkook: (muter mata) "Hem..." (padahal cuman nyilang kaki doang)

Hayoung: "Cie malu malu..."

Sujeong: "Tanda tanda dapet gebetan, ya nggak."

Hayoung: "Cie... gebetan."

Jungkook: (makin shy shy cat) "Apa sih ah, udah lah."

(dalem hati Jungkook: 'Aamiin Ya Allah datangkanlah sosok gebetan ideal-Mu pada Kookie.')

.

.

.

.

.

.

.

Setelah puas dua jam ngobrol, balik tuh geng tjantique.

Si Jungkook ceritanya balik sendirian, naek bis sekolah yang disebut BiKun. Kenapa BiKun? soalnya warnanya kuning, jadi namanya Bis Kuning, disingkat BiKun.

Ga penting ya. Okelah.

Jadi, Jungkook naek bis karna kakanya si Taehyung lagi ga bisa jemput, ada sparing futsal katanya.

Trus nunggulah dia depan halte.

.

.

.

.

.

.

.

Bentar, bentar.

Keknya… diem-diem...

…ada yang ngeliatin Jungkook tu, dari jauh.

Cowo.

Cakep.

Dia ga sendirian. Bareng temen-temennya. Kek ngomong-ngomong sesuatu gitu. Sambil senyum-senyum. Ketawa-ketawa. Ngeliatnya ke arah Jungkook. Probably ya ngomongin si Jungkook si.

Trus.

Si cowo itu akhirnya jalan.

Jalan lurus. Dari tempat dia diri.

Ke tempat...?

Oh. Lurus terus.

Ke halte, berarti.

Bener.

Dikit lagi mo ke tempat si Jungkook soalnya.

.

.

.

.

.

.

Dan akhirnya.

Setelah dia sampai.

Duduklah dia sebelah Jungkook.

Yang kebetulan emang sendirian di halte.

Enak ya, ketiban duren.

.

.

.

.

.

.

.

(si Jungkook kipas-kipas pake tangan) (ceritanya kepanasan) (aus) (mo ngambil minum dari tas) (pas udah keambil...)

(suara botol minum jatoh)

Jungkook: "Eh..."

(ada cowok di sebelahnya) (langsung nunduk ngambilin botol minumnya)

(dikasihnya botol minumnya ke Jungkook) (sambil senyum)

(Jungkook diem bentar) (abis itu)

Jungkook: (senyum) "Makasih."

(Cowok itu ngangguk)

.

.

.

.

.

.

.

(diem-diem Jungkook penasaran) (sama cowo di sebelahnya) (cakep soalnya)

(tapi dia diem aja) (nunggu kalo-kalo dianya kek ada yang mo ditanya, gitu kan)

(nurani Jungkook: 'tunggu aja deh. kalo sampe 10 menit dia ga buka obrolan, baru Kookie lepas gengsi buat nanya duluan')

.

.

.

.

.

.

.

(9 menit 59 detik kemudian)

(Jungkook udah noleh, mulutnya udah mo ngomong) (eh)

(taunya cowo itu juga noleh ke dia, mo ngomong juga) (barengan gitu ceritanya)

(trus mereka seliat-liatan bentar)

(trus cowo itu senyum lagi)

Cowo itu: "Kamu dulu." (pose mempersilakan orang)

(Jungkook langsung malu-malu)

Jungkook: "Ee..." (garuk pipi pake telunjuk pelan)

(trus bingung)

(dan akirnya dia bilang)

Jungkook: "Kamu dulu deh." (senyum polos)

(cowok itu ketawa pelan) (dalem hati Jungkook: 'Hiks ganteng :'('

.

.

.

.

.

.

.

Cowok itu: "Kalo mau ke arah stasiun, naik bikun yang garis merah apa biru ya?"

Jungkook: "Oh, kalo mau ke stasiun bisa dua-duanya kok, nanti kan soalnya arah balik bikunnya kesana lagi."

(Jungkook ngomongnya lembut banget btw) (kek putri keraton gitu) (kalo malunya udah keluar)

Cowok itu: "Oh, gitu."

Jungkook: "Iya :)"

Cowok itu: "Oke, makasih ya."

Jungkook: "Sama sama :)"

(nurani Jungkook: 'senang membantu anda, mas ganteng :) :) :)' )

.

.

.

.

.

.

.

Cowok itu: "Oh iya."

Jreng. Noleh lagi Jungkook. (nurani: 'mo nanya apa lagi ni si ganteng') ('nama? umur? alamat rumah? pls tanya :(')

Jungkook: "Ya, kenapa?"

Cowok itu: "Kamu... anak kelas 2-A kan?"

Jungkook: (nurani: 'HIKS KOK TAU') "Iya. Kenapa?"

Cowok itu: (senyum) "Gapapa. Kenal sama Ilay?"

Jungkook: (ngernyit dikit) (mikir) "...Ilay?" (miringin kepala dikit)

Cowok itu: "Kyungjae, Kyungjae."

Jungkook: (langsung inget) "Oh Kyungjae... yang rada bule-bule gitu ya?"

Cowok itu: "Iya, yang rada bule-bule."

Jungkook: (manggut-manggut) "Kenal, kok, kenal. Tapi ga terlalu deket ^^;"

Cowok itu: "Oh. (ngangguk) Dia temen aku."

Jungkook: (nurani: 'baiklah, teman yang pecah') "Oo..." (manggut-manggut)

Cowok itu: "Oh iya, kita belum kenalan." (nyodorin tangan)

Jungkook: (gembira) (campur gugup) "Oh iya. Hehe." (nyodorin tangan)

Cowok itu: "Myungsoo."

Jungkook: (nurani: 'hiks tangannya halus') "Jungkook." (senyum termanis)

.

.

.

.

.

.

Abis itu bikunnya dateng. Bikun warna merah.

Trus si princess di-escort gitu oleh Pangeran Myungsoo untuk naik ke bus dengan penuh kehati-hatian.

Trus duduk sampingan bedua.

Lanjut cerita-cerita.

Dengan Jungkook yang masih malu-malu.

Dan luar biasa gembira, tentunya.

.

.

.

.

.

.

.

Malemnya.

Pas Jungkook cek IG:

kim_msl started following you.

Jungkook nyengir segede kapal selem.

.

.

.

.

.

Trus pas Jungkook cek LINE:

1 new friend

Pas dibuka:

Myungsoo Kim

Start chatting with your new friend now!

Cengirannya segede landesan pesawat.

Landesan pesawat didobelin.

.

.

.

.

.

Trus langsung di chat ama si ganteng.

Nyengirnya udah segede Jakarta.

.

.

.

.

.

.

.

Dan you know what.

Besoknya si senpai ganteng ngajak doi jalan. Langsung. Makan bakso.

That escalates pretty quick.

.

.

.

.

.

Ati-ati aja si tapi ya, si Jungkook.

Tu anak orang 'kan udah digebet ma anak orang ya.

Just saying sih. Tiati aja.

Haha!

-(nurani jomblowan/wati butthurt) (maksudnya ngomongin Myungsoo yang udah ama si Krystal) (bismillah aja ya, Dede cantik) (seengganya prinsip idup kamu udah (akan) tercapai).

.

.

.

.

.

.

.

#

Jungkook karna lagi hepi, seharian cengengesan terus.

Sekarang juga lagi cengengesan. Sambil ngetikin di chat wall-nya doi ma si gebetan.

Ngintip yuk.

.

.

.

.

.

(Chat menggelitik bulu hidung antara Jungkook dan 'Kak' Myungsoo - yang ditebelin si Jungkook, yang dimiringin Myungsoo)

Hai ka

Jadi ga mo jalan hari ini?

Hehe

(ceritanya mastiin janjian cus hari ini) (biasalah kalo soal makan gratis doi ogah kompromi)

Jadi dong hehe

Maaf ya aku lupa ngabarin

Hehe gaapa ka

Mau jam berapa?

Pas jam makan siang aja

Tar aku jemput ya

Oke ka hehe

Ditunggu loh hehe

Gini lah kalo ngomong ma gebetan. Banyak 'hehe'-nya.

Langsung lah si bungsu cus dandan ria.

.

.

.

.

.

.

.

Myungsoo pesen dua piring sama satu minum. Jungkook satu piring dan isinya dikit doang sama minum. Biar ga dibilang makannya banyak gitu. Sekalian mo makannya ala ala ratu Inggris, pake manner biar anggun. Sekarang aja doi duduknya tegap, mata lurus menatap lawan bicara, kedua tangan diletakkan rapi di atas meja, kedua kaki dirapatkan.

Padahal cuman ditraktir di warung bakso malang.

.

.

.

.

.

Sekarang bedua lagi ngobrol aja. Banyak lah yang diomongin. Sambil si Myungsoo ngasih tatapan dan senyum 'membunuh'-nya ala ala bikin ciwi-ciwi meleleh. Jungkook gamau kalah, ngasih senyum gemay sama kalo ketawa nutupin mulut kek Ayu Soraya.

Tiba-tiba Jungkook ngeliat dari punggung Myungsoo. (Jungkook duduknya ngadep ke luar)

Kek ada yang liatin dari jauh.

Dari balik tiang.

Bukan apa-apa, abisnya Jungkook ngerasa kalo orang itu ngeliatnya bener-bener ke arah dia sama Myungsoo duduk.

Keknya cewe gitu.

Siapa ya.

Ck, bodo amat ah.

.

.

.

.

.

Di luar rintik-rintik. Bakso uda dateng, anget-anget. Sama es teh dua biji. Adem.

Trus makan deh tu bedua. Sambil ngobrol lagi. Sambil Jungkook jalanin misi 'makan ala ratu Inggris'.

Tapi tetep kan doi waspada ma yang tadi.

Sesekali ngeliatin ke belakangnya lagi.

Mana ya yang tadi.

Menit satu.

.

Menit dua.

.

.

Menit tiga.

.

.

.

Oh.

Keknya udah ga ada.

Baguslah.

.

.

.

.

.

Tep. Pas Jungkook ga sengaja liat.

Eh nongol lagi.

Rupanya bukan di tiang yang tadi. Uda pindah tempat.

Makin deket.

Kali ini makin jelas.

Bener, cewe yang ngintipin.

Perasaannya jadi ga enak.

Serem ga si.

.

.

.

.

.

Jungkook: "Kak."

Myungsoo: "Ya?" (asik nyeruput mihun)

Jungkook: (muka-muka curiga) "Kok... keknya ada yang ngintipin kita yah daritadi."

Myungsoo: "Oh iya?" (masih asik ngunyah bawang goreng)

Myungsoo: "Ngintipin gimana?"

Jungkook: "Itu... cewe." (kek ngasi kode lewat mata aja)

Jungkook rada kaget dikit pas tu cewe sembunyi lagi. Nyadar kalo ngerasa diliatin.

Myungsoo noleh ke belakang.

Myungsoo: "Ga ada tuh."

Myungsoo: "Perasaan kamu aja itu. Hehe."

Myungsoo: "Yuk, makan lagi."

Jungkook cuman senyum gemay aja. Baru nyadar si Myungsoo dah mo abis dua piring, doi masih sisa tiga pentol bakso. Perutnya sempet bunyi keroncongan. Untung ketutupan suara berisik orang-orang di dalem.

Sapa suruh sok-sokan makan gaya bangsawan.

.

.

.

.

.

.

.

Udah selesai traktirnya. Ngobrol-ngobrol manisnya. Udah seneng banget hati. Udah kenyang perut.

Trus dianterin lagi ampe depan rumah. Komplit.

Myungsoo: (buka kaca helm pas gebetan udah turun dengan anggun) "Gimana baksonya tadi? Ganteng?"

Jungkook: "(ngernyit alis dikit) 'Ganteng'?"

Myungsoo: "(ketawa kecil) Enak, maksudnya."

Jungkook: "Ooh. (ikutan ketawa Ayu Soraya) Iya, enak banget, Kak. 'Ganteng' banget. Hehe."

(hati Jungkook: jelas dong palagi makannya bareng Myungsoo Lerman)

Jungkook: "Makasih banyak ya Kak."

Myungsoo: "Iya, sama-sama."

Myungsoo: "Kapan-kapan jalan lagi, yuk."

Jungkook: (udah yang sorak sorai dalem hati) "Boleh, Kak. Hehe."

Myungsoo: (senyum merobek kantong)

Jungkook: (senyum semanis madu) "Hati-hati di jalan ya, Kak."

Myungsoo: (senyum menawan hati) "Duluan ya." (nutup kaca helm) (idupin motor)

Jungkook: (senyum unch unch) "Iya, Kak." (lambai-lambai tangan)

Jungkook melongo cantik bentar. Mukanya bersinar cerah. Matanya kelap-kelip.

Yoi, baru ngerasain nge-date ma cowo cakep. Kek mimpi aja. Lebay.

Abis itu buka pager sambil senyam-senyum.

Si gelo.

.

.

.

.

.

But doi gatau kalo abis itu si Myungsoo diem-diem dihadang mobil tengah jalan.

Doi diem aja. Udah siulan aja mulutnya pura-pura gatau. Sebenernya tau banget mobilnya siapa.

Trus keluar cewe yang tadi ngintipin mereka. Cewe cantek. Gaya karismatek. Aura menarek.

Azeek.

Tanpa babibu dia nyeret Myungsoo ke dinding terdekat.

Myungsoo dikasi senyum sinis. Trus ditampar bolak balik.

Sama 'beloved ice princess', Krystal.

.

.

.

.

.

.

.

#

(Jungkook bersama kesayangan d'tjantique gengs di kantin abis pulang sekolah - Konferensi Meja Bundar Ver.)

Semua udah duduk rapi di tempatnya masing-masing di satu meja bundar kantin. Siap dengerin berita fantastis dari temen yang paling menggadis diantara yang gadis, Jungkook. Ofkors, geng gosip jadi komplotan pertama yang musti banget tau hot news sejagat raya Galaksi Bima Sakti eneh.

Hayoung: "Baiklah."

Joy, Sujeong, Yein, Halla: (tampang Meriam Bellina serius) Apa hot gossip yang akan diinformasikan kali ini, saudara Jungkook, selaku moderator?"

Jungkook: (tarik napas ala pinces Syahrini)

Jungkook: "Baiklah, saudari sekalian yang terhormat."

Jungkook: "Kali ini saya akan sampaikan berita penting yang sangat penting untuk disampaikan kepada saudari sekalian."

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: "Baiklah, saudara."

(Kedengeran bunyi piano samar-samar)

Jungkook: "Berdasarkan peraturan pemerintah nomor togel 007 lulus sensor kasir Alfamaret perihal berita penting yang sangat penting untuk disampaikan."

Jungkook: "Bahwa."

Jungkook: "Saudara Kim Jungkook Melati Sukma Ayudewi Kusumawati Harum Mewangi Sepanjang Hari."

Jungkook: "Akan memyampaikan informasi mengenai."

Jungkook: "Mengenai..."

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: "Mengenai apa kah, saudara?"

(bunyi piano makin gede) (makin ngejreng)

Jungkook: "...mengenai..."

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: "Mengenai apa kah, saudara...?"

(tambah bunyi bas ngejreng) (tambah bunyi drum) (suling bambu) (rebana)

(Semua tampang makin serius) (genggeman kepalan tangan makin keras) (otot-otot muka ikut ketarik keras)

Jungkook: "...EHEM."

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: "EHEM apa, Saudara...?!"

(Semua udah nahan napas) (muka udah merah) (keringetan) (urat-urat udah keluar)

Jungkook: "...me..."

Jungkook: "...ngenai..."

(Semua udah teriak) (dikit lagi meledak)

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: "MENGENAI APA KAH ITU, SAUDARA...?!"

Jungkook: (ikutan teriak) "...ME..."

Jungkook: "...NGENAI...?!"

(diiiikiiiiiiTTTTT lagi peca-)

Jungkook: "...silakan tuntaskan setoran yang tertundanya dulu, saudari sekalian."

Kelima gadis serempak ngibrit ke toilet. Taunya emang pada kompakan mo boker. Tadi abis makanin rujak laletan sebrang sekolah soalnya.

.

.

.

.

.

Jungkook: "Oke, kali ini serius."

Jungkook: "Yang mau aku kasitau ke kalian itu."

Jungkook: "Adalah."

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: "Adalah...?"

Jungkook: (senyum meyakinkan ala Sophan Sophian)

Jungkook: "Kemarin aku abis nge-date."

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: (serempak pasang gaya Cut Keke: mata membelalak. mulut bentuk 'O' gede.) (abis itu komuk terharu pengen nangis bombay) "Akhirnya... gadis kita sudah dewasa."

Jungkook: "Sial."

Jungkook: "Tunggu dulu tapi. Ada yang lebih fantaztiz."

Sujeong: "Pake 'z' ya. Fantaztiz bet keknya."

Jungkook: "Ya dwonc." (senyum Sophan Sophian melebar)

Jungkook: "Dan kalian tau aku nge-date sama siapa?"

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: (gebug meja, muka dimajuin) "Siapa. SIAPA."

Jungkook: (senyum Sophan Sophian makin lebar)

Jungkook: "Sebutin nama-nama cogans di sekolah kita."

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: (pose mendadak sesak napas)

Hayoung: (kipas-kepas lebay) "Gila, gila, udah cogan maenannya. Gakuat, gakuat."

Joy: (ikutan kipas-kipas lebay) "Gakuat langsung disuruh sebutin nama-nama cogan."

Sujeong: "Namanya diulang dua kali. 'Nama-nama', bukan 'nama' doang."

Halla: (noleh ala sinetron) "DEMIAPS SEMUA COGAN?"

Yein: (ikutan noleh ala sinetron) "DEMIAPS SEMUA COGAN?"

Jungkook: "Yee ga semua juga kali, lebay. Maksudnya ditebak aja siapa diantara merekanya, gitu."

Hayoung, Joy, Sujeong, Yein, Halla: "Ckckcckckckckck."

Jungkook: "Iiiih udah ah cape, langsung aja."

Jungkook: "Aku nge-date sama Kak Myungsoo."

Jungkook: "Kim Myungsoo kelas 3D."

Seketika guntur menghantam. Disusul petir. Kilat. Banjir. Tanah longsor. Kabut asap. Gempa bumi.

Bunyi sirene ambulan. Alarm mobil polisi. Bus DPR DPD depan kantin. Tentara Nasional Indonesia yang menjalankan barikade di sekeliling ruangan. Tentara U.S. Army ikut mengawal. Suasana riuh.

Tinggal Jungkook ngernyit keras liatin temen-temennya terkutuk jadi batu.

.

.

.

.

.

Joy: "...shit man."

Yein: "Gilaaaaaa lu gila."

Halla: "'Kak' Myungsoo."

Halla: "'Kak'."

Halla: "Udah sih. Pecah aja semua, pecah."

Hayoung: (berdecak-decak sambil geleng-geleng) "Bye dunia. Bye."

Jungkook: (mesem-mesem dikit)

Sujeong: (melongo doang) (ngedip-ngedipin mata) (sambil mikir)

(hati Sujeong: Kim Myungsoo kelas 3D?)

doi bukannya...)

.

.

.

.

.

Sujeong: "Btw guys."

Sujeong: "Sori yah, sorii banget."

Sujeong: "Bukan apa-apa, tapi sori banget."

Yein: "Kenapa, Kak?"

Hayoung: "Kenapa, Kak?"

Joy: "Apa beb"

Jungkook: "Apa beb"

Sujeong: "Hmm..."

Sujeong: "Sori banget ni, soriiii banget ni Kook, sebelumnya."

Halla: "Whyyy"

Jungkook: "Iyaaa whyyy?"

Sujeong: "Jangan kaget ya, Kook."

Sujeong: "Jangan sedih."

Sujeong: "Plis."

Jungkook: (curiga) "He...mm... okay...?"

Jungkook: "Kenapa, bilang aja kenapa."

Sujeong: "Tapi janji jangan sedih."

Jungkook: "Iyaaaa ih bilang aja ada apa."

Hayoung: "Hayolo apaan..."

Yein: "Eaaa apaniiih"

Joy & Halla: (menyimak dengan khusyu)

Sujeong: "Itu... em..."

Sujeong: "Setau gue nih ya... setau gue."

Sujeong: "Mohon maap kalo sekiranya gue salah."

Sujeong: "Bismillahirrohmanirrohim."

Sujeong: "Itu... si Myungsoo bukannya udah punya cewe ya?"

.

.

.

.

.

.

.

Kali ini, semua kecuali Sujeong terkutuk jadi batu.

.

.

.

.

.

.

.

#

Oke.

Minggu kelabu telah berlalu.

Minggu dimana terjadi insiden tragis.

Insiden tragis Kim Jungkook si gemay kinyis.

Insiden digebet pertama kali, pertama kali juga patah hati.

Hhh.

Gini ya rasanya.

Jungkook megangin dadanya. Pose akting cowo korea di MV lagu galau. Diremes bajunya. Sambil mulut mewek.

Sakit, euy.

Ternyata ku bukanlah yang pertama.

Dan bukanlah yang terakhir baginya.

Ku adalah yang tengah-tengah.

Si tengah yang memendam duka.

Oleh harapan palsu si ganteng pembawa malapetaka.

.

.

.

.

.

Tapi, kawan.

Tapi.

T-a-p-i.

Kookie tahu yang kek gini ga ada gunanya.

Kookie tahu yang kek gini ga bisa selamanya.

Jungkook kemudian melepas perlahan remasan tangannya di bajunya. Menurunkannya kembali ke posisi semula.

Pose Omesh abis mandi junup. Mengepalkan tangan erat-erat. Alis berkerut penuh semangat. Menepuk nyamuk yang menyengat di telingat.

Kookie harus move on.

Karena kalo Kookie ga move on.

Jadilah kek bunyi satu quote bijak di internet:

"Hidup itu kalo ga move on,

ya ga bakal gerak."

.

.

.

.

.

.

Sayang seribu sayang.

Jungkook belum bisa move-on sekarang.

Karena tiba-tiba sajang.

Ada SMS masuk di handphone-nyang.

SMS yang setelah dilihat siapa pengirimnyang.

Jungkook melayang meregang nyawang.

.

.

.

.

.

087891011xxx

Halo, Jungkook adenya Taehyung. Ini Krystal, Myungsoo's gf.

.

.

.

.

.

Tapi karena Jungkook kuat.

Jungkook yakin dia kuat.

Maka Jungkook berusaha kuat untuk bacain apa isi pidato presiden yang didapat.

Mari kita simakt.

"Sorry before kalo gue tiba2 hubungin km kek gini. Don't worry gue gaakan labrak ato apa, cuma mo say thanks aja setelah sekian lama gue bs gebukin tu tampang cowo sialan. Not that I'm jealous, u know, gue cuman g suka kelakuannya yg ngerasa paling cakep di dunia. Yes, ini bukan pertama kalinya dia tebar pesona n yes kita pacaran cuman sekadar status. I don't love him or anything. Plis cuman bokap gue yg lebay mo jodoh2in ama yg katanya tampan rupawan, terhormat n terpelajar? Oh well. You better eat that shit."

(dalem hati Jungkook): ...oke Kak.

"Intinya sih cuman mo ngasitau, kalo kamu digodain, JANGAN PERCAYA.

Itu aja. Maaf udah ganggu waktunya. Bye :)"

(hati Jungkook): ...oke Kak :")

.

.

.

.

.

Jungkook mengelus dada. Memejamkan mata.

Merasa tenang setenang-tenangnya.

Lega selega-leganya.

Rupa-rupanya.

Si Kakak cuma mau bilang gitu aja.

Alhamdulillah ya.

I feel free.

.

.

.

.

.

Namun sayang seribu sayang.

Jungkook belum bisa tenang sekarang.

Belum bisa lega sekarang.

Karena tiba-tiba sajang.

Masih ada tulisan dibawahnya yang belum kebacang.

Tulisan yang setelah dibacanyang.

Membuat kening mengernyit sekeras batu karang.

.

.

.

.

.

p.s. apakah kamu sebagai adik berkenan memperkenalkanku pada kakakmu, Kim Taehyung lebih dalam?

.

.

.

.

.

.

.

Besok-besoknya si Jungkook ngasitau ke geng d'tjantiquenya.

Cuman bisanya pada melongo akut.

Komentar terakhir Sujeong:

"Sesama pacar sama aja. Tukang seleweng."

.

.

.

.

.

.

.

# to be continued