:: HIDE ::
Cast : Hoseok (Jhope) – Taehyung (V) – Jimin – and other(s)
Disclaimer : This is just a fict not a fact. They are belong to God.
Summary : "Mungkin akan lebih baik jika aku tetap seperti ini, tetap bersembunyi seperti ini…" It's a VHope/TaeSeok fanfiction
Warn : Yaoi, typo(s), this is Jhope!uke fanfiction
**Don't like? Just don't read :) Gamsahamnida**
.
.
.
Suasana cukup lengang di taman rumah sakit. Jam masih menunjukkan pukul 7 pagi. Hanya segelintir orang yang ada di sana untuk menikmati cuaca pagi yang bersahabat. Hangat tapi sejuk.
Begitu pula dengan Hoseok. Dengan senyum di wajahnya dan mata yang di dipejamkan, ia menikmati hangatnya sinar matahari dan angin semilir yang menerpa wajahnya. Setelah hampir seminggu mendekap di kamar rumah sakit dan tidak boleh beranjak keluar, rasanya senang akhirnya ia dapat merasakan kembali udara segar di luar. Ditambah lagi dengan jadwal pulangnya yang jatuh pada hari ini.
"Hopie hyung!" Hoseok segera membuka matanya ketika mendengar seruan namanya. Ia menoleh, dan mendapati Taehyung yang berlari menghampirinya.
"Hah.. Hah.. Astaga, hyung. Aku mencarimu sedari tadi," ujar Taehyung dengan napas tersengal, seperti habis berlari maraton. "Aku kira kau hilang. Aku khawatir sesuatu terjadi padamu."
Hoseok tersenyum hangat. Menarik pergelangan tangan Taehyung, agar namja tampan itu duduk di sebelahnya, mengistirahatkan dirinya. "Mian, Tae. Aku tidak bermaksud menghilang tiba-tiba. Aku hanya ingin mencari udara segar setelah berhari-hari terkurung di kamar rumah sakit."
Taehyung menatap Hoseok sebentar. Lalu menghela nafasnya. Ia tau, ia tidak akan pernah bisa marah dengan namja di sampingnya ini. Entah kenapa, hal itu selalu terjadi sejak pertama ia bertemu Hoseok.
"Baiklah. Lain kali kau harus memberitahuku, hyung," ujar Taehyung, dan dibalas anggukan serta senyum hangat Hoseok.
"Kau ke sini sendiri?" tanya Taehyung, dan dijawab gelengan oleh Hoseok. "Ani, aku tadi bersama seorang suster. Tapi aku menyuruhnya kembali bekerja setelah mengantarku ke sini."
Taehyung mengangguk paham. Ia lalu bangkit dari bangkunya, lalu menatap sekeliling taman. Hoseok yang sedari tadi memandangnya, bingung sendiri melihat tingkah namja di sampingnya. Tapi itu hanya sesaat, karena Taehyung tiba-tiba menatapnya, membuat dirinya tertegun dengan sedikit rona kemerahan di pipinya.
"Kau ingin jalan-jalan, hyung?"
"Eh?"
"Kita keliling taman sebelum kau pulang, dan sambil menunggu Jimin menjemput kita."
Hoseok mengangguk antusias. Taehyung tersenyum melihatnya. Ia membantu Hoseok duduk di kursi rodanya yang berada tepat di sebelah bangku taman, lalu mulai mendorongnya untuk berkeliling di taman rumah sakit.
Acara berkeliling mereka diiringi oleh gelak tawa yang keluar dari bibir Taehyung. Dengan Taehyung yang selalu menggoda Hoseok, yang hanya bisa mengeluh dengan rona merah di wajahnya, dan semakin membuat Taehyung gencar menggodanya. Bagi Taehyung, menggoda Hoseok adalah hal yang menyenangkan. Dengan keluhan yang keluar dari bibirnya, ditambah dengan wajah Hoseok yang akan dengan cepat merona merah jika malu. Namun sesaat kemudian, namja itu akan kembali tersenyum hangat pada Taehyung. He is just too beautiful and...cute, batin Taehyung diam-diam, dalam hatinya.
"Woahh.." Taehyung berhenti ketika mendengar gumaman pelan Hoseok yang masih bisa ditangkap oleh pendengarannya.
"Mwoya?"
"Kita ke sana ya, Tae?" pinta Hoseok sambil menunjuk hamparan bunga warna-warni yang tidak jauh dari tempat mereka berhenti. Taehyung tersenyum singkat, lalu mengangguk. Ia mendorong kursi roda Hoseok ke tempat yang dimaksud namja itu.
"Ahh... cantiknya," gumam Hoseok ketika mereka tepat berada di hadapan bunga-bunga tersebut. Tangan mungilnya memetik salah satu bunga lalu menghirup aroma bunga itu sambil tersenyum senang.
Taehyung beralih duduk di hadapan Hoseok. Hanya menonton namja yang sudah 12 tahun bersamanya itu, asyik dengan bunga-bunga di hadapannya. Ia ikut tersenyum ketika melihat namja di hadapannya tersenyum sambil menghirup aroma salah satu bunga dalam genggamannya.
Namun pandangannya berubah sendu, dan senyumnya perlahan menghilang ketika mengingat penyakit mematikan telah menyerang namja yang -jujur- amat ia sayangi. Dunianya seakan runtuh saat ia mendengar dari dokter Kim kalau penyakit leukimia Hoseok sudah hampir memasuki stadium 4. Ia -dan Jimin- menangis saat itu. Perasaan kesal, menyesal, dan sedih bercampur jadi satu. Seandainya ia tahu lebih awal, mungkin penyakit Hoseok tidak akan separah ini. Tidak, sampai kapan pun, ia tidak akan siap kehilangan namja di hadapnnya. Namja yang memberinya harapan padanya untuk tetap menjalani hidupnya yang ada diambang kehancuran. Dengan senyum tulusnya, ia memberi warna baru bagi hidupnya dan Jimin.
"Hopie hyung..," Hoseok mengalihkan perhatiannya kepada Taehyung ketika mendengar namanya dipanggil. Dan ia tertegun ketika mendapati Taehyung meneteskan air mata.
"T-tae..."
"Aku... Aku mohon... jangan tinggalkan aku...," Taehyung menunduk dalam. Ia menangis sambil mengenggam erat kedua tangan Hoseok dan menciumnya.
Hoseok terdiam. Hatinya sakit mendengar permintaan yang diiringi dengan air mata Taehyung. Hatinya sakit, ketika ia tahu bahwa sampai kapanpun ia tidak bisa memenuhi permintaan namja yang -sangat- dicintainya.
Hoseok menghela nafasnya, berusaha menenangkan hati dan dirinya yang juga ingin menangis ketika melihat namja di hadapannya menangis untuknya. Namun ia berusaha menahannya.
"Tae..," Hoseok memanggil Taehyung lembut.
Taehyung perlahan mengangkat wajahnya, memandang Hoseok yang sedang mengukir senyum yang amat disukai Taehyung. Senyum hangat yang biasanya dapat membuatnya tenang. Namun, entah kenapa, sekarang malah membuat hatinya sakit. Ia takut kehilangan senyum itu dari pandangannya.
"Tae, kau tahu aku tidak bisa..., "
"Tidak, hyung. Kau akan sembuh. Kau harus sembuh, hyung. Kau tidak akan meninggalkanku kan?"
"Tae...,"
Taehyung segera memeluk Hoseok dengan tangis pilu yang kembali keluar dari bibirnya. Ia berusaha memotong perkataan Hoseok yang tak ingin didengarnya. Ia hanya ingin mendengar namja itu berjanji tidak akan meninggalkannya.
"Hyung, kau harus sembuh, hyung. Kau akan sembuh. Karena itu, aku mohon, berjanjilah jangan tinggalkan aku," ujarnya lagi disela tangisnya, masih sambil memeluk Hoseok dengan erat.
Hoseok membalas pelukan Taehyung. Kali ini, tangisnya pecah. Ia menangis dalam diam, berusaha meredam isakannya. Hatinya benar-benar sakit mendengar Taehyung yang terus memohon padanya. Ia ingin berjanji, namun di sisi lain ia terlalu takut kalau ia akan membuat Taehyung lebih sakit ketika mendapati dirinya mengingkari janji tersebut.
"Aku.. Aku berjanji, Tae. Aku akan berusaha semampuku. Tapi bisakah kau juga berjanji akan selalu ada di sisiku? Setidaknya... Sampai saat itu tiba. Berjanjilah kau akan selalu ada di sisiku, jangan tinggalkan aku," ujar Hoseok.
Taehyung melepaskan pelukannya dan memandang Hoseok dengan senyum di wajahnya. Ia menangkup wajah Hoseok dengan salah satu tangannya, dan mengelus pipi namja itu lembut. Sedangkan tangannya yang lain mengenggam erat tangan Hoseok.
"Aku berjanji, hyung. Kau akan sembuh. Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan selalu di sisimu sampai kau sembuh. Tidak, bahkan setelah kau sembuh pun, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku janji."
Hoseok tersenyum mendengar jawaban Taehyung. Walaupun, entah kenapa, hatinya terasa sakit. Persaannya menjadi tidak enak. Namun, ia berusaha menyingkirkan semua pikiran dan perasaan buruk yang menghampirinya.
"Gomawo, Tae..." ujar Hoseok sambil tersenyum hangat.
Taehyung ikut tersenyum. Lalu perlahan mendekatkan wajahnya pada Hoseok dan mencium kening namja yang terdiam, tidak percaya dengan apa yang sedang dilakukan Taehyung padanya. Tidak lama, karena beberapa detik kemudian Taehyung menyudahi ciuman itu, dan kembali menatap Hoseok dengan senyuman tampannya.
"Aku sangat menyayangimu, hyung," ujar Taehyung yang sukses membuat wajah Hoseok memanas dengan rona merah di wajahnya. Ia tahu, ungkapan itu hanyalah ungakapan kasih sayang sebagai adik yang menyayangi kakaknya, atau ungkapan kasih sayang seorang sahabat. Ia tahu, ia tidak boleh menganggapnya lebih. Tapi tetap saja, mendengar kata-kata Taehyung akan membuat pipinya memerah, malu.
"Aku... juga menyayangimu, Tae..."
.
.
.
#ToBeContinue
...
...
...
Hello guys! Long time no see~~ Finally, i can update the new chapter :)
Maaf banget untuk update yang sangat sangat lama. Ada beberapa kendala yang membuat aku terpaksa memilih hiatus selama beberapa bulan. Dan senang rasanya bisa kembali update ^°^
Semoga kalian suka chap ini :)) Di chap ini full vhope moment,, yeayy!
Dan untuk awal konflik mungkin akan muncul di chap depan atau 2-3 chap ke depan hmmzz..
Ahh, ya, aku ingin tanya, perlukah aku bikin throwback masa lalu Hoseok dengan Taehyung dan Jimin? Atau aku lanjut aja terus? Kalau memang ada yang penasaran, aku akan selipin throwback di chapter selanjutnya. Mohon pendapatnya,,, ne?
NB:
** Sebelumnya maaf baget untuk semua readers, mulai sekarang kemungkinan aku gaakan balas review di setiap chappie. Dikarenakan sekarang aku mulai tulis langsung di website wattpad, lalu nantinya di copy untuk update di ffn, agak susah kalau harus tulis balasan review di setiap chap saat ceritanya udah dicopy ke ffn. Soalnya wattpad kan ga tulis balasan reviewnya. Tapi semua review/comment yang kalian tulis akan selalu aku baca, karena semua itu merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh supaya aku tetap semangat nulis ff :') Sekali lagi ku minta maaf /bow down/
**Bagi semua readers,, aku sekarang mulai bergerilya di wattpad. Aku membawakan ff HIDE ini sebagai cerita perdana untuk account ku di wattpad. Kalau ffn suatu saat error, aku akan sepenuhnya pindah ke wattpad. Account wattpad ku: kyminzth
Bagi readers yang ffn nya udah di blokir, dan masih ingin baca di ff ku,, kalian bisa beralih ke account wattpad ku. Monggo para readers yang punya account ffn, follow meehh yaa :D
** Ini adalah repost dari chap 5 kemaren. Aku baru check setelah mendapat review dan comment cerita HIDE di account ffn dan wattpad. Ternyata chap 5 yang di update di ffn berantakan dan gajelas bentuk dan tulisannya. Maaf bangeett atas ketidaknyamanannya,, dan makasih yang bersedia review jadi aku bisa tahu kesalahan di chap 5 ini.
Okaay,, sampai di sini dulu.
Please keep review and favourite, ne?
See you in next chap! ^°^
