Nb :
- FF ini soooo fluffy :3 Jika reader berharap ff ini penuh konflik, perseteruan, persaingan dan apapun itu yang berkaitan sama perselisihan, silakan CLOSE TAB.
.
.
Title : LIBRARY
Rated : T
Genre : Drama/Romance/School Life/Funny/Fluffy
Cast : Kristao as Always
Claim/Disclaimer : Zitao belong to Kris
Warning : YAOI, BL/Boys Love/Typos
.
.
Jadi, apa yang kau pikiran jika aku mengatakan, library?
Such a boring place
Mungkin itu yang dipikirkan kebanyakan orang mengenai tempat ini..
Tapi percayalah, Kris Tao bisa mematahkan persepsimu itu
.
.
©TAOKYU PRESENT
.
Library – Jealous
.
.
HUANG Zi Tao melihatnya saat hendak memasuki perpustakaan Hanyoung High School. Kehadirannya tak mungkin tak disadari. Seperti semut yang selalu bisa mencium keberadaan manisnya gula sekalipun di ujung dunia.
Sunbae keren yang beberapa hari lalu ia temui di perpustakaan. Dengan rambut pirang platina. Dengan tatapan mata sejatam elang. Dengan bibir penuh yang sexy. Dengan otot lengan yang menggoda. Dengan seringai licik yang menawan. Dengan suara berat yang memikat.
Dan masih banyak lagi kata dengan-dengan-dengan yang selalu menyertai Kris Wu di setiap ia melangkah.
Tao sama sekali tak menyangka bahwa hanya dengan memikirkan seorang Kris bisa membuatnya menahan nafas. Pikiran kosong dengan segaris senyum yang terpatri di bibir sensualnya. Dan dia -Huang Zi Tao bisa saja tetap berdiam diri di depan pintu perpustakaan jika Jun –sahabat Zitao dari bayi– tidak dengan lancang menoel pipinya yang memerah akibat hawa panas kota Seoul hari ini.
"Juunn.." desahnya lamat-lamat melirik Jun yang telah siap menuju halaman parkir untuk kemudian pulang dengan mengendarai Porsche Carrera silver miliknya. Lalu kembali memusatkan atensi pada pria yang sedari tadi merebut perhatiannya.
Kris Wu dengan gadis yang ia tau adalah Yifei sunbae.
Seorang kapten Cheerleader yang juga anggota OSIS –Zitao pernah melihat pin OSIS di jas sekolah milik Yifei– Dan Tao tidak paham bagaimana bisa cewek sekurus tiang listrik tersebut bisa memperoleh 2 jabatan sekaligus seperti itu.
"Sedang memperhatikan apa sih?" Jun memasukkan sekeping keripik kentang ke mulutnya. Matanya yang bulat menyipit mengikuti arah tatapan Tao. Dan detik itu juga bibirnya terkuak menjijikan dengan kunyahan keripik yang belum tertelan. "Kau bilang Kris sudah menggodamu sejak kemarin-kemarin. Kenapa nenek lampir itu nempel pada Kris?"
Zitao sama sekali tidak memberikan jawaban selain menendang pintu perpustakaan. Dan melenggang masuk lalu duduk terpekur di samping layar computer yang menyala.
Ya, sejak 4 hari yang lalu Zitao resmi menjadi anggota pengurus perpustakaan.
Dan sekarang ia menyesali keputusan yang dibuatnya tanpa pikir panjang. Apa gunanya menjadi pengurus perpus jika Kris sunbae yang menjadi alasannya ternyata memiliki kekasih yang –sialnya– kapten tim cheerleader.
Itu kan berarti intensitas pertemuan mereka jauh lebih sering…
Dan Zitao merosot menempelkan sebelah pipinya di meja.
Sayup-sayup ia mendengar langkah seseorang mendekat dan disusul suara Jun yang berpamitan dan berpesan dengan petuah-petuah seperti –jangan pulang terlalu sore. Jangan ngebut dijalan. Jangan lupa menutup atap convertible mobilmu atau yang paling konyol, jangan sampai menabrak anak kucing jika kau tak mau ku cekik– dan kemudian ia merasakan benda kenyal mendarat di pipi gempilnya.
Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka untuk sekedar mencium pipi saat akan berpisah.
Zitao tidak tau berapa lama ia termenung sampai indra penciumannya menghirup aroma wangi yang selama 4 hari ini menganggunya. Mengganggu tidurnya. Mengganggu makannya. Mengganggu pikirannya.
Terlebih hatinya.
Wangi hutan tropis dan –ohh orange..
"Kau belum pulang?" Suara itu menyapanya. Berat, serak dan seksi. Zitao merekam suara itu sejak 4 hari yang lalu dalam memori otaknya. Tersimpan rapi disudut-sudut terpenting dalam lemari ingatannya.
Suara yang membuat jantungnya seakan dipompa 16x lebih cepat dari pada rata-rata.
Zitao menatapnya. Dibutuhkan usaha keras agar tatapannya terfokus sebelum akhirnya ia sadar bahwa ada sekeping melting Honey yang balas menatapnya.
"Sunbae."Bisiknya tak yakin apakah pria didepannya ini bisa mendengarnya atau tidak. Ia buru-buru mengangkat kepalanya dari meja –dan seketika merasakan pusing yang menusuk-nusuk tempurungnya.
Berapa lama Tao terpejam dengan posisi seperti itu.
"Kau belum pulang?" pertanyaan itu diulang dengan nada datar yang masih sama seraya memberikan sebotol orange juice kepada Tao yang diterima dengan antusias.
Tao mengeleng sedangkan bibirnya masih menyedot habis isi botol. "Bukankah aku sudah bilang kalau aku adalah petugas perpustakaan?"
Kris menaikan sebelah alisnya. Tak mengerti. Ia menyeret sebuah kursi dan mendudukan diri di hadapan Tao.
"Tidak banyak siswa yang mau menjadi pengurus perpustakaan, sunbae. Jadi, ya disinilah aku setiap 2 hari dalam seminggu setelah pulang sekolah." Zitao tersenyum. Dan melupakan fakta bahwa ia begitu membenci keputusan menjadi pengurus perpustakaan.
"Sendirian?" Mata coklat setajam elang itu kini menyisir ruang perpustakaan yang besarnya berkali lipat dibanding ruang kelas mereka. Banyak rak buku yang menjulang tinggi. Meja baca disetiap sudut. Dan loker yang ada di samping pintu perpustakaan.
Kris baru sadar jika ia tidak pernah benar-benar memperhatikan ruangan ini sekalipun. Dan ketika tatapannya kembali pada sosok Tao, ia mendapat anggukan dari kepala bersurai jelaga itu.
Dan Kris mulai berfikir apa yang bisa mereka lakukan di perpustakaan..
Di perpustakaan yang sepi sekali..
Dan hanya ada mereka berdua..
"Hnnn, kenapa masih di sekolah, sunbae?" Mengingit bibir, Tao meraih mouse dan menyibukan diri dengan kegiatan open-close-open-close tabnya. "Kulihat tadi tim basket juga tidak ada latihan." Ia melirik Kris. "Tim cleerleader juga," imbuhnya lamat-lamat sebelum merutuki kebodohannya.
Kris menangkap ada nada ketidaksukaan saat Tao mengumamkan kalimat terakhirnya. Ia meniliti wajah khas daratan China itu sebelum menjawab. "Ada rapat dan ya.. tim Cheers juga." Ia menatap tajam ke arah Tao dan melihat otot-otot di wajah selembut bayi itu menegang. "Apa ada masalah?"
Masalahnya adalah kenapa kau tadi berduaan dengan sunbae genit di bawah pohon oak sana dan sekarang malah menemuiku diperpustakaan! "Aku rasa sunbae seharusnya menemaninya dan tidak meninggalkannya pulang sendiri."
"Hhnn?" Kris menatapnya dengan alis bertaut. Ekspresi harfiah dari ketidakpahaman "Nya? Siapa maksudmu?"
Zitao merutuki mulutnya yang tidak bisa bekerja sama dengan baik dengan apa yang perintahkan oleh otaknya. "Tidak ada." Zitao melirik Kris lewat ekor mata dan menemukan sunbae tampan itu balas menatapnya dengan kilat menuntut.
"Huang Zi Tao…" Kris berujar penuh penekanan.
"A.. aku melihat sunbae sedang berduaan dengan Yifei tadi," Zitao mendesah dan menatap Kris yang menampakkan raut kaget, bingung dan geli –kenapa ada ekspresi geli? "Dan kupikir kalian sedang menjalin suatu hubungan yang dikatakan orang-orang sebagai sepasang kekasih atau bahkan lebih dari itu."
"Kenapa kau berfikir begitu? Aku bukan type pria yang mengencani 2 orang sekaligus." Kris membela diri dengan cara yang begitu angkuh dan geli.
Dan sekali lagi Zitao sama sekali tak mengerti.
"Dan ku kira, sunbae," lanjutnya tanpa memperdulikan ucapan Kris, "adalah perbuatan salah jika sunbae tidak mengantarnya pulang dan malah menemuiku disini dan berbicara nonsense. Aku tidak melihat adanya benefit dari jenis percakapan seperti ini. Bukan kah itu membuang-buang waktu, sunbae." Satu kalimat panjang yang sedari tadi ia tahan lolos dengan begitu mulus tanpa cela.
Dan sekali lagi ia sekuat tenaga menutupi rasa sesak yang mengerogoti dadanya…
Mengambil nafasnya..
Dan menghentikan kinerja jantungnya…
U're right, Jun.. Silence love sucks…
Ia mengangkat dagu perlahan dan mencari focus lain selain tatapan mata sosok pria yang memenjara. Dan dia gagal saat satu kalimat berhasil terucap dari bibir sunbaenya.
"Kau cemburu ya?"
Zitao mencoba mencerna kalimat itu dan kemudian –terpaksa tertawa untuk menyamarkan kegugupannya. "Sunbae bilang apa? Aku cemburu? Dengan siapa? Yifei sunbae?"
Hhhaha.. Yang benar saja!
Konyol..
"Dan kenapa aku harus cemburu?" erangnya tertahan.
Kris menanggapi hanya dengan senyuman di sudut-sudut bibirnya. "Tenang saja, Tao-er. Aku sama sekali tidak tertarik dengan perempuan kok."
Dan setelahnya Zitao merasa kadar O2 di sekitarnya bertambah berjuta-juta kali lipat.
"Lagi pula aku menyukai orang lain."
Ooh… What a shitty day u have, Zitao!
Satu kalimat itu menarik otot-otot leher Zitao. "Siapa?" Suaranya semakin lirih. Dan ia segera diliputi rasa menyesal karena menanyakannya.
Bagaimana jika Kris menyukai Baekhyun. Lelaki kecil, mungil dengan rambut coklat yang bersinar. Atau luhan, vokalis kebanggaan sekolah dengan suara Dewi yang mengagumkan. Atau bahkan teman sekelasnya, Ren. Yang cantiknya melebihi semua Princess Disney.
Zitao benar-benar tidak siap.
Memikirkannya saja membuat Zitao merasakan perutnya mencelos. Dan dunia benar-benar runtuh disekitarnya.
Kris tersenyum lebar dan memamerkan giginya. "Dia punya mata dengan kilau berlian cair yang bisa memenjara setiap orang yang menatapnya. Rambut halus sewarna bulu Gagak yang memukau (-Zitao tidak sadar ia menahan nafas) Kulit emas yang cemerlang (–dan entah mengapa Huang Zi Tao tidak bisa untuk menahan senyumnya-). Suara seindah petikan Harpa yang luar biasa memesona," Kris berhenti hanya untuk menatap Zitao yang memandangnya. "Dan dia suka sekali di perpustakaan."
.
.
See-ya di one shoot Library selanjutnya..
.
.
Ps: terima kasih sudah menyempatkan baca dan memberikan komentar di chapter sebelumnya.. #HugKIss satu2
Pss: Beginiiiiiii... Saya sedikit banyak menyayangkan reader yang memfollow ataupun memfav tapi SAMA SEKALI tidak memberikan reviewnya di kolom terbawah. Jumlah reader juga sama sekali gak sebanding sama yang view #habis baca close tab gitu aja. Saya sadar sekali kalo ff ini SAMA SEKALI ENGGAK LAYAK banget di pajang disini. Tapi apa dayaaaaa~~ Makanan KT ya cuma fict T_T
Sebenernya mulai nyampah di Ffn lagi itu karena pengen sekali membudidayakan fict KT yang mulai diambang kepunahan. Sama sekali egk berharap banyak. Cuma ingin dihargai dengan usaha yang sudah saya bilang diatas itu. Apa saya harus berhenti? Apa saya harus pindah ke Wattpad? #look at my profile to find out my wattpad and twitter acc
I don't get anything.. I mean, no one paid me here..
So, gimme ur support with ur review in every fict u've read… doesn't it the best honor for me and another KT author?
Pss : cont or fin?
Ngngeng : ini oneshoot kok dear.. Tapi emang saling berkaitan.. Keep reading ya.. Tenkyu dear
Skylar otsu: wkwkkk.. Skr banyak yg family genre.. Mungkin karena mereka juga udah mateng(?) Tapi-tapi kayaknya di watpad byk school genre deh ya.. Keep reading and tengkyu dear
Zitao jiejie: syukurlah suka.. Keep reading and tengkyu dear
Park rinhyun-uchiha: kok samaaaa.. kTs miss 'em so much T_T keep reading and tengkyu dear
Guest: iya.. Kalo egk manis bukan mereka.. Keep reasding and tengkyu dear
Peach prince: aku sebenernya suka sama semua genre asal konsiten dan gak menye-menye gitu sih.. Tapi ya paling suka model gini.. Secara mereka udah nihil di real life..biarlah ke-sweetan mereka cuma di ff saja.. Wkwkwk keep reading and tengkyu dear
Moice: ff KT emg diambang kepunahan ya.. Sebisa mungkin tetep nulis meskipun banyak reader yang egk tanggung jawab.. Keep reading yaa and tengkyu dear
Baby wolf jonginnie kim: syukurlah suka.. Entah berhasil apa egk, aku sebisa mungkin buat sosok tao engk childish yang berlebihan.. Keep reading and tengkyu ya dear
Shitao47: ohh yaa... Oh yaa? Diabetes gak? Keep reading and tengkyu ya dear
Guest: tengkyu supportnya.. Semoga kamu suka ya... Keep reading dear and tengkyu
Skymoebius: ini emg cuma oneshoot.. But, saling berkaitan kok.. Dont worry.. Keep reading and tengkyu dear
Meh: tengkyu udah suka sama ff abal bin gaje yang entahlah ini apa... #kiss keep reading and tengkyu dear
LVenge: iya emg kebanyakan pindah lapak disana.. Apa menurutmu aku juga harus pindah? Wdyt? Keep reading and tengkyu buat supportnya ya dear
.
.
MAAF KALO ADA KESALAHAN PENGEPENGETIKAN NAMA
