Kuroko Tetsuna

.

By: Kazuyaaa

.

Summary:

Gadis yang cantik, manis, sopan, dan polos yang menjadi pembicaraan sekaligus incaran hampir semua pemuda itu membuat Akashi yang tidak terlalu tertarik dengan perempuan, menjadi penasaran.

.

Pairing:

Akashi Seijuro X Fem!Kuroko

.

Genre:

Romance, Comedy/Humor

.

Rate: T

.

Disclaimer:

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

.

Warning:

OOC, aneh, gaje, ancur, mungkin beberapa typo, dll.

.

Don't like don't read ._.

.

.

.

.

.

"Jadi jika x ditambah dengan x, maka akan menjadi bla bla.. Desimal dikali desimal, maka hasilnya positif.. 6x dikalikan x kuadrat maka bla bla.." Bosan, itu yang dipikirkan Akashi saat ini. Lagian juga dia udah ngerti itu sejak masih jadi zigot... /ebuset/

'Ahh, cepatlah berakhir, aku sudah lelah... Aku tuh ga bisa diginiin mz.. Aku-' Oke, otak Akashi korslet...

"Baiklah, sampai di sini dulu, sampai bertemu besok.." Dosen berjalan keluar kelas.

"Akhirnya..." Gumam Akashi pelan sambil menghela nafas.

Tapi tiba-tiba.. "Akashicchi! Makan bakso Mang Budi yok!"

"Kau berisik, Ryouna.." Ucap Aomine sambil memukul pelan Kise Ryouna yang tak lain adalah ekhemTunangannyaekhem.

"Bodo amat, dasar Ahominecchi dekil!"

"Heh? Apa katamu?"

"Ahominecchi, dekil, jelek, bau, hidup lagi!"

"APE LO, GUE GA TAKUT SAMA LO!" Teriak seseorang, bukan Aomine ataupun Kise.. Itu Nijimura Shina yang lagi kejar-kejaran bak film India sama Nijimura-sensei yang tak lain adalah suaminya.

"BERENTI LO, GUA CIUM NIH!"

"MANGKANYA GUA GA BERENTI BIAR GA DICIUM!"

Yang ngeliat cuma bisa sweatdrop.

"Maa, Akashicchi, ayo makan bakso Mang Budi! Yang lain udah nungguin loh!"

"Hm.."

.

.

.

.

.

"Kalian lama-nodayo..." Ucap si lumut tsundere(?).

"Maa, Shin-chan aja yang buru-buru pengen makan bakso Mang Budi.." Ucap Takao Kazuna sambil tersenyum jahil.

"Diam kau, BaKazuna..." Ucap si lumut sambil merah tsun tsun gaje.

"Nyem nyem nyem nyem…"

"Atsushi, mulutmu belepotan.." Ucap Himuro Tatsura sambil mengelap mulut sang titan ungu alias Murasakibara yang tak lain adalah pacarnya.

'Disini panas ya..' Batin Akashi ngenes.

"Mang Budi, baksonya 3 mangkok-ssu!"

"Siap neng! Minumnya apa?"

"Es teh manis anget aja-ssu!"

"Kalian~! Maaf, udah nunggu lama?" Teriak gadis bersurai merah muda.

"Sa-Satsuki, ma-tte... Haahh..." Surai biru langit panjang berkibar(?) dengan indahnya, keringat membasahi kening sang gadis, langkah gontai menjelaskan bahwa dia lelah sehabis berlarian.

'Oh tuhan, baru juga melamunkan tentangnya, dia sudah datang.. Apa ini yang namanya jodoh?' Oke, Akashi masih mabok.

"Kyu kyuuu~ Ekhem ekhem~! ngeliatin apa, Akashi-kun~?" Mak comblang, alias Momoi Satsuki tersenyum jahil pada sang emperor, untung dia kayak begitu di depan si malaikat biru, kalo ga ada si malaikat biru, mungkin dia tinggal nama saja.

"Tetsuna-chan, duduk sini!" Gadis bersurai merah muda itu menunjuk bangku kosong di sebelahnya yang terletak berseberangan dengan tempat duduk Akashi. Sedangkan yang namanya disebut cuma diam dan menurut.. Benar-benar polos...

"Mang, 1 mangkok lagi!" Teriak Momoi.

"Siap neng!"

"Tetsuna, nggak makan?" Ucap Akashi SKSD. Sebenarnya Tetsuna juga risih langsung dipanggil nama kecil, padahal baru juga ketemu.

"Ah? Enggak.." Ucapnya sambil menyesap vanilla milkshake yang entah dari mana datangnya.

"Gak lapar? Lagi diet?"

"Enggak kok, umm.. Akashi-san...?"

"Yakin?"

"Umm.." Bohong, sebenarnya dia tidak pesan karena uang jajan bulanannya sudah sekarat, tanggal tua pula...

"Krucuukk~"

"..." Semuanya menatap kearah si gadis bersurai biru langit, sedangkan yang ditatap hanya ngeblush ria.

"Eto.. Umm..."

"Mang, baksonya 1 mangkok lagi." Ucap Akashi.

"Oke deh!"

"E-eh!? A-akashi-san.. Ga usah.."

"Gapapa, aku yang bayar.."

"Eh!? Ja-jangan Akashi-san.. Aku bayar sendiri aja.."

"Ini baksonya!" Teriak mang Budi penuh semangat.

"..."

"Kenapa diliatin doang? Cepetan makan.. Atau mau disuapin?"

"E-eh!? A- enggak!"

Yang lain pura-pura ga denger soal acara PDKT-nya Akashi, si mak comblang pake headset, padahal mah ga dengerin lagu, sambil senyum-senyum gaje.

Tetsuna pun makan dengan khidmat, namun dia merasa Akashi dari tadi memperhatikannya. Kan ga enak gitu kalo makan diliatin.. "Ano, Akashi-san, ga makan? Keburu dingin loh.." Ucap Tetsuna basa basi, berharap yang di omongin peka.

"Hmm, ini lagi makan.." Iya sih, makan.. Tapi fokus ke makanannya dong..

Tetsuna ga tahan lagi... "Akashi-san, lihat, kucingnya lucu.."

"Lucuan Tetsuna ah.." Terlihat Midorima dan Aomine yang keselek bakso bulet-bulet.

"..." Tetsuna mah sabar.. Yang penting udah di bayarin makan bakso..

.

.

.

.

Tbc~

.

.

Canda, jangan ngamuk :v

.

.

.

"Ano, terima kasih, Akashi-san.. Tapi, aku tidak enak jadinya.. Jadi, aku akan mengabulkan satu permintaan Akashi-san..." Ucap Tetsuna sambil membungkuk.

"Tetsuna, kau itu jin atau apa? Dari pada itu, kau yakin ingin mengabulkan satu permintaanku?" Ucap Akashi lalu menyeringai.

"Aku manusia, Akashi-san... Tentu saja."

"Kalau begitu, jadilah pacarku.. Kau tak bisa menolak, Tetsuna.. Kau sudah berjanji untuk mengabulkan permintaanku."

"E-eh.. Baiklah.. Tapi.."

"KYUUU KYUUU~! BAKALAN ADA PASANGAN BARU NIH!" Teriak Momoi yang ternyata nguping dari balik pohon. Tiba-tiba ada gunting nancep ga tau dari mana.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued~

A/n:

Hoho, saya balik lagi~ '-')/

Maaf Akashi saya bikin OOC begini... Sekali lagi maaf... :v

Maaf kalo pendek.. Maaf.. Kalo ada kritik atau saran, silahkan tulis di review.. Siap nerima kritik pedes kok.. '-')/

Tengkyu yang udah mau baca, apalagi fav/follow/review.. Saya seneng banget.. Jadi terharu(?) :'v

Dan maaf kalo chapter yang ini mengecewakan atau gak krenyes sama sekali(?)…

Thankyou! ^^

Rizky | NuunaKyou | hannamoru27 | Guest | Mari | | synstropezia | 99

Dan juga silent reader~

Maaf kalo ada penulisan nama yang salah dan ketinggalan, maaf.. Sekali lagi maaf.. Soalnya saya publish lewat hp, jadi ya begitu..(?) Publish pake laptop? ga ada kuota :v