Kuroko Tetsuna

.

By: Kazuyaaa

.

Summary:

Gadis yang cantik, manis, sopan, dan polos yang menjadi pembicaraan sekaligus incaran hampir semua pemuda itu membuat Akashi yang tidak terlalu tertarik dengan perempuan, menjadi penasaran.

.

Pairing:

Akashi Seijuro X Fem!Kuroko

.

Genre:

Romance, Comedy/Humor

.

Rate: T

.

Disclaimer:

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

.

Warning:

OOC, aneh, gaje, ancur, mungkin beberapa typo, dll.

.

Don't like don't read ._.

.

.

.

.

.

"Ya, sampai disini dulu pertemuan kita. Tugas kalian adalah membuat cerita romansa." Ujar dosen sambil membereskan tas dan pergi keluar kelas.

"Cerita romansa kah.." Gumam Tetsuna kecil.

"Kyuu~! kyuu~! Ada email dari doi nih~!" Umm, itu suara Satsuki, tapi itu berasal dari smartphone bermerk banana berwarna biru langit milik Tetsuna. Sedangkan yang punya suara cuma senyum jahil di belakang. Karena Tetsuna sabar, Tetsuna cuma bisa cemberut ke arah Satsuki.

'From: AkaSei_04

To: KuroTetsuna_11

Subject:_

Nanti ada waktu luang?'

'From: KuroTetsuna_11

To: AkaSei_04

Subject:_

Ya. ada apa, Sei-kun?' Jari lentik Tetsuna menari mengetik dengan lihai.

'From: AkaSei_04

To: KuroTetsuna_11

Subject:_

Temui aku di lapangan basket outdoor universitas.'

.

.

.

"Sei-kun, ada apa?"

"Ayo kencan." Ucap Akashi lalu memasukkan bola ke ring.

"Ha?" Tetsuna poker face. Memang, mereka sudah berpacaran lebih dari 2 bulan, namun Akashi jarang mengajaknya kencan. Paling hanya mampir ke rumah Tetsuna dan berbincang dengan uhukcalonmertuauhuk.

"Kita akan kencan, tapi sepertinya kita harus makan siang dulu. Tetsuna mau makan dimana?"

"Ma- Majiba!" Jawab Tetsuna dengan mata bling bling, walaupun mukanya masih datar. Sepertinya dia butuh asupan vanilla milkshake.

"Baiklah, ayo." Ucap Akashi lalu menggandeng tangan pacarnya itu dengan lembut menuju tempat parkiran motor universitas.

Dan sampailah mereka di depan motor sport warna merah milik Akashi. Dia kan punya mobil? Kenapa ga pake mobil aja? Biar lebih romantis katanya, biar bisa dipeluk-peluk Tetcuna tercayang.

"Ayo naik." Ucap(perintah) Akashi pada Tetsuna. Helm? Gak usah, biar lebih romantis katanya.

"Um.." Tetsuna menurut, dan memulai perjalanan menuju majiba yang gak jauh jauh amat sih.. Tetsuna duduk dengan tenang sambil (disuruh) berpegangan dengan cara memeluk Akashi, gak minta telolet telolet* kok..(?) :v

.

.

.

Sampailah mereka di majiba, Tetsuna masuk duluan.

"Ah, Kuroko!" Pemuda berambut merah gelap menyapanya.

"Yo, mas Kagami.. Vanilla milkshake, cola, kentang goreng, sama beef burgernya satu.." Ucap Tetsuna tanpa pikir panjang

"Tumben mesen beef burger sama cola? Buat siapa? Bareng temen?"

"Oh, itu buat pacar.."

"Oh, Pa-car.. Kapan jadian? PU dong, haha.." Rasanya ada yang sakit gitu di dada.. Kasian banget sih Kagami..

"2 bulan yang lalu. Gak ah, bokek." Jawab Tetsuna singkat padat dan jelas.

"AH! Kuroko-chann~! Eh? Kagami kenapa?" Muncul perempuan berambut coklat bernama Ogiwara Shizuku.

"Tadi aku dengar Kuroko punya pacar? Siapa? Pasti tampan! Jago SPLDV ga? Garis lurus sama tegak lurus? Aljabar? Pythagoras? Segitiga istimewa?" Ogiwara terus menyerang Kuroko dengan ribuan pertanyaan yang kalau disingkat 'apa dia pintar pelajaran paling ajaib dan mematikan itu?'.

"Klingg!" Bel di pintu berbunyi.

"Ah, selamat datang!" Teriak Ogiwara.

"Tetsuna, apa kau sudah memesan yang kau mau?" Tanya Akashi.

"Sudah, Sei-kun.." Tetsuna mengangguk.

"OI, KAGAMI! Kenapa bengong aja? Siapkan pesanannya tadi!" Teriak Ogiwara. Kagami, aku tau apa yang kau rasakan nak..

"Umm." Ucap Kagami lalu menyiapkan pesanan, tenang, kebetulan saat itu sedang tidak terlalu ramai. Btw, ada pantun untukmu nak..

Dita dan Rumi sedang bermain layang-layang..

Kagami yang malang..(?) :v

"Silahkan, semuanya jadi *neet* ribu.." Ucap Kagami sambil menyerahkan pesanan yang langsung diambil dan dibayar Akashi.

"Sei-kun, kita duduk disana saja, aku biasa duduk disana." Ucap Tetsuna sambil menunjuk tempat duduk yang berada di pojok. Awas nak, kalo di pojok nanti diserang.

"Baiklah." Merekapun menuju ke tempat duduk yang berada di pojokan itu.

.

.

.

Sementara itu yang di kasir..

"Psstt.. Kagami, itu bukannya Akashi Seijuro yang dari Akashi corp itu!? Tetsuna hebat ya~!" Ucap Ogiwara mulai ngerumpi dan menebar bunga-bunga moe.

"Au ah.." Ucap Kagami melenggang pergi.

"Eh, kok gitu!?" Ucap Ogiwara kzl dengan kelakuan Kagami.(?)

.

.

.

"Sroott srottt sruputt~(?)" Tetsuna menyedot vanilla milkshakenya dengan khidmat. Lucu, itulah yang ada di pikiran Akashi saat ini.

"Nee, Tetsuna.." Panggil Akashi.

"Ya?"

"Aku sama vanilla milkshake, kamu lebih suka yang mana?" Tanya Akashi berniat menggoda Tetsuna.

"Vanilla milkshake." Ucap Tetsuna singkat, padat, jelas, dan menohok hati Akashi. Namun, jika diperhatikan lebih jelas, ada sedikit semburat merah di pipi Tetsuna. Mungkin dia ketularan virus tsunderima?

"Hee?" Akashi menyeringai. "Kalau begitu, hari ini kupastikan aku akan menggantikan posisi vanilla milkshake itu."

"..." Diam. Hanya itu jawaban Tetsuna.

"Ayo." Ucap Akashi setelah mereka berdua selesai makan siang. Merekapun meninggalkan Kagami yang galau di meja kasir -ralat, meninggalkan majiba dan melanjutkan perjalanan.

.

.

.

Merekapun sampai di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota. /?

"Sei-kun, aku ingin ke toko buku dulu.. Aku ingin mencari novel romansa untuk referensi tugas." Ucap Tetsuna.

"Hm.." Deham Akashi singkat. Dan mereka berjalan menuju toko buku di pusat perbelanjaan itu dan memasukinya, lalu menuju ke rak bagian novel.

"Etoo, yang mana ya.. Ah, yang ini boleh juga.." Gumam Tetsuna pelan.

"Tetsuna, coba lihat ini.. Menurutku ceritanya bagus karena menyangkut kisah percintaan anak muda." Ucap Akashi sambil memberikan novelnya ke Tetsuna.

"Ah, pilihanmu bagus Sei-kun.. Arigatou!" Ucap Tetsuna. Merekapun menuju ke kasir untuk membayarnya.

"Uwah, kalian manis ya! Jadi ingat masa muda.." Ucap si mba-mba kasir.

"A-ah.. Arigatou.." Ucap Tetsuna.

"Totalnya jadi *neet* ribu.." Ucap si mba-mba kasir, dan langsung dibayar oleh Akashi. Tetsuna sempat menolak dan ingin membayar sendiri, tapi apa daya kalau melawan sang emperor yang (sok) absolute. /digampar/

"Arigatou, Sei-kun.." Ucap Tetsuna

"Um." Akashi berdeham pelan tanda bahwa ia mengatakan 'ya' dan menggandeng Tetsuna."

"Kita mau kemana, Sei-kun?" Tanya Tetsuna.

"Tetsuna maunya kemana?" Tanya balik Akashi.

"Mana kutahu, kan Sei-kun yang ngajak.." Ucap Tetsuna.

"Ah, iya juga sih.. Bagaimana kalau nonton film?" Tanya Akashi.

"Ya udah, terserah Sei-kun.."

.

.

.

"Apa ya, yang kira-kira bagus?" Ucap Tetsuna sambil melihat-lihat daftar film yang akan tayang.

"Film horor?" Tanya Akashi.

"Hmm.. Mantan gentayangan?" Ucap Tetsuna. Curiga dengan judul filmnya. Itu nama judul film juga tercetus karena temen author curhat gara-gara mantannya gentayangan di otaknya, katanya.

"Sepertinya boleh juga.." Ucap Akashi.

"Hm.. Di internet ratingnya bagus.." Ucap Tetsuna.

"Ya sudah, nonton ini saja.." Ucap Akashi. Mereka berdua pun membeli tiket. Karena ini bukan hari libur, jadi tidak terlalu ramai.

Kini mereka duduk di paling pojok belakang, film akan segera di mulai. Author curiga nanti ada modus tertentu yang muncul, karena film yang mereka tonton adalah film horor, apalagi kalau duduk paling pojok belakang.

JRENG!

"KYAAA! MANTANNYA MUNCUL!" Teriak para penonton. Terutama perempuan yang sedang bersama pacarnya, modus peluk-peluk gitu deh.. Tetsuna? Dia lagi makan popcorn..

"Nyem.. Nyem.."

"Tetsuna, ada remah-remah popcorn di bibirmu.." Ucap Akashi.

"Dimana?" Tanya Tetsuna.

"Di sini.." Ucap Akashi lalu langsung mencium bibir Tetsuna. Tetsuna hanya terpaku sambil blushu unyuq. Tuh kan, modus.

"Kita sudah lama tidak berciuman.." Ucap Akashi.

"Se-Sei-kun baka..! Kau baru menciumku seminggu yang lalu saat ulang tahunmu!" Ucap Tetsuna pelan, takut di dengar penonton yang lain.

"Tetsuna, kau tahu? Kau sangat manis, membuatku berpikir ingin segera melamarmu, mengikatmu dengan cincin perak.. Kalau perlu langsung menikahimu.." Goda Akashi.

"Sei-kun, sepertinya kau tertular virusnya Eromine.." Ucap Tetsuna.

"Tetsuna juga sepertinya tertular virus Tsunderima.." Ucap Akashi balik.

"Urusai, aku mau fokus menonton filmnya!" Ucap Tetsuna. Akashi hanya terkekeh melihat tingkah pacarnya itu.

.

.

.

"Ahh~ Filmnya lumayan seru.." Ucap Tetsuna setelah filmnya selesai.

'Walaupun aku tidak sepenuhnya fokus..' Gumam Tetsuna dalam hati.

"Hm.. Tetsuna mau kemana lagi?" Tanya Akashi.

"Game center?" Ucap Tetsuna.

"Ya sudah, ayo.." Ucap Akashi sambil tersenyum lembut. Mereka pun bermain di game center. Main apa? Ya gak jauh-jauh dari basket.. Mereka bertanding memasukkan bola oranye ke dalam ring. Tentu saja dimenangkan oleh Akashi. Setelah itu mereka mencoba permainan lainnya. Sampai saat..

"Tetsuna mau main a-" Ucapan Akashi terhenti begitu melihat pacarnya berdiri di depan game crane, terpaku pada dua boneka anak ayam berwarna merah dan biru muda berukuran sedang.

"Tetsuna mau itu?" Tanya Akashi.

"Ya, tapi itu berada di tempat yang sulit untuk di ambil.." Ucap Tetsuna.

"Kalau misalkan aku berhasil mengambilnya?" Goda Akashi.

"Baiklah, akan kuturuti dua permintaanmu.." Ucap Tetsuna yang membuat Akashi menyeringai.

Beberapa menit kemudian.. Akashi berhasil mengambil kedua boneka itu. Yang artinya Tetsuna harus menuruti dua permintaannya.

"Jadi..?"

"Bilang 'Aku sangat mencintaimu, Sei-kun!', lalu peluk aku." Ucap Akashi.

"Um.. Aku sangat mencintaimu, Sei-kun!" Ucap Tetsuna lalu memeluk Akashi.

"Hee..? Jadi aku sudah mengalahkan vanilla milkshake dan menjadi nomor satu yang kau suka?" Goda Akashi.

"Baka.. Dari dulu kau sudah menjadi yang paling kusukai.." Ucap Tetsuna sangat pelan di pelukan Akashi. Namun Akashi masih bisa mendengarnya. Akashi hanya tersenyum dan memeluknya balik lalu mengusap kepala pacarnya itu.

"Sei-kun ini tempat umum." Ucap Tetsuna sambil mendorong pelan Akashi dengan wajah datar.

"Ah, bagaimana kalau kita berfoto?" Ucap Tetsuna sambil menunjuk sebuah photo box. Mereka pun berfoto dengan enam kali jepretan.

Jepretan pertama, mereka tersenyum sambil memegang boneka anak ayam. Akashi memegang yang berwarna biru muda dan Tetsuna memegang yang berwarna merah.

Jepretan kedua, Akashi memakaikan Tetsuna neko mimi yang disediakan di sana.

Jepretan ketiga, terlihat Tetsuna yang sudah melepas neko mimi menggembungkan pipi kesal dan berusaha memakaikan Akashi neko mimi juga.

Jepretan keempat, Tetsuna berhasil memakaikan Akashi neko mimi dan tertawa melihat Akashi yang tampaknya agak kesal.

Jepretan kelima, terlihat Akashi yang mencubit gemas pipi Tetsuna. Lalu Akashi mendekatkan wajahnya..

Dan jepretan terakhir, Akashi mencium pipi Tetsuna yang membuat wajah Tetsuna semerah rambut Akashi. Merekapun mengambil hasil foto yang tadi dan keluar dari game center dan duduk di sebuah bangku panjang yang disediakan di sana.

"Tetsuna lucu banget di sini.." Ucap Akashi sambil terkekeh pelan melihat hasil foto yang tadi.

"Fuyukai desu." Oke, ini bukan cewek unyuq berambut pendek yang mempunyai keindahan gadis berkacamata dari fandom sebelah.

"Sei-kun, sudah hampir malam.." Ucap Tetsuna.

"Mau pulang? Baiklah.." Mereka pun berjalan menuju tempat parkir dimana motor sport merah milik Akashi berada dan keluar menuju ke rumah Tetsuna.

.

.

.

"Sei-kun, masuklah.. Akan kubuatkan makan malam sup tofu.. Sepertinya ayah dan ibu sedang tidak ada di rumah.." Ucap Tetsuna.

"Baiklah.." Ucap Akashi lalu tersenyum.

"Okaeri, Tetsuna.." Ucap seorang laki-laki bersurai abu-abu di pintu.

"Ah, Chihiro-nii.. Kau sudah pulang dari Tokyo.. Ayah dan ibu kemana?" Ucap Tetsuna.

"Ayah dan ibu ada urusan di luar kota. Siapa dia, Tetsuna?" Tanya sang pemuda bersurai abu-abu sambil melirik ke arah Akashi.

"Oh.. Akashi Seijuro, dia pacarku.." Jawab Tetsuna. "Sei-kun, ini Kuroko Chihiro, kakakku.." Lanjut Tetsuna.

"Yo, salam kenal, Akashi Seijuro.." Ucap Chihiro sambil menyeringai dan menghampiri Akashi. Sedangkan Tetsuna sudah berada di dapur untuk menyiapkan sup tofu untuk makan malam.

"Jadi kau adalah pacar adikku? Mari kita lihat apakah kau pantas menjadi pacar adikku, Akashi." Ucap Chihiro.

"Begitukah? Oh, panggil aku Seijuro saja.." Ucap Akashi.

"Baiklah, Seijuro. Ayo masuk, ikut aku." Ucap Chihiro lalu masuk ke dalam rumah diikuti Akashi.

"Tetsuna, jangan masuk ke kamarku untuk sementara waktu. Akan ada perbincangan antar laki-laki.." Ucap Chihiro saat melewati dapur.

"Aku mengerti, nii-san.." Ucap Tetsuna dan melihat ke arah Akashi dengan wajah 'semoga kau selamat dari kandang macan putih.', sedangkan Akashi hanya tersenyum biasa.

.

.

.

.

TBC~

.

.

.

.

A/n:

Holaa~ Saya minta maaf baru bisa update sekarang.. Waktu itu saya ribet banget sama urusan sekolah dan lain-lain.. Pas liburan saya disuruh ini-itu sama emak, dan akhirnya mager ngetik.. Pas tahun baru niatnya mau update, tapi ada acara keluarga dan laptop saya layarnya pecah, jadi harus pake monitor.. Otomatis ga bisa dibawa kemana-mana.. Maafin saya kalau ini chapter pendek, updatenya lama pula.. *bow*

Ciye hari Senin masuk lagi ciye.. /jleb/

Mungkin mulai hari Senin saya ribet ini-itu lagi.. Jadi maaf kalau mungkin updatenya lama.. Ah sudahlah, waktunya balas ripiuw~

.

.

.

Bona Nano

Hai~ /?

Iya, jadi gak jadi jones nyempil lagi wkwkwk.. Aku lebih suka kamu *kedip-kedip* /plis/

Mari

Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen! Sumimasen, ikitete.. *minta maaf ala Sakurai*

Iya, malah sekarang updatenya lama.. Dan maaf kalo chapter ini ga nambah-nambah panjang :'3

Typo.. Mungkin? #CiriOrangYangMalesMeriksaUlang

Akakuro lovers

Maaf, Akashi jadi OOC begini gara-gara saya.. :'( /slap/

Makasih, maaf kalo chappie ini kurang panjang lagi :'3

Rizky307

Hiks, maafin saya, saya malah lama apdetnya :'3

ryukou1896

Ini sudah dilanjut :3

synstropezia

Saya juga cecengiran baca reviewnya :3 maaf ya, jadi lama updatenya :'3

AomineHikaru

Udah lanjut kok :3

Indah605

Kerenan kamu :3 /slap/

Udah dilanjut kok, tengkyu :3

Keiko Miharu

Keiko-san lebih keren :3 *kedip kedip* /slap/

Maafin saya gagal update pas tahun baru.. :'3

.

.

.

.

.

.

RnR please? ;)