Light and Dark
.
.
.
.
.
By Victorianus
.
.
.
.
.
.
Supernatural, School Life, Fantasy, Sci-Fi
.
.
.
.
.
Ootsutsuki Kaguya x Namikaze Naruto
.
.
.
.
.
Chapter 3
.
.
.
.
.
Kaguya sebenarnya ingin menikmati senja dengan berjalan-jalan di sekeliling akademi, tapi akhirnya dia mau tidak mau menemani Sakura dan Ino untuk bertarung di dunia virtual agar naik level. Ya, kelas Holy Envoy memiliki pangkat yang sama dengan pangkat dasar para Guardian Force ( pangkat Holy Envoy hanya sampai Excelsior tingkat ke tujuh), tapi yang membedakannya adalah, setiap pangkat yang dimiliki oleh Holy Envoy memiliki tujuh tingkatan. Misal contohnya Sakura, gadis berambut musim semi itu sekarang memiliki pangkat Holy Envol Celestial tingkat dua, sedangkan Ino memiliki Holy Envoy pangkat Celestial pangkat satu, maka untuk menaikinya, harus sering berlatih bertarung dengan Holy Envoy lain, atau melawan makhluk-makhluk virtual yang sudah di progamkan supaya bisa membuat para Holy Envoy naik pangkat. Sebenarnya jika ingin cepat, maka harus bertarung dengan makhluk-makhluk mistis yang biasa muncul di kota-kota, karena dengan begitu, akan sangat mudah naik ke level pangkat terakhir ataupun menerobos level selanjutnya. Semakin tinggi level sang Holy Envoy, semakin mudah pula mereka menggunakan kemampuan khusus yang dimiliki oleh Guardian Force mereka, karena minimal seorang Holy Envoy bisa menggunakan kemampuan khusus yang dimilikioleh para Guardian Force adalah level Majestic.
Kembali ke Kaguya, gadis cantik itu masih memikirkan perbincangan antara Sasuke dan Itachi dengan Guardian Force mereka masing-masing. Dia tidak menyangkah jika teman sekelasnya yang dua tahun lebih tua darinya adalah Holy Envoy kandidat 'Tuhan', tapi sebelumnya Guardian Force Itachi, Hypos masih meragukan akan hal itu, karena memang ada cukup banyak Guardian Force memiliki pangkat Ungodly, Excelsior, Imperious maupun Enlightenment di seluruh penjuru dunia. Menghembuskan nafasnya, gadis berambut musim dingin itu tidak ingin memikirkan apapun, karena dirinya sendiri masih belum memiliki Guarian Force miliknya sendiri. Sebuah layar transparan muncul di hadapannya, gadis itu melihat level yang dimilikinya, terlihat level Celestial pangkat enam. Dia sangat bingung, bagaimana mungkin level Holy Envoynya selalu naik tanpa sebab, apa mungkin karena kemampuan penyembuh miliknya menjadi lebih kuat karena akan hal ini, tapi gadis itu tidak ingin memikirkannya. Pintu kaca di sebuah ruangan sebelah kanan akhirnya terbuka, terlihat sosok Ino dan Sakura yang keluar dengan wajah terlihat sumringah, berlari melewati kursi-kursi jejer di ruangan besar tersebut.
" Kaguya!" panggil Sakura sedikit keras membuat Kaguya menatap ke arah asal suara, melambaikan tangan kanannya ke arah kedua sahabatnya. Ino dan Sakura akhirnya tiba juga di tempat dimana gadis musim dingin itu berada.
" Kaguya, aku akhirnya berhasil naik ke Celestial tingkat tiga." kata Sakura begitu bahagia, membuat Kaguya mau tidak mau ikut merasakankebahagiaan sahabatnya itu.
" Selamat Sakura." ucapnya tapi Ino tidak mau kalah, dirinya juga memberitakan jika berhasil naik ke pangkat selanjutnya.
" Kaguya, aku juga naik ke tingkat ke Celestial dua. Mana ucapan selamatku?" rengek Ino membuat Kaguya terkekeh pelan mendengarnya, mengangguk.
" Iya iya, selamat buat kamu juga Ino." ucapnya sedikit geli, tapi terlihat Ino yang tersenyum senang mendengarnya. Suara riu terdengar di ruangan tempat mereka berada, membuat ketiga gadis cantik itu menatap sekeliling, terlihat pemuda pemudi di sana berhamburan menuju ke jendela ruangan mereka berada. Penasaran, Kaguya, Ino juga Sakura akhirnya ikut bergabung juga ke dalam kerumunan itu, walaupun susah-susah menuju ke depan jendela, akhirnya mereka bisa melihat apa yang terjadi di luar. Kedua iris amethyst Kaguya membulat, karena di luar terlihat sebuah pesawat jet panjang berwarna putih, dan yang paling mengejutkan adalah, ekor pesawat tersebut terlihat lambang bendera salib miring ke kiri dengan background berwarna merah, sedangkan warna salib berwarna biru dan permukaan sisi salib itu berwarna putih.
" Siapa yang datang berkunjung? Apakah Presiden Norwegia?" bisik Kaguya kepada kedua sahabatnya itu, sedangkan Ino maupun Sakura menggeleng tidak mengerti, terlihat raut wajah mereka juga memancarkan keterkejutan. Kaguya lalu menatap kebawah, terlihat Headmaster Danzo ditemani oleh beberapa guru, dirinya juga bisa melihat Itachi dan Sasuke di sana, setangkan beberapa petugas sedang memberikan arahan pendaratan pesat jet pribadi tersebut. Kedua matanya membulat melihat sosok Naruto yang berdiri di samping kepala sekolah mereka, sesekali Danzo melakukan percakapan dengan pemuda itu, terlihat pria itu sedikit gugup, tapi Naruto terlihat sedang mencoba menenangkan pria tersebut. Dalam pikiran Kaguya, apa hubungan Naruto dengan kedatangan keluarga konglomerat dari Eropa, apalagi Eropa Utara yang merupakan negara dengan pertahanan terkuat di dunia dalam naungan Rusia.
.
.
.
Main Area Akademi
.
.
.
Sasuke sedikit bingung melihat Naruto yang berdiri di depan dengan kepala sekolah mereka, pasalnya sebelumnya mereka sudah diberitahukan dari kepala sekolah Danzo jika yang akan datang kemari adalah putra bungsu Presiden Norwegia, Barack Oslo. Barack Oslo adalah pria berusia 22 tahun, adalah seorang jenius yang lahir dari darah bangsawan Oslo, bahkan kemampuan yang dimilikinya bisa menyaingi para Holy Envoy pangkat Ungodly. Di usianya yang terbilang muda, pria tersebut sudah ditawari oleh berbagai akademi Light and Dark di seluruh dunia, tapi semuanya dia tolok secara sepihak, karena pria itu menganggap jika dirinya masuk ke dalam akademi, maka akan cepat membuatnya bosan. Hari ini, sejarah mencatat jika seorang Barack Oslo muncul di akademi Light and Dark Jepang, yang merupakan induk dari seluruh akademi Light and Dark di dunia, dan hal ini tentu saja akan membuat cabang-cabang lain iri, karena seorang jenius dari Norwegia kemungkinan akan mengabdi di Tokyo. Perlahan-lahan, pesawat jet dengan lambang bendera Norwegia itu mendarat, semua guru maupun murid-murid dari Holy Envoy class siap menyambut kedatangannya. Pintung samping pesawat terbuka, menurunkan tangga cukup panjang ke bawah, tidak lama setelahnya terlihat pria berpakaian serba hitam turun satu per satu dari dalam pesawat. Para bodyguard tersebut berbaris rapi di sisi kanan maupun sisi kiri jalan, lalu tidaklama setelahnya, seorang pria tinggi tegap mengenakan setelan serba putih, bentuk wajah kokohnya menambah kharisma tersendiri, ditambah lagi beberapa lencana kebangsawaan di sebelah dada kanannya. Pria itu masih berdiri sejenak di sana, menatap sekeliling seperti mencari seseorang, tapi akhirnya iris blue sapphire cerahnya menangkap sosok Naruto yang berdiri cukup jauh, tersenyum ke arahnya. Tersenyum, pria itu kemudian berlari pelan menuruni tangga, setelah sampai di daratan, dirinya berjalan sedikit cepat menuju ke arah tempat Naruto berada dengan kedua tangannya terbuka.
" Little angel, aku sangat merindukanmu." katanya setelah tiba di tempat Naruto berada, memeluk pemuda itu, dimana Naruto langsung terkejut akan tingkah mendadak pria itu. Guru-guru, murid-murid dari Holy Envoy class maupun yang lainnya melihat interaksi keduanya tentu saja terkejut bukan main akan tingkah putra bungsu Presiden Norwegia itu.
" Barack, jika kamu terlalu akrab denganku, anggota Yggdrasil di akademi ini akan langsung curiga." bisik Naruto pelan, mencoba melepaskan pelukannya, tapi tidak dindahkan oleh pria berambut putih itu.
" Biarkan saja. Aku memang sengaja untuk memancing mereka keluar dan setelahnya, akan aku habisi mereka semua." balasnya berbisik sambil menyembunyikan seringainya, sedangkan Naruto yang mendengar hanya menghembuskan nafas pasrah. Setelah melepas rindu, Barack akhirnya melepaskan pelukannya, menatap ke arah Danzo, tersenyum.
" Nice to meet you, saya adalah Barack Oslo, dan saya yakin anda adalah Headmaster akademi Light and Dark Jepang." katanya sopan sambil mengulurkan tangan kanannya, terlihat Danzo yang tersenyum, menerima jabatan tangannya.
" Senang bertemu dengan anda juga, Mr. Barack Oslo. Benar, saya adalah Headmaster akademi ini, Shimura Danzo." ucapnya terlihat Barack sedikit terkekeh.
" Tidak perlu memanggilku dengan sebutan mister, headmaster. Sebentar lagi saya juga akan menjadi murid di akademi ini. Saya sudah mengirim formulir saya ke e-mail anda." ucapnya terlihat Danzo yang tersenyum mendengarnya.
" Baik kalau begitu Barack, semoga kamu senang bergabung disini." ucapnya lalu saling melepaskan jabatan tangan. Barack kemudian menatap sekeliling, terlihat wajahnya memperlihatkan raut kekecewaan.
" Little angel, apakah hanya sekelas ini kualitas Holy Envoy akademi ini?" tanyanya dengan nada terluka yang dibuat-buat, sedangkan Naruto memijit keningnya yang tiba-tiba saja sakit melihat tingkah sahabatnya itu.
" Beraninya kau menghina Holy Envoy akademi inti Light and Dark Tokyo." sosok seseorang meleset cepat ke udara, langsung mengarahkan tendangannya ke Barack. Menyadari kehadiran orang itu, dengan cekatan Barack menangkis tendangan orang tersebut, kemudian sedikit memutar lengannya, menggenggam kaki orang itu, lalu melemparnya ke belakang. Orang tersebut memutar tubuhnya beberapa kali, setelahnya dirinya mendarat dengan mulus ke tanah, membuat Barack yang melihat hal itu sedikit takjub.
" Wow, aku kira hanya sampah-sampah saja yang ada di akademi ini, ternyata ada seseorang yang cukup berbakat juga. Bolehkah aku tahu siapa namamu?" tanya Barack, terlihat orang itu tersenyum sinis sambil menggosok permukaan hidung kanannya dengan jempol tangannya.
" Uzumaki Menma, Holy Envoy rank Unearthly pangkat enam." ucapnya terlihat Barack sedikit takjub mendengarnya sedangkan Naruto yang berada di sampingnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Oh, Unearthly pangkat enam? Aku tidak menyangkah jika Holy Envoy semuda dirimu bisa mencapat pangkat seperti itu." katanya sedikit kagum, tapi tidak lupa menyiratkan nada mengejek di dalamnya, membuat Menma menggertakan gigi mendengarnya.
" Jika kau ingin menguji kemampuan Holy Envoy di akademi ini, maka ujilah dariku. Aku adalah Holy Envoy nomor satu saat ujian masuk, diikuti oleh Uchiha Sasuke dengan pangkat Majestic tingkat akhir." ucapnya terlihat Barack yang mengangguk mendengarnya.
" Jika begitu, apa yang kita tunggu. Battle Mode, ON!" ucapnya terlihat sebuah lingkaran portal muncul di pinggang pria itu, kemudian terbelah menjadi dua, yang satu menuju ke atas dan yang satunya menuju ke bawah. Menma yang melihat akan hal itu langsung memasang kuda-kudanya.
" Battle Mode, ON!" serunya dan hal serupa terjadi dengan pemuda itu.
" Ares! Apollo! Hermes!" panggil Menma kemudian terlihat di atas langit sebuah bola api raksasa tercipta, tidak lama setelahnya sebuah tombak dengan pemukaannya dilapisi oleh api menghujam keluar, membelah bola api tersebut menjadi dua. Dari dalam bola api itu, terlihat sosok seorang ksatria dengan armor ksatria gladiator. Jubah api ksatria itu berkobar membara, mata merah di baling helm armornya menatap tajam semua orang yang ada di sekelilingnya di tangan kanannya, ksatria itu menggenggam tameng berbentuk lingkarang yang juga dilapisi oleh kobaran api. Di sisi kanannya, terlihat seorang pria begitu rupawan dengan rambut berwarna kuning keemasan dihiasi dengan mahkota yang terbuat dari daun emas melingkari kepalanya, iris topaz begitu menawan, mengenakan pakaian bangsawan yunani kuno berwarna kuning dengan selendang putih yang melingkari pundaknya dan sebuah harpa emas di pelukan tangan kanannya, sedangkan pria di sisi kirinya tidak kalah gagahnya dari ksatria gladiator tersebut, dengan wajah yang terlihat sangat mudah, berambut orange cerah dan tubuhnya dilapisi light armor berwarna kuning keemasan dan di tangan kanannya menggenggam sebuah tombak tajam terbuat dari logam mulia, berkilau begitu indah. Barack yang melihat ketiga Guardian Force tersebut berdecak kagum, begitupula Danzo yang diam-diam begitu bangga dengan kemampuan yang dimiliki oleh cucu dari Kaisar Senju tersebut.
" Ares rank Ungodly, Hermes dan Apollo rank Unearthly. Seperti yang diduga dari cucu Kaisar Senju Tsubasa pasti memiliki Guardian Force menakjubkan." kata Barack sambil bertepuk tangan. Beberapa saat setelahnya, pria itu menghentikan aksinya, tersenyum polos ke arah Menma.
" Tapi, kamu masih terlalu naif menghadapi lawanmu jika kamu menganggap memiliki Guardian Force seperti itu kamu bisa mengalahkan semua musuhmu." kata Barack tanpa dosa.
" Siapa dia?" suara berat Ares terdengar sedikit bingung melihat tingkah pria itu, terlihat Barack menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.
" Oh, Lord Ares. Maaf jika saya tidak sopan. Perkenalkan, saya Barack Oslo." kata Barack memperkenalkan diri, membuat Menma mengeluarkan perempatan kekesalan di dahinya.
" Sudah cukup! Aku akan langsung menyerangmu." kata pemuda itu kemudian dirinya kembali melompat. Barack yang melihat akan hal itu hanya menggeleng-geleng kepalanya, perlahan-lahan kilatan-kilatan petir muncul di lengan kanannya, mengumpul lalu menciptakan sebuah palu besar terbuat dari baja hitam dengan lambang petir di permukaan palu tersebut. Menma yang melihat akan hal itu tentu saja terkejut, tapi dirinya tidak bisa memutar ulang waktu, terlihat Barack mengibaskan palu petir miliknya itu ke arah pemuda tersebut.
" Argh!" teriak Menma kesakitan membuat tubuhnya terpental jauh ke belakang, tapi dengan sigap Apollo menangkap tubuh Holy Envoynya. Barack yang tubuhnya di selimuti oleh kilatan-kilatan petir biru itu menyeringai menatap ke arah Ares maupun Hermes yang langsung dalam posisi siaga.
" Lord Ares, Lord Hermes, maaf jika aku harus membuat kalian berdua kecewa. Thor, Loki, Themis." panggilnya terlihat sebuah halilintar langsung menyambar di belakang pria itu, tidak lama setelahnya digantikan sosok seorang pria bertubuh besar dengan armor baja yang menyelimuti tubuhnya dikombnasi dengan celana panjang berwarna coklat. Rambut coklat muda panjangnya berkibar di terpa oleh angin dan kedua matanya dilapisi oleh kilatan petir, begitupula tubuhnya di selimuti oleh kilatan-kilatan petir juga; di samping pria itu terlihat sosok seorang pria mengenakan light armor berwarna coklat keemasan dikombinasi dengan baju lengan panjang berwarna putih dan celana panjang coklat muda yang bagian depannya di tutup oleh kain putih yang melingkari di pinggangnya dan sebuah tongkat dengan ujungnya buah permata merah; yang terakhir adalah seorang wanita anggun mengenakan gaun berwarna ungu muda dengan di bagian dadanya membentuk huruf 'V' panjang memperlihatkan bentuk payudaranya yang bisa dikatakan sedang, di kedua lengannya di selimuti oleh selendang sutra berwarna ungu muda juga, wajahnya yang begitu cantik dengan rambut hitam mutiara panjang terurai begitu indah. Thor sedikit bingung melihat sosok Ares, Hermes maupun Apollo yang ada di hadapannya,lalu menatap ke arah Holy Envoynya.
" Kamu memanggilku untuk bertarung dengan Michael, bukan?" tanyanya sedikit bingung, tapi dirinya kemudian mendengar suara tawa kecil di belakangnya, membuat Dewa Petir itu membalikkan tubuhnya, tersentak melihat sosok Naruto yang melambai ke arahnya.
" Lord Thor, senang berjumpa denganmu lagi." sapa Naruto tapi Thor hanya memberi tatapan bingung ke arahnya.
" Kali ini bukan kamu yang menjadi lawanku?" tanyanya terlihat Naruto menggeleng mendengarnya.
" Tentu saja bukan, tapi jika anda ingin bertarung denganku, dengan senang hati akan aku, Michael, Raphael dan Uriel melayanimu." jawabnya terlihat Thor yang tersenyum sinis mendengarnya.
" Lihat saja, aku yakin pemimpin Archangels itu akan kalah berhadapan denganku nanti." katanya sombong.
" Aku meragukan akan hal itu, Thor." Michael tiba-tiba saja muncul di belakang Naruto, diikuti oleh Raphael maupun Uriel di kedua sisi malaikat tinggi itu.
" Uriel." panggil Loki dengan giginya yang menggertak, menahan kekesalannya terhadap malaikat itu, sedangkan Uriel hanya melambaikan tangan kanannya ke arahnya.
" Halo Loki sang Dewa Licik, bagaimana kabarmu?" tanya Uriel polos membuat perempatan muncul di wajah Dewa itu, tapi terlihat Thor yang menahannya, membuat Loki menatap nyalang ke arahnya.
" Tenangkan dirimu Loki. Kita pasti akan mendapatkan dendam akibat kekalahan yang kita alami sebelumnya. Sebelum itu, kita harus membantu Barack untuk menghadapi lawannya dulu." ucapnya membuat Dewa Kelicikan itu mendengus, menatap ke arah Menma yang sudah kembali pada posisinya, begitupula Ares, Apollo dan Hermes di belakang pemuda itu.
" Barack, aku baru menyadari jika kamu memiliki Guardian Force baru." kata Naruto terlihat Barack tersenyum tanpa membalikkan tubuhnya.
" Kamu akan tahu kemampuan yang dimilikinya nanti." ucapnya lalu terlihat layar transparan muncul di hadapan pria itu, memperlihatkan status yang dimiliki Menma, terlihat HP (Health Point)nya berkurang sekitar 30%.
" Ada apa, Menma? Bukannya kamu akan menunjukkan kekuatan yang dimiliki oleh Holy Envoy akademi Light and Dark Jepang?" tanya Barack sedikit sinis, tapi terlihat Menma yang menyeringai.
" Kamu sudah masuk ke dalam perangkapku, terima kasih karena sudah mengurangi HPku sampai 30%." katanya membuat Barack sedikit bingung mendengarnya.
" Ares's ability active!" seru Menma membuat Barack langsung saja siaga mendengarnya, terlihat Menma yang menyeringai.
" Kamu memiliki Divine Weapon salah satu Guardian Force milikmu, aku yakin jika rankmu adalah Ungodly. Kamu bisa menjadi batu loncat untukku menerobos rank Ungodly." ucapnya terlihat tubuh Menma yang dilapisi oleh aura merah, sedangkan Barack hanya tersenyum mendengarnya.
" Well, aku tidak menyangkah jika kamu sangat memahami kemampuan istimewa yang dimiliki oleh setiap Guardian Force, tapi ternyata aku salah. Sepertinya kamu bisa membuat hari-hariku tidak membosankan di akademi ini nanti." ucapnya membuat Menma tersenyum menang mendengarnya.
" Ares's ability active! Ketika Holy Envoy hanya memiliki HP tinggal 70% atau kurang, maka kekuatan Holy Envoy maupun Guardian Force yang dimiliki sang Holy Envoy akan naik sebanyak 50%!" jelasnya terlihat tubuh Menma, Ares, Hermes maupun Apollo tiba-tiba saja diselimuti oleh aura merah, meledak dahsyat menyelimuti tubuh ketiga Dewa tersebut.
" RAAAAGHHHHHHH!" raung Menma maupun ketiga Guardian Gorcenya merasakan kekuatan mengalir masuk ke dalam tubuh mereka masing-masing.
" Apollo's skill active!" seru Menma kembali terlihat di depan tubuh Apollo, sebuah lingkaran portal dengan pola bintang segi enam muncul sesaat.
" Ketika Apollo menerima buff dari Guardian tipe apapun ataupun kemampuan khusus, maka secara otomatis akan langsung menurunkan status yang dimiliki lawan sebanyak 20%." ucapnya terlihat Apollo langsung memainkan harpa miliknya, terciptalah tangga-tangga nada yang terbang menuju ke arah Barack, Thor, Loki maupun Themis. Tubuh Barack tiba-tiba saja menjadi sedikit letih, dirinya kemudian melihat halaman status yang dimiliki olehnya, Thor, Themis maupun Loki.
" Heh, apa hanya ini saja kemampuan yang kamu miliki?" ejek Barack tapi Menma hanya memberikan seringai ke arahnya.
" Tentu saja tidak. Hermes's special skill active!" serunya membuat Barack, Thor, Loki maupun Themis terkejut mendengarnya.
" Lagi?!" kata Loki tidak percaya mendengar jika mereka akan menerima serangan khusus kembali.
" Selama ada tiga ataupun lebih Dewa berasal dari Yunani Kuno, secara otomatis Hermes bisa memenjarakan lawan selama lima menit." ucapnya terlihat Hermes langsung menancapkan tombaknya ke dalam tanah, dengan cepat langsung menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada. Sebuah kurungan tiba-tiba saja langsung tercipta, memenjarakan Barack, Thor, Loki maupun Themis di dalamnya. Loki mencoba menyentuh permukaan penjara emas itu, tapi tiba-tiba saja tubuhnya tersengat listrik, membuat Dewa itu langsung menjauhkan tangannya, menatap nyalang ke arah Hermes.
" Sialan kau, Dewa Yunani! Jika aku bebas dari sini, kau akan menerima akibatnya!" raung Loki murka.
" Loki, Themis juga adalah salah satu dari Dewa Yunani. Jika kamu kesal dengan Hermes, cukupucapkan namanya saja." ucap Thor tajam membuat Loki menatap nyalang ke arah Dewa Petir itu.
" Apa yang bisa kau lakukan sekarang hah?! Kita berempat terkurung di penjara ini dan lagi selama lima menit! Kita sama sekali tidak bisa melakukan apapun!" geramnya
" Loki, sekali lagi kamu bicara, kamu akan tahu akibatnya." kata Barack dingin, terlihat iris blue sapphirenya mengeluarkan kilatan-kilatan petir, begitupula tubuhnya dilapisi oleh listrik, membuat Loki langsung tersentak mendengarnya.
" Che! Maafkan aku." jawabnya membuang muka sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Barack lalu kembali menatap ke arah Menma.
" Apa sudah selesai?" tanyanya dingin tapi terlihat Menma tersentak mendengar nada suaranya. Berdecak, Menma kemudian menatap ke arah Ares, terlihat Dewa perang itu mengangguk.
" Ares, ayo kita gabungkan kekuatan kita." kata Menma setelahnya kobaran api tiba-iba saja muncul menyelimuti tubuh pemuda Uzumaki itu, begitupula Ares yang langsung menghilang dari pandangan semua orang. Beberapa saat setelahnya, kobaran api yang menyelimuti Menma langsung saja menghilang, menggantikan sosok Menma yang mengenakan armor Gladiator emas, begitupula armor kedua kakinya sampai di lutut juga kedua lengannya dilapisi oleh armor emas juga. Tombak emas di genggaman tangan kanannya sedangkan tameng bulat dengan lambang omega di dalamnya. Wajah Menma yang dilindungi oleh helm armor Gladiator emas itu menatap tajam ke arah Barack yang masih tenang di dalam penjara emas Hermes.
" Ares's real guard skill active! Dengan mengorbankan 50% HP milikku, maka kekuatan yang aku miliki akan naik sebesar 100%." ucapnya lalu dirinya menatap ke arah layar transparan di sampingnya, terlihat Hit Points miliknya turun secara drastits, lalu menyisahkan 20%. Tubuh Menma langsung saja mengeluarkan aura merah begitu besar, dimana kekuatan masuk ke dalam tubuhnya secara drastis. Aura merah itu kemudian menghilang, terlihat iris mata Menma berubah menjadi merah, menatap begitu liar ke arah Barack.
" Now, aku sudah siap menyerangmu. Bersiaplah!" teriak Menma kemudian dirinya melompat ke udara, siap menyerang lawannya. Barack yang melihat akan hal itu hanya tersenyum, perlahan-lahan bibirnya membentuk seringai mencemooh ke arah pemuda Uzumaki itu.
" Hanya itu kemampuanmu? Sayang sekali, kamu masih terlalu naif." ucapnya yang kemudian tiba-tiba saja tiga kilatan petir putih langsung menyambar penjara tempatnya berada, Thor maupun Themis. Menma yang melihat kejadia itu tentu saja langsung menghentikan aksinya, mendarat ke tanah dalamposisi jongok, sedangkan Apollo maupun Hermes meleset cepat ke arah samping pemuda itu. Kedua iris Menma membulat, melihat pejara emas Hermes tiba-tiba saja menghilang,membuat Barack, Thor maupun Themis bebas dari kurungan kemampuan Hermes.
" Thor's skill active. Jika dalam party terkena kurungan berasal dari kemampuan khusus musuh, secara otomatis bisa membebaskan partynya dan hanya satu anggota yang tersisa tetap di dalam kurungan." jelasnya terlihat Menma, Apollo maupun Hermes terkejut mendengarnya.
" Bukannya itu adalah kemampuan yang dimiliki oleh Lord Zeus?" kata Hermes tapi terlihat Barack menyeringai mendengarnya.
" Setiap Guardian Force berelemen petir dengan pangkat Excelsior, maka akan memiliki kemampuan seperti itu." ucapnya membuat Menma membulatkan kedua matanya.
" Jangan bilang…" ucapannya terputus.
" Benar sekali. Thor adalah Guardian Force dengan pangkat Excelsior, sama seperti Zeus." ucapnya membuat Menma membulatkan kedua matanya, begitupula para Holy Envoy yang mendengar akan pernyataan pria itu.
" Guardian Force Excelsior lain setelah Namikaze Naruto." kata salah satu guru di sana, mereka tidak menyangkah akan menemukan Holy Envoy muda yang memiliki Guardian Force Excelsior, sedangkan Naruto hanya diam, mengamati sahabatnya bertarung dengan sepupunya itu.
" Loki's special skill active. Apapun yang menghalangi Guardian Force Loki, maka semuanya akan menghilang dalam sekejab." ucapnya terlihat Loki menyeringai mendengarnya, lalu tubuh Dewa itu mengeluarkan cahaya orange begitu menyilaukan, lalu kurungan yang memenjarakannya menghilang membuat Loki terbebas.
" Akhirnya." ucap Dewa itu sedangkan Thor hanya mendengus mendengarnya.
" Kau lupa akan sesuatu Loki." kata Thor tiba-tiba membuat Loki menatap bingung ke arahnya.
" Maksudmu?" tanyanya tidak mengerti tapi kemudian dirinya tersadar, lalu menatap ke arah Themis.
" Erm, Themis. Maafkan aku yang sebelumnya menjelekkan Dewa Yunani." katanya tidak enak hati, sedangkan Themis yang mendengar hanya memberi senyum kecil, mengangguk.
" Tidak apa-apa, lagipula sekarang kita memang menghadapi Holy Envoy yang kebetulan memiliki Guardian Force berasal dari Dewa Dewi Yunani." jawabnya lembut terlihat kedua pipi Loki sedikit mengeluarkan semburat merah muda mendengarnya. Barack yang melihat hanya tersenyum, kemudian kembali lagi pria itu menatap ke depan.
" Kali ini, kamu akan kalah telak. Loki's skill active! Dengan kekuatan kegelapan yang dimilikinya, akar pohon berasal dari Alfheim akan mengunci pergerakanmu selama sepuluh menit." ucapnya terlihat tubuh Loki mengeluarkan aura coklat keemasan, mengarahkan tongkatnya ke depan, terlihat batu permatanya mengeluarkan cahaya begitu menyilaukan. Tempat tersebut tiba-tiba saja berguncang, setelahnya keluarlah akar-akar ukuran raksasa panjang dari dalam tanah, mengikat tubuh Hermes, Apollo maupun Menma, membuat mereka bertiga sama sekali tidak bisa bergerak.
" Thor's special skill active! Dengan kekuatan berasal dari halilintar surga, maka kekuatan yang dimilikinya akan naik sebanyak 100%." ucapnya terlihat petir dari langit langsung menyambar tubuh Thor, membuat tubuh Dewa tersebut terhentak ke depan. Barack melihat status Guardian Forcenya di layar transparan miliknya, naik begitu cepat. Menma yang melihat hal itu hanya menatap rendah ke arahnya.
" Walaupun Thor adalah Guardian Force pangkat Excelsior, tapi kekuatan yang kamu masih lemah dengan kekuatanku dalam real guard." kata Menma tapi Barack hanya menyeringai mendengarnya.
" Naruto, lihat baik-baik. Ini adalah kemampuan Guardian Force baruku untuk mengalahkanmu." ucapnya membuat Naruto sedikit tersentak mendengarnya.
" Themis's skill active!" serunya terlihat sebuah lingkarang dengan lambang bintang segi enam muncul di hadapan Themis, beberapa saat setelahnya langsung menghilang.
" Sebagai Dewi Keseimbangan, maka Themis bisa melakukan penaikan persentasi kekuatan salah satu Guardian Force milikku dari persentasi buff target musuh yang diinginkan." ucapnya membuat Menma maupun Naruto terkejut mendengarnya.
" Aku memilik kau yang masih dalam real guard, dan aku memilih Thor sebagai target yang akan di seimbangkan statusmu." ucapnya kemudian terlihat tubuh Menma dilapisi oleh aura ungu, begitupula tubuh Thor dilapisi aura yang sama.
" Karena kamu memiliki status tambahan sebanyak 150%, maka Thor milikku akan mendapatkan status tambahan lagi sebanyak 150%. Jadi, status tambahan yang dimiliki Thor adalah 250%." ucapnya menyeringai, terlihat aura ungu yang melapisi tubuh Thor meledak, terlihat panel status di layar transparan Menma jika status Guardian Force milik pria itu naik begitu drastis. Setelah semua status milik Thor naik, Barack lalu mengarahkan tangan kanannya ke depan.
" Now Thor! Finish them off!" serunya terlihat kedua mata Thor langsung dilapisi oleh kiloton petir, begitupula tubuhnya dilindungi oleh kilatan-kilatan listrik liar. Mengangkat tangan kanannya ke atas, dimana palu baja miliknya mengeluarkan kilatan-kilatan petir biru, tiba-tiba saja palunya memanjang, juga pasaknya membesar, membuat Menma, Hermes maupun Apollo terkejut melihatnya.
" RAGHHHHHHHHHHHH!" terlihat palu raksasa berlapisi kilatan-kilatan petir itu meleset turun ke arah Menma, Hermes maupun Apollo yang tidak bisa berkutik akibat penjara akar-akar pohon Loki. Menma memejamkan kedua matanya, dirinya tidak menyangkah jika akan kalah. Menma tidak merasakan apapun di atasnya, perlahan-lahan dirinya mencoba membuka kedua matanya, terkejut melihat sosok malaikat dengan delapan sayap putih besar di depannya, terlihat malaikat itu menangkis serangan palu itu dengan kedua pedang emasnya. Barack yang melihat Guardian Force itu menangkis serangan palu petir Thor sedikit terkejut, lalu menatap ke belakang, terlihat naruto yang berjalan mendekati ke arahnya.
" Aku rasa sudah cukup Barack. Menma sama sekali kalah telak denganmu, ditambah lagi perbedaan kekuatan yang dimiliki Thor dengan dirinya dalam mode real guard." ucapnya terlihat Barack yang menghembuskan nafas mendengar kalimat pemuda itu. Naruto tersenyum kecil melihat semangat sahabatnya yang tiba-tiba saja down, lalu menepuk pundak kanan Barack pelan.
" Besok aku akan menjadi teman bertarungmu. Aku juga penasaran apakah aku bisa lolos dari kemampuan Guardian Force Themis milikmu." sambungnya langsung saja membuat semangat Barack kembali.
" Setuju." jawabnya semangat.
" Hei…Hei..Hei….! Aku dengar ada seseorang ingin berhadapan dengan Naruto, eh?" terdengar suara dari langit, membuat Naruto maupun Barack menatap ke atas, terlihat seseorang melayang di sana, berputar cepat meleset turun ke tempat kedua sahabat itu berada. Barack maupun Narutolangsung melompat mundur, dimana terlihat seorang pria berambut hitam metalik, mengenakan kemeja lengan panjangnya, memberlihatkan tubuh atletis sempurna pria tersebut dengan kombinasi celana jeans panjang. Naruto yang mengetahui siapa pria itu tersenyum, sedangkan Barack menatap tidak percaya sosok pria di hadapannya. Pria itu lalu bangkit, terlihat iris emerald cerah, menatap ke arah Naruto sejenak, melambaikan tangannya.
" Yo! Aku sudah menerima pesanmu dan juga sudah mengirim ke headmaster akademi Jepang." jawabnya terlihat Naruto mengangguk mendengarnya.
" Selamat datang, Andryan." sambut Naruto terlihat pria tampan itu mengangguk mendengarnya, lalu sedikit melirik ke arah Barack, meninju bahu pria itu.
" Hey you! Kau tidak menyambut sahabatmu ini?" tanya Andryan, sedangkan Barack hanya menghembuskan nafasnya.
" Aku tidak percaya akan hal ini. Aku tidak menyangkah akan satu akademi dengan monster lain." ucapnya membuat perempatan muncul di dahi Andryan, dengan cepat pria tampan itu mengarahkan tinjuannya ke perut Barack, membuat pria bermarga Oslo itu mau tidak mau merasakan bogeman sahabatnya, membuat para bodyguard Barack langsung beraksi. Barack mengangkat tangan kanannya, menandakan jika dirinya baik-baik saja, kemudian bangkit, menatap ke arah Andryan yang membuang muka, seperti tidak terjadi apapun. Dengan cepat Barack mengayunkan tangan kanannya, berhasil menampar pipi pria berambut hitam itu, membuat Andryan hampir saja jatuh, lalu menatap nyalang ke arah Barack yang juga menatap nyalang ke arahnya. Kedua pria itu saling melempar death glare andalan masing-masing, tapi tidak lama setelahnya Barack maupun Andryan sama-sama tertawa terbahak-bahak satu sama lain.
" Hahahaha! Kamu sama sekali tidak berubah, Andryan." kata Barack tertawa, lalu membuka kedua tangannya lebar, memeluk tubuh pria itu, yang tentu saja di balas oleh Andryan, sedangkan Naruto hanya bisa menghembuskan nafas melihat tingkah kanak-kanak kedua sahabatnya.
" Dan kau juga sama sekali tidak berubah, selalu membawa bodyguard menyebalkan." ucapnya kemudian melepaskan pelukannya, terlihat Barack yang mengangkat kedua bahunya.
" Mau bagaimana lagi, aku adalah seorang putra dari Presiden Norwegia, tapi aku sudah meminta ayahku untuk menarik bodyguardnya jika aku sudah berada di Tokyo, jadi kamu tidak perlu canggung." ucapnya terlihat Andryan yang memberikan jempol ke arahnya. Andryan menatap ke atas, melambaikan tangannya ke arah Thor juga Loki.
" Yo Mr Thor! Mr. Loki! Bagaimana kabar kalian berdua?" tanyanya terlihat Loki yang melipat kedua tangannya di depan dadanya, membuang muka.
" Bocah ingusan sepertimu jangan sok akrab denganku." jawab Loki tapi terlihat Andryan tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
" Fuck! Apa kau masih emosi karena tidak bisa menang dariku, Mr. Loki?" tanyanya terlihat perempatan muncul di dahi Dewa itu, menatap ke arah Andryan sambil menunjuk Andryan dengan tongkatnya.
" Lihat saja! Aku pasti akan menang melawanmu nanti! Aku akan membalas dendamku saat berhadapan denganmu!" geram Loki sedangkan Thor hanya menghembuskan nafas panjang melihat tingkah Dewa itu, lalu kembali menatap ke arah Andryan yang tertawa terbahak-bahak.
" Kelihatannya kamu semakin kuat Andryan dari sebelumnya, apakah kamu sudah berhasil menerobos rank Excelsior?" tanya Thor tapi Andryan hanya tertawa mendengarnya.
" Who knows, but aku yakin jika seseorang disini sudah memiliki pangkat Excelsior. Aku masih kalah melawan orang itu." ucapnya dengan mata kanannya terpejam, begitupula Barack yang mengangguk mendengarnya.
" Benar sekali. Aku juga masih belum membalaskan dendamku kepada orang itu. Aku sudah mendapatkan GF (Guardian Force) baru hanya untuk menang melawannya." ucapnya membuat Naruto hanya menghembuskan nafas, sedangkan Thor maupun Loki tertawa mendengarnya.
" Kelihatannya banyak orang yang memiliki dendam dengan kami." Uriel langsung ikut dengan perbincangan mereka, diikuti Raphael di sampingnya. Andryan melihat dua malaikat tinggi itu langsung melambaikan tangannya kepada kedua Aracangels tersebut.
" Hello Mr. Uriel, Mr. Raphael. Seperti biasa, kalian berdua selalu terlihat begitu agung." ucapnya dimana Uriel maupun Raphael hanya tersenyum tipis mendengarnya.
" Loki, bisakah kamu melepaskan akar-akarmu ini? Aku tidak ingin menyerangmu yang tidak siap." terdengar suara Michael yang menatap ke arah akar-akar tumbuhan itu. Loki yang mendengar hanya mengangguk sekali, mengangkat tongkatnya ke atas langit, terlihat cahaya keemasan terpacar, tidak lama setelahnya akar-akar yang melilit Menma, Hermes juga Apollo terlepas, kembali tenggelam ke dalam bumi. Menma menghembuskan nafas panjang, menatap ke arah pemimpin Archangels itu.
" Terima kasih Lord Michael." ucapnya tulus terlihat Michael yang memberi senyum kepadanya.
" Bukan apa-apa. Aku melihat kamu memiliki potensi yang sangat luar biasa ke depan, apalagi kamu memiliki GF yang sangat membantu satu sama lain. Lord Apollo, Lord Hermes, senang bertemu dengan kalian berdua." kata Michael sambil membungkukkan badannya, terlihat Apollo maupun Hermes melakukan hal yang sama tapi terlihat canggung.
" Senang juga bertemu dengan anda, High Archangels Michael. Saya banyak mendengar kehebatan-kehebatan yang anda miliki sebelum kita turun menjadi GF." kata Apollo canggung, terlihat Michael yang hanya tersenyum tipis mendengarnya.
" Saya juga tahu kehebatan yang anda miliki, Lord Apollo, Lord Hermes. Kami para malaikat juga memantau kehidupan para Dewa di dunia, tapi baru kali ini saya bisa saling bertemu bertatap muka dengan sang Dewa Matahari dan Dewa Pembawa Pesan." katanya terlihat Apollo maupun Hermes menjadi canggung mendengarnya.
" Kalau begitu, saya permisi dulu." sambung Michael, dimana Apollo dan Hermes mengangguk mendengarnya.
" Silakan Lord Michael." ucap keduanya bersama mempersilakan, lalu Michael mengepakkan kedelapan sayap raksasanya terbang menuju ke arah dimana Naruto, Barack maupun Andryan berada. Tubuh Menma kemudian mengeluarkan kobaran api sejenak, laludirinya kembali seperti sebelumnya mengenakan seragam akademi dan sosok Ares berdiri di belakangnya.
" Itulah Michael, Lord of Holy, dia adalah GF terkuat pangkat Excelsior dari jajaran GF. Walaupun memang banyak GF pangkat Excelsior di dunia ini, tapi aku yakin jika Michael adalah GF terkuat di satu rank dengannya. Lihat saja, dia tanpa kesusahan menangkis serangan Thor yang sudah dibantu dengan dorongan status sebanyak 250%." kata Ares dimana Apollo maupun Hermes mengangguk mendengarnya.
" Aku juga meragukan jika Zeus bisa menang melawannya. Ras malaikat memang memiliki kemampuan 'istimewa' dibanding dengan ras yang lainnya." kata Apollo, dimana Ares terdiam, lalu menatap ke arah Menma yang sedikit tidak bersemangat. Dewa perang itu tersenyum maklum melihat sikap HEnya (Holy Envoy) tidak semangat karena kalah melawan dengan Barack, dan juga dia baru menyadari jika pria itu memiliki GF rank Excelsior ditambah dengan support Themis yang kemampuannya cukup mengerikan walaupun pangkat Unearthly.
" Tidak usah dipikirkan lagi, memang dari pengalaman bertarung kamu sangat minim, tapi bukan berarti kamu kalah telak. Kita juga sebelumnya pernah menang melawan HE dengan GF Excelsior, tapi kali ini, lawan kita memiliki GF yang bisa menghadang kemampuan khusus kami. Jadi, janganlah kecewa." kata Ares membuat Menma mendongakkan wajahnya ke atas, menatap ke arah GFnya itu. Menghembuskan nafas, pemuda itu lalu menundukkan wajahnya, lalu menatap ke arah Naruto yang sedang berbincang-bincang dengan Barack dan Andryan.
" Bukan itu, hanya saja aku kecewa karena kalah di depan sepupuku. Aku tahu hal ini memang kekanak-kanakkan, tapi aku ingin membuktikan jika aku sudah menjadi HE terkuat di angkatan HE baru. Aku sudah berlatih keras, tapi tetap saja aku masih kalah dengan HE yang memiliki GF support tertentu." ucapnya tapi Ares hanya tersenyum kecil menengarnya.
" Kamu tidak perlu khawatir Menma. Jika kamu berhasil menerobos rank Ungodly, kamu bisa menggunakan kemampuan khusus milikku." kata Apollo membuat Menma menatap ke arah GFnya tersebut.
" Apakah kamu lupa? Aku adalah GF tipe half support half healer. Untuk sekarang kamu baru bisa memiliki skill healermilikku, tapi jika kamu sudah berhasil menerobos Ungodly, maka kamu bisa menggunakan skill supportku. Kemampuan supportku ada yang bisa mematahkan kemampuan Themis, walaupun tidak terlalu besar dengan tipe support murni, tapi cukup untuk membantumu, Ares dan Hermes." ucapnya meyakinkan HEnya, membuat semangat Menma kembali.
" Kalau begitu, aku akan berusaha secepatnya menerobos rank Ungodly, sebelum Kompetensi Light and Dark Internasional diadakan. Aku harus masuk ke dalam tujuh besar anggota utama mewakili akademi Light and Dark Jepang." ucapnya semangat, terlihat Ares, Apollo maupun Hermes mengangguk mendengarnya, sedangkan dari jauh, Naruto yang sejak tadi khawatir dengan keadaan sepupunya itu mencuri-curi gerak-geriknya, tersenyum dalam hati jika ternyata sepupunya itu baik-baik saja. Naruto lalu menatap ke arah Danzo, mengangguk ke arah pria itu terlihat Danzo yang mengerti akan maksud darinya. Danzo kemudian berjalan mendekati ke arahnya, sedikit berdehem membuat Barack maupun Andryan menatap ke arahnya.
" Selamat datang Barack Oslo dan Andryan, walaupun saya sudah menyambut Barack, tapi tidak masalah jika saya menyambut kembali. Hari ini, kalian berdua secara resmi menjadi murid HE di akademi Light and Dark. Aku sudah menerima data kalian dan seseorang lagi yang sepertinya masih belum hadir di sini, jadi besok saya akan mengirim e-mail kepada kalian berdua, dimana apakah akan menetapkan kalian di HE Class, A class ataupun B class." jelas Danzo dimana Barack yang mengangguk, sedangkan Andryan meletakkan kedua tangannya di belakang kepalanya.
" Terima kasih, Headmaster Danzo, kami berdua akan menunggu kabar dari anda. Dan Headmaster, sedikit pesan, jika Andryan melakukan hal tidak senonoh terhadap siswi di akademi ini, atas izin saya anda boleh mengeluarkannya dari akademi ini." kata Barack membuat Naruto tertawa, sedangkan Andryan tidak menerima dengan perkataan sahabatnya itu.
" Hei! Apa kau pikir aku ini adalah seorang penjahat kelamin?!" bentaknya tidak terima, sedangkan Barack hanya mengangkat bahu acuh mendengarnya.
" Bukannya memang seperti itu?" ucapnya dimana terlihat perempatan kekesalan muncul di wajah tampannya, sedangkan Danzo hanya tertawa kecil mendengarnya.
" Kalau begitu, sesuai keingingan persyaratan yang kalian berikan kepadaku, kalian berdua akan tinggal di kamar Naruto." kata Danzo, membuat Barack maupun Andryan menyeringai mendengarnya, sedangkan Naruto hanya menghembuskan nafas panjang.
.
.
.
.
.
.
Naruto Room
.
.
.
.
Setelah selesai membantu kedua sahabatnya menyusun pakaian juga peralatan pribadi mereka, Naruto duduk sofa ruang utama, sambil membaca sesuatu. Barack mengambil sebuah botol wine di dalam lemari kulkas, juga mengambil sebuah gelas kaca di atas lemari rak dapur. Menuangan botol wine Cardinal yang dibawanya dari Norwegia, terlihat cairan merah cerah masuk ke dalam gelas kacanya. Setelah mencapai setengah, pria itu menghentikan tuangannya, menyampingkan wajahnya menatap ke arah Naruto yang masih sibuk dengan dunianya sendiri. Meletakkan gelasnya di atas meja mesin pencuci piring, pria itu mengambil dua gelas kaca dengan posisi terbalik, dengan posisi penahannya beradai di atas sisi jari-jarinya, sedangkan gelasnya sendiri permukaan bawahnya di atas telapak tangannya. Berjalan mendekati ke arah sahabatnya itu, meletakkan botol wine di atas meja kaca, begitupula dua gelas anggur dalam keadaan terbalik.
" Mau?" tanya Barack sambil memperlihatkan gelasnya yang berisikan wine, membuat Naruto menatap ke arahnya sejenak, mengangguk.
" Boleh." ucapnya terlihat pria itu mengangguk, lalu meletakkan gelasnya di atas meja, mengambil gelas kosong juga anggurnya, lalu menuangkannya di dalam gelas.
" Apa yang sedang kamu selidiki?" tanyanya membuka pembicaraan, terlihat Naruto melepas kacamatanya, memijit pelan pangkat hidungnya.
" Bukan apa-apa, hanya kejadian penyerangan GF liar akhir-akhir ini saja. Kemari seekor GF Ungodly wujud binatang menyerang, tapi aku akhirnya membunuh GF tersebut." jelasnya dimana Barack menghentikan aksinya setelah mencapai setengah gelas. Menyerahkan gelas kaca itu kepada Naruto, diterima langsung oleh pemuda Namikaze itu.
" Walaupun makhluk itu golongan GF, tapi tetap saja dia tidak bisa digunakan untuk para HE yang akan melakukan kontrak perjanjian. Berbeda dengan Leviathan ataupun Jörmungandr, kedua makhuk itu bisa menjadi GF para HE." jelasnya dimana Naruto mengangguk mendengarnya.
" Aku hanya sedikit bingung saja, akhir-akhir ini banyak sekali GF tipe seperti itu muncul di Tokyo, tapi sayang sekali, kebanyakan tidak bisa ditangkap untuk melakukan kontrak perjanjian, padahal di akademi ini banyak yang masuk di B-class." jelasnya, lalu Barack ikut duduk juga sambil menyesap wine miliknya. Pintu di pojok kiri ruangan tersebut otomatis terbuka, terlihat sosok Andryan yang hanya mengenakan celana dalam ketat model trunk berwarna hitam, sedangkan tangan kanannya sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil putihnya. Pria itu berjalan mendekati ke arah tempat kedua sahabatnya berada, melempar handuknya ke arah sofa sisi kiri, lalu mengambol botol wine maupun gelas kacanya.
" Who care. Jika makhluk-mkhluk tidak berguna itu muncul lagi, tinggal kita habisi saja." katanya tiba-tiba, membuat Barack mengangguk setuju mendengarnya, sedangkan Naruto menghembuskan nafas pelan.
" Memang benar yang kamu bilang, tapi kamu tahu jika ada beberapa anggota Yggdrasil memata-matai akademi ini. Kita tidak harus bergerak secara mendadak, kecuali menghadapi GF dengan rank Ungodly atau Excelsior." jelas Naruto, dimana Andryan meneguk winenya sampai habis, terlihat pria itu sedikit meringis, menggeleng kepalanya beberapa kali.
" Bah! Kau pikir aku juga ingin menghadapi makhluk berlevel rendah? Sorry, i don't interest fight them." ucapnya lalu kembali menuangkan botol winenya ke dalam gelasnya yang sudah kosong sebelumnya.
" Well, sama sepertiku juga. Akupun tidak berminat menghadapi GF rank rendah. Aku yakin kamu juga tidak akan tertarik, bukan?" kata Barack dimana Naruto hanya terdiam, memainkan gelasnya.
" Memang benar juga, tapi kita sebagai murid awal, tantu pasti akan ditugaskan menghadapi di bawah rank Ungodly, jika jumlahnya banyak. Akumelihat di data akademi ini jika ada beberapa senior yang memiliki GF rank Excelsior." kata Naruto tapi terlihat Andryan mengibask tangannya.
" Walaupun mereka memiliki rank Excelsior, tapi pengalaman yang mereka miliki tidak seperti kita, terutama kamu. Kamu sudah hampir setiap hari menghadapi anggota Yggdrasil yang mengejar GF rank istimewa saat umur sepuluh tahun di dunia ini. Sama sepertiku yang memiliki GF rank istimewa, jika bukan karena Barack yang menolong kita saat di Jerman, mungkin kita berdua sudah tewas." ucapnya membuat Narutokembali mengenang masa lalunya.
" Tapi berkat karena itu, kalian berdua sekarang memiliki rank Excelsior, sedangkan aku sendiri masih Ungodly tingkat 3." kata Barack sedikit lesu, dimana Naruto langsung menepuk pundak sahabatnya.
" Tenang saja, aku pasti akan membantumu menerobos Excelsior, begitupula Ryan (Andryan). Aku penasaran dengan kemampuan khusus yang dimiliki GF Themismu." kata Naruto, sedangkan Ryan duduk di sofa lain, mengangguk mendengarnya.
" Tentu saja, dan lagi aku ingin mencoba kemampuan GF yang baru-baru ini aku dapatkan." ucapnya membuat Naruto dan barack terkejut mendengarnya.
" Kamu mendapatkan GF baru lagi? Berarti sekarang kamu sudah ada 5 GF jika dihitung dengan GF rank istimewa." kata Barack tidak percaya, terlihat Ryan mengangguk mendengarnya.
" GF rank istimewa tidak akan aku gunakan, sama seperti Naruto. GF yang aku dapatkan memiliki rank Excelsior, dimana sebelumhya dia muncul di L.V (Las Vegas) saat aku berada di sana. Jadi sekarang aku memiliki 2 Excelsior dan 2 Ungodly. Dia juga berasal dari ras malaikat." ucapnya membuat Naruto sedikit tersentak mendengarnya.
" Ras malaikat Excelsior? Jangan bilang…" ucapan Naruto terputus, terlihat Ryan menyeringai mendengarnya.
" Benar sekali. GF milikku memiliki kemampuan hampir menyaingi Michael milikmu, tapi jika kita bertarung dalam satu party sama, maka kekuatan Michael dan GFku akan tak terkalahkan. Aku dengar dari ceritanya jika dia sebelumnya hampir masuk ke dalam anggota Archangels, tapi karena dia suka bertempur, jadinya 'Tuhan' tidak memasukkannya dalam golongan Archangels." jelasnya membuat Naruto paham GF apa yang dimiliki sahabatnya itu, sedangkan Barack yang sejak tadi mendengar tidak mengerti.
" Apa yang kalian bicarakan? Aku sama sekali tidak mengerti." katanya frustasi karena tidak bisa mengikuti percakapan kedua sahabatnya, sedangkan Ryan hanya tertawa, meletakkan gelasnya di atas meja.
" Aku ingin tidur dulu. Aku dari San Fansisco kemari dengan GF form, jadi sekarang aku lelah. Lagipula, besok bukannya kita harus masuk ke dalam kelas, untuk memperkenalkan diri." ucap Ryan bangkit, membuat Naruto tersenyum, mengangguk.
" Iya, dan kita akan masukke kelas Universal. berbeda dengan akademi lain yang memisahkan kelas HE dengan yang lain, disini semuanya mendapatkan materi secara rata." jelasnya sedangkan Ryan mengangkat bahu tidak peduli, kemudian dirinya menekan beberapa tombol transparan yang muncul di hadapannya, mengatur ruangan tempat mereka berada. Secara otomatis, lantai di belakangnya tiba-tiba saja terbuka, mengeluarkan sebuah kasur putih ukuran single bed, lengkap dengan bantal maupun selimut. Setelah lantai itu kembali tertutup, Ryan melompatkan dirinya ke atas kasur empuk itu, berbaring dengan kedua tangannya menyilang ke belakang.
" Aku mau tidur." ucapnya dimana Naruto mengangguk.
" Good nite and sleep tight." ucapnya terlihat Ryan mengangguk, lalu mengambil penutup mata yang berada di sisi kasur tersebut, mengenakannya. Barack juga merasa cukup lelah, dirinya kemudian bangkit.
" Kalau begitu, aku juga ingin istirahat." ucapnya terlihat Naruto mengangguk. Pria itu kemudian berjalan menuju ke arah ranjang kig size Naruto, mengambil sisi kanan ranjang tersebut, lalu istirahat di atasnya. Naruto yang melihat kedua sahabatnya beristirahat, dirinya lalu mengatur pencerahan ruangannya, terlihat beberapa lampu yang tidak di pakai mati sendiri, juga yang awalnya begitu cerah, kini digantikan dengan lampu sedikit buram. Menghentikan kegiatannya, pemuda Namikaze itu juga ingin istirahat dan berharap jika besok bisa menjadi hari yang menyenangkan untuk dirinya maupun kedua sahabatnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
