Light and Dark

.

.

.

.

.

By Victorianus

.

.

.

.

.

.

Supernatural, School Life, Fantasy, Sci-Fi

.

.

.

.

.

Ootsutsuki Kaguya x Namikaze Naruto

.

.

.

.

.

Chapter 4

.

.

.

.

.

.

Pagi harinya, suasana akademi Light and Dark Tokyo begitu damai. Kaguya yang tinggal di asrama akademi, perlahan bangun dari ranjang, berjalan mendekati ke arah pintu kamar mandi. Asrama untuk kelas B-class, A-class, HE class berbeda, juga fasilitan-fasilitan yang dimiliki juga hal yang berbeda. Jika B-class, luas ruang kamar mereka hanya berkisar 10 x 15, dengan fasilitas satu ranjang utama ukuran sedang, lemari, lemari pendingin, dapur, meja belajar mautun satu kamar mandi; A class memiliki ruangan cukup luas, 15 x 18, dengan fasilitan sama dengan A class, sedangkan untuk HE class, semua fasilitas hampir dimilikinya, entah itu ruang utama, ruang santai, ruang spa, ruang virtual pribadi untuk menaikan tingkat level HE, dll. Dan di akademi ini, juga memiliki tempat tinggal khusus, yang biasanya untuk para HE berasal dari keluarga berdarah biru, contohnya keluarga dari klan Uchiha maupun Senju. Kaguya sendiri tidak iri dengan fasilitan yang dimiliki oleh kedua sahabatnya, Ino dan Sakura, karena memang sesuai dengan kemampuan mereka sebagai HE.

Setelah melakukan kegiatan paginya, dan juga mengenakan seragamnya, kemudian dirinya melakukan aktivitas hari ini. Di sisi lain, hal yang sama dengan Naruto, setelah keluar dari ruangannya bersama dengan Barack dan Andryan, ketiganya akhirnya berjalan di lorong asrama mereka berada. Andryan yang juga sudah mengenakan sergamnya dengan jasnya dibiarkan terbuka juga kerahnya naik ke atas, memperlihatkan kemejanya dengan dua kancing atas di buka juga tidak di masukkan ke dalam celana, berjalan dengan kedua tangannya di masukkan ke dalam sambil mengunyah permen karet, sedangkan Barack berpenampilan modis layaknya seorang bangsawan, jika dilihat, Andryan seperti seorang bad boy sedangkan Barack layaknya pria-pria yang mengikuti model. Pintu lift di depan mereka terbuka, ketiganya lalu masuk ke dalam, Naruto lalu menekan tombol BF (Base Fighter), lalu akhirnya pintu lift tertutup kembali.

" Apa kita tidak masukke kelas?" tanya Barack melihat jika mereka kaliini tidak masuk kelas.

" Hari ini ada tes sparring dengan senior. Kita langsung dikumpulkan disana." ucapnya terliat Andryan langsung tertarik mendengarnya.

" Sparring? Apakah bisa dibilang menguji kelayakankita di akademi ini?" tanyanya terlihat Naruto mengangguk mendengar perkataan sahabatnya.

" Bisa dibilang seperti itu. HE baru akan diuji kemampuannya beserta GF masing-masing. Tahun ini pengujian akan di lakukan di pulau selatan Tokyo." jelasnya terlihat Andryan menyeringai mendengarnya.

" Kalau begitu,kita berdua berpasangan." katanya cepat, tapi terlihat Barack protes.

" Hei! Seharusnya aku yang berpasangan dengan Naruto!" katanya tidak terima, baru saja Andryan ingin membalas, smartphone Naruto tiba-tiba saja berbunyi. Layar transparan ukuran sedang muncul di hadapannya, ternyata ada sebuah video call masuk. Menerima video call tersebut, terlihat sebuah layar persegi ukuran sedang muncul di atasnya, terlihat sosok gadis cantik berambut hijau muda lurus di sana, mengenakan seragam yang sama sepertinya.

" NARUTOOOO! MENGAPA KAMU TIDAK MENYAMBUT KEDATANGANKU?!" teriak gadis itu di ujung saja, bisa Naruto, Barack maupun Andryan terkejut, begitupula orang-orang di belakang gadis itu tidak kalah terkejut akan teriakannya.

" Olivie? Kapan kamu sampai kemari?" tanya Naruto sedikit meringis karena telinganya yang tiba-tiba saja nyilu. Olivie baru saja ingin menjawab, kedua iris sapphirenya menyadari jika ada Barack di samping pemuda tersebut.

" BARACK! MENGAPA KAMU TIDAK MENJEMPUTKU DI BARCELONA? AKU SUDAH MENGIRIM E-MAIL KEPADAMU UNTUK MENJEMPUTKU!" pekiknya murka, sedangkan Barack hanya menggaruk rambut belakang kepalanya.

" Bukannya aku tidak mau jemput kamu Olivie, tapi e-mailmu masuk saat aku sudah berada di Jepang." jawabnya kikuk, terlihat Olivie mendengus kesal mendengarnya.

" Ya sudah, tidak apa-apa. Aku juga tiba Jepang juga malam. Oh ya, aku dengar jika nanti akan ada sparring, benar?" tanyanya terlihat Naruto mengangguk mendengarnya.

" Benar Olivie dan aku akan berpasangan dengan Andryan." jawabnya terlihat Olivie mengangguk mendengarnya.

" Kalau begitu, Barack, kamu berpasangan denganku. GF Naruto dan GF Andryan memang saling memantu satu sama lain jika mereka berdua dalam satu party. Aku kasihan dengan HE yang akan berhadapan dengan kalian berdua nanti." ucapnya sambil terkikik geli, terlihat Andryan tertawa mendengarnya.

" Hei Olivie. Aku ada GF lain yang baru-baru ini aku dapatkan. Kemungkinan besar aku akan memperlihatkannya di sparring ini." ucapnya terlihat gadis cantik itu tersentak, menatap terkejut ke arah pria tampan itu.

" HEH?! GF BARU LAGI?! JADI SEKARANG GF MILIKMU ADA EMPAT?!" tanyanya tidak percaya, terlihat Andryan mengangguk mendengarnya.

" Yup, jika tanpa menghitung GF spesial milikku, maka ada empat. Aku akan menunjukkannya disini." ucapnya terlihat Olivie bersemangat mendengarnya.

" Kalau begitu, aku tunggu kalian disini." ucapnya langsung memutuskan hubungan video callnya, membuat Naruto maupun Andryan menggeleng-gelengkan kepalanya.

" Lihat tunanganmu itu, sikapnya selalu saja seenaknya." kata Andryan, sedangkan Barack hanya menghembuskan nafas dan Naruto hanya tertawa pelan mendengarnya. Beberapa menit setelahnya, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan, pintu lift akhirnya terbuka, Naruto berjalan keluar, diikuti oleh Andryan dan Barack. Banyak murid-murid dari HE, A-class maupun B-class berkumpul di sana, seluruh perhatian mereka langsung tertuju ke arah ketiga pria tersebut.

" NARUTO! BARACK! ANDRYAN!" teriak seseorang memanggil nama mereka, membuat ketiga pria itu menatap ke arah asal suara, dimana Olivie memanggil mereka sambil melambaikan tangan kanannya ke atas. Melihat akan hal itu, ketiga pria itu berjalan menuju ke arah gadis cantik itu. Olivie berjalan mendekati ke arah Barack, terlihat pria berambut perak itu memeluk gadis cantik itu, berciuman sekilas, lalu gadis cantik itu menatap ke arah Naruto dan Andryan.

" Naruto, Ryan. Maaf atas sifatku sebelumnya." ucapnya terlihat Naruto mengangguk maklum mendengarnya.

" Tidak apa-apa, tapi jika saat kamu emosi, lebih baik langsung ke orang yan bersangkutan." ucapnya terlihat Olivie langsung salah tingkah mendengar perkataan perkataan pemuda itu, sedangkan Barack menggaruk kembali rambut belakang kepalanya.

" Ma-Maaf. Lain kali aku akan langsung marah ke Barack." ucapnya terlihat Andryan yang menahan tawa di belakang pemuda Namikaze itu.

" Baiklah perhatian semua! Karena semua murid baru sudah berkumpul semua, maka perhatikan kemari." terdengar suara Danzo yang berada di layar transparan raksasa di ruangan tersebut, membuat Naruto, Andryan, Barack, Olivie maupun semua murid-murid disana menatap ke arahnya.

" Kali ini, para HE akan diuji kemampuan mereka sebagai HE di akademi Light and Dark Tokyo, apakah layak untuk tinggal atau tidak. Tahun ini, kami mendata sebanyak 254 murid, dengan 112 adalah HE. Senior-senior kalian akan menguji kemampuan yang kalian miliki dan tahun ini pengujian akan dilakukan secara tag team. Jadi, untuk kalian semua, jika sudah memiliki pasangan untuk melakukan pengujian, maka silakan maju ke depan." ucapnya terlihat beberapa murid dari HE class maju dengan pasangan mereka masing-masing, begitupula Menma yang berpasangan dengan Sasuke. Naruto berjalan ke depan bersama dengan Andryan, sedangna Barack bersama dengan Olivie. Kedua dark azure pemuda Namikaze itu sempat bertatapan dengan kedua amethyst Kaguya, tapi gadis Ootsutsuki itu langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Naruto termenung sejenak, tapi setelahnya dirinya tidak mempermasalahkannya, berjalan ke depan dengan jejeran para HE lainnya.

" Who's she? Girlfriend?" tanya Ryan kepada sahabatnya itu, terlihat Naruto yang sedikit mengerutkan keningnya, menggeleng.

" Tentu saja tidak. Kenal saja belum, apalagi pacaran." jawabnya terlihat Ryan menyeringai mendengarnya.

" Tapi kamu ada rasa suka terhadap gadis itu bukan?" tanyanya terlihat Natuto menyiku pinggul sahabatnya itu, membuat Ryan tertawa terbahak-bahak. Semua orang yang ada di ruangan itu menatap ke arah Andryan karena tawanya yang cukup mengelegar, membuat Naruto yang ada di sampingnya langsung menginjak kaki kirinya.

" OH FUCK! SHIT! WHAT THE FUCK ARE YOU DOING?!" kesalnya, sedangkan Naruto menatap tajam di balik kacamatanya.

" Kamu sendiri yang tidak bisa diam. Sebentar lagi kita akan menghadapi ujian resmi apakah akan diterima atau tidak. Sedikitlah serius." desis Naruto sedangkan Andryan hanya memutar mata bosan mendengarnya.

" Listen alright. They nothing if fight with me, ok? I'm the Mighty Andryan, and there is no fucking way i'm damn lose!" ucapnya berapi-api, sedangkan Naruto memutar bola matanya bosun, mengangguk-angguk malls.

" Ya, ya, ya. You're number one. You're the Mighty one." ucapnya bosun terlihat Andryan melipat kedua tangannya di depan dada. Danzo berdehem beberapa kali, membuat semua murid kembali menatap ke arahnya, termasuk Naruto juga Andryan.

" Kalau begitu, kita langsung menuju tempat pengujiannya." ucapnya kemudian layar besar itu langsung menghilang, bersamaan juga di lantai tempat mereka pijak mengeluarkan sebuah portal, menembakkan cahaya putih ke atas. Seluruh murid-murid di dalam ruangan itu langsung lenyap begitu saja, meninggalkan ruangan yang kosong tanpa kehidupan.

.

.

.

.

South Island in Tokyo

.

.

.

.

Sebuah pulau dengan ukuran 150 km2 di Tokyo selatan dengan jarak antara pelabuhan Tokyo dan pulau tersebut sekitar 500 km. Pulau terpencil itu memiliki sebuah gedung utama tiga lantai, dan satu arena pertandingan besar yang bisa menampung penonton lebih dari 500.000 jiwa, belum lagi menghitung ruang VIP di arena tersebut. Di ruangan bagian tengah arena tersebut, terlihat seorang pria berumuran sekitar hampir mendekati tujuh puluh. Postur tubuh maupun wajah pria tersebut terlihat begitu awet, orang-orang akan berpikir jika pria tersebut berumur awal empat puluhan. Pria tersebut duduk di kursi sofa kebesarannya sambil menopang dagu dengan tangan kanannya, memiliki iris mata hitam cerah, mengenakan setelan berwarna merah marun. Di layar transparan raksasa hadapannya itu, terlihat kemunculan murid-murid akademi Light and Dark Tokyo yang datang dalam sistem ruang waktu, kedua iris matanya menatap seorang pemuda berambut pirang sebahu, mengenakan kacamata dan tidak dilupakan iris dark azure menyimpan begitu banyak misteri. Pintu ruangan tempatnya berada terbuka, terlihat Danzo masuk ke dalam, tidak lupa menutup kembali pintunya.

" Saya tidak menyangkah jika anda akan secara pribadi datang kemari, Master." ucapnya sambil berjalan mendekati ke arah pria itu, sedangkan sudut pria tersebut sedikit terangkat mendengarnya.

" Anak itu, jika bukan karena aku mengancamnya akan membeberkan kalau dia adalah keturunan Senju, aku yakin dia pasti masih berada entah di negara mana dengan teman-temannya." ucapnya terlihat Danzo yang tersenyum tipis, menatap ke arah layar transparan raksasa di hadapannya.

" Saya juga berpikir seperti itu, Master. Young Master Naruto tidak mungkin akan pulang jika anda tidak mengancamnya demikian, tapi saya juga sedikit prihatin dengannya." ucapnya membuat pria tua itu menghembuskan nafas, membenarkan posisi duduknya.

" Aku tidak ada pilihan lain Danzo, Naruto kelak akan mewarisi tahtaku kelak. Menma tidak mungkin memimpin Jepang dengan sifatnya seperti itu, begitupula Nagato dan Yahiko." jelasnya dimana Danzo terdiam mendengarnya.

" Aku dengar jika dia membawa tiga sahabatnya yang berasal dari berbagai negara untuk bergabung di akademi kita. Apakah kamu sudah melihat kemampuannya?" tanya pria itu mengalihkan pembicaraan, terlihat Danzo mengangguk.

" Barack Oslo, putra bungsu Presiden Norwegia, saya tidak meragukan lagi kemampuan yang dia miliki. Saya yakin jika dia bisa masuk ke dalam Seven Holy Envoy Main Combat dalam Kopetensi Light and Dark Internasional. Lalu Andryan, saya dengar jika dia memiliki GF spesial seperti young master Naruto, dan dari informasi young master sendiri, jika dia adalah rival tangguh yang dimiliki olehnya." jelasnya membuat pria itu sedikit tertarik mendengarnya.

" Lalu yang terakhir Olivie. Walaupun saya lihat jika GFnya hampir semua tipe support, tapi kemampuan yang dimiliki GF gadis itu tidak bisa dibilang isapan jempol saja. Jika kita kalkulasikan kemampuan mereka berempat dengan HE di dunia, saya yakin jika mereka termasuk 20 besar HE terkuat di dunia." jelasnya membuat pria itu kembali menatap ke arah layar di depannya.

" Sudah delapan tahun aku tidak bertemu dengan cucuku, dan sekarang setelah dia menginjak umur delapan belas tahun, akhirnya aku berhasil membawanya kembali ke tempat kelahirannya. Yggdrasil, kalian akan membayar apa yang telah kalian perbuat terhadap keluargaku dan membuat cucuku lari meninggalkan Jepang saat berumur sepuluh tahun." geramnya terlihat Danzo terdiam mendengarnya, pria itu tentu saja memiliki dendam besar terhadap kelompok teroris yang bertujuan mengumpulkan GF rank tinggi untuk memulai perang terhadap petinggi-petinggi ras mayoritas di tiga dunia.

" Master Tsubasa, sebentar lagi akan dimulai sparring antara young master Naruto dan temannya dengan senior yang akan dipilih mereka." kata Danzo terlihat pria itu a.k.a Senju Tsubasa mengangguk mendengarnya.

.

.

.

Main Arena

.

.

.

Semua HE yang tidak di panggil untuk mengikuti tes pertama menunggu di panggung podium, menyisakan Naruto dan Andryan yang berdiri di tengah-tengah lapangan. Ebisu, sebagai wasit ujian kelayakan penerimaan HE di akademi ini menatap ke arah Naruto dan Andryan.

" Kalian berdua ingin melawan siapa?" tanyanya terlihat Andryan mengangkat tangan kanannya ke atas, dengan telunjuknya mengarah ke podium para senior berada.

" Kami ingin berhadapan dengan HE terkuat! Jika bisa, HE tersebut memiliki GF minimal Ungodly! Aku tidak mau menghadapi HE dengan GF Unearthly, they're trash!" serunya lantang membuat Naruto menepuk jidatnya mendengar kalimat berani yang di lontarkan sahabatnya itu, Olivie yang terkikik geli, sedangkan Barack yang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap sahabatnya itu.

" Siapa dia? Apa dia tidak tahu jika HE senior di akademi ini sangat hebat." kata salah satu murid kesal dengan tingkah Andryan.

" Dia itu hanya mencari mati melawan HE senior rank Ungodly. Apa dia tidak tahu kekuatan yang dimiliki HE Ungodly." kata murid lainnya.

" Hah! Kalian sebaiknya diam saja jika tidak mengetahui kemampuan Andryan." kata Olivie membuat semua murid menatap ke arahnya, begitupula Sakura, Kaguya, Ino, Menma maupun Sasuke yang berada tidak jauh dari gadis itu.

" Maksudmu, kau pikir jika pria itu lebih hebat dari senior akademi ini?" tanya salah satu murid itu, sedangkan Olivie memainkan jari telunjuknya di depan.

" Tentu saja~. Andryan adalah HE hebat yang sudah masuk dalam list HE terkuat di dunia oleh Perserikatan HE Internasional. Dia adalah HE yang diminati, bukan, sangat diminati oleh seluruh akademi Light and Dark di dunia ini, begitupula dengan Naruto. Sedikit informasi saja, kemampuan yang dimiliki Andryan berada di bawah sedikit dengan kemampuan Naruto, kalian pasti bisa membayangkan akan hal itu~." jelasnya.

" Bukan berarti Naruto memiliki GF Archangels, dia adalah HE terkuat di dunia. Aku yakin pasti ada senior yang akan memberinya pelajaran." ucap salah seorang murid emosi, tapi Olivie tertawa mendengarnya, membuat murid-murid di sana bingung melihat tingkah gadis cantik itu.

" Percuma berbicara dengan para commoners, kalian tidak akan paham jika tanpa melihat dengan kepala mata sendiri. Asal kalian tahu, Naruto dan Andryan sudah banyak mengalahkan, maupun membunuh anggota Yggdrasil di dunia ini." jelasnya terlihat semua orang di sana terkejut mendengarnya.

" Yggdrasil?! Maksudmu kelompok teroris yang sekarang mencoba bangkit dan mengumpulkan anggota kembali?" tanya Kaguya, kali ini Barack mengangguk mendengarnya.

" Tentu saja. Kalian tahu aku bisa kuat sampai saat ini? Itu karena berkat kedua pria itu. Jika kalian melihat kemampuannya, kalian pasti berpikir jika kekuatan mereka tidak kalah berbeda dengan 'Tuhan'." jelasnya, lalu menatap kembali ke arena.

Kembali ke arena, Andryan dan Naruto masih berdiri berdua di atas arena. Di podium para senior, terlihat seseorang menyeringai, juga tubuhnya mengeluarkan kilatan-kilatan listrik, bangkit dari tempat duduknya, melompat tinggi ke udara. Naruto dan Andryan melihat jika ada salah satu senior mereka menerima tantangan mereka, langsung saja siaga, tidak lama setelahnya HE itu mendarat ke tengah-tengah arena, menciptakan sebuah kawah ukuran sedang akibat kekuatannya.

" Aku tidak menyangkah, jika tahun ini ada junior yang sangat sombong sekali." kata pria berambut hitam jabrik, iris mata onyx kelam, mengenakan seragam yang sama dengan kedua pria itu, terlihat kilatan-kilatan petir menyelimuti tubuhnya.

" Dan juga, tahun ini sepertinya akan banyak yang keluar dari akademi ini." terlihat seseorang berjalan di atas udara dengan kedua tangannya di pinggang. Pria tersebut memiliki rambut berwarna orange cerah, dengan iris mata coklat cerah.

" Indra. Tsukuyomi. Muramasa."panggil pria berambut hitam itu, yang kemudian tiba-tiba saja sebuah halilintar menyambar di belakang pria itu, tidak lama setelahnya memperlihatkan sosok seorang pria mengenakan pakaian bangsawan India dengan di belakang punggungnya sebuah lingkaran dengan pola kobaran api, dengan tangan kanannya menggenggam sebuah tombak dengan enam mata mencuat ke atas, sedangkan di atas telapak tangan kirinya terlihat sebuah bangunan candi mini berbentuk emas. Kedua mata pria itu terbuka, memperlihatkan iris mata hitam kelam, juga helm armor emasnya dengan motif dua pasang sayap di kedua sisinya; kemudian seorang pria berambut putih panjang mengenakan armor perang putih dengan motif bulan sabit dan sebuah pedang di genggaman tangan kanannya; dan terakhir adalah seorang pria mengenakan armor perang Jepang zaman Edo berwarna hitam, jubah dengan lambang naga menghiasi punggungnya berkibar begitu gagah dan sebuah sarung katana di pinggang kanannya.

" Asura. Excalibur. Dionysus." panggil pria berambut jingga itu lalu terlihat kobaran api besar di belakangnya, tidak lama setelahnya digantikan sosok seorang pria dengan wajah begitu mengerikan, memiliki empat wajah yang berbeda (Kesedihan, Kemurkaan, Kegembiraan dan Normal), seluruh tubuhnya berwarna merah, memiliki enam tangan, yang masing-masing tangannya memegang dua tombak, dua pedang, satu pagoda dan satu tameng, di bagian bawah tubuh pria itu hanya mengenakan celana kain berwarna putih dengan motif batik, lalu setiap bahunya dililit oleh gelang emas dengan motif kobaran api; lalu seorang wanita cantik mengenakan armor putih dengan motih bunga lily dengan penampilannya seperti ksatria Prancis, berambut pirang pucat panjang, dengan sebuah pedang motif bunga lily di genggaman tangan kanannya; dan yang terakhir, terlihat seorang pria mengenakan pakaian jubah putih yang di sisi tubuh kanannya terbuka memperlihatkan tubuhnya, di genggaman tangan kanannya terlihat sebuah gelas piala emas sedangkan di tangan kirinya sebuah tongkat emas dengan mata ruby, duduk di kursi singgasananya. Naruto hanya terdiam melihat para GF milik kedua seniornya tersebut, sedangkan Andryan bersiul cukup keras melihatnya.

" Indra, Tsukuyomi, Muramasa, Asura, Excalibur dan Dionysus. Dua Excelsior, tiga Ungodly dan satu Unearthly, not bad." ucapnya tapi kemudian, dirinya langsung melepaskan jas coklatnya, melempar ke udara, dengan cepat melepas kancing-kancing bajunya, memperlihatkan tubuh atletis sempurnanya dengan bangga.

" But, it's a pity, you two will lose. Battle Mode ON!" serunya kemudian dua lingkaran putih muncul di pinggang, lalu terbelah menjadi dua, melintasi tubuhnya.

" Battle mode, ON!" ucap Naruto dimana terlihat kejadian yang sama terjadi di tubuhnya. Layar transparan muncul di hadapan pemuda Namikaze itu, dirinya kemudian menatap riwayat lawannya.

" Senior Uchiha Shisui dan senior Uzumaki Yahiko. Senang bisa berkenalan dengan anda berdua. Saya Namikaze Naruto, HE baru di akademi ini." kata Naruto memperkenalkan diri, terlihat pria berambut hitam a.k.a Shisui dan pria berambut orange a.k.a Yahiko menghiraukannya.

" Tidak perlu basa-basi, langsung saja panggil GF kalian." kata Yahiko terlihat Naruto yang memberi senyum tipis, sedangkan Andryan menyeringai mendengarnya.

" Aku harap kalian-kalian yang ada di sini tidak terkejut dengan GF milikku." kata Andryan dengan kedua tangannya di buka selebar bahu, menatap rendah ke arah Shisui dan Yahiko yang memicing kedua mata mereka. Tiba-tiba saja, cuaca tempat pulau tersebut menjadi mendung, menandakan jika badai akan datang. Shisui, Yahiko, Ebisu, juga semua orang-orang yang ada di sana tentu saja terkejut dengan akan kejadian abnormal itu.

" Lihat di langit!" teriak Sakura sambil menunjuk ke langit, membuat semua orang menatap ke arah yang di tujuh, terkejut karena sebuah lubang cacing raksasa dengan permukaannya terlihat kilatan-kilatan petir menyambar. Andryan langsung mengangkat tangan kanannya ke atas, dengan telunjuk mengarah tepat ke lubang cacing raksasa tersebut.

" Come! Bahamut. Asmodeus. Diablos." ucapnya lalu terlihat dari dalam lubang cacing itu, cahaya ungu kegelapan bersinar keluar. Sebuah bola hitam raksasa keluar dari dalam lubang cacing itu, di tengah-tengahnya terlihat sebuah lambang bola mata merah,perlahan-lahan turun ke bawah. Perlahan-lahan, bola hitam tersebut retak, secara paksa sebuah tangan hitam raksasa dengan kuku-kuku tajam menerobos keluar dari dalam bola itu, lalu perlahan-lahan bola hitam tersebut pecah berkeping-keping, memperlihatkan sepasang sayap kalelawar hitam raksasa yang melindungi sesuatu di dalamnya. Kedua saya kalelawar itu terbuka, memperlihatkan sosok makhluk berwajah mengerikan dengan sepasang tanduk banteng di kepalanya, memiliki gigi tajam, kulit tubuhnya berwarna hitam dengan perpaduan merah tua. Setelah makhluk iblis kalelawar itu, kembali lagi dalam lubang cacing tersebut keluar sosok makhluk raksasa dengan tinggi sekitar enam meter, mengenakan armor kerangka merah darah. Makhluk itu lalu terbang mendarat di samping kanan Andryan, terlihat wajah menyeramkan dengan kepala lembu jantan di sisi kanan, sedangkan domba jantan di sisi kirinya, sebuah scythe bermata tiga di genggaman tangan kanannya dan ekor ularnya mengibas begitu liar. Dan yang terakhir, sebuah cahaya kegelapan keluar cepat dari dalam lubang raksasa tersebut, lalu kemudian mendarat di atas Andryan, terlihat seekor naga raksasa dengan seluruh tubuhnya dilapisi oleh baja hitam, mata merahnya menatap nyalang Shisui, Yahiko juga GF mereka, sayap baja hitamnya terbuka begitu gagah, memperlihatkan kerangka-kerangka yang menyambung di setiap sudut sisi sayapnya, juga di atas siku sayapnya tersebut, terbentuk tiga jari tajam. Tubuh naga tersebut dilapisi oleh armor baja hitam, begitupula kedua lengan dan kakinya, dan ekor besarnya mengibas begitu liar. Diablos juga turun dengan kedua tangannya di lipat di depan dada, menatap rendah musuh di depannya. Semua HE yang menyaksikan GF yang dimiliki oleh pria tampan itu bergetar ketakutan, apalagi Bahamut, Asmodeus maupun Diablos mengeluarkan aura mengerikan dan memenuhi arena pertarungan. Tsubasa yang melihat dari ruang VIP begitupula Danzo terkejut.

" Bahamut, GF berasal dari ras legendaris, ras naga, ditambah lagi Bahamut miliknya adalah Nightmare Bahamut. Aku tidak bisa mengatakan apapun mengetahui jika GF terkuat kedua setelah Michael bisa aku lihat dengan kedua mataku sendiri." kata Tsubasa takjub.

Kembali ke arena, suasana akhirnya kembali seperti semula, memperlihatkan langit cerah seperti biasanya.

" Sekarang giliranku. Michael, Raphael, Uriel." panggil Naruto, disusul dengan Andryan.

" Don't forget about me. Apocalypse." panggilnya,lalu terlihat di langit, empat portal terbuka secara perlahan-lahan, mengeluarkan cahaya keemasan langsung menyinari arena itu. Michael, Raphael dan Uriel keluar dari tiga pintu gerbang tersebut, meleset cepat dimana tempat Naruto berada, lalu mendarat di belakang pemuda itu. Di lubang terakhir, terlihat seorang pria beluar dari dalamnya, berambut pirang keemasan melawan grafitasi, mengenakan baju lengan panjang berwarna merah dengan motif api sedangkan bawahannya mengenakan celana panjang hitam. Ada yang unik di pria tersebut, sepuluh pedang emas berputar secara horizontal di sekeliling tubuhnya dan sebuah pedang gagang berbentuk salib dengan mutiara merah di tengah-tengahnya, dan permukaan badan pedangnya berwarna kuning keemasan. Pria itu kemudian mendarat tepat di depan Andryan, berdiri tegak dengan menancapkan pedangnya di tanah, menumpuk kedua tangannya di atas gagang pedangnya. Menyampingkan wajahnya, kedua iris azurenya menatap ke arah Michael.

" Michael, senang bertemu lagi denganmu." kata Apocalypse terlihat Michael yang awalnya sedikit terkejut, tapi setelahnya pemimpin Archangelsitu tersenyum lebar.

" Brother Apocalypse, bagaimana kabarmu? Aku dengar sebelumnya jika kamu berhasil dikendalikan oleh seseorang, tapi sekarang kamu berada di sini bersama little Ryan." ucapnya terlihat Apocalypse yang tersenyum, mengangguk.

" Ryan telah membebaskanku dari pengaruh 'kehampaan', dan sekarang aku menjadi GFnya. Dan sepertinya, Bahamut, Asmodeus dan Diablos sangat mengenalmu." jawabnya membuat Michael menatap ke arah Andryan.

" Terima kasih, little Ryan. Apocalypse adalah sahabatku sewaktu di surga dan kami berdua juga sangat dekat, walaupun sebenarnya sifat Apocalypse tidak berbeda jauh dengan naga besar di sini." kata Michael dengan mata kanannya tertutup, menyinggung Apocalypse dengan Bahamut, terlihat Ryan, Uriel, Raphael, Asmodeus dan Diablos tertawa mendengarnya. Bahamut yang merasa di singgung oleh pemimpin Archangels itupun mendengus, menatap ke arah Naruto.

" Lihat si Michael, little Naru. Cuma karena aku kalah tipis saja dengannya sudah sombong. Apa itumencerminkan seorang malaikat?" sindirnya sedangkan Naruto mencoba menyembunyikan tawanya dari naga iblis tersebut. Michael terbang mendekati ke arah naga kegelapan tersebut sambil terkekeh pelan.

" Bahamut, kenapa kamu pesimis seperti itu? Apa ada sesuatu yang mengganggumu, saudaraku?" tanya Michael sedangkan Bahamut hanya membuang muka, melipat kedua tangannya di depan dada.

" Kau sama dengan little Naru tiba-tiba saja menghilang. Aku tidak bisa bertempur lagi denganmu seperti biasa. Benar-benar membosankan." ucapnya, terlihat Asmodeus dan Diablos mengangguk setuju mendengarnya.

" Benar apa yang dikatakan Lord Bahamut. Kadang kami menghadapi beberapa GF ataupun HE, tanpa kalian sepertinya ada yang kurang. Mungkin karena kita sudah sering bertempur bersama, jadi jika tanpa kehadiran kalian bertiga, rasanya seperti ada yang kurang." kata Asmodeus, terlihat Michael yang tersenyum mendengarnya.

" Tenang Brother Bahamut, Brother Asmodeus dan Brother Diablos, kali ini, mulai hari ini sampai kedepan, kita akan bertempur bersama seperti dulu lagi." kata Michael.

" Dan juga, kami tidak akan lupa dengan peran masing-masing. Kita akan bertempur bersama-sama menghadapimusuh-musuh little Naru dan little Ryan." sambung Raphael, terlihat Bahamut yang menyeringai mendengarnya, mengangkat dagunya sombong ke atas.

" Jika kalian bohong, siap-siap saja akan aku kunyah kalian hidup-hidup." ucapnya membuat Michael, Raphael maupun Uriel tertawa mendengarnya. Tiba-tiba saja, sekeliling Michael, Uriel, Raphael, Bahamut, Asmodeus, Diablos juga Apocalypse, begitupula sama halnya Naruto dan Andryan, tombak-tombak petir mengeliling mereka, memenjarakan mereka bersembilan.

" Kalian terlalu banyak bicara, tidak sadarkah jika kalian berdua sedang menjalankan ujian?" kata Shisui kesal karena di acuhkan. Andryan, Naruto juga GF mereka masing-masing langsung menatap ke arahnya, terlihat Bahamut yang menatap dingin ke arahnya.

" Kau tahu, memotong pembicaraan seseorang termasuk sikap tidak sopan. Apakah kau sudah bosan hidup?" tanyanya langsung saja aura kegelapan keluar bagitu besar dari dalam tubuhnya, menghancurkan semua tombak-tombak petir yang memenjarakan dirinya maupun GF Naruto dan GF Andryan lainnya, membuat Shisui, Yahiko maupun semua orang yang menyaksikan hal itu terkejut.

" Oh man, aku lupa mengatakan sesuatu. Selama Bahamut muncul di arenaku, penjara berelemen apapun tidak akan berfungsi terhadapnya juga HE dan GF satu party dengannya. Ini adalah kemampuan permanen yang dimiliki oleh Bahamut." jelas Andryan sambil menyisir rambutnya dengan tangan kanannya ke belakang, menatap angkuh ke arah Shisui maupun Yahiko yang terkejut mendengarnya.

" Are you done? Jika sudah, maka aku dan Naruto akan langsung menunjukkan kekuatan yang hanya dimiliki oleh 'Tuhan'." katanya angkuh membuat Yahiko menggertakan giginya.

" Asura's skill active!" serunya terlihat sebuah lingkaran dengan lambang bintang segi enam berwarna merah muncul di hadapan Asura.

" Selama ada GF dengan tipe attacker di arena, maka kekuatannya akan naik sebanyak 20%. Karena disini ada tujuh GF tipe attacker, maka kekuatan Asura naik sebanyak 140%." jelas Yahiko terlihat tubuh Asura dilapisi oleh aura merah.

" Dionysus's special skill active. Secara otomatis, selama dirinya berada di arena tempatku berada, maka GF, begitupula GF satu party denganku, maka kekuatan mereka akan naik sebanyak 30%, tapi jika ada anggota dari Dewa Olympus, maka kenaikannya akan dua kali lipat mengikuti jumlah yang ada. Karena hanya Dionysus berasal dari Dewa Olympus, maka Asura, Excalibur, Indra, Tsukuyomi, Muramasa dan Dionysus sendiri kekuatan mereka naik sebanyak 30%." jelasnya dan kembali lagi, penambahan status GF party Shisui dan Yahiko kembali naik.

" Tsukuyomi's special skill active! Dengan berkat dari bulan purnama, kekuatan yang dimiliki oleh Tsukuyomi akan naik sebanyak 25%." jelasnya terlihat Dewa bulan itu seluruh tubuhnya dilapisi oleh cahaya putih.

" Asura! Ayo kita gabungkan kekuatan kita!" kata Yahiko kemudian sosok Asura tiba-tiba saja menghilang dalam seluruh pandangan orang, bersamaan juga tubuhnya langsung dilindungi oleh kobaran api abadi. Tidak lama setelahnya, sebuah pedang raksasa membelah api tersebut, memperlihatkan seorang pria mengenakan armor emas dengan corak kobaran api, helm armornya dengan bentuk wajah Kemurkaan dan Kesombongan di kedua sisinya, lalu kumpulan wajah-wajah kecil di helm armornya itu membentuk seperti piramida. Kedua mata Yahiko terbuka, memperlihatkan iris coklat kemerahan cerah begitu menawan, mengibaskan pedang raksasanya yang dilapisi oleh api ke depan, kemudian menamcapkannya di atas lapangan.

" Asura's real guard special skill active. Kekuatan akan naik sebanyak 50% setelah aku bergabung dengan Asura." ucapnya terlihat tubuh Yahiko diselimuti oleh aura merah, terlihat status yang dimilikinya naik.

" 220%. Cuma segitu saja yang bisa dia dapatkan?" kata Asmodeus sedikit mencemooh.

" Brother Asmodeus, janganlah berbicara seperti itu." tegur Michael, terlihat Asmodeus yang mengangkat bahu mendengarnya.

" Apapun yang di lakukannuya, tetap saja akan percuma. Di sini ada GF tipe support mengerikan, dan hanya HE dengan Lord Bahamut yang bisa menangkalnya." ucapnya acuh, kemudian menatap kembali ke depan, terlihat Shisui yang kini bergabung dengan Indra, terlihat pemuda itu mengenakan pakaian yang hampir mirip dengan sosok Indra, hanya saja tanpa candi di atas telapak tangan kirinya.

" Sepertinya sudah selesai. Now, this's our time." kata Andryan sambil mengepalkan tangan kanannya begitu erat, menatap rendah ke arah Shisui dan yahiko yang bersiap-siap. Tubuh Uriel tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya kuning keemasan juga buka arsenal dengan lambang salib miliknya mengeluarkan cahaya yang serupa.

" Aku harap kalian tidak marah denganku. God Mercy." ucapnya sambil mengarahkan tangan kanannya di depan ke arah kelompok Shisui, terlihat cahaya keemasan melapisi tubuh Shisui, Yahiko, Excalibur, Muramasa, Dionysus dan Tsukuyomi. Status yang mereka dapatkan dari kemampuan khusus masing-masing perlahan-lahan turun, semakin lama semakin cepat, yang akhirnya kembali seperti semula.

" A-Ap-pa?!" kata Yahiko tidak percaya melihat jika semua status yang dimilikinya, maupun GFnya kembali normal, menatap ke depan, terlihat Andryan menyeringai melihatnya.

" Fools. Uriel memiliki skills yang bisa menghilangkan semua status apapun yang dimiliki oleh lawannya, termasuk penambahan persentase kekuatan. Kalian perlu tahu, Uriel adalah GF tipe support terkuat walaupun menghadapi GF support Excelsior sekalipun. Hanya GF tertentu saja yang bisa kebal terhadap jurusnya itu, termasuk Bahamut milikku salah satunya." jelas Andryan, membuat Shisui maupun Yahiko membulatkan kedua matanya, sedangkan di podium, Sasuke dan Itachi kembali teringat jurus yang dimiliki oleh salah satu GF Naruto saat menghadapi Siegfried, ternyata jurus malaikat tinggi itu juga bisa menghilangkan persentase status tambahan yang di dapatkan dari kemampuan khusus para GF. Kembali di arena, Andryan lalu menatap ke arah Naruto.

" Kali ini, bolehkan aku memimpin pertarungan ini?" tanyanya terlihat Naruto menatap ke arahnya sejenak, kemudian akhirnya menghembuskan nafas.

" Terserah kamu saja. Asalkan kali ini, kita tidak usah terlalu serius. Kamu paham maksudku?" kata Naruto membuat Andryan menyeringai mendengarnya, menatap ke depan, mengangkat tangan kanannyanya ke samping.

" Understood. Bahamut's special skill active." ucapnya langsung mengepalkan telapak tangan kanannya, terlihat di depan tubuh naga raksasa itu, terlihat sebuah lingkarang hitam dengan lambang kepala naga muncul, bersinar sejenak kemudian menghilang.

" Setelah Bahamut muncul di arena dan setelah mengaktifkan kemampuannya, maka Bahamut bisa membuat arena ini berubah menjadi kegelapan." ucapnya membuat Bahamut langsung mengeluarkan auman begitu keras, juga aura kegelapan keluar dari dalam tubuhnya begitu besar. Perlahan-lahan, kabut hitam menutupi arena tempat mereka berada, kilatan-kilatan petir menyambar sekeliling kabut kegelapan tersebut.

" Tidak sampai di situ saja, kemampuan khusus Bahamut ini akan memberikan 600% point, yang nanti sang HE akan membagikannya untuk menaikan kemampuan party maupun menurunkan kemampuan lawan." jelasnya membuat Shisui, Yahiko juga semua orang yang mendengarnya terkejut.

" Apa?! 600% point?!" teriakan syok HE awal mendengar pernyataan pria itu, sedangkan Barack dan Olivie duduk tenang menyaksikan hal itu. Seringai wajah Andryan semakin lama semakin mengerikan, memperlihatkan telapak tangan kanannya yang terbuka, membuat Shisui dan Yahiko tersentak.

" 400%, aku gunakan untuk menaiki semua status GF partyku." ucapnya terlihat tubuh Michael, Bahamut, Uriel, Raphael, Asmodeus, Diablos juga Apocalypse mengeluarkan cahaya kegelapan maupun kuning keemasan bersinar begitu cerah, terlihat di layar transparan Andryan maupun Naruto memperlihatkan kemampuan masing-masing GF mereka naik begitu cepat. Andryan mengangkat wajahnya angkuh, mengacungkan tangan kanannya di depan, dengan jempol yang di hadapkan ke bawah.

" 200%, aku gunakan untuk mengurangi status GF kalian." ucapnya menyeringai, langsung saja aura kegelapan melapisi tubuh Shisui, Yahiko, Excalibur, Tsukuyomi, Murasama dan Dionysus, terlihat kemampuan mereka langsung menjadi minus 200%. Shisui maupun Yahiko langsung jatuh terlutut dengan nafas tersengah-sengah, begitupula GF mereka masing-masing.

" Bah! Weak! Apakah kalian ini benar-benar HE terkuat di akademi ini?" cemooh Andryan, membuat Yahiko menatap nyalang ke arahnya.

" Berisik! Ini bukan apa-apa bagiku. Aku masih bisa bangkit menghadapimu!" raungnya, terlihat pria Uzumaki itu mencoba bakit dengan memapah great swordnya, membuat Andryan yang melihat hal tersebut menyeringai.

" Good, karena aku masih belum memberikan mimpi buruk lain kepada kalian. Bahamut's skill active." ucapnya kembali membuat Yahiko dan Shisui langsung siaga.

" Berkat pengaruh dari arena kegelapan, Bahamut mendapatkan 20% kekuatan tambahan dari setiap lawannya. Karena kali ini aku berhadapan dengan enam lawan, maka status yang diterimanya sebanyak 120%." ucapnya menyeringai melihat wajah keterkejutan dari kedua lawannya. Aura-aura kegelapan kembali keluar dari dalam tubuh mereka membawa aura kehidupan masing-masing secara paksa, menuju ke arah Bahamut dimana mulutnya terbuka, menghisap aura-aura kehidupan tersebut. Mata merah Bahamut bercahaya, seluruh tubuhnya kembali menerima status tambahan sebanyak 120%, dan kali ini jumlah statusnya sebanyak 520%, sedangkan Shisui, Yahiko dan GF masing-masing menjadi minus 22o%.

" Asmodeus's skill active! Berkat pengaruh arena kegelapan, Asmodeus juga mendapatkan 20% kekuatan tambahan dari setiap lawannya, begitupula dengan Diablos." ucapnya membuat semua orang yang mendengarnya terkejut. Kembali lagi, aura-aura kegelapan keluar dari dalam tubuh mereka, membawa aura kehidupan, menuju ke arah Asmodeus dan Diablos yang menghisap aura tersebut. Para HE pemula, senior, maupun guru-guru dan penonton VIP melihat kembali lagi Andryan memeras Shisui, Yahiko maupun GF mereka, terdiam. Ada yang ketakutan, ada yang menahan amarah karena melihat sahabat mereka di peras tanpa ampun, dan ada yang kagum melihat kekuatan yang dimiliki oleh pria tampan tersebut.

" Ini benar-benar gila! Jika kita berhadapan dengan HE bernama Andryan, pasti tidak akan ada yang selamat." kata salah satu HE pemula, mereka begitu takut sekaligus takjub dengan kekuatan yang dimiliki pria itu. Menma yang sejak tadi menyaksikan begitu teliti dari awal hingga akhir, pemuda itu bingung mengapa Naruto sama sekali tidak menggunakan kemampuan khusus yang dimiliki oleh GFnya, begitupula Kaguya yang sejak tapi memperhatikan secara saksama, dia melihat hanya Andryan saja yang menggunakan kemampuan khusus GFnya.

Kembali ke arena, Naruto yang melihat kedua seniornya maupun GF mereka dalam keadaan memprihatinkan hanya terdiam, memasukkan kedua tangannya di saku celananya. Melirik ke arah Andryan, terlihat pria itu memperlihatkan wajah begitu menikmati menyiksa kedua HE maupun GF mereka.

" Langsung selesaikan Ryan. Aku sangat bosan jika tidak melakukan apapun." kata Naruto sambil membenarkan letak kacamatanya, terlihat Andryan memberikan seringai begitu lebar.

" Jangan khawatir little Naru, biarkan kami yang membereskan sampah tidak berguna ini." kata Diablos yang sudah selesai menghisap hawa aura kehidupan Shisui, Yahiko maupun GF masing-masing.

" Sebagai HE yang memiliki GF terkuat, tidak sepantasnya Lord Michael, Lord Uriel dan Lord Raphael menghadapi sampah seperti mereka." sambung Asmodeus.

" Brother Asmodeus, Brother Diablos, janganlah berbicara seperti itu, lagi pula, mereka juga termasuk HE yang melindungi negara tempat tinggalnya." tegur Michael, sedangkan Asmodeus maupun Diablos mengangkat bahu mendengarnya.

" Michael, kamu sama sekali tidak berubah. Kamu adalah malaikat paling bijaksana diantara para malaikat di surga. Tidak heran jika 'Tuhan' mengangkatmu menjadi malaikat tinggi sekaligus pemimpin para malaikat." kata Apocalypse sedikit terkekeh, begitupula Bahamut yang tertawa mendengarnya.

" Malaikat ini masih belum diajari bagaimana melakukan suatu 'dosa', wajar saja dia selalu berpikir positif. Tapi berkat Michael, aku bisa selamat dari kepunahan rasku, yang sekarang sudah aman dan tidak bisa dijajah oleh para HE serakah, terutama kelompok Yggdrasil." ucapnya membuat Michael menghembuskan nafas sejenak, kemudian tersenyum.

" Itu sudah tugas kami sebagai para malaikat, melindungi ras-ras yang hampir punah. Ras naga, ras elf, ras peri dan masih banyak lagi. Tapi sekarang, empat malaikat tinggi sekarang berpencar, mereka memiliki pemikiran masing-masing akibat Surga yang semakin lama semakin kacau. Aku berusaha mencoba meyakinkan mereka jika Surga akan kembali damai dan pemimpin para GF maupun makhluk di dunia akan kembali, tapi mereka tidak mempercayaiku dan pergi mencari 'Tuhan' yang pantas memimpin." jelasnya terlihat Apocalypse yang sedikit emosi mendengarnya.

" Sungguh bodoh! Mereka benar-benar tidak memahami apapun syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi 'Tuhan' selanjutnya setelah God Erlang. Bukan hanya kekuatan maupun berasal dari ras terkuat, tapi masih banyak hal juga yang perlu di perhitungkan." geramnya dimana Michael hanya menghembuskan nafas mendengarnya.

" Aku sudah meyakini jika little Naru dan little Ryan adalah kandidat 'Tuhan' yang pantas, tapi aku tidak yakin karena 'Tuhan' seharusnya hanya satu. Tapi God Erlang pernah mengatakan sebelum beliau menghilang, kandidat 'Tuhan' selanjutnya akan lebih dari satu. Apa mungkin hal itu akan terjadi?" tanyanya tidak mengerti.

" Kemungkinan besar yang dimaksud God Erlang adalah 'Tuhan' untuk mengawasi tiga dunia. Dunia bawah, dunia fana dan dunia langit, karena sebelumnya hanya 'Tuhan' tunggal yang memegang ketiga dunia tersebut." duga Apocalypse, terlihat Michael terdiam sejenak, mencerna perkataan malaikat perang itu.

" Aku pikir juga begitu. Karena hanya memiliki 'Tuhan' tunggal, banyak ras-ras tertentu yang memilikipangkat tinggi langsung membelot, menyerang dunia fana dan membuat kekacauan di bumi. Aku rasa God Erlang kemungkinan sudah melihat kejadian ini akan terjadi." jawabnya dimana Apocalypse mengangguk mendengarnya.

" Sebaiknya kita selesaikan ini dulu. Masalah ini adalah masalah pribadi kita. Aku tidak ingin telinga orang lain mendengar permbicaraan ini." kata Naruto menginterupsi, terlihat Michael, Bahamut maupun Apocalypse mengangguk mendengarnya.

" Ayo little Ryan. Kita selesaikan sampah-sampah ini." kata Bahamut, terlihat Andryan mengangguk mendengarnya, mengangkat tangan kanannya ke udara.

" Overlord's special skill active!" ucapnya, terlihat di depan telapak tangannya, terlihat sebuah lingkaran hitam dengan lambang mahkota muncul, membuat Shisui dan Yahiko terkejut mendengarnya.

" O-Over-verlord?" tanya mereka tidak mengerti, terlihat Andryan sedikit terkejut mendengarnya.

" Huh? You both don't know about this? Are you fucking kidding me?" tanya Andryan tidak percaya, sedangkan Shisui dan Yahiko terdiam mendengarnya.

" Kemampuan ini adalah kemampuan khusus yang hanya bisa digunakan jika memiliki satu GF Excelsior, sedangkan GF lainnya minimal memiliki rank Unearthly. Kemampuan ini hanya bisa digunakan jika memiliki GF satu ras ataupun satu elemen, contohnya saja Bahamut milikku, dia berasal dari ras naga tapi juga sebagian berasal dari ras iblis, dengan Asmodeus dan Diablos milikku berasal dari ras iblis, maka aku bisa mengaktifkan kemampuan khusus Overlord. Dan satu lagi tambahan, kemampuan ini hanya dimiliki oleh HE dengan pangkat Excelsior." jelasnya membuat kedua mata Shisui, Yahiko maupun semua orang yang mendengarnya terkejut.

" Ja-Jad-di… ka-kau…." kata Shisui terbata, terlihat Andryan menyeringai, mendongakkan dagunya angkuh, menatap rendah ke arahnya.

" That's right! I'm HE with rank Excelsior level four." ucapnya sombong membuat semua orang yang mendengarnya terkejut.

" Rank Excelsior tingkat 4?! Apa kau bercanda?!" terdengar seruan berasal dari podium HE juniormaupun HE senior, tidak menyangkah jika ada seorang Holy Envoy muda dengan pangkat Excelsior masuk di akademi ini.

" Hey! Hey! Easy okay, easy. Bukan hanya aku saja yang merupakan rank Excelsior di akademi ini, ada yang lebih tinggi lagi dariku." ucap Andryan membuat mereka kembai terkejut. Mengayunkan tangan kanannya, kemudian mengarahkannya ke arah Naruto dengan posisi tubuhnya sedikit memiring ke kanan dan kedua tangannya di lipat di depan dada, kedua matanya terpejam di balik kacamatanya.

" There he is! Naruto adalah HE dengan rank Excelsior pangkat enam! Awesome, right? One level again, he will be a young Holy Envoy with rank Ultimate Excelsior." ucapnya membuat semua orang terkejut mendengarnya. Di ruangan VIP, Tsubasa langsung bangkit dari kursinya, Kaisar itu tidak pernah membayangkan jika cucu yang selama ini pergi berkeliling dunia, sekarang berdiri di arena penentuan lolos atau tidak, ternyata adalah HE terhebat dengan usia yang sangat muda. Air mata keluar dari kedua pelupuk matanya, Kaisar Jepang itu merasa telah berdosa tidak berhasil menemukan keberadaan cucunya selama hampir delapan tahun, dan baru sebulan lalu dirinya berhasil mendapatkan kabar jika pemuda itu ternyata berada di NY (New York), begitupula Danzo di belakangnya tidak pernah menyangkah, jika tuan mudanya bisa memiliki rank Excelsior dalam usia terbilang sangat muda, di tambah lagi tingkat keenam, satu level lagi maka kekuatannya akan setara dengan 'Tuhan'. Tidak heran jika banyak akademi di dunia ini menginginkan tuan mudanya dan ketiga sahabatnya, ternyata mereka mengetahui kekuatan yang dimiliki oleh mereka masing-masing.

" Danzo, aku adalah seorang kakek yang gagal." kata Tsubasa dengan suara serak, membuat Danzo tersadar, menatap ke arah junjungannya.

" Master! Jangan bicara seperti itu." kata Danzo tidak setuju, terlihat pria tua itu menggeleng mendengarnya.

" Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan cucuku selama hampir delapan tahun. Dia bahkan memutuskan hubungan dengan keluarga Senju, bahkan membuat tim intel kita susah mencari keberadaannya. Aku bahkan tidak mengetahui apa yang dia lakukan selama diluar sana, apakah dia makan teratur, tidur cukup, apakah dia sakit, apakah dia kesepian. Aku bukan wali yang baik dan aku merasa berdosa kepada mendiang menantu juga putriku." katanya terisak, terlihat Danzo menggeleng kepala mendengarnya.

" Tidak master Tsubasa. Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Ini semua terjadi karena Yggdrasil, mereka harus membayar apa yang terjadi terhadap mendiang Tuan Minato dan Nyonya Kushina." kata Danzo meyakinkan junjungannya, terlihat dirinya sendiri mengepatkan kedua telapak tangannya begitu erat, menahan amarah apa yang terjadi di mansion utama keluarga Uzumaki. Tsubasa kemudian menatap kembali ke layar transparan raksasa di atasnya, terlihat pertempuran masih berlangsung. Apapun yang terjadi, pria itu tetap menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga peninggalan terakhir Minato dan Kushina kepadanya.

Kembali di arena, Shisui, Yahiko maupun semua orang di sana masih terkejut mendengar kenyataan jika kedua HE pemula di tengah-tengah arena tersebut memiliki rank Excelsior adalah sesuatu yang sangat diimpinkan oleh para HE di dunia. Rank Excelsior adalah rank yang paling sulit di terobos, walaupun sang HE sudah mencapai rank Ungodly tingkat akhir, belum tentu bisa menerobos rank Excelsior. Persyaratan yang harus dimiliki untuk menerobos rank Excelsior juga terbilang sangat sulit, pertama harus memiliki GF Excelsior, dan lagi harus memiliki tubuh yang mampu menahan tekanan saat mencoba menerobos rank tertinggi itu.

" Alright, i wouldn't waste time. Time to end this." ucapnya membuat Shisui dan Yahiko langsung pasrah menengarnya, menunggu kemampuan apa lagi yang dimiliki oleh GF milk pria tersebut.

" Kemampuan khusus Overloard, setiap jumlah persentase minus lawan akan kembali menjadi normal seperti biasa." ucapnya membuat Shisui dan Yahiko membulatkan kedua matanya, mendongakkan wajah mereka, menatap ke arah Andryan, tapi kembali lagi, seringai merendahakan terhias kembali di wajah tampan Andryan, membuat Yahiko maupun Shisui berpikir jika ada yang tidak beres.

" Tapi, angka persentase tersebut akan menambahkan status yang dimiliki oleh ketiga Overlord. Maka dari itu, Bahamut, Asmodeus dan Diablos, akan mendapatkan masing-masing jumlah persentase dari dua dari total GF musuh. Jadi, 260% + 260% menjadi 540%. Maka dari itu, Bahamut, Asmodeus dan Diablos mendapatkan kembali tambahan status sebanyak 540%." jelasnya memperlihatkan seringai kemenangannya, membuat semua orang terkejut mendengarnya. Shisui dan Yahiko langsung menatap ke arah layar transparan di samping kanan mereka, terlihat begitu cepat angka minus mereka semakin lama semakin berkurang, kemudian akhirnya menuju ke angka 0, tapi kedua mata mereka menatap horor, status yang dimiliki Bahamut, Diablos dan Asmodeus bertambah begitu cepat.

" RAAGHHHHHHH!" raung Bahamut merasakan kekuatan yang masuk ke dalam tubuhnya, mengalir begitu cepat di dalam pembuluh darahnya, begitupula Asmodeus dan Diablos, kedua iblis itu merasakan kekuatan besar masuk ke dalam tubuh mereka. Ledakan aura kegelapan begitu dahsyat dari dalam tubuh mereka, kemudian cahaya langsung meleset cepat ke langit, gelombang-gelombang energi kegelapan tercipta di sana. Semua orang yang melihat kejadian langkah itu menatap tidak percaya, karena baru kali ini ada seseorang bernasil menerobos kemampuan lebih dari 1000%. Seringai mengerikat terlihat di wajah Andryan, menatap rendah ke arah Shisui maupun Yahiko di depannya.

" Didn't i told you? I want fight people with high HE and GF, but i'm only fought the weakling. That's very fucking disappoint me. You're nothing more than trash." ucapnya angkuh membuat kedua pria itu membulatkan kedua matanya. Bahamut, Diablos juga Asmodeus terming ke angkasa, lalu ketiga GF itu mementok lambing segitiga, dengan Bahamut di puncak, Asmodeus di sisi kiri dan Diablos di sisi kanan. Cahaya ungu kegelapan keluar dari dalam mulit Bahamut, mengumpul begitu besar, Diablos yang mengangkat tangan kanannya dengan telapaknya yang terbuka, terlihat kumpulan energi-energi hitam tercipta membentuk sebuah bola raksasa dengan kilatan-kilatan petir hitam mengelilingilingkaran tersebut, dan Asmodeus sendiri terlihat kompulan energi hitam muncul di mulut lembu jantan maupun domba jantan di kedua sisinya. Shisui dan Yahiko melihat bahaya datang ke arah mereka mencoba bangkit, tapi tiba-tiba saja, rantai-rantai panjang yang diselimuti oleh cahaya kuning keemasan mengunci pergerakan mereka, maupun GF masing-masing.

" Uriel's skill active." kata Naruto tiba-tiba, membuat Shisui dan Yahiko langsung menatap ke arahnya. Kedua mata pemuda itu terbuka, memperlihatkan iris dark azure misterius, menatap datar ke arah mereka.

" Mengunci pergerakan dengan jurus 'Chain of Sin', tapi setelahnya efek yang di terima lawan akan naik dua kali lipat. Chain of Sin biasa Uriel akan mengurangi status lawan sebanyak 200%, tapi jika menggunakan kemampuan khusus, maka akan mengurangi kemampuan musuh sebesar 400%." jelasnya membuat mereka semua terkejut mendengarnya.

" ARGHHHHHHHHH!" sengatan listrik langsung menyambar Shisui, Yahiko, Excalibur, Muramasa, Tsukuyomi dan Dionysus begitu besar bersamaan dengan pula status mereka turun akibat sengatan petir itu. Di layar transparan Naruto, terlihat status Shisui, Yahiko juga GF mereka masing-masing minus 400%, lalu menatap ke arah Andryan.

" Aku sudah membantumu. Sebaiknya kita selesaikan sekarang." ucapnya.

" Jangan khawatir little Naru. Kita akan menang telak." kata Bahamut yang langsung saja menembakkan cahaya kegelapan ke arah kelompok Shisui dan Yahiko.

" Terima kasih Brother Uriel. Kamu telah mengunci pergerakan mereka." kata Diablos yang langsung mengibaskan tangannya ke depan, bersamaan dengan bola hitam raksasa ciptaannya itu perlahan-lahan jatuh menuju ke arah yang sama. Kedua kepala binatang berbeda Asmodeus langsung saja menembakkan bola api hitam, mengarah ke tempat yang juga. Ketiga serangan berbeda itu meleset cepat ke arah Shisui dan Yahiko, dengan kekuatan lebih dari 1000% ditambah lagi berasal dari GF tinggi, salah satunya memiliki pangkat Excelsior. Belasan guru langsung saja masuk ke dalam arena, mengarahkan kedua telapak tangan mereka ke atas, kemudian terlihat belasan perisai tercipta, melapisi satu sama lain.

" Apa ini? Seseorang menganggu acara ini?" kata Apocalypse melihat kejadian tersebut, mencaput pedangnya dari dalam tanah, berjalan ke depan. Guru-guru yang melihat Apocalypse yang berjalan menuju ke arah mereka tentu saja terkejut.

" Apa yang anda inginkan?!" teriak salah satu guru itu, membuat Apocalypse mengerutkan kening mendengarnya.

" Yang aku inginkan? Tentu saja membuat HEku menang!" serunya lalu aura keemasan meledak dari dalam tubuhnya. Melompat ke atas, kemudian dirinya berhenti tempat beberapa meter dari lapisan luar. Mengangkat tangan kanannya, terlihat pedangnya menyentuh permukaan perisai hijau tersebut.

" Hmmm….." gumanya dan tanpa di sangkah-sangkah, pedang emasnya itu langsung menembakkan cahaya kuning keemasan ke perisai di depannya, langsung saja pecah berkeping-keping sampai ke lapisan paling ujung sekalipun, membuat semua orang terkejut melihat akan hal itu.

" Bukankah ini adalah tes kelayakan HEku lolos atau tidak? Aku harap tidak ada yang menganggu ujian ini. Salahkan jika kedua penguji itu terlihat begitu lemah, dan lagi tidak membuat HE lain, Michael, Uriel maupun Raphael menggunakan kemampuan khusus mereka." kata Apocalypse membuat semua orang terkejut mendengarnya. Tembakan laser melewati malaikat perang itu, begitupula bola hitam raksasa dan dua bola api hitam meleset melewatinya, menuju ke arah targetnya.

DUARRRRR! BLARRRRR!

Ledakan dahsyat tercipta setelah ketiga kekuatan itu berhasil menghantam target mereka. Dari layar transparan Andryan, dirinya bisa melihat HP Yahiko dan Shisui turun begitu cepat, menyentuh angka 0%, juga yang sebelumnya dalam keadaan real guard, kini terpisah secara paksa akibat serangan mematikan tersebut. Semua yang menyaksikan kejadian tersebut berteriak histeris karena kekuatan dengan bantuan bonus 1000% ditambah lagi dengan tiga GF tinggi menggunakan kekuatannya tentu saja bisa menghancurkan suatu kota besar ataupun negara kecil dalam sekejab.

" HAHAHAHAHA!" tawa mengelegar Andryan terdengar melihat asap hitam tebal akibat serangan ketiga GFnya, sedangkan Naruto masih dalam posisinya. Suara-suara orang-orang terdengar, mempertanyakan nasib para guru, Shisui, Yahiko maupun GF mereka masing-masing. Bahamut, Diablos juga Asmodeus kembali ke posisi, berdiri di belakang Andryan, menatap ke arah kabut hitam yang semakin lama semakin menghilang. Samar-samar, dari dalam asap hitam itu terlihat cahaya hijau, membuat tawa Andryan terhenti, menyipit curiga cahaya hijau misterius tersebut. Setelah asap hitam itu menghilang, terlihat sosok Shisui, Yahiko, guru-guru maupun GF kedua pria itu dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kawah besar ciptaan perpaduuan serangan Bahamut, Diablos dan Asmodeus, keadaan mereka sangat memprihatinkan, luka-luka dimana-mana, juga seragam mereka hampir rusak total. Andryan terkejut melihat cahaya hijau yang melapisi tubuh mereka semua, lalu menatap ke arah Naruto, terlihat pemuda itu akhirnya membuka mulutnya.

" Raphael's skill active. Sebagai malaikat tinggi yang dinobatkan sebagai 'Tuhan Penyembuh', dengan kekuatan kudusnya, melindungi target yang dinginkannya dengan hanya mendapatkan 30% kerusakan dari total serangan yang diterima." jelas Naruto terlihat Andryan yang mengerutkan kening mendengarnya.

" Why? Bukannya kali ini aku yang memimpin pertandingan?" tanyanya bingung, terlihat Naruto memberi senyum tipis ke arahnya.

" Aku tahu kali ini kamu adalah pemimpin pertandingan ini, tapi yang kita hadapi bukanlah orang jahat. Dan aku rasa, mereka juga menerima kerusakan yang cukup parah berkat tambahan minus 400% dari kemampuan Uriel, jika di tambah dengan daya hancur yang lebih dari 3000% sekaligus dan merenggut nyawa mereka dan merugikan negara juga, lebih baik membuat mereka tidak sadarkan diri saja sudah cukup memberi pelajaran kepada mereka." jelasnya membuat Andryan menggaruk belakang kepalanya, lalu mengacak rambutnya.

" Okay, okay. I understand." ucapnya mengalah, terlihat Naruto yang tersenyum lega mendengarnya, begitupula Bahamut, Asmodeus, Diablos, Michael, Raphael, Uriel dan Apocalypse tertawa mendengarnya.

" Dengar itu, jangan terlalu nafsu mengalahkan seseorang, little Ryan." kata Asmodeus di sela-sela tawanya.

" Mereka hanya menguji kalian berdua, tidak perlu sampai membunuh mereka, little Ryan." kata Michael yang sudah menghentikan tawanya, terlihat Ryan menghempaskan tangannya ke bawah.

" Bah! Kalian selalu saja menganggu kesenanganku!" ucapnya kesal. Suasana yang sebelumnya gelap gulita perlahan-lahan menghilang, memperlihatkan langit biru jernih dengan sinar mentari yang bersinar begitu cerah. Andryan melepaskan kemejanya, memperlihatkan tubuh atletis terlatih kepada dunia, berjalan mendekati Naruto, menatap ke arah pemuda itu.

" Let's back. I'm very bored now and damn sleepy." ucapnya membuat Naruto tersenyum maklum, mengangguk paham. Andryan mengambil ancang-ancang, melompat berputar ke atas, lalu mendarat tepat di atas kepala Bahamut dengan kedua tangannya dimasukan ke dalam kedua saku celananya. Menatap ke arah Bahamut, terlihat naga iblis itu mengangguk ke arahnya, kemudian menyodorkan tangan kanannya di depannya, terlihat telapak tangannya terbuka.

" Kemari little Naru, tidak mungkin bukan jika Brother Michael harus menggendongmu?" candanya membuat Naruto terkekeh pelan mendengarnya, mengangguk. Pemuda itu lalu naik ke atas telapak tangan besar naga itu, lalu menatap ke arah para guru yang tersisa.

" Hasilnya akan kami terima besok, benar? Jika begitu, kami permisi dulu." pamit Naruto hormat, lalu kedua sayap baja Bahamut mengepak sekali, membawa tubuh besarnya terbang ke atas, diikuti Michael, Uriel, Raphael, Asmodeus, Diablos dan Apocalypse.

" RYAN! NARU! KALIAN AKAN KEMBALI!" teriak Olivie di panggung penonton, membuat Bahamut membalikkan tubuhnya, dimana Naruto menatap ke arahnya.

" OLIVIE! BARACK! KAMI KEMBALI DULU! RYAN KATANYA SUDAH BOSAN DAN INGIN ISTIRAHAT!" balas Naruto berteriak, terlihat Olivie yang sedikit merajuk mendengarnya.

" RYAN! DASAR PEMALASSSS! APA KAMU TIDAK INGIN MELIHAT PERTARUNGAN INDAHKU!" teriak Olivie kesal, sedangkan Ryan yang ada di atas kepala Bahamut hanya membuang muka, tidak mempedulikan perkataan gadis itu.

" Let's move!" kata Andryan kesal, terlihat Bahamut terkekeh mendengarnya.

" You never change, little Ryan." kata Bahamut sedangkan Ryan hanya terdiam mendengarnya.

" HE kita ini selalu saja cepat bosan. Tapi aku bingung kenapa dia tidak bosan dengan little Naru. Apa mungkin little Naru adalah jodohnya?" celotos Asmodeus asal, terlihat Andryan langsung tersedak mendengarnya, membuat mereka tertawa melihat sikap pria tampan itu, kemudian pergi meninggalkan arena pertandingan dan menunggu hasilnya esok.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC