Sometimes home is not four walls. Sometimes it is two eyes and a heartbeat.
Baekhyun tak tahu apa yang merasuki Sehun hingga ia bisa mengambil keputusan seperti itu. Memutuskan Lu Han adalah hal terakhir yang Baekhyun ingin Sehun lakukan, karena dari awal, dia percaya bahwa Lu Han berada di tangan yang tepat.
Namun nyatanya ia salah.
Sehun tetaplah Sehun yang pengecut dan gegabah.
Baekhyun masih ingat saat mereka duduk di bangku SMA, Sehun adalah anak yang populer dan banyak digemari wanita. Dua dari mereka adalah Jinri dan Soojung. Baekhyun masih sangat ingat, bagaimana dulu pada suatu hari, Sehun berlari padanya, bercerita dengan nada penuh semangat dan kebahagiaan luar biasa bahwa Soojung menyatakan cinta padanya.
Dilain sisi, Jinri juga memendam rasa padanya. Semua orang tahu hal itu kecuali Sehun sendiri. Karena menurut Sehun, hubungannya dengan Jinri hanya sebatas teman masa kecil, tak lebih dari itu.
Baekhyun masih ingat bagaimana hari di mana Sehun dan Soojung mulai berpacaran, Jinri menangis di kamar mandi sekolah, mengunci diri di toilet paling ujung hingga sahabatnya, Luna, harus meminta tolong pada Baekhyun dan Jongin untuk mendobraknya.
Keesokan harinya, sekolah gempar mendapati berita bahwa Jinri dilarikan kerumah sakit karena terlalu banyak menenggak obat penenang. Kala itu Baekhyun dan Chanyeol berlari mencari Sehun, hingga akhirnya ia menemukannya sedang bersama dengan Soojung di taman sekolah. Baekhyun meminta Chanyeol untuk menemani Sehun (yang saat itu tak tahu apa-apa) pergi ke rumah sakit di mana Jinri dirawat, sementara Baekhyun ingin berbicara sebentar pada Soojung.
Kala itu Baekhyun berdiri tepat di depan Soojung, matanya memerah karena amarah dan napasnya seolah tersangkut di tenggorokan. Ia mengepalkan tangannya hingga kuku jarinya memutih, namun ia tak peduli.
Saat itu Baekhyun bertanya dengan nada getir dan pahit, bertanya mengapa Soojung tega melakukan hal itu pada Jinri, Baekhyun tahu jika Soojung tahu benar bahwa Jinri mencintai Sehun, sangat sangat mencintai Sehun karena Soojung dan Jinri adalah sahabatnya. Namun di akhir cerita, Soojung lebih memilih untuk menghancurkan perasaan Jinri dengan menyatakan cintanya pada Sehun.
Saat itu, dengan tegas Soojung menjawab, "Antara Jinri dan Sehun tidak ada hubungan apa-apa, lalu mengapa kau repot-repot menuduhku 'mengambi' Sehun dari Jinri? Seolah-olah. Kau harus tahu, Byun, jika Jinri bukanlah siapa-siapa. Dia boleh menganggapku sahabat, tapi dalam urusan cinta, harus ada satu yang dikorbankan, dan itu adalah dia.
Karena semua orang tahu, jika pada akhirnya, akulah yang akan jadi pemenangnya."
Semua orang tahu jika Jinri dan Soojung adalah dua wanita yang selama ini banyak disukai semua pria. Baik keduanya memiliki sifat dan talenta yang berbeda. Jinri dikenal sebagai perempuan baik dan polos, yang akan selalu ada untukmu walau kau meneleponnya dan menyuruhnya menjemputmu pukul dua dini hari. Dia termasuk siswi yang pintar, tak pernah lepas dari tiga besar siswa terpandai di sekolah. Wajahnya yang cantik dan kepribadiannya yang menarik membuat semua orang, bahkan para guru, menyukainya. Pembawaannya hangat, dan hal itu seting dibanding-bandingkan dengan Soojung.
Soojung adalah tipe perempuan yang ingin kaujadikan kekasih, tapi untuk dijadikan istri dan teman hidup, semua akan memilih Jinri. Soojung adalah perempuan cantik dengan paras anggun namun perangainya dingin. Ia mungkin tak sepintar Jinri, tapi orangtuanya yang kaya bisa melakukan semuanya, tak terkecuali mendaftarkannya untuk mengikuti program kuliah di luar negeri.
Semua orang mengidolakan Jinri untuk dijadikan teman, dan memuja Soojung untuk dijadikan teman ranjang.
Dan Soojung tak suka itu.
Semua orang selalu membandingkannya dengan Jinri. Jinri ini, Jinri itu. Ia muak, ia bosan.
Maka saat ia tahu jika sang sahabat mencintai seorang lelaki di kelas sebelah, ia takkan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
Semua orang memang mengidolakan Jinri, tapi Soojung akan selalu jadi nomor satu jika urusan pacaran dan asmara.
Dengan fakta bahwa Jinri telah menyukai Sehun selama lima tahun membuat Soojung semakin yakin bahwa ini saatnya ia membuktikan pada Jinri dan lainnya bahwa dialah orang yang pantas mereka elu-elukan, bukan Jinri.
Lalu Soojung menyatakan cintanya pada Sehun.
Bodohnya Sehun, ia tak tahu jika alasan Soojung sebenarnya hanya untuk sebuah pembuktian ego.
Baekhyun mencoba menerangkan pada Sehun akan hal itu setiap hari, setiap detik selama ia bisa, namun setelah Sehun dan Soojung menjadi sepasang kekasih, Sehun selalu berlagak tuli.
Bahkan ia, dengan bodohnya, bilang bahwa Soojung lebih baik dari Jinri, karena ia pikir Jinri sengaja mencari perhatiannya dengan berpura-pura overdosis.
Hari di mana Sehun berkata demikian adalah hari di mana Bakehyun, pertama kalinya dalam sejarah, menampar Sehun.
Baekhyun baru sadar kala itu bahwa Oh Sehun adalah pemuda paling buta dan bodoh.
Hari berlalu, dan semua orang melupakan kejadian Jinri. Sebulan kemudian, pihak sekolah mendapat kabar bahwa orang tua Jinri akan memindahkan anaknya untuk sekolah ke luar negeri.
Sehun, masih dengan otak tololnya, tak ambil pikir dengan hal itu.
Suatu saat di antara waktu-waktu yang mereka jalani bersama, Soojung menyadari satu hal.
Bahwa lamat-lamat, ia mulai menyukai Sehun.
Namun keadaan makin buruk saat mereka berada di tingkat dua, di mana saat itu ayah Soojung memutuskan bahwa ia akan memindahkan Soojung ke Paris, Perancis. Ayahnya akan membuka bisnis baru di sana, dan ia ingin agar kelak anak semata wayangnya bisa bersekolah mode di Paris, makanya ia harus memindahkan Soojung sesegera mungkin kesebuah sekolah elit yang memiliki koneksi bagus ke universitas mode tersebut.
Awalnya Soojung menolak, karena ia yakin bahwa ia sudah mulai mencintai Sehun begitupula sebaliknya. Ia takkan mau meninggalkan apa yang baru saja hadir di hidupnya.
Namun ayahnya lebih kejam dari apa yang ia perkirakan.
Maka di sebuah bulan di musim semi, Soojung terpaksa pindah ke Perancis, meninggalkan Sehun tanpa penjelasan akan kapan mereka bisa bertemu lagi.
Dan yang Baekhyun sesalkan adalah, sampai akhir hubungannya dengan Soojung, Sehun tak pernah tahu kebusukan mantan pacarnya tersebut.
Bahwa ia hanyalah ular yang hanya menginginkan atensi orang-orang.
Namun Baekhyun buru-buru bersyukur karena setidaknya, Sehun tak bersama dia lagi.
Saat dia mendengar kabar bahwa Sehun akhirnya memiliki kekasih lagi, dan orang itu adalah tak lain tak bukan Lu Han, Baekhyun menghira bahwa kali ini Sehun bukanlah Sehun yang tolol dan idiot lagi.
Setidaknya kali ini, ia tahu jika baik Sehun maupun Lu Han tengah berada di dalam hati orang yang tepat.
Namun lagi-lagi Baekhyun harus kecewa.
Setelah Sehun menerima dan menandatangani beasiswa ke Paris, ia tahu jika hal paling benar bagi hubungannya dengan Lu Han adalah putus.
Karena ia tahu hal ini akan terjadi.
Karena ia tahu cepat atau lambat, Sehun akan memilih Soojung, masa lalu yang dengan kejam menjebak dan meninggalkannya begitu saja, dibanding Lu Han, pemuda yang tak punya apa-apa kecuali hati selembut kapas yang akan selalu mencintainya tanpa syarat.
Baekhyun tak pernah sekecewa ini dengan seseorang.
Ia menatap sosok di depannya dengan pandangan kasihan, seolah-olah karenanya lah Lu Han jadi begini. Lu Han sedang mengemasi beberapa lukisan yang akan dia titipkan pada Baekhyun untuk ditaruh di pameran Paris. Tangan kecilnya bergerak lincah membersihkan beberapa debu dan kotoran yang menempel, dan Baekhyun mengernyit menatapnya.
"Kau ingin mengirim lukisan lama?"
Lu Han menoleh kearah Baekhyun dan perut Baekhyun jatuh seketika saat ia melihat bagaimana sinar kecewa di mata Lu Han.
"Masih baru," katanya. "Memang kusiapkan untuk hal seperti ini, namun rupanya karena aku tak pernah bersih-bersih, jadi kelihatan usang."
Baekhyun mengerutkan keningnya bingung. "Hal?"
Lu Han masih melanjutkan aktifitasnya, tangannya terus bergerak lincah mengusap beberapa lukisan yang ada di sana, seakan-akan ingin menunjukkan pada Baekhyun sesuatu.
Jawaban Lu Han selanjutnya membuat hati Baekhyun ikut sakit, dan nyeri di dadanya melebar seakan tengah dibius dan diracun.
"Hal seperti ucapan selamat tinggal untuk Sehun-ku."
Hening merajai ruangan tersebut dan Baekhyun merasa begitu sakit melihat Lu Han, tak seperti kelihatannya, bahkan sudah tahu jika sebuah akhir akan menghampiri kisah cintanya sendiri.
"Baekhyun," panggil Lu Han lirih. Suaranya terdengar begitu lemah dan lelah, dan Baekhyun tak punya nyali untuk menyahutnya.
"Bukankah sebuah kebetulan yang indah namun juga miris, jika acara pameran yang akan kautangani di Paris, memiliki tema cerita yang pas untuk kisahku?"
Baekhyun diam membisu, tak kuasa menuturkan satu silabelpun dari mulutnya.
Suara Lu Han masih sama, lembut namun terdengar begitu hancur. Suaranya masih di sana, namun resonansi suaranya begitu jauh seakan mencoba untuk meraih Sehun di seberang sana.
"Karena memang benar, Baekhyun. Jika kisah cintaku lebih manis jika dibaca dari belakang."
tbc
a/n : what... I think I'll have this piece of shit in a hiatus mode so why am i updating this...
brief explanation tentang masa lalu soojung-sehuna. jinri tidak akan muncul di masa depan, tenang aja.
chapter depan benar-benar baekhyun yang akan ke paris. sueeerrr deeeh. i have no life so i write this im sorry i cant help myself.
i love home so much i cannot let this be in a hiatus mode.
i love you all so much i cant let you wait any longer.
i love myself so much i cant stop writing this fanfic though this sucks lololol im craezie
