Chanyeol berjalan mendekati pintu kamarnya. "Aku pulang." Sebuah suara riang khas kekasihnya memasuki gendang telinga Baekhyun. Kekasihnya memasuki kamar dengan langkah yang penuh semangat. "Chaaa..." Chanyeol mengarahkan tangannya pada Baekhyun yang berisi sebuah kotak pizza ukuran mini. "Jangan mendekatiku." Itulah kalimat yang didapatkan oleh Chanyeol setelah menunggu sekitar sepuluh detik. "Apa maksudmu, Baek ? Apa aku telah melakukan kesalahan ?" Tanya Chanyeol dengan nada bersalah walaupun ia masih belum mengerti dimana letak kesalahannya. Tapi Baekhyun tak kunjung menjawab pertanyaan dari kekasihnya itu. "Apa kesalahanku kali ini, Baekhyun ?" Tanya Chanyeol sambil menaruh kotak pizza di meja kecil sampingnya lalu memfokuskan dirinya pada pria mungil di depannya. "Kau mau menjelaskannya padaku ?" Tanya Chanyeol lagi sambil menatap wajah kekasihnya yang memancarkan kesedihan di matanya. Tatapannya terlihat sayu dan lelah seperti orang yang bekerja lembur. "Baiklah. Aku akan merenungkan diri untuk mengetahui kesalahanku." Kata Chanyeol lagi lalu mengusap pelan rambut kekasihnya dan mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar. "Apa kesalahan yang telah kulakukan tanpa sepengetahuanku ?" Chanyeol bergumam sambil berjalan menuju sofa yang terdapat televisi menyala di depannya. "Sehun-ah. Kau tahu apa yang membuat Baekhyun marah ?" Tanya Chanyeol setelah menempatkan diri di sofa samping Sehun. Lalu menyamankan posisinya di sana sambil terus berpikir dimana letak kesalahannya. Sedangkan Sehun yang ditanya hanya menarik napas lalu membuangnya perlahan tanpa ada niat untuk memberikan jawaban pada Chanyeol. "Saat bangun tidur aku telah membangunkannya dengan pelan lalu mengecup pipinya saat dia bangun. Dan setelah ia mandi aku memuji dirinya. Lalu saat dia memasakan sarapan untukku, aku sudah memuji masak--" "Roti gosong dengan telur rasa garam maksudmu ?" Sehun memotong perkataan Chanyeol dengan sedikit berdecih. "Ya. Tapi itu lumayan dibandingkan hari sebelumnya." Chanyeol langsung menjawab pertanyaan Sehun dengan nada tinggi. "Lalu sebelum berangkat aku sudah mengecup keningnya. Dan setiap dua puluh menit sekali, aku selalu mengirimkan pesan untuknya. Aku juga sudah membelikan pizza sesuai pesanannya." Chanyeol masih terus bergumam sambil menghitungnya dengan jari tangannya. "Lalu..." Chanyeol bergumam dengan berpikir sekeras mungkin untuk mendapatkan jawabannya. "YA TUHAN." Chanyeol berteriak dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya. "Kau sudah tahu apa kesalahanmu, hyung ?" Sehun bertanya setelah mendapati Chanyeol memukul kepalanya sendiri. "Ya. Sepertinya aku akan dibuang." Chanyeol menjawab sambil menatap sedih ke arah Sehun. "Memangnya apa kesalahanmu ?" Tanya Sehun yang masih penasaran. "Sepertinya aku lupa mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar." Jawab Chanyeol dengan nada yang amat frustasi sambil terus memukul kepalanya. "Tapi sepertinya bukan itu kesalahanmu, hyung." Ujar Sehun tiba-tiba, membuat Chanyeol menghentikan tangannya untuk memukul kepalanya sendiri lalu menoleh ke arah Sehun. "Kau lihat memar di kakiku ini ?" Tanya Sehun yang di jawab dengan sebuah gelengan pelan dari Chanyeol. "Memar ini dibuat olehnya, hyung. Kau tahu kenapa ? Tadi siang dia menonton drama kesukaannya. Pemeran utama pria tiba-tiba saja memutuskan kekasihnya yang sudah lima tahun berpacaran. Lalu dia malah menikah dengan gadis yang lebih cantik dibandingkan kekasihnya dulu. Dan itu adalah ending-nya. Lalu saat aku berjalan mendekatinya untuk duduk di sofa sampingnya, dia tiba-tiba saja menendang kakiku yang seksi ini." Jelas Sehun lalu mendapat tanggapan dari Chanyeol, yaitu sebuah anggukan tanda mengerti. "BYUN BAEKHYUN. SEBAIKNYA KAU BERHENTI MENONTON DRAMA SEPERTI ITU. DAN SEBAIKNYA KUBAKAR SAJA STASIUN TELEVISI YANG MENAYANGKAN DRAMA ITU." Chanyeol menggeram dengan sangat keras sambil berjalan ke arah kamarnya. "DIAM KAU." Tiba-tiba Baekhyun keluar dari kamar dan mengucapkan kata 'diam kau' sambil mendelik.
-END-
Makasih buat twilightside dan ParkNada yg udh mau review... chu~chu~~
