FOR YOU
Cast :
Jeon Jungkook,
Kim Taehyung,
BTS Member and others
Pairing :
KookV !
Genre :
Drama, Romance, Family
Rated : M (may be ^_^)
Author : Taejeon (92L)
Warning ! Namja x Namja, Yaoi, Typo Bertebaran
-check disc out-
DL!DR!
Preview
"Aku membenci mu hikss Jeon hikss Jungkook, sangat hikss membenci mu"
"Jungkook"
.
.
Chap 3
Selamat Membaca ^_^
.
.
.
.
"Hai Taehyung-ah" seorang namja dengan senyuman kudanya datang menghampiri Taehyung yg sedang duduk ditaman belakang kampus, merangkul tubuh Taehyung dan duduk disebelah Taehyung
"apa ada sesuatu yg terjadi Taehyung-ah?" tanya namja ini sambil memperhatikan wajah Taehyung yg terlihat tidak bersahabat,
"banyak yg terjadi, dan aku tidak akan menceritakannya pada mu Hoseok hyung" Taehyung menarik tasnya yg berada disisi lainnya dan pergi meninggalkan Hoseok yg masih bingung dengan sikap Taehyung,
"ada apa dengan bocah itu?" Hoseok masih memperhatikan Taehyung yg sudah menjauh dari pandangan matanya.
.
Other side
"apa kau akan ikut malam ini Kook-ah?" seorang namja pendek duduk disebelah Jungkook, meletakkan nampan yg berisi makan siang diatas meja, mengambil sumpit yg dibelahnya dua, mengaduk ramen yg dibawanya dan melahap ramen itu,
Namja pendek atau Park Jimin ini adalah sahabat baik Jungkook, karena Jungkook mempunyai otak genius, jadi waktu sekolah menegah dulu ia sempat dua kali naik tingkat, sekelas dengan Jimin di semester terakhir dan berteman baik hingga menjadi mahasiswa seperti sekarang,
Jungkook mengambil jurusan Bisnis karena tuntutan sang appa yg akan menjadikanya penerus perusahaan JJ Corp, perusahaan otomotif ternama dikorea selatan, dan Jimin mengambil jurusan seni karena bisnis bukanlah gayanya.
"mungkin aku akan ikut hyung, kau tahukan aku bosan di apartemen sendiri" ucap Jungkook tanpa memutuskan pandangannya melihat layar smartphonenya,
kalau kalian ingin tahu Jungkook tinggal sendiri di apartemen mewahnya dan tentu dengan pengawasan sang appa dan sang eomma.
Orang tuanya selalu berkunjung atau meneleponnya mengingat Jungkook adalah anak tunggal dikeluarga Jeon Junghan dan Jeon Meu Ri.
"makanya cepat cari kekasih" Jimin menjeda ucapannya, menatap Jungkook yg duduk disampingnya,
"bukannya banyak yeoja yeoja yg menginginkanmu menjadi kekasih mereka, jadi kenapa kau tidak memilih diantara mereka yg akan menjadi kekasih mu" Jungkook mengalihkan tatapannya dari smartphone ditangannya, menatap Jimin malas,
"bukannya kau tahu jawaban ku hyung" dapat Jimin lihat dengan jelas wajah jengah yg ditunjukkan Jungkook kepadanya,
"aku tahu 'mereka hanya menginginkan harta ku dan wajah ku' kau selalu berkata seperti itu setiap kali aku bertanya, dan aku sangat tahu" Jimin memutar bola matanya 'malas'
"baiklah hyung aku duluan, aku ada kelas 10 menit lagi" Jungkook berdiri dari duduknya, menyandang tas dipunggungnya,
"hubungi saja aku nanti dimana tempatnya" menepuk pundak Jimin yg hanya dibalas dengan anggukkan dari Jimin, menghilang dibelokan pintu masuk kantin kampus,
.
.
.
"hyung, kita jadi ke klub kan malam ini?" suara nyaring Jimin seketika membuat suasana ruang latihan dance menatap kesal ke arahnya,
"yak! Park Jimin, bisa tidak jangan berteriak didalam ruangan, kau tau, suara mu bisa memekakkan gendang telinga ku dan yg lainnya" kesal Hoseok ke Jimin
"maafkan aku Hoseok hyung" ucap Jimin sambil memperlihatkan gigi rapinya dan menunjukkan eyes smilenya,
"jadi bagaimana hyung? jadikan malam ini kita ke klub?" Jimin mengikuti Hoseok yg berjalan ke sudut ruangan tempat tasnya diletak,
"tentu kita jadi ke klub" Hoseok mengambil botol air yg berada disamping tasnya, meneguk air itu hingga setengah,
Kalau kalian bertanya bagaimana mereka saling kenal, itu karena Hoseok adalah senior Jimin, dan mereka cukup dekat karena sama sama mengambil jurusan seni dan menyukai dance, sama sama terlibat dalam kompetisi dance yg di adakan tahun lalu di kampus dan setelah itu menjadi dekat,
"apa Taehyung akan ikut hyung?" Jimin mendudukkan dirinya duduk disamping Hoseok yg lagi membaringkan tubuhnya di lantai yg dingin itu,
"Taehyung pasti ikut" Hoseok memijit mijit pelipisnya sedikit,
"dan kali ini apa yg kau katakan hyung kepadanya" Jimin berjongkok dan mencoba meregangkan otot otot di lututnya, melakukan pemanasan sebelum melakukan latihan dance,
"aku hanya mengancamnya sedikit dan dia menyetujui keinginan ku"
"ancaman?" Jimin menatap Hoseok dengan alis yg berkerut 'bingung'
"hanya mengatakan kalau aku tidak akan berteman dengannya lagi, kalau sampai dia tidak datang ke klub malam ini, kau tau kan, tidak ada yg menyukai dia di kampus ini kecuali aku dan kau" tatapan wajah Hoseok berubah sedikit sendu,
Hoseok tentu sangat ingat bagaimana semua siswa menatap Taehyung dengan tatapan jijik atau apalah, sebenarnya desas desus tentang Taehyung yg memiliki eomma seorang namja entah bagaimana bisa menyebar di seluruh kampus, pada hal kalau dipikir mereka kan hanya tahu bahwa baekhyun eomma angkatnya Taehyung.
"aku sangat tau itu hyung" Jimin menghentikan kegiatan dirinya dari acara pemanasan dan menatap kearah sepatunya,
Desas desus tentang Taehyung sudah menyebar tahun lalu, tapi berdampak sampai sekarang, Taehyung tidak pernah mengambil pusing tatapan orang orang yg menilai dia seperti apa, yg terpenting bagi Taehyung bahwa masih ada Hoseok dan Jimin yg selalu berada didekatnya, itu sudah cukup bagi Taehyung.
Jung Hoseok adalah sepupu Taehyung sekaligus sahabatnya, Park Jimin sahabat kecil Taehyung waktu dibusan, dan dipertemukan kembali ketika masuk kuliah, tapi berbeda jurusan, Taehyung mengambil Jurusan sastra.
Kalau kalian bertanya tentang Jungkook, apa dia tau tentang Taehyung, jawabannya tidak, Jungkook memang pernah mendengar bahwa ada seorang namja yg mempunyai eomma seorang namja, tapi karena Jungkook orangnya cuek dan masa bodoh dengan sekitarnya, jadi Jungkook tidak tau dengan pasti siapa orang itu.
.
.
.
Taehyung sangat benci berada ditempat seperti ini, rasanya Taehyung ingin segera mengubur hidup hidup Hoseok yg dengan seenaknya mengancam Taehyung kalau dia sampai tidak datang dan ikut bergabung di klub, parahnya ini adalah klub sang eomma.
Kekesalan Taehyung semakin bertambah dengan seorang namja yg duduk disampingnya sekarang, namja brengsek yg sudah melecehkan Taehyung beberapa hari yg lalu, namja brengsek yg ingin Taehyung kubur hidup hidup bersama Hoseok sekarang juga.
"ayolah Tae, nikmati suasana disini, kau tau hanya orang bodoh yg tidak suka pergi ke klub yg katanya surga dunia anak muda" Jimin sedikit berteriak ke arah Taehyung yg duduk didepannya, mengingat ini lagi didalam klub, dan suara musik yg dinaikkan sampai volume teratas, yg bisa memekakkan telinga, kedua tangan Jimin naik keatas, mengikuti alunan musik yg sedang berlangsung,
"ck! Apanya yg surga dunia, ini melebihi neraka dunia buat ku" gumam Taehyung pelan, tapi masih bisa didengar Jungkook yg berada disampingnya,
ya . . orang brengsek yg dimaksud Taehyung tadi adalah Jungkook, Jungkook menarik sudut bibirnya 'tersenyum' dan meminum cocktail yg beralkohol sedang ditanganya.
Jungkook sudah terbiasa dengan minuman yg beralkohol seperti ini, dan ini tidak akan membuat dirinya mabuk, salahkan Park Jimin yg selalu mengajaknya ke klub dan menikmati alkohol setiap berada disini, walaupun Jungkook sering ke klub tapi dia paling tidak suka di dekati yeoja yeoja jalang yg selalu merayunya.
Jungkook akan segera menyuruh yeoja yeoja itu menyingkir dari hadapannya.
"sayang apa kau ingin menari dengan ku? atau kau ingin minum sesuatu?"
"berhentilah merayu ku Park Pendek Jimin, lebih baik kau ambilkan aku minuman" ucap seorang yeoja kepada Jimin, Jimin merangkul pundak yeoja itu, yeoja itu menyingkirkan tangan Jimin yg merangkul pundaknya dengan sedikit kasar,
"hei! Berhentilah memanggil ku pendek! Aku hanya beda beberapa centi dari Hoseok hyung" ucap Jimin tidak terima,
"wow wow wow, kenapa aku dibawa bawa dalam pertengkaran kalian" Hoseok meletakkan gelas yg dipegangnya ke atas meja yg berada didepannya,
"Jimin-ah, lebih bagus kau ambilkan minuman untuk Taehyung dan Hani" lanjut Hoseok menatap Jimin, Jimin memutar bola matanya malas, malas karena akan mengambil minuman untuk Taehyung,
Taehyung hanya mengangguk anggukkan kepalanya, setuju dengan apa yg dibilang Hoseok,
"baiklah baiklah, akan aku ambilkan, tunggu sebentar ya sayang, oppa ambilkan" Jimin mencolek dagu Hani sekilas, dan berjalan menuju meja bartender, Hani berdecih sebal dengan kelakuan Jimin, pasalnya Jimin selalu mengganggunya dimana saja, tidak dikampus tidak juga diluar kampus.
Jimin memang berulang kali mengutarakan perasaannya ke Hani, dan Hani selalu menolaknya berualng kali juga.
Kalau boleh jujur, sebenarnya Hani tidak mau ikut gabung pergi ke klub, tapi karena Hoseok yg mengajaknya tentu Hani tidak bisa menolaknya, Hani itu menyukai Hoseok dari awal pertolongan Hoseok kepadanya. Hoseok membantu mengajari Hani bagaimana dance yg benar benar menjiwai setiap gerakan. Dan tentu itu perasaan sepihak karena Hoseok yg tidak menyadari perasaan Hani kepadanya.
Posisi duduk mereka melingkar, dipinggir sebelah kiri ada Hyeri teman sekelas Hani, disampingnya ada Mark teman sekelas Hoseok, Jungkook, Taehyung, Naeun teman sekelas Hani, Hoseok, Hani, dan Jimin diujung sebelah kanan.
.
.
"orange jus satu dan segelas wine" ucap Jimin yg langsung dikerjakan bartender dihadapannya, menunggu dengan mengetuk ngetukkan jarinya di meja bartender sambil menikmati musik.
"ini dia, segelas orange jus dan segelas wine" bartender itu memberi nampan yg berisi pesanan Jimin, beralih ke sebelah Jimin, karena ada yg ingin memesan juga, Jimin memutar kepalanya, melihat kearah teman temannya yg masih sibuk mengobrol, menampilkan smriknya yg tipis, beralih ke dua gelas yg ada dihapannya, merogoh saku celananya mengambil sesuatu yg sudah disiapkannya sebelumnya,
"setelah meminum ini kau akan memohon dan meminta ku memuaskan mu" gumam jimin sambil mencampurkan serbuk putih kedalam salah satu gelas, mengaduknya dengan jari tulunjuknya, mengambil dan membawanya ke meja teman temannya berada.
"kau mau menari dengan ku Hyeri-ah?" ucap Mark sambil memberikan tangan kanannya, yg disambut dengan anggukkan malu malu dari Hyeri, Mark memberi kode ke Hoseok bahwa dia akan bergabung ke kerumunan untuk menari dengan Hyeri, yg dibalas acungan jempol dan gerakan mengusir dari Hoseok ke Mark,
"Cha . . ini dia minuman datang" Jimin datang dengan membawa dua gelas minuman yg berbeda, tangan Jimin yg ingin mengambil orange jus untuk Hani kalah cepat dengan tangan Taehyung yg langsung menyambar orange jus itu,
Jimin yg ingin protes ke Taehyung harus meneguk salivanya dengan kasar melihat Taehyung yg langsung meminum orang jus itu sampai kosong tak tersisa,
"heii tae, ada apa dengan mu?" ucap Hoseok setelah Taehyung meletakkan gelas kosong di meja,
"aku benar benar ke hausan hyung, dan aku tau si Park Pendek Jimin ini pasti akan memberi ku gelas yg berisi alkohol itu" dan Jimin mengutuk kebodohannya karena memesan wine untuk Taehyung, yg jelas jelas Taehyung tidak menyukainya sama sekali,
"Jimin pabbo, kenapa kau memesan wine tadi, dan lihat Taehyung lah yg meminum obat perangsang itu, matilah kau Jimin" batin Jimin mengutuk kebodohannya,
"jangan memanggil ku pendek Tae" Jimin mendaratkan bokongnya duduk disamping Hani,
"Naeun, apa kau mau bergabung kesana dengan ku?" Hoseok menunjuk ke arah kerumunan orang yg sedang menari dibawah sana,
"tentu oppa" jawab Naeun sambil mengedipkan satu matanya, Hoseok menarik tangan Naeun dan berjalan menuju lantai dansa,
"apa kau juga mau bergabung sayang" Jimin menatap Hani, Hani memutar bola matanya malas dan jenggah melihat tingkah Jimin, tapi karena ada Hoseok disana, jadi mau gak mau Hani menerima ajakan Jimin, yg dibalas senyuman lebar dari Jimin. Meninggalkan Taehyung dan Jungkook yg masih betah duduk,
"ap_"
"jangan mencoba mengajak ku, jawabnya sudah pasti tidak!" Taehyung memotong ucapan Jungkook yg ingin mengajaknya bergabung ke yg lainnya,
"baiklah"
"ahh~" Taehyung langsung membungkam mulutnya dengan kedua telapak tanggannya, menggerutuki mulutnya yg tiba tiba menggeluarkan suara desahan,
"ada apa dengan ku, ada apa dengan suara tadi" taehyung benar benar bingung kenapa dia bisa tiba tiba mengeluarkan suara desahan,
"kenapa dengan sentuhan siku bocah brengsek ini membuat ku mendesah" tadi memang setelah Jungkook berucap 'baiklah', siku tangan kirinya tidak sengaja menyentuh lengan Taehyung waktu Jungkook ingin bersender kebelakang,
.
.
Jungkook masih asik mendengar suara alunan musik, sesekali kepalanya mengikuti alunan musik itu dan bersiul siul kecil.
Taehyung semakin gelisah dengan duduknya, kedua tangannya diletakkannya menyilang diantara kedua pahanya, mengepit kuat lenggannya, menaik turunkan kedua pahanya secara bergantian,
"ku mohon seseorang bantu aku, kenapa ini terasa sangat panas" batin Taehyung,
Taehyung menundukkan wajahnya, memejam erat kedua matanya, menggigit bibir bawahnya, keringat dingin sudah bercucur membasahi tubuhnya yg terasa begitu panas, padahal ruangan ini begitu sejuk tadinya,
Jungkook memperhatikan taehyung yg bersikap aneh,
"gwaenchana-yo Taehyung-ah" menepuk pundak Taehyung
"ahhh~~" bukannya menjawab, mulut sialan Taehyung malah mendesah merasakan nikmat sentuhan Jungkook,
Taehyung menutup mulutnya, Jungkook yg jelas jelas tadi mendengar suara desahan Taehyung, membulatkan matanya terkejut,
"kenapa dia mendesah?" batin Jungkook bingung,
.
.
.
.
.
TBC
special terima kasih
Kyunie, yoongiena, lunch27, GestiPark, Park RinHyun-Uchiha
yg sudah memberi review-nya di cerita yg benar benar gaje ini, dan gomawo juga yg udah menjadikan favorite atau yg negfollow cerita ini
aku mencintai kalian :*
gomen kalau banyak typo atau ceritanya yg ngebosanin . .
and gomawo sudah menyempati baca ff ini :*
see yaa . .
