Baekhyun menggumamkan nada-nada lagu dari mulutnya. Tangannya terjulur ke arah lemari yang berisi gantungan baju-baju miliknya. "Dimana ya, jaket kesukaanku ? Sepertinya waktu itu aku taruh di barisan paling depan." Baekhyun menghentikan gumaman nada-nada lagunya kemudian mulai menggumamkan pertanyaan-pertanyaan yang ia lontarkan untuk dirinya sendiri. "Chanyeol. Kau lihat jaket kesukaanku ?" Baekhyun kemudian berteriak sembari menoleh ke arah pintu kamarnya yang terbuka bermaksud agar orang yang berada di luar ruangan dapat mendengar suaranya. "Yang mana, Baek ?" Tanya seseorang yang langkah kakinya mulai terdengar mendekat. "Jaketku." Jawab Baekhyun sambil menatap frustasi ke arah Chanyeol. "Aku tidak melihat jaket atau apapun." Chanyeol menjawab sambil menatap ke arah Baekhyun yang masih terlihat gelisah. "Aku tidak akan pergi jika tidak memakai jaket itu." Ujar Baekhyun dengan bibir yang ia majukan dengan mata yang memancarkan kesedihan. Chanyeol hanya menghela nafas dengan berat. "Tapi aku sudah melakukan reservasi tempat, Baekhyun." Chanyeol berkata dengan nada yang terdengar tegas namun masih dengan tatapan melembut karena takut menyakiti hati kekasihnya yang super sensitif itu. "Aku harus memakai jaket itu jika kita pergi ke sana." Kata Baekhyun lagi sambil memasukan kepalanya ke dalam lemari dan mulai mengeluarkan satu persatu gantungan baju dari lemarinya. Puluhan baju ia buang dengan sembarangan ke lantai. Sedangkan Chanyeol hanya menatap kekasihnya dari jauh tanpa ada niatan untuk membuat kamar mereka lebih berantakan lagi. Hampir dua jam lebih, Baekhyun mencari jaket itu. Entah dengan mengeluarkan semua baju dari lemarinya sendiri ataupun lemari Chanyeol, lalu berpindah pada tempat pakaian kotor yang ia keluarkan semua isinya tanpa di bereskan kembali. Lalu diakhiri dengan dia yang berjalan tak tentu arah di depan kamar. 'Ting Tong' suara bel terdengar di ruangan itu, membuat Chanyeol yang jaraknya lebih dekat dari pintu masuk berniat untuk melihat orang yang membunyikan bel. Setelah melihat orang yang membunyikan bel dari sebuah layar di belakang pintu, Chanyeol segera membuka pintu tersebut sebelum mendengus dengan nada frustasi. "Berapa harganya ?" Chanyeol bertanya dengan suara berat. Lalu segera mengambil uang dari dompetnya setelah mengetahui harga yang telah disebutkan. Chanyeol menerima sebuah barang dari orang pengantar itu. "Apa ini jaket yang kau maksud, Baekhyun ?" Tanya Chanyeol dengan nada frustasi sambil melangkah lemas ke arah pria mungil itu. Tangannya ia julurkan untuk memperlihatkan barang yang baru saja ia terima. "Kau menemukannya dimana, Chan ?" Baekhyun berbalik bertanya sambil berlari ke arah Chanyeol dengan senyum yang mengembang. Baekhyun menjulurkan tangannya lalu membuka bungkusan jaket itu. "Kau yang membawanya ke laundry, Baekhyun." Ujar Chanyeol lalu melangkahkan kakinya ke sofa dekat televisi dengan langkah yang gontai. "Oh, benarkah ?" Baekhyun bertanya dengan tangan yang masih sibuk membuka bungkusan itu dan mulai mengenakan jaket kesukaannya. "Baiklah. Aku sudah siap, Chanyeol." Ujar Baekhyun dengan semangat diikuti senyuman khasnya. "Tapi waktu reservasinya sudah habis, Baek." Ujar Chanyeol sambil menaikan kakinya ke sofa lalu ia segera berbaring. "Apa ?" Baekhyun bertanya dengan wajah tidak percaya. "Kau sudah menghabiskan waktu tiga setengah jam untuk mencari jaket itu, Baekhyun." Chanyeol menjelaskan lalu mulai menutup matanya dan menyamankan posisinya di sofa. "Sudah malam. Lebih baik kau tidur." Ujar Chanyeol lagi yang sudah menutup matanya lalu ditanggapi dengan mulut menganga dari Baekhyun.

-END-

:D Have a great day...

Love you... chu~~

btw, makasih yang gk bosen-bosen buat review...