"Kau sedang mencari apa, Baekhyun ?" Sebuah suara terdengar di telinga Baekhyun yang sedang sibuk memasukan kepalanya di lemari pendingin. Tidak ada jawaban yang terdengar untuk menanggapi pertanyaan yang di lontarkan oleh Chanyeol. Baekhyun masih sibuk mencari-cari sesuatu di dalam lemari pendingin itu dengan tangan yang merogoh ke dalam sana. "Apa yang sedang kau cari, Baekhyun ? Mungkin aku bisa membantumu." Ujar Chanyeol sambil menarik kepala kekasihnya dari dalam lemari pendingin. Wajah kekasihnya yang baru saja ia keluarkan dari lemari pendingin memancarkan kesedihan. Bibirnya ia kerucutkan dengan mata yang berkaca-kaca, sedangkan kakinya ia hentak-hentakan kesal ke lantai. "Ada apa denganmu, Baekhyun ?" Chanyeol bertanya dengan hati-hati karena takut dijadikan pelampiasan atas kemarahan kekasihnya kali ini. Tak ada jawaban lagi. Yang ada ialah Baekhyun yang berjalan tergesa-gesa sambil menghentakan kaki dengan kesal. Air matanya bahkan sudah terjatuh mengalir di pipinya lalu jemarinya segera menghapus dengan kasar. Chanyeol yang bingung dengan keadaan kekasihnya saat ini hanya memilih untuk mengikuti kemana langkah kekasihnya itu pergi. "SEHUN. APA KAU YANG MEMAKAN ES KRIM MILIKKU ? JAWAB DENGAN JUJUR PERTANYAANKU INI." Baekhyun berkata dengan sangat keras saat tiba di dalam kamar Sehun. Sehun hanya menatapnya terkejut sambil menghentikan aktivitasnya yang sedang memainkan ponselnya. Sehun melirik ke arah Chanyeol yang berada tepat di belakang Baekhyun dengan tatapan penuh tanya, tapi Chanyeol hanya menjawabnya dengan sebuah gelengan sebagai tanda sama bingungnya dengan Sehun. "Apa kau sedang membicarakan tentang es krim stoberi yang kemarin kau beli bersamaku ?" Tanya Chanyeol sambil melangkahkan kakinya agar bisa menatap wajah kekasihnya yang sedang terisak itu. "JANGAN KATAKAN BAHWA KAU YANG MEMAKANNYA, PARK CHANYEOL." Baekhyun menggeram, tangannya memukul brutal lengan Chanyeol dengan sangat kuat. Air matanya mulai mengalir lagi pertanda bahwa ia sangat membencinya. "Bukan, Baekhyun. Tolong dengarkan penjelasanku." Chanyeol berkata sambil menghentikan pergerakan tangan Baekhyun di lengannya. Lalu mulai menggenggamnya dengan lembut. "Aku harap kau tidak membenciku setelah ini." Gumam Chanyeol dengan tangannya yang ia ulurkan untuk menghapus air mata Baekhyun di pipinya. "AKU TIDAK MENJANJIKAN ITU, PARK." Baekhyun menepis tangan Chanyeol yang ada di pipinya dan bersiap untuk mendengarkan penjelasan sosok tinggi itu. "Apakah kau ingat kejadian semalam ?" Tanya Chanyeol yang hanya di tanggapi tatapan tidak peduli oleh Baekhyun. "Tadi malam kau sangat lapar dan memilih untuk memakan es krim itu." Jelas Chanyeol dengan singkat lalu dihadiahi dengan mata Baekhyun yang melotot ke arahnya. Bukannya berhenti, tangisan Baekhyun malah semakin menjadi-jadi. Wajahnya bahkan memerah dan mengeluarkan suara tangis yang amat menyedihkan. Chanyeol segera memeluk kekasihnya itu untuk menenangkannya sambil sesekali mengecup kening kekasihnya itu. Sedangkan Sehun hanya menatap geli ke arah pasangan itu lalu tangannya bergerak untuk mengambil earphone yang tergeletak di atas meja kemudian ia sambungkan pada ponselnya.
-END-
Big Thank you to all my readers.
