Baekhyun sedang sibuk mengganti saluran televisi sejak sepuluh menit yang lalu. Jari telunjuk lentiknya masih terus menekan tombol pada remote untuk terus mengganti salurannya. Matanya menatap malas ke arah televisi seolah tak ada semangat. Malam ini drama kesukaannya tidak tayang dan membuat dirinya tidak memiliki kegiatan yang menurutnya penting. Lalu tiba-tiba jemarinya berhenti untuk memegang remote tersebut dan segera meneruhnya di atas meja yang berisi beberapa toples makanan ringan. Tangannya beralih untuk mengambil sesuatu yang tergeletak di atas meja. Mengambil ponselnya untuk mencari suatu hal yang mungkin saja menarik di ponselnya itu. Tetapi saat Baekhyun membuka kuncil layar pada ponselnya yang ia temukan hanyalah pemberitahuan bahwa baterainya sudah habis. "Sialan." Celetuk Baekhyun sambil melempar ponselnya ke arah lantai yang sudah tidak memikirkan lagi apakah ponselnya akan rusak atau tidak. 'Clek' tiba-tiba ruangan menjadi gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Jantungnya mulai berdegup kencang lalu kepalanya mulai ia tengokan ke kanan dan ke kiri karena takut ada sesuatu yang amat ia takuti keberadaannya. Dan yang terakhir ia berteriak dengan sangat keras. "PARK CHANYEOL. TOLONG AKU. AKU HAMPIR MATI DISINI." Teriakannya yang super keras itu langsung membangunkan Chanyeol dari mimpi indahnya. Chanyeol berlari tergesa-gesa untuk mencari kekasihnya yang berteriak memekik seolah menandakan suatu bahaya. Matanya menatap aneh karena mendapati seluruh ruangan tanpa ada sinar saat ia keluar dari kamarnya. "Apa kau ingin memberikan kejutan padaku, Baekhyun ? Tapi sepertinya kau salah tanggal." Chanyeol berkata sambil tersenyum manis yang tidak akan terlihat karena kegelapan yang melanda. "BERHENTI BERCANDA. DAN CEPAT KESINI. AKU TIDAK BISA MELIHAT APAPUN." Baekhyun memekik lagi dengan sedikit rengekan di akhir kalimatnya. Chanyeol yang mendengar kalimat perintah itu segera menerka-nerka dimana keberadaan kekasihnya itu. 'Hap' Chanyeol langsung memeluk sosok yang sedang sejak tadi memekik itu. "Walaupun di sini gelap gulita. Tapi kau tetap saja bersinar dimataku, Baek. Buktinya aku dapat menemukanmu di sini." Chanyeol semakin mempererat pelukannya dan saat merasakan hal itu terjadi, Baekhyun segera menggucangkan badannya untuk melepas pelukan itu. "Maaf. Tapi saat ini, aku sedang tidak membutuhkan bualanmu, Park. Lebih baik kau cari lilin atau senter di lemari." Ujar Baekhyun dengan menatap malas ke arah kekasihnya yang menurutnya agak bodoh itu. "Tapi aku serius, Baekhyun. Dirimu benar-benar memancarkan suatu cahaya sehing--" "Terima kasih, Park. Tapi bualanmu itu bisa kau lanjutkan nanti. Sekarang tolong carilah sesuatu. Aku benar-benar akan mati jika terus-terusan berada di tempat gelap seperti ini." Baekhyun memotong kalimat bualan Chanyeol dengan nada yang amat frustasi sambil memegang kepalanya karena terlalu kesal dengan kelakuan kekasih tingginya itu.
-END-
Luv.. Luv.. :)
