"Chanyeol ?" Baekhyun memanggil nama kekasihnya saat terdengar suara pintu terbuka. Tadi pagi kekasihnya itu pergi dan berkata bahwa akan pulang pada malam hari, tapi mengapa ia malah pulang sore ini ? Entahlah. "Baekhyun." Kekasihnya duduk di samping sofa yang telah terisi Baekhyun lalu Sehun yang sedang tertidur disana. "Apa kau melihat credit card milikku, Baek ?" Tanya Chanyeol setelah duduk di sofa samping Baekhyun tanpa basa-basi sebelum memulai percakapan itu. Baekhyun hanya menatap bingung ke arah Chanyeol yang biasanya setelah pulang dari manapun akan memberikan kalimat-kalimat romantis yang akan membuat Baekhyun merona. Tapi kali ini ia malah langsung ditanyakan dengan pertanyaan yang bersifat seperti dugaan dan tuduhan. Mata Baekhyun mendelik kesal melihat kekasihnya yang hanya diam untuk menunggu jawabannya. "Aku ingat dengan jelas bahwa sebelum aku mandi tadi pagi, aku menaruhnya di dompetku. Tapi sekarang benda itu hilang dan anehnya banyak pesan yang terus-menerus masuk di ponselku." Chanyeol menjelaskan dengan menatap serius ke arah Baekhyun yang masih diam di tempatnya. "Kau pasti mengerti apa isi pesan itu, kan ? Benar. Pesan itu berisi tagihan." Lanjut Chanyeol tanpa ada senyuman manis di wajahnya, membuat Baekhyun menelan ludah dengan wajah gusar. Tiba-tiba tangannya ia arahkan pada Sehun yang sedang tertidur, berniat untuk membangunkannya agar bisa membantunya kali ini. "Apa, Hyung ?" Sehun bertanya dengan nada khas orang bangun tidur. "Kau yang menggunakan credit card milik Chanyeol, kan ? Kau membeli sepatu dan juga topi." Baekhyun langsung berujar dengan nada menuduh, sedangkan Sehun hanya memandangnya aneh. "Mengapa aku ? Tadi hyung yang menawarkanku untuk membeli apapun yang aku inginkan. Jadi kukira kau yang akan membelikannya untukku. Lagipula aku hanya membeli dua barang, sedangkan kau membeli lebih dari sepuluh barang, hyung." Jelas Sehun dengan wajah tanpa ekspresinya, matanya beralih menatap Baekhyun dan Chanyeol bergantian. Setelah mendengar penjelasan yang diberikan oleh Sehun, Chanyeol hanya bisa tersenyum kecut lalu berdiri dan melangkahkan kakinya menuju kamar. "Chanyeol. Kau marah ?" Hanya itu satu-satunya kalimat yang dapat Baekhyun lontarkan setelah tidak bisa mengelak penjelasan dari Sehun. Chanyeol langsung membuka pintu kamarnya dan "INI BAHKAN LEBIH DARI DUA PULUH BARANG, SEHUN." Chanyeol menggeram dari kamar setelah melihat begitu banyak bungkusan yang tertumpuk di atas ranjangnya. Sedangkan Baekhyun hanya bisa menatap Sehun sambil tersenyum pahit.
-END-
Thank you
