FOR YOU
Cast :
Jeon Jungkook,
Kim Taehyung,
BTS Member and others
Pairing :
KookV !
Genre :
Drama, Romance, Family
Rated : M, M-preg
Author : Taejeon (92L)
Warning ! Namja x Namja, Yaoi, Typo Bertebaran
-check disc out-
DL!DR!
.
Chap 7
Selamat Membaca ^_^
.
.
.
.
Jungkook memberitahu kepada kedua orang tuanya terlebih dahulu tentang Taehyung, dan alasan ia ingin menikahi Taehyung, awalnya kedua orang tua Jungkook marah dan kecewa pada Jungkook.
Tapi semua berubah karena Jungkook membawa Taehyung ke Busan dan bertemu dengan kedua orang tuanya di Busan.
Ibu Jungkook yang melihat Taehyung pertama kali langsung berubah luluh hatinya karena tidak menyangka seorang namja bisa semanis itu, Taehyung juga menjaga sopan santunnya didepan orang tua Jungkook yang membuat dirinya dapat nilai plus dari kedua orang tua Jungkook.
Setelah tiga hari mereka di Busan, keluarga Taehyung datang ke kediamannya Jungkook, berbicara masalah Taehyung dan Jungkook, serta tanggal pernikahan untuk kedua putra mereka.
Dua minggu berikutnya Jungkook dan Taehyung melangsungkan pernikahan mereka, tentu pernikahan mereka tidak dilakukan besar besaran, itu permintaannya Taehyung yang tidak ingin kelelahan dalam acara pernikahan mereka, mengingat ia lagi menggandung tiga bulan sebelas hari.
Acara pernikahan hanya dihadiri orang terdekat mereka saja dan tentu Jimin dan Hoseok diundang keacara pernikahan mereka.
.
.
Sekarang Taehyung menjalani harinya sebagai istri seorang Jeon Brengsek Jungkook, dan marganya kini berubah menjadi Jeon Taehyung, mengikuti marga dari sang suami.
Tinggal diapartemen milik Jungkook untuk sementara, karena hadiah pernikahan dari orangtua Jungkook yang berupa rumah minimalis untuk mereka masih dalam proses pendekorasian barang barang.
Jungkook di minta Daehyun bekerja diperusahaan miliknya, menjabat sebagai wakil CEO karena Daehyun yang sering pergi pergi untuk memantau anak perusahaan miliknya di luar kota bahkan negara lain.
Taehyung masih meneruskan kuliahnya walaupun Jungkook melarangnya, Jungkook hanya takut terjadi sesuatu kepada Taehyung dan juga calon bayinya, tapi karena pada dasarnya Taehyung orang yang keras kepala ia tetap bersikeras untuk pergi kuliah.
Jungkook dengan terpaksa mengiyakan permintaan Taehyung, dengan syarat ketika usia kandungannya masuk enam bulan, ia tidak boleh pergi ke kampus atau keluar rumah tanpa ijin darinya, dan Taehyung menyetujuinya.
Sebenarnya dalam pernikahan mereka, Taehyung memberi beberapa peraturan untuk Jungkook, tepatnya tiga hari sebelum acara pernikahan mereka,
.
Flashback On
"kau tau, aku tidak akan pernah menyukai mu, karena kau namja brengsek yang menghancurkan segalanya, menghancurkan impian ku dan merusak segalanya" ucap Taehyung sedikit menekankan setiap perkataanya, menahan amarahnya setiap kali melihat Jungkook,
sekarang mereka berada di apartemen milik Jungkook karena Hae Ri menyuruh Taehyung memberikan kotak makan siang untuk Jungkook,
Taehyung merogoh tas ransel yang tadi dipakainya, mengeluarkan secarik kertas dan meletakkannya diatas meja didepan Jungkook, Jungkook menautkan kedua alisnya bingung,
"kau hanya perlu tanda tangan disini dan disini" Taehyung menunjuk sisi bawah kertas yang bertinta itu dan membaliknya, menujuk sisi lain yang harus ditanda tangani Jungkook,
"tanda tangan? Ini surat apa?" tanya Jungkook ke Taehyung,
"ini surat peraturan yang ku buat untuk kau tanda tangani" jawab Taehyung dengan melipat kedua tangannya didada,
"peraturan? Maksud mu?" Jungkook menarik kertas itu untuk dibacanya,
"oh tidak tidak tidak, kau tidak perlu membacanya, kau hanya perlu tanda tangani saja" Taehyung menarik kertas yang berada ditangan Jungkook,
"bagaimana aku bisa menandatanganinya, kalau aku sendiri tidak tahu apa isinya, aku tidak mau" Jungkook beranjak dari duduknya, berjalan kearah kamarnya
"yak! Siapa yang menyuruh mu masuk kekamar, kau harus tanda tangani ini dulu" Taehyung berjalan terburu mengikuti Jungkook,
"aku tidak mau, kau kira aku mau mengambil resiko tentang peraturan yang kau buat untuk ku" Jungkook membuka lemari pakaiannya, mengambil baju kemeja putih tangan panjang dan mengambil baju rajut berwarna abu abu gelap untuk diperpadukan dengan kemejanya,
"yak! Apa susahnya hanya mencoret kertas ini dengan tanda tangan mu" Taehyung menyerahkan kertas itu dihadapan Jungkook,
"kalau begitu biarkan aku tahu apa isinya" Jungkook merampas kasar kertas Taehyung, membiarkan Taehyung yang bergerutu kesal kepadanya.
Jungkook berjalan ke kasur King sizenya dan duduk ditepian kasur,
Jungkook mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dibacanya, sesekali menatap Taehyung yang berdiri didepannya tidak jauh sambil bersiul kecil dengan matanya bergerak ke kiri dan kanan,
"apa maskud mu dengan -jangan mencampuri urusan satu sama lain-, bukannya kau istri ku nantinya, jadi kenapa aku tidak boleh mencampuri urusan mu"
"karena aku tidak mau kau kekang" jawab Taehyung enteng,
"mencampuri urusan dengan mengekang itu beda!" ucap Jungkook mencoba menjelaskan
"bagi ku itu sama saja" balas Taehyung singkat,
" -jangan melarang ku berhubungan dengan siapa pun, termasuk berpacaran atau bercinta dengan orang lain-?!, apa apaan ini?!" Jungkook berdiri dari posisinya
"kau istri ku, jelas aku akan melarang mu melakukannya bodoh!" sedikit ada nada kesal diucapan Jungkook, Taehyung hanya memutar bola matanya malas,
" -setelah usia anak dua tahun, kita bercerai-, kau gila?! Apa kau kira pernikahan hanya main main?"
"kenapa kau cerewet sekali sih Jungkook, aku hanya butuh tanda tangan dari mu, bukan pertanyaan dari mu, jadi cepat lakukan"
Taehyung menjeda kalimatnya, maju selangkah mendekat ke Jungkook
"apa kau lupa, lupa kalau aku tidak sama sekali menyukai mu" lanjutnya menatap tepat dimata Jungkook,
Taehyung dapat melihat ekpresi terkejut Jungkook dengan ucapannya, tapi hanya beberapa detik, karena setelah itu Jungkook melihatkan ekpresi datarnya ke Taehyung, Taehyung hanya mengerit bingung,
"kalau begitu aku juga punya peraturan untuk mu" Taehyung hanya berkata 'katakan' atas ucapan Jungkook,
"peraturan nomor dua milik mu, kalau kau sampai melakukannya aku juga pasti akan melakukan apa yang kau lakukan" Taehyung hanya mendengus 'terserah, bukan urusan ku'
"aku juga meminta pada mu untuk selalu bersikap sopan didepan orang tua ku, karena aku juga akan melakukan hal yang sama pada orang tua mu, ingat! setiap apa yang kau lakukan, aku akan melakukannya, dan untuk yang ke tiga" Jungkook menjedah kalimatnya,
berjalan kearah nakas disamping kasurnya, membuka laci nomor dua dinakas, mengambil bolpoin hitamnya,
"aku akan menuruti mu, dengan syarat anak kita akan ikut bersama ku" mencoret kertas itu dengan tanda tangannya,
setelah selesai menandatangani Jungkook menyerahkan kertas itu ke Taehyung, yang diambil oleh Taehyung dengan gumaman 'terserah'.
Setelah itu Taehyung berlalu pergi dari apartemen Jungkook.
Jungkook jatuh terduduk ditepian kasur setelah memastikan Taehyung benar benar pergi dari apartemen miliknya,
"ternyata aku benar benar melakukan kesalahan besar padanya, sehingga ia membenci ku seperti ini" monolog Jungkook.
Flashback off
.
.
.
Walaupun Taehyung membenci Jungkook, tapi Taehyung akan ingat kewajibannya sebagai seorang istri, karena perintah dari Baekhyun yang menyuruhnya untuk tetap melayani sang suami apa pun yang terjadi,
dan memang pada dasarnya Taehyung yang selalu menurut apa kata orang tuanya, jadi ia menuruti permintaan orang tuanya.
Taehyung pun menurut atas permintaan Jungkook yang menyuruhnya tidur dikamar yang sama.
"yak! Bangunlah, kau harus pergi kekantor hari ini, bukannya appa sudah meminta mu untuk datang pagi" Taehyung menggoyang goyang tubuh Jungkook yang masih nyaman dengan tidurnya,
"yak! Jungkook! Bangun! Atau aku akan menarik mu" Taehyung memukul mukul punggung Jungkook yang terekspos,
"eugh, lima belas menit lagi Tae" ucap Jungkook dengan suara seraknya, Jungkook semakin mempererat pelukannya pada bantal,
"tidak ada lima belas menit untuk mu, karena kau nanti tidak akan sempat sarapan, jadi cepatlah bangun" Taehyung masih menarik narik lengan berotot Jungkook, meringis pada dirinya sendiri karena tidak bisa menarik tubuh berotot Jungkook sedikit pun,
"kalau kau tidak bangun juga, aku tidak akan memberikan jatah pada mu malam ini" Taehyung melepaskan tarikannya dan duduk disamping Jungkook,
Jungkook yang mendengar tawaran menggiurkan dari Taehyung untuk nanti malam, langsung membuka kedua matanya, bangkit dengan cepat dan duduk dibelakang Taehyung,
"aku bangun dan ku harap kau tidak berbohong" sebenarnya ini adalah senjata ampuh Taehyung setiap kali membangunkan Jungkook yang susahnya minta ampun kalau dibangunkan pada pagi hari,
Taehyung juga tidak perduli kalau Jungkook melakukan 'itu' padanya, karena sesungguhnya Taehyung sangat menyukainya asal itu Jungkook yang melakukannya,
karena Jungkook selalu melakukannya dengan lembut dan penuh dengan hati hati, jadi tidak ada alasan Taehyung untuk menolaknya.
Sebenarnya Taehyung tidak benar benar membenci Jungkook, bahkan Taehyung merasakan perasaan aneh setiap kali bersama Jungkook lebih tepatnya setelah mereka menikah.
Cuma Taehyung hanya terlalu gengsi untuk mengakui perasaannya ke Jungkook.
Dan hal yang selalu menjadi favorite Taehyung ketika Jungkook selalu mengatakan 'aku mencintai mu' padanya setiap saat, diam diam Taehyung tersenyum kecil setiap Jungkook mengatakan itu padanya.
"apa aku pernah berbohong tentang 'itu', aku tahu kau menyukainya setiap kali kita bercinta, dan tidak mungkin aku berbohong kalau nyatanya kau selalu menagihnya setiap malam, jadi cepatlah mandi, aku sudah menyiapkan sarapan untuk kita" Taehyung berdiri dari posisi duduknya dan menatap Jungkook ketika berucap,
"kau tidak ke kampus?" tanya Jungkook dengan turun dari tempat tidurnya,
"aku sudah membuat keputusan, aku tidak akan kuliah sampai anak kita lahir dan sudah bisa ku tinggal" Taehyung berjalan ke arah lemari pakaian mereka, membukanya dan mencari pakaian yang akan dikenakan Jungkook nantinya,
"hari ini aku ingin ke rumah eomma"
"ada apa dengan eommo-nie? Apa eommo-nie sakit?" Jungkook berjalan mendekat ke Taehyung yang masih sibuk mencari baju didalam lemari itu,
melingkarkan kedua lengan berototnya di pinggang ramping Taehyung, mengecup lembut tengkuk Taehyung,
"tidak, eomma baik baik saja, eomma hanya ingin mengajari ku cara memasak, kata eomma ia mempunyai resep baru" Taehyung memutar tubuhnya menjadi berhadapan dengan Jungkook, melingkarkan tangannya memeluk leher Jungkook,
"aku akan mengantar mu sebelum ke kantor" ucap Jungkook yang dibalas anggukkan dari Taehyung,
Jungkook menepis jarak wajah mereka dan menempelkan bibirnya dibibir Taehyung, sedikit memiringkan kepalanya untuk meraup bibir Taehyung dengan posisi yang nyaman,
bahkan tidak ada penolakan dari Taehyung atas ciuman Jungkook, malah Taehyung membalas setiap lumatan dan hisapan Jungkook secara berlawanan.
Dan sepertinya Taehyung benar benar lupa akan kebencian tanpa alasannya selama ini ke Jungkook, melupakan perjanjian yang dibuatnya sendiri untuk Jungkook.
Tentu Jungkook senang dengan Taehyung yang sekarang perlahan menerima dirinya sebagai suaminya.
"aku mencintai mu Jeon Taehyung, bahkan sangat mencintai mu" bisik Jungkook ditelinga Taehyung yang sekarang sudah memerah, setelah berciuman Jungkook masih betah memeluk Taehyung dalam dekapan hangatnya,
"sepertinya aku juga mencintai mu Jeon Jungkook" gumam Taehyung pelan karena masih malu mengungkapkan perasaannya, dan tentu Jungkook bisa mendengarnya.
Jungkook lebih menekan tubuh Taehyung agar semakin rapat didalam pelukannya, tidak sampai membuat Taehyung sesak.
.
.
.
Tepat sembilan bulan tiga hari Taehyung melahirkan seorang bayi laki laki yang beratnya 2.9 kg, lahir dengan keadaan sehat.
Kelahiran putra pertamanya yang disaksikan oleh keluarga, sahabat, dan terutama Jungkook yang sangat khawatir padanya.
Putra pertama yang tampan seperti Jungkook yang di padukan dengan Taehyung,
bentuk kepalanya mengikuti Jungkook beserta bibir tipisnya, bagian mata dan hidung mirip Taehyung, setidaknya itulah kata orang tuanya dan orang tua Jungkook melihat putra mereka, bahkan Jimin dan Hoseok menyetujui pendapat orang tua mereka.
Putra pertama yang di berinama Jeon Tae Oh.
.
.
.
.
.
TBC
Special terima kasih
Kyunie, Jinchanjimin1, utsukushii02, Park RinHyun-Uchiha, Ismafebry,
yg sudah memberi review-nya di cerita yg benar benar gaje ini, dan gomawo juga yg udah menjadikan favorite atau yg ngefollow cerita ini
aku mencintai kalian :*
gomen kalau banyak typo atau ceritanya yg ngebosanin . .
and gomawo sudah menyempati baca ff ini :*
see yaa . .
