Sebuah suara memasuki gendang telinga Baekhyun yang namanya disebut. "Ada kiriman untukmu, Baekhyun." Kyungsoo berujar saat tiba di meja makan sambil membawa sebuket mawar berwarna merah muda. Lalu Kyungsoo memberikannya kepada sang pemilik sambil tersenyum. "Sudah seminggu ini kau mendapatkan kiriman seperti itu, hyung." Kini Sehun yang berujar sambil mengarahkan sendok yang berisi makanan buatan Kyungsoo pada mulutnya. "Orang yang mengirimkannya pasti sangat romantis." Chanyeol yang sejak tadi hanya diam menikmati sarapannya akhirnya mulai bergabung pada pembicaraan. "Hanya orang bodoh yang mengirimkan sesuatu seperti ini." Ucap Baekhyun dengan mata yang menatap sinis ke arah Chanyeol yang duduk di sampingnya. Sedangkan Kyungsoo dan Sehun yang duduk di seberang mereka hanya bisa menatapnya tanpa berniat untuk ikut campur. "Bukankah sudah kubilang ? Kau itu bodoh dalam segala hal. Termasuk dalam berbohong. Tertulis jelas di keningmu bahwa 'aku yang mengirimkan bunga itu untukmu.'" Baekhyun berkata sambil memutar sedikit badannya agar menghadap pada kekasihnya itu. Chanyeol yang mendengar perkataan kekasih mungilnya itu hanya bisa tersenyum ala keledai dungu. Baekhyun bersumpah bahwa ia tidak menyangka bisa menyukai seonggok manusia yang memiliki kebodohan melebihi keledai dalam hal berbohong. Tapi hal itu juga patut disyukuri karena terkadang itu membuat Chanyeol tidak suka berbohong padanya. Bahkan hampir tidak pernah, namun tetap saja Baekhyun selalu memiliki prasangka buruk untuk kekasihnya mengenai rasa cintanya. "Suatu kesialan karena aku begitu mencintaimu, Park Chanyeol." Baekhyun berujar sambil menggenggam sebelah tangan kekasihnya itu sambil tersenyum manis. "Terima kasih. Senang mendengarnya, Byun Baekhyun." Balas Chanyeol lalu menangkup tangan Baekhyun yang sedang mengenggengam sebelah tangannya dengan tangan yang satunya. "Dasar bodoh." Baekhyun mengatakannya sambil menatap jijik ke arah Chanyeol. "Aku juga mencintaimu." Balas Chanyeol yang membuat Baekhyun semakin menatap aneh ke arahnya. "Berhentilah. Kalian menghilangkan nafsu makanku." Sehun bersuara dengan nada yang tersirat suatu rasa iri. "Makanlah dengan tenang." Sambung Kyungsoo yang menatap ke arah Baekhyun, Chanyeol, dan Sehun dengan tatapan mematikannya, membuat ketiganya langsung terdiam dan meneruskan sarapannya. "Mengerikan sekali. Seperti seorang nenek sihir." Celetuk Baekhyun dengan sangat pelan tapi masih terdengar hingga ke telinga Kyungsoo. "Memangnya sekarang dimana orang yang dapat menjinakkannya ?" Chanyeol menambahi perkataan dari Baekhyun yang dilanjutkan oleh gelak tawa kecuali dari Kyungsoo yang hanya berusaha sabar sambil mengelus dadanya pelan.
-END-
