FOR YOU
Cast :
Jeon Jungkook,
Kim Taehyung,
BTS Member and others
Pairing :
KookV !
Genre :
Drama, Romance, Family
Rated : M, M-preg
Author : Taejeon (92L)
Warning ! Namja x Namja, Yaoi, Typo Bertebaran
-check disc out-
DL!DR!
.
Chap 8
Selamat Membaca ^_^
.
.
.
.
Taehyung mengerjabkan kedua matanya, mencoba menyesuaikan sinar matahari yang masuk dari celah celah jendela kamarnya yang mengenai matanya,
"hoam" Taehyung mendudukkan dirinya, meletakkan kedua tangannya diatas kepalanya dan menarik udara sambil menguap, Taehyung menoleh ke samping kanannya dan tersenyum bahagia melihat Jungkook sang suami yang masih terlelap dalam tidurnya,
Chup
"selamat pagi Jungkookie" mencium sekilas bibir Jungkook, Taehyung melirik ke jam yang berada di dinding dekat pintu kamar mereka,
"jam enam tiga puluh menit, sepertinya aku kesiangan" gumam Taehyung dan beranjak ke sisi tempat tidur sang putra yang berada di sampingnya, sebuah tempat tidur kayu ukuran bayi tidak jauh dari kasurnya,
"selamat pagi jagoan" gumam Taehyung pelan dan mencium kening Tae oh yang masih pulas tertidur seperti sang suami,
Taehyung melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membasuh mukanya dan menggosok giginya terlebih dahulu sebelum dirinya berkutat didapur,
Karena hari ini hari minggu jadi ia tidak membangunkan Jungkook untuk pergi ke kantor, Taehyung sangat menyukai hari minggu, karena hari minggu ia bisa berkumpul dengan Jungkook dan Tae oh satu harian penuh dirumah, tidak seperti biasanya karena Jungkook yang sibuk.
.
.
"apa yang sedang kau masak sayang" Taehyung tersentak kaget merasakan tangan Jungkook yang tiba tiba memeluknya dari belakang dan bergumam tepat pada telinga kanannya,
"hanya membuat nasi goreng kimchi untuk kita dan bubur nasi untuk Tae oh" ucap Taehyung tanpa berniat melepaskan pelukan Jungkook pada pinggangnya, Tae oh sudah berusia satu tahun dua bulan omong omong,
"kau harum sayang, apa kau sudah mandi?" Jungkook menduselkan hidungnya pada tengkuk Taehyung, mencium tengkuk Taehyung yang membuat Taehyung kegelian karena ulah Jungkook,
"tentu aku belum mandi, aku harus membuat sarapan dulu baru mandi, jangan beralasan mengatakan aku harum, sekarang lepaskanlah, lihat Tae oh sana, aku rasa jagoan kita sudah bangun" Jungkook menurut dan melepaskan pelukannya pada pinggang Taehyung, membalik tubuh Taehyung agar menghadapnya dan mencuri ciuman pada bibir Taehyung sebelum ia kembali ke kamar,
"dasar" dengus Taehyung kesal dengan senyuman diwajahnya, melihat Jungkook yang sudah masuk berjalan kearah kamar mereka,
.
.
Jungkook memperhatikan Taehyung yang lagi membersihkan bagian pantat Tae oh dengan tisu basah karena tadi Tae oh poop,
"apa sebaiknya kita menyewa pengasuh untuk Tae oh sayang" Jungkook mengambil Tae oh yang sudah selesai dibersihin Taehyung, menggendong Tae oh dan mengikuti Taehyung yang membuang poop Tae oh ke dalam closet,
"pengasuh yang pada akhirnya mengasuh mu bukan Tae oh" Jungkook menautkan kedua alisnya bingung dengan apa yang barusan dikatakan Taehyung padanya,
"mengasuh ku? Untuk apa? Bukan untuk ku sayang, untuk Tae oh maksud ku" Taehyung memutar bola matanya malas karena Jungkook yang terkadang bisa selambat ini mengerti akan maksud apa yang dikatakannya,
"maksud ku, pengasuh yang pada akhirnya akan menggoda mu, dan mungkin saja kalian melakukan hal yang tidak ku inginkan dibelakang ku" dan Jungkook baru mengerti maksud dari Taehyung,
"kau cemburu sayang?" godanya ke Taehyung,
"siapa yang cemburu? Aku?! Tidak mungkin" Taehyung mendorong pelan Jungkook agar bergeser dari pintu karena ia menghalanginya,
"katakan saja kau cemburu sayang" godanya lagi dan mengikuti Taehyung yang sudah duduk di matras tempat bermain Tae oh di ruang tengah,
"berhentilah menggoda ku" Taehyung mengerucutkan bibirnya sebal karena Jungkook masih menggodanya,
"satu ciuman panjang dan aku akan berhenti" Jungkook mendudukkan Tae oh dimatras, mendekatkan mainan mainan Tae oh, Taehyung sudah memakaikan popok pada Tae oh,
Tae oh yang kesenangan merangkak menggambil mobilan bantal dan mengigit gigitnya, Jungkook duduk disamping Taehyung yang masih menimbang permintaannya tentang ciuman,
"kau harus berjanji tidak akan membahas tentang menyewa pengasuh atau pembantu dirumah kita, karena aku bisa mengerjakannya, dan aku tidak membutuhkannya" Taehyung memberikan jari kelingkingnya ke Jungkook, membuat perjanjian jari kelingking,
"iya sayang, aku berjanji tidak akan membahasnya lagi" Jungkook menautkan jari kelingkingnya pada Taehyung, mencubit pelan hidung bangir Taehyung,
Jungkook menangkup wajah Taehyung, mendekatkan wajah Taehyung padanya, Taehyung menutup kedua matanya dan Jungkook juga melakukan hal yang sama dengan memiringkan sedikit wajahnya, menyatukan bibirnya pada bibir Taehyung,
Jungkook perlahan menggerakkan bibirnya untuk melumat dan menghisap bibir Taehyung, Taehyung melakukan hal yang sama dengan berlawanan arah, ciuman yang dipimpin oleh sang suami, ciuman lembut yang berubah menjadi kasar dan terburu saling meraup,
Taehyung membuka mulutnya memberikan akses Jungkook untuk menelusuri goa hangatnya, lidah Jungkook menelusuri setiap deretan gigi putih rapi Taehyung, mengajak lidah Taehyung saling bertarung yang dimenangkan oleh Jungkook,
Taehyung mengulurkan lidahnya untuk Jungkook hisap, suara ciuman dan desahan Taehyung mengalun sepanjang ruang tengahnya, mengabaikan Tae oh yang berada diantara mereka,
Taehyung menepuk dada Jungkook, hanya memberitahu Jungkook bahwa ia membutuhkan udara untuk bernafas, Jungkook yang mengerti pun melepaskan tautan mereka, Jungkook tersenyum melihat Taehyung yang terengah engah karena ciuman mereka,
Tangan Jungkook terulur mengusap saliva yang ada disekitar dagu Taehyung,
"aku bahagia karena memiliki mu sebagai pendamping hidup ku Taehyungie" ucapnya dengan mengelus lembut pipi Taehyung,
"aku juga bahagia karena menjadi istri mu dan eomma dari anak kita" tangan Taehyung terulur menggenggam erat tangan Jungkook yang berada dipipinya,
"Saranghae Jeon Taehyung" Jungkook menutup kedua matanya dan mencium lama kening Taehyung, Taehyung dapat merasakan kehangatan yang Jungkook berikan melalui ciumannya,
"Nado saranghae Jeon Jungkook" ucap Taehyung setelah Jungkook melepas ciumannya pada kening Taehyung, dan Taehyung mencium sekilas bibir Jungkook,
Brak
Bruk
"hikss hikss huuweeee . . ."
"omo Tae oh-ya?!" pekik Taehyung melihat putranya sudah telentang dan menangis kuat, Jungkook dan Taehyung berlari ke Tae oh yang entah sejak kapan berada di dekat pantry,
Jungkook menggendong Tae oh dalam pelukannya, menimang nimang Tae oh agar berhenti menangis, dan Taehyung berlari kearah pantry untuk membuat sebotol susu untuk Tae oh,
.
"aku rasa Tae oh tadi belajar berdiri dan berjalan, melihat posisi jatuhnya yang telentang seperti itu" ucap Jungkook mengelus lembut kepala Tae oh, Jungkokk menyerahkan Tae oh pada Taehyung yang duduk disebelahnya, Jungkook berjalan kearah mainan Tae oh yang berserakkan,
"aku rasa juga seperti itu" Taehyung memposisikan Tae oh berbaring dipangkuannya dengan nyaman dan memberikan dodot susu pada mulut mungil Tae oh,
"oh ya Jungkookie, tadi eomma menelpon meminta kita untuk datang siang ini, Baeky eomma juga akan berada disana" Jungkook yang tadi sibuk mengutip mainan Tae oh yang berserakan, menoleh ke Taehyung
"apa ada yang terjadi sayang?" Jungkook berjalan mendekat ke Taehyung yang lagi duduk disofa dengan Tae oh pada pangkuannya,
"entahlah, eomma tidak bilang apa apa pada ku" Taehyung menyerahkan Tae oh ke Jungkook yang sudah duduk disebelahnya,
Taehyung berlalu masuk ke kamar untuk menyiapkan bak mandi untuk Tae oh, mengingat mereka yang akan pergi ke kediaman keluarga Kim, dan Jungkook yang juga menyusul Taehyung ke kamar dengan Tae oh pada gendongannya.
.
.
Mobil sedan hitam Jungkook terpakir didepan kediaman keluarga Kim, Taehyung membuka pintu mobilnya dengan Tae oh pada gendongannya, melangkahkan kakinya keluar dan berdiri tidak jauh dari mobil,
Jungkook terlihat mengambil barang barang bawaan Tae oh pada bangku dibelakang kemudinya, mengeluarkan kereta dorong Tae oh dan juga keranjang yang berisi pakaian, makanan, dan susu Tae oh,
Jungkook menghampiri Taehyung dan Tae oh yang sudah menunggunya, melangkahkan kaki mereka masuk kedalam kediaman keluarga Kim,
.
"eomma" panggil Taehyung yang melihat Hae Ri mendekat ke mereka, Hae ri merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Taehyung dan Tae oh bersamaan,
"apa kau sehat Taehyung-ah" ucap Hae ri setelah memberi jarak diantara mereka, sebelumnya Hae ri mencium kening Taehyung sekilas,
"eum, aku sehat eomma" Taehyung menyerahkan Tae oh ke Hae ri,
"cucu halmoni apa kabarnya" ucap Hae ri ke Tae oh yang sudah ada dalam gendongannya, bertanya ke Tae oh seolah Tae oh mengerti apa yang di katanya,
"eommo-nie" Jungkook berucap dan membungkukkan badannya yang dibalas dengan senyuman dari Hae ri,
"apa Taehyung merepotkan mu Jungkook-ah? Kenapa kalian tidak pernah kemari kalau tidak eomma meminta agar kalian datang" Hae ri melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dengan Taehyung dan Jungkook yang mengikutinya,
Jungkook melingkarkan lengan kanannya memeluk pinggang Taehyung, menarik Taehyung mendekat ketubuhnya,
"tidak eommo-nie, Taehyungie tidak pernah merepotkan ku, maafkan aku eommo-nie, aku hanya terlalu sibuk dan tidak bisa menemani Taehyung yang ingin ke mari" Jungkook meletakkan barang bawaannya di meja kecil dekat sofa, dan duduk disamping Taehyung,
"jadi ada apa eomma menyuruh kami datang kemari, apa ada yang ingin eomma sampaikan?" tanya Taehyung ke Hae ri yang sedang asik bermain dengan Tae oh,
"tunggu appa mu pulang dan Baeky eomma datang".
.
.
Setelah satu jam menunggu Daehyun pulang dan Baekhyun yang telah datang, akhirnya mereka semua berkumpul di ruang tengah,
Brak
Baekhyun membanting sebuah kertas diatas nakas dekat dengan Taehyung dan Jungkook duduk, Taehyung mengerutkan keningnya bingung dengan sifat Baekhyun yang kasar tiba tiba dari cara ia melempar kertas itu,
Taehyung mengambil kertas itu dan duduk didekat Jungkook kembali, tangannya membuka kertas yang belipat itu,
Taehyung membolakan matanya sempurna melihat tulisan yang ada di dalam kertas itu,
- Surat peraturan dan perjanjian setelah menikah, pertanda Kim Taehyung dan Jeon Jungkook –
"jelaskan pada kami apa maksud dari surat itu?!" Taehyung mendongakkan wajahnya menatap ke Baekhyun yang bertanya, Taehyung menundukkan wajahnya kembali dan menggenggam erat pinggiran kertas yang ada ditangannya,
"Kim Taehyung! Jelaskan apa maksud dari surat itu!" Baekhyun menaikkan nada suaranya,
Baekhyun benar benar kecewa dengan Taehyung yang ternyata tidak bersungguh sungguh menjalani rumah tangganya dengan Jungkook,
"darimana eomma bisa menemukan surat ini" suara Taehyung nyaris berbisik,
"eomma tidak sengaja menemukannya di lemari pada kamar mu sayang" ucap Hae ri yang mendengar Taehyung bertanya,
"jangan alihkan pertanyaan eomma pada mu Kim Taehyung! Jelaskan pada kami apa maksud dari kalian membuat surat ini!" Baekhyun beranjak dari duduknya dan berdiri, Baekhyun terlihat menakutkan ketika ia sedang marah seperti ini,
"ini hanya kesalahan ku eommo-nie" Taehyung menoleh ke Jungkook yang berucap,
"apa maksud mu Jungkook" tanya Daehyun ke Jungkook,
"sebelumnya maafkan aku, akulah yang membuat Taehyung kehilangan kebebasannya dan masa remajanya karena harus menikah dengan ku dan mengandung anak ku" Baekhyun mengeritkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Jungkook,
"aku sungguh tidak tahu kalau Taehyung bisa mengandung, tapi disamping itu aku bersyukur karena Taehyung mengandung anak ku, karena aku mencintainya, tapi tidak untuk Taehyung" Jungkook menjeda kalimatnya, menatap Taehyung yang juga sedang menatap kearahnya,
"aku tidak tahu karena perbuatan ku, Taehyung kehilangan impiannya dan masa depannya" Jungkook mengepalkan tangannya dengan kuat,
"karena itu aku yang meminta Taehyung untuk membuat surat perjanjian itu agar ia mau menikah dengan ku, setidaknya Tae oh memiliki kedua orang tua ketika ia dilahirkan" Taehyung menggeleng pelan kepalanya tidak setuju dengan apa yang Jungkook ucapkan,
"aku memintanya untuk menikah dengan ku sampai usia Tae oh dua tahun, dan setelah itu Taehyung bisa bebas dan bisa hidup normal seperti remaja lain, tidak harus memikirkan kehidupan rumah tangga yang membuatnya pusing"
'berhentilah berkata seperti itu Jungkookie, ku mohon' batin Taehyung, air mata Taehyung keluar begitu saja dari sudut matanya,
"kau tahukan apa maksud dari ini semua, kau juga tahu bahwa kau harus melakukannya walaupun kau mencintai Taehyung, apa kau mempermainkan kami semua seperti ini dengan menikahi Taehyung dan setelah itu kau bercerai dengannya"
"aku tahu Baeky eomma, aku harus melakukannya setelah Tae oh menginjak usia dua tahun, dan aku akan bercerai dengan Taehyung pada saat itu"
Plak
Daehyun menampar keras pipi Jungkook, Taehyung membulatkan matanya melihat Daehyun yang tiba tiba berjalan mendekat kearahnya dan langsung menampar pipi kanan Jungkook dengan kuat,
"kau kira bisa mempermainkan keluarga kami begitu saja!" ucap Daehyun dengan nada tinggi,
Jungkook hanya menundukkan wajahnya tidak berani menatap kearah mana pun, karena jika ia mengangkat kepalanya saja itu artinya ia membantah,
"setelah kau puas melakukan itu kepada anak ku kau bisa mencampakkannya begitu saja, dan apa itu tentang kebebasan Taehyung?! Kau kira kau mengerti dengan apa yang kau katakan!" tidak, Taehyung benar benar tidak sanggup melihat Jungkook yang disalahkan seperti ini, kesalahan yang Taehyung buat dari awal, tapi kenapa? Kenapa Jungkook berbohong bahwa ia yang membuat surat itu,
"kau tidak perlu menunggu sampai usia Tae oh menginjak dua tahun, karena besok kau akan mendapatkan surat perceraian kalian" Jungkook mau pun Taehyung membolakan kedua mata mereka dengan sempurna,
"apa maksud appa?" tanya Taehyung ke Daehyun yang berdiri tidak jauh darinya,
"Kalian akan bercerai" ulang Daehyun
"tidak! Aku tidak ingin bercerai dengan Jungkook, aku akan memperjuangkan rumah tangga kami" sela Taehyung dan berdiri dari posisi duduknya,
"berhentilah membangkang!" bentak Daehyun ke Taehyung,
"aku tidak akan bercerai dengan Jungkook! Akulah yang membuat surat perjanjian bodoh itu! Akulah yang meminta dan memaksa Jungkook untuk menandatanganinya!" Daehyun membolakan matanya dan menatap Taehyung tidak percaya,
"aku tidak akan bercerai dengan Jungkook! Surat ini" Taehyung mengambil surat yang berada dinakas,
"surat bodoh ini" tangan Taehyung menarik ujung sisi kedua kertas itu, menariknya kuat yang membuat surat itu terbelah dua,
"tidak akan terjadi!" Taehyung melempar kertas yang dirobeknya dan mencampakkannya kesal,
"kau tahu walaupun kau mengoyak surat itu, kau akan tetap bercerai dengan Jungkook" Taehyung menatap Baekhyun yang berucap padanya dengan tatapan tidak percaya,
"tidak ada bukti atau pun saksi yang melihat ku membuat surat bodoh itu, jadi untuk apa aku melakukannya, aku tidak akan bercerai dengan Jungkook, TIDAK AKAN!" teriak Taehyung dengan tangisnya yang keluar,
Jungkook hanya bisa menenangkan Taehyung dengan memeluk Taehyung, Taehyung merapatkan dirinya masuk kedalam pelukan Jungkook, Jungkook dapat merasakan bajunya yang basah karena air mata Taehyung,
"appa sudah membuat surat perceraian kalian, kalian tetap akan bercerai, besok surat itu akan sampai dirumah kalian, ini lebih baik dilakukan sekarang dari pada kau jatuh semakin dalam mencintai Jungkook" Daehyun berucap dan berbalik,
Jungkook hanya bisa menatap lurus dengan tatapan kosong dan Taehyung tergelonjak kaget mendengar ucapan Daehyun yang tetap akan memisahkannya dengan Jungkook,
.
.
.
.
Tbc
Special terima kasih atas reviews nya :
Kyunie, LittleOoh, Park RinHyun-Uchiha, utsukushii02, MelvyE, VlackBerryKook, Jinchanjimin1, Ismafebry,
dan maaf kalau banyak typonya, karena typo sebagian dari ff ku :D
see ya di next chap
