FOR YOU

Cast :

Jeon Jungkook,

Kim Taehyung,

BTS Member and others

Pairing :

KookV !

Genre :

Drama, Romance, Family

Rated : M, M-preg

Author : Taejeon (92L)

Warning ! Namja x Namja, Yaoi, Typo Bertebaran

-check disc out-

DL!DR!

Review

"appa sudah membuat surat perceraian kalian, kalian tetap akan bercerai, besok surat itu akan sampai dirumah kalian, ini lebih baik dilakukan sekarang dari pada kau jatuh semakin dalam mencintai Jungkook" Daehyun berucap dan berbalik,

Jungkook hanya bisa menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.

.

.

Chap 9 END

Selamat Membaca ^_^

.

.

.

.

Taehyung tergelonjak kaget mendengar ucapan Daehyun yang ternyata sudah membuat surat perceraiannya dengan Jungkook,

"kenapa?! Kenapa appa melakukan ini! Aku yang menjalani rumah tangga ku! tapi kenapa kalian yang ikut campur! KENAPA?!" teriak Taehyung sebelum ia melepaskan pelukannya pada Jungkook,

"bukannya ini yang kau inginkan dari awal, bercerai dengan Jungkook dan mendapatkan kebebasan mu, seperti keinginan mu" ucap Daehyun dan berbalik menoleh ke Taehyung,

"aku sangat mencintainya appa, aku yang memang salah membuat surat bodoh itu, tapi sekarang aku sadar, aku sangat mencintai Jungkook, aku mohon appa, jangan pisahkan aku dengan Jungkook" Taehyung berlutut di depan Daehyun, memohon dengan kedua tangannya, membiarkan air matanya yang tidak berhenti keluar dari mata indahnya,

"berhentilah memohon, keputusan appa sudah bulat, kalian akan tetap bercerai" Daehyun mengabaikan Taehyung yang berlutut dan berjalan kearah anak tangga,

"aku tidak akan menandatanganinya! Tidak akan!" teriak Taehyung nyaris membuat tenggorokkannya sakit,

"hentikan sifat keras kepala mu ini Kim Taehyung!" bentak Baekhyun yang ingin berjalan ke Taehyung dan mendaratkan tamparannya, kalau saja Hae ri tidak menahan lengannya,

"tidak bisakah ini diselesaikan dengan baik baik" ucap Hae ri pada akhirnya,

Daehyun yang ingin menginjakkan kakinya di anak tangga mengurungkan niatnya karena mendengar Hae Ri berucap,

"bukannya Taehyung sudah bahagia dengan Jungkook, jadi untuk apa memintanya bercerai dengan Jungkook, Taehyung juga sudah mengakui kebodohannya dengan membuat perjanjian itu pada Jungkook" setidaknya Taehyung masih bersyukur karena Hae ri masih memihak padanya,

"jangan membelanya!" ucap Daehyun dingin dan menatap lekat Hae Ri,

"bukannya kita sudah membahas ini Hae ri-ya, dan bukannya kau juga sudah setuju dengan keputusan Daehyun dari awal" Baekhyun menatap Hae ri dan meminta penjelasan pada Hae ri,

"awalnya aku memang setuju, tapi tidak untuk sekarang, aku bisa merasakan kalau mereka sekarang saling mencintai, jadi untuk apa kita memisahkan mereka, kalian tahu oppa, Tae oh membutuhkan mereka berdua" Hae ri melangkahkan kakinya mendekat ke Taehyung yang masih berlutut,

menarik lengan Taehyung agar Taehyung berdiri, Taehyung berhambur memeluk Hae ri dan bergumam 'gomawo-yo eomma, saranghae' ditelinga kanan Hae ri,

Daehyun mengepalkan kedua tangannya tidak terima mendengar apa yang diucapkan Hae ri, Daehyun hanya takut jika pada akhirnya Taehyung nanti akan benar benar bercerai dengan Jungkook,

disaat usia Tae oh sudah memasuki usia yang mengerti akan sebuah kehancuran rumah tangga kedua orangnya, jadi sebelum itu terjadi Daehyun berniat memisahkan Taehyung dan Jungkook sekarang, disaat usia Tae oh masih bayi,

"sudah ku katakan jangan membelanya!" bentak Daehyun ke Hae ri,

Hae ri terlonjak kaget dalam pelukkan Taehyung, dan Taehyung menyadari bahwa Hae ri sekarang ketakutan, buktinya tubuh sang eomma sudah bergetar di dalam pelukkannya, pasalnya Daehyun tidak pernah membentak eommanya seperti ini,

Taehyung melepaskan pelukkannya pada Hae ri, Hae ri tersenyum lembut ke Taehyung dan bergumam 'eomma menyanyangi mu' sebelum

Plak

Tamparan keras yang dilayangkan Daehyun ke wajah cantik Hae ri setelah ia menarik Hae ri kearahnya, bentuk kelima jari Daehyun berbekas dipipi kanan Hae ri,

Hae ri membelalakkan matanya sempurna ketika Daehyun menamparnya, meringis sakit dan juga rasa panas yang mengalir dipipinya akibat tamparan yang Daehyun layangkan pada wajahnya,

bukan hanya Hae ri yang kaget, tapi mereka semua terlonjak kaget dan menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi,

Taehyung menatap tidak percaya ke arah Daehyun, Taehyung ingat dengan sangat jelas bahwa appanya adalah sosok yang lembut, baik, perhatian dan sayang kepada kedua eommanya, tapi adegan yang baru saja dilihatnya seakan begitu tidak nyata dimatanya,

"sudah ku katakan jangan membelanya, mereka akan tetap bercerai bagaimana pun caranya, sebaiknya kau masuk ke kamar sekarang" nada Daehyun terdengar sangat dingin berucap pada Hae ri yang masih diam mematung, dengan kedua tangannya memegang bagian pipinya yang ditampar Daehyun, air matanya sudah begitu saja keluar dari kedua mata indahnya,

Tidak! Bukan ini yang diinginkan Taehyung dengan melawan apa kata sang appa tadi padanya, Taehyung sama sekali tidak berniat membuat Hae ri menanggis seperti ini karena membelanya.

Baekhyun ingin sekali memeluk tubuh Hae ri yang bergetar, menenangkan Hae ri dan mengatakan pada Hae ri bahwa Daehyun tidak berniat sama sekali menamparnya atau menyakitinya,

tapi kedua kaki Baekhyun ibarat dipaku dilantai, terasa berat untuk mengangkatnya, jadi ia hanya bisa menatap dengan tatapan sendu ke Hae ri,

Hae ri melangkahkan kakinya cepat menaiki anak tangga dengan isakan tangisnya yang dapat di dengar mereka,

Blam

Suara pintu yang berasal dari lantai dua terdengar di banting kuat oleh Hae ri.

"dan kau!"Daehyun menunjuk kearah Taehyung yang membuat Taehyung menoleh kearahnya,

"appa pastikan kau akan tetap menandatangani surat cerai kalian besok, kalau tidak kau pasti tahu apa yang akan appa lakukan" lagi, Taehyung membolakan kedua matanya sempurna dan menatap kearah Daehyun dengan tatapan tidak percaya,

"kenapa?" cicit Taehyung yang bisa di dengar Daehyun,

"kenapa appa melakukan ini pada ku?! Aku bahagia menjadi istri Jungkook dan eomma bagi Tae oh, t-tapi, t-tapi kenapa appa ingin memisahkan ku dengan keluarga ku sendiri" air mata Taehyung yang tadi sempat terhenti kini balik lagi membasahi pipinya,

"aku tahu aku salah membuat surat bodoh itu" bukannya Jungkook pengecut karena tidak mengeluarkan suaranya dari tadi, hanya saja Jungkook takut untuk mengeluarkan suaranya, takut kalau Daehyun semakin bertambah kasar kepada Taehyung,

"appa hanya tidak ingin pada akhirnya kau bercerai dengan Jungkook ketika Tae oh sudah besar, itu akan membuat Tae oh semakin sakit mendengar kalian tiap hari bertengkar, kau bisa saja bilang saat ini kau mencintai suami mu, tapi siapa yang tahu besok" Daehyun menatap Taehyung dan Jungkook bergantian,

"sekarang pulanglah dan kemasi barang barang mu dan kembali kemari, mulai besok dan seterusnya kau akan tinggal disini" ucapnya lembut,

baru dua langkah Daehyun berbalik dari Taehyung ia menghentikan lagi langkahnya,

"itu artinya sama saja dengan appa menyuruh ku bunuh diri dengan perlahan karena harus kehilangan Jungkook" karena Taehyung berucap, Daehyun mengeritkan kedua alisnya, tampak tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Taehyung,

"baiklah, aku akan menuruti keinginan appa, tapi tidak dengan bercerai dengan Jungkook" Taehyung berjalan kearah dapur, hanya untuk mengambil Tae oh yang di titipkan pada Lee ahjumma, mengambil barang barangnya yang berada diruang tengah dengan Jungkook yang membantu membawa barang barang itu,

"mungkin dengan pergi dari kehidupan siapa pun tanpa harus membuat Tae oh malu karena memiliki eomma seperti ku" Jungkook jelas mengerti dengan apa yang diucapkan Taehyung barusan jadi dengan cepat Jungkook menoleh ke Taehyung,

"aku tidak bisa hidup tanpa Jungkook, tapi aku bisa mati untuk harus meninggalkannya" Taehyung tersenyum lembut ke Jungkook dan mengelus lembut pipi Jungkook yang berdiri disampingnya,

"apa maksud mu Tae-ah?" tanya Baekhyun menatap tidak percaya ke arah Taehyung,

"aku rasa Baeky eomma mengerti apa yang ku katakan" Taehyung menarik lengan Jungkook untuk segera pergi dari sana, meninggalkan Baekhyun yang masih menatapnya tidak percaya dan Daehyun yang diam mematung.

.

.

Taehyung mengabaikan pertanyaan-pertanyaan yang Jungkook lontarkan padanya, mengabaikan Jungkook yang meminta penjelasan padanya atas apa yang dikatakannya,

"ku mohon sayang, jangan melakukan sesuatu yang buruk, aku mencintai mu akan tetap mencintai mu sampai kapan pun" Jungkook menggenggam erat kedua tangan Taehyung,

Setelah pulang dari kediaman keluarga Kim, Taehyung membaringkan Tae oh pada kasurnya karena Tae oh yang tertidur pulas selama perjalanan, dan mendudukkan dirinya di sofa berwarna cream pada ruang santai dengan Jungkook yang mengikutinya,

"aku juga mencintai mu Jungkookie, sangat mencintai mu, aku tidak bisa jauh dari mu dan kehilangan mu dalam hidup ku" Taehyung membiarkan butiran kristal bening keluar dari sudut mata indahnya,

"kalau kau mencintai ku, hilangkan pemikiran buruk mu itu sayang, ku mohon" Jungkook semakin erat menggenggam jemari Taehyung,

"dan menuruti keinginan appa agar bercerai dengan mu, itu sama saja dengan aku kehilangan mu" Taehyung benar benar merutuki kebodohannya dulu membuat surat perjanjian bodoh itu, yang pada akhirnya berimpas padanya sekarang karena ia telah mencintai Jungkook terlalu dalam,

"kita bisa membujuk appa, mungkin saat ini appa sedang dalam emosi" Taehyung menggeleng cepat atas ucapan Jungkook,

"kau salah Jungkookie, appa tidak suka dibantah, keputusan appa adalah mutlak, kau lihatkan apa yang appa lakukan pada eomma, appa menampar eomma yang membela ku" tubuh Taehyung benar benar bergetar mengingat Hae ri yang menangis dan ditampar Daehyun karena telah membelanya,

"maafkan aku Jungkookie, mungkin dengan cara ini aku bisa meninggalkan mu" Taehyung mengecup sekilas bibir Jungkook yang menatapnya dengan wajah yang terkejut,

"aku sangat mencintai mu Jeon Jungkook" melumat bibir Jungkook lembut dengan air matanya yang meluncur begitu saja, bahkan Jungkook sangking terkejutnya tidak membalas ciuman Taehyung dan tidak merasakan Taehyung yang menciumnya,

"maafkan aku" Taehyung beranjak dari duduknya setelah berucap,

Jungkook yang baru sadar akan Taehyung yang ingin meninggalkannya menarik lengan Taehyung dan berdiri, mencengkram kuat lengan Taehyung tapi tidak membuat Taehyung kesakitan,

"apa maksud mu sayang dengan cara bunuh diri? Cara bunuh diri baru kau bisa meninggalkan ku? Apa kau gila Taehyungie?!" ucap Jungkook yang baru menyadari niat Taehyung yang ingin mengakhiri hidupnya,

"aku memang gila Jungkookie, gila karena aku tidak bisa hidup tanpa diri mu" Taehyung menarik turun tangan Jungkook yang mencengkram erat lengannya,

Taehyung mendekatkan wajahnya pada Jungkook, mencium bibir Jungkook yang kali ini dibalas Jungkook dengan melumat dan menghisap bibir Taehyung, bahkan ciuman Jungkook terlihat begitu lembut,

Taehyung melepaskan sepihak panggutan mereka, menatap Jungkook tepat dimata Jungkook,

"aku mempercayakan Tae oh pada mu Jungkookie" setelah berucap Taehyung berlari keluar dari rumahnya,

Jungkook yang menyadari Taehyung pergi meninggalkannya mengejar Taehyung yang berlari,

.

.

"hentikan sayang, ku mohon, jangan bertindak bodoh" seru Jungkook masih mengejar Taehyung yang terus berlari, kalau dilihat mereka sudah lima menit berlari,

"Taehyung-ah!" panggil Jungkook masih mengejar Taehyung,

Jungkook mengeritkan keningnya bingung melihat Taehyung yang tiba tiba berhenti di kejauhan sana, Taehyung yang sudah berdiri dijalanan besar, jalanan yang selalu ramai dengan mobil dan truk truk yang berlalu lalang dengan kecepatan kencang,

Jungkook melangkahkan kakinya cepat untuk bisa menghentikan Taehyung yang berniat memijakkan kakinya dijalan itu,

Jungkook menoleh ke arah kanannya, matanya membulat sempurna melihat sebuah truk makanan yang sedang mendekat ke Taehyung yang ingin melangkahkan kakinya,

"tidak! Taehyung-ah! Tidak!"

Tin tin

Tiiiinnnn . . .

"Saranghae Jungkook"

Brak

Tubuh Taehyung tercampak jauh dari pijakkannya, akibat truk yang menghantam tubuhnya, darah segar mengalir dari daerah kepala dan kaki Taehyung,

Taehyung melihat samar sosok Jungkook yang berlari kearahnya dan sedikit samar mendengar suara Jungkook yang memanggili namanya, sebelum kedua mata Taehyung tertutup rapat,

"tidak! Ku mohon bangun!" Jungkook berlutut di depan tubuh Taehyung, mengangkat kepala taehyung dalam pangkuannya,

"bangun sayang, ku mohon" Jungkook tidak perduli dengan tatapan orang yang bertanya tanya melihat ia yang menangisi Taehyung dan memanggil Taehyung dengan sebutan sayang,

Jungkook sama sekali tidak perduli, yang Jungkook inginkan sekarang Taehyung membuka kedua matanya,

disela tangisnya memeluk Taehyung, Jungkook dapat mendengar seseorang yang menghubungi 119.

.

.

Jungkook menatap nanar pintu ruang operasi Taehyung, dibalik pintu itu yang ia ketahui sekumpulan dokter sedang berusaha menyelamatkan Taehyung-nya,

Jungkook yang kalut dengan keadaan Taehyung melupakan sejenak Tae oh yang ditinggalnya di rumah sendiri, setelah Jungkook merasa tenang ia menelpon Hae ri untuk memberi tahu bahwa Taehyung yang kecelakaan dan ia yang meninggalkan Tae oh dirumah.

"Jungkook-ah" Jungkook yang mendengar namanya dipanggil menoleh ke sumber suara,

"eommonie" gumamnya yang melihat Hae ri dan Tae oh, Hae ri memeluk Jungkook hanya untuk memberi kekuatan untuk Jungkook agar tetap kuat, walaupun dirinya sendiri tidak kuat karena mendengar Taehyung kecelakaan,

"bagaimana dengan Taehyungie, Kook-ah?" Hae ri menyerahkan Tae oh pada Jungkook, mendudukkan dirinya disamping Jungkook yang memangku Tae oh,

"dokter masih melakukan operasi eommonie" ucapnya dengan sesekali mencium puncak kepala Tae oh yang berada dipangkuannya,

"maafkan kami Kook-ah, kalau saja Dae appa tidak memaksa kalian bercerai, eomma yakin pasti ini tidak akan terjadi" air mata keluar dari sudut mata Hae ri,

"Dae appa dan Baeky eomma sedang menuju kesini, eomma mohon maafkan kami Kook-ah, eomma menyayangi kalian" Jungkook tidak mengeluarkan suaranya, Jungkook hanya memandang lurus kedepan pintu ruangan operasi Taehyung dengan sesekali mencium Tae oh,

"bukan aku eommonie, tapi Taehyung, minta maaflah pada Taehyung setelah ia bangun, dan ku mohon jangan pisahkan aku dengan Taehyung".

.

.

Lebih dari delapan jam Jungkook menunggu operasi Taehyung selesai. Tepat di menit kedua para dokter keluar dari ruangan Taehyung, salah satu diantara mereka memberitahukan pada Jungkook dan orang tua Taehyung,

bahwa operasi Taehyung berjalan dengan lancar, Taehyung selamat dari mautnya, hanya saja ada bagian tulangnya yang patah, setelah menjalani perawatan selama dua bulan tulangnya akan kembali seperti semula.

Setelah selesai menjelaskan tentang keadaan Taehyung, para dokter itu pergi meninggalkan mereka.

.

Kini Taehyung sudah berada diruangan rawat inapnya dengan Jungkook yang menggenggam erat tangan kiri Taehyung yang bebas dari alat medis.

Daehyun dan Baekhyun juga sama seperti Hae ri, meminta maaf ke Jungkook atas keegoisan mereka, Daehyun benar benar merasa bersalah, karena dirinyalah anak satu satunya yang disayangnya nekat bunuh diri.

Jungkook menolehkan kepalanya cepat ketika tangan kiri Taehyung yang dalam genggaman tangannya bergerak, perlahan mata Taehyung terbuka, Jungkook yang awalnya duduk kini berdiri dengan sedikit menundukkan wajahnya pada Taehyung,

"Taehyungie" panggilnya ketika Taehyung menatap matanya dan tersenyum lembut kearahnya,

"syukurlah sayang kau sadar" tangan kanan Jungkook terulur mengelus lembut surai Taehyung dan pipi Taehyung,

"Jungkookie, dimana Tae oh?"

"Tae oh berada dirumah bersama Hae ri eomma" tangan kanan Jungkook masih membelai lembut wajah Taehyung,

"Jungkookie, bagaimana dengan appa? Apa appa tetap pada pendiriannya untuk memisahkan kita?" lirih Taehyung

"tenanglah sayang, appa tidak akan memisahkan kita, appa akan menarik kembali gugatan cerai yang dibuatnya untuk kita, dan ku mohon sayang, jangan pernah berpikir meninggalkan ku dengan cara seperti ini, kau membuat ku takut Taehyungie" Jungkook menarik lembut tangan Taehyung yang digenggamnya, mencium punggung tangan Taehyung dengan lembut,

"maafkan aku Jungkookie, aku hanya tidak ingin berpisah dengan mu"

"aku tahu sayang, aku tahu, aku mencintai mu Jeon Taehyung" ucap Jungkook dan mengecup bibir Taehyung,

"aku juga mencintai mu Jeon Jungkook".

.

.

Seminggu setelah keadaan Taehyung membaik, Taehyung diijinkan pulang dengan catatan ia harus tetap memeriksakan keadaanya, setidaknya dua atau tiga kali dalam seminggu, dan itu tentu disanggupi Taehyung.

Daehyun dan Baekhyun secara langsung datang ke Taehyung dan meminta maaf atas keegoisan mereka, setelah Taehyung sadar dari komanya.

Baekhyun yang menangis di dalam pelukkan Taehyung ketika ia meminta maaf pada Taehyung.

Hae ri merasa benar benar bersyukur karena Taehyung selamat dari maut yang menimpanya.

Taehyung benar benar bahagia menjadi istri Jungkook dan eomma dari Tae oh, Jungkook yang selalu menyayanginya dan selalu sabar menghadapinya.

Bahagia menjadi anak dari Kim Daehyun dan memiliki eomma Kim Hae ri dan Byun Baekhyun yang sangat menyayanginya.

.

.

.

.

.

END.

Akhirnya ff yang lini selesai juga . . .

Special terima kasih atas reviews nya :

Kyunie, Park RinHyun-Uchiha, Jinchanjimin1, MelvyE, utsukushii02, kookkvvv, VlackBerryKook, Ismafebry, kiyo,
Nini-nya mas Seno

dan maaf kalau banyak typonya, karena typo sebagian dari ff ku :D

memo : aku memang sengaja membauat alur ini cepat, karena kalau alurnya lama aku takut ceritanya makin gak jelas dan terlalu terbelit belit, kalau masalah panjangin chapnya, mungkin kedepannya bisa aku usahakan. tenang saja aku selalu menerima kritik dan saran kok.

Terima kasih yang sudah setia menunggu cerita ini update, dan terima kasih atas review, follow, favorite-nya

See yaa di cerita lainnya :*