TARGET 15 REVIEW TERCAPAI YESH Puja kerang ajaiiiib~ Next chap berapa ya?


(Trainees belong to God, their families, their ent, and their fans. Me just own this story line)

(Boy x Boy, you might hate it)

Unexpected Fate

2.

Aku dan Seungwoo Hyung sedang berjaga di kamar Daniel Hyung. Setahuku Daniel Hyung memang sering berkelahi namun ini yang terparah sepanjang sejarah. Tulang rusuknya sampai retak dan lebam sana sini. Tapi jelas sih, Seungwoo Hyung tadi sudah sampai di sentuh-sentuh oleh om lelaki hidung belang. Jika aku diposisi Daniel Hyung, aku juga tidak akan segan memukul siapapun yang menyentuh kekasihku.

Seungwoo Hyung terlihat berkaca-kaca, dia pasti sangat merasa bersalah. Eomma dan Appa Daniel Hyung sering menitipkan Hyung kami ini ke kami dan berpesan untuk membantu mengendalikannya. Dia memang sempat kecanduan obat-obat terlarang saat awal masuk SMA. Oleh karena itu kami sangat menjaga moodnya karena sekali moodnya rusak maka hal ini akan terjadi.

"Uhuk.. Uhuk…" Daniel Hyung terbangun, dia meringis memegang perutnya saat ingin memposisikan diri. Aku yang gabut berusaha membantu dan Seungwoo Hyung mulai mengomelinya. Syukurlah dia sudah bangun, setidaknya lebih baik melihat Seungwoo Hyung marah dibanding diam seperti mayat hidup.

"Bego tau gak sih kamu. Bego. Bego." Seungwoo Hyung menggetok kepalanya. Daniel Hyung pura-pura meringis lagi.

"Chagi~~ Janganlah dikasari gini dong."

"Yang retak itu rusukmu bukan otakmu! Gausah sok-sokan sakit kepala aku tuh gak sebego kamu!" Seungwoo Hyung melipat tangan didadanya. Menggemaskan sih, tapi aku tahu dia sangat khawatir, terlihat dari bekas airmata di pipinya.

"Kamu tuh hahahaha- ADUH. AGH, PIPIKU SAKIT" Daniel Hyung menjerit. Oke, bekas lukanya disudut bibirnya melebar dan sedikit sobek.

"BEGO KAN TUH GIMANA KAMU MAH…. HIKS. BEGO!" Jerit Seungwoo Hyung dengan segala perkataannya yang tidak bisa disaring saat kesal. Gaenak kalau kedengeran keluar, musti gimananih.

Oh iya, aku merogoh sakuku dan mengeluarkan sesuatu.

"Hyung, tutup rapat bibirmu sebentar.. Nah. Nah sudah. Jangan buka mulutmu lebar-lebar nanti sobekannya melebar." Ujarku. Daniel Hyung mengangkat jempolnya berterima kasih.

"Gomawo-hiks- Woojin-a, untung ada kamu yang ga sebego Dani-hiks-el.." Tangisan Seungwoo Hyung mulai kembali mereda. Ah untung saja.

Tak lama terdengar suara pintu kamar rawat ini terbuka. Euiwoong masuk bersama Daehwi-Samuel. Sebenarnya Euiwoong dan Daehwi saja yang tadi keluar untuk beli makanan namun sepertinya Samuel menyusul pacarnya kesini sehabis selesai jam pelajaran (Samuel beda sekolah dengan kami).

"Hoi hyung!" Sapa Samuel. "Bersenang-senang lagi?" Tanyanya yang hanya dijawab dengan cengiran kelinci khas Daniel Hyung.

"Duo Ji kemana?" Tanya Seungwoo Hyung.

"Yang satu les yang satu ada masalah dirumah." Jawab Euiwoong sekenanya, well keluarga Jinyoung memang sedikit keras sedangkan keluarga Jihoon penuh dengan peraturan ketatnya.

"Kalian sudah memberitahu orangtuaku?" Tanya Daniel.

"Jelaslah, rusukmu retak dan perlu operasi. Lagian kami gabakal bisa menutupi ini. Tapi nanti aku akan bantu menjelaskan ke Dongho Ahjussi kok, tenang saja." ujar Euiwoong, ntah angin apa hanya dia yang bisa berbicara dengan appanya Daniel yang seram itu.

"Sip! Kau memang bisa diandalkan." Ujar Daniel Hyung.

"Kau tak bawa Haknyeon?" Tanya Seungwoo Hyung. Euiwoong menggelengkan kepalanya. "Biasa, pelatihan lagi buat olimpiade minggu depan."

"Tolong jangan buat ekspresi menyedihkan dong. Aku jomblo aja biasa aja." Aku meledek Euiwoong yang terlihat sedih ditinggal Haknyeon.

"Perkembanganmu dengan Hyungseob Sunbae sendiri sudah sejauh apa hyung, btw?" Tanya Euiwoong. Aku memutar kedua bola mataku. Ini anak ngebalasnya bisa banget .

"Eiya cerita dong! Belum denger versi fullnya nih!" Samuel yang tidak mendengar langsung dariku menggebu-gebu. Gak pacar gak dia sama aja senengnya pas denger gosip.

Aku pun menceritakan kembali kejadian tadi pagi serta kutambahi dengan kejadian sehabis istirahat makan siang.

Daehwi mengangguk-anggukkan kepala. "Tuhkan aku bilang juga apa. Dia akan jadi pacar yang ideal buatmu hyung. Tau apa yang kamu perlu tanpa harus dibilang." Ucapan Daehwi diangguki oleh temanku yang lainnya. Aku pun mengakui hal tersebut.

"Tapi rasanya aku tidak bisa percaya kebaikan dia begitu saja. Aku merasa dia menyembunyikan banyak hal." Aku mengigit donat bawaan Daehwi dan Euiwoong.

"Kalau begitu, coba saja dekati. Kalau ternyata baiknya tulus. ya kamu jadikan saja, kalau tidak seenggaknya kamu ga perlu berpikiran negatif lagi tentangnya." Ujar Daniel. Semua temanku sepertinya setuju lagi. Apa lebih baik kucoba?


Sudah lebih seminggu semenjak kejadian Daniel Hyung dirawat. Daniel Hyung sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit namun baru boleh masuk sekolah lusa, aku dan teman-temanku masih setia menemani dia di rumah sakit. Hyungseob juga masih modus denganku dengan segala keanehannya. Jangan lupakan bekal yang setiap hari dia siapkan. Aku jadi tidak enak.

"Hyungseob-ssi?" Aku memanggilnya.

"Kau ingin meminta nomorku?" Tanya dia penuh percaya diri. Wtf, dia tahu darimana?

"+67982xxx." Ujarnya singkat sambil tersenyum-senyum tidak jelas, aku mengerjapkan mataku bingung.

"Neomu kiyowo." Hyungseob menjepit pipiku dan menggoyangkan kepalaku. Ntah kenapa tiba-tiba panas merambat di pipiku.

"Wooji-WHOPPPP. Okay, okay, lanjut saja lovey-doveynya proposal aku tinggal di mejamu saja. Dah Woojin dan Murid Baru!" Suara Haknyeon memasuki pendengaranku. Argh, dia pasti cerita ke Euiwoong. Mau ditaroh dimana mukaku.

Ehtapi, tangan Hyungseob sangat lembut ya.

*beep beep*

New message from Haknyeon
Mungkin sehabis latihan dance kamu nanti, kita semua perlu berkumpul :)


Aku baru saja selesai latihan dance. Peluh yang mengalir di kepalaku amat sangat mengganggu tapi rasa haus jauh lebih mengganggu. Aku baru sadar bahwa minumku sudah habis dan sialnya aku perlu membeli terlebih dahulu.

BRAKK

Ya Tuhan, Ahn Hyungsoeb dan segala keajaibannya. Ngapain anak ini duduk di depan pintu ruang danceku. Sampai ketiduran pula.

"Aww. Kau hanya ingin berdiam diri tanpa menolongku?" Tanya Hyungseob kepadaku. Aku yang tersadar pun membantunya agar dapat berdiri.

"Kenapa kamu kesini?" Tanyaku heran. Ia tersenyum lalu mengobok-obok tasnya.

"Ini. Kamu pasti haus." Ia menyodorkan sebotol air mineral kehadapanku. "Sudah ya! Aku mau ke kelas melukis dulu. Dadah jodohku!~" Ujarnya dan langsung menghilang dari hadapanku.

Aku yang teringat sesuatu pun langsung mengambil ponselku.

New Messages from Hyungseob

Oiya, ingatkan Samuel untuk berhati-hati sekarang sampai dua minggu kedepan

Ha? Maksudnya?

Hm.. Aku tidak tahu kenapa tapi baiklah~~
Btw, sabtu ini kau kosong?

sent


Aku sudah berkumpul di cafe tempat biasa aku dan teman-temanku kumpul. Tinggal Duo Ji dan Samuel yang belum berkumpul (padahal rencananya kami akan full team hari ini).

"Guys, bisa bantu kami mengangkat Samuel?" Terdengar suara seseorang yang sangat aku hafal. Aku dan yang lainnya mengalihkan pandangan ke arah pintu masuk cafe ini. Duo Ji masuk sambil memapah Samuel di bahu mereka

"What the hell man?! What's going on?" Daniel Hyung langsung berlari dan mengangkat Samuel. Daehwi hanya bisa membolakan matanya.

"Ka…Kamu kenapa…?" Daehwi menatap kearah Samuel seolah ingin menangis. Seungwoo Hyung sudah sibuk meminta kotak P3K ke pekerja di cafe. Euiwoong menenangkan Daehwi sedangkan yang lain menatap penuh tanya ke arah Duo Ji.

Tatapan Jinyoung mengisyaratkan kami untuk menunggu kondisi kondusif terlebih dahulu. Seungwoo Hyung dan Jinyoung berusaha mengobati muka Samuel sedangkan Daniel Hyung mengecek apakah ada tulang atau ototnya yang bermasalah. Kami menanti dengan tegang sampai kondisi Samuel cukup layak untuk dibiarkan beristirahat.

Setelah selesai dengan semua luka dan memastikan Samuel hanya pingsan tanpa retakan semacamnya, kami membaringkan badannya di bangku panjang dengan paha Daehwi sebagai bantalan. Haknyeon meminta beberapa bangku tambahan kepada pelayan sebelum akhirnya kami semua duduk dengan benar.

"Oke.. Sebenarnya ada apa?" Pertanyaan Daehwi memecah keheningan. Dia masih saja menangis dalam diam memandang kondisi Samuel.

"Jadi aku baru saja selesai kelas langsung menuju ke sekolah Samuel dengan Baejinku.. Setelah lebih dari 20 menit ia tidak keluar dari gerbang, padahal dia sendiri yang minta dijemput. Lalu ntah kenapa Baejin melihat ke arah gang gelap tak jauh dari gerbang sekolahnya dan menemukan Samuel sedang dipukuli." Jihoon menjelaskan sambil mengusap sisa air matanya, Ia pasti sangat takut mengingat Ia tidak pernah disuguhkan dengan hal seperti demikian.

"Lalu?"

"Untung saja kami kesana bersama supir Jihoon dan juga langsung meminta bantuan satpam sekolah Samuel." Jinyoung terdiam sejenak, "Daniel Hyung kau tak perlu marah, kami sudah memanggil polisi detik itu juga. Kami masih punya rekaman kejadian itu tersebut by the way." Seungwoo Hyung langsung mengelus tangan Daniel Hyung untuk menahan amarahnya.

"Hmmm... Kira-kira siapa ya?" Euiwoong terheran-heran.

"Aku juga bingung, Ung-ie~ Samuel setahuku tidak pernah bermasalah."

"Ya, kecuali dengan mantannya." Tambahku, yang diangguki oleh Daehwi. "Jika kalian lupa jajaran mantan Samuel sangat dendam padanya."

"Tapi masa mantan dia seme gitu jago mukul?" Tanya Euiwoong lagi yang dijawab getokan manis Seungwoo Hyung dikepalanya.

"Ga mungkin lah orang itu langsung. Sebelum Samuel dengan Daehwi ia selalu pacaran dengan cewe omong-omong."

Kami semua pun terdiam, haruskah aku menceritakan yang tadi? Ah, nanti sajalah.

-TBC-

Spoiler nextchap:

"Jadi begini, ku tinggal sebentar untuk piket malah langsung menyosor ********* dan mencium dia..."

"Ganggu"

"Aku cukup sadar bahwa tingkahku agak membingungkan..."


[Balesan review]

swxxtcandy, wenandareghita: wkwk maaf ya atas ketidaknyamanannya. untuk selanjutnya postingan akan sehat walafiat wkwkw

Nanabanana, MiniSubble, Min Milly, dolltheworld, newmansae, peachpetals, karih8894, ucrittri, Park RinHyun-Uchiha, Jeslyxn, najjemmina: ayo guys kita main tebak-tebakan nugukah Hyungseob itu kkk~. Buat yg komen suka JinSeob, nado! Apalagi episode 8 akutu meleleh liat mereka hiks. Terimakasih krn udh tertarik sm jalan cerita yang aku buat, dinanti terus yaps. Jodohnya beneran apa ngga? HEHE. HEHE. /ketawa jahat/ /aku mau bikin kalian marah sama aku di chap pertengahan/ HEHE.

kidokii: udah di lanjutttttt

dabeerrel04: sorry dearrr grupnya nunggu open memb dan aku bukan adminnn:((( maaf yaaah

Makasih yang sudah meninggalkan review!

To all who favs and follows: Makasiiiihh Sudah di update ya guysss. Anw, It'll better if you leave your jejak here ~

[A/N]: Jinseob moment ditahan dulu demi keberlangsungan cerita. BTW chap ini isinya gegebukan doang yak lolol. Maaf tuk fans Sam dan Niel sekali lagi demi keberlangsungan cerita wkwkw

RnR yap! Aku actually dont mind mau kalian review or nope but I hope aku bisa berinteraksi sama kalian, walau sekedar "lanjut thor" im happy! Aku mau tau gimana rasanya kalian baca ini dan menerima kritikan dengan tangan terbuka. Xoxo!