HARI KU TENTANG MU
Naruto belongs to Mr. MK
This story is mine
Hanya hiburan semata
HINATA HYUUGA &PATNER
Tap...tap.. tap langkah tegas Sabaku Gaara melewati ruang kelas di SMP Konoha Gakuen. Sengaja ia berangkat pagi hari untuk menikmati suasana asrinya sekolah baru. Sekolah yang ia pilih untuk program pertukaran pelajar .
Memandang sekitar, dan tertegun melihat seorang siswi yang setelah ia cermati nampak familiar di ujung persimpangan kelas.
Berfikir sejenak, segera Gaara mengeluarkan selembar foto.
"Akhirnya kutemukan kau, gadis kecil manisku" gumamnya sembari tersenyum.
Mungkin Rabu pagi ini bisa menjadi hari keberuntungan bagi Sabaku Gaara.
Tap...tap...tap...
Gaara berlari secepat mungkin mengejar siswi tadi.
"Ackhh sial... dimana Hinata berbelok tadi" kehilangan jejak gadis manis kecilnya sungguh membuat Gaara kesal.
Pasti akan kutemukan , pikir Gaara.
Yang penting Gaara sudah tahu jika Hinata bersekolah di sini. Sekarang Sabaku Gaara harus ke ruang kesiswaan mengisi formulir kepindahan dan menemukan gadis kecil manisnya.
Teettttt...teetttt...teeetttt... bel sekolah berbunyi, para siswa bergegas masuk ke kelas masing-masing.
"Pagi murid-murid, kelas 2 B hari ini mendapat siswa baru silahkan memperkenalkan diri " ucap Pak Kakashi selaku wali kelas.
Gaara berjalan menuju tengah ke depan meja teman-teman sekelasnya. Dan mulai menyapa.
"Halo, namaku Sabaku Gaara. Murid pindahan progam pertukaran pelajar dari Suna Gakuen. Alasanku ikut pertukaran pelajar dan pindah ke sini adalah untuk belajar mengenal area Kyoto. Dan juga menemukan gadis kecil manisku Hinata Hyuuga. Sekian, boleh aku mendapat tempat duduk ku Guru?" ujar Gaara.
Bias-bias kekecewaan terlihat di wajah siswi kelas 2 B. Mereka tidak menyangka teman baru yang terlihat sebagai lelaki idaman baru di sekolah ternyata sudah menetapkan hati untuk satu gadis.
Sasuke yang duduk di sudut kanan kelas terkejut melihat Sabaku Gaara berada di kelasnya. Juga bagaimana Gaara tahu bahwa Hinata bersekolah di sini . Suatu hal yang tak terprediksi oleh Sasuke.
Saingan untuk mendapatkan Hinatanya. Pikir Sasuke serius.
Lalu kejadian tadi pagi saat di parkiran mencuat kembali, mengingat Sasuke harus berupaya ekstra mendapat Hinatanya kembali.
"Iya...kau bisa duduk di sudut kanan sebelah sasuke" ucap Guru Kakashi.
Gaara berjalan ke arah sasuke sejenak mengenali Sasuke yang merupakan teman fotografinya.
Gaara tak tahu jika Sasuke bersekolah di Konoha Gakuen. Melihat Sasuke, Gaara merasa bahagia setidaknya ia bisa beradaptasi secepat mungkin.
"Aku menemukannya Sasuke...Akhirnya aku menemukannya" ujar Gaara begitu duduk di samping Sasuke dengan wajah berbinar.
"Benarkah? Lalu apa yang kau telah mengatakan semuanya?"tanya Sasuke datar menutupi kegelisahan yang ada.
Sasuke tahu dengan benar siapa maksud dari pembicaraan Sabaku Gaara sekarang ini.
"Belum...aku belum bisa berbicara dengannya. Nanti pasti kutemukan dan ku nyatakan semuanya. Apa kau tahu Hinata Hyuuga sekolah di sini? Benarkah kau tak tahu Hinata bersekolah di sini?" Tanya Gaara menggebu.
"Baiklah murid-murid, buka buku matematika bab 22" ucap Guru Kakashi membuat Sasuke dan Gaara menunda percakapan yang ada. Memulai kelas yang membosankan seperti biasanya.
Hari pun berlanjut membosankan seperti biasa.
Seharian ini Hinata Hyuuga terlihat seperti sosok lain. Bukan teman yang biasa mereka kenal. Sosok ini judes,sewot, dan menyebalkan. Jauh dari sikap manis Hinata yang biasanya.
"Naruto-kun, antar kan aku pulang" ujar Hinata ke Naruto yang sedang mengemas tas.
Wajah Hinata yang terlihat kesal, menyebarkan aura hitam membuat Naruto takut menolak permintaan Hinata.
"Ba-baiklah Hinata-chan" ujar Naruto.
Hinata bersama Naruto melangkah menuju parkiran sekolah.
Puk...terasa tangan seseorang menyentuh kepala Hinata. Mendongak sekilas, melihat Sasuke yang menatap balik dengan senyum jailnya.
" Masih marah dengan yang tadi pagi? Heemmb... kau terlihat jelek cemberut seperti ini" goda Sasuke.
Shock tak ingin dekat-dekat dengan Sasuke setelah keusilan Sasuke tadi pagi ia berlari.
Hinata berlari menjauh dari Sasuke,
Sasuke mengejar Hinata,
Naruto berwajah cengo melihat 2 teman sekompleksnya bersikap aneh.
Hinata berlari secepat mungkin, berharap terbebas dari Sasuke dan tak memperhatikan sekitarnya dan buggg
...
"Aww... please deh jangan ngalangin orang donk" sewot Hinata.
Orang berambut merah berwajah emerald hijau hanya termenung melihat gadis yang memarahinya. Selama jam istirahat tadi Gaara berupaya mencari Hinata tapi nihil. Dan sekarang tanpa di duga, Hinata muncul di hadapannya.
Keterpanaan Gaara membawa bencana. Hinata yang jatuh dan marah-marah, berdiri dan berlari meninggalkan pandangan teman-teman yang menatapnya terheran.
Gaara berbalik melihat Hinata yang menjauh, menoleh ke arah sebaliknya dan menemukan Sasuke yang terlihat mengejar Hinata . Serta seorang pemuda berambut kuning ceria yang terus berceloteh sembari mengejar Sasuke.
Gaara berdiri, menghalangi laju Sasuke .
"Kau mengenal Hinata Sasuke?" tanya Gaara tajam.
Sasuke tahu cepat atau lambat Gaara akan megetahui semuanya. Lebih baik mendeklarasikan di awal, berusaha mempertahankan daripada ia kehilangan cinta pertamanya.
"Ya aku mengenal Hinataku. Gadis yang akan menjadi milikki. Aku tak bisa memberikannya pada siapapun. Bukan kau Gaara , bahkan kakakku Itachi nii tak akan merebut Hinata dariku.
Kita memang teman, dan cinta tak bisa memandang kau teman atau lawan. Yang ku tahu, rasa cintaku melebihi obsesimu pada gadis kecil manismu itu. Maafkan aku Gaara, aku tak bermaksud membohongimu. Dan perasaanku pada Hinata adalah kesungguhan yang tulus" ucap Sasuke.
Gaara tertegun. Apakah ia akan merebutkan Hinata dengan Sasuke. Gaara tak memungkiri bahwa Hinata Hyuuga telah tumbuh menjadi gadis yang mempesona. Badan mungil tinggi 140 cm itu memiliki kulit seputih salju, mata amethist indah, wajah bulat oval berhidung kecil, berbibir mungil dan berpipi chubby . Membuat Gaara yakin bukan hanya Sasuke yang menginginkan Hinata. Pastilah banyak laki-laki yang mengidam-idamkan wanita indah itu menjadi kekasihnya.
Gaara tak akan mundur. Cinta kecilnya akan menjadi cinta selamanya. Dan keyakinan inilah yang menuntunnya sampai ke sini.
"Baiklah, aku akan mendapat Hinata sebagai kakasihku. Dari awal akulah yang mencintai gadis manis kecilku itu. Terserah kau mau berkata apa. Perasaanku pada Hinata bukan obsesi semata tapi itu kesungguhan hatiku Sasuke" ucap Gaara tegas.
Tatapan berapi terlihat dari dua pemuda . Naruto yang menyaksikan bergidik ngeri, lalu berlari menjauhi mereka. Naruto tak mau menjadi korban di antara perkelahian yang ada. Selama ini Naruto menganggap Hinata itu cantik dan sopan ramah tapi bukan tipe seorang Naruto Uzumaki. Naruto hanya menganggap teman sahaja.
Sasuke yang menyadari ketiadaan Naruto tersenyum mengejek kepada Gaara lalu berucap
"Baiklah...kita lihat siapa yang akan dipilih Hinata. Apakah kau Gaara atau aku" ujar Sasuke sembari berjalan melalui Gaara dengan senyum mengejek.
Terima kasih pembacaku
#salamhormat
