Karena saya mau kayak mnet yang suka kasi spoiler tipu-tipu.
(Trainees belong to God, their families, their ent, and their fans. Me just own this story line)
(Boy x Boy, you might hate it)
.
Unexpected Fate
3.
.
Hari ini hari jum'at dan sekolahku memang memulangkan muridnya dengan cepat. Aku sudah berjanji untuk mengantar Daehwi untuk selanjutnya menjenguk Samuel. Sekarang aku sedang berdiri di depan kelas Daehwi sebelum merasakan ponselku bergetar.
.
New Message from Hyungseob
Kau dimana? Sepertinya bukumu tertinggal
.
Aku mendecih kesal. Masih teringat kejadian kemarin saat dia mengingatkanku tentang Samuel. Sudah dua hari berlalu sejak kejadian itu dan kondisi Samuel masih kurang baik. Setelah di keroyoki Samuel jatuh sakit dan belum bisa mengikuti pelajaran. Kata dokter, ada beberapa bagian vital yang terluka, mengharuskan dia untuk beristirahat terlebih dahulu.
"Disini kau rupanya." Terdengar suara seseorang, bocah ini lagi.
"Ini bukumu." Ia menyerahkan buku catatan bahasa inggrisku. "Btw, kau mau pulang sama Daehwi?"
Aku hanya menganggukkan kepalaku tanpa menatapnya. Dia menghela nafasnya pelan.
Kulirik dari ekor mataku, dia seperti ingin menangis. Aku jadi ikut-ikutan menghela nafas dan menatap ke arahnya.
"Jika kamu pikir aku marah sama kamu, ngga. Ada beberapa hal yang terkadang aku pingin kamu ga begitu ikut campur. Aku ngga tahu kamu itu bisa tahu darimana tapi hal itu lama-lama menggangguku juga."
Jelasku kepadanya. Dia mengangkat kepalanya takut-takut dan aku hanya tersenyum menatapnya.
"Sudah sana pulang. Besok kamu beneran kosong kan?" Ia menanggukkan kepalanya lucu. Aku tidak tahan untuk mengacak-acak rambutnya.
Hyungseob mengerjapkan matanya.
Ntah apa yang ada dipikiranku. Aku mendekatkan kepalaku ke arahnya dan menatap lekat binar di matanya.
.
Kenapa sih anak ini bisa semenggemaskan ini?
.
Melawan kesadaranku, aku mengikir jarak di antara kepala kami dan menempelkan bibirku diatas bibirnya.
Benar-benar hanya menempelkan tapi sudah membuatku seperti terbang menembus atap sekolah. Sesosok dihadapanku ini hanya mematung dan membolakan matanya untukku. Reaksi yang benar-benar membuatku ingin menjerit seperti wanita. Aku ingin menculik anak ini dan ku kunci di kamar saja rasanya.
.
"Jadi begini, ku tinggal sebentar untuk piket malah langsung menyosor ke anak baru dan mencium dia di koridor serasa dunia milik berdua padahal kamera sudah menjepret kalian sana sini." Sindiran tersebut mengganggu kegiatanku dan Hyungseob. Ku jauhkan kepalaku dan ku tatap sebal orang tersebut.
"Ganggu."
"Eum.. Annyeong Dae." Hyungseob berujar kikuk, mukanya sudah semerah tomat. Ah lucu sekali.
"Well, jika aku memang mengganggu tolong usir saja aku dan jangan kau tatap dia seolah ingin melubangi dirinya."
"Berisik." Jawabku tanpa mengalihkan pandanganku.
"Kenapa masih disini?" Kudengar suara Seungwoo Hyung memasuki pendengaranku.
"Tolong kau urus sekertaris OSISmu ini hyung, dia seolah ingin menusuk Hyungseob dengan tatapan matanya."
Daehwi berujar sinis ke arahku, aku hanya mendecih mendengarnya.
"Hari ini rapat kan?"
Aku mengembalikan diriku ke mode normal. Oiya hari ini rapat.
"Nah kan denger kata rapat normal lagi dia. Yuk." Ajak Seungwoo Hyung kepadaku.
.
"EH IYA, kalau kalian rapat terus yang antar aku siapa dong?" Daehwi mempoutkan bibirnya kesal.
"Aku udah suruh Daniel."
"Sip hyung! Terbaik!" Daehwi mengacungkan jempolnya.
Sebelum kami menjauh, Daehwi membalikkan badannya dan berkata, "Hyungseob hyung, rasanya ciuman bagaimana?" Dan sukses membuat Seungwoo Hyung terkejut.
.
.
Baik, rapat hari ini selesai. Ujar Seungwoo Hyung menutup forum hari ini. Kami meregangkan otot setelah dua jam lebih duduk dalam posisi kaku. Aku mengambil ponselku dan melihat banyak notif dari Hyungseob.
Kau masih di sekolah?
Bawa payung?
Hari ini akan hujan. Selesai rapat jam berapa?
Aku akan kesekolah satu jam lagi
Pesan itu dikirim tepat satu jam yang lalu. Ntah kenapa makin kesini aku makin heran dengan Hyungseob, mungkin kemampuan intuisi dia di atas rata-rata atau dia terlalu peka. Tapi ntahlah, semakin dipikirkan membuatku semakin bingung.
Ntah kenapa kurasakan bulu kudukku merinding. Seungwoo Hyung menatapku dengan tajam. Sepertinya dia masih mempertanyakan hal tadi.
"Wah, wah, ada apa ini?" Haknyeon dan Jihoon yang berada di antara kami menatap kami keheranan. Aku hanya terdiam tak ingin menjelaskan sedangkan Seungwoo Hyung menatapku seolah berkata 'yang-harusnya-jawab-dia!'
"Yuhuuu~ Spadaa~ Dimana Woojinku?" Duh. Kenapa sih harus berteriak seperti itu.
"Hoi anak baru." Sapa Seungwoo Hyung, Hyungseob tersenyum lebar sekali. Aku hanya bergidik menatapnya.
Pasti ada apa-apa. Jihoon dan Haknyeon menatapku penuh selidik. Aku mengangkat tanganku seolah tidak tahu apa-apa.
"Yasudah Woojin, ku izinkan kamu keluar duluan. Nanti kalau kita kumpul lagi kau harus jelaskan mengenai kejadian di koridor tadi. Aku mengangkat jempolku dan menggaet lengan Hyungseob untuk langsung berjalan keluar ruangan OSIS."
"Ada apasih?" Suara Haknyeon masih masuk pendengaranku.
"Woojin tadi nyium Hyungseob."
"HAH APA? WOOJIN HYUNG! KOK DIBIARKAN KABUR SIH?" Aku tertawa dan segera meninggalkan sekolah.
.
Kami masih berjalan dalam keheningan, Hyungseob seketika berubah seratus delapan puluh derajat. Dia lebih banyak menunduk dan menggenggam payungnya erat. Ngomong-ngomong, hari ini benar-benar hujan ternyata.
.
"Masal-"
"Udah, gapapa kok kalo belum bisa di jelaskan."
Hyungseob masih menatap lurus ke ke tanah. Aku terheran menatapnya.
"Ya.. Aku cukup sadar bahwa tingkahku agak membingungkan. Biarkan saja mengalir apa adanya. Aku tidak marah kalau kau men-ci-ciumku… Jujur, aku senang saja. Aku tidak akan memaksa kamu untuk membalas perasaanku atau apapun itu.. Ya.. jadi santai saja."
Gila ini Hyungseob apa bukan? Pikirku heran. Dia beda sekali dengan pemikiran dewasanya.
Ingin rasanya aku mencium dia lagi.
"Ngomong-ngomong, kenapa sering kamu pindah sekolah?" Aku berusaha mengalihkan pembicaraan agar otakku tetap jernih.
"Mencari sesuatu, pegangan hidup-mungkin?" Ucapnya terdengar ragu-ragu.
"Sesuatu yang sangat berpengaruh bagi hidupku. Aku sering sekali pindah sekolah demi mencari hal itu. Semenjak SD, ini sudah terhitung sekolah ke 8 yang ku sambangi. Aku berpindah setiap tahun ajaran baru. Berat rasanya tapi aku senang-senang saja."
"Banyak kenalan ya?" Ia mengangguk lucu.
"Lalu kau kenal Daehwi?" Ia mengangguk lagi.
"Kenal kok, tapi pasti Daehwi menceritakan perihal ketidakdekatan kami. Memang hubungan kami sedikit complicated Haha.
"Ya benar sih." Aku sedikit bingung mau menimpali apalagi. Keheningan kembali menghampiri kami. Hujan sudah mulai reda saat kami sampai ke halte bus. Aku mengantarkan dia atas inisiatif omong-omong.
"Sudah?" Tanyaku. Dia hanya memandangku heran. Aku menggaruk leherku canggung.
"Eum… Ku kira kamu ingin memeluk atau-"
PUK
"Haha, makasiiiih. Aku senang banget hari ini!" Pekik Hyungseob sambil memelukku erat. Dia bahagia sekali nampaknya.
"Besok jam 9 ya?"
"Call! Di gerbang sekolah saja yap." Aku menganggukkan kepalaku.
Ia langsung melepaskan pelukannya saat bus sudah sampai.
"Dadah jodohku!" Ia berteriak sambil menaiki bus, membuat mukaku memerah dan hangat bahkan sampai ketelingaku. Ya, walaupun mengggangu, sebenarnya aku tetap senang.
Aku membalikkan badan sambil tetap memegang payung biru pemberian Hyungseob. Ah~ Aku akan tidur nyenyak malam ini!
-TBC-
.
Spoiler nextchap:
Temani aku ngecat rambut saya yuk.
Yah, mungkin sedikit kejutan akan membuatnya senang.
**** KAMU GAKPAPA?!
.
/ketawa jahat/
.
[Balesan Review]
Guest: YAkali digebuk ucup WKWKWk
flying lry, parkwoojinslay: apa hayo…. wkwk
SheravinaRose; Lol, macem doraemon gituya. Dia seme sejati ucup dengan sifat tsundere in my opinion. IYA BENER EH ternyata ga cuman aku yg nyadar kalo dia gugup itu selalu mau gigit jari gt lol he's so qt. Anw selaw aja mslh review mahh~
dumpling-lion: HAHA cuman km yg bilang gt lol
Zizisvt, reveluvv: kecurigaan banyak pihak~
SJMK95: WOW-cuman kamu yang sepertinya menotis itu (dari sekian review). Sebenarnya dibuat begitu supayaaaaaaa.. gajadi de ntar spoiler, masi jauh juga soalnya wkwk
Nanabanana: akan ada penjelasannya jadi tungguin aja~ NGEGAS lol iyasi mereka neomu kiyowo. Tebusan dosa atas jinseob momen sudah hamba buat di chap ini~
dolltheworld: kamu mau diajak jalan juga sm mereka? xD
preetybeauty, JaeminNanana: malaikat penjaga hatiq wk, sudah dilanjut~
raspbeurry: ur comment makes my day lolol, ucupma goblin's bride xD
najjeminna: menemukan kata2 spoiler kmrn di chap ini? HEHE jangan gebuk aku yaw X) kan ceritanya si woojin baru aja tau shay blm sempet kasitau muelll. HEHE tunggu aja chap 7/8/9 HEHE
Jesslyxn: nanti akan dijelaskan lebih mendalam so stay tune! EUMMM Wooin itu jodohq WKWK g.
.
.
Niatan mau bales review digabung kayak chap kemaren musnah sudah karena review kalian luar biasa kreatif (dan particularly). Makasihhhh I enjoy talk to u guyz.
Favs and Follows nambah yey. Terimakasi suda mau menanti ff ini. Ayo muncul para pembaca dalam keheningan
[A/N]:
Beneran iseng kemaren bikin spoiler yg beda sm isi biar kea previewnya pd101 (suka jahat gitu).
Chap ini ku dedikasikan utk jinseob momen, tapi sekali lagi maaf karena mereka baru kenal kan ga lucu gitu nyosor2 bae.
Memang agak membosankan, tapi chapter ini crucial mengingat inilah yang akan mengantarkan pada konflik di ff ini. Jadi mohon bersabar gaes.
Di chap depan mungkin ada sesuatu yang ga kalian ekspektasikan HAHA /ketawa jahat/
RnR guyzzzz biar main cepet update
Besok lagu concept evaluation rilis. Jam 10.00 WIB. Bisa di streaming di melon, mnet, naver, dan genie. Aku cinta mati sm oh little girl dan I kno u kno! Kalau kalian?
