Ok,,,kita lanjutkan cerita gaje nggak jelas ini.

Mudah-mudahan tetap ada yang sudi membaca #amiiin

#terimakasih *sabaku no yanie, *nur724, * azura hatake, *diantowati, *izumikaori, *namsoyo, * NillaariezqysekarrSarry470 dkk

Naruto belongs

The story is mine

Hanya hiburan semata

HINATA HYUUGA & PATNER

Hinata menatap hasil tulisan buku diari yang telah selesai di isi.

Keinginan , suka, duka dan rahasia Hinata tumpahkan di buku diary yang ia namakan "book'id life". Dari kisah masa kecilnya hingga sekarang. Kejadian hari Rabu ini menjadi bagian dari kehidupannya. Bahkan rasa suka yang selama ini Hinata pendam tersimpan rapi di buku diary yang bertengger manis di bawah lampu meja belajar.

Kamar bernuansa violet cerah berharum lavender menenangkan.

Kamar kecil yang menjadi privasi bagi pemiliknya, tertuang foto-foto indah terpampang memenuhi kamar.

Di kamar Hinata terpajang foto keluarga, foto Hinata saat bersama teman kecil di Suna, foto Hinata bersama teman kompleks Fuji, serta foto Hinata bersama Sasuke saat perayaan musim panas.

Tentu semua foto di ambil oleh Ibu Hikari yang gemar mengabadikan momen indah kehidupan. Momen penting di pajang di dinding rumah, di kamar Hinata untuk momen Hinata, di kamar Hanabi untuk momen Hanabi dan di satu folder album yang membingkai indah kenangan keluarga.

Semua Ibu pasti tanpa sadar menyukai momen menyegarkan ingatan lama tersebut.

Dan akan tersenyum bahagia mengingat betapa banyaknya hal yang telah dilalui.

Ternyata begitu banyak waktu yang telah berlalu.

Tentang suatu perasaan tak hanya tertuang dalam tulisan bisa jadi perasaan yang dalam tertuang dalam potret gambar. Itulah yang mendasari Ibu Hikari menyukai fotografi sejak Hinata lahir.

Menatap foto-foto yang berjejer rapi, menggumamkan betapa menyebalkannya Sasuke sembari menatap foto kecil mereka dan memikirkan hari besok jadwal olahraga menyebalkan.

Mata Hinata teralih ke foto semasa ia di Suna. Memperhatikan dengan seksama wajah teman-teman kecilnya, berfikir apa mereka tetap mengingat Hinata. Hinata, teman mereka yang begitu gembul berpipi bulat seperti bakpao dengan semu merah muda setiap di goda bahwa Gaara si tuan panda merah menyukainya. Antara malu dan mau menangis. Hinata hanya memendam kata dalam lidah kecilnya dan berakhir dengan semua semu merah muda di wajahnya.

Sungguh cerita anak kecil yang begitu menggelikan. Pikirnya saat ini.

Disamping foto Suna, ada satu foto aneh saat Hinata kecil kini menjadi fokus perhatiannya. Sebuah foto dimana Hinata kecil di sodorkan sebuah lolipop besar oleh lelaki kecil berambut merah dengan siluet langit orange yang begitu indah.

Ahh...dimana itu. Lelaki kecil berambut merah.

Aaa...apa ? Lelaki berambut merah?

Ingatan Hinata memutar kembali kejadian tadi siang dimana dia dengan tidak sopannya menabrak dan memarahi lelaki tersebut.

Hinata tak yakin, walau sekilas pemuda itu mirip tuan panda teman sekolah di Suna sebelum ia pindah ke Kyoto sekeluarga, tapi Hinata tak mau menduga-duga.

Mengingat apa yang telah Hinata lakukan pada korban berambut merah tabrak lari tadi siang membuat Hinata merasa bersalah. Kenapa Hinata memarahi orang yang tidak bersalah, kenapa ia marah kepada orang asing.

Menguatkan tekad sebagai anak yang baik, Hinata akan meminta maaf kepada lelaki tersebut.

Dan berharap, semoga lelaki asing bukan seorang pendendam yang jahat tak bisa memaafkannya.

Benarkah asing ?

Kamis adalah jadwal olahraga kelas 1D. Kelas olahraga kali ini adalah lari jarak pendek berkelompok di arena lapangan basket .

Hinata payah dalam olahraga dan dia tidak suka itu.

"ino...bantulah aku ya, jadi pasangan lari cepat hari ini. Kalo bersama chouji, nilaiku takkan bagus" pinta Hinata

"baiklah-baiklah, jangan merengek seperti itu Hinata" ucap Ino.

"Wah...wah Hinata -chan, apa kau akan lari sprint berkelompok, haha...haha... berusahalah yo, aku akan mendukungmu" sorak Naruto berkumandang keras semenjak para siswa kelas 2B memasuki arena lapangan basket.

Sebenarnya para siswa kelas 2B hendak bermain sepakbola , tapi langit mendung gelap beserta rintik hujan yang turun mengurungkan niat mereka.

Alhasil, mereka berbagi arena olahraga dalam ruangan ini.

"Humm..iya Naruto-kun, a-aku akan berusaha" ucap Hinata.

Disamping Naruto ada Sasuke yang bersikap jaim tersenyum culas, entah meremehkan atau bahagia melihat Hinata kesulitan kali ini.

Tak jauh dari mereka, Hinata melihat rambut merah. Lelaki berambut merah itu terlihat maju mendekati area 1D, tepatnya maju ke hadapan Hinata.

Mata emerald hijau itu tak lepas memandang antusias Hinata . Hinata yang merasa risih, berfikir apa lelaki itu dendam padanya.

"Sumimasen, a-aku kemarin tidak sengaja menabrak Anda dan ucapan buruk saya..., tolong ma...maafkan saya" ucap Hinata gugup.

Gaara terenyuh mendengar permintaan maaf Hinata. Gaara berfikir apa Hinata tidak mengenalinya.

Mengenggam tangan halus Hinata, Gaara berucap " Tak apa. Aku memaafkanmu, Hinataku"

Hinata mendongakkan wajah menatap lalaki di depannya

"Hinataku, apa maksudnya?" ucap Hinata.

"tuan panda merah Suna, aku Sabaku Gaara. Permen lolipop , apa kau tidak mengingatku. Jangan bilang kau melupakanku, setiap saat aku mengingatmu, mencintaimu" ucap Gaara membuat para penonton terbengong akan adegan yang mereka lihat.

Masih untung Guru olahrahga belum hadir di sini .

Hinata masih mencerna info dari Gaara.

Sasuke tak tahan dengan adegan drama picisan yang Gaara lakukan.

Sasuke maju, melepas tangan Hinata yang di genggam Gaara.

Wajah kesal dan marah Saauke menjelaskan kecemburuan yang memuncak.

"Sejak kapan Hinata menjadi Hinatamu Sabaku Gaara. Hinata itu bukan milik siapa pun. Jangan mengklaim seenakmu sendiri. Hinata belum menerima cinta siapa pun" ucap Sasuke dengan gigi bergemelutuk menahan amarah yang ada.

Sementara para siswa di arena lapangan basket ini bercuap-cuap meneriakan kalimat-kalimat ambigu di antaranya

"kyaaaa...Hinata aku tak tahu kau memiliki pangeran tampan merah yang romantis.."suara Ino

"Hinata,, kau sangat beruntung. Laki-laki gentlemen yang sempurna. Andai aku mendapat seseorang seperti dia, aku pasti menerimanya" ucap Tenten

"Huhh..aku tak tahu ternyata selama ini Sasuke menyimpan cinta untuk Hinata" ucap Shikamaru dengan sikap tenangnya.

Krik...krik...krikk

Krik.. ...

Hening...

"Sasuke mencintai Hinata... itu.. itu pasti tidak benarkan?" ucap Karin kakak kelas 2B yang langsung patah hati.

Membuat barisan fans setia Sasuke patah hati.

"yo..Hinata,, kau pilih siapa Hinata? Sasuke atau Gaara?..ahh..aku tak menyangka ternyata kau mendapat 2 pangeran tertampan di sekolah..haha" ucap Naruto memperkeruh pikiran Hinata

"Terima...terima...Ayo Hinata, terima cinta Gaara.. tidak, tidak terima cinta Sasuke saja .. "

Suara berisik itu terus berputar di kepala Hinata.

Hinata yang sekarang berdiri diantara Gaara dan Sasuke menatap dua pemuda tersebut bergantian.

Hinata hendak berucap,,

Ini salah ini pasti mimpi...ini mimpi buruk..

Hinata harus bangun dari mimpi buruk ini

"Tolong ...tolong hentikan..aku ...aku tak menerima siapapun...maaf" ucap Hinata sedikit lantang.

"Kenapa Hinata, harusnya kau terima aku"..ucap Gaara.

"Bukan, Hinata itu punyaku..bahkan selamanya" tegas Sasuke.

Lalu suara komentar teman-temannya serta suasana rumit ini.

Hinata tak tahan lagi, tak sanggup.

Hinata merasakan tangannya menjadi dingin.

Pusing hebat tiba-tiba melanda kepalanya, suara menyiksa itu bergema semakin keras, keringat dingin menetes deras di dahi, wajah bersemu merah muda berganti memucat

Lalu...

Brukkk...

Hinata jatuh pingsan

Sasuke hendak menggendong Hinata,

Gaara tak mau mengalah , harusnya ia yang menggendong Hinata.

Saat perebutan terjadi,

sebuah suara menginterupsi..

"ada apa ini...apa yang terjadi? ..kenapa Hinata jatuh di lantai" tanya Guru Sasori.

"Hinata pingsan Guru" ucap cepat Ino.

Guru Sasori pun langsung berjalan ke tengah arena lapangan basket lalu segera menggendong Hinata menuju UKS dimana Tsunade bertugas.

"Cepat tolong dia" ucap Guru Sasori sembari menidurkan Hinata di atas tempat tidur.

Menatap Hinata sejenak, menyerahkan kepada Tsunade lalu kembali ke arena lapangan basket untuk memberikan tugas kepada kelas 2B dan mengambil nilai lari untuk kelas 1D.

Tsunade memberikan perawatan yang di butuhkan Hinata dan membiarkan Hinata tidur dalam beberapa jam.

Ino dan temannya shock atas pingsannya Hinata. Hendak memberitahu Ibu Hikari, namun Ino berfikir Hinata pasti tidak mau membuat keluarganyaa khawatir. Ino juga tak habis fikir, tak bisakah Sasuke dan Gaara bersaing secara sehat untuk mendapatkan cinta Hinata.

Kini semua siswa sekolah tahu Hinata menerima 2 pinangan cinta, dan pinangan siapa yang akan diterima tiada yang tahu.

Mudah-mudahan tidak mengecewakan Anda.

#manteman

#terimakasihpembaca