(Trainees belong to God, their families, their ent, and their fans. Me just own this story line)

(Boy x Boy, you might hate it)

.

Unexpected Fate

5.


"Kenapa anjir lu?"

Seluruh teman-temanku sudah berkumpul di ruang osis. Sebenarnya yang anggota OSIS hanya aku, Jihoon, Seungwoo Hyung, dan Haknyeon sih, tapi mengingat Seungwoo Hyung adalah ketua sedangkan kami bertiga lainnya adalah anggota penting, jadi otomatis ruangan ini dengan mudah kami akses.

.

"Kan udah dibilang, kemarin kecelakaan." Daehwi mencoba menjelaskan. Aku hanya mengangguk mengiyakan.

"Gimana rasanya diurus sama Hyungseob?" Daehwi menggodaku, yang lain menatapku heran.

"Yaaaa. Biasa aja."

"Heran deh. Lu sama dia kadang deket kadang jauh. Sebenernya kalian tuh gimana?" Tanya Jihoon.

Aku hanya termenung. Tak pernah sekalipun kepikiran masalah itu.

.

"Udah gausah dipikirin." Daniel Hyung mengabiskan jus jeruk di tangannya. "Yang ada kepala kamu tambah sakit."

"Eits, hyung. Perlu juga loh dipikirkan. Lama-lama kan orang bisa menilai, aku cuman gamau aja kalau orang memandang kamu dan Hyungseob kurang baik." Kata Jinyoung, iya juga sih.

.

"Jujur, aku nyaman sih sama dia." Aku memutuskan untuk membuka suara.

"Tapi aku belum merasa perlu untuk menjalani suatu hubungan sama dia. Aku belum merasa berdebar saat di samping dia, aku juga gamau mempermainkan perasaan dia guys." Jelasku panjang lebar.

Sebenarnya, agak bohong sih.

Euiwoong tersenyum menatapku. Ia menepuk pundakku.

"Coba kamu bayangkan. Kalau dia dekat sama orang lain. Dia memberikan senyuman dan tatapan sayang yang selama ini cuman dia kasih ke kamu. Hati kamu ngilu gak?"

Aku terdiam memikirkan kata-kata Euiwoong.

"Ya, ya. Bilangnya gamau menjalin hubungan dulu tapi liat siapa yang disini alisnya tertaut mendengar doi bersama yang lain syudududu~" Jihoon meledekku dengan ekspresinya yang gak jelas. Temanku yang lain hanya tertawa.

"By the way, aku kepikiran sesuatu deh." Seungwoo Hyung angkat bicara.

"Apa?"

"Habis ujian makan yuk! Lumayan kan melepas penattt."

"Boleh tuh. Lagian dari kemarin kita ngurusin orang yang sakit mulu." Perkataan Jinyoung membuat kami tertawa, kalau dipikir-pikir benar juga sih.

"Sama Samuel juga?" Tanya Daehwi.

"Iyalah. Eh iya, Jin, ajak Hyungseobmu itu dong. Mau liat wujudnya gimana." Ujar Daniel Hyung.

"Hmmm.. Baiklah."

.

.


Aku memasuki kelas setelah berkumpul dengan teman-temanku. Hari ini semua guru sedang rapat mengenai ujian semester ganjil. Wah kalau dipikir-pikir sebentar lagi Seungwoo dan Daniel Hyung lulus, lalu aku, Jihoon, dan Hyungseob akan segera naik ke kelas akhir.

Hyungseob tertidur dengan posisi yang terlihat tidak nyaman. Ia bukannya menaruhkan kepalanya di meja malah hanya duduk tegak dan menutup matanya. Merasa tidak tega, aku pun memindahkan sedikit kepalanya agar dapat bersandar di bahuku.

Mumpung dia masih tidur dan guru belum masuk, aku memutar kilasan balik pertemuan ku dengan Hyungseob di kepalaku. Tak pernah terbayang bahwa orang yang ingin kuhindari ini berakhir di pundakku seperti ini, kecupan itu, segala cerita tentang diri kami masing-masing. Jujur sepanjang hidupku, aku tak pernah dengan mudah nyaman terhadap seseorang. Bahkan dengan Samuel saja perlu waktu lebih dari 3 bulan baru aku bisa banyak bercerita dengannya.

.

"Sudah memikirkan akunya?"

"Hah? Udah bangun?"

"Hmm. Abisnya pikiran kamu berisik banget sih, aku jadi gak sengaja ngelihat deh." Ia menguap, sepertinya Ia menikmati tidurnya.

"Kamu bisa liat pikiran orang juga?" Aku bertanya penuh kekaguman.

"Ya, tapi gak semuanya. Palingan yang bisa dengan aku jelas lihat isi pikiran orang yang lagi mikirin aku. Misalnya kamu."

Aku menganggukkan kepalaku. "Sedih dong, kamu bisa tahu kapan orang pura-pura baik sama kamu?"

Hyungseob hanya tersenyum masam.

"Oiya kamu mau-"

"Aku tahu."

"Ih. Pura-pura gatau aja apa." Aku mencebikkan bibirku kesal. Susah deh pasti kalau mau surprisein dia!

"Haha. Baiklah katakan saja."

"Rencananya aku dan teman-temanku mau jalan sehabis ujian selesai. Kamu bisa ikut?"

"Boleh saja! Aku juga mau mengenal teman-teman calon masa depanku! Haha." Ujarnya bahagia, ntah kenapa kata-katanya membuat hatiku menghangat.

.

.


Musim ujian telah berlalu. Aku dan teman-temanku sekarang sedang berkumpul di kantin sekolah. Melepas penat sejenak sebelum esok hari kami akan jalan-jalan bersama.

"Hyungseobmu mana? Katanya mau dibawa juga." Tanya Jihoon kepadaku. Aku hanya mengangkat bahu.

"Ntar juga nyusul paling."

"WOOOJIIIN." Hyungseob melambaikan tangan dari jauh, kulihat beberapa kotak di tangannya. Tuhkan panjang umur.

"Maaf baru kesini, soalnya tadi harus ngambil perlengkapan lukis dulu."

"Hi Hyungseob-ssi." Ujar Jinyoung sambil membungkukan badan.

"Oh iya maaf aku lupa memperkenalkan diri. Hyungseob imnida!" Ia tersenyum dengan sangat lucunya dan lalu langsung duduk disebelahku.

Aku berdehem. "Hyungseob kenalkan, yang memiliki senyum kelinci ini namanya Daniel, lalu disebelahnya ada Seungwoo, yang punya kepala kecil itu Jinyoung dan Jihoon disebelahnya, Lalu yang berlesung pipi itu Haknyeon, disebelahnya itu Euiwoong, dan yang in- ya kamu pasti tahu." Aku mengenalkan mereka kepada Hyungseob, sepertinya mereka semua menyukai aura yang Hyungseob bahwa, coba saja kau lihat Jinyoung saja sampai tersenyum. Padahal dia biasanya yang paling datar.

"Oh iya, btw ada Samuel juga. Dia pacarku tapi beda sekolah." Daehwi menunjukkan ponselnya kepada Hyungseob, memperlihatkan bagaimana rupa Samuel.

"Dae, ngapain dikasih tunjuk? Kalau sampe Hyungseob kepincut sama Samuel gimana Woojin?"

"Aku tidak senang menikung kok, teman Samuel di foto-foto tersebut banyak yag tampan" Ujar Hyungseob, aku membolakan mataku terkejut.

"HAHAHA." -Daehwi.

"TOLONG BAWA AIR KESINI. ADA YANG MENDIDIH MATANG." Euiwoong.

Aku mendecih memperhatikan tingkah mereka yang bahagia sekali mentertawakanku.

.

"Eiya, menurut kamu, Woojin tuh gimana sih? Kok kamu sampe mau berjodoh sama dia." Tanya Daniel Hyung.

Semua teman-temanku nampak bahagia bisa menggodaku. Aku memerah dan mengalihkan tatapanku ke Hyungseob. SHIT, dia malah menatapku dalam lalu menjawab pertanyaan itu.

.

"Woojin itu… Apa adanya.

Dia berbicara seperlunya, namun dia selalu jujur. Dia jarang berpikiran buruk tentang orang lain. Dia sebenarnya orang yang hangat namun terlihat dingin jika kita tidak mengenal dia dengan baik. Mungkin orang-orang memanggilku endorphin, namun terkadang aku juga butuh endorphin bagi diriku, dan Woojin adalah orang yang tepat untuk hal itu."

.

Aku menatapnya terenyuh, apa aku masih harus meragu tentang perasaan aku ke kamu Hyungseob? Ku coba untuk bertanya kepadanya melalui isi pikiranku.

.

"Mungkin terkadang aku terkesan terlalu mengejar-ngejar dia tapi sebenarnya aku hanya terlalu nyaman saja dengan dia. Seperti ada magnet yang menarikku, membawaku kepada dia. Jadi, walaupun kami begini-gini aja terus, aku cukup senang. Dia selalu bisa membuatku bahagia dengan caranya sendiri." Hyungseob menutup penjelasannya. Teman-temanku terlihat mengularkan ekspresi berbeda-beda.

Euiwoong, Jihoon, dan Daniel Hyung tertawa melihatku -yang sepertinya merona-.

Daehwi, Haknyeon, dan Jinyoung membuka mulutnya dengan ekspresi terkejut.

Sedangkan Seungwoo Hyung tersenyum hangat.

"Daebak." -Daehwi.

"Sumpah aku merinding banget dengernya." -Jinyoung.

"Tu anak orang ngode tuh! Jahat lu." -Jihoon malah menimpali dengan berkata demikian.

Jawaban Hyungseob tadi sepertinya dapat kuartikan sebagai 'santai saja, aku ga minta kamu untuk buru-buru jadian atau berhubungan denganku. yang jelas aku nyaman sama kamu. '

Aku tersenyum lebar, senang karena Hyungseob dapat mengerti diriku dengan baik.

.

.

Cup

"HYAAAAAA!" Jerit teman-temanku.

Sepertinya tidak ada salahnya mengecup Hyungseob di depan mereka.

.


"Yang tadi itu dahsyat sekali." Ujar Hyungseob kepadaku. Ntah angin apa membawa kakiku mengantarkan dia kerumahnya.

"Aku- tersentuh." Ucapku singkat. Kenapa dibahas lagi sih?

.

"Sejujurnya aku penasaran juga loh."

"Apa?"

"Sebenarnya kamu nganggep aku apa?"

Aku menghentikan langkahku. Pikiranku langsung kosong begitu saja. Bahkan aku sama sekali tidak mengetahui bahwa aku sudah terdiam mungkin lebih dari lima menit.

"Lupakan. Ayo kita jalan pulang." Hyungseob langsung melangkahkan kakinya, jelas bahwa Ia nampak kecewa denganku.

.


Tidakku sadari bahwa kami sudah sampai di depan rumah Hyungseob, kondisi kami masih seperti tadi, terdiam tanpa mengatakan apa-apa.

"Aku masuk dulu ya." Hyungseob berjalan tanpa menatapku sama sekali. Aku benar-benar mengecewakan dia sepertinya.

"Seob-Hyung…" Panggilku pelan, yang untungnya dapat menghentikan langkahnya.

"Ne Woojin-ah?" Aku melangkahkan kakiku ke depan Hyungseob. Ku pandangi raut muka itu, matanya yang berbentuk seperti setengah bulan, bibir tipisnya yang kemerahan, hidung bangir dengan tulang pipi yang terangkat, membuatnya selalu terlihat bahagia, bahkan senyumannya pun nampak seperti matahari di musim semi. Cantik, cantik sekali.

Hyungseob terdiam, Ia sepertinya tahu isi pemikiranku. Terlihat dari ekspresinya yang langsug tersenyum teduh seperti hujan gerimis di senja.

Benar-benar definisi sempurna.

.

Aku yang tidak tahan menatap keindahan tersebut langsung mendekatinya, menggenggam tangan hangatnya sembari menyentuhkan bibirku ke atas bibirnya untuk kedua kalinya. Kali ini ku coba melumat bibir atasnya, menyesapi manisnya Hyungseob sambil mencari jawaban atas kegundahan hatiku. Bibirku menari-nari, menikmati indahnya lekukan bibir yang selalu tersenyum bagiku.

Dengan penuh rasa penasaran ku persempit langkah kami, mencoba menyapa bibirnya lebih dalam. Tidak hanya sekedar mengecup, kuberanikan diri untuk melumatnya sedikit.

Gila, ini lebih gila dibandingkan canduku terhadap menari. Mungkin Hyungseob bisa menggantikan posisi hal-hal favoritku.

"Eung-" Suara Hyungseob terdengar memasuki pendengaranku. Ia sepertinya kehabisan nafas.

Sedikit tidak rela, kupisahkan tautanku dengannya. Menatap dirinya yang memerah dan menatap kosong. Ia sepertinya benar-benar tidak menyangka aku akan menciumnya sedalam ini.

Aku tersenyum sendiri, ku bawa bibirku ke samping telinganya.

.

"Aku suka padamu, mau membantuku agar dapat mencintaimu?"

.

.

-TBC-


[A/N]:

baru kelar live streaming dan langsung muncul niatan publish ini. it literally breaks my heart seeing Yongguk and Hyunbin. Taedong juga.

Let's hold our hand together. Walaupun fav kalian keeliminasi jangan sampai membuat kalian buta dan bilang "ih si ******* gapantes lolos". Jangan. Semua orang punya kesempatan yang sama dan yeah apasi kita intern fans gabisa vote? Hehe.

Semoga chapter ini dapat menghibur kalian!

Btw, aku akan post cerita one-long-shot mengingat aku udah janji di cerita sebelah. (review kelipatan 50 aku post cerita baru)

Castnya siapa?

Minhyunbin ku yang baru saja karam malam ini.

Besok sahur atau pagi yaps!

.

[Balasan review]: dolltheworld, reveluvv, Rfay17, BeauAnn, gbrlchnerklhn, najjeminna, Akusiapa, Guest, nationalproducer101: muchhhh love for reviewnya guysss. Maaf lama dan makasih sudah nyemangatin aku! Xoxo.

.

.

RnR chinguuuuw~~~~