(Trainees belong to God, their families, their ent, and their fans. Me just own this story line.)
(Boy x Boy, you might hate it)
Unexpected Fate
7.
Kami semua sudah berkumpul di amusement park dekat sekolah kami. Kami? Iyaps. Aku dan serombongan temanku sudah berkumpul (plus Hyungseob tentunya). Rencana berlibur yang sudah di bicarakan jauh-jauh hari ini dapat terlaksana juga akhirnya.
Aku menatap tiket di tanganku sedikit ragu. Tadi saat baru masuk gerbang utama, kami berebutan memilih wahana yang akan di masuki. Setelah menyebutkan rumah hantu, racing car, komedi putar, roller coaster, dan bianglala, kami berdebat cukup panjang mengenai 'bagusnya kemana dulu'.
"No! No rumah hantu is really no!" Jihoon.
"Bianglala for the last lah biar romantis." Daniel.
"Baru dateng dan langsung naik rollercoaster tuh capek tahu." Samuel.
"Tapi komedi putar gak enak kalo di awal! Masa gak seru gitu sih?"
.
Akhirnya setelah semuanya lelah berargumen, Hyungseob buka suara dan menitahkan semuanya untuk menuliskan urutan pilihan wahana masing-masing di notes hape.
"Okay, so pertama kita akan naik roller-coaster dulu."
"Tolong jawab siapa yang milih?" Tanya Samuel kesal. Jinyoung, Daniel Hyung, Haknyeon, Euiwoong, Seungwoo Hyung, bahkan Daehwi memilih roller-coaster.
"What? Ayolah, babe kau tahu kan tatanan rambutku bisa berantakan kalau naik itu dulu?" Daehwi hanya bisa menatapnya dengan face-palm dan kami mendesis wtf dibelakangnya.
"Kau itu namja. Masa peduli penampilan macam yeoja." Daniel Hyung berkata cuek.
"Takut gak ganteng lagi apa takut naik?" Seungwoo Hyung balas menjahili.
"Okay deal. Ayo naik."
Jujur, bukan hanya Samuel yang takut naik wahana itu. Aku juga. Sebenarnya lebih ke tidak berani mencoba. Aku punya vertigo yang agak mengkhawatirkan dan aku takut vertigoku kambuh.
Naik saja lah. Toh mereka pasti tanggung jawab kalau aku kenapa-napa.
"Kau mau naik tidak?" Tanya Hyungseob kepada Samuel.
Samuel hanya menganggukkan kepalanya malas. Dia sepertinya malu juga kalau dibilang pengecut.
Setelah kurang lebih delapan menit menanti Hyungseob kembali dan membagikan tiketnya.
"Lah, kenapa delapan?"
"Uangnya kurang, Seob?"
Hyungseob terkekeh dan menggelengkan kepalanya. "Aniya, aku punya asma."
"Loh? Sejak kapan, Seob?" Daehwi mengernyitkan keningnya.
"Oh.. takut kambuh ya?" Euiwoong menimpali Hyungseob dengan pertanyaan juga.
"Nde~ Aku takut kambuh dan merepotkan kalian. Daripada merepotkan sembilan orang lebih baik aku merepotkan Woojinie saja~" Hyungseob mengerlingkan matanya genit ke arahku.
"Hahaha. Asma apa asmara? Yaudah sana! Pdkt yang benar ya!" Jihoon langsung menggerakkan tangannya seolah mengusir kami.
"Yak! Hyung kok gitu?" Samuel berdecak kesal. Aku hanya tertawa sambil menjauhi mereka bersama Hyungseob.
.
"Ini." Hyungseob memberikan cola kearahku. Tadi dia mencari vending machine karena katanya kehausan.
Aku membukanya sambil berujar terima kasih.
"Tsk. Untung bisa baca pikiran aku ya."
Aku mengernyitkan dahiku, tak mengerti maksud perkataannya. Setelah tiga menit lebih baru aku dapat manggut-manggut.
Jadi anak ini tadi baca pikiran ku?
"Makasih." Kataku pelan.
"Iya-iya. Lain kali bilang aja sih kamu sakit dan takut kambuh gitu. Mereka pasti ngerti kan? Huh.. Untung Daehwi gak kelamaan curiganya."
Aku tertawa kecil menyadari satu hal.
"Kamu sama Daehwi tuh lucu ya? Katanya awkward tapi sepertinya Daehwi tahu banyak tentang hal kecil dari dirimu."
"Kau mau mendengarkan ceritaku tidak?"
"Hah? Cerita apa?"
"Yaa... Mungkin mengenai teman-temanmu semua? Sekalian nungguin mereka karena dari apa yang aku lihat mereka bakal naik roller-coaster tiga kali."
Menghabiskan waktu dengan Hyungseob? Gak ada salahnya.
.
"Kau tahukan aku itu susah dapat teman karena kemampuanku?" Aku manggut-manggut mendengar perkataan Hyungseob.
"Aku sebetulnya menjadi agak dingin kepada orang setelah menyadari kemampuanku. Karena.. yaaaa siapasih yang mau sakit hati?"
"Lalu sepertinya takdir mengantarkanku ke Daehwi. Aku pindah rumah waktu itu dan seketika aku mendapatkan kemampuanku bertambah pesat tiba-tiba. Di bayangan itu terlihat seseorang berseragam SMP yang awkward sekali auranya tapi dia rela datang ke rumahku hanya untuk menanyakan kondisiku kepada eomma. Dan yaaa di penglihatanku itu aku memang sedang sakit cacar air."
"Orang itu Daehwi?"
"Tepat sekali. Dan semenjak saat itu aku mulai bertekad merubah diriku menjadi lebih baik lagi. Bahwa kepura-puraan tidak selamanya harus dibalas dengan kedengkian. Setiap orang kan memang punya tamengnya sendiri untung menjaga perasaannya."
Aku manggut-manggut mendengar penjelasannya.
"Kau sayang Daehwi?"
"Sayang tapi tenang kok beda rasa sayangnya sama kamu. Gimana ya? Eum... Mungkin aku merasakan namanya berharga kali ya? Soalnya Daehwi itu bisa dikatakan satu dari sekian banyak orang yang menyayangiku dengan cara yang sederhana tapi unik. Dia tidak serta merta mengajak ku chat setiap hari, dia tidak mengajakku berangkat bersama, tapi dia datang menanyakan kondisiku dan memberikan catatannya kalau aku ga masuk sekolah. Aku tersentuh."
"Lalu kenapa kamu gak baperin aja segala perlakuan Daehwi ke kamu."
"Heh. Enak aja kalau bicara." Hyungseob tertawa lebar. "Kau pikir apa alasan aku suka pindah-pindah sekolah?"
"... Nyari sosok 'aku' gitu?..." Tanyaku kurang percaya.
"Yup."
"Lah... Kenapa?"
Hyungseob menundukkan kepalanya murung. Aku memang tidak bisa membaca pikirannya tapi sepertinya ada sesuatu yang buruk yang dia sembunyikan. Perasaanku jadi tidak enak.
Aku menghela nafas. Ingin bertanya tapi aku masih sadar kapasitasku. Aku saja bahkan belum membalas perasaan dia, mana berani aku mengorek-ngorek masalah perasaan dia?
"Maksudku kenapa kamu sampai harus pindah sekolah?" Aku berusaha memutar pertanyaannya. "Kan kau bisa lihat masa depan. Kenapa harus sering pindah kalau gitu?"
"Aku pernah bilang kan bahwa pilihan mengantarkan manusia ke pilihan lainnya? Saat seseorang memiliki kemampuan indigo agar kemampuan dia maksimal dia hanya akan bisa kuat di satu hal, ya kalau melihat masa depan ya itu aja, kalau baca pikiran ya itu aja, sedangkan kemampuanku rata. Tidak ada yang terlalu mencolok dari sekian banyak jenis indigo itu."
Aku mencoba memahami perkataan dia.
"Jadi perkiraan kamu aku dimana malah melenceng sedikit gitu?"
"Yap."
"Terus penglihatan apa yang mengarahkan kamu sampai bisa pindah ke SMA yang tepat sama kayak aku?"
"Kamu ngobrol sama Daehwi dengan seragam SMA."
"Oh..."
"Asal kau tahu aku frustasi. Kenapa aku dapat penglihatan yang jelas tentang identitasmu lama sekali? Padahal aku biasanya bisa lihat kejadian sampai 10 tahun lagi."
Aku tertawa. "Well, Seob-hyung. Cinta itu emang ga mudah kan?"
"..."
Aku yang tadinya tertawa langsung terdiam melihat perubahan ekspresi Hyungseob menjadi murung seperti sekarang.
Kata-kataku menyakiti perasaannya kah?
.
Kecanggungan tadi syukurnya terpecahkan dengan datangnya serombongan makhluk yang sudah tidak seutuhnya manusia. Mereka mabok semua.
"Berapa lama lagi Samuel bakal muntah?" Jinyoung bertanya malas. Dia yang biasanya pendiam ini tumben jadi menggerutu.
"Apa? Aku lapar tahu." Jinyoung menjawab kesal tatapan mataku kearahnya. Seolah bisa baca pikiran.
"Lagian sok-sokan." Hanya Daniel Hyung yang terlihat masih 'waras' disini.
"Yak! Mana tahu kalau bakalan di gantung posisi kebalik gitu 5 menit?!" Euiwoong menggerutu marah yang diangguki Haknyeon dan Jihoon.
"Lah? Biasanya 10 detik kan kalau roller-coaster gitu?" Tanyaku heran.
"Iya. Tapi sialnya tadi mati mesin ditengah. Untung posisi kami lagi gak menaik gitu. Kalau ngga bisa mundur dengan kecepatan tinggi itu wahana. Patah tulang abis itu."
Aku dan Hyungseob bergidik. Pantesan pucet semua kayak orang kehabisan darah.
"Makasih ya Seob. Ga kebayang kalau gak nemenin kamu." Hyungseob memutar kedua bola matanya malas. Seperti aku sudah mulai bisa menemukan sifat asli Hyungseob, Tsundere.
"Gamau tau sekarang harus naik wahana yang tenang dulu. Gamau rumah hantu bisa tewas aku." Jihoon nyerocos tidak hentinya.
"Okay okay habis ini komedi putar, Call?" Seungwoo Hyung mengusulkan.
"Temani aku beli makan dulu guys." Sekarang Jinyoung ketularan emosi pacarnya.
Kami semua tertawa dan langsung berjalan ke arah food court.
.
.
"Masih terlalu sore untuk naik bianglala." Daniel Hyung menenggerkan kepalanya di bahu Seungwoo Hyung.
"Lalu kita ke?"
"Tempat games aja."
Haknyeon menoyor kepala Jihoon. Ini juga tempat main.
"Ihhh maksudku tuh tempat yang ada mainan macem lempar kaleng, ambil boneka dalem box, basket mini, apalah itu aku gatau namanya. Kan ga capek tuh main gituan."
Kami yang paham langsung mengangguk. Seluruh wahana yang tadi kami list sudah kami coba semua, tinggal bianglala yang belum. Jarum jam masih menunjukkan pukul 17.30 sedangkan rencananya saja kami baru akan pulang pukul sembilan malam.
.
Kami baru selesai mendapat boneka dari permainan mari-melempar-kaleng. Banyak mainan di games corner ini, tapi sialnya penuh semua.
"Hei! Sini~" Euiwoong berteriak semangat dari salah satu barisan antrian.
"Ayo kita photobox!"
Kami langsung menyerbu antrian itu, tidak peduli bahwa kedatangan sembilan manusia sangat mengganggu barisan.
"Emang muat bersepuluh?" Tanyaku.
"Udah selaw aja. Asal ga bikin roboh." Euiwoong nyegir.
Antrian di depan kami masih ada dua orang lagi. Dalam keterdiamanku kusadari bahwa jemariku sedari tadi tertaut dengan milik Hyungseob.
"Lepaskan saja kalau tak nyaman." Hyungseob mencoba menarik tangannya pelan.
Aku tersenyum lembut ke arahnya, biarkan, kata innerku kepadanya. Kapan lagi bisa sedekat ini sama dia tanpa di cie-ciein.
"Yang masuk terakhir ga keliatan di foto!" Jihoon langsung meyerbu masuk kedalam disusul dengan yang lainnya. Aku dan Hyungseob hanya tertawa memandang mereka. Momen kami terlalu berharga untuk diputus begitu saja.
Aku dan Hyungseob mendapat bagian di belakang, tertutup Daniel Hyung yang badannya besar dan Seungwoo Hyung yang cukup menjulang.
"Udah nanti tangan kalian aja yang di foto." Ucap Daehwi kepada kami. Ia menguasai layar di depan bersama Jihoon, dasar uke genit.
Mau mencoba sesuatu yang gila? Bisik pikiranku kepada Hyungseob.
Hyungseob sepertinya mendengar isi pikiranku, Ia mengalihkan pandangannya kearahku. Mwo?
Aku berusaha menggambarkan apa yang ingin kulakukan di kepalaku.
"..." Hyungseob memerah seperti tomat setelahnya. Aku hanya terkekeh, gapapa buat isengin mereka. Akhirnya Ia tertawa pelan dan mengangguk.
.
.
Kami menanti hasil foto di depan box itu. Mba-mba penjaga loketnya terlihat memerah saat melihat fotonya.
Daehwi itu anaknya peka banget, dia seperti menyadari gerak gerik mba tadi dan langsung mengeluarkan foto tadi dari plastik.
.
"..." Daehwi langsung mengeluarkan tatapan membunuh ke arahku dan Hyungseob.
"Eh liat fotonya dong." Daniel Hyung berkata, tapi Daehwi hanya diam saja. Samuel yang menyadari kekasihnya seperti akan meledak langsung mengambil foto tersebut.
"OH MY GOD. OH MY. WHAT THE?"
Teman-teman kami yang lain langsung mengerubungi SamHwi dan menatap foto itu.
"YAH GIMANASIH MASA AKU NANTI MASA FOTO KAYAK GINI DI INSTAGRAMKU. HANCUR UDAH RENCANA." -Jihoon.
"Gila." -Daniel.
"yaTuhan dosa" -Jinyoung.
"Dasar pasangan homo gaktau norma." -Seongwoo Hyung.
"Nanti gitu yuk, ung?" -Haknyeon.
Aku menatap bingung. Kenapa jadi marah semua?
Hyungseob merebut foto itu dan langsung memerah. Ia menyodorkan foto itu ke tanganku dan langsung berjalan marah-marah.
.
What the?
.
Aku memang tadi berniat mencium Hyungseob sembunyi-sembunyi. Kami hanya akan mengangkat tangan kami membentul v-sign ke arah kamera. Tapi ternyata Daniel dan Seongwoo Hyung tadi menundukkan badannya sedikit sehingga kegiatan kami terekspos. Dengan keadaan aku memegang dagu Hyungseob. Di frame satu kami hanya saling mengecup, frame kedua ciuman kami cukup mendalam, frame ketiga -well ini memalukan- terlihat lidah kami sedikit tertaut dan sialnya tautan itu tertangkap kamera.
Dan yang terakhir-
.
Benar-benar kotor-
.
Bibir kami sedikit menjauh dengan liur yang sedikit menetes.
.
"SINI KAU KU BUNUH SAJAAAAAAA." Daehwi langsung berlari kearahku. Lebih baik ku kejar saja Hyungseob.
"HYUNGSEOB HYUNG! MAAFKAN AKUUUUUU."
-cut one-
.
.
[A/N]:
Maafkan keterlambatan q. Krn beberapa faktor sebenarnya:
Minggu lalu ngedown banget liat line-up debut. Sebenarnya udh mirip line-up debut favku ( ada Jisung, Jaehwan, Ong, Daniel, Woojin, Daehwi, Minhyun) tapi tanpa Sam, Jr, Seob. Langsung ga mood paraaaaah . Malah sempet mikir discontinue
Liburan di rumah~
Ngurus daful kuliah. aku ikut sbm lagi dan bomb! keterima lagi. Alhamdulillah banget akhirnya aku kembali ke cita2 q sebagai arsitek /sujud syukur/
Abis ini update udah normal lagi kok! Terima kasih sudah menanti.
.
.
.
"Yak kena kau hyung!" Aku berhasil menangkap Hyungseob dalam pelukanku. Ia sedikit meronta.
"Gak capek apa lari-lari terus, Hyung? Apa hyung kode mau bikin aku yang gantian ngejar-ngejar Hyung?" Bisikku rendah, menggodanya.
"A-apaansih?! Tumben manggil Hyung.." Hyungseob berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Loh? Namamu Hyungseob kan? Memang kenapa Hyuuung~ Aku malas memanggil 'Seob', sama kayak orang biasa. Kan aku orang spesial buat kamu?"
"..."
"Lagian Hyung-ie lebih tua~"
Hyungseob memerah seperti tomat. Aku langsung membalikkan badannya dan ingin mencubit pipinya.
.
PLAK
.
Aku langsung mengalihkan kepalaku marah.
"Apa masalahmu, bung?"
Pria itu hanya menatapku garang.
"Kau ini. Eomma mencarimu kemana-mana. Bikin repot saja."
Aku langsung berusaha menahan Hyungseob saat pria itu menariknya. Sialnya pergelangan tanganku ditahan oleh pria-pria berbadan besar yang berpakaian seperti bodyguard.
BUGH.
Satu tendangan dilayangkan Daniel Hyung ke badan orang yang menahanku. Cukup untuk membuatnya jatuh.
"Enyah kau."
Bodyguard itu langsung lari pergi, awalnya aku ingin mengikuti orang itu untum mencari keberadaan Hyungseob, tapi Daehwi menahanku.
"APA LAGI? KAU TAK LIHAT HYUNGSEOB DI CULIK?"
Daehwi masih saja menyuruh yang lain menahan pergerakan badanku, mereka nampaknya tidak tahu apa-apa tapi tidak berpihak padaku sama sekali.
"..." Daehwi menatapku dalam. Okay, ku hembuskan nafasku keras dan langsung bertanya sinis.
"Ada apa?"
"Ke rumahku. Nanti kujelaskan disana."
.
.
-TBC-
Thanks for reviews: peachpetals, Park RinHyun-Uchiha, kookies, nadiyaulya02, nationalproducer101, hvyesung, Zizisvt, najjeminna, , gbrlchnerklhn, LisaPoliman, parkwoojinslay, reveluvv, tryss, BeauAnn, sanaa11, poppojusyo, bbypop
Besok lebaran, kalian harus memaafkan saya kalau chapter ini bikin kesal WKWK. Happy Ied buat yang merayakan~
R N R
