(Trainees belong to God, their families, their ent, and their fans. Me just own this story line.)

(Boy x Boy, you might hate it)

Unexpected Fate

8.

Saran lagu: NCT127 - Heartbreaker/Heize - Don't Know You

.

.


"Sumpah jelasin sekarang. Kalau ngga aku bakal bener-bener marah sama kamu." Ucapku tegas. Setelah menempuh perjalanan dari amusement park ke rumah Daehwi tanpa ba bi bu lagi langsung ku tanyakan semuanya.

Bahkan rasanya aku ingin nekat lari menyebrang jalan. Menghampiri Hyungseob di rumahnya. Sialnya ditahan delapan orang itu sulit.

"..." Daehwi menghela nafasnya pelan. Sepertinya dia merasa terintimidasi.

"Sebenarnya kami semua disini tidak perlu mendengarnya. Tapi jujur aku sendiri pun bingung. Apalagi kau bilang kau harus menjelaskan ini dirumahmu... Ada apa Dae? Jelaskan saja." Ucap Jinyoung panjang lebar.

"Huft... Hyungseob itu ngga diculik."

"Ditarik paksa itu gabisa dihitung diculik?! Sama orang gak jelas lagi." Aku mulai menaikkan nada bicara.

"Itu tunangan dia."

"APA?"

.


"Weh. Woojin udah siuman woi." Aku membuka mataku. Kenapa aku ini?

"Tadi lo pingsan pas dibilang si Hyungseob udah punya tunangan." Daniel melempar sebotol jus jeruk ke tanganku. Untung reflekku bagus.

Oh iya, baru teringat bahwa tadi aku pingsan. Saat Daehwi mengeluarkan kalimat keramat itu aku langsung merasa seperti dihantam benda keras. Dan sepertinya kesadaranku langsung hilang.

"Masih weekend kan?"

Daniel terbahak. "Tengah malam juga belum kok. Orang cuman pingsan sejam."

"Woojin udah bangun?" Daehwi menyempilkan kepalanya dari balik pintu. Daniel mengangguk dan langsung keluar, menyuruh kami berbicara berdua.

.

"Kau udah siap mental belum kalau aku ceritain?" Daehwi menempatkan diri disebelahku.

"Jelasin aja. Aku dengerin."

"Sebenernya aku gatau cerita lengkapnya sih.. Kau tahukan Hyungseob itu susah ditebak?" Aku menganggukkan kepalaku. Emang anak itu senengnya nebak orang tapi gabisa ditebak.

"Jadi pas waktu itu dia lagi sakit.. Cacar kalau ngga salah. Nah dia menggigau tiada henti." Aku jadi teringat ceritanya tadi mengenai Daehwi yang menjenguk dia.

"Lalu?"

"Ya... Dari igauannya itu aku tahu kalau dia sakit karena stres. Kepikiran masalah dijodohin. Soalnya Hyungseob itu jarang banget sakit."

"Lalu hal lain yang penting?"

"Aku gapernah tahu alasannya apa. Yang jelas, Hyungseob gamau dijodohin sama orang itu. Ntah kenapa feelingku mengatakan bahwa Hyungseob punya suatu penglihatan tentang pria itu."

"..." Aku menghela nafasku pelan.

"Aku gamau banyak menceritakan apa yang aku sendiri gatau. Lebih baik kau dengar dari dia langsung." Daehwi menepuk punggungku. "Kau makan malam dulu ya." Dan dia langsung keluar kamar setelah itu.

.

.


Aku menundukkan kepalaku di atas meja. Gila. Ini gila. Tepat 4 hari dia sudah melewatkan sekolah, dan hari-hariku hanya diwarnai dengan menatap bangkunya yang kosong.

Bahkan pesan pun tidak dibalas olehnya.

"Jin!"

...

"Jin!"

...

"WOOJIN!"

"AIH. Aku dengar Hoon." Aku balas meneriaki Jihoon. Anak ini bisa tidak ngga ngeberisikin sehari aja?

"Denger tapi ga jawab huh." Aku hanya mendengus mendengar omongan Jihoon.

"Mau ke rumahhku ngga?"

"Ngga. Maunya Hyungseob."

"Serius Hyung? Kau kan belum pernah kerumahku. Bareng yang lain loh." Tawaran Jihoon terdengar menarik jika saja rasa rindu ini tidak mengganggu.

"MAUNYA HYUNGSEOB!"

"Jin?" Tuhkan saking kangennya sampai kedengeran suaranya.

"Seob! Syukurlah kau datang! Urus Woojin ya plis dia uring-uringan semenjak kamu ga masuk sekolah." Jihoon langsung berlari keluar kelas. Ternyata bukan khayalan, memang ada Hyungseob didepan pintu kelas.

Hyungsoeb melangkah. Mendekatiku dengan sangat pelan.

"Eum... Hi?"

Aku membalikkan badanku. Kesal? Jelaslah. Aku merasa seperti dipermainkan saat Hyungseob tiba-tiba kembali, mengingatkanku bahwa dia yang duluan memproklamirkan diriku sebagai jodohnya.

Lalu apa?

Dengan sangat sialnya aku tahu bahwa dia sudah ditunangkan. Bahkan dia tidak memberitahuku sama sekali.

Kalau memang dia berpikir aku ini jodohnya, kenapa dia tidak membagi segala beban pada dirinya kepadaku?

"Aku bukan tipikal seperti itu." Suara Hyungseob memasuki pendengaranku pelan.

"BERHENTI MASUK KE PIKIRANKU!"

Aku bahkan tidak peduli bahwa teriakanku menarik perhatian satu kelas. Aku hanya ingin meluapkan kekesalanku.

"KAMU DENGAN SEENAKNYA DATANG. BERTERIAK DIDEPAN KELAS BAHWA AKU ITU JODOH KAMU. LALU TIDAK HENTINYA MENGGANGGUKU. LALU SAAT AKU SUDAH MULAI MEMIKIRKAN DIRIMU DAN KAU MENGETAHUINYA MALAH INI BALASANNYA?"

"AKU CAPEK. RASANYA SEPERTI KAMU DULUAN YANG MENYATAKAN PERASAANMU TAPI MALAH AKU TIDAK TAHU APA-APA TENTANGMU. AKU MALAS BERMAIN-MAIN TERUS."

Aku menarik nafasku, berteriak membuatku sesak nafas. Ya tuhan aku tidak ingin penyakitku kambuh.

"Cukup Seob. Bukan cuman kamu yang punya perasaan. Aku-"

BUKKKK.

.

.

.

"Kau pingsan lagi. Okay. Belum selang seminggu tapi kau pingsan lagi." Suara Seungwoo Hyung memasuki pendengaranku.

"Jadi ini alasanmu gamau naik roller-coaster? Tapi udah tau penyebab utama sakitmu itu marah-marah malah dilakukan."

Seongwoo Hyung seperti mengambil sesuatu dalam kotak obat dan menyodorkannya padaku.

"Pain-killer. Kau butuh kekuatan untuk jalan pulang kan?"

Aku tersenyum sambil menampilkan gingsulku.

"Hey. Kau tahu?"

"Hm?"

"Aku senang kalau adikku yang satu ini akhirnya bisa marah. Rasanya hampir setiap saat aku penasaran bagaimana jadinya kalau seorang Park Woojin marah." Aku menatap Hyungku penasaran.

Seongwoo Hyung terkekeh. "Itu sudah menjadi hot-topic tiga angkatan asal kau tahu."

"Tapi Jin. Kau belum mendengar penjelasan dia sama sekali. Kau patut marah tapi menurutku tidak harus seperti demikian. Orang yang awalnya tidak tahu apa masalahmu saat tahu malah mulai menyalahkan Hyungseob. Yaaa.. Sebenarnya memang dia juga salah. Tapi kau menambah beban pikirannya."

Aku mulai memikirkan Hyungseob lagi. Perkataan Seongwoo Hyung sangat tepat.

"Kau tidak tahu juga kan apa yang sedang dia korbankan dan apa yang sedang dia perjuangkan? Bersabar, okay?"

.

Samuel: Hyung, mau bercerita?

Adikku yang satu ini mengirimi pesan yang sudah sangat lazim bagiku. Selain Seongwoo Hyung aku memang lebih mudah bercerita kepadanya.

Woojin: Ingin tapi tak bisa

Samuel: Aku penasaran Hyung. Dan lebih baik jika aku tahu langsung darimu.

Woojin: Gimana kumpulnya hari ini?

Aku berusaha mengalihkan pembicaraan karena memang setahuku teman-temanku ini sedang berkumpul.

Samuel: Seperti biasa. Makan. Ngobrol. Sayang Hyung tadi pingsan jadinya kau harus pulang duluan. Gimana kondisi Hyung?

Woojin: Kepalaku sudah sehat tapi hatiku masih ngilu.

Samuel: Ya. Ya.

Samuel sent a photo

Samuel: Tadi aku melihat ini saat perjalanan pulang. Sepertinya Seob Hyung sedang makan malam dengan keluarga tunangannya. Aku tidak tahu apa info ini masih penting bagi hyung tapi jika iya, tolong pertahankan perasaanmu hyung.

.

.


Aku menatap bayanganku ke cermin sehabis mandi. Mengerikan. Berat badanku turun tiga kilo dalam kurun dua minggu. Kantung mata berlebih. Muka kusam.

Padahal aku menghabiskan banyak waktuku untuk tidur.

Kalian bertanya perasaanku kepada Hyungseob?

Aku suka dia. Jelas sekali kan?

Tidak.

Aku tertarik padanya.

Aku tidak mau langsung menyatakan bahwa aku suka atau bahkan mencintainya. Tidak. Kepalaku masih pening.

Tapi ada hal yang tidak ku sangka. Foto yang Samuel kirim. Aku melihat Hyungseob duduk disana, tapi hatinya seperti tidak disana.

Atau hanya perasaanku saja?

Ya... Kalian tahukan bahwa Hyungseob dapat membaca masa depan, bisa saja dia sengaja membuat ekspresi seperti demikian supaya terlihat meyakinkan. Aku dapat memastikan dia tahu kalau Samuel memfotonya.

Ah, persetan. Kenapa sih Hyungseob gabisa hilang dari pikiranku. Lebih baik aku jogging saja.

.

.

Aku baru saja selesai mengelilingi lapangan yang agak jauh dari rumahku. Ntah mengapa kakiku membawa satu badanku kesini.

Untungnya semakin jauh aku berlari semakin hilang rasa peningku.

Aku niatnya hanya akan mengalihkan pandanganku ke arah sebrang lapangan. Niatnya.

Siapa yang sangka aku malah melihat Hyungseob sedang ditarik pria, tapi bukan pria yang kemarin. Aku rasanya tidak mengenal dia sama sekali.

Tenagaku ntah kenapa langsung kembali rasanya. Kulangkahkan kakiku lebar-lebar dan langsung berlari. Menuju mereka.

Siapasih yang tahan melihat orang tarik-tarikan gitu dan yang satu sudah teriak2 tapi tidak ada yang menggubris.

BUGH

Satu pukulan langsung kulayangkan kepipinya. Tidak kuat tapi cukup untuk menjauhkannya dari Hyungseob.

BUGH BUGH

Aku benar-benar gelap mata. Langsung saja kupukuli badannya. Tidak peduli walaupun dia terlihat seperti sudah berumur empatpuluh tahunan. Justru itu menjadi keuntungan bagiku.

BUGH

"WOOJIN!"

BUGH

Kuhiraukan saja teriakan Hyungseob. Aku benar-benar melampiaskan seluruh emosiku, kekesalanku terhadap Hyungseob karena selalu menyembunyikan seluruhnya dariku, kekesalanku terhadap diriku sendiri yang-

Tidak bisa jujur pada Hyungseob bahwa aku menyukainya.

BUGH

BUGH

BUG-

Sebelum selesai pukulanku, badanku ditarik oleh Hyungseob.

.

PLAK

PLAK

.

Aku terperangah. Dua tamparan mengenai pipiku.

"KAU GILA?!"

Aku bingung. Benar-benar bingung. Kenapa dia malah marah kepadaku.

"KAU MALAH MEMBUAT SEGALANYA TAMBAH RUMIT BRENGSEK."

Hyungseob menangis. Untuk pertama kalinya dihadapanku. Jangan lupakan umpatan dari mulut yang selalu mengatakan sayangnya padaku.

Belum kembali kesadaranku dari pipiku yang panas, Hyungseob sudah berlari.

Aku mengejarnya, tapi dia jauh lebih cepat dariku. Jogging dan gebukan tadi menguras energiku.

.

Setelah taxi yang digunakan Hyungseob menghilang dari perempatan jalan aku hanya bisa mendudukkan diriku di trotoar. Dan mengusak rambutku kasar.

APALAGI INI?

.

.

-TBC-


[A/N]:

Thanks for review sunshine!

Zizisvt, parkwoojinslay, nationalproducer101, Park RinHyun-Uchiha, sanaa11, najjeminna, rivvvvv, kookies, SheravinaRose, Guest, hvyesung, SAIL JINSEOB, tryss, Kiddongim

Chapter ini paling bikin semangat HAHA /ketawa setan/

habis ciuman manis... HAHA (ini semua berkat woojin yang nyosor jihoon)

Anyway guys saran chara dong siapa ya kira-kira cocok jadi tunangan Hyungseob. Kurang lebih auranya lebih mendominasi dari Woojin, mukanya sinis gitu, dan terlihat gagah kalau pakai kemeja gitu. Anak pd101 yaps!

.

FFKU DI LAPAK SEBELAH SUDAH POSTED HUHU. SEWOON x JAEHWAN. Link: ( www dot wattpad dot com /434557657 - kaka - komdis) jangan lupa edit urlnyaa

LOVE.