Pairing : KanaFemZero

Rating : T (untuk saat ini)

Catatan : Takuma tidak menghilang setelah Rido Kuran.


~Bab 2~

.

.

Kaname baru saja pulang dari pertemuannya dengan president Hunter yang baru untuk membahas perjanjian selanjutnya. Mood Kaname yang memang buruk akhir-akhir ini menjadi semakin buruk selama pertemuan tadi. Rupanya president Hunter yang baru begitu sangat membencinya dan menyimpan dendam padanya.

Yagari Toga adalah president hunter yang baru dan masih menyimapan dendam kepada Kaname atas apa yang pernah Kaname lakukan pada Zero. Yagari marah karena dia tahu jika Kaname menggunakan Zero sebagai pion caturnya, dan bagi Yagari Toga menghilangnya Zero adalah karena kesalahan Kaname, dan Yagari selalu menyinggung hal itu di setiap kesempatan yang ada. Walaupun didepan umum mereka berusaha bersikap sipil antara satu sama lain. Namun Kaname kadang sekali ingin merobek tenggorokan Yagari karena sering memancing emosinya.

Kaname memasuki ruang kerjanya dan mengambil segelas anggur dan beberapa tablet darah untuk menenangkan emosinya sedikit.

Tok Tok

"Masuk" Kaname memerintahkan kepada seseorang yang mengetuk pintu ruang kerjanya.

"Salam Kaname-sama" Takuma mengatakan setelah memasuki ruang kerja Kaname.

"Takuma" Kaname berkata mengakui kehadiran Takuma.

"Bagaimana pertemuannya Kaname-sama" Takuma berkata kepada Kaname.

Mendengar pertanyaan Takuma membuat mood Kaname yang sudah agak baik menjadi turun lagi.

"Aha ha ha. Apakah ada masalah Kaname" Takuma berkata sambil tertawa canggung karena merasakan mood temannya yang tadi baik menjadi turun.

"Tidak ada. Pertemuannya lancar" Kaname berkata setelah menenangkan diri.

"Ada apa Takuma" Kaname melanjutkan meletakkan gelas anggurnya yang belum dia minum di meja kantornya.

"Ah, aku hanya mengantar dokumen dari dewan" Takuma berkata sambil menyerahkan dokumen yang dibawanya kepada Kaname.

"Terima Kasih Takuma. Apakah ada yang lain lagi" Kaname berkata kepada Takuma setelah mengambil dokumen yang ditawarkan Takuma.

"Tidak ada. Mungkin kamu butuh liburan Kaname, kamu sudah sibuk akhir-akhir ini dan hanya memilki sedikit istirahat" Takuma berkata kepada temannya.

"Aku baik-baik saja" Kaname berkata sambil memeriksa dokumen yang dibawa Takuma tadi.

"Err. Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa Kaname" Takuma berkata setelah merasa jika Kaname tidak butuh apa-apa lagi.

"Sampai jumpa Takuma" Kaname berkata kepada Takuma.

Mendengar pintu ruangan nya tertutup, Kaname meletakkan dokumen itu demeja kerjanya dan mengambil gelas anggur yang tadi dia letakkan untuk melanjutkan minumnya yang tertunda. Kaname berjalan sambil membawa gelas anggurnya ke arah balkon ruang kerja miliknya yang langsung menghadap ke arah halaman rumahnya.

Melihat kegelas anggur yang dia pegang dan melihat jika tablet darah sudah mulai menyatu dengan anggur miliknya Kaname pun mulai meminumnya perlahan-lahan menikmati rasa anggur yang khas dan dicampur sedikit rasa kapur yang berasal dari tablet darah.

Melihat kembali kegelas anggurnya, Kaname jadi mengingat Zero. Bagaimana kabar Zero sekarang, apakah dia baik-baik saja, apakah dia membutuhkan darah, jika iya darah siapa yang diminumnya. Memikirkan Zero meminum darah dari orang lain atau pria lain membuat Kaname marah.

Kaname memikirkan bagaimana taring tajam Zero yang menusuk leher pria lain dan meminum darah pria lain serta bagaimana tubuh ramping Zero menempel pria lain dan bagaimana pria lain akan merangkul dan memeluk Zero-Nya. Zero-Nya. Nya. Ya Zero adalah miliknya semenjak dia menawarkan darahnya untuk Zero, Zero sudah menjadi miliknya tanpa Zero sadari dan tidak ada yang boleh memilki Zero selain dirinya sendiri. Dan indra Vampir dalam dirinya pun setuju jika Zero adalah miliknya dan hanya miliknya seorang dan tidak ada orang lain.

Namun pikiran posesif Kaname berhenti begitu mengingat jika Zero masih menghilang dan Kaname tidak tahu dimana keberadaan Zero, Zero bisa saja terluka atau membutuhkan darah ditambah Zero yang bisa dengan siapa saja diluar sana. Memikirkan itu membuat Kaname kembali semakin marah dan tidak sadar membuat aura disekitar menjadi berat. Kaname tersadar begitu gelas anggur yang dipegangnya pecah dan membuat cairan anggurnya tumpah mengotori tangannya.

Kaname yang melihat itu pun menghela napasnya dan berusaha menenangkan emosinya, Kaname mengambil sapu tangan dari kantong bajunya dan membersihkan tangannya yang terkena tumpahan cairan anggur.


"Hatchi~" Zero bersin tiba-tiba.

"Kamu kenapa Zero-nee" Ichiru berkata sambil membawa piring makan malam miliknya dan Zero.

"Tidak apa-apa" Zero berkata kepada Ichiru sambil berjalan untuk mengambil minuman.

"nee-san yakin. Tadi aku mendengar Zero-nee bersin loh" Ichiru berkata kepada Zero yang sudah kembali.

"Nah mungkin ada debu kali" Zero berkata cuek kepada Ichiru.

"Mungkin ada yang mikirin nee-san kali" Ichiru berkata kepada Zero dengan nada menggoda.

Mendengar perkataan Ichiru membuat Zero mendengus.

"Lebih baik kita mulai makan" Zero berkata."Nih" Zero melanjutkan sambil menyerahkan segelas air kepada Ichiru.

Melihat Zero yang mengganti topik pembicaraan membuat Ichiru tersenyum geli.

"Terima Kasih Zero-nee" Ichiru berkata mengambil minum yang ditawarkan Zero.

Mereka pun mulai makan dengan tenang walau kadang diselingi dengan saling bercanda dan bercerita tentang topik acak.

Setelah Ichiru sadar beberapa hari yang lalu, Ichiru mulai aktif bergerak kembali dan sering berjalan-jalan di area rumah untuk melihat-lihat, kadang juga Zero akan menemani Ichiru. Zero pernah bertanya sehari setelah Ichiru sadar apakah dia ingin kembali menjadi Hunter setelah dia pulih. Namun Ichiru menjawab jika Zero kembali menjadi Hunter maka Ichiru akan mengikutinya.

Tapi Ichiru tahu jika Zero belum siap untuk kembali, jadi dia akan bersabar lagian juga sudah lama dia tidak menghabiskan waktu berdua saja dengan Zero, terakhir mereka menghabiskan waktu berdua itu juga pada saat perang dan pada saat Ichiru sekarat, jadi Ichiru ingin menikmati waktu sekarang ini dimana hanya ada dia dan Zero.

"Ichiru apa kamu ingin melanjutkan studi mu" Zero berkata tiba-tiba kepada Ichiru.

"Studi?. Apa maksud nee-san kembali ke Cross Akademi" Ichiru bertanya kepada Zero.

"Tidak tidak. Maksudku sekolah normal" Zero berkata dengan cepat.

"Sekolah normal?. Maksud Zero-nee" Ichiru bertanya kembali kepada Zero.

"Maksudku ke sekolah atau melanjutkan di Universitas, itu jika kamu mau Ichiru" Zero berkata kepada Ichiru.

"Oh. Apa Zero-nee ingin melakukannya" Ichiru bertanya kepada Zero.

"Jika kamu mau kita bisa pindah ke luar negeri dan melanjutkan sekolah disana, Ichiru" Zero berkata mengabaikan pertanyaan Ichiru.

"Ke luar negeri?. Tapi bukannya banyak sekolah atau Universitas yang bagus disekitar sini" Ichiru bertanya dengan bingung kepada Zero.

"Iya aku tau. Hanya saja.." Zero berkata tidak mampu menyelesaikan kalimatnya.

"Aku ingin menjadi dokter" Ichiru berkata tiba-tiba mengejutkan Zero.

"Ichiru?" Zero melihat Ichiru dengan bingung.

"Aku ingin menjadi dokter. Mari kita pindah keluar negeri Zero-nee" Ichiru berkata kepada sambil tersenyum lembut kepada Zero. Ichiru tidak tahu apa yang telah dilalui Zero hingga ingin pindah keluar negeri, tapi jika ini yang diinginkan Zero maka Ichiru akan mendukungnya dan mengikuti kemanapun Zero pergi.

"Um" Zero menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Ichiru.

Mereka pun melanjutakan makan malam mereka dengan tenang dan kadang membahas rencana mereka yang baru.


"Ichiru ayo. Nanti kita ketinggalan pesawat" Zero berkata dari lantai bawah memanggil Ichiru.

"Sebentar Zero-nee" Ichiru berkata sambil berjalan menyusul Zero yang sudah menunggu di lantai bawah.

"Sudah siap semua" Zero berkata kepada Ichiru setelah Ichiru sampai dilantai bawah.

"Ya. Sudah semua" Ichiru berkata kepada Zero.

"Baiklah mari kita berangkat" Zero berkata sambil berjalan menuju kearah mobil miliknya yang terparkir di garasi Villa.

"Ya" Ichiru berkata menyusul Zero.

Setelah pembicaraan pada waktu makan malam beberapa hari yang lalu. Zero dan Ichiru pun memutuskan untuk melanjutkan di salah satu Universitas yang berada di Amerika. Ichiru akan mengambil jurusan kedokteran sedangkan Zero akan mengambil jurusan bisnis. Karena Zero selalu ingin mencoba membuka restoran miliknya sendiri.

Perjalanan dari Villa menuju Bandara lumayan jauh karena mengingat letak Villa yang berada di tengah hutan dan jauh dari pemukiman penduduk, jadi sesampainya di Bandara mereka langsung masuk keruang tunggu karena pesawat mereka akan berangkat sebentar lagi.

Tidak lama setelah mereka memasuki ruang tunggu mereka pun diharuskan untuk memasuki pesawat. Zero dan Ichiru memesan tiket untuk penerbangan kelas pertama karena Zero masih tidak nyaman apabila disekitar orang banyak dan Ichiru pun ingin bersantai karena memang penerbangan yang akan memakan waktu lama. Menunggu beberapa saat pesawat mulai lepas landas dari bandara. Zero sedang membaca majalah sedangkan Ichiru sedang tidur disebelahnya.

Melihat keluar jendela Zero merasa jika memang ini yang harus dilakukan mengingat kejadian- kejadian yang sudah terjadi, dari musibah yang menimpa keluarganya, masalah Ichiru, datangnya kembali Shizuka Hio hingga kemantian Shizuka, juga masalah Rido Kuran baru-baru ini dan juga pengkhianatan Kaname.

Kaname. Mengingat nama itu membuat Zero menjadi bingung, dia merasakan marah, rindu, dan pengkhianatan. Marah karena Kaname membuatnya merasa bingung. Rindu karena waktu yang mereka habiskan bersama saat perang dan saling menemukan kenyamanan di kehadiran masing-masing. Dan pengkhianatan karena Zero merasa jika Kaname hanya menggunakan dia sebagai pion.

Zero menggelengkan kepalanya untuk berhenti memikirkan Kaname. Dia akan memulai hidup baru bersama Ichiru, jadi dia tidak akan memusingkan apa yang sudah terjadi. Zero pun kembali melihat Ichiru dan melihat jika Ichiru masih tertidur nyenyak, melihat itu pun Zero memutuskan untuk mengambil tidur juga selama perjalanan.

Hal terakhir yang ada di pikiran Zero sebelum dia menutup matanya dan tertidur adalah bagaimana mata bewarna anggur Kaname yang menatapnya dengan lembut.


~Tbc~

.

.

Please Review


Balasan Review:

Allen491 : Ini sudah lanjut kok. makasih atas reviewnya ^^

ryo : author juga kadang mikirnya gitu kok hehe. tapi ini akan berakhir KanaFemZero, tapi saya akan menyimpan saranmu karena mungkin Kaname memang butuh saingan kali ya wkwkwk. makasih atas reviewnya ^^

NaruLoveAnime : ini sudah update kok, dan diusahain juga biar bisa cepat update nantinya ^^. makasih atas reviewnya.

Ai Haruka : Ini cerita saya sendiri kok, maaf untuk kesalahan penulisannya,itu mungkin karena author sering baca fanfic bahasa inggris untuk mencari inspirasi hehe, author seneng jika Ai-san suka sama ceritanya, author akan lebih baik lagi kedepannya. makasih atas saran dan reviewnya ^^.