Pairing : KanaFemZero
Rating : T (untuk saat ini)
Catatan : Takuma tidak menghilang setelah Rido Kuran.
~Bab 4~
.
.
"Um. Apa kabar Zero, Ichiru?" Yuuki berkata mencoba meredakan ketegangan antara Kaname dan Zero.
"Kami baik-baik saja Kuran-san" Ichiru berkata menjawab pertanyaan Yuuki sambil meminum teh nya.
Saat ini mereka Zero dan Ichiru serta Kaname dan rombongan nya sedang berada di restoran milik Zero. Setelah kejadian di klub malam tadi mereka memutuskan mencari tempat yang lebih tenang untuk berbicara.
Sebenarnya Kaito ingin bergabung karena ingin melindungi Zero dari Kuran, namun tiba-tiba saja dia mendapat telepon dari Asosiasi Pemburu jika mereka memiliki misi untuk dia malam ini dan dengan berat hati Kaito pun harus pergi, tapi tidak sebelum dia mengancam Kuran serta vampir lainnya.
Saat ini Zero dan Kaname sedang duduk berhadapan dan hanya saling menatap satu sama lain. Sedangkan Yuuki dan Ichiru yang mengambil tempat duduk di samping kakak mereka hanya bisa terdiam karena merasakan suasana tegang antara Zero dan Kaname. Nah sebenarnya hanya Ichiru yang duduk diam, sementara itu Yuuki duduk gelisah di tempat nya saat ini.
Dan untuk Vampir yang lain saat ini duduk tidak jauh dari meja yang di tempati Kaname-sama mereka. Mereka juga hanya bisa diam dan sesekali melirik si kembar Kiryu.
Nah khusus untuk Hanabusa Aido dia terus melirik kepada Ichiru.
"Apa yang kamu lihat mesum" Ichiru akhirnya berkata kepada Aido karena merasa risih dengan tatapan yang Aido berikan.
"Si-siapa yang kamu panggil mesum" Aido berkata terkejut karena Ichiru berbicara dengannya dan melupakan suasana tegang antara Kaname dan Zero.
"Tentu saja kamu. Kamu pikir aku tidak bisa merasakan tatapan mesum mu" Ichiru berkata sambil menatap tajam Aido.
"Hei! Itu bukan kesalahn ku. Salahkan dirimu yang mengenakan pakaian minim seperti itu" Aido berkata kepada Ichiru sambil membela dirinya.
Nah memang bukan salah Aido mengingat tampilan kembar Kiryu saat ini yang memang masih belum menutupi pakaian minim yang mereka kenakan untuk pergi ke klub malam tadi.
Yuuki yang mendengar apa yang Aido katakan tadi pun melirik ke arah Zero, dan dia tidak bisa menyalahkan mereka, dia pun harus mengakui jika penampilan Zero dan Ichiru saat ini sungguh menakjubkan. Dia tahu jika Zero lebih tinggi dari dia, tapi dia tidak mengira jika Zero memiliki kaki yang bagus dan kulit Zero yang pucat terlihat bersinar ketika dia mengenakan pakaian hitam nya sekarang serta mata Zero yang saat ini dihiasi dengan maskara membuat warna mata milik Zero lebih menonjol. Tentu saja penampilan Ichiru mirip sama Zero, setelah semua mereka adalah kembar.
'Tato nya hilang' Yuuki berpikir setelah melihat leher Zero yang bersih. Jika bukan karena tindikan Zero, Yuuki yakin mereka Zero dan Ichiru akan menjadi susah di bedakan.
"Errr, Kiryu-san kemana saja kalian selama ini" Takuma berkata memecah keheningan.
"Disana sini" Zero menjawab pertanyaan Takuma singkat.
Ichiru yang mendengar jawaban kakak nya hanya bisa mendengus geli.
"Apa maksudnya di sana sini?. Jawab yang benar Kiryu" Aido berkata kesal mendengar jawaban Zero yang tidak jelas.
"Itu bukan urusan mu kemana kita pergi Blondie" Ichiru berkata cuek kepada Aido.
Aido yang mendengar apa yang Ichiru katakan merasa jengkel "Kamu-"
"Cukup Aido" Kaname berkata memotong perkataan Aido yang akan memulai pertengkaran kembal dengan Ichiru.
"Kau terlihat baik-baik saja Kiryu" Kaname berkata sambil terus menatap Zero.
"Ya" Zero berkata singkat sambil meminum teh nya.
"Jika kalian tidak memiliki urusan lagi, kalian bisa pergi" Zero berkata mengusir Kaname dan pengikut nya.
"Kalian pergi. Aku ingin berbicara berdua saja dengan Zero" Kaname berkata sambil memerintahkan teman serta adik nya untuk pergi.
"Baik Kaname-sama/Onii-sama" mereka berkata sambil berjalan pergi.
"Kenapa kamu tidak pergi" Kaname berkata melihat ke arah Ichiru yang masih duduk di tempat nya.
"Aku tidak mungkin meninggalkan Zero-nee dengan mu Kuran" Ichiru berkata sambil menatap tajam Kaname.
"Ichiru pergilah dan menunggu di luar bersama yang lain" Zero berkata tenang kepada Ichiru.
"Tapi Zero-nee" Ichiru berkata tidak yakin kepada Zero.
"Ichiru pergilah. Ini tidak akan lama" Zero berkata menenagkan Ichiru.
Ichiru yang mendengar apa yang Zero katakan merasa tidak yakin untuk meninggalkan kakak nya berdua saja dengan Kuran.
"Baiklah" Ichiru akhirnya berkata sambil menatap tidak yakin ke arah kakak nya dan Kuran, sebelum berdiri meninggalkan mereka berdua.
Begitu Ichiru berada diluar, dia bisa merasakan mantra pemburu yang di tempatkan oleh kakak nya agar tidak ada orang yang mendengar apa yang mereka berdua katakan.
"Kamu di usir ya" Aido berkata dengan sombong sambil melihat Ichiru yang baru saja keluar.
"Bukan urusan mu Blondie" Ichiru berkata sambil menatap tajam Aido.
"Kenapa Kamu-" Aido mulai namun kembali terpotong oleh Takuma.
"Sekarang-sekarang kita tidak ingin membuat keributan yang bisa mengganggu pembicaraan Kaname-sama kan Aido" Takuma berkata menenangkan Aido.
Ichiru yang mendengar apa yang Takuma katakan hanya mendengus kecil.
"Kenapa tidak ada suara apa pun" Yuuki berkata heran karena tidak mendengar suara kakak nya atau Zero.
"Tentu saja tidak. Mereka menempatkan mantra atau pesona agar kami tidak mendengar apapun" Ichiru berkata dengan kesal.
"Oooh" Yuuki berkata singkat.
Setelah itu mereka saling diam dan tidak berbicara apa pun.
Sedangkan Ichiru bergerak gelisah karena merasakan dingin nya angin malam mengingat pakaian nya yang minim saat ini dan mantel nya yang masih berada di dalam restoran yang Ichiru lupa untuk mengambil sebelum keluar tadi.
"Nih" Aido berkata sambil menyodorkan mantel nya ke arah Ichiru.
"Apa" Ichiru berkata melihat Aido bingung.
"Kamu terlihat kedinginan" Aido berkata tanpa melihat Ichiru.
"Aku tidak butuh mantel mu Blondie" Ichiru berkata kepada Aido.
"Hei! Aku berusaha berbuat baik disini" Aido berkata menatap tajam kepada Ichiru, sambil menyodorkan mantel nya kepada Ichiru.
"Dan aku tidak butuh perbuatan baik mu" Ichiru berkata sambil sedikit menjauh dari Aido.
"Pakai saja" Aido berkata mendorong mantel nya ke Ichiru.
"Tidak" Ichiru berkata mendorong kembali mantel Aido.
"Pakai"
"Tidak"
"Pakai"
"Tidak"
"Pakai saja apa susah nya sih!" Aido berkata sambil memakaikan mantel nya dengan paksa ke Ichiru dan meletakkan tangan nya di pundak Ichiru untuk menahan mantel nya.
"Dan jika aku bilang tidak, ya tidak" Ichiru berkata sambil berusaha melepas mantel Aido serta menjauhkan tangan Aido dari pundak nya.
Takuma dan yang lainnya, yang melihat interaksi antara Ichiru dan Aido hanya bisa melongo di tempat.
"Ah~ kalian seperti adegan yang ada di manga-manga yang pernah ku baca" Takuma akhirnya berkata yang memperhatikan interaksi antara Aido dan Ichiru.
Aido dan Ichiru yang mendengar perkataan Takuma pun menatap tajam Takuma. Mereka tidak sadar jika saat ini tangan Aido masih di pundak Ichiru untuk menahan mantel ya.
"Kalian lucu" Yuuki berkata kepada Aido dan Ichiru.
"Kami tidak!" Aido dan Ichiru berteriak bersamaan kepada Yuuki.
Ruka yang mendengar apa yang Aido dan Ichiru katakan hanya bisa mendengus geli.
Setelah itu mereka kembali terdiam dan menunggu Kaname serta Zero yang masih berada di dalam restoran.
"Menurut mu apa yang mereka bicarakan" Aido berkata dengan tenang sambil menatap Ichiru. Dia saat ini masih berada di dekat Ichiru dan terus menahan mantel nya agar Ichiru tidak melepaskan mantel nya.
"Tidak tau" Ichiru berkata cuek tanpa menatap Aido, karena sejujurnya Ichiru merasa gugup karena Aido berdiri terlalu dekat dengan nya.
"Bisa kah kamu menjauh sedikit" Ichiru menambahkan sambil mendorong Aido.
"Selama kamu tidak melepas mantel nya, maka aku akan menjauh" Aido berkata kepada Ichiru.
"Baiklah aku tidak akan melepas mantel mu. Sekarang menjauh dari ku" Ichiru berkata sambil terus mendorong Aido.
Aido yang mendengar perkataan Ichiru pun merasa puas dan menjauh sedikit untuk berdiri di samping Ichiru.
Takuma dan yang lain, yang melihat interaksi antara Aido dan Ichiru hanya menatap mereka geli.
Mereka terus terdiam hingga mereka melihat Kaname dan Ichiru berjalan keluar dari restoran.
"Kaname-sama/Onii-sama" Mereka kecuali Ichiru berkata menyambut kedatangan Kaname.
"Zero-nee" Ichiru berkata setelah melihat Zero yang berjalan tidak jauh di belakang Kaname.
"Ayo kita pulang" Kaname berkata kepada teman serta adik nya.
"Baik Kaname-sama/Onii-sama" mereka berkata sambil memasuki limousine yang memang menunggu mereka dari tadi.
"Kalau begitu sampai jumpa lagi Zero, Kiryu"Kaname berkata kepada Zero dan Ichiru sambil menyusul teman dan adik nya.
"Sampai jumpa Kuran" Zero berkata sambil melihat limousine yang berjalan menjauh dari mereka.
"Zero-nee?" Ichiru berkata melihat Zero dengan bingung.
"Tidak ada Ichiru. kita bicarakan di rumah saja ya" Zero berkata sambil tersenyum kecil kepada Ichiru.
"Ayo kita pulang juga" Zero menambahkan sambil berjalan ke arah mobil nya.
"Baiklah" Ichiru berkata sambil mengikuti Zero.
"ngomong-ngomong mantel siapa yang kamu pakai" Zero berkata melihat Ichiru.
Ichiru yang mendengar perkataan Zero sedikit terkejut, karena dia lupa jika dia masih mengenakan mantel Aido.
~Tbc~
.
Balasan Review :
NaruLoveAnime : makasih untuk reviewnya, ini sudah lanjut kok. maaf untuk menunggu lama. ^^
yuuna : Ini sudah lanjut kok, maaf untuk menunggu lama. makasih atas review nya ^^
.
Please Review
