Pairing : KanaFemZero
Rating : T (untuk saat ini)
Catatan : Takuma tidak menghilang setelah Rido Kuran.
Sebelumnya author mau minta maaf karena lama gak update, author mau fokus nyelesaikan tugas akhir author dulu, dan akhirnya setelah beberapa bulan perjuangan author bisa menyelesaikan tugas akhir. jadi sekali lagi author minta maaf ^/\^
Selamat membaca, semoga tidak mengecewakan ^^ V
~Bab 5~
.
.
Ting Tong
Ting Tong
Ting Tong
"iya sebentar" Zero berkata kesal karena mendengar bel rumah nya yang di tekan secara tidak sabar.
Zero pun membuka pintu rumah nya dengan kesal "Apa yang kamu lakukan disini".
"Tidak bisakah kamu membiarkan aku masuk terlebih dahulu"
"Tidak, langsung saja. Apa yang kamu inginkan Kuran" Zero berkata melihat Kaname dengan kesal.
"Hei beraninya kamu berbicara seperti itu pada Kaname-sama" Aido berkata membela Kaname.
"Dan apasih yang kamu lakukan disini" Zero berkata melihat Aido dengan jijik.
"Aku ingin mengambil mantel ku yang tertinggal" Aido berkata sambil mencoba mengintip kedalam rumah mencari kehadiran Ichiru.
Zero yang melihat kelakuan Aido, tahu betul siapa yang dicarinya
"Ichiru tidak dirumah"
"Dimana dia" Aido bertanya kepada Zero.
Zero menatap Aido curiga "Pergi"
"Pergi kemana" Aido bertanya kembali.
"Bukan urusanmu, jika kamu mencarinya kembali lagi nanti malam" Zero berkata kesal sambil mencoba menutup pintu.
Kaname yang mengetahui apa yang akan Zero lakukan cepat menyelipkan kakinya untuk mencegah Zero menutup pintu.
"Kuran" Zero menggeram marah.
Kaname melihat tingkah Zero dengan geli " Kiryu-chan itu tidak sopan menutup pintu diwajah tamu"
"Kalian bukan tamuku , jadi singkirkan kakimu dan enyahlah".
Mereka terus seperti itu Zero mendorong, Kaname mencegah dan Aido hanya menyaksikan dalam diam.
Salah satu tetangga Zero menyaksikan ini dengan bingung " Zero-chan apa ada masalah".
Zero terkejut mendengar suara salah satu tetangganya " Ah obasama, tidak ada hanya sedikit bermain" Zero menjawab sambil tersenyum dan membuka pintu rumah nya dengan lebar untuk menarik Kaname serta Aido untuk masuk.
"Ah baiklah jika begitu Zero-chan. Sampai jumpa"
"Sampai jumpa obasama" Zero menjawab tersenyum sopan sebelum menutup pintu dan berbalik menghadapi tamu yang tidak diundang.
Zero berjalan menghadapi tamunya " Jadi, apa yang kalian inginkan"
Kaname memusatkan perhatiannya pada gadis yang sedang menatapnya dengan kesal saat ini " Ada undangan pesta untuk seluruh masyarakat pemburu dan vampir. Aku disini untuk mengantarkan undangan padamu"
Zero mendengus mendengar perkataan Kaname " Aku tidak tau jika Raja Vampir memiliki banyak waktu luang hingga memiliki waktu mengantar undangan sekarang. Dan lupakan, aku dan Ichiru tidak akan menghadiri hal-hal seperti itu"
"Tidakkah ini sudah cukup lama untukmu terus bersembunyi dari kami, sudah saatnya kamu kembali. Kamu tidak bisa terus bersembunyi Zero" Kaname berkata sambil mentap mata Zero.
"Sejak kapan kamu peduli Kuran, dan berhenti memanggil nama keluargaku. Kenapa kamu tidak pergi dan lupakan seolah kamu dan antek-antekmu belum pernah bertemu kami. Aku dan Ichiru cukup nyaman dengan kehidupan kami yang seperti ini" Zero berkata kepada Kaname.
"Nyaman. Hidup ditengah manusia, kamu harus berhenti menipu dirimu sendiri Zero, kamu bukan manusia dan berhenti mencoba menjadi satu, bahkan sebelum kamu menjadi vampir, kamu juga bukan manusia sepenuhnya. Tidakkah kamu ingat jika pemburu vampir berbeda dari manusia, dan dengan darah pemburu dan vampir dalam tubuhmu sudah jelas kamu bukan manusia jadi berhenti menipu dirimu sendiri" Kaname berkata dengan dingin.
Zero yang mendengar itu menjadi marah "Sebenarnya apa yang kamu inginkan Kuran, kamu sudah memiliki semuanya, dendammu sudah terbalas, kamu mendapat tahta, dan adikmu sudah berada disampingmu, apa lagi yang kamu inginkan. Dan kamu menyuruhku kembali, bukankah kamu sendiri yang bilang jika aku bukan manusia, tapi aku juga bukan pemburu dengan darah vampir dalam tubuhku, juga aku bukan vampir dengan darah pemburu di tubuhku. Jadi apa aku Kuran, dan dimana aku harus kembali"
Kaname yang mendengar itu menjadi terdiam, tapi yang dia inginkan adalah Zero kembali, dia sudah kehilangan Zero sekian lama dan setelah dia menemukannya kembali, maka tidak mungkin dia akan membiarkannya pergi begitu saja.
Merasa Kaname tidak akan menjawab, Zero menarik napas dalam-dalam berusaha meredakan emosinya "Keluar"
Kaname sedikit terkejut mendengar perkataan Zero.
"Kubilang keluar Kuran. Keluar dari rumahku, aku sedang tidak ingin berbicara denganmu" Zero berkata dengan dingin.
Kaname yang mendengar itu menyipitkan matanya tanda tidak suka "Urusan kita belum selesai Zero, kamu pasti ingat apa yang kita bicarakan direstoranmu kemaren malam"
Zero yang mendengar itu menjadi terdiam.
Sementara Kaname dan Zero saling menatap, mereka melupakan kehadiran Aido yang dari tadi hanya berdiri diam mendengar percakapan antara Kaname-sama dan Kiryu. Aido ingin bertanya apa yang mereka bicarakan direstoran kemrin malam, dia dan teman-temannya sangat penasaran karena setelah malam itu Kaname-sama selalu mengurung diri diruang kerjanya.
"Teruslah bermimpi Kuran, aku tidak akan menerima apa yang kamu usulkan" Zero akhirnya berkata setelah suasana semakin tegang.
Kaname yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya dengan geli "Aku tidak bermimpi Zero, karena apa yang Kuran inginkan maka Kuran mendapat"
Aido yang semakin penasaranpun akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya"Err Kaname-sama, kalau boleh tau apa yang kalian bicarakan di restoran kemrin malam"
"Itu bukan urusanmu/aku memintanya menikah" Zero dan Kaname berkata secara bersamaan.
Zero menatap tajam Kaname setelah mendengar apa yang Kaname katakan. Sedangkan Kaname hanya menatap Zero dengan geli.
Untuk Aido sepertinya dia harus membersihkan telinganya, karena yang barusan dia dengan dari Kaname-sama pasti hanya candaan saja, dan walaupun itu candaan sangat tidak lucu sama sekali "Me-menikah. Kaname-sama kamu tidak salah bicarakan, jangan bercanda dengan candaan yang tidak lucu Kaname-sama"
"Apa menurutmu aku sedang bercanda Aido" Kaname menatap tajam Aido.
Aido yang ditatap tajam seperti itu akhirnya menyusut seketika "Bu-bukan be-begitu Kaname-sama, tapi kenapa"
Kaname yang mendengar perkataan Aido akhirnya paham, setelah semua dia selalu menolak perintah untuk menikah dari dewan vampir, bahkan saat dia diperintahkan untuk menikah dengan Yuuki untuk melanjutkan garis darahmurni keluarga Kuran , memikirkan itu membuat dia tidak enak, karena selain dia hanya menganggap Yuuki sebagai adik perempuannya, dia juga tahu jika Yuuki dan Takuma menjalin hubungan secara rahasia, dan sebagai kakak yang baik dia tidak ingin merusak kebahagiaan adik perempuan satu-satunya, lagian dia percaya bahwa Takuma akan selalu membahagiakan Yuuki.
"Tidakkah kamu berpikir jika aku menikah dengan Zero, ikatan ini akan meredakan ketegangan dan perjanjian damai dengan pemburu semakin kuat, setelah semua keluarga Kiryu adalah keluarga pemburu yang sangat tua, tidak peduli apakah sekarang ini Zero memiliki darah vampir tapi para pemburu akan selalu ingat saat Zero dengan mudah membunuh Rido seorang vampir darahmurni" Kaname berkata menjelaskan kepada Aido.
Aido yang mendengar itu sedikit mengerti, memang akhir-akhir ini hubungan perjanjian damai antar pemburu dan vampir semakin tegang, mengingat siapa presiden pemburu vampir saat ini, dan dengan kembalinya Kiryu mungkin akan sedikit meredakan ketegangan yang ada, karena sebagian besar pemburu masih menyalahkan mereka karena hilangnya Kiryu yang mereka klaim sebagai putri pemburu setelah dia dengan mudah membunuh Rido Kuran, dan dengan darah Kiryu sebagai pemburu tertua, Kiryu juga memiliki darah dari tiga vampir darahmurni didalam tubuhnya yang tidak salah lagi membuat dia kuat.
Sedangkan Zero hanya menatap Kaname dengan pandangan jijik, siapa dia pikir dia memintanya menikah seperti itu dengan cara memerintah "Keluar"
Kaname dan Aido melihat Zero ketika mereka mendengar nada marah dengan Zero. Aido sedikit menyesal melihat kearah Zero, karena Zero saat ini benar-benar menakutkan, apa dengan mata lavendernya yang menjadi dingin dan aura sekitarnya yang berteriak bahaya, mambuat Aido secara reflek bersembunyi dibelakang Kaname-sama.
Sedangkan untuk Kaname dia harus akui amarah Zero saat ini membuat dia terlihat panas dimatanya, dan dia tidak sabar setelah mereka menikah, apa saja yang bisa dilakukannya untuk meredakan amarah itu, dan pastinya harus menyenangkan, dengan perlawanan yang berakhir dikamar tidu 'Ok stop Kaname, Zero akan membunuhku dan mengulitiku jika dia tahu apa yang aku pikirkan saat ini'
"Baiklah kami pergi sekarang, tapi ingat pembicaraan kita belum selesai" Kaname berkata sambil meletakkan undangan pesta di meja dekatnya.
"Dan aku akan menjemputmu minggu depan dihari yang sama" Kaname menambahkan sambil berjalan kearah pintu keluar dengan Aido yang setia mengikutinya.
Setelah mereka sampai diluar rumah, Kaname sekali lagi berbalik dan hendak berbicara dengan Zero. sebelum dia sempat berbicara, Zero sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Jangan datang lagi dan aku tidak akan pergi ke pesta" Zero berkata sebelum membanting pintu di wajah Kaname dan Aido.
Kaname dan Aido hanya menatap terdiam pada pintu yang baru saja terbanting tertutup dihadapan mereka.
Aido pertama kali sadar dengan apa yang Zero lakukan "Bagaimana berninya dia membanting pintu dihadapan Kaname-sama. Akan kuberi pelajaran dia" Aido berkata sebelum mengangkat tangannya hendak mengetuk pintu dengan keras.
Kaname yang melihat itu menghentikan Aido dengan cepat"Aido itu cuku, kita pergi sekarang, dan siapkan mobil"
Aido yang mendengar itupun langsung beranjak pergi memanaskan mobil.
Kaname segera menyusul Aido namun sebelum itu dia menengok kearah jendela yang dia yakin Zero sedang mengawasi mereka "Aku akan membuatmu kembali Zero, dengan satu atau lain cara hingga membuatmu berada dipelukanku" Kaname berkata yang dia yakini Zero mendengarnya sebelum pergi menyusul Aido.
Zero terus mengawasi mereka pergi hingga mobil mereka sudah tak terlihat "Teruslah bermimpi Kuran, dan jika memang aku akan berakhir denganmu, maka akan kubuat sesulit mungkin" Zero berkata mengingat perkataan terakhir Kaname sebelum dia pergi.
~Tbc~
.
Balasan Review :
NaruLoveAnime : makasih untuk reviewnya, maaf untuk menunggu lama. ^^
Ryo : Ini sudah lanjut kok, maaf untuk menunggu lama. makasih atas review nya ^^
night kanaze : ini udah lanjut kok maaf menunggu lama^^
Night kanaze: makasih atas reviewnya^^
Guest : Ini udah lanjut kok. maaf menunggu lama^^
yuuna : Ini udah lanjut kok, maaf ya author butuh waktu lama^^
uchihatsurumi : ini sudah lanjut kok, makasih atas reviewnya ^^
.
Please Review
