Di sebuah ruangan pribadi milik Arthur Kirkland...
Arthur mengelus kaca pelindung foto. Menatap foto itu kosong, pandangan dimana tersiratkan kehampaan.
Namun di saat yang bersamaan, ada selintas kenangan manis yang Arthur rindukan dari foto-foto yang berjajar di hadapannya.
Foto pertama dari ketujuh foto terus dipandangi oleh manik hijaunya. Seolah foto tersebut adalah pelepas rindu.
Foto paling ujung. Ada dia, yang menggendong Peter di punggung. Mengenakan mantelmusim dingin yang sama-sama berwarna biru muda.
Wajah-wajah riang Arthur lihat, termasuk dari sang fotografer dadakan, yang wajahnya tidak ada (dan memang tidak bisa terambil) dalam foto tersebut, Alice Kirkland.
Foto tersebut ia letakkan, beralih pada foto yang satunya.
Foto yang terabadikan ketika bola-bola salju yang dilemparkan Peter kepadanya, (mungkin) sedetik sebelum tepat mendarat di mukanya.
Arthur terkikik pelan ketika mengingat waktu itu.
Foto ketiga, diabadikan ketika dia berancang-ancang untuk melemparkan bola salju ke arah Peter yang tertawa-tawa, hingga merebahkan dirinya ke atas salju.
Oh! Ketika dia ingin membalas 'serangan' Peter tahun lalu!
Lagi-lagi ia beralih.
Foto yang keempat lain lagi.
Ada Arthur, Alice, dan Peter yang bersama-sama merebahkan diri ke atas salju, threefie (?) bersama, dengan kamera yang dipegang oleh Arthur.
Arthur merindukan saat-saat itu. Apalagi sekarang tengah berlangsung musim dingin. Ingin sekali Arthur menemani Peter keluar, saling melempar bola-bola salju, dan membuat boneka salju seperti dulu lagi.
"Peter..."
DEG!
"Ugh!"
Namun sayang seribu sayang, sehembus angin dingin dari luar rumah seakan menampar pipinya untuk kembali kepada kenyataan.
Air mata kembali menitik, deras.
"Aku merindukanmu..." Menderasi pipi, dan tumpah ruah ke atas lantai.
Sesaat, sebelum suara kaca yang terbanting keras, hingga hancur berserakan terdengar.
"Hiks..."
~oOo~
Hetalia - Axis Powers (c) Himaruya Hidekazu. Penulis tidak mengambil keuntungan material apapun atas pembuatan karya. Seluruh tokoh dan karakterisasi adalah milik dari fandom yang telah dicantumkan.
.
- KENANGAN -
.
Rated: T (maybe R13). Genre: Family, Angst. Language: INDONESIAN. Notes: OOC, AU.
-Indonesia; 22/05/2017-
~*oOo*~
Arthur tergopoh-gopoh mengikuti langkah Peter yang tidak beraturan. Anak itu seolah tidak memberikan Arthur untuk menarik nafas panjang dan menetralkan detak jantungnya.
Lama-lama, bisa saja Peter juga tidak akan memberi Arthur kesempatan untuk bernafas.
Karena tidak memerhatikan jalur, Arthur mengalami sebuah insiden kecil.
JDUAK!
"Ouch!" Arthur terduduk, seraya mengelus dahinya yang meet and greet dengan salah satu tiang penyangga rumah di lantai dua.
"Oh, maaf... Ayoo!" Lagi-lagi ditarik. Astaga.
...
...
Kenangan tentang dirimu
Takkan pernah terhapus oleh waktu
Yang selalu berlalu
Tanpa kenal rasa malu dan rindu
...
...
"Sampai!" Arthur berdiri sambil menyentuh lututnya, mengambil udara, menetralkan detak jantung yang terlalu cepat.
Peter menyeretnya ke ruang tamu. Melalui jendela, Arthur melihat sesuatu, hari ini masih hujan salju.
"Ini..." Sepasang mantel salju lengkap dengan sarung tangan, syal, dan penutup telinga diberikan kepadanya. "Aku mau main salju! Cepat kenakan..."
Arthur tersenyum simpul. "Baiklah."
"Yeay!"
...
...
...
Saat Arthur keluar dari kamar mandi, dia melihat Peter sedang mengenakan sepatu boot- yang lagi-lagi juga berwarna biru muda.
Peter menoleh padanya. "Oh, kau sudah siap? Ayo kita keluar!" Saat meraih kenop pintu dan memutarnya...
BRUSSSK!
-anak itu tertimbun salju.
"Peter!" Arthur mendapati Peter merayap, berusaha keluar dari salju yang masuk ke dalam. "Dingin ya?"
Peter mengangguk. "Tapi sangat seru! Ayo kita keluar!"
"Haha, ayo. Tapi sebelumnya..." Arthur mengambil dua buah sekop berwarna (lagi-lagi-lagi) biru muda.
"Hm?" Peter tidak mengerti. "Itu... Untuk apa?"
"Sebelumnya, kita harus mengeluarkan salju ini dari dalam rumah, atau kita akan kedinginan, dan dimarahi oleh para kakak..."
"Oh, oke boss!" Peter menghormat layaknya laksana tentara pada jenderalnya.
to be continued.
A/N: Buat seorang temenku yang domisili di kota Magelang sana, gimana-gimana? Apakah ini termasuk relationship kakak beradik? Kalau tidak, silakan hubungi saya via BBM, email, atau reviews agar kita bisa membicarakan dalam rapat (?) mengenai jalan cerita yang ngegantung diri ini. *heh*
