Pada suatu waktu, ketika semua masalah dan titik balik kehilangan yang menimbulkan rasa bersalah ini bermula...
PEMBICARAAN ini justru semakin larut. Semakin lama, semakin terasa tidak mengenakkan hati.
"Siapa?"
Allistor memutar pandangan. "Sang Peneror; Black Shadow..."
Arthur terbelalak. "Dia!?" Sial.
"Ya, dia..." Allistor menghela nafas. "Black Shadow mengirimkan ultimatum melalui jaringan kantorku. Yang isinya dia akan mengirimkan virus-virus berbahaya, jika kita tidak memberikan apa yang diinginkan olehnya..."
Penuturan Allistor yang mengejutkan. Uhuk! Bagi Arthur. "Tapi- Tapi... Bagaimana bisa?!"
Helaan nafas lagi. "Dia meretas Jasmine..." Arthur tersentak lagi.
"Superkomputer itu!?" Tidak. Jasmine tidak mungkin diretas! "Jasmine perlu waktu 174 jam tanpa henti untuk dapat diretas oleh peretas terhebat di dunia, tapi kenapa Black Shadow dapat meretasnya dalam waktu kurang 12 jam saja!?"
Hanya ada detak jam dinding yang masih stabil dan setia menengahi pembicaraan, antara Arthur dan Allistor, yang semakin tercarut-marut.
"Ar, tenanglah..." Allistor menyandarkan bahu. "Aku tidak terlalu tahu apa yang dia inginkan bersama kacung-kacung laknatnya itu, hingga harus meretas Jasmine kemarin..."
Arthur melihat sang lawan bicara mulai memijit pelipis sebelah kiri. "Tapi yang aku tahu, Black Shadow akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Termasuk meretas superkomputer yang malang itu."
"Memangnya apa yang dia inginkan?"
Allistor tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut, namun langsung menarik seuntai tali berwarna hijau dari saku seragamnya.
Sebuah flashdisk. Milik Allistor. "Sepertinya dia menginginkan ini." Arthur tidak mengerti.
"Allistor, aku tidak mengerti kenapa dia mengincar flashdisk milikmu-"
"Ini bukan hanya flashdisk, Alis Tebal..." Allistor memotong perkataan Arthur. "Ini bukan hanya sebuah flashdisk yang masih kosong. Ada sesuatu yang begitu penting di dalamnya."
Dari keadaannya, terlihat kalau flashdisk tersebut masih baru. Kosong, kah? "Memangnya apa yang ada di dalamnya? Dan mengapa begitu diincar sekali oleh Black Shadow?" Arthur mencoba bertanya. Allistor terdiam.
Hanya sesaat. "Apa penting bagimu untuk bertanya?"
"Tidak. Tidak terlalu penting... Sih.."
"Lalu kalau kulontarkan pertanyaan bernada sama, semacam 'Dari mana kamu tahu waktu yang dibutuhkan untuk meretas Jasmine? Pernahkah kamu melihat ada orang yang mencobanya?' Nah, apa jawabanmu?"
Pertanyaan yang disambut jua dengan pertanyaan. "Aku tidak tahu." Jujur, memang Arthur tidak tahu.
"Nah, masukkan jawabanmu tadi sebagai jawabanku..."
"Tapi- Tapi- Ba- Bagaimana bisa!?"
"... Masukkan lagi jawabanmu tadi, Alis..." What the heck!?
~oOo~
Hetalia - Axis Powers (c) Himaruya Hidekazu. Penulis tidak mengambil keuntungan apapun atas pembuatan karya. Seluruh tokoh dan karakterisasi (kecuali OC) adalah milik dari fandom yang bersangkutan.
.
- KILAS BALIK -
.
Rated: T (R-14). Genre: Family, Angst. Language: INDONESIAN. Notes: OC, OOC, AU, tech., etc...
-Indonesia; 27/05/2017-
~*oOo*~
Berlatarkan pada sebuah desa jarang penduduk di pedalaman Jepang yang berpayungkan sunyinya langit malam...
Semilir angin malam membelai rambutnya. Dia menolehkan kepalanya; seseorang yang begitu ia kenali duduk bersila. "Hei, Kara..." panggilnya seraya bergeming di tempat.
"Sya."
Alis sebelah kanannya naik. "... Maksudmu?"
Perempuan muda itu menoleh sedikit. "Namaku Karasya. Kamu memotong namaku." jawabnya. "Sama saja artinya kamu merancukan namaku-" Refleks, Karasya menutup mulutnya.
"Maksudku nama kita berdua."
"Merancukan?" Karasya mengangguk.
"Nama kita hanya berbeda pada huruf vokalnya saja, jika aku tetap menggunakan nama Kara." Lawan bicara Karasya ikut bersila di sampingnya.
"Kara dan Kuro, bukankah kedua nama tersebut begitu mirip?"
"Ternyata kaupun juga sadar, ya..."
Karasya mendengus. "Sudah dari dulu..." Rembulan purnama menjadi objek pandangan mereka. "Oh, dan kenapa kamu menemuiku malam-malam begini? Ada masalah dengan tugasmu?"
Kuro menyeringai. "Bukan masalah. Tapi aku tetap membutuhkan bantuanmu dalam tugasku." Karasya menoleh. Melayangkan tatapan 'apa-maksudmu?' pada Kuro.
"Aku meminta bantuanmu untuk meretas Jasmine, superkomputer keluarga Kirkland.
to be continued.
A/N: Oh mai~ Maaf saya telat update UwU. Saya kebingungan nyari masalah yang tepat sebagai latar belakang, dan saya kepikiran ilmu supercomputer ini. Gak jelas? Silakan gunakan mbah gugel untuk ini~ *PLAKK!*
Well, selamat puasa dan have a nice day!
Salam Indonesia...
-INDONESIAN KARA-
